JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA), VOL. NO. DESEMBER 2024 E-ISSN 2715-842X ANALISA PEMBEBANAN JEMBATAN MENGGUNAKAN SOFTWARE SAP2000 (Studi Kasus: Jembatan Panglima Sampul. Kec. Tebing Tinggi. Kab. Kepulauan Meranti ) Hamzah1. Noerdin Basir2 Politeknik Negeri Bengkalis. Jalan Bathin Alam. Sungai Alam amzahbks386@gmail. com 1 , noerbas@polbeng. Abstrak Infrastruktur transportasi sangat penting untuk membuat aktivitas manusia lebih cepat dan mudah. Bangunan jembatan adalah komponen infrastruktur transportasi yang sangat penting. Jembatan memiliki fungsi utama untuk menghubungkan dua daerah yang terhalang oleh rintangan, seperti sungai, lembah, selat atau laut, saluran, jalan raya, dan jalan kereta api. Jembatan Panglima Sampul adalah salah satunya, karena menghubungkan jalan antar daerah yang terputus oleh sungai. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar beban yang terjadi di jembatan panglima sampul dengan menggunakan software SAP2000. Dari hasil analisis yang dilakukan, didapatkan nilai beban mati sendiri (MS) 375,82 kN, beban mati tambahan (MA) untuk lapis aspal overlay 6,6 kN/mA, trotoar 13,75 kN, pipa raling 0,803 kN, pejalan kaki 12,5 kN, dan beban truk beban terbagi merata 6,75 kN/mA, beban garis terpusat 67,62 kN/m dan gaya Rem 146,5 kN. untuk hasil analisa SAP2000 didapatkan gaya tekan terbesar pada kondisi kuat yaitu 3874,88 kN/m pada kondisi layan 2142,92. Untuk gaya tarik terbesar pada kondisi kuat 1763,5 kN/m pada kondisi layan 1111,29 kN/m. Untuk momen terbesar yaitu 619,56 kN dan untuk geser terbesar yaitu 497,73. Kata Kunci: Jembatan Rangka. SAP2000. Kondisi Kuat. Kondisi Layan Abtract Transportation infrastructure is essential to make human activities faster and easier. Bridge buildings are a very important component of transportation Bridges have main function to connect two areas that are blocked by obstacles,such as rivers, valleys, straits or seas, channels, highways, and Panglima Sampul Bridge is one of them, because it connects the road between areas that are cut off by the river. between areas that are cut off by the river. In this study aims to determine how much load occurs on the panglima sampul bridge using SAP2000 software. using SAP2000. From the results of the analysis carried out, the value of the dead load itself was obtained (MS) 375. 82 kN, additional dead load (MA) for asphalt overlay layers 6. 6 kN / mA, 75 kN, raling pipe 0. 803 kN, pedestrian 12. 5 kN, and truck load 6. 75 kN/mA evenly divided 6. 75 kN/mA, centered line load 67. 62 kN/m and Brake for the results of the SAP2000 analysis, the largest compressive force is obtained in strong conditions, namely 3874. 88 kN. strong condition, 88 kN / m in the service condition of 2142. For the largest tensile forcein strong condition 1763. 5 kN / m in service condition 1111. 29 kN / m. For the moment is 619. 56 kN and for the largest shear is 497. 73 kN/m. Keywords: Truss Bridge. SAP2000. Strong Condition. Service Condition Jembatan merupakan sesuatu struktur yang membolehkan rute transportasi melintasi sungai, danau, kali, jalur raya, jalur kereta api. Jembatan serta jalur sangat berfungsi berarti sebab ialah tulang punggung sistem transportasi. Bila sesuatu jembatan runtuh ataupun tidak berperan dengan baik ( hadapi kegagalan gun. , hingga hendak mengusik guna sistem Runtuhnya jembatan secara seketika bisa menyebabkan akibat negatif ataupun kerugian yang tidak sedikit. Salah satu pemicu runtuhnya jembatan merupakan overload ataupun terdapatnya kendaraan kelebihan muatan melintasi jembatan. Penilaian jembatan perlu dilakukan untuk mengenali apakah suatu jembatan masih layak dalam PENDAHULUAN Di Indonesia, jembatan rangka telah digunakan sejak tahun 1945 hingga saat ini dan banyak yang telah melampaui umur rencana dan tidak dapat diganti karena keterbatasan sumber daya yang tersedia akibat kurangnya perawatan, banyak jembatan rangka baja yang rusak dan rusak berat sehingga mengakibatkan jembatan ambruk . Prasarana akses transportasi memegang peranan yang sangat penting dalam menunjang aktivitas manusia agar lebih cepat dan mudah. Pembangunan jembatan memegang peranan penting dalam infrastruktur transportasi. JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA), VOL. NO. DESEMBER 2024 menahan beban- beban lalu- lintas yang melewati jembatan tersebut . Runtuhnya suatu jembatan secara tiba-tiba dapat menimbulkan dampak negatif dan kerugian yang cukup besar. Salah satu penyebab ambruknya jembatan adalah kelebihan beban atau adanya kendaraan yang kelebihan beban saat melintasi jembatan . E-ISSN 2715-842X lateral pada tumpuan lateral . Penggunaan baja dalam konstruksi jembatan memiliki keunggulan dibandingkan beton dan kayu: Baja adalah bahan yang kuat dan tahan terhadap cuaca. ada jenis baja yang tidak perlu dicat untuk melindunginya. dan karena volumenya yang lebih sedikit, baja lebih murah dari kayu dan beton. Mahalnya biaya pemasangan Jadwal konstruksi yang disesuaikan Tingkat tinggi keselamatan kerja Memasangnya mudah. Elemen struktur dapat dibuat dan diproduksi secara besar-besaran di pabrik. Bongkar pasang dapat dilakukan dengan cepat tanpa membuang bahan. Membutuhkan ruang kerja yang lebih Dapat mengikuti jenis arsitektur tertentu. Ramah lingkungan, dapat digunakan sebagai pengganti kayu dalam . Gambar 1 Jembatan Panglima Sampul Sumber : Dokumentasi Lapangan, 2024 Hanya saja penggunaan baja juga memiliki kelemahan dibandingkan beton dan kayu, sebagai berikut : Korosi Baja rentan terhadap korosi jika tidak dirawat dengan baik. Kondisi lingkungan seperti kelembapan tinggi atau paparan garam dapat mempercepat proses korosi, yang dapat mengurangi kekuatan dan umur Biaya Perawatan Meskipun baja itu sendiri mungkin terjangkau, perawatan jembatan rangka baja bisa mahal. Pemeliharaan rutin seperti pengecatan dan perlindungan dari korosi perlu dilakukan untuk memastikan umur panjang struktur. Kapasitas Beban Jembatan rangka baja mungkin memiliki batasan dalam hal kapasitas beban dibandingkan dengan beberapa jenis jembatan lainnya. Beban berlebih atau beban dinamis dapat mempengaruhi kekuatan dan stabilitas jembatan. Keterbatasan Estetika Jembatan yang ada diwilayah Desa Alai Kecamatan Tebing Tinggi Barat. Kab. Kepulaun Meranti. Yang bangun pada tahun 2002 jembatan ini adalah jembatan jenis rangka baja yang merupakan akses penting bagi masyarkat tidak hanya tebingg tinggi akan tetapi pulau merbau, merbau dan tasik putri Jembatan ini dulu di bangun pemkab bengkalis sebelum pemekaran kepulaun meranti dam semenjak mekar tidak pernah mendapat pemugaran atau perawatan meski sering dilalui aktivitas padat. Sebelum jembatan pangllima ini roboh sudah banyak kejanggalan mulai dari bunyi hingga geteran yang tidak wajar pada tanggal 22 Mei 2024 siang jembatan menyebabkan warga harus beputar arah sekitar 1 jam lebih arus sampai kekota selat panjang harus melewati paling tidak 5 desa akan tetapi akses semetara adalah pembuatan kempang dari Alai Ae Desa Gogok. Jembatan rangka baja merupakan struktur jembatan yang bahan dasarnya adalah profil baja sehingga menghasilkan bentuk segitiga JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA), VOL. NO. DESEMBER 2024 Meskipun ada variasi desain, beberapa orang mungkin merasa bahwa jembatan rangka baja kurang estetis dibandingkan dengan jembatan yang terbuat dari bahan lain, seperti beton atau batu. Pengaruh Suhu Ekstrem Baja dapat mengalami perubahan dalam kekuatan dan fleksibilitas tergantung pada suhu lingkungan. Suhu tinggi atau rendah dapat mempengaruhi kemampuan struktural Kesulitan Konstruksi Proses konstruksi jembatan rangka baja sering kali memerlukan peralatan dan keahlian khusus, terutama untuk pengelasan dan pemasangan yang tepat. Tahanan terhadap Gempa Dalam beberapa kasus, jembatan rangka baja mungkin tidak sekuat jembatan beton bertulang dalam menghadapi gempa bumi, tergantung pada desain dan metode konstruksi yang digunakan E-ISSN 2715-842X Lanjutan. Penggunaan Memori dan Prosesor. Meskipun demikian, banyak insinyur dan firma konstruksi menemukan SAP2000 sebagai alat yang sangat kuat dan berguna untuk kebutuhan analisis dan desain struktural mereka. Kodefikkasi Struktur Rangka Jembatan Data ini merupakan data dimensi komponen fisik, jembatan ini digunakan untuk memahami status jembatan saat ini dan menyelesaikan setiap permasalahan yang muncul. Berikut data hasil survei: . Panjang Jembatan Rangka : 60 Meter Jumlah Lajur : 2 Lajur Lebar Jalur Kendaraan : 6 Meter Lebar Jembatan : 7,8 Meter Tinggi Jembatan : 6 Meter Lebar Trotoar : 0,5 Meter Tinggi Trotoar : 250 mm Tebal Slab : 200 mm Material Jembatan Pada jembatan Panglima Sampul terdiri atas dua jenis material yaitu beton dan baja. Dalam penelitian ini reaksi komposit tidak diperhitungkan sehingga hanya mutu material baja saja yang digunakan. Tetapi dalam memodelkan slab jembatan perlu adanya mutu beton, maka dalam penelitian ini mutu beton mengacu pada Pedoman Penentuan Bridge Load Rating untuk jembatan dilokasi. Pada pembangunan jembatan setelah tahun 1970 maka kuat tekan beton bertulang plat lantai ditentukan sebesar 22 MPa. Penentuan nilai mutu material baja tergantung dengan karakteristik struktur baja berdasarkan tahun pembangunan yang dijelaskan sesuai pedoman penentuan kapasitas beban jembatan, maka digunakan mutu material baja sebagai berikut: Mutu Beton . Ao. : 22 MPa Tegangan Putus . : 360 MPa Tegangan Leleh . : 250 Mpa . METODOLOGI Analisa Menggunakan Software SAP2000 Program Analisis Struktural (SAP2. adalah salah satu program yang paling umum digunakan untuk menganalisis struktur bangunan beton atau baja bertulang. Program SAP2000 dapat melakukan perhitungan analisis struktur statis dan dinamis ketika merancang penampang struktur beton atau baja bertulang. SAP2000 juga menyediakan metode antarmuka grafis yang mudah digunakan dalam proses melakukan analisis structural . SAP2000 sangat cocok untuk perancangan jembatan karena sudah memiliki menu-menu yang menyederhanakan perhitungan gaya-gaya dalam konstruksi jembatan . Analisis struktur dilakukan dengan program SAP2000 0 untuk mengetahui gaya-gaya dalam akibat beban-beban yang ada . Hanya saja software SAP2000 ini memiliki kelemahan yaitu kurva belajar yang tinggi, keterbatasan dalam desain detil, biaya yang mahal. Keterbatasan untuk Analisis Dinamis Pengumpulan Data Profil Jembatan Data profil jembatan panglima sampul penelitian ini berasal dari pengukuran langsung di lapangan. jembatan ini memiliki beberapa profil dalam komponen rangkanya, dan JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA). VOL. NO. DESEMBER 2024 sebagian besar profil yang digunakan adalah profil WF. E-ISSN 2715-842X Elemen Dimensi Profil Batang Tepi Bawah WF 400. Batang Tepi Atas WF 400. Sumber : Olahan Data, 2024 Kode BTB BTA Rangka Atas Pada elemen rangka atas , digunakan profil wide-flange yang menyusun rangka utama jembatan dengan dimensi yang dapat dilihat seperti pada Tabel 3 berikut . Gambar 2 Kodefikasi Rangka Jembatan Panglima Sampul Tampak Samping Sumber : Olahan Data, 2024 Tabel 3 Dimensi Profil Rangka Atas Sumber : Olahan Data, 2024 Gelagar Pada elemen gelagar , digunakan profil wideflange yang menggunakan rangka utama jembatan dengan dimensi yang dapat dilihat seperti pada Tabel 4 berikut . Gambar 3 Kodefikasi Rangka Jembatan Panglima Sampul Tampak Atas Sumber : Olahan Data, 2024 Tabel 4 Dimensi Profil Gelagar Rekapitulasi Profil Baja Elemen Dimensi Profil Gelagar Melintang WF 800. Gelagar Menerus WF 400. Sumber : Olahan Data, 2024 Gambar 4 Kodefikasi Rangka Jembatan Panglima Sampul Tampak Bawah Sumber : Olahan Data, 2024 Batang Diagonal HASIL DAN PEMBAHASAN Pembebanan Beban Mati Beban mati merupakan seluruh beban mati yang diakibatkan oleh berat mati jembatan atau Rangka Diagonal Elemen rangka diagonal menggunakan profil wide-flange yang membentuk rangka diagonal dengan dimensi berbeda. Bisa dilihat pada tabel 1 dibawah ini : Tabel 1 Dimensi Profil Rangka Diagonal Rekapitulasi Profil Baja Elemen Dimensi Profil Kode Elemen Rekapitulasi Profil Baja Dimensi Profil Kode Braching Braching melintang BMA bagian jembatan yang diuji, termasuk seluruh Penambahan yang dipertimbangkan akan membentuk unit permanen . Hasil dari pemodelan SAP2000 didapatkan nilai berat mati sendiri struktur sebesar 375,82 kN. Kode Sumber : Olahan Data, 2024 Rangka Batang Tepi Elemen rangka tepi menggunakan profil wide-flange dan membentuk rangka jembatan utama, yang dapat dilihat seperti pada tabel 2 berikut . Beban Hidup Beban hidup merupakan segala beban yang diakibatkan oleh berat kendaraan yang bergerak/lalu lintas dan/atau pejalan kaki yang dianggap bekerja pada jembatan . Dalam Tabel 2 Dimensi Profil Rangka Batang Tepi Rekapitulasi Profil Baja JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA), VOL. NO. DESEMBER 2024 penelitian ini, tambahan perhitungan bobot mati Lapisan Aspal Overlay Lebar Jalur =6m Tebal Aspal Overlay = 0,05 m Berat Jenis Aspal = 22 kN/m3 Beban Akibat Aspal E-ISSN 2715-842X Beban Lajur AuDAy (TD) Beban terbagi Merata (BTR) Dengan panjang jembatan sepanjang 60 m. L > 30 m, maka beban terbagi merata (BTR). q = 9,0 y . ,5 . /L) = 9,0 y . ,5 . ) = 6,75 kN/m2 = 6 y 0,05 y 22 = 6,6kN/m2 Beban garis terpusat (BGT) P = 49 kN/m Lebar jalur jembatan tersebut adalah 6 m, maka pada pelat lantai dari ujung ke ujungnya diberi berat beban aspal sebesar 6,6 kN/m. besarnya faktor beban dinamis (FBD) dengan bentang 60 meter dapat diperoleh dari grafik SNI 1725:2016. Maka. BGT = FBD y = 138% y 49 = 67,62 kN/m Trotoar Beban jalan dihitung untuk setiap panjang 5 meter, dan didistribusikan ke setiap titik buhul Tebal trotoar = 0,25 m Panjang tinjauan =5m Lebar trotoar = 0,5 m Berat jenis beton = 22 kN/m3 Gaya Rem (TB) Gaya pengereman harus diatur sebesar 25% dari berat gandar rencana truk, atau 5% dari berat rencana truk ditambah beban lajur merata (BTR). TB1 = 25% y 225 = 56,25 kN TB2 = 5% y (TT (BTR y L y B)) = 5% y . ,75 y 60 y . ) = 146,5 kN Diambil nilai yang terbesar yaitu TB2 = 146,5 kN Titik tangkap rem . ari profil bawa. = A y Hprofil tplat taspal 1,8 = A x 0,4 0,4 0,05 1,8 = 1,325 m Gaya rem untuk titik buhul PB1 . = (TB x . / H x . /n ata. =(. ,5 x 1,. x 1/11 = 2,941 m Beban akibat trotoar = 0,25 y 5 y 0,5 y 22 = 13,75 kN Hal ini dapat diketahui bahwa besar nilai beban titik akibat trotoar di tiap buhul sebesar 13,75 kN. Pipa Railing Terdapat 2 baris pipa railing pada jembatan kemudian dihitung sepanjang segmen jembatan dan dibagikan ke setiap titik Panjang pipa railing = 60 m Jumlah titik buhul = 26 Berat jenis pipa railing = 0,087 kN/m Beban akibat pipa railing = . x 6 0 x 0 , 08 7 )/ 13 = 0,803 kN Dari perhitungan diatas, pada tiap titik buhul diberi beban dengan pipa railing sebesar 0,803 PB2 . = ((TB x (H-. )/H) x . /n = (. ,5 x . - 1,. )/. = 8,780 kN Beban Lalu Lintas Untuk menentukan beban lalu lintas digunakan kombinasi beban lajur, gaya pengereman, dan beban pejalan kaki berdasarkan SNI 1725: 2016 untuk beban jembatan seperti dijelaskan di bawah ini. Beban Pejalan Kaki (T. Menurut SNI 1725:2016, pembebanan jembatan, komponen trotoar jembatan dengan JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA). VOL. NO. DESEMBER 2024 E-ISSN 2715-842X lebar lebih dari 60 mm harus dirancang untuk memikul beban pejalan kaki dengan intensitas sebesar 5 kPa dan dianggap bekerja bersamaan dengan beban kendaraan. Perhitungan untuk beban pejalan kaki dapat ditemukan di sini. Lebar trotoar = 0,5 m Panjang segmen Beban pejalan kaki = 5 kPa =5m = 0,5 y 5 y 5 = 12,5 kN Gambar 6 Running Linear Analysis-Momen 2-2 Sumber : Olahan Data, 2024 Hasil Analisis Menggunakan SAP2000 Bab ini menyajikan hasil analisis gaya-gaya dalam yang ditimbulkan oleh beban rencana, kekuatan internal ini ditentukan dari analisis SAP2000 yang sedang berlangsung. Di bawah ini adalah hasil eksekusi SAP2000, yang dapat dilihat pada Gambar 5 hingga 7 dan tabulasi gaya-gaya dalam dapat dilihat pada Tabel 5 Gambar 6 merupakan hasil menganalisis respons struktur terhadap momen lentur yang terjadi di sekitar sumbu lokal 2 . iasanya disebut sebagai sumbu kuat atau sumbu lentur utam. pada elemen struktural seperti balok atau kolom. Momen 2-2 terjadi ketika beban menyebabkan elemen struktural melentur di sekitar sumbu tersebut. Gambar 5 Running Linear Analysis - Axial Forces Sumber : Olahan Data, 2024 Gambar 7 Running Linear Analysis - Moment 3-3 Sumber : Olahan Data, 2024 Gambar 5 di atas merupakan hasil gaya aksial . aya yang bekerja sepanjang sumbu eleme. yang terjadi pada elemen struktur seperti kolom, balok, dan elemen rangka Gaya aksial ini menghasilkan gaya tarik atau tekan yang bekerja linier terhadap beban yang diberikan pada struktur. Gambar 7 di atas merupakan hasil analisis respon struktur terhadap momen lentur yang terjadi pada sumbu lokal 3-3 . ering disebut sumbu lemah atau sumbu mino. suatu elemen struktur seperti balok atau kolom Ketika suatu bagian struktur membengkok pada sumbu ini karena adanya beban, maka timbul momen 3-3. Adapun rekapitulasi gaya yang didapatkan dari SAP2000 dapat dilihat pada tabel dibawah Gaya Tekan Aksial Gaya tekan terfaktor pada SAP2000 adalah hasil dari analisis struktur dengan beban-beban JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA). VOL. NO. DESEMBER 2024 yang telah difaktorkan sesuai dengan standar Hasil ini digunakan untuk mengevaluasi apakah elemen struktural, batang tepi ,batang diagonal dan braching, mampu menahan gaya tekan maksimum yang mungkin terjadi dalam kondisi beban yang paling ekstrem. Momen Terfaktor Momen terfaktor pada SAP2000 adalah hasil dari analisis struktur yang menggunakan bebanbeban yang telah difaktorkan sesuai dengan standar desain. Momen ini mencerminkan momen maksimum yang mungkin terjadi pada elemen struktural dalam kondisi beban paling Dengan memastikan bahwa struktur yang dirancang aman dan memenuhi persyaratan keamanan dalam standar desain yang berlaku. Tabel 5 Rekapitulasi Gaya Tekan Aksial Terfaktor (Kuat dan Laya. Kondisi Kuat Komdisi Layan Layan Layan Elemen Kuat 1 Kuat 2 Batang tepi 214,292 395,13 196,43 229,07 atas (BTA) Batang Tepi Bawah 2246,4 3874,88 1432,22 2142,92 (BTB) Diagonal 0,56 (D) Braching 2,66 3,405 1,28 1,75 Sumber : Olahan Data, 2024 Tabel 7 Rekapitulasi Momen Terfaktor (Kondisi Kuat dan Laya. Komdisi Kondisi Kuat Layan Elemen Kuat Kuat Layan Layan Gelagar 619,56 460,67 299,88 388,15 Melintang Gelagar 314,88 64,839 39,05 177,97 Menerus Sumber : Olahan Data, 2024 Gaya Tarik Aksial Gaya tarik terfaktor pada SAP2000 adalah hasil dari analisis struktur dengan beban-beban yang telah dikalikan dengan faktor keselamatan sesuai standar desain. Hasil ini digunakan untuk memastikan bahwa elemen-elemen struktural yang mengalami gaya tarik mampu menahan gaya tersebut tanpa mengalami kegagalan, sesuai dengan persyaratan keamanan dalam desain struktur. Untuk melihat gaya tarik terfaktor yang sudah dianalisis menggunakan SAP2000 dapat dilahat pada tabel 6 berikut : Geser Terfaktor Gaya geser terfaktor pada SAP2000 adalah hasil dari analisis struktur yang menggunakan beban-beban yang telah difaktorkan sesuai dengan standar desain. Ini mencerminkan gaya geser maksimum yang mungkin terjadi pada elemen struktural dalam kondisi beban paling Dengan menganalisis gaya geser terfaktor, dapat memastikan bahwa struktur yang dirancang memiliki kapasitas yang cukup untuk menahan gaya geser tanpa mengalami kegagalan atau deformasi yang berlebihan. Tabel 6 Rekapitulasi Gaya Tarik Aksial Terfaktor . uat dan laya. Kondisi Kuat Komdisi Layan Elemen Kuat 1 Kuat 2 Batang 256,09 284,73 tepi atas (BTA) Batang Tepi 763,55 1763,5 Bawah (BTB) Diagonal 1,55 (D) Braching 2,53 3,14 Sumber : Olahan Data, 2024 Layan Layan 2 198,23 233,34 1111,29 0,62 0,98 1,72 2,54 E-ISSN 2715-842X Tabel 8 Rekapitulasi Geser Terfaktor (Kondisi Kuat dan Laya. Komdisi Kondisi Kuat Layan Elemen Kuat Layan Layan Kuat 1 Gelagar 370,624 497,73 241,39 312,01 Melintang Gelagar 50,29 250,33 30,12 141,25 Menerus Sumber : Olahan Data, 2024 KESIMPULAN JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA), VOL. NO. DESEMBER 2024 Berdasarkan hasil investigasi, pembahasan dan analisis data menggunakan software SAP2000, oleh karna itu diambil kesimpulan. Hasil analisis menunjukkan gaya yang terjadi karena pembebanan struktur atas jembatan pada freebody diagram hasil analisis program SAP200, pada elemen aksial . dan elemen lentur . tringer dan floorbea. didapatkan nilai beban mati sendiri (MS) 375,82 kN, beban mati tambahan (MA) untuk lapis aspal overlay 6,6 kN/mA, trotoar 13,75 kN, pipa ralling 0,803 kN, pejalan kaki 12,5 kN, dan beban truk beban terbagi merata 6,75 kN/mA, beban garis terpusat 67,62 kN/m dan gaya Rem 146,5 kN. untuk hasil analisa SAP2000 didapatkan gaya tekan terbesar pada kondisi kuat yaitu 3874,88 kN/m pada kondisi layan 2142,92. Untuk gaya tarik terbesar pada kondisi kuat 1763,5 kN/m pada kondisi layan 1111,29 kN/m. Untuk momen terbesar yaitu 619,56 kN dan untuk geser terbesar yaitu 497,73. Pada prinsipnya, jembatan yang baik harus runtuh karena gaya tekan, dan karena gaya tekan maksimum didistribusikan ke elemen tepi atas, gaya aksial menyebabkan elemen tepi atas runtuh dibandingkan komponen profil lainnya. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penelitian Dukungan dan keterlibatan Anda sangat berharga dan telah memainkan peran penting dalam kelancaran dan keberhasilan penelitian Semoga hasil dari jurnal ini dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi para akademisi, praktisi, dan semua pihak yang tertarik dalam bidang ini. Penulis juga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang telah membantu selama proses penelitian ini. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada tim Jurnal Teknik Sipil dan Aplikasi (TeklA) yang telah meluangkan waktunya untuk meneliti penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA