Jurnal Pengabdian Masyarakat https://ojs. id/index. php/jukeshum/index E-ISSN: 2774-4698 Vol. 5 No. Januari 2025 Hal. SOCIALIZATION OF MAKING TRADITIONAL BALSAM FROM NATURAL INGREDIENTS GINGER (Zingiber officinal. AS AN ANTI-PAIN MEDICINE IN TANJUNG REJO VILLAGE. PERCUT SEI TUAN DISTRICT SOSIALISASI PEMBUATAN BALSAM TRADISIONAL DARI BAHAN ALAM JAHE (Zingiber officinal. SEBAGAI OBAT ANTINYERI Di DESA TANJUNG REJO KECAMATAN PERCUT SEI TUAN Putra Chandra1*. Athaillah2. Saddam Husein3. Ali Affan Silalahi4. Nur Aini Khairunisa5. Gabena Indrayani Dalimunnthe6. Ovalina Sylvia Br. Ginting7 1,2,3,4,5 Universitas Haji Sumatera Utara. Medan. Indonesia Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah. Medan. Indonesia Fakultas Farmasi. Universitas Sumatera Utara. Medan. Indonesia. E-mail Author: Putrachandra68@gmail. Submitted: 05/02/2025 Reviewed: 07/02/2025 Accepted: 14/02/2025 ABSTRACT Ginger (Zingiber officinal. is one of the plants used as a medicine that has various benefits for public Traditionally, ginger is often used by pounding it and applying it to the affected body part to relieve pain and various other complaints. In addition, ginger can also be processed into a balm preparation that is more practical and easy to use. The purpose of this community service activity is to provide education to the people of Tanjung Rejo Village. Percut Sei Tuan District. North Sumatra, regarding the use of ginger in the form of a balm preparation. The ginger balm distributed to participants was made in the Pharmacy laboratory of the Haji University of North Sumatra. The community service methods used were education and lectures. The results of the activity showed that the material presented about the use of ginger in the form of a balm and how to make the preparation could be well understood by the participants. Participants were also interested in trying to make it This shows that this community service activity has succeeded in increasing the knowledge and skills of the community in utilizing ginger as a medicinal plant. Keywords: Balsam. Ginger. Pain. Medicinal Plant. ABSTRAK Jahe (Zingiber officinal. merupakan salah satu tanaman yang digunakan sebagai obat yang memiliki beragam manfaat bagi kesehatan masyarakat. Secara tradisional, jahe sering digunakan dengan cara ditumbuk dan ditempelkan pada bagian tubuh yang sakit untuk meredakan nyeri dan berbagai keluhan Selain itu, jahe juga dapat diolah menjadi sediaan balsem yang lebih praktis dan mudah Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat Desa Tanjung Rejo. Kecamatan Percut Sei Tuan. Sumatera Utara, mengenai pemanfaatan jahe dalam bentuk sediaan balsem. Balsem jahe yang dibagikan kepada peserta dibuat di laboratorium Farmasi Universitas Haji Sumatera Utara. Metode pengabdian masyarakat yang digunakan adalah edukasi dan ceramah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa materi yang dibawakan tentang pemanfaatan * Chandra. , dkk. JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat jahe dalam bentuk balsem dan cara pembuatan sediaan dapat dipahami dengan baik oleh peserta. Peserta juga tertarik untuk mencoba membuatnya secara mandiri. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan jahe sebagai tanaman obat. Kata Kunci: Balsem. Jahe. Nyeri. Tanaman obat PENDAHULUAN Pada era globalisasi ini, peningkatan prevalensi berbagai penyakit menjadi isu yang Penyakit-penyakit umum seperti batuk, flu, dan pilek seringkali disebabkan oleh gaya hidup masyarakat yang kurang memperhatikan kesehatan. Konsumsi makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya, kurangnya gerak, serta kebiasaan merokok dan mengkonsumsi alkohol berkontribusi terhadap masalah ini. Lebih lanjut, kerusakan lingkungan seperti polusi, pencemaran air, dan degradasi tanah juga menjadi faktor penting dalam penyebaran penyakit (Syaputri, 2. Sebagai negara agraris. Indonesia memiliki keunggulan dalam pengembangan obat Ketersediaan lahan pertanian dan perkebunan yang luas memungkinkan budidaya berbagai jenis tanaman obat. Selain itu, masyarakat juga memanfaatkan pekarangan mereka untuk menanam tumbuhan yang memiliki khasiat obat. Hutan-hutan di Indonesia juga memiliki kekayaan alam yang banyak sehingga berpotensi menjadi sumber obat-obatan alami (Lestari. Praktik pengobatan tradisional di Indonesia telah berlangsung sejak lama, bahkan sebelum pengembangan dan tersedianya obat-obatan modern. Pemanfaatan tumbuhan sebagai Ca telah menjadi bagian dari warisan budaya yang masih terjaga di sebagian besar wilayah Indonesia. Pengetahuan ini, yang didasarkan pada pengalaman dan tradisi leluhur, telah menghasilkan berbagai formulasi obat tradisional yang unik dan menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Indonesia (Putri, 2. Jahe merupakan tanaman obat serbaguna yang terkenal dan banyak digunakan oleh Selain memberikan cita rasa khas pada masakan, jahe juga memiliki peran penting dalam pengobatan tradisional. Berbagai penyakit dapat diredakan dengan menggunakan jahe sebagai obat alami, menjadikannya bagian tak terpisahkan dari pengobatan alami di Indonesia (Athaillah, dkk. , 2. Gejala radang sendi tidak terlihat, banyak lansia yang tidak tahu terkait timbulnya radang sendi. Kurangnya pengetahuan pada lansia ini dapat menyebabkan mereka tidak dapat mendeteksi nyeri sendi secara dini, karena itu dapat menyebabkan komplikasi yang lebih parah. penyakit degeneratif, radang sendi dianggap dapat dicegah dan diobati. Preventif harus dimulai dengan menemukan faktor risiko penyakit sejak dini, mengontrol berat badan, melakukan olahraga secara rutin, mengurangi penggunaan sendi yang berlebihan pada usia 25 hingga 40 tahun, dan mendapatkan pendidikan. (Andriani,D. , dkk, 2. Prevalensi penyakit kronis pada lansia merupakan masalah kesehatan yang signifikan. Berdasarkan data yang ada, rheumatoid arthritis . ,38%) dan hipertensi . ,6%) merupakan dua kondisi yang paling umum diderita oleh lansia. Selain kedua penyakit tersebut, terdapat juga kelompok penyakit lain yang menyumbang 13,64% dari total kasus penyakit kronis pada lansia (Virgo. & Sopianto. Balsem anti nyeri pada umumnya ditambahkan minyak peppermint bermanfaat mengatasi pegal-pegal pada kaki. Sedangkan parafin padat dan vaselin berfungsi sebagai basis Menurut Anastasia . penambahan minyak atsiri tanaman sereh sebanyak 9% kedalam formulasi balsem dapat memberikan aroma minyak atsiri tanaman sereh yang tajam. Vol. No. 1, 2025 JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Hal ini juga menjelaskan bahwa bahan obat harus larut atau terdispersi homogen dalam dasar salep yang cocok. Dari uji analisis pengaruh jahe terhadap nyeri didapatkan fungsi yang sama seperti asam mefenamat dan ibu profen untuk mengurangi rasa nyeri (Harmono & Andoko. Dalam upaya mengoptimalkan potensi jahe, balsem dipilih sebagai sediaan yang Balsem, pada dasarnya, termasuk dalam kategori sediaan unguentum. Farmakope Indonesia mendefinisikan unguentum sebagai sediaan yang dirancang untuk aplikasi topikal (Jumardin, 2. Komposisi salep harus memastikan bahwa bahan aktif obat terdistribusi secara merata dalam basis yang kompatibel (Romadhonni & Anastasia, 2. METODE Kegiatan pengabdian masyarakat memiliki tujuan melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan jahe dalam bentuk sediaan balsem. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 5 Juni 2024 di Desa Tanjung Rejo. Kecamatan Percut Sei Tuan. Sumatera Utara. Tahapan kegiatan meliputi persiapan dan pelaksanaan. Tahap persiapan yaitu diskusi dengan kepala desa terkait waktu, tempat, dan perlengkapan. Tahap pelaksanaan terdiri dari penyampaian materi tentang jahe dan cara pembuatan sediaan balsem jahe, selanjutnya pembagian contoh sediaan balsem, serta HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan edukasi ini dilaksanakan di Desa Tanjung Rejo. Kecamatan Percut Sei Tuan. Sumatera Utara, dengan tujuan memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai pemanfaatan jahe hasil perkebunan mereka menjadi sediaan balsem. Balsem jahe yang diserahkan kepada masyarakat telah disiapkan terlebih dahulu oleh tim mahasiswa dan dosen di laboratorium Farmasi Universitas Haji Sumatera Utara. Proses pembuatan balsem jahe ini didokumentasikan pada Gambar 1. Gambar 1. Cara pembuatan Balsem Jahe Vol. No. 1, 2025 JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Pemilihan jahe sebagai bahan baku didasarkan pada profil fitokimianya yang kaya akan senyawa-senyawa bioaktif seperti gingerol, shogaol, dan zingerone. Senyawa-senyawa ini diketahui memiliki sifat farmakologis dan fisiologis yang beragam, termasuk aktivitas antioksidan, antiinflamasi, analgesik, dan antikarsinogenik. Selain itu, jahe juga menunjukkan profil keamanan yang baik, karena bersifat tidak toksik dan tidak mutagenik bahkan dalam kandungan yang tinggi (Fathurrahman. & Suhendar. , 2. Balsem jahe ini dibuat melalui beberapa tahapan. Pertama, kristal mentol . dan minyak peppermint . ,5 m. Secara terpisah, vaselin . dilebur dengan api kecil, kemudian ditambahkan ekstrak jahe . dan asam stearat . Selanjutnya, campuran mentol dan peppermint dicampurkan ke dalam lelehan vaselin dan diaduk hingga Terakhir, campuran tersebut dimasukkan ke dalam tempat balsem. Balsem yang telah siap kemudian dibagikan kepada peserta kegiatan edukasi setelah proses absensi kehadiran. Setelah menerima balsem jahe, peserta dapat langsung mengaplikasikannya pada bagian tubuh yang terasa nyeri untuk merasakan manfaatnya secara langsung. Selain pembagian balsem, materi edukasi juga disampaikan selama kegiatan untuk memberikan informasi yang komprehensif tentang pemanfaatan jahe dalam bentuk sediaan balsem. Dokumentasi visual dari kegiatan ini dapat dilihat pada Gambar 2. Gambar 2. Pembagian balsam jahe Selain penjelasan tentang pembuatan balsem, peserta juga mendapatkan informasi bahwa bahan dan alat yang diperlukan untuk pembuatan balsem jahe mudah didapatkan dan tidak mahal. Proses pembuatannya pun cukup sederhana dan dapat dilakukan secara mandiri di rumah. Diskusi yang berlangsung menunjukkan bahwa masyarakat dapat mengerti dengan baik cara pembuatan balsem. KESIMPULAN Evaluasi terhadap kegiatan menunjukkan hasil yang positif. Pelaksanaan kegiatan berjalan dengan baik, dan penyampaian informasi mengenai aplikasi jahe dalam formulasi balsem dilakukan secara efektif, sehingga memudahkan peserta dalam memahami materi yang Vol. No. 1, 2025 JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat disampaikan dan peserta juga dapat merasakan manfaat balsem jahe secara langsung. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih disampaikan kepada masyarakat Desa Tanjung Rejo Kecamatan Percut Sei Tuan. Sumatera Utara yang telah berperan aktif dalam kegiatan ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada pengurus masjid yang telah memberikan izin penggunaan area pekarangan mesjid sebagai tempat kegiatan. REFERENSI Anastasia. Formulasi Sediaan Balsem Minyak Atsiri Tanaman Sereh (Cymbopogon nardus (L). Rendl. Global Health Science, 4. , 105Ae108. Andriani. Amin. Sabrina. Rikaningsih. Pratiwi. Tesalonika. & Nofiyanti. Pelatihan Pembuatan Balsam Jahe sebagai Alternatif dalam Penanganan Masalah Nyeri Sendi di Kelurahan Menuran. Baki. Sukoharjo. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan, 1. , 173-182. Athaillah. Chandra. , & Pangondian. Edukasi Pemanfaatan Jahe dalam Bentuk Sediaan Balsem di Kelurahan Bela Rakyat Kabupaten Langkat Tahun 2022. Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3. , 124-129. Egy Ray Syahputri. Manfaat Tanaman Jahe (Zingiber officinal. Sebagai Obat obatan Tradisional (Traditional Medicin. https://doi. org/10. 24036/prosemnasbio/vol1/71 Fathurrahman. , & Suhendar. Pemberdayaan Masyarakat Non Produktif Melalui Keterampilan Pembuatan Balsem Stick Jahe Di Pesantren Yapisa Leuwiliang Bogor. Jurnal Difusi, 3. , 55-55. Harmono, & Andoko. Budi Daya & Peluang Bisnis Jahe. Jakarta: Agromedia Pustaka