Jurnal Sinergi Manajemen p-ISSN : 3031-2485 e-ISSN : 3090-7519 Fokus SDM-Pemasaran-Keuangan-Kewirausahaan DOI: https://doi. org/10. 70285/g6j90q16 Analisis Dupont System dalam Menilai Kinerja Keuangan pada PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Periode 2014-2024 Rikeu Fauzianatul Hasanah1*. Jamaluddin2 Program Studi Manajemen. Universitas Pamulang1,2 hasanahrikeu@gmail. JamaluddinSE27@gmail. Received 10/08/2. Revised 15/08/2025 | Accepted 03/09/2025 *Korespondensi Penulis Abstract This study analyzes the financial performance of PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk from 2014 to 2024 using the Du Pont System approach. The objective is to assess the company's operational efficiency, asset utilization, and capital structure, and to measure their impact on return on equity. A descriptive quantitative research method was employed, utilizing annual financial statement data. The results indicate that the company's financial performance fluctuated but was in overall good condition. The average Net Profit Margin (NPM) of 4. 17% shows efficiency in cost management. Total Assets Turnover (TATO) with an average of 1. 49 times reflects the effectiveness of asset utilization in generating sales. The Equity Multiplier (EM) of 2. 34 times indicates a moderate use of debt. The combination of these factors resulted in an average Return on Equity (ROE) of 13. 89%, suggesting the company's ability to provide a good return to shareholders. The implication of this research is to provide an in-depth understanding for management and investors in comprehensively assessing financial performance. Keywords: DuPont System. Financial Performance. Net Profit Margin. Asset Turnover. Equity Multiplier. Abstrak Penelitian ini menganalisis kinerja keuangan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk pada periode 2014-2024 menggunakan pendekatan Du Pont System. Tujuannya adalah untuk mengkaji efisiensi operasional, penggunaan aset, dan struktur modal perusahaan, serta mengukur pengaruhnya terhadap pengembalian Metode penelitian kuantitatif deskriptif digunakan dengan data laporan keuangan tahunan. Hasil penelitian menunjukkan kinerja keuangan perusahaan fluktuatif namun secara keseluruhan dalam kondisi baik. Rata-rata Net Profit Margin (NPM) sebesar 4,17% menunjukkan efisiensi dalam mengelola biaya. Total Assets Turnover (TATO) dengan rata-rata 1,49 kali mencerminkan efektivitas penggunaan aset dalam menghasilkan penjualan. Equity Multiplier (EM) sebesar 2,34 kali menunjukkan pemanfaatan utang yang moderat. Kombinasi faktor-faktor ini menghasilkan Return on Equity (ROE) rata-rata 13,89%, yang mengindikasikan kemampuan perusahaan memberikan pengembalian yang baik bagi pemegang saham. Implikasi dari penelitian ini adalah memberikan pemahaman mendalam bagi manajemen dan investor dalam menilai kinerja keuangan secara komprehensif. Kata Kunci: DuPont System. Kinerja Keuangan. Laba Bersih. Perputaran Aset. Multiplier Ekuitas. Jurnal Sinergi Manajemen https://bmabersama. id/index. php/jsm Vol. 02 No. Bulan : Juni-September . Tahun : 2025 . Copyright A pada Penulis Jurnal Sinergi Manajemen p-ISSN : 3031-2485 e-ISSN : 3090-7519 Fokus SDM-Pemasaran-Keuangan-Kewirausahaan PENDAHULUAN Kinerja keuangan perusahaan merupakan cerminan dari keberhasilan manajemen dalam mengelola aset dan sumber daya untuk mencapai tujuan (Sanjaya & Rahayu, 2. Salah satu alat yang banyak digunakan untuk menganalisis kinerja ini adalah laporan keuangan, yang memuat data historis dan proyeksi masa depan perusahaan. Pemahaman yang mendalam terhadap kinerja keuangan sangat penting bagi berbagai pihak, termasuk manajemen untuk pengambilan keputusan strategis, investor untuk menilai prospek investasi, serta kreditor untuk mengevaluasi kemampuan pembayaran kembali utang (Novianti & Puspitasari, 2. Analisis rasio keuangan, seperti yang ditawarkan oleh Du Pont System, memberikan pandangan holistik mengenai faktor-faktor yang mendorong Return on Equity (ROE). Menurut Prasetyo . Du Pont System mengurai ROE menjadi tiga komponen utama: Net Profit Margin (NPM). Total Assets Turnover (TATO), dan Equity Multiplier (EM). Dengan demikian, analisis ini tidak hanya melihat hasil akhir, tetapi juga mendiagnosis masalah atau kekuatan pada tingkat operasional, efisiensi aset, dan struktur modal (Hasanah & Sanjaya, 2. Laporan keuangan sebelas tahun terakhir, yang dilihat dari berbagai akun yang ada untuk dihitung dengan rasio keuangan pada PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, sebagai berikut: Tabel 1. Laporan Keuangan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Periode 2014-2024 (Dalam Jutaan Rupia. Tahun Laba Bersih Penjualan Bersih Total Aktiva Total Ekuitas 60,000,000 Laba Bersih 50,000,000 Penjualan Bersih Total Aktiva 10,000,000 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 Gambar 1. 1 Laporan Keuangan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Periode 2014-2024 Jurnal Sinergi Manajemen https://bmabersama. id/index. php/jsm Vol. 02 No. Bulan : Juni-September . Tahun : 2025 . Copyright A pada Penulis Jurnal Sinergi Manajemen Fokus SDM-Pemasaran-Keuangan-Kewirausahaan p-ISSN : 3031-2485 e-ISSN : 3090-7519 Berdasarkan tabel dan grafik di atas, terlihat bahwa kinerja keuangannya mengalami fluktuasi selama periode 2014-2024. Laba bersih mencapai puncaknya pada tahun 2018 sebesar Rp 2. 201 juta, namun mengalami penurunan signifikan hingga menjadi Rp 945. 922 juta pada tahun 2023, sebelum akhirnya menunjukkan peningkatan menjadi Rp 3. 338 juta pada tahun 2024. Meskipun demikian, penjualan bersih menunjukkan tren peningkatan setiap tahunnya, dari Rp 24. 880 juta pada tahun 2014 dan terus naik menjadi Rp 55. 849 juta pada tahun 2024, mencerminkan pertumbuhan yang konsisten dalam aktivitas operasional perusahaan. Sementara itu, total aktiva perusahaan juga terus meningkat, dari Rp 15. 435 juta pada tahun 2014 menjadi Rp 34. 283 juta pada tahun 2024, menunjukkan adanya ekspansi aset yang cukup signifikan. Sejalan dengan itu, total ekuitas juga mengalami pertumbuhan dari Rp 5. 994 juta pada tahun 2014 menjadi Rp 16. 522 juta pada tahun 2024. Peningkatan ekuitas ini mencerminkan adanya akumulasi laba ditahan serta dukungan modal dari pemegang saham, yang turut berkontribusi dalam pembiayaan pertumbuhan perusahaan, sehingga ketergantungan pada liabilitas dapat ditekan. Kondisi tersebut mencerminkan adanya dinamika dalam kinerja keuangan yang tidak sepeuhnya stabil, terutama dari sisi profitablitas. Penurunan laba bersih yang cukup signifikan pada tahun-tahun terakhir dapat disebabkan oleh beberapa faktor internal maupun eksternal seperti meningkatnya beban pokok penjualan, tingginya biaya operasional, atau ketidakstabilan harga bahan baku utama di pasar global yang berdampak pada margin keuntungan perusahaan. Meskipun demikian, peningkatan penjualan bersih, total aktiva dan ekuitas mengindikasikan bahwa perusahaan masih memiliki kapasitas ekspansi dan pertumbuhan aktivitas usaha, meskipun efesiensi dalam menghasilkan laba dari aset yang dimiliki perlu terus ditingkatkan agar kinerja keuangan perusahaan dapat lebih optimal. Penelitian sebelumnya yang memiliki kesamaan dengan studi ini adalah penelitian yang dilakukan oleh Erna dan Irnawati . , yang bertujuan untuk menilai kinerja keuangan PT Gudang Garam Tbk dan PT HM Sampoerna Tbk periode 2017-2021. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode analisis DuPont System, yang mencakup perhitungan NPM. TATO. ROI, dan ROE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja keuangan kedua perusahaan tersebut mengalami fluktuasi pada periode 2017 hingga 2019, sedangkan pada tahun 2020 dan 2021 kinerjanya mengalami Selanjutnya penelitian yang dilakukan oleh Nadia Utami . juga menggunakan pendekatan DuPont System untuk megevaluasi kinerja keuangan PT Mulia Boga Raya Tbk pada periode 2019-2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja keuangan selama periode tersebut dianggap kurang baik. Hal ini disebabkan karena rasio-rasio seperti TATO. NPM. ROI, dan ROE masih berada di bawah rata-rata Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perusahaan belum mampu meningkatkan penjualan secara optimal dan belum efesien dalam menekan biaya operasional. Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk mengadakan penelitian pada PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, dengan menggunakan data sekunder yang berupa laporan keuangan tahunan perusahaan yang terdapat pada Bursa Efek Indonesia (BEI) selama sebelas tahun yaitu dari tahun 2014 sampai tahun Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa setiap komponen Du Pont memiliki peran vital. NPM mencerminkan efektivitas manajemen dalam mengendalikan biaya operasional dan harga pokok penjualan untuk menghasilkan laba bersih dari setiap rupiah penjualan (Sanjaya & Rahayu, 2. Studi oleh Setiawati dkk. menemukan bahwa NPM yang tinggi seringkali berkolerasi dengan manajemen yang efisien dan produk dengan margin keuntungan yang baik. Jurnal Sinergi Manajemen https://bmabersama. id/index. php/jsm Vol. 02 No. Bulan : Juni-September . Tahun : 2025 . Copyright A pada Penulis Jurnal Sinergi Manajemen Fokus SDM-Pemasaran-Keuangan-Kewirausahaan p-ISSN : 3031-2485 e-ISSN : 3090-7519 Sementara itu. TATO mengukur seberapa efisien perusahaan dalam menggunakan asetnya untuk menghasilkan penjualan. Rasio ini sangat penting untuk perusahaan padat aset (Novianti & Puspitasari. Penelitian oleh Kurniati & Sanjaya . menggarisbawahi pentingnya TATO dalam industri manufaktur, di mana perputaran aset yang cepat dapat menjadi indikator kesehatan operasional yang Komponen ketiga. EM, menunjukkan sejauh mana perusahaan memanfaatkan utang untuk mendanai Meskipun penggunaan utang dapat meningkatkan ROE, rasio ini juga mengindikasikan risiko finansial yang lebih tinggi (Prasetyo, 2. Menurut Setiawati dkk. , keseimbangan antara utang dan modal sendiri sangat krusial untuk menjaga stabilitas keuangan jangka panjang. Berdasarkan penelitian terdahulu, masih terdapat gap penelitian terkait analisis Du Pont System pada PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, sebuah perusahaan agribisnis terkemuka di Indonesia. Studi-studi yang ada cenderung fokus pada industri yang berbeda atau menggunakan periode analisis yang lebih Padahal, fluktuasi harga komoditas dan kondisi pasar yang dinamis di sektor agribisnis membuat analisis kinerja jangka panjang menjadi sangat relevan. Oleh karena itu, penelitian ini hadir untuk mengisi kekosongan tersebut dengan menganalisis kinerja keuangan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk selama periode 2014-2024. Kebaruan . penelitian ini terletak pada tiga aspek utama. Pertama, penggunaan periode analisis yang lebih panjang dan terperinci, yaitu selama 11 tahun . , memungkinkan identifikasi tren kinerja jangka panjang yang tidak terlihat dalam studi periode singkat. Kedua, penelitian ini secara khusus mengaplikasikan Du Pont System pada PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, yang merupakan salah satu pemain kunci di industri agribisnis, memberikan kontribusi empiris spesifik untuk sektor tersebut. Ketiga, penelitian ini tidak hanya menyajikan angka, tetapi juga menekankan implikasi praktis dari temuan rasio keuangan bagi para pemangku kepentingan, seperti manajemen untuk pengambilan keputusan dan investor dalam evaluasi investasi. Dengan demikian, kontribusi penelitian ini tidak hanya bersifat teoretis, tetapi juga praktis dalam membantu pemahaman yang lebih komprehensif tentang kinerja keuangan perusahaan. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif. Pendekatan kuantitatif dipilih karena penelitian ini berfokus pada analisis data numerik dari laporan keuangan untuk mengukur dan mendeskripsikan kinerja keuangan perusahaan. Sementara itu, desain deskriptif digunakan untuk memberikan gambaran yang akurat tentang karakteristik kinerja keuangan perusahaan selama periode yang diamati tanpa manipulasi variabel. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa laporan keuangan tahunan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk yang diperoleh dari situs resmi perusahaan dan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode 2014-2024. Data yang dikumpulkan meliputi laporan laba rugi, neraca, dan laporan perubahan ekuitas. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi, yaitu mencatat dan mengolah data dari dokumen-dokumen resmi yang tersedia. Langkah-langkah analisis data dilakukan secara berurutan. Pertama, data dari laporan keuangan diolah untuk menghitung setiap komponen dari Du Pont System, yaitu Net Profit Margin (NPM). Total Assets Turnover (TATO), dan Equity Multiplier (EM). Perhitungan dilakukan menggunakan rumus: NPM=(LabaBersih/Penjuala. TATO=Penjualan/TotalAset, dan EM=TotalAset/TotalEkuitas. Kedua, nilai-nilai komponen tersebut kemudian dikalikan untuk mendapatkan Return on Equity (ROE) Jurnal Sinergi Manajemen https://bmabersama. id/index. php/jsm Vol. 02 No. Bulan : Juni-September . Tahun : 2025 . Copyright A pada Penulis Jurnal Sinergi Manajemen Fokus SDM-Pemasaran-Keuangan-Kewirausahaan p-ISSN : 3031-2485 e-ISSN : 3090-7519 menggunakan rumus: ROE=NPMyTATOyEM. Terakhir, hasil perhitungan diinterpretasikan dan dianalisis secara deskriptif untuk menilai kinerja keuangan perusahaan secara komprehensif. HASIL dan PEMBAHASAN HASIL Berdasarkan analisis data laporan keuangan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, diperoleh hasil perhitungan rasio Du Pont System untuk periode 2014-2024. Secara umum, kinerja keuangan perusahaan menunjukkan fluktuasi yang dipengaruhi oleh dinamika pasar dan operasional perusahaan. Fluktuasi ini dapat diamati melalui tren masing-masing komponen rasio yang membentuk ROE. Hasil Analisis DuPont System untuk Menilai Kinerja Keuangan pada PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Periode 2014-2024. Berdasarkan hasil dari data-data dan penelitian dengan menggunakan metode perhitungan DuPont System sebagai berikut: Tabel. Perbandingan Rata-rata Perusahaan dengan Rata-rata industri Berdasarkan Analisis DuPont System PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (Periode 2014-2. Standar Umum & Rata-rata Tahun Keterangan Perusahaan Rata-rata Industri NPM 4,17 % 5 % - 10 % Cukup baik TATO 1,49 kali 1,0 - 1,5 kali Baik 2,34 kali 1,5 - 2,5 kali Baik ROE 13,89 % 10 % - 20 % Baik Sumber: Penulis . Berdasarkan Tabel 1. 1 perbandingan rata-rata perusahaan dan rata-rata industri dengan metode analisis DuPont System menunjukkan bahwa kinerja keuangan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Periode 20142024 berada pada kategori cukup baik hingga baik. Adapun penilaian masing-masing rasio adalah sebagai berikut: Net Profit Margin (NPM) Nilai rata-rata NPM perusahaan selama periode 2014-2024 tercatat sebesar 4,17 %, sedangkan standar industri berada pada kisaran 5 % - 10 %. Nilai ini menunjukkan bahwa kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih terhadap penjualan masih cukup baik, tetapi belum optimal. Oleh karena itu. NPM perusahaan dikategorikan dalam kondisi cukup baik. Total Assets Turnover (TATO) Nilai rata-rata TATO perusahaan dalam kurun waktu 2014-2024 sebesar 1,49 kali, berada di dalam kisaran standar industri yaitu 1,0 Ae 1,5 kali. Hal ini memperlihatkan bahwa perputaran aset perusahaan dalam menghasilkan pendapatan tergolong baik. Berdasarkan tolok ukur industri, nilai TATO perusahaan dikategorikan dalam kondisi baik. Total Assets Turnover (TATO) PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk rata-rata sebesar 1,49 kali. Angka ini mengindikasikan bahwa setiap satu rupiah aset yang dimiliki perusahaan, mampu menghasilkan penjualan sebesar Rp1,49. Nilai TATO yang relatif baik ini menunjukkan efektivitas perusahaan dalam memanfaatkan asetnya untuk menghasilkan pendapatan, yang sangat krusial dalam industri padat modal seperti agribisnis (Hasanah & Sanjaya, 2. Jurnal Sinergi Manajemen https://bmabersama. id/index. php/jsm Vol. 02 No. Bulan : Juni-September . Tahun : 2025 . Copyright A pada Penulis Jurnal Sinergi Manajemen Fokus SDM-Pemasaran-Keuangan-Kewirausahaan p-ISSN : 3031-2485 e-ISSN : 3090-7519 Equity Multiplier (EM) Nilai rata-rata EM tercatat sebesar 2,34 kali selama periode penelitian, sedangkan standar industri berada pada kisaran 1,5 Ae 2,5 kali. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan memiliki struktur modal yang seimbang antara penggunaan utang dan ekuitas. Nilai EM tersebut berada pada kategori baik, karena menunjukkan bahwa perusahaan mampu memanfaatkan pendanaan eksternal secara wajar untuk meningkatkan pengembalian terhadap ekuitas pemegang saham tanpa menimbulkan risiko leverage yang berlebihan. Rasio Equity Multiplier (EM) menunjukkan rata-rata sebesar 2,34 kali. Angka ini mencerminkan struktur permodalan perusahaan yang moderat, di mana sebagian besar aset didanai oleh ekuitas dan Nilai ini juga mengindikasikan bahwa perusahaan tidak terlalu bergantung pada utang untuk membiayai operasionalnya, sehingga risiko finansial dapat dikendalikan dengan baik (Setiawati dkk. Return On Equity (ROE) Nilai rata-rata ROE perusahaan selama periode penelitian sebesar 13,89 %, dan berada dalam kisaran standar industri yaitu sebesar 10 % - 20 %. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan cukup mampu memberikan pengembalian yang stabil atas ekuitas pemegang saham. Oleh karena itu, nilai ROE dikategorikan dalam kondisi baik. Kombinasi dari ketiga komponen tersebut menghasilkan Return on Equity (ROE) rata-rata 13,89%. Angka ini merupakan hasil akhir dari efisiensi operasional, efektivitas aset, dan struktur modal yang dikelola oleh perusahaan. Meskipun ROE menunjukkan fluktuasi dari tahun ke tahun, nilai rata-ratanya menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kemampuan yang baik dalam memberikan pengembalian keuntungan kepada para pemegang saham. Secara keseluruhan, hasil analisis menunjukkan bahwa kinerja keuangan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk berada dalam kondisi yang baik. Meskipun terdapat beberapa tahun di mana kinerja mengalami penurunan, hal ini berhasil diimbangi dengan perbaikan pada tahun-tahun berikutnya. Temuan ini konsisten dengan pernyataan Sanjaya & Rahayu . yang menunjukkan bahwa kinerja keuangan perusahaan sering kali mengalami pasang surut tergantung pada kondisi ekonomi makro dan strategi PEMBAHASAN Hasil analisis Du Pont System pada PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk menunjukkan bahwa kinerja keuangan perusahaan sangat dipengaruhi oleh kombinasi Net Profit Margin (NPM). Total Assets Turnover (TATO), dan Equity Multiplier (EM). Tingkat NPM yang fluktuatif tetapi stabil menunjukkan adanya tantangan dalam mengendalikan biaya operasional, terutama mengingat volatilitas harga pakan ternak dan komoditas lain di pasar global. Namun, manajemen mampu menjaga rata-rata margin keuntungan tetap positif, yang menunjukkan ketahanan operasional perusahaan. Dibandingkan dengan penelitian lain, seperti studi Hasanah & Sanjaya . pada PT Gudang Garam Tbk, di mana NPM cenderung lebih tinggi, kinerja PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk terlihat lebih Hal ini wajar mengingat perbedaan karakteristik industri. industri rokok cenderung memiliki margin keuntungan yang lebih besar dibandingkan agribisnis. Namun. TATO PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk yang kuat menunjukkan keunggulan kompetitif dalam hal efisiensi penggunaan aset, yang krusial untuk menghasilkan pendapatan di sektor dengan margin yang lebih tipis (Novianti & Puspitasari, 2. Jurnal Sinergi Manajemen https://bmabersama. id/index. php/jsm Vol. 02 No. Bulan : Juni-September . Tahun : 2025 . Copyright A pada Penulis Jurnal Sinergi Manajemen Fokus SDM-Pemasaran-Keuangan-Kewirausahaan p-ISSN : 3031-2485 e-ISSN : 3090-7519 Penggunaan utang yang tercermin dalam Equity Multiplier (EM) menunjukkan bahwa perusahaan memanfaatkan leverage finansial secara hati-hati. Ini adalah strategi yang baik untuk meminimalkan risiko finansial jangka panjang, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi. Strategi ini berbeda dengan perusahaan-perusahaan yang lebih agresif dalam menggunakan utang untuk ekspansi, seperti yang dianalisis dalam penelitian Kurniati & Sanjaya . Oleh karena itu, kontribusi penelitian ini adalah memberikan bukti empiris bahwa strategi konservatif dalam struktur modal dapat menghasilkan kinerja Return on Equity (ROE) yang stabil dan baik. Implikasi dari penelitian ini adalah memberikan panduan yang komprehensif bagi manajemen PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk untuk terus memantau dan mengoptimalkan setiap komponen Du Pont System. Manajemen perlu fokus pada peningkatan efisiensi operasional untuk menstabilkan atau bahkan meningkatkan NPM. Selain itu, upaya untuk meningkatkan perputaran aset melalui manajemen inventaris yang lebih baik dan optimalisasi aset tetap juga akan sangat berkontribusi pada peningkatan kinerja secara keseluruhan (Prasetyo, 2. Bagi investor, temuan ini menunjukkan bahwa PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk merupakan investasi yang relatif stabil, meskipun tidak menjanjikan pengembalian yang eksplosif. Kinerja yang solid dari TATO dan EM, meskipun NPM yang moderat, menunjukkan fondasi operasional yang kuat. Ini memberikan pemahaman bahwa ROE perusahaan bukan hanya didorong oleh laba, tetapi juga oleh efisiensi aset dan struktur permodalan yang sehat. SIMPULAN Berdasarkan hasil analisis Du Pont System, dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk selama periode 2014-2024 berada dalam kondisi yang baik. Meskipun kinerja mengalami fluktuasi, rata-rata Return on Equity (ROE) sebesar 13,89% mencerminkan kemampuan perusahaan dalam mengelola profitabilitas, efisiensi aset, dan struktur permodalan. Komponen Net Profit Margin (NPM) yang rata-rata 4,17% menunjukkan efisiensi operasional yang cukup baik, meskipun terdapat tantangan eksternal. Perusahaan berhasil mengelola biaya untuk mempertahankan margin keuntungan positif. Rasio Total Assets Turnover (TATO) dengan rata-rata 1,49 kali menunjukkan efektivitas yang tinggi dalam memanfaatkan aset untuk menghasilkan penjualan. Ini merupakan kekuatan utama perusahaan dalam industri agribisnis yang kompetitif. Selain itu, rasio Equity Multiplier (EM) sebesar 2,34 kali menunjukkan pemanfaatan utang yang moderat dan terkelola dengan baik. Strategi ini membantu perusahaan dalam menjaga stabilitas keuangan dan mengurangi risiko kebangkrutan. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dengan memberikan analisis jangka panjang yang mendalam mengenai kinerja keuangan perusahaan agribisnis di Indonesia. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi manajemen untuk merumuskan strategi yang lebih efektif, terutama dalam mengoptimalkan setiap elemen dari Du Pont System. Bagi investor, hasil penelitian ini memberikan informasi yang transparan dan komprehensif mengenai sumber-sumber pengembalian investasi. Ini membantu mereka dalam membuat keputusan yang lebih rasional dan terinformasi. Jurnal Sinergi Manajemen https://bmabersama. id/index. php/jsm Vol. 02 No. Bulan : Juni-September . Tahun : 2025 . Copyright A pada Penulis Jurnal Sinergi Manajemen Fokus SDM-Pemasaran-Keuangan-Kewirausahaan p-ISSN : 3031-2485 e-ISSN : 3090-7519 PENGHARGAAN Terima Kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, motivasi, saran, dan masukan yang konstruktif selama proses penyusunan artikel ini. Ucapan khusus juga ditujukan kepada dosen pembimbing, responden penelitian, serta instansi terkait yang telah membantu dalam pengumpulan data dan analisis sehingga penulisan artikel ini dapat diselesaikan dengan baik. DAFTAR PUSTAKA