Jurnal Cahaya Mandalika. Vol. No. 1, 2024, e-ISSN: 2721-4796, p-ISSN: 2828-495X Available online at: http://ojs. com/index. php/JCM Akreditasi Sinta 5 SK. Nomor: 1429/E5. 3/HM. 01/2022 Analisis Kapasitas Parking Stand dan Pengembangan Apron Bandar Udara Sentani Ae Jayapura David Wenda1*. Efendy Tambunan 2. Risma M. Simanjuntak3 Program Studi Teknik Sipil. Universitas Kristen Indonesia. Jalan Mayjen Sutoyo. No 2. Jakarta Timur. Indonesia 1wendadavid117@gmail. tambunan@gmail. 3rismasimanjuntak@gmail. * Korespondens: e-mail: wendadavid117@gmail. Abstract: Sentani Jayapura Airport is one of the airports in Papua Province and is the busiest airport serving domestic routes in Indonesia. Papua Province is experiencing growth and equitable growth. 2018 the growth of 64,698 aircraft movements took off and landed every day. An average of 120 flights per day. In 2018 the movement growth of 64,698 aircraft took off and landed every day. An average of 120 flights per day. The method used for motion prediction is the linear trend method, using data information for the last 5 years . obtained by PT Angkasa Pura I Sentani Branch. The method used the Pignataro method to obtain the peak hour rate pattern for the current year, then use it to determine the number of aircraft movements for the planned year by multiplying the rate pattern obtained by the number of annual aircraft movements generated by the forecast. The capacity of the Sentani Papua Airport Apron is 38 parking stands but in operation it is only used as many as 27 parking stands consisting of large and small body aircraft. The number of parking stands needed for the next 10 years . is 21 parking stands for the category of large-bodied aircraft types . arrow bod. The results showed that for the next 10 years . the capacity required geometric development / expansion of the apron with a length of 936 m and a width of 136 m Keywords: airport. parking stand capacity apron expansion Abstrak: Bandara Sentani Jayapura merupakan salah satu bandara di Provinsi Papua dan merupakan bandara tersibuk yang melayani rute domestik di Indonesia. Provinsi Papua mengalami pertumbuhan dan pemerataan pertumbuhan. Pada tahun 2018 pertumbuhan pergerakan 64. 698 pesawat lepas landas dan mendarat setiap hari. Rata-rata 120 penerbangan per hari. Pada tahun 2018 pertumbuhan pergerakan 698 pesawat lepas landas dan mendarat setiap hari. Rata-rata 120 penerbangan per hari. Untuk meprediksi pergerakan pesawat menggunakan metode tren linier, dengan menggunakan informasi 5 tahun data trakhir . PT. Cabang Angkasa Pura I Sentani. Metode yang digunakan metode Pignataro untuk memperoleh pola laju jam puncak untuk tahun berjalan, kemudian untuk mendapatkan jumlah pergerakan pesawat untuk tahun yang direncanakan dengan mengalikan pola laju yang diperoleh dengan jumlah pergerakan pesawat tahunan yang dihasilkan oleh ramalan. Kapasitas Apron Bandar Udara Sentani Papua sebanyak 38 parking stand tetapi dalam operasionalnya hanya digunakan sebanyak 27 parking stand yang terdiri dari pesawat berbadan besar dan kecil. Jumlah parking stand yang dibutuhkan 10 tahun kedepan . adalah 21 parking stand untuk kategori jenis pesawat berbadan besar . arrow Hasil penelitian menunjukan bahwa untuk 10 tahun . kedepan kapasitas dibutuhkan pengembangan geometrik/perluasan apron dengan panjang 936 m dan lebar 136 m. Kata kunci: bandar udara, kapasitas parking stand, perluasan apron PENDAHULUAN Indonesia merupakan negeri kepulauan yang secara geografis terletak pada pada persilangan antara 2 daratan (Daratan Asia serta Daratan Australi. , serta 2 samudera (Samudera Hindia dan Samudera Pasifi. Papua adalah povinsi yang paling timur di Indonesia dan membutuhkan pembangunan infrastruktur transportasi secara massif untuk mmbuka akses transportasi kepedalaman Papua. Akses transportasi akan mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerataan dan meningkatnya kesejahtaraan masyarakat Papua. Bandar Sentani terletak di Kota Sentani Kabupaten Jayapura yang posisinya sekita 35 kilometer dari pusat Kota Jayapura. Bandar udara ini bisa dikategorikan sebagai bandara tersibuk di Papua karena melayani penerbangan ke Wilayah Pegunungan Tengah dan pesisir pantai yang hanya bisa di akses mengunakan transportasi udara. This is an open-access article under the CC-BY-SA License. Bandara Sentani Jayapura mempunyai peranan strategis sebagai bandara penghubung . dari penerbangan luar Papua ke bandara-bandara di wilayah pegunungan tengah. Oleh karena itu, bandara ini menjadi bandara tersibuk yang melayani penerbangan di seluruh wilayah Papua, seperti daerah pegunungan tengah, atara lain Wamena. Oksibil. Kiwirok yang hanya bisa di akses mengunakan transportasi udara dan pesisir pantai seperti Kabupaten Sarmi. Bandara Sentani ini juga melayani berbagai jenis ukuran pesawat, mulai dari pesawat ukuran kecil, berbadan besar serta pesawat kargo dengan sejumlah rute penerbangan. Pada saat ini, kapasitas Apron Bandara Sentani masih mampu menampung pergerakan Akan tetapi pergerakan pesawat yang semakin meningkat akan membebani fasilitas apron dan ini menjadi masalah pelayanan apron kedepannya. Dikarenakan bandara ini melayani pesawat kecil, pesawat besar dan pesawat kargo dengan berbagai rute sehingga diperkirakan lalu lintas pergerakan pesawat di bandara ini akan semakin padat dalam beberapa tahun ke depan sehingga diperlukan pengembangan di pada sisi apron. Oleh karena itu, perlu dilakukan prediksi terhadap kemampuan apron memfasilitasi pergerakan pesawat 10 tahun kedepannya di bandara tersebut. Dalam tugas akhir ini, akan dilakukan prediksi kapasitas apron dalam 10 tahun mendatang. METODE PENELITIAN Dimana pertumbuhan produksi penumpang tahun 2015 mengalami kenaikan dari tahun 2019 sebesar 22,43% untuk penumpang yang berangkat dan 20,57 % untuk penumpang yang datang, sedangkan untuk pergerakan pesawat mengalami kenaikan sebesar 28,15% (Sentaniairport, 2. Maka penelitian dilakukan perdasarkan data pergerakan tahunan pesawat 5 tahun terakhir . Kapasitas apron serta jumlah kebutuhan parking dengan data pesawat yg digunakan yaitu pesawat Boeing 737- 400 menjadi pesawat planning terbesar bandar Pengembang Apron adalah suatu pergerakan pesawat saat kondisi pesawat mengalami kelebihan daya parkir dan oleh itu pada saat jam puncak pergerakan pesawat mengalami peningkatan sehingga landasan parking stand tidak mampu menampung pesawat. Dalam menentukan kapasitas apron dibutuhkan dalam penentuan kapasitas apron antara lain dimensi pesawat, penentuan wing tips clearance sesuai dengan lebar pesawat, gate occupancy time dan jarak bebas antar pesawat di apron dengan persamaan rumus sebagai Dengan : G = Gate V = Jumlah pesawat jam sibuk T = Rata-rata gate occupancy time U = Faktor utilitas G = Setelah mengetahui data perhitungan Gate kapsitas apron maka selanjutnya menghitung data panjang dan lebar apron dengan persamaan rumus: A panjang apron P = ( G x W) (( G Ae . x C) ( 2 x P. A Lebar apron L= Pb W Cb Cw Setelah diperoleh hasil terhadap panjang dan lebar apron, maka selanjutnya luas apron dapat dihitung dengan menggunakan persamaan sebagai berikut : L=Pxl Dimana : L = Luas, m2 P = Panjang apron, m. l = Lebar apron, m. Kebutuhan dan Pengembangan Apron Pada Tahun Rencana Seperti halnya dengan fasilitas-fasilitas Bandar udara lainnya, jumlah parking stand ditetapkan sedemikian sehingga jumlah pergerakan pesawat per-jam ditetapkan lebih dulu. Jadi, jumlah parking stand yang dibutuhkan tergantung pada jumlah pesawat yang harus ditampung selama jam rencana dan berapa lama pesawat mendiami suatu parking stand (Rahman, 2. Peraturan Direktur Jendral Perhubungan ( 2. menunjukan panjang serta lebar apron dengan sistem frontal pada pesawat parkir, bisa menggunakan persamaan berikut: Perluasan apron dengan rumus: Panjang apron = (G x W) {(G Ae . x P. Lebar apron = Pb W Cb Cw Hasil dari persamaan panjang dan lebar apron dijumlahkan untuk mendapatkan area luasan yang dibutuhkan untuk perluasan apron: Lebar apron = Pb W Cb Cw ANALISIS DATA Dapat dilihat diagram alur penelitian dibawah ini: Mulai Studi Literatur Pengumpulan Data: Data-data pergerakan pesawat Tahunan. Bulan. Hari dan Jam Analisis Data Kapasitas Apron. Kapasitas Parking Stand Analisis dan Pembahasan Analisis Kapasitas Apron Analisis Pergerakan Jam Puncak Analisis Peramalan Jumlah Pesawat Analisis Perluasan Apron Pergerakan Kesimpulan dan Saran Selesai Gambar 3. 1 Diagram Alir Penelitian Pada pengumpulan data yang ambil merupakan data Sekunder yang diperoleh dari kantor Angkasa Pura dan AirNav Indonesia. Data-data yang dibutuhkan dalam penelitian tugas akhir ini meliputi: A Data-data pergerakan pesawat Tahunan. Bulan. Hari dan Jam A Data pergerakan ini merupakan data tahunan, bulan, hari dan jam yang diperoleh dari data sekunder Angkasa Pura Bandar Sentani Jayapura. Analisis Data Kapasitas Apron. Kapasitas Parking Stand Pada analisis data yang dibutuhkan dalah data pergerakan pesawat pada Bandara Sentani pada kondisi eksisting disetiap kapasitas apron Analisis Data Sebelum melakukan analisis adalah langkah awal dilakukan pengolahan data sekunder terkumpul dari kantor Angkasa Pura dan AirNav Indonsesia sehingga data yang sesuai dengan kebutuhan analisis. Hasil yang diharapkan adalah tersusunnya data yang disajikan secara sistematis dan siap untuk dianalisis. Perencanaan apron menggunakan standar dari Federal Aviation Administration (FAA). Adapun tahapan-tahapannya adalah sebagai berikut: A Analisis kebutuhan gate position pada kondisi eksisting. A Forecasting pesawat pada tahun rencana. A Perhitungan peak hour pergerakan pesawat pada tahun rencana. A Analisis kebutuhan gate position, konsep dan dimensi apron pada tahun rencana Analisis Kapasitas Apron Kapasitas apron yang diamati pada tahun 2015-2019 merupakan kapasitas apron untuk menampung pergerakan pesawat pada jam sibuk. Kapasitas apron dapat dihitung dengan menggunakan persamaan JICA (Nitta Rahayu. Robby, and Murniati 2. Data-data Yang Diperlukan A Pada penelitian ini data-data yang diperlukan dalam menganalisis kapasitas apron Bandar udara Sentani adalah sebagai berikut : A Data waktu Landing dan Take off pesawat di Bandar Udara Internasional Sentani-Jayapura perhari untuk 5 hingga 10 tahun ke belakang A Data keberangkatan dan kedatangan pesawat di Bandar udara Internasional SentaniJayapura pertahun untuk 5 hingga 10 tahun ke belakang A Kapasitas Parkir . di Bandar Internasional Sentani- Jayapura perhari untuk 5 hingga 10 tahun ke belakang. A Berapa luasan parkir . di Bandar Internasional Sentani-Jayapura. A Data parkir pesawat . pron ) di Bandar Internasional Sentani- Jayapura perhari untuk 5 tahun hingga 10 tahun ke belakang. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Perhitungan Kapasitas Apron Pada Banda Udara Sentani Bandara Sentani Jayapura merupakan Bandara yang melayani penerbangan lokal maupun Bandara Sentani memiliki landas pacu berdimesi 3. 000 x 45 meter dan kapasitas apron adalah 13 tempat parkir pesawat berbadan kecil, 8 tempat parkir untuk pesawat berbadan besar, dan 6 tempat parkir untuk pesawat Cargo Tabel 4. 1 Spesifikasi Apron NO KETERANGAN APRON 1 APRON 2 APRON 3 Luas / Area 247 m x 80 m 429 m x 100 m 326 m x 119 m 2 Luas keseluruhan 454 m2 PCN 47 R /D/X/T 56 R /D/X/T 47 R /D/X/T Jenis perkerasan Rigit Rigit Rigit Sumber : PT. Angkasa Pura I Total Parking Stand Pesawat terbesar yang diijinkan di Bandar Udara Sentani adalah Narrow B737-900ER Pesawat terbesar yang diperbolehkan di Bandara Sentani adalah Narrow B737-900ER dan Narrow B737-400, yang merupakan pesawat besar dengan lebar sayap 36 m, sesuai kode huruf C ICAO. Analisis dilakukan pada Apron I dan Apron II yang merupakan tempat parkir pesawat. Badan besar . arrow bod. untuk 1-14 apron, panjang Apron I . mx 80 . dan Apron II . mx 100 . Pesawat Small Apron i dengan lebar sayap 29 m . adan keci. , tipe ATR 72 dan Pesawat DHC 6/C208, dengan kapasitas 15-38 ruang parkir, panjang apron i . mx 119 . , dengan model terminal linier, dengan konfigurasi Nose-parkir di tempat parkir. Tabel 4. 2 Spesifikasi Apron Jenis Pesawat Narrow 739A320 Narrow 734 ATR 72 DHC 6/C208 Kapasitas Parking Stand Parking Stand Sumber: PT. Angkasa Pura I Rasio Hari Puncak Untuk menghitung rasio bulan puncak, hanya input data yang berbeda yaitu dengan mencari nilai perbandingan antara hasil pergerakan harian maksimum dengan pergerakan 1 bulan pada yang ditinjau yaitu januari Tabel 2. Pergerakan Pesawat Bulan Januari Tahun 2018 Tgl. DTG KBT Ttl Tgl DTG KBT Ttl Ttl Sumber: PT. Angkasa Pura I Kedatangan Jumlah data pergerakan pesawat diambil pada tanggal 23 Januari (Nda. dengan jumlah pergerakan sebesar 117 pergerakan. Hasil pergerakan pada bulan Januari (Nmont. Rday = = 0. Keberangkatan Jumlah data pergerakan pesawat diambil pada pergerakan pesawat keberangkatan pada bulan puncak 23 (Nda. dengan pergerakan sebesar 118 pergerakan. Hasil pergerakan pesawat pada bulan maret (Nmont. 002 pergerakan Rday = = 0. Rasio Jam Puncak Rasio jam puncak didapat dengan mencari nilai perbandingan antara jumlah pergerakan pada jam maksimum (Nhou. dengan total pergerakan pada hari/tanggal yang ditinjau dalam hal ini tanggal 23 Januari 2018 (Tabel 4. Tabel 3. Pergerakan pesawat tanggal 23 Januari tahun 2018 Periode Kedatangan Keberangkatn Total 00 - 00. 00 - 01. 00 - 02. 00 - 03. 00 - 04. 00 - 05. 00 - 06. 00 - 07. 00 - 08. 31 - 08. 31 - 08. 00 - 09. 00 - 10. 00 - 11. 00 - 12. 00 - 13. 00 - 14. 00 - 15. 00 - 16. 00 - 17. 00 - 18. 00 - 19. 00 - 20. 00 - 21. 00 - 22. 00 - 23. Total Avarage/hour Peak hour Sumber: PT. Angkasa Pura I Kedatangan Dari data yang ada diambil pergerakan pesawat kedatangan terbesar pada pada tanggal 23 Januari 2018 yaitu pada jam 08. 31 - 08. 59 (Nhou. dengan pergerakan sebesar 15 Hasil pergerakan pada tanggal 23 (Nda. yaitu 119 pergerakan. Rhour = = 0. Keberangkatan Dari data yang ada diambil pergerakan pesawat keberangkatan terbesar pada pada tanggal 23 Januari 2018 yaitu pada jam 08. 31 - 08. 59 (Nhou. dengan pergerakan sebesar 14 Hasil pergerakan pada tanggal 23 (Nda. yaitu 116 pergerakan Rhour = = 0. No Tabel 4. Pola Rasio dan Pergerakan Jam Puncak Tahun 2018 Kedatangan Keberangkatan Rbulan 0,0934 0,0941 Rhari Rjam Pergerakan jam puncak Sumber: PT. Angkasa Pura I Peramalan Pergerakan Pesawat (Forcastin. Data saat masa Pandemik Covid-19, mengalami penuruna aktivitas penerbangan. Data pergerakan pesawat yang digunakan untuk prediksi adalah data pergerakan sebelum masa Adapun data pergerakan pesawat yang digunakan untuk mengevaluasi kapasitas apron parking stand Bandara Sentani (Tabel . Tabel 5. Pergerakan Pesawat dari tahun 2015 Ae 2019 Domestik Tahun Kedatangan Keberangkatan Subtotal 25,420 30,613 31,486 32,342 30,186 25,421 30,612 31,467 32,356 30,199 Sumber: PT. Angkasa Pura I 50,841 61,225 62,953 64,698 60,385 Keadaan ini mengacu pada pernyataan FAA dalam Forecasting Aviation Activity by Airport . hal 11 bahwa dalam perencanaan dan peramalan pergerakan penerbangan digunakan Metode Regresi Linear. Untuk melakukan peramalan 10 tahun kedepan, digunakan data pada tabel 4. 9 menggunakan Microsoft Excel 2019. Gambar 1. Diagram Forecast Dengan hasil peramalan 10 kedepan makan data tahunan pergerakan pesawat tahun rencana dapat dilihat dengan data tabel 4. Tabel 11. Peramalan Pergerakan Pesawat Tahun Pergerakan Pesawat 70,342 75,986 81,630 87,274 92,918 Total 50,841 61,225 60,385 64,698 60,385 98,562 104,206 109,850 115,494 121,138 Peramalan pergerakan pesawat tidak menggunakan data pergerakan pesawat tahun 2020 hingga tahun 2022 (Tabel 4. karena terjadi Pandemi Covid-19 . ergerakan pesawat pada tahun tersebut tidak normal Pergerakan Pesawat Pada Jam Puncak Di Tahun Rencana Pergerakan pesawat dapat ditujukan dalam pergerakan tahun, bulan, hari dan jam. Dengan pengertian sebagai berikut: Npeak = Nyear x Rmonth x Rday x Rhour Tabel 12. Pergerakan pesawat pada Jam Puncak di tahun rencana Tahun Rencana Tahun DTG & BKT Rmonth Rday Rhour Npeak DTG 0,0934 BKT 0,0941 DTG 0,0934 121,138 BKT 0,0941 Sumber: PT. Angkasa Pura I Dari tabel 12 dapat dilihat bahwa kapasitas apron . arking stan. pada tahun rencana 2024 sudah tidak mampu lagi menampung volume pesawat yang ada. 92,918 Kapasitas Apron Pada Jam Puncak Perbandingan kapasitas apron dan pergerakan pesawat pada jam puncak Tabel 13. Kapasitas apron eksisting dan rencana Tahun Kapasitas Apron Pergerakan Pesawat (Kedatangan Dan Keberangkata. Pada Jam Puncak Tabel 4. 12 dapat dilihat bahwa kapasitas apron pada jam puncak tahun rencana 2029 sudah tidak mampu lagi menampung volume pergerakan pesawat sehinga perlu melakukan analisis kebutuhan parking stand tahun rencana. Kebutuhan Parking Stand Analisis dilakukan dengan menggunakan persamaan ICAO . untuk tahun program . aitu 2024 dan 2. , dengan mempertimbangkan beberapa asumsi, yaitu: Pesawat dalam analisis adalah pesawat tipe C Waktu penghunian gerbang adalah 45 menit S = (Ti /. y N. S = Permintaan/kebutuhan pesawat parkir Ti = waktu hunian gerbang untuk pesawat jenis i dalam menit Ni = jumlah pergerakan pesawat pada jam sibuk . umlah pergerakan - kapasita. = jumlah pesawat tambahan . = 1 sampai N = 1,5-1=9,5 = 2 sampai N = 10,5-18,5 = 3 sampai N = 19,5-27,5 Pergerakan Tahun 2024 S = (Ti /. y N. = . / . - Ae . 3 = 6 tempat parkir Pergerakan Tahun 2029 S = (Ti /. y N. = . Ae . 3 = 9 tempat parkir Pengembangan Luas Apron Bila pergerakan pesawat pada jam puncak tahun 2024 dan 2029 di Bandara Sentani telah melebihi kapasitas apron eksisting, maka dilakukan pengembangan luas apron. Dalam hal ini daya tamping pesawat berdasarkan fasilitas-fasilitas yang berapa pada area apron sehingga dapat menmpung pergerakan pesawat (Rahman, 2. Peraturan Direktur Jendral Perhubungan . dihitung dengan menggunakan persamaan panjang serta lebar apron: Panjang apron (PA) PA = (K x S) (K . x C) Lebar apron (LA) LA = L A W, buat 1 taxi lane K= Jumlah parking stand S= Wingspan pesawat . C= Jarak pesawat ke pesawat serta pesawat ke terminal . L= Panjang pesawat . A= Jarak pesawat yang parkir serta pesawat yang hendak tinggal landas . W= Lebar taxi lane . buat pesawat kecil serta 290 ft buat pesawat berbadan lebar Perhitungan dicoba dengan memperhatikan informasi berikut: Jumlah parking stand yang diperlukan ialah 66 parking stand pada tahun rencana Pesawat rancana Boeing 737- 900 . arrow bod. dengan wingspan 36 m, panjang 42 m Code Letter C dan ATR 72 . mall bod. pesawat berbadan kecil dengan wingspan 29 m dan panjang 31 m serta mempunyai code letter B. Nilai C serta B yang digunakan tiap- tiap 4,5 m dan 3,0 m Kebutuhan perluasan apron rencana tahun 2029 untuk pesawat Boeing 737-900 Panjang apron = (K x S) (K . x C) = . x 4, 5 = 936 meter Lebar apron = L A W, buat 1 taxi lane = 42 4,5 88, 92 = 136 meter Dari hasil analisis diperoleh kebutuhan peluasan apron rencana tahun 2029 maka diasumsikan jenis pesawat berbadan besar . arrow bod. dan kecil . mall bod. untuk perluasan apron dengan rencana kebutuhan tahun mendatang panjang apron 936 m dan lebar KESIMPULAN Pada kapasitas apron I dikhusukan untuk pesawat cargo dan hasil pada setiap kapasitas adalah 12 tempat parkir dan rata-rata pergerakan harian pada jam puncak adalah sekitar 6 Pada tahun rencana kapasitas apron masih bisa menampung pesawat. Pada apron II masih masih optimal dengan rata-rata pergerakan di hari puncak 4 pesawat dengan kapasitas parkir adalah 10, maka untuk tahun rencana masih bisa di optimalkan dengan konfurasi parkir. Rata-rata untuk kapasitas parkir pesawat kecil dan hangar dan service pesawat pada apron i ini dengan kapitas parkir 18 dan pergerakan pesawat di jam puncak adalah 8 pesawat sehinnga untuk tahun rencana Bandara ini masih bisa menpung pesawat. Jumlah parking stand yang dibutuhkan 10 tahun kedepan . adalah 15 parking stand dan untuk kondisi eksisting ini pergerakan pesawat di Bandara Sentani masih bisa menampung pesawat pada setiap landasan parkir di apron I. II dan apron i. Hasil penelitian menunjukan bahwa untuk 10 tahun . kedepan kapasitas dibutuhkan pengembangan perluasan pada apron dengan panjang 612 m dan lebar 136 m pada apron I dan apron II. Sedangkan apron II pada pesawat berbadan kecil dan tempat service dan hangar pesawat maka perlu dilakukan pengembangan luasan apron dengan panjang 590 m dan lebar 121 m pada tahun rencana 2029. REFERENSI