Analisis Nilai Estetika Pertunjukan Wayang Kulit Cenk Blonk Dalam Lakon AuTidak Cukup Hanya CintaAy Analisis Nilai Estetika Pertunjukan Wayang Kulit Cenk Blonk Dalam Lakon AuTidak Cukup Hanya CintaAy Dr. Ni Ketut Dewi Yulianti. Ni Komang Sekar Marhaeni Program Studi Karawitan. Fakultas Seni Pertunjukan. ISI Denpasar. Program,Studi Pedalangan. Fakultas Seni Pertunjukan. ISI Denpasar. Jl Nusa Indah Denpasar 80235 ABSTRACT This research is intended to understand the aesthetic values of AUAU the Cenk Blonk shadow puppet show in the play AuTidak Cukup Hanya CintaAy and also the character values AUAUcontained in the show. This is very significant and needs to be researched, considering that currently there are many deterioration of the character of the people and also the national problems, such as the shifting of ethical values AUAUin the life of the nation and the state. This research uses descriptive analytical method and an approach based on puppet aesthetics by analyzing the Cenk Blonk shadow puppet show with the play AuTidak Cukup Hanya CintaAy on youtube and also conducting interviews with the puppeteer of Cenk Blonk shadow puppets. Jro Mangku Dalang Wayan Nardayana to review the results of the initial analysis of the character values in AUAU the Cenk Blonk shadow puppet show in the play AuTidak Cukup Hanya CintaAy. The results showed that in the Wayang Kulit Cenk Blonk performance with the play AuTidak Cukup Hanya CintaAy , the puppeteer. Nardayana met the speaking criteria in the aesthetic concept of Catur, namely micara which means that a puppeteer must have the ability to compose words and be skilled in composing the dialogues of the puppets Thus, it can be said that this play contains a very high aesthetic value in terms of ginem or the dialogue of the puppetsAo character that is seen in the use of figurative language such as anadiplosis, antithesis, assonance, metaphor and simile. The character values AUAUthat are presented in the play are honest, tolerance, communicative, peace-loving, and responsible character values. Keywords: Shadow Puppet Show Aesthetics. Character Values. Cenk Blonk Shadow Puppets ABSTRAK Penelitian ini dimaksudkan untuk memahami nilai-nilai estetika pertunjukan wayang kulit Cenk Blonk dalam lakon AuTidak Cukup Hanya CintaAy, serta nilai-nilai karakter yang dikandung dalam pertunjukan tersebut. Hal ini sangat signifikan dan perlu untuk diteliti, mengingat saat ini banyak terjadi kemerosotan karakter anak bangsa dan juga permasalahan kebangsaan, seperti bergesernya nilai etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dan pendekatan berdasarkan estetika pewayangan dengan menganalisis tayangan wayang kulit Cenk Blonk dengan lakon AuTidak Cukup Hanya CintaAy di youtube juga melakukan wawancara dengan dalang Cenk Blonk. Jro Mangku Dalang Wayan Nardayana untuk mengkaji ulang hasil analisis awal terhadap nilai karakter dalam pertunjukan wayang kulit Cenk Blonk dalam lakon AuTidak Cukup Hanya CintaAy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pertunjukan Wayang Kulit Cenk Blong dengan lakon AuTidak Cukup Hanya CintaAy Dalang Nardayana telah memenuhi kriteria micara dalam konsep estetika catur. Micara artinya bahwa seorang dalang harus mempunyai kemampuan dalam menyusun kata-kata serta piawai dalam menyusun dialog wayang. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa lakon ini mengandung nilai estetika yang sangat tinggi dalam hal ginem atau dialog tokoh wayang yang terlihat dalam penggunaan bahasa figuratif atau gaya bahasa anadiplosis, antitesis, asonansi, metafora dan simile. Nilai-nilai karakter yang disuguhkan dalam lakon tersebut adalah nilai karakter jujur, toleransi, komunikatif, cinta damai dan tanggung jawab Kata Kunci: Estetika Pertunjukan Wayang. Nilai-Nilai Karakter. Wayang Kulit Cenk Blonk Jurnal Panggung V31/N2/06/2021 Dr. Ni Ketut Dewi Yulianti. Ni Komang Sekar Marhaeni PENDAHULUAN Nardayana dalam wayang kulit Cenk Blonk Pada tanggal 7 November 2003. UNESCO adalah panggung yang dekoratif dengan mengumumkan bahwa wayang kulit sebagai nilai artistik yang tinggi. Panggung wayang master piece of oral and intangible heritage of kulit Cenk Blonk dibuat lebih besar karena humanity artinya bahwa wayang sebagai salah satu puncak seni budaya bangsa Indonesia lebih besar dan kelir yang lebih panjang yang paling menonjol di antara banyak karya budaya lainnya ( Soetarno, 2005:. yang jumlahnya banyak. Bentuk kelirnya Wayang bukan lagi sekedar tontonan bayang-bayang tidak diberi tepi warna hitam tetapi dihias secara dekoratif yakni diisi gambar atau lukisan dekoratif yakni disi gambar atau lukisan bermotif bunga yang disablon. Pada menggambarkan konsepsi hidup Ausangkan pinggir atas bawah tidak ada lubang-lubang paraning dumadiAy, manusia berasal dari Tuhan untuk memasang tali dan racik serta pada dan akan kembali kepadanya. bagian sisi ditusuk dengan besi aluminium. ngauripAy. Auwewayangane Wayang Wayang Pertunjukan Cenk Pertunjukan wayang kulit Cenk Blonk tidak menggunakan batang pisang yang utuh tetapi Blonk hanya menggunakan beberapa pelepah, . di media youtube sampai saat ini telah menggunakan tata lampu yang modern. Blonk Cenk Berbeda dengan pertunjukan wayang kulit . awancara tradisional yang menggunakan lampu yang dengan Jro Mangku Dalang Nardayana, terbuat dari tanah liat yang disebut blencong. Sn. Phil. , 1 Agustus 2. Berdasarkan wayang kulit Cenk Blonk dipentaskan dengan pengamatan penulis Jro Mangku Dalang lampu yang dikemas secara modern yaitu Nardayana lampu listrik utama dan lampu blitz dan juga dalam pertunjukannya yang terlihat dari lampu warna warni untuk menimbulkan ide-ide dan terobosan-terobosan yang efek-efek tertentu sesuai dengan fungsi dilakukan dalam setiap pertunjukan yang atau simbol yang diinginkan dalang, . berbeda dengan penampilan wayang kulit Menggunakan sound system Unsur-unsur dalam wayang Selain menggunakan lampu listrik sebagai tradisional diinovasi sehingga menjadi lebih inovatif. Unsur-unsur pendukung Nardayana juga menggunakan sound system dalam pertunjukan wayang kulit Cenk yang canggih seperti microphone untuk Dalang. Blonk Nardayana gerong, juru tandak, alat musik, mixer untuk disebut inovatif adalah sebagai berikut. suksesnya pertunjukan wayang Kulit Cenk . Penampilan panggung yang inovatif. Blonk. menggunakan postur wayang yang Panggung yang digunakan oleh Dalang lebih besar dan lucu. Pertunjukan wayang Dalang Jurnal Panggung V31/N2/06/2021 yang modern. Analisis Nilai Estetika Pertunjukan Wayang Kulit Cenk Blonk Dalam Lakon AuTidak Cukup Hanya CintaAy kulit Cenk Blonk menggunakan wayang kulit dengan ukuran sekitar satu setengah hanya didudukkan sebagai seni yang lebih besar dari pada wayang kulit tradisi. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan yang bersrata adhiluhung. Salah satu keleluasaan bagi penonton karena dalam ciri keadhiluhungannya tersebut yaitu setiap pertunjukannya, wayang kulit Cenk memiliki muatan-muatan nilai filosofi Blonk selalu dipadati penonton dengan kehidupan yang meliputi nilai moral, radius mencapai 25 meter, . menggunakan Gerong/Pesinden. Dalang Nardayana dalam tersebut dapat dijumpai dalam isi lakon setiap pertunjukannya mengisi suara dibantu atau cerita yang disajikan oleh dalang, oleh gerong/pesinden dan seorang tandak. melalui pembendaharaan bentuk garap Hal inilah yang membedakan pertunjukan Dalang Nardayana dengan dalang tradisonal, dengan tokoh dan karakter wayangnya . menggunakan ketengkong dan pembantu (Cahya, 2016, hlm. ialog Nilai-nilai ketengkog. Dalam pertunjukan wayang kulit Sebuah pertunjukan wayang kulit tradisi, biasanya dalang menggunakan dua diharapkan penyajiannya dapat menimbulkan orang ketengkong . embantu dalang untuk pengalaman yang memuaskan. Pengalaman mengambil wayan. yang ditempatkan di sebelah kiri dan kanan dalang, sedangkan berarti harus indah tetapi memuat pengetian dalam pertunjukan wayang kulit Cenk Blonk, ketengkong yang bertugas lebih dari dua orang menggemaskan, mengerikan, menyenangkan dan merupakan orang-orang professional yang sudah berpengalaman. Para ketengkong Berdasarkan pengamatan penulis, selama ini, dua orang berada di sebelah kiri dalang, dua di sebelah kanan dalang dan satu orang di wayang kulit Cenk Blonk di youtube, dengan belakangan dalang, . mengkolaborasi musik kemampuan pribadi yang dimiliki Dalang tradisional dan modern. Dalam pertunjukan Nardayana wayang kulit tradisi, ada sedikitnya tiga petunjukannya telah berhasil mengungkapkan jenis gamelan yang digunakan, yaitu gender, nilai-nilai estetis dan nilai-nilai pendidikan batel dan gambuh. Pertunjukan wayang karakter dalam lakon AuTidak Cukup Hanya kulit Cenk Blonk menggunakan gamelan CintaAy. Semarandana yang dikolaborasikan dengan alat musik elektronik seperti keyboard untuk halilintar dan suara lainnya (Winanti, 2015: . Dipahami Nardayana menguasai konsep-konsep pakeliran sehingga pantas sebagai objek kajian. Secara kualitas dan kuantitas telah diakui baik di lingkungan para dalang maupun masyarakat umum Jurnal Panggung V31/N2/06/2021 Dr. Ni Ketut Dewi Yulianti. Ni Komang Sekar Marhaeni khususnya pecinta wayang. Oleh karena itu kualitatif karena bertolak dari paradigma penulis tertarik untuk mengkaji nilai-nilai Penelitian kualitatif dibangun estetika dalam pertunjukan wayang kulit atas rumusan tentang situasi tertentu dan Cenk Blonk dalam lakon AuTidak Cukup Hanya relevan dengan tujuan penelitian (Alsa, 2004. CintaAy guna memahami nilai-nilai karakter Ciri-ciri metode kualitatif, adalah . yang terkandung dalam lakon tersebut. memberikan perhatian utama pada makna Berdasarkan uraian di atas, ada dua hal dan pesan, sesuai dengan hakikat objek, yaitu pokok yang diulas dalam tulisan ini, yaitu sebagai studi kultural. lebih mengutamakan . nilai-nilai estetika pertunjukan wayang proses dibandingkan dengan hasil penelitian kulit Cenk Blonk dalam lakon AuTidak Cukup sehingga makna selalu berubah. tidak Hanya CintaAy, serta . nilai-nilai karakter ada jarak antara subjek peneliti dengan objek yang dikandung dalam pertunjukan tersebut. penelitian, subjek peneliti sebagai instrumen utama, sehingga terjadi interaksi langsung di . desain dan kerangka penelitian METODE bersifat sementara sebab penelitian bersifat Penelitian ini menggunakan metode . penelitian bersifat alamiah, terjadi deskriptif analitik dan pendekatan berdasarkan dalam konteks sosial budayanya masing- estetika pewayangan dengan menganalisis masing (Ratna, 2004, hlm. tayangan wayang kulit Cenk Blonk dengan lakon AuTidak Cukup Hanya CintaAy di youtube yang mencakup tiga tahapan, yakni . HASIL DAN PEMBAHASAN pengumpulan data, . tahap analisis data. Pendekatan dan Cara Penelitian dan . tahap penyajian hasil analisis. Objek Fokus penelitian ini adalah pada teks penelitian ini berupa teks pertunjukan wayang lakon atau naskah lakon sebagai bahasan kulit Cenk Blonk yang ditayangkan di youtube Pendekatan yang digunakan adalah dan juga melakukan wawancara terhadap pendekatan semiotik pertunjukan dari Marco dalang wayang kulit Cenk Blonk. Jro Mangku de Marinis. Pendekatan semiotika pertunjukan Dalang I Wayan Nardayana. Sn. Fil. dibatasi sebagai analisis tekstual terhadap Penelitian ini lebih menekankan pada kegiatan mengumpulkan dan mendeskripsikan data kualitatif, sehingga penelitian ini dapat Dengan demikian cendrung pada pertunjukan dari segi teks. Pengertian teks dalam seni pertunjukan sangat berbeda dengan pengertian teks dalam Penelitian kualitatif yang menekankan pada bahasa atau ilmu linguistik karena sebuah makna, lebih memfokuskan pada data kualitas seni pertunjukan merupakan entitas yang dengan analisis kualitatifnya (Sutopo, 2004, multi lapis. Penelitian ini merupakan penelitian Jurnal Panggung V31/N2/06/2021 Seni pertunjukan merupakan sebuah peristiwa diskursif yang kompleks yang Analisis Nilai Estetika Pertunjukan Wayang Kulit Cenk Blonk Dalam Lakon AuTidak Cukup Hanya CintaAy Sinopsis Wayang Kulit Cenk Blonk dengan Lakon AuTidak Cukup Hanya CintaAy Wayang kulit Cenk Blonk dengan judul AuTidak Cukup Hanya CintaAy menyuguhkan kisah hubungan cinta dalam sebuah rumah tangga yang akan kokoh dan tetap harmonis harus dengan kejujuran, tanggung jawab, selalu bersama dalam susah maupun senang, dan tidak mementingkan diri sendiri. Rasa bisa berubah setiap saat. Rumah Gambar 1. Peneliti bersama Jro Mangku Dalang Cenk Blonk (Sumber: dokumentasi pribadi, 2. tangga harus dilandasi dengan kemampuan dengan mudah sehingga setiap masalah merupakan jalinan dari beberapa elemen bisa diselesaikan dengan baik. Janganlah ekspresif yang diorganisasi menjadi sebuah hanya jatuh cinta tapi belajarlah untuk entitas (Marco De Marinis, 1993, hlm. selalu mencintai, belajarlah untuk membuat Upaya memahami nilai estetis yang pasangan selalu bahagia, dan bersikap selalu terkandung dalam wayang ulit Cenk Blonk Kejujuran sangat penting dan tidak ada dalam lakon AuTidak Cukup Hanya CintaAy rahasia-rahasian pada pasangan. Kalau sudah meminjam konsep estetika pedalangan seperti tidak ada kejujuran, jangan berharap rumah yang ditulis oleh Soetarno, dkk. Menurut tangga akan bertahan. Yang paling penting Soetarno, disampaikan bahwa sebagai manusia jangan wayang dibangun dari berbagai konsep sampai bertobat setelah segala sesuatu yang estetika unsur-unsur pakeliran yaitu, 1. Lakon, buruk terjadi. memiliki konsep trep, tutug, mungguh, kempel dan mulih. Catur, meliputi ginem dan Unsur-Unsur Estetis Wayang Kulit Cenk janturan serta pocapan memiliki kaidah konsep Blonk dalam Lakon. AyTidak Cukup Hanya estetik mungguh, lungguh, langgut, cucut, laras. CintaAy tatas, micara, tutuk, panduk, nuksma, sabda, lebda. Konsep estetika dalam seni pedalangan wicara dan weweka. Estetika sabet meliputi sebenarnya telah tertuang lewat karya-karya konsep trampil, wijang, nuksma serta mungguh. pujangga jaman kuno baik yang berupa prosa. Karawitan Pakeliran mengandung puisi maupun bentuk karangan . ukisan- konsep mungkus, ngelambari, dan nyawiji. yang lain. Perasaan tertentu dapat muncul pada saat atau setelah seseorang mengindera Jurnal Panggung V31/N2/06/2021 Dr. Ni Ketut Dewi Yulianti. Ni Komang Sekar Marhaeni Perasaan itu mungkin gembira atau pada penilaian dengan ukuran personal yanbg senang, rasa nikmat atau terpesona, kocak subyektif sifatnya. Artinya bahwa, penilaian atau lucu, atau sebaliknya, sedih atau kecewa, terhadap pertunjukan wayang kulit, sekali dan bias juga tertekan atau jenuh. lagi tergantung dari persepsi masing-masing Berbagai pada saat atau setelah kita menanggapi Pengalaman-pengalaman seperti itu menurut kedewasaan jiwa serta kemampuan Estetika merupakan titik awal pengkajian estetika, menyeluruh dari suatu pementasan wayang sebab pengalaman-pengalaman seperti itu kulit yang memuat unsur-unsur cerita catur, merupakan refleksi manusia terhadap hakekat sabet, dan iringan yang terkait satu sama lain dan nilai estetika. Estetika memang berawal sehingga menjadi satu garapan yang menyatu dari jejer sampai tanceb kayon. mengindra, atau mengamati objek baik objek alam maupun seni. Berikut ini penulis mencoba mengkaji nilai-nilai estetis dalam wayang kulit Cenk Pengalaman estetis dan artistik itu Blonk dalam lakon AuTidak Cukup Hanya merupakan refleksi manusia terhadap kondisi CintaAy yang dijelaskan dalam unsur-unsur lingkungannya . lam dan sosia. juga terhadap pakeliran yaitu unsur catur, khususnya pada berbagai segi kehidupan, baik yang fisik bagian ginem . ialog atau percakapan tokoh . andang, papan, peralata. maupun non fisik wayan. antara Cenk dan Blonk. ikap batin, harapan, makna, ds. sekaligus Catur merupakan salah satu prabot merupakan refleksi manusia terhadap hakekat pakeliran yang ideal untuk mengungkapkan fenomena alam dan kebudayaan . ahan asal, sesuatu atau suasana agar dapat diterima, kebutuhan dan fungsi, teknologi garap, dan dimengerti, dan dirasakan oleh penghayat. tingkat piki. (Sugino, 2015, hlm. Istilah catur dalam pakeliran meliputi ginem. Estetika pedalangan adalah disiplin janturan dan pocapan. asal-muasal Ginem adalah dialog atau percapakan keindahan yang terdapat dalam pedalangan tokoh wayang. Janturan adalah narasi dalang dan kemana atau untuk apa keindahan itu yang berisi diskripsi tentang tempat, tokoh. Pembicaraan mengenai estetika suasana dan kejadian-kejadian yang sudah pedalangan sebenarnya kita ingin menangkap berlalu, sedang terjadi dan yang akan datang unsur-unsur keindahan maupun maknanya dengan diiringi bunyi gendang tipis . dalam pergelaran wayang kulit (Suratno, dkk: Pocapan pada dasarnya sama dengan janturan 1995, hlm. tetapi tidak diiringi gending hanya disertai Disadari bahwa sampai saat ini belum ada kriteria yang jelas dalam menilai keindahan dengan dhodhogan atau keprakan (Bambang Murtioso, dkk: 2007, hlm 10-. pergelaran wayang kulit. Penilaian yang sering Ginem atau dialog dalam wayang kulit dilakukan pada umumnya hanya didasari Cenk Blonk menggunakan bahasa yang sangat Jurnal Panggung V31/N2/06/2021 Analisis Nilai Estetika Pertunjukan Wayang Kulit Cenk Blonk Dalam Lakon AuTidak Cukup Hanya CintaAy Bahasa yang indah yang disajikan termasuk ke dalam majas pengulangan (Keraf, dalam berbagai gaya bahasa. Gaya bahasa 2002, hlm. sering digunakan oleh Dalang Nardayana Contoh dialog antara Cenk dan Blonk untuk memperindah kalimat dan memberi yang mengandung gaya bahasa anadiplosis kesan lebih manis. Gaya bahasa membuat adalah sebagai berikut. penonton semakin tertarik dalam menonton Cenk: Sehingga Blonk, keindahan bahasa. Keindahan dalam gaya tangga tidak saja dibangun karna cinta bahasa juga merupakan nilai estetika. Dengan , cinta itu rasa, dan rasa manusia akan demikian. Dalang Nardayana telah memenuhi selalu bisa berubah-ubah setiap saat. kriteria micara dalam konsep estetika catur. Maka kalau menikah dilandasi hanya Micara artinya bahwa seorang dalang harus rasa cinta atau sayang, maka sama mempunyai kemampuan dalam menyusun halnya kita membangun sesuatu, di atas kata-kata serta piawai dalam menyusun pondasi yang labil dan rapuh. dialog wayang (Soetarno, dkk. ,2007, hlm. Blonk: Kemampuan micara yang dimiliki oleh Dalang Oh gitu? Nardayana diperoleh dari pengalaman jiwa Pada dialog di atas. Dalang Nardayana yang dimiliki dalam perjalanan hidupnya menggunakan pengulangan kata AucintaAy, berkesenian baik di dunia akademis maupun AurasaAy yang berasal dari klausa atau frasa di masyarakat. Dialog yang disampaikan yang menjadi kata atau frasa pertama dari oleh Dalang Nardayana melalui tokoh Cenk kalimat berikutnya. Penggunaan gaya bahasa dan Blonk menggambarkan kecerdasannya anadiplosis ini memberi nilai estetia pada tidak hanya dengan isu-isu terkini yang pertunjukan wayang kulit Cenk Blonk dalam dikemas menarik dan menggemaskan tapi lakon Autidak cukup hanya cintaAy. Dalam dialog juga dibubuhi lelucon yang sangat kreatif di atas, disampaikan pesan agar dalam sebuah dan menarik sehingga tidak mengherankan, hubungan suami-istri, setiap pasangan harus chanel youtube Cenk Blonk telah memiliki saling memahami, saling setia sehingga rumah lebih dari 206. 000 subscribers dengan viewer tangga menjadi langgeng dan harmonis. lebih dari 365. Gaya bahasa antitesis Berikut ini adalah beberapa gaya bahasa Antitesis adalah sebuah gaya bahasa yang digunakan dalam dialog atau percakapan yang mengandung gagasan-gagasan yang Cenk dan Blonk bertentangan dengan mempergunakan kata- Gaya bahasa anadiplosis. kata atau kelompok kata yang berlawanan. Anadiplosis merupakan suatu kata atau frasa terakhir yang berasal dari klausa atau Gaya ini timbul dari kalimat berimbang (Keraf, 2002, hlm. frasa yang menjadi kata atau frasa pertama Contoh dialog antara Cenk dan Blonk dari kalimat berikutnya. Majas anadiplosis yang mengandung gaya bahasa antitesis Jurnal Panggung V31/N2/06/2021 Dr. Ni Ketut Dewi Yulianti. Ni Komang Sekar Marhaeni adalah sebagai berikut. mejedar, dan menggelegar otakmu berserakan Cenk: Pada dialog di atas. Dalang Nardayana Menikah itu Blonk bukan hanya menggunakan gaya bahasa asonansi dengan tentang cinta, tapi perjuangan bersama, menampilkan dua kata dengan bunyi vokal selain itu Blonk kamu ataupun istrimu yang diulang pada kata AugentingAu dan harus berjanji untuk selalu bersama AupentingAy serta pada kata AumejedarAy dan dalam susah maupun senang AumenggelegarAy. Penggunaan gaya bahasa Blonk: ini memberikan nilai estetis yang sangat Terus rumah tangga itu menurutmu ? menarik di telinga penonton yang menikmati Pada dialog di atas. Dalang Nardayana tayangan wayang kulit Cenk Blonk. Selain itu. Dalang Nardayana ingin memberikan pasangan suami istri tetap saling setia baik penekanan dalam pesan yang disampaikan dalam susah maupun senang. Sepasang bahwa sebagai manusia hendaknya kita bias suami-istri pastinya memiliki pribadi dan latar menghadapi setiap masalah dengan kepala belakang yang berbeda, namun tetap harus dingin dan kesabaran. saling memahami perbedaan masing-masing. Gaya bahasa metafora mengerti apa yang diinginkan oleh pasangan. Metafora adalah semacam analogi yang Jika tidak suka apa yang diinginkan pasangan, membandingkan dua hal secara langsung maka bicarakanlah baik-baik karena semua tetapi dalam bentuk yang singkat (Keraf, 2002, persoalan tentu lebih indah jika diselesaikan Contoh dialog antara Cenk dan Blonk berusaha untuk mencoba sesuatu yang baru. yang mengandung gaya bahasa metafora Gaya bahasa asonansi. adalah sebagai berikut. Asonansi adalah bahasa kiasan yang berwujud perulangan bunyi vokal yang sama (Keraf, 2002, hlm. Cenk: Hi Blonk, cinta itu walaupun kecil sekecil hitam kuku tapi itu yang Contoh dialog antara Cenk dan Blonk penting dan bagus, kan?. Walaupun yang mengandung gaya bahasa asonansi cinta itu kecil sehitam kuku, tapi ingat adalah sebagai berikut. berapa kali kuku hitam itu dipotong, dia Blonk: pasti akan terus tumbuh. Kalau kamu Ada masalah genting dan penting ini berbicara tentang cinta, itulah cinta yang Cenk, membuat otakku konsleting sesungguhnya. Blonk. Cinta sejati. Cenk: Blonk: Eh Blonk, kalau kamu tidak bisa mikirin Iya iyaA kan lebih baik jangan dipikirkan. Kepalamu Pada dialog di atas. Dalang Nardayana sudah lengar ngablar begitu, lagi kamu pakai menggunakan gaya bahasa metafora untuk berpikir keras wah, nanti bisa-bisa meledak, menjelaskan bahwa cinta sekecil apapun Jurnal Panggung V31/N2/06/2021 Analisis Nilai Estetika Pertunjukan Wayang Kulit Cenk Blonk Dalam Lakon AuTidak Cukup Hanya CintaAy akan tetap tumbuh jika dipupuk dengan baik. Nilai-Nilai Karakter dalam Wayang Kulit Layaknya noda hitam di kuku, walau kukunya Cenk Blonk dalam Lakon AuTidak Cukup dipotong, noda hitamnya akan tetap ada. Hanya CintaAy. Gaya Bahasa Simile Dari 18 nilai karakter yang bersumber Simile adalah perbandingan yang bersifat dari Agama. Pancasila. Budaya, dan Tujuan Yang dimaksud dengan persamaan Pendidikan Nasional. eksplisit ialah bahwa ia langsung menyatakan nilai tersebut adalah: . religius, . jujur, . sesuatu sama dengan hal yang lain. Untuk itu toleransi, . disiplin, . kerja keras, . kreatif, ia memerlukan upaya yang secara eksplisit . mandiri, . demokratis, . rasa ingin tahu, menunjukkan kesamaan itu, yaitu kata-kata: semangat kebangsaan, . cinta tanah air, seperti sama. Sebagai, bagaikan, laksana, dan . menghargai sebagainya(Keraf, 2002, hlm. komunikatif, . cinta damai, . gemar Kedelapan . bersahabat/ Contoh dialog antara Cenk dan Blonk membaca, . peduli lingkungan, . peduli yang mengandung gaya bahasa simile adalah sosial, . tanggung jawab, seperti yang telah sebagai berikut. diuraikan di atas, pertunjukan wayang kulit Cenk: Cenk Blonk dengan judul AuTidak Cukup Masalahnya apa ini Blonk ? sampai Hanya CintaAy mengandung nilai-nilai karakter mengkerut alismu seperti layangan segi jujur, toleransi, komunikatif, cinta damai dan dua mepecukan tanggung jawab. Blonk Nilai-nilai karakter ini tercermin dalam Sebenarnya sih seperti bisul kasus setiap dialog antara Cenk dan Blonk. Nilai- Cenk, nilai karakter ini dituangkan dalam dialog Masalahnya sih kecil, tetapi efek lucu yang dikemas dalam gaya bahasa yang masalahnya besar melebar, sampai ngebyar mudah dipahami oleh penonton. Dengan menghancurkan banjar demikian. Dalang Nardayana telah memenuhi Pada dialog di atas. Dalang Nardayana kriteria micara dalam konsep estetika catur. menggunakan gaya bahasa simile . enggunaan Micara artinya bahwa seorang dalang harus kata AusepertiA. , untuk memberikan nilai mempunyai kemampuan dalam menyusun keindahan dalam menyampaikan sebuah kata-kata serta piawai dalam menyusun masalah dalam hubungan suami istri yang dialog wayang (Soetarno, dkk. ,2007, hlm. diibaratkan seperti bisul, ukurannya kecil namun sakitnya sangat menyiksa. Untuk itu, setiap pasangan suami-istri diharapkan SIMPULAN memiliki sikap jujur, toleransi, komunikatif. Berdasarkan uraian pada bagian Analisis cinta damai dan tanggung jawab dalam dan Interpretasi Data di atas, maka dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut. hubungan yang kekal dan harmonis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jurnal Panggung V31/N2/06/2021 Dr. Ni Ketut Dewi Yulianti. Ni Komang Sekar Marhaeni nilai-nilai estetika pertunjukan wayang kulit Cenk Blonk dalam lakon AuTidak Cukup Hanya CintaAy ditunjukkan oleh Dalang Nardayana yang telah memenuhi kriteria micara dalam konsep estetika catur. Micara artinya bahwa seorang dalang menyusun kata-kata serta piawai Nilai-nilai karakter yang disuguhkan dalam wayang kulit Cenk Blonk dengan lakon AuTidak Cukup Hanya CintaAy tersebut adalah nilai karakter jujur, toleransi, komunikatif, cinta damai dan tanggung jawab yang semuanya tertuang dalam penggunaan gaya bahasa yang sangat indah yang dikemas oleh dalang Nardayana yang ada di balik wayang kulit Cenk Blonk. Ucapan Terima Kasih Paper yang belum dipublikasikan ini telah dipresentasikan dalam Seminar Nasional Bahasa Ibu (SNBI) XII tahun 2020 yang diselenggarakan oleh Universitas Udayana, 6-7 Februari 2020. Kami mengucapkan terima kasih kepada panitia SNBI XII yang telah menerima makalah ini dan memberikan melengkapi artikel ini. Penghargaan kami sampaikan kepada ISI Denpasar yang telah mendanai penelitian ini dalam skim PDUPT dengan salah satu luarannya adalah artikel ini. *** Jurnal Panggung V31/N2/06/2021 Daftar Pustaka