Gema Kesehatan, p-ISSN 2088-5083/e-ISSN2654-8100 https://gk. com/gk Volume 16. Nomor 1. Juni 2024 KOMBINASI COMBO ACUPRESSURE DAN INHALASI AROMATERAPI LAVENDER MENURUNKAN INTENSITAS DISMENORE PRIMER PADA REMAJA PUTRI Somoyani1. Dwi Purnamayanti1. Diyana Yanti1 Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Denpasar. Jl. Raya Puputan Renon 11 A Denpasar. Bali. Indonesia Info Artikel: Disubmit: 12-09-2023 Direvisi: 30-12-2023 Diterima: 20-01-2024 Dipublikasi: 30-06-2024 Penulis Korespondensi: Email: somoyaniniketut@gmail. Kata kunci: Aromaterapi Lavender. Combo Acupressure. Dismenorea Primer. Remaja Putri DOI: 10. 47539/gk. ABSTRAK Dismenorea primer merupakan masalah ginekologi yaitu nyeri haid tanpa adanya kelainan alat genetalia. Banyak remaja putri yang mengalami dismenorea primer hingga ke tahap menganggu bahkan menghentikan aktifitas. Umumnya upaya yang digunakan remaja putri adalah mengkonsumsi analgetik . bat pereda nyer. untuk menguranginya, namun hal tersebut tidak baik bila dikonsumsi jangka panjang. Terapi kombinasi inhalasi aromaterapi lavender dan combo acupressure bisa menjadi solusi untuk mengurangi dismenorea primer karena dapat meningkatkan kadar hormon endorphin sehingga menurunkan intensitas nyeri. Selain itu terapi kombinasi tersebut aman dan tidak memiliki efek Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektifitas pemberian terapi kombinasi inhalasi aromaterapi lavender dengan combo acupressure terhadap intensitas dimenorea primer pada remaja putri. Desain penelitian ini adalah Quasi Experimental dengan rancangan penelitian Non-randomized pretest and posttest contol group design. Jumlah sampel sebanyak 48 remaja putri yang ditentukan berdasarkan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji Mann Whitney untuk membandingkan hasil antara kelompok perlakuan . emaja putri yang diberikan terapi kombinasi inhalasi aromaterapi lavender dan combo acupressur. dan kelompok control . emaja putri yang diberikan terapi kombinasi inhalasi aromaterapi aquabidest dan combo acupressur. , serta menggunakan uji Wilcoxon untuk membandingkan hasil pretest dan postest di setiap kelompok. Pada uji Man Whitney p value sebesar 0,003<0,05 berarti terapi inhalasi aromaterapi lavender dengan combo acupressure lebih efektif dalam pengurangan intensitas dismenorea primer. Hasil analisis ini menjelaskan bahwa terapi kombinasi inhalasi aromaterapi lavender dengan combo acupressure lebih efektif menurunkan intensitas dismenorea primer pada remaja putri dibandingkan terapi kombinasi inhalasi aromaterapi aquabidest . anpa aromaterapi lavende. dengan combo acupressure. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa kombinasi antara inhalasi aromaterapi lavender dengan combo acupressure menimbulkan efek yang lebih maksimal untuk menurunkan intensitas dismenorea primer. ABSTRACT Primary dysmenorrhea is a gynecological problem, namely menstrual pain without any abnormalities in the genital organs. Many adolescent girls experience primary dysmenorrhoea to the point where it becomes disruptive and even stops activities. Generally, the effort used by Gema Kesehatan, p-ISSN 2088-5083/e-ISSN2654-8100 https://gk. com/gk Volume 16. Nomor 1. Juni 2024 teenage girls is to consume analgesics . ain reliever. to reduce it, but this is not good if consumed long term. A combination therapy of lavender aromatherapy inhalation and acupressure combo can be a solution to minimize primary dysmenorrhoea because it can increase endorphin hormone levels, thereby reducing pain intensity. This combination therapy is also safe and has no side effects. This study aimed to determine the effectiveness of providing combination therapy of lavender aromatherapy inhalation with combo acupressure on the intensity of primary dysmenorrhoea in adolescent girls. The research design was Qast Experimental with a non-randomized pretest and posttest control group design. The sample size was 48 teenage girls using a purposive sampling technique. Data was analyzed using the Man-Whitney test to compare the results of the treatment group and the control group, and the Wilcoxon test was used to compare the results of the pretest and posttest in each group. In the Man Whitney test, the p-value of 0,003<0,05 means that lavender aromatherapy inhalation with combo acupressure is more effective in reducing the intensity of primary dysmenorrhea in adolescent girls than aquabidest aromatherapy with combo acupressure. The results of this study prove that the combination of lavender aromatherapy inhalation with the acupressure combo produces a maximum effect in reducing the intensity of primary dysmenorrhoea. Keywords: Adolescent girl. Aromatherapy Lavender. Combo Acupressure. Primary Dysmenorrhea PENDAHULUAN Masa remaja merupakan masa peralihan dari pubertas ke dewasa yang biasa terjadi di rentang umur 11-20 tahun. Pubertas pada remaja putri ditandai dengan terjadinya menstruasi atau haid. Beberapa remaja putri merasakan nyeri haid disetiap siklus menstruasinya (Wardani et al. , 2. Nyeri haid tanpa adanya kelainan pada alat genetalia disebut dengan dismenorea primer. Skala dari dismenorea primer bervariasi, dari yang yang hanya berupa rasa tidak nyaman sampai rasa sakit yang mampu menghentikan aktivitas (Wardani et al. , 2. World Health Organization (WHO) mencatat prevalensi kejadian dismenorea di seluruh dunia sangatlah tinggi, rata-rata menunjukkan lebih dari 50% perempuan di setiap negara mengalami Di Indonesia sendiri prevalensi kejadian dismenorea menunjukan penderita dismenorea mencapai 60-70% wanita dari seluruh Indonesia, sedangkan angka kejadian dismenorea tipe primer di Indonesia sebesar 54,89%, dan angka kejadian dismenorea tipe sekunder sebesar 45,11% (Lail, 2. Di Indonesia jumlah dismenorea sebanyak 64,25% yang mana 54,89% mengalami dismenorea primer 36% dismenorea sekunder (Rachmawati & Safriana, 2. , kemudian prevalensi dismenorea di Bali sebanyak 74,42% wanita mengalami dismenorea (Silaen & Ani, 2. Terapi farmasikologi dan non-farmakologis tersedia untuk dismenorea, dengan terapi farmasikologi termasuk obat antinflamasi nonsteroid seperti asam mefenamat, naproxen, dan ibuprofen dapat menurunkan skala dismenorea primer, namun terapi tersebut tidak baik untuk jangka panjang (Sarwono, 2. Terapi non farmasikologi menjadi pilihan yang tepat karena aman dilakukan dalam jangka panjang. Adapun terapi non farmakologi yang efektif menurunkan skala dismenorea primer adalah terapi acupressure dan aromaterapi. Gema Kesehatan, p-ISSN 2088-5083/e-ISSN2654-8100 https://gk. com/gk Volume 16. Nomor 1. Juni 2024 Terapi acupressure merupakan teknik menekan titik-titik tertentu pada tubuh untuk menghilangkan gejala-gejala yang berhubungan dengan penyakit yang sedang dialami. Terapi acupressure mampu menurunkan skala dismenorea primer dengan meningkatkan produksi hormon endorphin di otak (Kristina et al. , 2. Efek penekanan pada titik-titik ini dapat merangsang sistem endokrin untuk meningkatkan kadar endorphin dalam darah yang dibutuhkan oleh tubuh untuk mengurangi atau menurunkan sensasi nyeri (Siyamti et al. , 2. Pada penelitian yang dilakukan oleh Sari & Usman, 2021 telah membuktikan pada penelitiannya bahwa terapi acupressure efektif digunakan untuk menurunkan tingkat dismenorea primer pada siswi di SMA Nasional (Sari & Usman, 2. Mulyani et al. , 2021 melaporkan bahwa kelompok intervensi yang diberikan combo acupressure mengalami penurunan intesitas dismenorea primer dibandingkan dengan kelompok kontrol yang tidak diberikan perlakuan. Aromaterapi merupakan suatu bentuk pengobatan alternatif menggunakan bahan tanaman volatil, banyak dikenal dalam bentuk minyak esensial dan berbagai macam bentuk lain yang bertujuan untuk mengatur fungsi kognitif, mood, dan kesehatan (Mokoginta et al. , 2. , sehingga aromaterapi dapat diartikan sebagai suatu cara perawatan tubuh atau penyembuhan penyakit dengan menggunakan minyak essensial . ssential oi. (Idaningsih & Oktarini, 2. Aromaterapi dari jenis ekstrak tanaman seperti bunga, daun, kayu, akar tanaman, kulit kayu, dan bagian-bagian lain dari tanaman dengan cara pembuatan yang berbeda-beda dengan cara penggunaan dan fungsinya masing-masing (Mokoginta et , 2. Aroma terapi juga banyak digunakan dalam studi klinis karena mudah digunakan, berefek cepat, dan hampir tidak memiliki efek samping (Kwon et al. , 2. Pengaruh zaman menyebabkan penggunaan aromaterapi menjadi lebih praktis yaitu menggunakan diffuser untuk mengubah essential oil menjadi uap agar lebih mudah dihirup dan diserap tubuh. Pemilihan merek essential oil juga berpengaruh dalam menentukan efek yang diberikan setelah melakukan inhalasi arometerapi. Essential oil yang bagus adalah essential oil murni tanpa campuran alkohol didalamnya. Salah satu merek essential oil yang bagus dan banyak digemari oleh masyarakat adalah Young Living karena produknya bersertifikat Auseed to sealAy juga sudah memenuhi persyaratan Aupure 100%Ay serta produk young living berkualitas organik tanpa campuran alkohol (Young Living, 2. Aroma bunga lavender merupakan aromaterapi yang memiliki kandungan utama linaly asetan dan linalool. Dengan menghirup aroma lavender dapat menyebabkan gelombang - gelombang alfa dan hormon endorphin meningkat sehingga akan membantu merilekskan pikiran yang mengakibatkan penurunan skala nyeri. Berdasarkan hasil penelitian Nuraeni & Nurholipah, 2021 terhadap mahasiswi tingkat II di STIKes YPIB Majalengka menunjukkan terdapat pengaruh aromaterapi lavender terhadap intensitas nyeri haid . ismenorea prime. setelah diberikan intervensi. Penelitian Mokoginta et al. , 2020 juga membuktikan bahwa aromaterapi lavender dapat menurunkan skala dismenorea primer pada siswi SMA N 1 Kotamabagu. Pemberian terapi inhalasi aromaterapi lavender dan combo acupressure sama-sama berfungsi untuk meningkatkan hormon endorphin dalam tubuh untuk menurunkan skala nyeri dismenorea primer. Gema Kesehatan, p-ISSN 2088-5083/e-ISSN2654-8100 https://gk. com/gk Volume 16. Nomor 1. Juni 2024 Banyak penelitian yang membahas mengenai efektifitas pemberian aromaterapi lavender terhadap intensitas dismenorea primer ataupun efektifitas pemberian terapi combo acupressure terhadap dismenorea primer tetapi masih sedikit penelitian yang mengkombinasikan kedua teknik komplementer Untuk memperkuat data dan untuk menambahkan informasi, peneliti telah melakukan studi Hasil studi pendahuluan yang penulis lakukan pada bulan Oktober 2022 pada 12 remaja putri anggota STT Dwi Tunggal Banjar Kuwub Dajan Rurung-Mula menunjukan bahwa dari 12 remaja putri ada 9 yang mengalami dismenorea primer pada saat menstruasi. Berdasarkan latar belakang tersebut, penting untuk remaja putri mengetahui cara mengatasi dismenorea primer yang aman untuk jangka panjang tanpa efek samping yang merugikan, karenanya peneliti ingin mengevaluasi efektifitas pemberian terapi kombinasi inhalasi aromaterapi lavender dengan combo acupressure terhadap intensitas dismenorea primer pada remaja putri sebagai tujuan penelitian ini, sehingga dapat memberikan solusi permasalahan remaja putri dalam mengatasi keluhan dismenorea primer yang dirasakan dengan cara yang aman untuk jangka panjang. METODE Desain penelitian ini adalah Quasi Experimental dengan Non-randomized pretest and postest contol group design. Jumlah sampel sebanyak 48 remaja putri yang mengalami dismenorea primer pada hari pertama menstruasi dengan teknik purposive sampling. Anggota putri STT Dwi Tunggal adalah 83 orang, dari jumlah tersebut 54 diantaranya memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah merupakan anggota aktif STT Dwi Tunggal berusia Ou17 tahun, siklus menstruasi teratur, mengalami diamenorea primer saat menstruasi dan memiliki smartphone sedangkan kriteria eksklusinya adalah sampel mengalami obesitas (IMT Ou. , sampel yang saat penelitian mengkonsumsi analgetik . bat antinyer. , sampel pernah di diagnosa atau memiliki riwayat penyakit ginekologi seperti dismenorea sekunder seperti radang panggul atau PID (Pelvic Inflammatory Diseas. , kanker serviks. Kriteria diatas digunakan sebagai acuan untuk menentukan sampel maka peneliti menentukan 48 orang sebagai sampel berdasarkan pertimbangan peneliti yang sesuai dengan tujuan Sampel sebanyak 48 orang ini selanjutnya dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Kelompok perlakuan, peneliti/enumerator memberikan intervensi yaitu berupa terapi kombinasi inhalasi aromaterapi lavender menggunakan difuser dengan lama pemberian 15 menit serta dilakukan terapi combo acupressure yaitu penekanan pada titik hegu LI 4 . itik antara ibu jari dan jari telunju. serta pada titik sanyinjiao SP6 ( 4 jari atau 3 cun diatas mata kak. , masing-masing titik dilakukan penekanan sebanyak 30 kali putaran searah dengan jarum jam, sedangkan kelompok kontrol peneliti/enumerator memberikan intervensi berupa terapi kombinasi inhalasi tanpa aromaterapi . menggunakan diffuser dengan lama pemberian 15 menit serta dilakukan terapi combo acupressure yaitu penekanan pada titik hegu LI4 . itik antara ibu jari dan jari telunju. serta pada titik sanyinjiao SP6 ( 4 jari atau 3 cun diatas mata kak. , masing-masing titik Gema Kesehatan, p-ISSN 2088-5083/e-ISSN2654-8100 https://gk. com/gk Volume 16. Nomor 1. Juni 2024 dilakukan penekanan sebanyak 30 kali putaran searah dengan jarum jam. Analisis yang digunakan pada masing-masing kelompok adalah menggunakan uji Wilcoxon karena data berdistribusi tidak normal. Analisis yang digunakan untuk mengetahui efektifitas dari intervensi yang diberikan antara kedua kelompok adalah uji Man Whitney. HASIL Penelitian dilakukan mulai bulan Februari 2023 yang diawali dengan melakukan studi untuk memperkuat data dan menambah informasi tentang responden yang dicari. Hasil studi pendahuluan menunjukan adanya banyak kejadian dismenorea primer yang dialami oleh remaja putri yaitu dari 12 orang remaja putri yang diwawancarai 9 diantaranya mengatakan mengalami dismenorea primer. Proposal penelitian lalu disusun dan diselesaikan pada bulan Februari 2023 dan setelah diterbitkannya ethical clerance serta surat ijin penelitian maka peneliti mulai melakukan penelitian pada tanggal 17 Maret 2023. Adapun kegiatan pertama yang dilakukan adalah menjaring responden sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi dengan melakukan wawancara langsung ke rumah remaja putri dengan alat pengumpulan data yaitu kuesioner penjaringan responden dan didapatkan 56 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, dari 56 responden ini peneliti memilih 48 orang sebagai responden. Hasil pengumpulan data tersebut menunjukan beberapa karakteristik yang terdapat pada subjek penelitian. Analisis univariat Analisis univariat dilakukan untuk menganalisis setiap variabel hasil penelitian. Tabel 1 Karakteristik responden remaja putri di STT Dwi Tunggal Karakteristik USIA Middle adolescent . -17 tahu. Late adolescent . -24 tahu. MENARCHEE 9 Tahun 10 Tahun 11 Tahun 12 Tahun 13 Tahun 14 Tahun IMT Ideal/Normal . -23 kg/m. Overweight /Gemuk . -27 kg/m. Total Frekuensi . Persentase (%) Berdasarkan Tabel 1 sebagian besar responden berusia 18-24 tahun atau berada dalam kategori tahapan usia remaja akhir yaitu sebanyak 42 orang . ,5% ), sebagian besar responden menarche pada usia 12 tahun yaitu sebanyak 16 orang . , 3% ) dan sebagian besar responden memiliki IMT yang normal yaitu sebanyak 43 orang . , 6%). Analisis bivariat Gema Kesehatan, p-ISSN 2088-5083/e-ISSN2654-8100 https://gk. com/gk Volume 16. Nomor 1. Juni 2024 Analisis bivariat adalah analisis untuk mengetahui interaksi dua variabel yaitu secara Tabel 2 Hasil uji shapiro wilk pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol Kelompok Perlakuan Nilai nyeri pretest Nilai nyeri posttest Kontrol Nilai nyeri pretest Nilai nyeri posttest Nilai p Keterangan 0,039 0,049 Tidak Normal Tidak Normal 0,009 0,028 Tidak Normal Tidak Normal Hasil uji normalitas data dengan Shapiro Wilk didapatkan bahwa data berdistribusi tidak Dengan nilai signifikasi < 0,05, sehingga analisis selanjutnya yaitu menggunakan uji non parametrik Mann Whitney. Untuk mengetahui analisis data perbedaan intensitas dismenorea primer sebelum dan sesudap intervensi pada masing-masing kelompok akan digunakan uji non parametrik Wilcoxon sehingga data disajikan dalam bentuk nilai minimal, nilai maksimal dan nilai median. Tabel 3 Perbedaan intensitas dismenorea primer sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok Intensitas Dismenorea Primer Total Frekuensi (Pretes. Frekuensi (Postes. Frekuensi Total . Persentase (%) 2,00 2,00 0,00 Tabel 3 menjelaskan intensitas dismenorea primer sebelum dan sesudah diberikan terapi kombinasi inhalasi aromaterapi lavender dengan combo acupressure. Sebelum intervensi, responden yang merasakan dismenorea primer dengan skala 0 dan 1 tidak ada, skala 2 sebanyak 2 orang, skala 3 sebanyak 5 orang, skala 4 sebanyak 3 orang, skala 5 sebanyak 9 orang dan skala 6 sebanyak 5 orang. Bila dikategorikan menurut skala nyeri maka responden yang merasakan nyeri ringan . sebanyak 7 orang, nyeri sedang . kala 4-. sebanyak 17 orang serta tidak ada responden yang merasakan nyeri berat . kala 7-. dan tidak ada responden yang merasakan tidak nyeri . Setelah intervensi, responden yang merasakan dismenorea primer skala 0 sebanyak 1 orang, skala 1 sebanyak 1 orang, skala 2 sebanyak 6 orang, skala 3 sebanyak 9 orang, skala 4 sebanyak 2 orang, skala 5 sebanyak 5 orang. Bila dikategorikan menurut skala nyeri maka responden yang merasakan nyeri ringan . kala 1-. sebanyak 16 orang, nyeri sedang . kala 4-. sebanyak 7 orang, serta ada 1 orang yang tidak merasakan nyeri . dan tidak ada responden yang merasakan nyeri berat . Tabel 4 Hasil analisis intensitas dismenorea primer pada kelompok perlakuan Gema Kesehatan, p-ISSN 2088-5083/e-ISSN2654-8100 https://gk. com/gk Volume 16. Nomor 1. Juni 2024 Intenistas Dismenorea Primer Pretest Perlakuan Postest Perlakuan Min Max Median 5,00 Negative Rank 3,00 Positive Rank Ties Total Nilai Z P value 0,000 Tabel 4 menjelaskan bahwa hasil uji Wilcoxon terdapat perubahan nilai intensitas dismenorea primer sebelum dan sesudah diberikan intervensi yaitu inhalasi lavender dengan combo acupressure. Terdapat perbedaan nilai minimum pada pretest dan postest yaitu pada pretest nilai minimumnya adalah 2 dan saat postest nilai minimumnya adalah 0. Nilai maximum juga terdapat perubahan yaitu, pada pretest nilai maximumnya 6 dan saat postest nilai maximumnya menjadi 5. Nilai median pada saat pretest adalah 5,00 sedangkan saat postest adalah 3,00. Hasil analisis bivariat menggunakan Wilcoxon didapatkan nilai Z sebesar Ae 4. 136b dan nilai p value 0,000 . = <0,. artinya terdapat perbedaan bermakna pada intensitas dismenorea primer ketika sebelum dan sesudah diberikan intervensi pada kelompok perlakuan. Nilai probabilitas p value <0,05 yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini menjelaskan bahwa pemberian terapi kombinasi inhalasi aromaterapi lavender dengan combo acupressure efektif menurunkan intensitas dismenorea primer pada remaja putri. Tabel 5 Perbedaan intensitas dismenorea primer sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok Intensitas Dismenorea Primer Total Frekuensi (Pretes. Frekuensi (Postes. Frekuensi Total . Persentase(%) 0,00 0,00 Tabel 5 menjelaskan perbedaan intensitas dismenorea primer sebelum dan sesudah diberikan terapi kombinasi inhalasi tanpa aromaterapi . dengan combo acupressure. Sebelum intervensi, responden yang merasakan dismenorea primer skala 0-2 tidak ada, skala 3 sebanyak 5 orang, skala 4 sebanyak 7 orang, skala 5 sebanyak 7 orang, skala 6 sebanyak 4 orang dan skala 7 sebanyak 1 Bila dikategorikan menurut skala nyeri maka responden yang merasakan nyeri ringan . sebanyak 5 orang, nyeri sedang . kala 4-. sebanyak 18 orang dan nyeri berat . kala 7-. sebanyak 1 orang serta tidak ada yang merasakan tidak nyeri . Gema Kesehatan, p-ISSN 2088-5083/e-ISSN2654-8100 https://gk. com/gk Volume 16. Nomor 1. Juni 2024 Sesudah intervensi, responden yang merasakan dismenorea primer skala 0 sebanyak 1 orang, skala 1-2 tidak ada, skala 3 sebanyak 6 orang, skala 4 sebanyak 7 orang, skala 5 sebanyak 5 orang, skala 6 sebanyak 4 orang, dan skala 7 sebanyak 1 orang. Bila dikategorikan menurut skala nyeri maka responden yang merasakan nyeri ringan . kala 1-. sebanyak 6 orang, nyeri sedang . kala 4-. sebanyak 16 orang, nyeri berat . kala 7-. sebanyak 1 orang serta ada 1 orang yang merasakan tidak nyeri . Tabel 6 Hasil analisis intensitas dismenorea primer pada kelompok kontrol Intenistas Dismenorea Primer Pretest Kontrol Postest Kontrol Min Max Median 4,50 Negative Rank 4,00 Positive Rank Ties Total Nilai Z P value -850b 0,395 Tabel 6 menjelaskan bahwa hasil uji Wilcoxon terdapat perubahan nilai intensitas dismenorea primer sebelum dan sesudah diberikan intervensi yaitu inhalasi aromaterapi aquabidest dengan combo acupressure pada kelompok kontrol. Terdapat perbedaan nilai minimum pada pretest dan postest yaitu pada pretest nilai minimumnya adalah 3 dan saat postest nilai minimumnya adalah 0. Nilai maximum juga menunjukan perubahan yaitu, pada pretest nilai maximumnya 7 dan saat postest nilai maximumnya Nilai median pada saat pretest adalah 4,50 sedangkan saat postest adalah 4,00. Hasil analisis bivariat menggunakan Wilcoxon didapatkan nilai Z sebesar Ae 850b dan nilai p value 0,395 . = >0,. yang menunjukan terdapat perbedaan bermakna pada intensitas dismenorea primer ketika sebelum dan sesudah diberikan intervensi pada kelompok perlakuan. Nilai probabilitas p value >0,05 yang berarti Ho diterima dan Ha ditolak. Hal ini menjelaskan pemberian terapi kombinasi inhalasi tanpa aromaterapi . dengan combo acupressure kurang efektif menurunkan intensitas dismenorea primer. Tabel 7 Hasil Analisis Intensitas Dismenorea Primer pada Remaja Putri antara Kelompok Perlakuan dan Kelompok Kontrol Intensitas Dismenorea Primer Kelompok Perlakuan Kelompok Kontrol Mean Rank Sum of Rank Nilai Z Nilai p value 30,38 18,63 729,00 447,00 -2980b 0,003 Tabel 7 menjelaskan bahwa hasil uji Man Whitney terdapat perubahan nilai intensitas dismenorea primer yang diberikan intervensi yaitu inhalasi aromaterapi lavender dengan combo acupressure pada kelompok perlakuan dan inhalasi aquabides dengan combo acupressure. Nilai selisih mean rank atau selisih rata-rata peringkatnya sebesar 11,75 dan nilai selisih sum of rank atau selisih jumlah peringkatnya sebesar 282. Gema Kesehatan, p-ISSN 2088-5083/e-ISSN2654-8100 https://gk. com/gk Volume 16. Nomor 1. Juni 2024 Hasil analisis bivariat menggunakan Man Whitney didapatkan nilai Z sebesar Ae 2. 980b dan nilai p value 0,003 . = <0,. yang menunjukan terdapat perbedaan bermakna pada intensitas dismenorea primer sesudah diberikan intervensi baik pada kelompok perlakuan ataupun kelompok Nilai probabilitas p value <0,05 yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukan terjadi pemberian terapi kombinasi inhalasi aromaterapi lavender dengan combo acupressure lebih efektif menurunkan intensitas dismenorea primer dari pada pemberian terapi kombinasi inhalasi aquabides dengan combo acupressure. BAHASAN Karakteristik responden berdasarkan usia, menarche dan IMT Penyebab dari dismenorea primer adalah karena terjadinya peningkatan atau produksi yang tidak seimbang dari prostaglandin endometrium selama menstruasi. Prostaglandin akan meningkatkan tonus uteri, kontraksi sehingga timbul rasa sakit (Sarwono, 2. Ada beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab dismenorea primer, tiga diantaranya adalah usia, menarche dan IMT. Pertama, pengoptimalan organ reproduksi sangat dipengaruhi oleh usia, kedua adalah menarche, remaja yang mengalami menarche dini (>12 tahu. lebih berisiko mengalami dismenorea primer. IMT menjadi faktor terakhir yang diteliti pada penelitian ini, karena IMT berkaitan dengan status gizi yang menyebabkan kondisi anemia dan obesitas yang berpengaruh pada kejadian dismenorea primer pada remaja putri (Widiyanto & Lieskusumastuti, 2. Hasil analisis data menjelaskan bahwa remaja putri di STT Dwi Tunggal yang mengalami dismenorea primer adalah pada tahapan usia remaja pertengahan . -17 tahu. sebanyak 6 orang dan tahapan usia remaja akhir . -24 tahu. sebanyak 42 orang. Pada tahap ini remaja putri mengalami perubahan fisik dan masih mengalami pubertas yang dipengaruhi oleh aktifitas hormonal. Remaja usia <25 tahun terjadi optimalisasi fungsi saraf rahim sehingga sekresi prostagladin meningkat, yang akhirnya timbul rasa sakit ketika mentruasi atau disebut juga dismenorea primer. Remaja putri umur <25 tahun sangat rentan mengalami stress ditambah lagi pengelolaan stres yang kurang bagus, hal ini juga mempengaruhi hormon esterogen, progesteron dan prostaglandin menjadi meningkat sehingga menyebabkan terjadinya dismenorea primer yang dapat menganggu aktivitas (Romlah & Agustin. Dikaitkan dengan karakteristik responden dimana sebagian besar responden mengalami menarche pada usia normal yaitu antara usia 12-14 tahun yaitu sebanyak 35 orang sedangkan remaja yang mengalami menarche dini yaitu usia < 12 tahun sebanyak 13 orang. Usia menarche yang terlalu dini (<12 tahu. berisiko tinggi mengalami dismenorea primer. Remaja yang mengalami menarche dini, alat reproduksi belum siap untuk mengalami perubahan dan leher rahim masih sempit, sehingga timbul rasa sakit saat menstruasi. Menarche dini menyebabkan terjadi peningkatan hormon yaitu estrogen dan Hormon progesteron yang tinggi dapat meningkatkan sintesis prostaglandin pada Prostaglandin yang tinggi mengakibatkan nyeri menstruasi semakin berat, sejalan dengan Gema Kesehatan, p-ISSN 2088-5083/e-ISSN2654-8100 https://gk. com/gk Volume 16. Nomor 1. Juni 2024 penelitian yang dilakukan oleh Hamzah & Hamzah, 2021 di SMA N 1 Lolak, 94,1 % siswi yang mengalami menarche dini (<12 tahu. mengalami dismenorea primer setiap bulannya. Penelitian ini menjelaskan remaja putri yang mengalami dismenorea primer dengan status gizi normal sebanyak 43 orang dan status gisi berlebih atau overweight sebanyak 5 orang . Hasil ini sejalan dengan penelitan Nuraini et al. , 2021 yakni, remaja yang memiliki status gizi lebih mempunyai peluang terjadi dismenorea primer 5,508 kali dibandingkan dengan yang berstatus gizi normal. Status gizi berlebih dapat mengakibatkan dismenorea primer karena terjadinya jaringan lemak berlebih yang dapat menyebabkan hiperplasia pembuluh darah . erdesaknya pembuluh darah oleh jaringan lema. pada organ reproduksi remaja, sehingga darah yang seharusnya keluar pada proses menstruasi terganggu. Faktor lainnya yaitu karena remaja putri dengan IMT berlebih memiliki asam lemak berlebih pula yang dapat mengganggu metabolisme progesteron pada fase luteal akibatnya kadar prostaglandin meningkat yang memicu terjadinya dismenorea. Intensitas dismenorea primer pada remaja putri sebelum dan sesudah dilakukan intervensi pada kelompok perlakuan Berdasarkan hasil penelitian pada 24 remaja putri yang diberikan terapi kombinasi inhalasi aromaterapi lavender dengan combo acupressure diperoleh, sebelum intervensi skala dismenorea primer rentang pada skala 2-7, dimana yang mengalami nyeri ringan . kala 1-. sebanyak 7 orang, nyeri sedang . kala 4-. sebanyak 17 orang dengan nilai minimal 2, maximal 6 dan median 5,00. Skala dismenorea primer responden setelah intervensi menjadi antara rentang 0-5, dimana yang tidak merasakan nyeri . sebanyak 1 orang, nyeri ringan . kala 1-. sebanyak 16 orang, nyeri sedang . kala 4-. sebanyak 7 orang dengan nilai minimum 0, nilai maximum 5 dan nilai median 3,00. Berdasarkan data diatas berarti ada penurunan intenistas dismenorea primer yang terjadi. Hasil uji Wilcoxon dengan nilai Z -4. 136b dan nilai p value 0,000 . < 0,. artinya terapi kombinasi inhalasi aromaterapi lavender dengan combo acupressure efektif menurunkan intensitas dismenorea primer pada remaja putri. Penelitian ini sejalan dengan penelitian Yunianingrum et al. , 2018, tentang pengaruh kompres hangat dan aromaterapi lavender terhadap penurunan nyeri dismenore primer pada remaja putri di pondok pesantren An Salafiyyah dan Pondok Pesantren Ash-Sholihah Slamen, didapatkan hasil bahwa kelompok intervensi dengan aromaterapi lavender mengalami penurunan intensitas dismenorea lebih signifikan dibandingkan dengan kelompok intervensi yang diberikan kompres hangat. Menurut Nurak & Lerik, 2020 pemberian inhalasi aromaterapi lavender dapat merangsang pelepasan hormon endorphin yang dapat mengurangi bahkan menghilangkan rasa sakit alami sedangkan hormon serotonin dapat merilekskan dan meningkatkan mood, menjadi lebih rileks dan lebih tenang. Menurut Zulia et al. , 2017 penekanan pada titik Hegu LI4 dapat memberikan asupan energi pada organ reproduksi dan meredakan nyeri secara umum. Penekanan pada titik Sanyinjiao SP6 berfungsi untuk memperkuat limpa, mengembalikan keseimbangan yin pada hati dan ginjal sehingga hal tersebut Gema Kesehatan, p-ISSN 2088-5083/e-ISSN2654-8100 https://gk. com/gk Volume 16. Nomor 1. Juni 2024 dapat memperkuat pasokan darah dan memperlancar peredaran darah. Kombinasi pemberian inhalasi aromaterapi lavender dengan acupressure titik hegu LI4 dan sanyinjiao SP6 atau disebut juga dengan combo acupressure yang diberikan kepada remaja putri diharapkan dapat mengurangi intensitas dismenorea primer. Pemberian inhalasi aromaterapi lavender dapat merangsang pelepasan hormon endorphin yang dapat mengurangi bahkan menghilangkan rasa sakit alami sedangkan hormon serotonin dapat merilekskan meningkatkan mood, menjadi lebih rileks dan lebih tenang (Young Living, 2. Combo acupressure berfungsi untuk meningkatkan kadar endorphin dalam tubuh dan diharapkan dapat menurunkan dismenorea yang dirasakan (Panggabean, 2. Kombinasi dari dua teknik ini dapat menstimulasi peningkatan kadar endorphin dalam tubuh sehingga dapat mengatasi dismenorea secara lebih maksimal. Intensitas dismenorea primer pada remaja putri sebelum dan sesudah dilakukan intervensi pada kelompok kontrol Hasil penelitian pada 24 remaja putri yang diberikan terapi kombinasi inhalasi tanpa aromaterapi . dengan combo acupressure diperoleh, sebelum intervensi skala dismenorea primer rentang pada skala 3-7, dimana yang mengalami nyeri ringan . kala 1-. sebanyak 5 orang, nyeri sedang . kala 4-. sebanyak 18 orang, nyeri sedang . kala 7-. sebanyak 1 orang dengan nilai minimal 3, maximal 7 dan median 4,50. Skala dismenorea primer responden setelah intervensi menjadi antara rentang 0-7, dimana yang tidak merasakan nyeri . sebanyak 1 orang, nyeri ringan . kala 1-. sebanyak 7 orang, nyeri sedang . kala 4-. sebanyak 16 orang, nyeri berat . sebanyak 1 orang dengan nilai minimum 0, nilai maximum 7 dan nilai median 4,00. Berdasarkan data diatas hanya sedikit responden yang merasakan penurunan intenistas dismenorea primer setelah diberikan intervensi. Hasil uji Wilcoxon dengan nilai Z -850b dan nilai p value 0,395 . > 0,. artinya terapi kombinasi inhalasi tanpa aromaterapi . dengan combo acupressure kurang efektif menurunkan intensitas dismenorea primer pada remaja putri. Penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian Mulyani et al. , 2021 bertujuan untuk mengetahui perbedaan intensitas nyeri haid primer sebelum dan sesudah dilakukan combo acupressure pada remaja di SMA N 3 Singaraja sebanyak 27 responden didapatkan hasil setelah diberikan combo acupressure, intesitas nyeri haid primer menurun dibandingkan dengan sebelum diberikan intervensi. Menurut Rahmawati et al. , 2019 menyatakan bahwa efek penekanan titik acupressure ini juga terkait dengan dampaknya terhadap produksi endorphin dalam tubuh. Endorphin adalah pembunuh rasa nyeri yang dihasilkan sendiri oleh tubuh dan begitu dipicu menggunkan teknik acupressure akan mengintruksikan sistem endokrin untuk melepaskan sejumlah endorphin sesuai kebutuhan tubuh dan menjadi analgesik alami terhadap rasa nyeri yang sedang dirasakan saat dismenorea primer. Intensitas dismenorea primer pada remaja putri antara kelompok perlakuan dan kelompok Berdasarkan hasil penelitian kepada 48 remaja putri, pada kelompok perlakuan intensitas Gema Kesehatan, p-ISSN 2088-5083/e-ISSN2654-8100 https://gk. com/gk Volume 16. Nomor 1. Juni 2024 dismenorea primer setelah diberikan intervensi terapi kombinasi inhalasi aromaterapi lavender dengan combo acupressure, responden mengalami penurunan intensitas dismenorea primer dari nyeri sedang ke nyeri ringan, sedangkan pada kelompok kontrol setelah diberikan intervensi yaitu terapi kombinasi inhalasi aquabidest dengan combo acupressure hanya terdapat sedikit penurunan intensitas dismenorea primer yaitu dari 18 orang yang merasakan nyeri sedang sebelum intervensi menjadi 16 orang setelah intervensi dan ada satu orang yang meraskan nyeri berat serta hanya satu orang saja yang tidak merasakan nyeri. Hasil uji Man Whitney dengan nilai Z -2980b dan nilai p value 0,003 . < 0,. artinya terapi kombinasi inhalasi aromaterapi lavender dengan combo acupressure lebih efektif menurunkan intensitas dismenorea primer pada remaja putri dibandingkan terapi kombinasi inhalasi aquabidest dengan combo acupressure. Hasil ini sejalan dengan penelitian Nuraeni & Nurholipah, 2021 terhadap mahasiswi tingkat II di STIKes YPIB Majalengka menunjukkan terdapat pengaruh aromaterapi lavender terhadap intensitas nyeri haid . setelah diberikan intervensi. Hasil ini diperkuat dengan penelitian Aprilia . remaja putri yang diberikan combo acupressure mengalami penurunan intesitas dismenorea primer dibandingkan dengan remaja putri yang tidak diberikan perlakuan. Sehingga dengan mengkombinasikan kedua Teknik komplementer ini usaha untuk mengurangi nyeri dismenorea primer dapat membuahkan hasil lebih optimal. SIMPULAN Terapi kombinasi inhalasi aromaterapi lavender dengan combo acupressure efektif dalam menurunkan intensitas dismenorea primer pada remaja putri, sedangkan terapi kombinasi inhalasi aromaterapi aquabidest . anpa aromaterapi lavende. dengan combo acupressure kurang efektif dalam menurunkan intensitas dismenorea primer pada remaja putri. Pemberian terapi kombinasi inhalasi aromaterapi lavender dengan combo acupressure lebih efektif menurunkan intensitas dismenorea primer pada remaja putri dari pada pemberian terapi kombinasi inhalasi aquabidest dengan combo RUJUKAN