JVIP, 4 . : 62 - 68 November 2023 E-ISSN : 2745-4363 Efektivitas Air Perasan Buah Jeruk Nipis (Citrus aurantifoli. Terhadap Ikan Bandeng (Chanos chano. Yang Diinfeksi Bakteri VibrioAlginolyticus Djoni Haniuf Kadja Lomi1Ai . Yudiana Jasmanindar1. Nicodemus Dahoklory1 1 Program Studi Budidaya Perairan. Fakultas Peternakan. Kelautan dan Perikanan. Universitas Nusa Cendana Jln. Adisucipto Penfui. Kota Kupang. Kode Pos 85228. Ai E-Mail Korespondensi: djonikadjalomi@gmail. Abstrak. Efek pemberian air perasan buah jeruk nipis untuk mencegah infeksi bakteri vibrio alginolitycus pada ikan bandeng, untuk mengetahui konsentrasi air perasan buah jeruk nipis yang tepat untuk mencegah infeksi bakteri Vibrio alginolitycus. Penelitian ini dilakukan dengan Metode penelitian yang di gunakan yaitu eksperimen dengan metode rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan 3 kali ulangan perlakuan yang di uji yaitu perlakuan A 50 ml, perlakuan B 75 ml, perlakuan C 100 ml perlakuan D 125 ml dan perlakuan Kontrol tanpa pemberian air jeruk nipis. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 2 bulan, bertempat di Laboratorium Stasiun Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kupang. Parameter yang diamati pada penelitian ini yaitu sel darah merah . , sel darah putih . , hemoglobin dan sintasan ikan bandeng. Darah ikan diambil pada bagian depan sirip ekor dengan menggunakan spuit yang terlebih dahulu diisi dengan Nasitrat. Sebelum pengambilan darah, ikan dibius terlebih dahulu menggunakan larutan minyak cengkeh sebanyak 0,5 ml/1 L air selama 15 menit, selanjutnya darah diambil menggunakan spuit. Darah yang telah diambil selanjutnya dilakukan pengamatan hematologi yaitu : perhitungan sel darah merah, sel darah putih dan perhitungan Hemoglobin. Darah ikan yang diambil untuk melakukan perhitungan hematologi ini diambil pada saat ikan masih dalam keadaan sehat dan ikan belum diberi air perasan jeruk nipis, selanjutnya pengambilan darah setelah ikan diberi air perasan jeruk nipis dan pengambilan terakhir darah ikan adalah pada saat telah diinfeksi dengan bakteri Vibrio alginolitycus. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pemberian air perasan jeruk nipis pengaruh nyata terhadap meningkatnya respon imun terhadap infeksi bakteri yang menyerang dalam proses pencegahan bakteri Vibrio alginolyticus. Kata kunci :Ikan Bandeng, eritrosit, leukosit, hemoglobin. Citrus Aurantifolia. Infeksi. Vibrio alginolitycus. Pendahuluan Ikan bandeng merupakan salah satu jenis ikan konsumsi yang paling banyak dibudidayakan di Indonesia. Berkembangnya teknologi budidaya bandeng dimasyarakat, tidak terlepas dari keunggulan komperatif dan strategisnya karena dapat dibudidayakan di air payau, laut bahkan air tawar serta toleran terhadap mutu Teknologi pembesaran dan pembenihannya telah dikuasai masyarakat. Namun dalam budidaya ikan bandeng masih terdapat banyak permasalahan, seperti tingkat eutrofikasi yang ditimbulkan oleh penggunaan pupuk yang berlebihan, pertumbuhan yang lambat karena permasalahan perairan . ualitas ai. , penggunaan bahan-bahan kimiawi berbahaya, dan munculnya penyakit yang menyerang ikan bandeng yang disebabkan oleh virus, bakteri, maupun jamur sehingga menyebabkan mutu ikan bandeng menurun (Sudrajat, 2. Ikan bandeng juga merupakan salah satu komoditas yang memiliki keunggulan komparatif dan strategis dibandingkan komoditas perikanan lainnya karena teknologi pembesaran dan pembenihannya telah dikuasai dan berkembang dimasyarakat. Persyaratan hidupnya tidak memerlukan kriteria kelayakan yang tinggi karena toleran terhadap perubahan mutu lingkungan dan merupakan sumber protein ikan yang potensial bagi pemenuhan gizi serta pendapatan masyarakat pembudidaya. Salah satu golongan bakteri yang dapat menyebabkan penyakit pada ikan bandeng adalah Vibrio alginolyticus. Bakteri patogen Vibrio alginolyticus dapat menyebabkan penyakit berupa vibriosis dan mengakibatkan kematian massal pada ikan yang dibudidayakan (Zafran et al. , 1. penyakit vibriosis menyerang hampir semua jenis ikan laut yang dibudidayakan (Krishnika, 2. Menurut (Sukenda et al. , 2. beberapa jenis spesies bakteri Vibrio sp seperti V. anguillarum dan V. marimus diketahui dapat menyebabkan serangan pada ikan. Bakteri ini bersifat ganas dan berbahaya baik pada ikan air laut maupun air payau karena dapat menyebabkan phatogen primer dan (Zafran et al. , 1. mengatakan bahwa beberapa spesies dari genus Vibrio alginolyticus patogen dan dapat menimbulkan penyakit epizootit yang serius, namun beberapa spesies yang lain hanya bersifat oportunis JVIP, 4 . : 62 - 68 November 2023 E-ISSN : 2745-4363 yang menimbulkan penyakit apabila ikan mengalami luka fisik, luka akibat parasit dan stress. Beberapa bakteri vibriosis menurut (Krishnika 2. antara lain: V. ordalii, dan V. Dalam mengantisipasi penyakit yang menyerang perlu diusahakan pencegahannya, baik melalui perbaikan kualitas lingkungan maupun pengelolaan kesehatan ikan bandeng melalui penggunaan obat-obatan yang ramah Dalam upaya pencegahan pembudidaya sering menggunakan bahan kimia untuk mengatasi permasalahan penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri maupun jamur. Namun penggunaan bahan kimia dan antibiotik secara terus-menerus dengan dosis atau konsentrasi yang tidak tepat dapat menimbulkan masalah baru yaitu berupa meningkatnya resistensi mikroorganisme terhadap antibiotik yang diberikan. Namun pemakaian bahan kimia dan antibiotik dapat menyebabkan masalah lain yang ditimbulkan terhadap lingkungan sekitarnya, ikan yang bersangkutan dan manusia yang mengkonsumsinya (Rusmawan, 2. Penggunaan bahan kimia untuk pengobatan parasit mempunyai dampak negatif, untuk itu perlu dilakukan penelitian menggunakan bahan lokal alternatif. Jeruk nipis (Citrus aurantifoli. sudah banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai tanaman berkhasiat, yang merupakan salah satu upaya untuk penanggulangan masalah kesehatan yang dihadapi. Jauh sebelum pelayanan kesehatan formal dengan obat-obatan modern yang menyentuh masyarakat. Pengetahuan tentang obat ini merupakan warisan budaya bangsa berdasarkan pengalaman yang secara turun temurun telah diwariskan oleh generasi terdahulu kepada generasi saat ini. Obat tradisoanal adalah ramuan dari tumbuhtumbuhan yang yang berkhasiat. Jeruk nipis (Citrus aurantifoli. merupakan salah satu tanaman yang selama ini dimanfaatkan oleh masyarakat untuk keperluan sehari-hari, mulai dari minuman, masakan, obat-obatan, bahkan digunakan sebagai zat aktif yang bisa membunuh bakteri (Iskandar et al. , 2. Bahan dan Metode Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan bandeng (C. berukuran panjang A 8-10 cm dan berat A 9-16 gram, jeruk nipis, larutan turk, larutan hayem, larutan HCI 0,1 ml, minyak cengkeh, larutan Na-Citrat 3,8% aquades, pakan ikan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen 4 perlakuan 3 kali ulangan, dengan pemberian air perasan buah jeruk nipis, perlakuan A 50 ml air perasan buah jeruk nipis, perlakuan B 75 ml air perasan buah jeruk nipis, perlakuan C 100 ml air perasan buah jeruk nipis, perlakuan D 125 ml air perasan buah jeruk nipis. Sedangkan parameter yang diamati yaitu sel darah merah . , sel darah putih . , hemoglobin, dan sintasan ikan bandeng. Hasil dan Pembahasan Sel Darah Merah (Eritrosi. Sel darah merah merupakan jenis darah yang paling banyak dan berfungsi untuk mengikat oksigen yang diperlukan pada proses oksidasi. Jumlah eritrosit per mmA kira-kira mencapai 5 juta sel. Warna merah darah sel darah merah itu sendiri berasal dari hemoglobin yang unsur utamanya adalah zat besi. Fungsi utama dari sel darah merah . yaitu sebagai pengangkut hemoglobin, eritrosit juga mempunyai fungsi lain seperti mengkatalis reaksi antara karbon dioksida dan air. Jumlah eritrosit berbeda-beda pada tiap ikan dan juga sangat dipengaruhi oleh stres dan suhu lingkungan. Perbandingan jumlah eritrosit tiap perlakuan dapat dilihat pada (Gambar . JVIP, 4 . : 62 - 68 November 2023 E-ISSN : 2745-4363 Eritrosit . 106 sel/mmA ) A : 50 ml B : 75 ml C :100 ml D : 125 ml KONTROL SEBELUM PERLAKUAN SETELAH PERLAKUAN INFEKSI BAKTERI Gambar 1. Jumlah Rata-Rata Eritrosit Pada Ikan Bandeng (C. Chano. Berdasarkan Gambar 1 di atas, menunjukan bahwa pada saat ikan sebelum diberi perlakuan A rata-rata eritrositnya 3,12x106 sel/mm3, perlakuan B rata-rata eritrosit 3,36x106 sel/mm3, perlakuan C rata-rata eritrosit 3,28x106 sel/mm3 dan perlakuan D rata-rata eritrosit 4,27x106 sel/mm3. Sedangkan setelah direndam dalam air perasan jeruk nipis rata-rata eritrosit mengalami kenaikan rata-rata eritrosit perlakuan A 9,36x106 sel/mm3, perlakuan Brata-rata eritrosit 9,05x106 sel/mm3, perlakuan C rata-rata eritrosit 8,39x106 sel/mm3 dan perlakuan D rata-rata eritrosit 10,6x106 sel/mm3. Kenaikan rata-rata eritrosit disebabkan ikan mengalami stress setelah direndam menggunakan air perasan jeruk nipis. Setelah ikan diinfeksi menggunakan bakteri vibrio alginolyticus rata-rata eritrositnya kembali mengalami penurunan pada perlakuan A menjadi 7,35x106 sel/mmA, perlakuan B 5,88x106 sel/mmA, perlakuan C jumlah eritrositnya 7,11x106 sel/mmA dan dikuti dengan perlakuan D rata-rata eritrosit 6,64x106 sel/mm3. Kembalinya penurunan rata-rata eritrosit pada ikan bandeng setelah diinfeksi menggunakan bakteri Vibrio alginolyticus disebabkan ada kerusakan organ ginjal. Rendahnya jumlah eritrosit menunjukan ikan menderita anemia dan kerusakan ginjal, sedangkan tingginya jumlah eritrosit menandakan ikan dalam keadaan stres. Menurut (Chinabut et al. , 1. jumlah eritrosit normal ikan bandeng berkisar antara 1-3 juta sel/mm. Pada perlakuan pencegahan, diduga ikan sudah membentuk sistem pertahanan tubuh karena didalam jeruk nipis memiliki senyawa atau kandungan minyak atsri yang berperan sebagai bioaktif yang memiliki efek pencegahan penyakit pada ikan serta dapat meningkatkan respon imun nonspesifik ikan terhadap infeksi pathogen yang menyerang sehingga mampu meningkatkan daya tahan tubuh ikan (Chakraborty dan Hancz. Sel Darah Putih (Leukosi. Sel darah putih disebut juga sel darah spesifik . yang dalam keadaan hidup berupa tetesan setengah cair (Sadikin, 2. Sel darah putih berfungsi untuk melindungi tubuh ikan dari kerusakan yang disebabkan oleh mikroorganisme dan berbagai benda asing lainnya , sel darah putih . juga salah satu bagian sel darah yang berperan menghasilkan antibodi. Kenaikan leukosit menunjukan pula kenaikan jumlah antibodi, jumlah leukosit lebih banyak diproduksi jika kondisi tubuh ikan sedang sakit, apabila dalam sirkulasi darah jumlah leukosit lebih sedikit dibandingkan dengan eritrosit. Jumlah leukosit tiap perlakuan dapat dilihat pada (Gambar . JVIP, 4 . : 62 - 68 November 2023 E-ISSN : 2745-4363 Jumlah Leukosit . 104 sel/m. A : 50 ml B :75 ml C : 100 ml D : 125 ml KONTROL SEBELUM PERLAKUAN SETELAH PERLAKUAN SETELAH INFEKSI Gambar 2. Jumlah Rata-Rata Leukosit Selama Penelitian Gambar 2, menunjukkan bahwa pada sebelum perlakuan, perlakuan A rata-rata leukosit 15,67x104 sel/mmA, dan perlakuan B rata-rata leukosit 5,76x104 sel/mmA, pada perlakuan C rata-rata 7,63x104 sel/mmA dan perlakuan D rata-rata leukosit 7,68x104 sel/mmA. Sedangkan setelah di rendam dengan air perasan jeruk nipis rata-rata leukosit pada perlakuan A 9,46x104 sel/mmA, perlakuan B 10,3x104 sel/mmA, perlakuan C 12,2x104 sel/mmA dan perlakuan D rata-rata leukosit 11,2x104 sel/mmA mengalami kenaikan diduga ikan mengalami stress disebabkan lama waktu perendaman air perasan jeruk nipis. Pada perlakuan setelah diinfeksi menggunakan bakteri Vibrio alginolyticus rata-rata leukosit kembali mengalami kenaikan perlakuan A 11,2x104 sel/mmA, perlakuan B 15x104 sel/mmA perlakuan C 14,8x104 sel/mmA dan perlakuan D rata-rata leukosit 14x104 sel/mmA. Hal ini dikarenakan leukosit berperan sebagai system kekebalan tubuh di mana saat ikan terserang bakteri Vibrio alginolyticus. maka ikan akan memproduksi lebih banyak sistim kekebalan tubuh sebagai perlawanan dari benda asing yang masuk ke dalam tubuh ikan. Menurut (Sadikin 2. leukosit berperan dalam sistem pertahanan tubuh yang akan dikerahkan ke tempat terjadinya infeksi untuk memberikan pertahanan terhadap infeksi patogen. Oleh karena itu pada saat ikan terinfeksi bakteri, jumlah leukositnya meningkat (Fauzan et al. , 2. Hemoglobin Hemoglobin juga berperan sebagai pengangkut oksigen yang mengandung zat besi dalam sel darah merah, pengukuran kadar hemoglobin darah ikan di lakukan dengan metode haemometer sahli. Rata-rata kadar hemoglobin ikan bandeng yang sakit sangat rendah di bawah kadar hemoglobin ikan bandeng yang sehatHemoglobin menentukan tingkat ketahanan tubuh ikan karena berhubungan erat dengan adanya daya ikat oksigen dalam darah (Gambar . JVIP, 4 . : 62 - 68 November 2023 E-ISSN : 2745-4363 Kadar Hemoglobin . /%) A = 50 ml B = 75 ml C = 100 ml D = 125 ml K=- IKAN SEBELUM PERLAKUAN IKAN SETELAH PERLAKUAN IKAN SETELAH INFEKSI Gambar 3. Jumlah Rata-Rata Hemoglobin Selama Penelitian Gambar 3, menunjukkan bahwa kadar hemoglobin sebelum perlakuan A 3. 9 g/dL, perlakuan B 3. g/dL, perlakuan C 3. 8 g/dL dan perlakuan D 3. 8 g/dL Sedangkan pada perlakuan setelah perendaman menggunakan air perasan jeruk nipis rata-rata eritrosit mengalami kanaikan perlakuan A sebesar 4. 4 g/dL, perlakun B 2. 8 g/dL, perlakuan C 3. 9 g/dL dan perlakuan D 3. Meningkatnya rata-rata hemoglobin disebabkan karena ikan mengalami stress lama waktu perendaman air perasan jeruk nipis. Pada perlakuan setelah diinfeksi menggunakan bakteri vibrio alginolyticus rata-rata hemoglobin ikan bandeng kembali mengalami kenaikan yang signifikan hal ini dikarenakan ikan yang terinfeksi bakteri mengalami pendarahan ( hemoragi ) pada bekas luka suntikan. Ikan mengalami hemoragi pada saat ikan sedang terinfekasi cendawan dan spora dengan dosis tinggi dan menyebabkan hemoglobin ikan meningkat. Sebaliknya jumlah hemoglobin menurun diduga karena ikan memiliki ketahanan yang lebih baik dan pendarahan yang keluar hanya sedikit. Menurunnya kadar hemoglobin dalam darah karena berkaitan dengan rendahnya nilai eritrosit yang diduga karena ikan mengalami lisis dalam darah. Lisis disebabkan karena pecahnnya sel darah merah karena adanya toksin bakteri dalam darah yang disebut hemolisin. Hal ini didukung pernyataan (Lagler et al, 1. konsentrasi hemoglobin dalam darah berkorelasi kuat dengan jumlah eritrosit. Semakin rendah jumlah eritrosit, maka semakin rendah pula konsentrasi hemoglobin di dalam darah, begitupun sebaliknya. Sintasan Ikan Bandeng Pengamatan sintasan ikan bandeng selama penelitian dapat dilihat pada gambar di bawah ini. SINTASAN (%) A : 50 ml B : 75ml C : 100ml D : 125ml Kontrol A : 50 ml B : 75ml C : 100ml D : 125ml Kontrol Gambar 4. Jumlah Rata-Rata Sintasan Ikan Bandeng (C. JVIP, 4 . : 62 - 68 November 2023 E-ISSN : 2745-4363 Berdasarkan analisis sidik ragam anova yang dilakukan menunjukan bahwa pemberian air perasan buah jeruk nipis berpengaruh nyata (P>0,. terhadap sintasan ikan bandeng. Rata-rata sintasan ikan bandeng yang diberi air perasan buah jeruk nipis berlisar antara 93,3%-100%. Sedangkan pada kontrol sintasannya sebesar Untuk mempercepat penyembuhan, selain itu asupan atau nutrisi pada pakan ikan bandeng juga harus diperhatikan sehingga dapat mencukupi asupan gizi ikan bandeng sehingga ikan akan memiliki cukup energi untuk proses penyembuhan. Kisaran kualitas air yang diukur selama penelitian, yaitu untuk suhu berkisar antara 25Ae26,7AC, dan Derajat keasaman . H) berkisar antara 7,5Ae8,0. Dari data pengukuran kualitas air tersebut, kisaran suhu yang diukur selama penelitian termasuk dalam kisaran suhu normal untuk pemeliharaan ikan. Menurut (Asniatih et al, 2. Rata-rata survival rate ikan bandeng tertinggi ditunjukkan pada perlakuan C 100% dan diikuti perlakuan A, perlakuan B dan perlakuan D yaitu 93,3%, sedangkan pada kontrol 60%. Keefektifan perendaman air perasan jeruk nipis dengan kelangsungan hidup tertinggi sebesar 100% dalam mengobati bakteri vibrio alginolyticus dikarenakan oleh jeruk nipis mengandung senyawa antibakteri. Hal ini sesuai dengan pendapat (Razak dkk, 2. air perasan jeruk nipis terbukti dapat membunuh bakteri gram positif, seperti Staphylococcous Melihat besarnya pengaruh perlakuan C . ir perasan jeruk nipis 100%) dipengaruhi oleh kemampuan air perasan jeruk nipis yang bersifat antiinflamasi sehingga dapat mengurangi peradangan dan membantu mengurangi rasa sakit bila terjadi pendarahan atau pembengkakan pada luka yang terinfeksi bakteri vibrio Antiinflamsi ini bersifat antibakteri dan antioksidan serta mampu meningkatkan kerja system imun karena leukosit sebagai spemakan benda asing lebih cepat bekerja dan system limpa cepat di aktifkan. Tingkah Laku Ikan Bandeng Pada Metode Pencegahan Respon Makan Respon makan pada ikan menjadi faktor yang sangat penting karena dapat menunjang upaya pencegahan pada ikan bandeng. Pada saat ikan belum di di beri perlakuan, respon makan yang baik dan dan terlihat agresif , dan setelah ikan di beri perlakuan air perasan jeruk nipis, ikan tidak memperlihatkan gejala apapun namun setelah ikan di infeksi dengan bakteri vibrio alginolitycus mulai memperlihatkan gejala seperti kurangnya nafsu makan, gerakan yang lambat serta adanya gejala klinis seperti mata memerah , sirip patah, peradangan pada bekas suntikan, sisik mengelupas, dan adnya luka di bagian tubuh. Setalah beberapa hari paska diinfeksi ikan mulai membaik hingga akhir penelitian. Kualitas Air Pengamatan kualitas air meliputi suhu dan pH dapat dilihat pada Tabel 1. Table 1. Data Kualitas Air Selama Penelitian. Parameter Suhu Satuan AC Nilai Kisaran Kualitas Air 25 Ae 26,7 7,5 Ae 8,0 Tabel 1 menjelaskan bahwa kisaran kualitas air yang diukur selama penelitian, yaitu untuk suhu berkisar antara 25Ae26,7AC, dan Derajat keasaman . H) berkisar antara 7,5Ae8,0. Dari data pengukuran kualitas air tersebut, kisaran suhu yang diukur selama penelitian termasuk dalam kisaran suhu normal untuk pemeliharaan Menurut (Asniatih et al, 2. , menyatakan bahwa suhu optimal dalam pemeliharaan ikan berkisar antara 25-30AC. Sedangkan dari data pengukuran pH . erajat keasama. , berkisar antara 8 dan termasuk dalam kisaran pH normal. Hal ini dipengaruhi oleh air yang steril dan tidak terjadi penumpukan kotoran sisa hasil metabolisme ikan uji dan juga karena pergantian air dilakukan secara rutin. JVIP, 4 . : 62 - 68 November 2023 E-ISSN : 2745-4363 Kesimpulan Pemberian air perasan buah jeruk nipis (Citrus aurantifoli. berpengaruh nyata dalam proses pencegahan bakteri vibrio alginolyticus sehingga dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dosis yang tepat untuk mencegah infeksi bakteri vibrio alginolitycus pada ikan bandeng (Chanos chano. menggunakan air perasan jeruk nipis (Citrus aurantifoli. yaitu terdapat pada perlakuan C dengan dosis 100 ml air dan air sebanyak 2000 ml. Ucapan Terimakasih Terimakasih penulis ucapkan kepada Laboraturium Mikrobiologi Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu (SKIPM) Kelas Satu Kupang. Yang sudah berkenan menerima dan memberikan tempat sebagai lokasi selama penelitian. Daftar Pustaka