Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat p-ISSN: 2797-9407, e-ISSN: 2797-9423 Volume 6, nomor 2, 2026, hal. Doi: https://doi. org/10. 53299/bajpm. Memodernisasi Sistem Administrasi Perpajakan Coretax melalui Edukasi Perpajakan untuk Aparatur Kampung Kabupaten Mahaham Ulu Muhammad Khaerul Umam*. Mardatillah. Anggi Arista. Dede Pebrianto STIE Madani. Balikpapan. Indonesia *Coresponding Author: marda. tillah95@stiemadani. Dikirim: 10-04-2026. Direvisi: 20-04-2026. Diterima: 22-04-2026 Abstrak: Direktorat Jendral Pajak (DJP) merancang Coretax untuk mengintegrasikan proses bisnis inti perpajakan, mulai dari pendaftaran wajib pajak, pelaporan SPT, pembayaran pajak, hingga layanan perpajakan, sehingga layanan menjadi lebih mudah, andal, dan terintegrasi sehingga penting adanya edukasi dan literasi penggunaan Coretax. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan literasi perpajakan aparatur kampung, khususnya terkait peran bendahara/pejabat pengelola keuangan, memberikan pemahaman tentang modernisasi administrasi perpajakan dan perubahan proses bisnis layanan melalui Coretax DJP, melatih keterampilan praktis penggunaan Coretax . ktivasi akun, otorisasi, pembuatan kode/sertifikat elektronik, pelaporan dan pembayara. melalui simulasi kasus dan mendorong kesiapan aparatur kampung dalam memberikan layanan informasi perpajakan dasar kepada masyarakat. Pengabdian dilakukan melalui edukasi konseptual dengan simulasi praktik terkait perpajakan dan pemanfaatan layanan digital serta klinik konsultasi kendala teknis terkait dengan aktivasi akun, kode otorisasi dan akses perangkat serta kendala dalam administratif. Hasilnya menunjukkan partisipasi para aparat kampung untuk mempelajari dan menggunakan Coratex serta konsultasi atas berbagai kendala teknis aktivasi akun dan administratif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat selanjutnya disarankan untuk mengkaji efektivitas jangka panjang peningkatan literasi perpajakan aparatur kampung terhadap kepatuhan administrasi dan kualitas layanan publik, serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi sistem digital perpajakan melaui pendekatan komparatif dan model penerimaan teknologi. Kata Kunci: Coretax. Edukasi Perpajakan. Aparatur Kampung. Abstract: The Directorate General of Taxes (DGT) designed Coretax to integrate core tax business processes, from taxpayer registration. SPT reporting, tax payments, to tax services, so that services become easier, more reliable, and integrated so that education and literacy in using Coretax are important. The objectives of this activity are to improve tax literacy among village officials, especially regarding the role of treasurers/financial management officials, provide an understanding of the modernization of tax administration and changes in service business processes through Coretax DGT, train practical skills in using Coretax . ccount activation, authorization, electronic code/certificate creation, reporting and paymen. through case simulations and encourage the readiness of village officials in providing basic tax information services to the public. Community service is carried out through conceptual education with practical simulations related to taxation and the use of digital services as well as consultation clinics on technical obstacles related to account activation, authorization codes and device access as well as obstacles in administration. The results show the participation of village officials in learning and using Coratex and consultations on various technical obstacles in account activation and administration. Further community service activities are recommended to examine the long-term effectiveness of increasing tax literacy @2026 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Umam dkk. Memodernisasi Sistem Administrasi Perpajakan Coretax melalui. among village officials on administrative compliance and the quality of public services, as well as analyzing the factors influencing the adoption of digital tax systems through a comparative approach and technology acceptance model. Keywords: Coretax. Tax Education. Village Officials. PENDAHULUAN Tri Dharma Perguruan Tinggi mewajibkan perguruan tinggi melaksanakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bentuk kontribusi nyata dalam pembangunan. Pengabdian kepada masyarakat pada program ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas aparatur kampung di Kabupaten Mahakam Ulu dalam memahami kewajiban dan layanan perpajakan yang semakin Pajak merupakan sumber utama penerimaan negara yang berperan strategis dalam membiayai pembangunan nasional, penyelenggaraan pemerintahan, serta penyediaan layanan publik seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur (Afiah et al. , 2. Di tingkat kampung, aparatur memiliki peran strategis dalam tata kelola keuangan dan layanan publik. Sebagian proses administrasi, seperti pemotongan/pemungutan pajak oleh bendahara, pengelolaan dokumen perpajakan kegiatan kampung, serta pendampingan informasi kepada masyarakat, memerlukan pemahaman yang memadai tentang mekanisme administrasi perpajakan. Tantangan umum yang sering muncul meliputi keterbatasan literasi perpajakan, perubahan regulasi, serta transisi layanan dari kanal konvensional menuju kanal digital. Sedangkan menurut Maliki, 2025 urgensi penerapan aplikasi Coretax dalam sistem perpajakan semakin mendesak,mengingat perkembangan teknologi informasi yang pesat dan tuntutan untuk menciptakansistemperpajakan yang lebih efisien dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengembangkan Coretax sebagai bagian dari Proyek Pembaruan Sistem Inti Administrasi Perpajakan (PSIAP) yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2018. Coretax dirancang untuk mengintegrasikan proses bisnis inti perpajakan, mulai dari pendaftaran wajib pajak, pelaporan SPT, pembayaran pajak, hingga layanan perpajakan, sehingga layanan menjadi lebih mudah, andal, dan terintegrasi. Coretax DJP diluncurkan secara resmi pada 31 Desember 2024 dan digunakan untuk administrasi perpajakan sejak Januari 2025 dan seterusnya. Berdasarkan kondisi tersebut, diperlukan kegiatan edukasi yang aplikatif dan berbasis praktik untuk membantu aparatur kampung memahami konsep modernisasi administrasi perpajakan, mengenal fitur dan alur layanan pada Coretax, serta meminimalkan kesalahan administratif dalam pelaksanaan kewajiban signifikan dalam tata kelola perpajakan (Direktorat Jenderal Pajak. Coretax mengintegrasikan seluruh proses administrasi perpajakan secara digital, meningkatkan transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas (Hertina, 2. Aulia. Rahman. , & Yulianto. dalam kegiatan pengabdian masyarakatnya menjelaskan kegiatan pengabdian masyarakat melalui digitalisasi mampu memberikan angin segar bagi proses kerja mitra dalam mentransformasikan Coretax. Hal ini juga bukan hanya mampu memecahkan masalah antara dunia pendidikan dan profesi namun juga mampu memberikan memberikan implementasi pemahaman akan Coretax itu sendiri. @2026 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Umam dkk. Memodernisasi Sistem Administrasi Perpajakan Coretax melalui. Disisi lain Prihanisetyo. A, dkk . dalam kegiatan pengabdian masyarakat menjelaskan bahwa inovasi pencatatan akuntansi menjadi hal penting dan hal ini sebagai bagian data yang diperlukan dalam laporan yang dibutuhkan dalam kegiatan pelaporan perpajakan. Selanjutnya kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Iskandar. , dkk. menjelaskan bahwa digitalisasi menjadi hal penting saat ini untuk memoderaisasi administrasi. Bukan itu saja untuk memudahkan administrasi dalam pelaporan namun juga untuk membantu agar proses adminitrasi yang ada bisa disimpan secara permanen. Begitu juga yang dilakukan oleh Mardatillah, dkk. menyebutkan bahwa digitalisasi adalah hal penting saat ini sebagai bagian dari kemajuan dan perubahan teknologi yang mau tidak mau memindahkan administrasi yang manual ke digitalisasi. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan literasi perpajakan aparatur kampung, khususnya terkait peran bendahara/penjabat pengelola keuangan, memberikan pemahaman tentang moderanisasi adminitrasi perpajakan dan perubahan proses bisnis layanan melalui Coretax DJP, melatih ketrampilan praktis penggunaan Coretax . ktivitasi akun, otorisasi, pembuatan kode/sertifikat elektronik, pelaporan dan pembayara. melalui simulasi kasus serta mendorong kesiapan aparatur kampung dalam memberikan layanan informasi perpajakan dasar kepada masyarakat. Hal ini penting agar para aparatur kampung bukan hanya memiliki pemahaman dan mengerti melakukan aktivasi perpajakan juga agar menghindari kesalahan dalam mengerajakan dan mengisi laporan perpajakan yang bisa berujung masalah hukum. Kegiatan pengabdian ini sangat penting untuk dilakukan terhadap semua aparatur termasuk aparatur kampung mengingat adanya transformasi sistem admisitrasi perpajakan menuju digitalisasi melalui Coretax yang diinisiasi oleh Direktorat Jendral Pajak. Perubahan ini menuntut aparatur kampung untuk beradaptasi dengan cepat terhadap sistem, prosedur dan teknologi baru, sementara pada kenyataanya masih terdapat keterbatasan literasi perpajakan dan literasi digital di tingkat kampung. Claresta et al. , 2025 menyebutkan bahwa keterbatasan implementasi dan literasi dikalangan pengguna dapat menyebabkan kerugian bagi wajib pajak, karena bisa berpotensi mendapatkan surat teguran ataupunn surat pemerikasaan apabila wajib pajak tidak mematuhi peraturan perpajakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Tanpa adanya pendampingan yang memadai, risiko terjadinya kesalahan administrasi, keterlambatan pelaporan, hingga ketidakpatuhan perpajakan akan semakin meningkat. Selain itu, aparatur kampung juga berperan sebagai garda terdepan dalam memberikan informasi kepada masyarakat, sehingga rendahnya pemahaman aparatur dapat berdampak luas terhadap kualitas layanan publik dan tingkat kepatuhan pajak masyarakat. Kegiatan ini menonjolkan pendekatan yang tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga aplikatif dan problem-solving. Kegiatan ini mengintegrasikan pemahaman konseptual dengan praktik langsung melalui simulasi kasus nyata penggunaan Coretax, sehingga peserta tidak hanya mengetahui teori, tetapi juga terampil dalam Selain itu, adanya klinik konsultasi menjadi nilai tambah yang membedakan kegiatan ini dari pelatihan sejenis, karena peserta dapat secara langsung menyelesaikan kendala teknis yang dihadapi, seperti aktivasi akun, penggunaan kode otorisasi, hingga permasalahan akses sistem. Pendekatan ini menjadikan kegiatan @2026 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Umam dkk. Memodernisasi Sistem Administrasi Perpajakan Coretax melalui. lebih kontekstual, responsif terhadap kebutuhan peserta, dan berorientasi pada peningkatan kapasitas yang berkelanjutan, bukan sekadar transfer pengetahuan satu METODE PENELITIAN Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat kepada aparatur kampung Kabupaten Mahakam Ulu dilakukan melalui langkah-lengkah berikut : Tahap 1: Persiapan dan Analisis Kebutuhan Koordinasi dengan mitra Kampung untuk pemetaan kebutuhan, kesiapan perangkat, koneksi internet, dan penentuan peserta. Penyusunan materi serta penyiapan instrumen pre- test dan post-test. Tahap 2: Edukasi Konseptual Pendekatan yang dipakai dalam pengabdian masyarakat maupun pendidikan dilakukan dengan tahapan sistematis yang menekankan pada pemberdayaan peserta melalui praktik dan evaluasi hasil agar kemampuan mereka bertambah secara nyata dan berkelanjutan (Sixpria et al. , 2. Pemaparan materi dasar perpajakan untuk aparatur kampung, pengenalan reformasi perpajakan, dan gambaran umum Coretax serta perubahan proses bisnis layanan. Tahap 3: Demonstrasi dan Simulasi Praktik Demo langkah- langkah penggunaan Coretax . ktivasi akun, kode otorisasi/sertifikat elektronik, navigasi menu layana. Dilanjutkan simulasi studi kasus . enyetoran pajak, koreksi data, dan pelapora. secara berkelompok. Tahap 4: Pendampingan dan Klinik Konsultasi Sesi tanya jawab terarah untuk kendala teknis dan administratif. Pendampingan penyelesaian kasus nyata peserta serta pemberian daftar periksa . proses Tahap 5: Evaluasi dan Tindak Lanjut Post-test, umpan balik peserta, dan penyusunan rekomendasi tindak lanjut. Dokumentasi seluruh proses sebagai luaran kegiatan. Pelaksanaan Kegiatan Kegiatan edukasi dan pendampingan direncanakan berlangsung selama 1 Rincian jadwal dapat dilihat pada tabel berikut : Table 1. Kegiatan Acara Hari/Tanggal Hari 1 Waktu Hari 1 Hari 1 Hari 2 Hari 2 Kegiatan Registrasi, pembukaan, pre-test Materi 1: Peran aparatur kampung & dasar perpajakan. pengenalan Coretax Demo Coretax: aktivasi, otorisasi, navigasi menu Simulasi kasus: pembayaran dan klinik konsultasi Post-test & evaluasi Output Daftar hadir, nilai pre-test Pemahaman konsep Akun/otorisasi . ika Hasil simulasi & Nilai post-test & @2026 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Umam dkk. Memodernisasi Sistem Administrasi Perpajakan Coretax melalui. Hari 2 Penutupan & rencana tindak lanjut umpan balik Rencana tindak Lanjut HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan bersama aparatur kampung di Kabupaten Mahakam Ulu dengan jumlah peserta sebanyak 27 Kegiatan diawali dengan registrasi dan pre-test untuk memetakan tingkat pemahaman awal peserta terkait administrasi perpajakan dan pemanfaatan layanan Gambar 1. Kegiatan edukasi dan pre-test hari ke-1 Gambar 2. Materi Edukasi dan Ringkasan Modul Selama sesi edukasi, peserta memperoleh pemahaman mengenai konsep modernisasi administrasi perpajakan dan alur layanan utama pada Coretax. Coretax dirancang sebagai core tax administration system yang mengintegrasikan seluruh proses administrasi perpajakan mulai dari registrasi, pengelolaan data wajib pajak, penerimaan SPT, pembayaran pajak, hingga layanan keberatan dan penegakan hukum dalam satu platform terpadu (A. Setiawan & Asy, 2. Pada sesi praktik, peserta mengikuti demonstrasi penggunaan Coretax, kemudian melaksanakan simulasi studi kasus secara berkelompok. Sesi klinik konsultasi dimanfaatkan untuk membahas kendala teknis . isal: aktivasi akun, kode otorisasi/sertifikat elektronik, serta akses perangka. dan kendala administratif . isal: kelengkapan dokumen, penentuan jenis pajak, dan waktu penyetora. @2026 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Umam dkk. Memodernisasi Sistem Administrasi Perpajakan Coretax melalui. Gambar 3. Kegiatan Post Ae test dan evaluasi hari ke-2 Evaluasi pembelajaran dilakukan melalui post-test dan umpan balik peserta. Secara umum, peserta menyatakan kegiatan membantu meningkatkan pemahaman langkah-langkah layanan, terutama pada proses aktivasi/otorisasi dan pemetaan alur kerja bendahara. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini juga materi yang tidak hanya teori namun juga praktek yang difokuskan pada alur layanan yang relevan bagi aparatur kampung. Kegiatan diawali dengan proses aktivasi akun pada sistem Coretax yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Pajak sebagai langkah awal untuk dapat mengakses layanan perpajakan digital. Peserta dibimbing dalam melakukan otorisasi akun melalui pembuatan dan penggunaan kode otorisasi serta sertifikat elektronik. Tahap ini menjadi krusial karena merupakan prasyarat utama dalam menjamin keamanan akses, validitas identitas wajib pajak, serta legalitas dalam setiap transaksi administrasi perpajakan yang dilakukan secara elektronik. Setelah akun aktif, peserta diperkenalkan pada berbagai menu utama dalam sistem, khususnya fitur registrasi dan pemutakhiran data wajib pajak. Kegiatan dilanjutkan dengan simulasi pembuatan kode billing sebagai dasar dalam proses penyetoran pajak. Peserta juga diarahkan untuk memahami alur pembayaran melalui kanal pembayaran yang telah terintegrasi dengan sistem perpajakan digital, sehingga dapat memastikan bahwa proses penyetoran dilakukan secara tepat, efisien, dan terdokumentasi dengan baik. Selanjutnya adalah simulasi pelaporan SPT sesuai kasus dimana peserta melakukan praktik pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) berdasarkan studi kasus yang telah disiapkan. Simulasi dirancang menyerupai kondisi nyata yang sering dihadapi oleh aparatur kampung, sehingga peserta dapat memahami alur pelaporan secara komprehensif, mulai dari input data hingga pengiriman laporan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis sekaligus ketelitian dalam proses pelaporan perpajakan. Selama pelaksanaan simulasi, peserta secara konsisten diingatkan untuk menerapkan prinsip kehati-hatian dalam setiap tahapan administrasi perpajakan. Hal ini meliputi verifikasi kesesuaian identitas wajib pajak, masa pajak, jenis pajak, serta bukti pembayaran sebelum melakukan pelaporan. Untuk mendukung ketepatan kerja, peserta juga diberikan checklist langkah-langkah operasional yang berfungsi sebagai panduan sistematis dalam meminimalkan. risiko kesalahan administrasi. Pendekatan ini diharapkan dapat membentuk kebiasaan kerja yang lebih tertib, akurat, dan @2026 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Umam dkk. Memodernisasi Sistem Administrasi Perpajakan Coretax melalui. Berikutnya ada pembahasan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini yakni implikasi bagi aparatur kampung itu sendiri dimana adanya modernisasi layanan melalui Coretax yang dapat berdampak pada cara kerja administrasi perpajakan di level kampung. Mengingat kepatuhan pajak merupakan pilar penting dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan pembangunan nasional. Setiawan et al. , 202 menelaskan bahwa pajak merupakan sumber utama penerimaan negara, sehingga baik tingkat individu maupun badan usaha maupun aparatur kampung sangat menentukan efektivitas kebijakan fiskal pemerintah. Langkah baik pemerintah tersebut sejalan dengan hasil penelitian oleh Nesya Zuhrah et al. , 2024 yang menemukan langkahlangkah reformasi peraturan perpajakan dan modernisasi dan digitalisasi dalam penyediaan layanan dan proses perpajakan telah memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kepatuhan dan penerimaan pajak. Nurcahya et al, 2024 menjelaskan bahwa Coretax berpengaruh terhadap efisiensi proses andministrasi Ketika sistem Coretax mampu memberikan pengalaman penggunaan yang lancar, minim kesalahan, dan mudah dipahami oleh wajib pajak, maka hal tersebut secara langsung meningkatkan efisiensi proses administrasi perpajakan (Artavia et al. Hal ini berdampak implikasi praktis terhadap kinerja pelaporan pajak aparatur kampung dengan tetap harus memperhatikan kesiapan perangkat dan koneksi internet untuk mendukung layanan perpajakan digital serta tata kelola dokumen perpajakan yang tertib . eliputi bukti potong/pungut, bukti setoran, dan arsip elektroni. , penguatan peran bendahara dalam pemotongan/pemungutan dan penyetoran pajak kegiatan kampung, peningkatan kapasitas aparatur dalam memberikan layanan informasi dasar kepada masyarakat terkait aktivasi akun dan akses layanan yang disediakan oleh Direktorat Jenderal Pajak, serta mendorong aparatur kampung untuk berperan sebagai agen literasi perpajakan guna meningkatkan kepatuhan perpajakan secara lebih optimal. Penerapan sistem Coretax yang optimal diharapkan agar prosedur pembayaran pajak oleh wajib pajak semakin mudah sehingga tingkat kepatuhan pajak pun akan Sejalan dengan itu, pendapatan negara atas penerimaan pajak pun dapat Sejalan dengan penelitian. Korat & Munandar, 2025 yang mengungkapkan hal yang sama, dengan pengelolaan dan pendidikan yang baik dalam artian sosialisasi penggunaan sistem Coretax, penerapan Coretax memberi harapan mampu sekaligus meningkatkan kepatuhan masyarakat pajak, meningkatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, serta pencapaian tujuan pembangunan ekonomi. Hal ini menyiratkan artibahwa penerapan sistem Coretax tetap membawa harapan yang baik terkait kepatuhan pajak bagi wajib pajak, meskipun pada masa penggunaannya masih banyak kendala-kendala yang dialami oleh wajib pajak. KESIMPULAN Kesimpulan utama dari penelitian ini dapat disajikan dalam bagian Kesimpulan singkat, yang mungkin berdiri sendiri atau membentuk sub-bagian dari bagian Diskusi atau Hasil dan Diskusi. Kesimpulan harus memberikan ringkasan dari temuan-temuan penting dan implikasinya pada bidang penelitian yang merupakan bentuk artikel. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat disimpulkan sangat @2026 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Umam dkk. Memodernisasi Sistem Administrasi Perpajakan Coretax melalui. membantu aparatur kampung Kabupaten Mahakam Ulu dalam memberikan pemahaman konseptual dan ketrampilan dasar terkait modernisasi administrasi perpajakan melalui Coretax. Pembelajaran berbasis praktik melalui demonstrasi dan simulasi membantu peserta memahami alur layanan utama, prasyarat akses serta checklist kerja untuk meminimal kesalahan administrasif. Dari hasil pengabdian masyarakat ini kami menyarankan beberapa hal yang perlu dilakukan seperti tindak lanjut berupa pendampingan berkala melalui klinik daring maupun luring untuk menangani kasus perpajakan spesifik di tingkat kampung, disertai penyusunan standar operasional prosedur internal dan sistem pengarsipan dokumen perpajakan berbasis digital, penguatan infrastruktur seperti jaringan internet dan perangkat pendukung agar pemanfaatan Coretax berjalan optimal, serta pengembangan kolaborasi berkelanjutan dengan instansi terkait seperti Kantor Pelayanan Pajak dan kantor wilayah Direktorat Jenderal Pajak guna memastikan pembaruan informasi regulasi dan fitur layanan. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terimakasih penulis sampaikan ke STIE Madani Balikpapan. Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu, para aparatur kampung dan semua pihak yang membantu terlaksana kegiatan pengabdian masyarakat ini. DAFTAR PUSTAKA