Jurnal Industri Pariwisata Vol 7, No. 1, 2024 e-ISSN : 2620-932 ANALISIS POTENSI WISATA EDUKASI DI DESA WISATA CIASMARA KABUPATEN BOGOR Jenal Abidinˡ, Putri Nur Azzahra², Najla Hanna Qonita³ Prodi Usaha Perjalanan Wisata, Universitas Negeri Jakarta Jl. Rawamangun Muka Raya No. 11 Jakarta Timur Email Korespondensi: jenalabidin@wiyatatour.co.id ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi wisata edukasi di Desa Wisata Ciasmara Kabupaten Bogor dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan menganalisa data menggunakan analisis SWOT. Dengan maksud mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dimiliki dari analisis potensi wisata edukasi Desa Ciasmara. Melalui pendekatan analisis deskriptif kualitatif, penelitian ini melakukan observasi langsung terhadap objek wisata di Desa Wisata Ciasmara, seperti pertanian, peternakan, budidaya ikan, dan kesenian. Wawancara dengan informan primer, seperti Kepala Desa, Ketua RT, dan Ketua Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata), juga dilakukan untuk mendapatkan data yang sistematis. Hasil analisis SWOT menunjukkan adanya potensi besar untuk mengembangkan sektor wisata edukasi di Desa Wisata Ciasmara. Strategi pengembangan wisata edukasi di Desa Ciasmara juga disusun berdasarkan hasil analisis SWOT. Dengan memanfaatkan potensi alam dan budaya yang ada, Desa Wisata Ciasmara memiliki kesempatan untuk menjadi destinasi wisata edukasi yang menarik dan berkelanjutan bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Kata Kunci: Wisata Edukasi; Potensi Wisata; Daya Tarik Wisata ABSTRACT This research aims to analyze the potential of educational tourism in Ciasmara Village by using qualitative research methods and analyze data using SWOT analysis. With the aim of knowing the strengths, weaknesses, opportunities and threats that belong to the analysis of the potential education tourism of Ciasmarа Village. Through the approach of qualitatively descriptive analysis, this research performs direct observations of the tourist attractions in Ciasmara Village, such as agriculture, farms, fish farming, and art. Interviews with primary informants, such as the Head of Village, the Neighbourhood Head, and the Head of Pokdarwis (Tourism Awareness Group) were also conducted to obtain systematic data. The results of the SWOT analysis show that there is a great potential for developing the educational tourism sector in Ciasmara Village. The development strategy of education tourism in CiASmara Village is also structured based on the results of SWOT Analysis. By exploiting the existing potential of nature and culture, Ciasmaray Village has the opportunity to become an attractive and sustainable education tourist destination for local and foreign tourists. Keywords: Educational Tourism; Potencial Tourism; Tourist Attractions 75 Jurnal Industri Pariwisata Vol 7, No. 1, 2024 e-ISSN : 2620-932 PENDAHULUAN Pariwisata telah menjadi fenomena yang mengalami kemajuan luar biasa dan akan terus berkembang. Menurut Maryani dalam (Indrianeu et al., 2021), pengembangan pariwisata adalah peningkatan elemen yang terkait dengan kepariwisataan. Dengan harapan dari pengembangan tersebut lebih banyak wisatawan yang datang, lebih lama tinggal, lebih banyak mengeluarkan uang, dan lebih banyak kepuasan wisatawan, sementara lingkungan destinasi tetap terjaga. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mendukung upaya pembangunan berkelanjutan yang telah diumumkan oleh UNWTO adalah dengan menerapkan pembangunan pariwisata berbasis masyarakat, atau juga dikenal sebagai Community Based Tourism (CBT) yang merupakan sebuah konsep pariwisata yang menitikberatkan pada keterlibatan dan partisipasi langsung masyarakat dalam pengembangan destinasi pariwisata. CBT melibatkan masyarakat lokal dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan pemanfaatan sumber daya wisata (Darmawan et al., 2020). Pariwisata yang berbasis community based tourism merupakan suatu pendekatan yang didasarkan pada keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan dan pengembangan destinasi wisata oleh masyarakat desa itu sendiri. Adapun pengertian CBT menurut Suansri (Wijaya & Sudarmawan, 2019), Community Based Tourism (CBT) adalah bentuk pariwisata yang mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan, sosial, dan budaya. CBT dianggap sebagai sarana untuk mempromosikan pembangunan komunitas untuk mencapai tujuan pembangunan pariwisata yang berkelanjutan. Konsep community based tourism terwujud dalam pembangunan desa wisata, di mana masyarakat lokal mengembangkan potensi alam, budaya, dan sumber daya manusia mereka. Proses ini membutuhkan dukungan dan partisipasi semua warga agar mereka merasa memiliki desa wisata tersebut bersama-sama, sehingga mereka dapat merasakan manfaatnya secara bersamaan. Suansri dalam Wijaya & Sudarmawan, 2019). Desa wisata (tourism village) adalah kawasan pedesaan yang menawarkan suasana keaslian pedesaan, baik dari kehidupan sosial ekonomi, sosial budaya, adat istiadat, keseharian, arsitektur bangunan dan struktur tata ruang yang khas. Desa wisata juga memiliki potensi untuk dikembangkan berbagai komponen kepariwisataan seperti atraksi, akomodasi, makanan dan minuman, serta kebutuhan wisata lainnya. Desa wisata dalam konteks wisata pedesaan merupakan sebuah aset dalam industri pariwisata yang bersumber dari potensi unik dan menarik di pedesaan. Potensi tersebut dapat dimanfaatkan dan dikembangkan menjadi produk wisata yang menarik bagi wisatawan, dengan tujuan untuk meningkatkan kunjungan ke desa tersebut (Hadiwijoyo dalam Darmawan et al., 2020). Peran masyarakat setempat memiliki signifikansi besar dalam upaya pengembangan desa pariwisata karena kekayaan sumber daya dan keunikan budaya serta tradisi yang menjadi bagian tak terpisahkan dari komunitas tersebut menjadi faktor pendorong utama dalam pelaksanaan aktivitas pariwisata desa. Perkembangan pariwisata khususnya dalam lingkup wisata massal sering kali menyebabkan dampak negatif. Dampak dari mass tourism ini dapat menyebabkan kerusakan terhadap lingkungan alam, sosial, dan budaya. Sebagai tanggapan terhadap dampak ini, banyak wisatawan mulai mencari alternatif wisata yang dianggap lebih berkelanjutan salah satunya terhadap wisata yang menawarkan pengalaman edukatif yang meningkat. Wisata edukasi atau educational tourism bisa dijadikan sebagai program dimana peserta melakukan perjalanan kelompok untuk mendapatkan pengalaman belajar 76 Jurnal Industri Pariwisata Vol 7, No. 1, 2024 e-ISSN : 2620-932 langsung terkait objek wisata yang mereka kunjungi (Rodger dalam Maesari et al., 2019). Wisata edukatif bisa dijadikan sebagai alternatif berwisata untuk dinikmati baik anakanak hingga orang dewasa. Saat mengunjungi objek wisata ini, wisatawan tidak hanya menikmati hiburan semata, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk belajar dengan cara yang menyenangkan. Hal-hal yang termasuk ke dalam wisata edukasi dapat berupa wisata sejarah, ekowisata, pertanian/wisata pedesaan, pertukaran pelajar/studi banding, dan aktivitas dalam study tour sekolah (Saepudin et al., 2019). Desa wisata Ciasmara merupakan contoh wilayah yang dapat dijadikan sebagai wisata edukatif karena terdapat sektor pariwisata yang berbasis pada wisata alam dan agrowisata. Desa wisata Ciasmara terletak di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Desa ini memiliki sejumlah destinasi wiasata, seperti wisata alam air terjun dan sawah yang membentang hampir di seluruh bagian desa ini juga menjadi pesona alam lainnya yang dapat dijadikan alasan mengapa wisatawan patut mengunjungi desa ini. Desa Wisata Ciasmara ditetapkan sebagai Desa Wisata oleh Pemerintahan Daerah Kabupaten Bogor pada tahun 2013 (Nugraha & Nugroho, 2019). Desa Wisata Ciasmara memiliki objek wisata alam yang jumlahnya cukup banyak, namun hal tersebut tidak cukup membangun minat wisatawan untuk berkunjung karena pengelolaannya yang belum optimal. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian dari Nugraha & Nugroho (2019) bahwa Desa Ciasmara masih belum banyak dikenal oleh masyarakat secara umum, termasuk penduduknya sendiri (Nugraha & Nugroho, 2019). Apabila banyak wisatawan yang berkunjung, secara tidak langsung akan meningkatkan pendapatan daerah itu sendiri dan masyarakat akan ikut berdampak dalam memperoleh keuntungan. Terlebih, di Desa Ciasmara masih memiliki suasana yang asri, sebagian masyarakat juga bermata pencaharian sebagai petani, peternak, dan budidaya ikan. Jika ingin dikembangkan, tempat mata pencaharian tersebut bisa dijadikan sebagai potensi daya tarik wisata edukasi. Mengingat lokasi Desa Ciasmara yang tidak terlalu jauh dari kawasan Jabodetabek yang merupakan pasar wisata edukasi, sehingga baik untuk dikembangkan agar menarik peminat pada segmen pasar wisata edukasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis potensi wisata edukasi yang memungkinkan untuk dikembangkan di Desa Wisata Ciasmara. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode pendekatan kualitatif. Pendekatan ini didasarkan pada filosofi yang digunakan untuk meneliti kondisi alami objek, dengan analisis data dilakukan secara induktif dan hasil penelitiannya menekankan pada makna daripada generalisasi (Sugiyono, 2017). Pengkajian data penelitian dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan analisis deskriptif kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: 1. Observasi Observasi ini dilakukan dengan cara pengamatan langsung ke objek penelitian yaitu Desa Wisata Ciasmara. Pengamatan difokuskan ke berbagai potensi wisata yang ada untuk dianalisis potensi wisata edukasinya (Sugiyono, 2017). 2. Wawancara Teknik wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik semi-terstruktur dan dilakukan kepada informan primer yaitu Kepala Desa, Sekretaris Desa, Ketua RT, Ketua Pokdarwis, Ketua Kelompok Tani, Ketua Desa Wisata. Wawancara tidak terstruktur pun juga dilakukan kepada informan primer yaitu masyarakat setempat di 77 Jurnal Industri Pariwisata Vol 7, No. 1, 2024 e-ISSN : 2620-932 Desa Wisata Ciasmara. Data yang diperoleh dikumpulkan untuk diolah secara sistematis (Sugiyono, 2017). Analisis data dilakukan untuk pengembangan potensi Desa Wisata Ciasmara, yang meliputi daya tarik objek wisata (attractions), sistem aksesibilitas (accessibility), fasilitas objek wisata (amenities), serta aktivitas wisata yang bisa dinikmati banyak orang (activities). Oleh karena itu, dalam pengumpulan data, keempat aspek tersebut dianalisis untuk mengidentifikasi karakteristik dan kondisi saat ini dari objek wisata yang ada. Sehingga permasalahan dan kendala yang ada dapat diidentifikasi dan menjadi dasar untuk merancang konsep dan langkah-langkah pengembangan potensi wisata Desa Ciasmara. Data-data hasil temuan di lapangan selanjutnya akan dianalisis menggunakan analisis SWOT. Analisis SWOT merupakan metode untuk memeriksa faktor-faktor internal dan eksternal suatu usaha yang berpotensi menghasilkan strategi-strategi untuk meningkatkan kinerja bisnis yang sudah menguntungkan dengan komponen-komponen yang terdiri dari kekuatan (Strengths), kelemahan (Weaknesses), peluang (Opportunities), dan ancaman (Threats) yang memengaruhi pengembangan organisasi (Rangkuti, 2014). Faktor internal dalam SWOT terdiri dari (Strengths,Weakness) dan faktor eksternal terdiri dari (Opportunities. Threats). Dari situ, dapat dihasilkan berbagai opsi strategi alternatif yang bisa diimplementasikan untuk meningkatkan daya saing perusahaan (Rangkuti, 2014). HASIL DAN PEMBAHASAN Desa Ciasmara merupakan salah satu desa di Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor, terletak 45 km dari kota Bogor. Desa Ciasmara memiliki luas ± 625,250 Ha dengan jumlah penduduk sebanyak 5824 jiwa. Desa Ciasmara terdiri dari area tanah tempat tinggal, lahan pertanian, perkebunan, dan area wisata alam. Di sebelah utara Desa Ciasmara berbatasan langsung dengan Desa Ciasihan, sebelah timur berbatasan dengan Desa Kabandungan, sebelah selatan berbatasan dengan Desa Purwabakti, dan sebelah barat berbatasan dengan Desa Cibunian. Di Desa Ciasmara banyak potensi yang dapat dikembangkan untuk dijadikan sebagai daya tarik wisata khusus nya wisata edukasi. Potensi yang ada berupa wisata alam dan wisata budaya. Mayoritas penduduk desa berprofesi sebagai petani dan peternak. Dari mata pencaharian tersebut dapat dikembangkan menjadi wisata edukasi. Namun karena kurangnya kesadaran masyarakat dalam pemanfaatan potensi tersebut, menjadikan kurangnya pengoptimalisasian potensi wisata di Desa Ciasmara. Mayoritas masyarakat desa bermata pencaharian sebagai petani, sehingga lahan pertanian dan perkebunan lebih luas disbanding dengan tempat tinggal. Akses menuju Desa Ciasmara dapat ditempuh lewat jalur darat menggunakan motor atau mobil roda empat, bis dan kendaraan beroda lebih dari empat masih belum bisa mengakses ke Desa Ciasmara karena jalan yang belum begitu lebar. 78 Jurnal Industri Pariwisata Vol 7, No. 1, 2024 e-ISSN : 2620-932 Gambar 1. Kondisi Aksesibilitas Sumber : Observasi Lapangan, 2024 Potensi Wisata Edukasi di Desa Ciasmara Desa Ciasmara terletak di kaki Gunung Salak, dimana desa ini dikelilingi oleh pegunungan dan alam yang luas, membuat masyarakat Desa Ciasmara memiliki pekerjaan sebagai petani salah satunya. Berdasarkan hasil observasi peneliti, berikut merupakan berbagai potensi obyek wisata edukasi yang ada di Desa Ciasmara : Pertanian Pertanian menjadi tempat mata pencaharian utama masyarakat Desa Ciasmara. Lokasi pertanian di Desa Ciasmara bisa dijadikan sebagai destinasi wisata edukasi. Pembelajaran yang bisa didapatkan oleh siswa berupa cara menanam mundur padi, pemeliharaan padi yang benar, membajak sawah, proses panen, dan cara mengelola padi setelah panen. Akses menuju lokasi pesawahan hanya bisa di lewati oleh motor atau mobil roda empat. Gambar 2. Pertanian Padi Sumber : Observasi Lapangan, 2024 Peternakan Peternakan juga merupakan salah satu mata pencaharian masyarakat Desa Ciasmara. Jenis peternakan yang masyarakat miliki hanya ada peternakan bebek dan peternakan kambing. Tempat peternakan ini bisa dijadikan sebagai salah satu potensi wisata edukasi dan pembelajaran yang bisa di dapat oleh siswa berupa proses pemberian pakan dan teknik perawatan kesehatan hewan. Akses menuju lokasi peternakan hanya bisa di lewati oleh motor atau mobil roda empat. Namun tempat peternakan yang ada masih belum banyak dan tidak terlalu luas. 79 Jurnal Industri Pariwisata Vol 7, No. 1, 2024 e-ISSN : 2620-932 Gambar 3. Peternakan Kambing & Bebek Sumber : Observasi Lapangan, 2024 Budidaya Ikan Budidaya ikan juga menjadi salah satu potensi dan mata pencaharian di Desa Ciasmara. Jenis ikan yang banyak di budidayakan di Desa Ciasmara adalah ikan Mas dan ikan Nila. Lokasi ini juga bisa dijadikan sebagai salah satu objek wisata edukasi. Pembelajaran yang bisa di dapat oleh siswa berupa pemilihan dan cara memberi pakan, mengetahui jenis ikan, dan teknik perawatan kesehatan ikan. Akses menuju lokasi hanya bisa di lewati oleh motor, mobil roda empat, dan jalan kaki. Lokasi perikanan tidak begitu luas. Gambar 4. Budidaya Ikan Mas & Nila Sumber : Observasi Lapangan, 2024 Kesenian Celempung Desa Ciasmara mempunyai daya tarik kesenian yang dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung. Dengan adanya nilai tradisi, dapat mendorong masyarakat untuk terus melestarikan budaya yang ada sebagai salah satu potensi untuk menarik kunjungan wisatawan (Jenal Abidin et al., 2024). Kesenian yang masih ada di Desa Ciasmara yaitu Celempung. Untuk bermain Celempung ini mereka mempunyai sanggar nya tersendiri. Celempung merupakan kesenian karawitan tradisional Jawa Barat yang tersebar di wilayah Subang, Tasikmalaya, Sukabumi, dan di berbagai perkampungan tatar sunda. Alat musik celempung terbuat dari bambu dan dilengkapi dengan 2 tali hinis sebagai senarnya. Cara memainkannya dengan dipukul menggunakan alat pemukul yang disebut taringting. Jika dipukul, celempung akan mengeluarkan suara seperti kendang namun dengan jenis suara yang lebih sedikit. 80 Jurnal Industri Pariwisata Vol 7, No. 1, 2024 e-ISSN : 2620-932 Gambar 5. Kesenian Celempung Sumber : Observasi Lapangan, 2024 Analisis Potensi Wisata Edukasi Analisis SWOT merupakan suatu metode perencanaan yang strategis dan digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (Strength), kelemahaan (Weakness), peluang (Opportunity), dan ancaman (Threat) yang ada di suatu perusahaan untuk mengevaluasi kualitas produk sendiri maupun produk pesaing (Jenal Abidin et al., 2024). Untuk melakukan analisis, langkah awal adalah dengan mengidentifikasi objek yang akan dianalisis terlebih dahulu. Pada bagian strength dan weakness termasuk ke dalam faktor internal, sedangkan untuk opportunity dan threat termasuk ke dalam faktor eksternal. Berdasarkan data yang di dapat dari observasi dan interview, maka berikut strategi yang ada dengan menggunakan teknik analisis SWOT dan TOWS Matriks : Tabel 1. Hasil Analisis SWOT dan TOWS Matriks Strengths • Desa Ciasmara memiliki potensi di agrowisata dan wisata budaya • Suasana yang masih asri • Dekat dengan kawasan Jabodetabek yang merupakan pasar wisata edukasi Opportunities • Adanya potensi untuk wisata edukasi yang bisa dijadikan sebagai produk paket desa wisata • Kegiatan wisata yang masih terus berlangsung dalam lingkup lokal Strategi S-O, Memanfaatkan potensi agrowisata dan wisata budaya guna meningkatkan kunjungan ke Desa Wisata di tambah dengan lokasi desa yang dekat dengan kawasan Jabodetabek Strategi S-T, Meningkatkan pemahaman dan kinerja para pelaku pariwisata atau masyarakat untuk mengembangkan dan memanfaatkan wisata yang ada dengan membuat wisata edukasi dimana Desa Ciasmara memiliki potensi yang bagus sebagai daya tarik wisata tersebut contohnya Pertanian, Peternakan, Budidaya Ikan, dan Kesenian. Weakness • Sebagian masyarakat belum memahami mengenai sadar wisata • Aksesibilitas jalan belum layak Threats • Banyak desa wisata lainnya yang memiliki potensi yang hampir sama dengan Desa Ciasmara Strategi W-O, Masyarakat masih belum memahami pengetahuan tentang apa itu desa wisata dan bagaimana pemanfaatannya sehingga diperlukan sosialisasi kepada masyarakat. Strategi W-T, Membuat suatu program kerja yang berguna untuk mengembangkan segala potensi yang ada di desa sehingga Desa Ciasmara memiliki keunikannya tersendiri. Sumber : Data Olahan, 2024 81 Jurnal Industri Pariwisata Vol 7, No. 1, 2024 e-ISSN : 2620-932 Berdasarkan analisis dan matriks TOWS pada Tabel 1, strategi yang dapat dilakukan untuk mengembangkan potensi wisata edukasi di Desa Ciasmara adalah sebagai berikut: 1. Strategi optimalisasi dengan memanfaatkan potensi agrowisata dan wisata budaya dapat dilakukan untuk meningkatkan kunjungan ke Desa. Karena Desa Ciasmara kaya akan potensi agrowisata dan wisata budaya, dimana hal itu dapat digunakan sebagai daya tarik utama untuk dimasukkan ke dalam komponen paket wisata. Lokasi Desa Ciasmara juga tidak terlalu jauh dari kawasan Jabodetabek, dengan lokasi yang dekat dengan kawasan Jabodetabek juga akan memudahkan wisatwan untuk berwisata ke Desa Ciasmara. 2. Strategi pembuatan paket wisata edukasi. Strategi ini sangat diperlukan untuk pemetaan pasar dan menjalin kerjasama dengan agen perjalanan. Dengan memiliki potensi wisata edukasi yang banyak, paket wisata bisa dilakukan dengan program live in (tinggal sementara di Desa), dimana program ini menjadi incaran bagi sekolahsekolah yang ingin belajar langsung di Desa. 3. Melakukan sosialisasi mengenai pemanfaatan dan pengetahuan desa wisata sangat diperlukan untuk menjalankan segala aktivitas wisata. Partisipasi masyarakat lokal diperlukan untuk perkembangan desa wisata itu sendiri. Jika semakin banyak wisatawan yang datang ke Desa Ciasmara, dampak perekonomian yang berkembang juga akan dirasakan oleh masyarakat lokal. Sosialisasi ini berguna bagi masyarakat akan pengetahuan bagaimana cara mengelola suatu objek wisata yang ada di Desa Ciasmara. 4. Melakukan program kerja yang berguna untuk pengembangan wisata agar ada keunikan tersendiri bisa dilakukan dengan membuat makanan tradisional, seni pertunjukan, ataupun cinderamata yang bisa dipasarkan melalui media sosial. Program kerja ini perlu dilakukan untuk dijadikan sebagai pembeda dari desa lain, dimana hal tersebut bisa menjadi pertimbangan wisatawan untuk berkunjung ke Desa Ciasmara. KESIMPULAN Desa Ciasmara adalah salah satu desa yang memiliki banyak sekali potensi wisata edukasi yang bisa dijadikan sebagai salah satu sarana pembelajaran para siswa di luar sekolah, antara lain ada Pertanian, Peternakan Kambing dan Bebek, Budidaya Ikan Mas dan Nila, dan Kesenian Angklung Celempung. Potensi tersebut bisa dikembangkan untuk dijadikan sebuah paket wisata edukasi yang dapat ditawarkan kepada para siswa untuk keperluan kognitif di luar sekolah. Berdasarkan analisis potensi wisata edukasi yang ada di Desa Ciasmara adalah perlu dilakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk peningkatan kesadaran wisata yang juga akan mendapat keuntungan tersendiri untuk masyarakat. Dari hasil analisis SWOT dan Matriks TOWS, salah satu strategi yang dapat dikembangkan adalah pengembangan daya tarik wisata edukasinya, pembaruan aksesibilitas, memperkuat dan meningkatkan peran serta pemerintah dan masyarakat untuk pengembangan wisata sesuai dengan sumber daya yang dimiliki. 82 Jurnal Industri Pariwisata Vol 7, No. 1, 2024 e-ISSN : 2620-932 DAFTAR PUSTAKA Amalia, S., Hariyadi, B., & Kartika, W. D. (2019). Panduan Wisata Edukasi Desa Jernih Kecamatan Air Hitam Kabupaten Saroun. Deepublish. Darmawan, R., Aisyianita, R. A., Sahara, L. S., Abidin, J., Fedrina, R., & Erdawati. (2020). Implementasi Model Desa Wisata Edukatif Sebagai Media Pembelajaran Mahasiswa Berbasis Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Desa Wisata Cisaat, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Abdimas Pariwisata, 3(1), 37–52. Indrianeu, T., Fadjarajani, S., & Singkawijaya, E. B. (2021). Analisis Potensi Pariwisata Di Kabupaten Cianjur. Jurnal Geografi Geografi Dan Pengajarannya, 19(1), 73. https://doi.org/10.26740/jggp.v19n1.p73-90 Jenal Abidin, Lala Siti Sahara, & Rahmat Darmawan. (2024). Analisis Identifikasi Potensi Wisata Di Desa Medalsari Kecamatan Pangkalan Kabupaten Karawang. Journal Of Tourism And Economic, 6(2), 181–194. https://doi.org/10.36594/jtec/e6v6n2a4 Maesari, N., Suganda, D., & Rakhman, C. U. (2019). Pengembangan Wisata Edukasi Berkelanjutan di Museum Geologi Bandung. Jurnal Kepariwisataan: Destinasi, Hospitalitas Dan Perjalanan, 3(1), 8–17. https://doi.org/10.34013/jk.v3i1.29 Nugraha, Y. A., & Nugroho, D. R. (2019). Rural Youth Behavior In Watching Television (Case Study Rural Youth in Ciasmara Village Pamijahan Sub-District, Bogor Regency). Jhss (Journal of Humanities and Social Studies), 3(1), 32–36. https://doi.org/10.33751/jhss.v3i1.1098 Pendit, N. S. (2006). Ilmu pariwisata : Sebuah Pengantar Perdana. Pradnya Paramita. Prasetyo, H., & Nararais, D. (2023). Urgensi Destinasi Wisata Edukasi Dalam Mendukung Pariwisata Berkelanjutan Di Indonesia. Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah, 17, 135–143. Rangkuti, F. (2014). Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis. Gramedia Pustaka Utama. Saepudin, E., Budiono, A., & Halimah, M. (2019). Pengembangan Desa Wisata Pendidikan Di Desa Cibodas Kabupaten Bandung Barat. Sosiohumaniora, 21(1), 1. https://doi.org/10.24198/sosiohumaniora.v21i1.19016 Sugiarti, D. P., Mahagangga, I. G. A. O., Romer, K. S., & Paramitha, K. K. A. (2022). Potensi Wisata Edukasi Berbasis Wisata Ramah Anak di Daya Tarik Wisata Desa Coklat Bali Tabanan. Jurnal Destinasi Pariwisata, 10(2), 275. https://doi.org/10.24843/jdepar.2022.v10.i02.p14 Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Alfabeta. Wijaya, N. S., & Sudarmawan, I. W. E. (2019). Community Based Tourism (Cbt) Sebagai Strategi Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Di Dtw Ceking Desa Pekraman Tegallalang. Jurnal Ilmiah Hospitality Management, 10(1), 77–98. https://doi.org/10.22334/jihm.v10i1.162 Wijayanti, A. (2019). Strategi Pengembangan Pariwisata Edukasi Di Kota Yogyakarta. Deepublish. 83