Jurnal Sinergitas PkM & CSR Vol. No. April 2019 p-ISSN: 2528-7052 | e-ISSN:2528-7184 EMPLOYMENT HOUSEHOLD MOTHER MANAGEMENT IN GUIDING NUTRITION FOR BABY UNDER FIVE YEARS AND CHILDREN IN BUKIT AGUNG VILLAGE. KERINCI KANAN DISTRICTS. SIAK REGENCY 1 Latifa Siswati*1. Rizal1. Ambar Tri Ratnaningsih1. Riski Novera Yenita2 Fakultas Pertanian Universitas Lancang Kuning, 2STIKES Al Insyrah. Pekanbaru e-Mail *: latifasiswati123@gmail. Abstract Households play an important role in regulating family health by regulating the nutrition intake of toddlers and children. Sources of food available in the yard can be used to be a healthy and nutritious food by processing these ingredients properly. It needs to empower housewives in managing nutrition and toddlers by utilizing food sources in the vicinity. The purpose of dedication is . Empowerment of housewife in regulating child and child nutrition, . Increasing knowledge and skill of housewife in processing food that exist in home yard into healthy and nutritious food. The activity was held in Bukit Agung Village. Kerinci Kanan District. Siak Regency. Riau Province. The method used is counseling and training. The technique of selecting the participants is done by purposive sampling, ie farmers who use their home yard for medicinal plants, food crops, horticulture, fish and others that can potentially meet family needs. The results of this activity indicate that after counseling there is increasing knowledge of housewife about nutritious food source for toddler and child equal to 20,83% and nutritional benefit for growth and development of child equal to 25%. Once given training housewives can take advantage of available food sources in the yard of his house into a variety of healthy and nutritious foods such as pudding and meatballs Keywords: Empowerment, housewife, health, nutrition. Dipresentasikan pada Konferensi Nasional PkM-CSR. Lombok, 23-25 Oktober 2018 Jurnal Sinergitas PkM & CSR Vol. No. April 2019 p-ISSN: 2528-7052 | e-ISSN:2528-7184 PENYULUHAN PEMBERDAYAN IBU RUMAH TANGGA DALAM MENGATUR GIZI BALITA DAN ANAK DI DESA BUKIT AGUNG KECAMATAN KERINCI KANAN KABUPATEN SIAK Latifa Siswati*1. Rizal1. Ambar Tri Ratnaningsih1. Riski Novera Yenita2 Fakultas Pertanian Universitas Lancang Kuning, 2STIKES Al Insyrah. Pekanbaru e-Mail *: latifasiswati123@gmail. Abstrak Ibu rumah tangga memegang peran penting dalam mengatur kesehatan keluarga dengan mengatur asupan gizi balita dan anak. Sumber pangan yang tersedia di pekarangan rumah dapat dimanfaatkan menjadi makanan yang sehat dan bergizi dengan mengolah bahan makan tersebut dengan baik. Perlu adanya pemberdayaan ibu rumah tangga dalam mengatur gizi dan balita dengan memanfaatkan sumber pangan di sekitarnya. Tujuan pengabdian adalah . Pemberdayaan ibu rumah tangga dalam mengatur gizi balita dan anak, . Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu rumah tangga dalam mengolah bahan pangan yang ada di pekarangan rumah menjadi makanan yang sehat dan bergizi. Kegiatan dilaksanakan di Desa Bukit Agung Kecamatan Kerinci Kanan Kabupaten Siak Provinsi Riau. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan pelatihan. Teknik pemilihan peserta dilakukan secara purposive sampling yaitu petani yang memanfaatkan pekarangan rumahnya untuk tanaman obat, tanaman pangan, hortikultura, ikan dan lainnya yang berpotensi dapat memenuhi kebutuhan keluarga. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa setelah penyuluhan ada peningkatan pengetahuan ibu rumah tangga tentang sumber pangan yang bergizi bagi balita dan anak sebesar 20,83% dan manfaat gizi bagi tumbuh dan kembang anak sebesar 25%. Setelah diberi pelatiah ibu rumah tangga dapat memanfaatkan sumber pangan yang tersedia di pekarangan rumahnya menjadi aneka makanan yang sehat dan bergizi seperti puding dan bakso. Kata Kunci: Pemberdayaan, ibu rumah tangga, kesehatan, gizi. PENDAHULUAN PT. Inti Indosawit Subur merupakan salah satu perusahaan swasta di Propinsi Riau yang bergerak dibidang perkebunan kelapa Sawit. Program CSR (Corporate Social Responsibilit. merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban perusahaan terhadap lingkungan sekitarnya melalui program-program sosial terutama bidang pendidikan, perekonomian, kesehatan dan lingkungan. Salah satu program CSR yang sangat penting adalah peningkatan kesehatan masyarakat. Tingkat kesehatan akan mempengaruhi daya tahan fisik, daya pikir dan prakasa dalam masyarakat, oleh karena itu kesehatan dalam keluarga menjadi tolak ukur kesehatan ditingkat masyarakat. Kesehatan merupakan kebutuhan keluarga yang tidak boleh terabaikan karena tanpa kesehatan segala sesuatu tidak berarti dan dengan kesehatanlah seluruh kekuatan sumber daya dan dan dana keluarga Menurut Mubarok . peran keluarga adalah mampu mengenal masalah kesehatan, mampu membuat keputusan tindakan, mampu melakukan perawatan pada anggota keluarga yang sakit, mampu memodifikasi lingkungan rumah, dan mampu memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada. Masalah kesehatan keluarga sangat berhubungan erat dengan asupan gizi yang dikonsumsi oleh Masalah gizi kurang, banyak dialami oleh balita yang merupakan generasi penerus yang Jurnal Sinergitas PkM & CSR Vol. No. April 2019 p-ISSN: 2528-7052 | e-ISSN:2528-7184 disebabkan oleh faktor ibu yang semasa hamil kurang energy dan gizi makro sehingga melahirkan bayi yang tidak sehat. Salah satu masalah kesehatan anak yang cukup penting adalah stunting . ubuh pende. yaitu keadaan tubuh yang pendek atau sangat pendek di bawah median panjang berdasarkan tinggi badan menurut usia. Stunting menggambarkan suatu keadaan malnutrisi yang kronis dan anak memerlukan waktu untuk berkembang serta pulih kembali menuju keadaan tinggi badan anak yang normal menurut usianya (Gibney et al. , 2. Menurut Muljati et al. menyatakan prevalensi shunting pada balita di Indonesia sebesar 36,6%. Menurut Litman . menyatakan kesehatan keluarga dan tindakan penanggulangan banyak ditentukan oleh ibu yaitu 67%, sedangkan ayah hanya 15,7%. Salah satu peran ibu dalam kesehatan adalah mengatur asupan gizi keluarga. Banyak ibu rumah tangga belum memahami peranan yang sangat penting ini sehingga perlu kegiatan pemberdayaan ibu rumah tangga dalam mengatur gizi balita dan anak. Ibu rumah tangga mengatur makanan yang dikonsumsi oleh keluarga mulai dari pemilihan bahan pangan nabati dan hewani yang akan berdampak pada kesehatan keluarga. Perguruan tinggi sebagai insititusi pendidikan memiliki tanggung jawab moril dalam menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat dengan melakukan transfer teknologi dan ilmu pengetahuan kepada Salah satu solusi yang ditawarkan kepada masyarakat adalah pemberdayaan ibu rumah tangga dalam mengatur gizi balita dan anak. Pemberdayaan adalah suatu proses yang terdiri atas tiga tahap yaitu tahap penyadaran, pengkapasitasan dan pendayaan (Randy R Wrihatniko dan R Nugroho Dwodjowinto . Ketiga tahap pemberdayaan tersebut dilakuakan dengan cara penyuluhan dan pelatihan serta pendampingan. Kegiatan transfer pengetahuan dan teknologi dilakukan di Desa Bukit Agung. Kabupaten Siak. Provinsi Riau. Kegiatan yang dilakukan adalah meningkatkan pengetahuan ibu rumah tangga tentang pentinnya peran ibu dalam mengatur gizi keluarga melalui penyuluhan gizi dan memberi ketrampilan dalam mengolah sumber pangan yang tersedia di pekarangan rumah menjadi makanan yang sehat dan bergizi. Penyuluhan gizi merupakan salah satu upaya pendekatan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan sehingga menghasilkan perubahan prilaku yang baik. Dengan adanya penyuluhn gizi diharapkan ibu rumah tangga mengerti dan memahami serta mampu melaksanakan apa yang dinasehatkan sehingga mampu mengasuh dan merawat balita dan anak gizi kurang menjadi lebih baik (Depkes, 2. Tujuan kegiatan adalah . Pemberdayaan ibu rumah tangga dalam mengatur gizi balita dan anak, . Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu rumah tangga dalam mengolah bahan pangan yang ada di pekarangan rumah menjadi makanan yang sehat dan bergizi. METODE Kegiatan ini dilakukan di wilyah kerja CSR PT. Inti Indosawit Subur yaitu Desa Bukit Agung Kecamatan Kerinci Kanan Kabupaten Siak Provinsi Riau pada bulan Februari saampai Juli 2018. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan pelatihan. Peserta yaitu petani yang memanfaatkan pekarangan rumahnya untuk tanaman obat, tanaman pangan, hortikultura, ikan dan lainnya yang berpotensi dapat memenuhi kebutuhan keluarga. Sebelum kegiatan dilakukan terlebih dahulu dilakukan survey pendahuluan untuk mengetahui Ibu rumah tangga yang memanfaatkan pekarangan rumah untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Setelah peserta dipilih dilakukan kegiatan penyuluhan dalam bentuk ceramah dan demontrasi tentang Jurnal Sinergitas PkM & CSR Vol. No. April 2019 p-ISSN: 2528-7052 | e-ISSN:2528-7184 pentingnya peran ibu dalam mengatur gizi balita dan anak serta pelatihan mengolah beberapa bahan pangan menjadi makanan yang sehat dan bergizi. HASIL DAN PEMBAHASAAN Penyuluhan Tentang Gizi untuk Anak dan Balita Pada umumnya lahan pekarangan di Indonesia belum dimanfatkan secara maksimal (Refliaty dan Endriani, 2. Masyarakat di Desa Bukit Agung sebagian besar telah memanfaatkan pekarangan rumahnya dengan menaman tanaman obat, tanaman pangan, hortukultura, ternak dan budidaya ikan. Hasil dari pekarangan rumah tersebut belum optimal dimanfaatkan oleh ibu rumah tangga dalam meningkatkan gizi keluarga karena banyak hasil perkarangan tersebut tidak dimanfaatkan dan menjadi Ibu rumah tangga merupakan tulang punggung keluarga dalam penyediaan pangan keluarga dan memegang peran aktif yang besar dalam pemanfaatan pekarangan, dengan pengetahuan dan ketrampilan yang dimilikinya dapat mengatur kebutuhan pangan dan gizi di keluarga (Suadi et al. Peserta dalam kegiatan ini sebanyak 20 orang. Untuk meningkatkan kesadaran ibu rumah tangga dalam meningkatkn gizi anak dan balita maka dilakukan penyuluhan. Karena penyuluhan adalah proses pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha agar mau dan mampu menolong dan mengorganisaikan dalam mengakses informasi-informasi pasar, teknologi, permodalan dan sumber daya lainnya sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efesiensi usaha, pendapatan dan kesejahteraan serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup (Undangundang No. 16 tahun 2. Penyuluhan bertujuan untuk mengubah perilaku sumberdaya anggota kelompok ke arah yang lebih baik (Pembudy,1. Disamping itu kegiatan penyuluhan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peserta karena pengetahuan yang tidak memadai dan praktik yang tidak tepat merupakan hambatan signifikan terhadap gizi (Unicef, 2. Materi yang diberikan dalam penyululuhan adalah gizi balita dan anak, sumber karbohidrat, sumber protein, mineral, pentingnya pemberian bubur pada balita, manfaat tahu dan tempe dalam pertumbuhan Kegiatan penyuluhan disambut antusias oleh ibu rumah tangga, kondisi ini dapat diketahui dari diskusi antara peserta dengan tim penyuluhan. Suasana penyuluhan dapat dilihat pada gambar 1. Gambar 1. Tim sedang memberi penyuluhan gizi Jurnal Sinergitas PkM & CSR Vol. No. April 2019 p-ISSN: 2528-7052 | e-ISSN:2528-7184 Untuk mengetahui tingkat keberhasilan penyuluhan maka sebelum dan sesudah penyuluhan diberikan kuisoner untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu rumah tangga tentang gizi balita dan anak. Keberhasilan penyuluhan kepada ibu rumah tangga tentang gizi bayi dan keluarga dapat dilihat pada Tabel 1. Pengetahuan peserta sebelum diberi penyuluhan dan pelatihan Materi Mengetahui Gizi balita dan anak 2 Sumber protein 3 Sumber 4 Sumber mineral 5 Pemberian sayuran untuk anak 6 Memberikan bubur kacang 7 Memberikan tahu dan tempe Sumber. olahan data 2018 Pengetahuan Peserta sebelum penyuluahn (%) Pengetahuan penyuluah (%) Peningkatan (%) Berdasarkan hasil kuisoner diketahui tingkat keberhasilan penyuluhan tentang gizi balita dan anak. Peningkatan tertinggi pengetahuan peserta setelah dilakukan penyuluhan adalah pentingnya pemberian makanan tambahan berupa bubur kacang hijau sebesar 40%. Hal ini terjadi karena pada umumnya ibu rumah tangga merasa pemberian kacang hijau hanya sebagai tambahan makanan saja padahal merupakan sumber protein yang mudah didapat dan murah. Peningkatan pengetahuan peserta terhadap pemberikan tahu dan tempe paling rendah yaitu 10%, kondisi ini dimungkinkan ibu rumah tangga sudah biasa mengkonsumsi tahu dan tempe sebagai menu makanan untuk balita dan anak. Kegiatan penyuluhan kepada ibu rumah tangga untuk meningkatkan pengetahuan peserta tentang gizi balita dan anak cukup efektif karena terjadi peningkatan pengetahuan peserta sebesar 21,42%. Peserta pada umumnya sudah memiliki pengetahuan dasar tentang gizi balita dan anak walaupun belum Dengan penyuluhan diharapkan ibu rumah tangga dapat meningkatkan kesehatan keluarga dengan memanfaatkan sumber pangan yang tersedia di sekitar dan di pekarangan rumah seperti sumber protein yaitu ikan, ayam, tahu, tempe dan sumber karbohidrat yaitu singkong,ubi jalar, labu,kentang. Ibu rumah tangga berperan penting dalam mengatur menu di keluarga sehigga berpengaruh terhadap kesehatan keluarga. Perempuan memiliki peran penting dalam mengatur kesehatan dan peningkatan perekonomian keluarga (Siswati et al. , 2. Pelatihan Mengolah Bahan Makanan yang Sehat dan Bergizi Gizi sangat diperlukan untuk kebutuhan pertumbuhan balita dan anak yang akan mempengaruhi kecerdasan, pertambahan berat badan, pertumbuhan tinggi badan. terutama untuk petumbuhan balita dan anak. Kegiatan pelatihan pengolahan bahan makanan menjadi makanan yang sehat dan bergizi diikuti oleh 20 peserta. Suasana kegiatan pelatihan dapat dilihat pada gambar 2. Jurnal Sinergitas PkM & CSR Vol. No. April 2019 p-ISSN: 2528-7052 | e-ISSN:2528-7184 Gambar 2. Contoh makanan untuk balita dan anak yang sehat dan bergizi Tim melatih peserta membuat makanan dari bahan pangan yang berada di sekiar dan pekarangan rumah seperti ayam, ikan, kentang, wortel, buncis, labu, kacang hijau, tahu dan tempe. Bahan pangan tersebut diolah menjadi menu makanan yang disukai oleh balita dan anak seperti sup ayam, bakso tahu bersisi sayuran dan pudding serta bubur kacang hijau. Pudding dibuat dengan olahan agar dan labu dengan citra rasa yang lezat dan disukai anak-anak. Disamping itu peserta diberi pelatihan membuat bubur kacang hijau dengan menambahkan susu sapi yang dipelihara oleh perserta sehingga dihasilkan bubur yang bergizi. Adanya menu makanan yang sehat dan bergizi akan mencegah kekurangan gizi pada masa balita manusia. Asupan gizi kurang pada umur 0-2 tahun akan mempengaruhi kecerdasan otak, menghambat pertumbuhan fisik dan sistem kekebalan tubuh kurang semoura (Susanty, 2. SIMPULAN DAN IMPLIKASI Kegiatan Penyuluhan telah meningkatkan pengetahuaan ibu rumah tangga tentang gizi balita dan anak sebesar 21,24%. Pada umumnya ibu rumah tangga telah memiliki pengetahuan dasar tentang gizi balita dan anak tetapi belum menerapkan pengetahuan tersebut kepada keluarga. Pelatihan pemanfaatan sumber pangan di sekitar dan pekarangan rumah telah meningkatkan kemampuan ibu rumah tangga dalam mengolah sumber pangan menjadi makanan yang sehat dan bergizi sehingga dapat meningkatkan kesehatan keluarga UCAPAN TERIMA KASIH