Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. 2 Maret 2022. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. Pelatihan Pengembangan Karakter dalam Rangka Menghadapi Era Disrupsi pada RPTRA Pola Idaman Cilandak Jakarta Selatan Angestika Wilandari*1. Vicky Windasari2. Moehammad Shadiq Helmy3 . Viani Naufalia4 1,2,3,4Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Bina Sarana Informatika. Indonesia *e-mail: angestika. ael@bsi. id1, vicky. vwi@bsi. id2, shadiq. mse@bsi. id3, viani. vnf@bsi. Abstrak Pada era disrupsi saat ini pengembangan karakter adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan, namun masih banyak masyarakat yang belum sepenuhnya mengetahui apa dan bagaimana implementasi pengembangan karakter itu dan seberapa penting pengembangan karakter itu perlu dilakukan untuk seluruh masyarakat khususnya dan terlebih kehidupan dalam berbangsa dan bernegara. Pengembangan karakter tidak terkecuali dibutuhkan oleh warga di RPTRA Pola Idaman. Cilandak. Jakarta Selatan. Sebagai RPTRA yang memiliki banyak kegiatan yang memberdayakan warganya tentu saja warga RPTRA perlu melandasi dirinya dengan pengembangan dan pendidikan karakter yang baik agar dapat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pemahaman dan penyuluhan kepada warga RPTRA Pola Idaman. Cilandak. Jakarta Selatan tentang pelatihan pengembangan karakter dalam menghadapi era disrupsi. Hal tersebut salah satunya akan memberikan pemahaman bagaimana setiap warga RPTRA harus memiliki karakter yang sesuai dengan Pancasila. Metode pelaksanaan yang digunakan yaitu pemaparan, edukasi, sesi sharing dan studi kasus dilakukan secara hybrid. Diketahui bahwa setelah mengikuti pelatihan ini para peserta memiliki pengetahuan dan wawasan dalam membangun pengembangan Karakter yang positif berlandaskan dasar negara dan Tuhan Yang Maha Esa. Kata kunci: Dirupsi. Pengabdian Masyarakat. Pengembangan Karakter Abstract In the current era of disruption, character development is a very important thing to do, but there are still many people who do not fully understand what and how to implement character development and how important character development needs to be for all people in particular and especially life in the nation and Character development is no exception needed by members of the Pola Idaman RPTRA. Cilandak. South Jakarta. As an RPTRA that has many activities that empower its members, of course. RPTRA need to base themselves on good character development and education so that they can be useful in everyday life. The purpose of this community service is to provide understanding and counseling to members of the Pola Idaman RPTRA. Cilandak. South Jakarta about character development training in the face of the era of disruption. One of these things will provide an understanding of how every RPTRA members must have a character that is in accordance with Pancasila. The implementation method used is exposure, education, sharing sessions and case Known after this community service activity, the participants have knowledge and insight in building positive character development based on the foundation of the state and God Almighty. Keywords: Character Building. Community Dedication. Disruption PENDAHULUAN Kualitas Sumber Daya Manusia disuatu negara sangat ditentukan oleh pengembangan dan pendidikan karakter penduduknya, terutama di era disrupsi seperti saat ini, pengembangan karakter atau character building sangat menentukan karakteristik dan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia. Era disrupsi yang semakin massive dan cepat akan mempengaruhi pola pikir dan karakter seseorang, sehingga Pengembangan Karakter sangat diperlukan. Kebutuhan akan pengembangan karakter di masyarakat harus direspon dengan sigap dan cepat, karena jika tidak hal ini akan menjadi masalah besar yang akan mempengaruhi mentalitas suatu bangsa. Untuk merespon kebutuhan tersebut, pemerintah turut berperan serta aktif dalam proses pengembangan karakter, misalnya melalui institusi pendidikan, keagamaan, komunitas, instansi P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. 2 Maret 2022. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. swasta, lembaga swadaya masyarakat dan lain sebagainya. Kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi syarat utama untuk melaksanakan pembangunan, setiap manusia dituntut kompetensi Realitas perkembangan jaman yang semakin maju, membawa sejumlah implikasi bagi pengembangan SDM di Indonesia. Daya saing akan terwujud bila didukung oleh SDM yang Oleh karena itu dimensi daya saing dalam SDM semakin menjadi faktor penting sehingga upaya memacu kualitas SDM berkualitas, yang berpendidikan, memiliki pengetahuan, keahlian dan keterampilan, serta sikap dan perilaku kerja melalui pendidikan merupakan tuntutan yang harus menjadi perhatian khusus (Hermawan & Suryono, 2. Kebutuhan tersebut serupa dengan tiga isu utama masalah SDM di Indonesia, diantaranya kualitas, kuantitas, dan persebaran (Kementerian Keuangan, 2. Menghadapi kondisi kualitas SDM nasional saat ini, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Bank Dunia, kualitas SDM Indonesia berada pada peringkat 87 dari 157 negara. Kondisi tersebut membuat Indonesia belum mampu bersaing secara global dibandingkan dengan SDM negara lain. Oleh sebab itu, secara nasional kita harus mampu membangun kualitas SDM, khususnya yang mampu bersaing secara kompetitif dalam semua bidang (Arif & Ed, 2. Dalam membentuk SDM yang memiliki kualitas baik, inovatif serta berjiwa kompetitif bukan hanya sekedar melakukan pekerjaan sesuai tugas, pokok dan fungsinya tetapi dibutuhkan kemampuan lebih yakni SDM dapat mengikuti perkembangan zaman maupun situasi dan kondisi yang dinamis (Aji Nurharyanto, 2. SDM berkualitas tinggi adalah modal penting dalam menghadapi era revolusi industri 4. Revolusi Industri 4. 0 menciptakan peningkatan peluang kerja, namun mendorong terjadinya disrupsi dalam berbagai bidang yang menentukan perkembangan ekonomi ke depan secara global dan menghadirkan tantangan dalam berbagai aspek kehidupan manusia (Hartati, 2. Pembangunan SDM tidak dapat dipisahkan dari pembangunan karakter SDM itu sendiri. Namun, karakter masyarakat semakin lama semakin terkikis oleh arus teknologi dan informasi yang semakin canggih, budaya-budaya asing semakin merebak di tanah air hingga budaya lokal terancam, perilaku para elite politik mengancam kedaulatan politik, generasi muda yang brutal, mudah putus asa, kenakalan remaja, aliran radikalisme mengancam keutuhan NKRI, hingga permasalahan ketidakadilan HAM dalam berbagai aspek kehidupan (Lestari, 2. Perubahan yang terjadi tidak dapat dihindari, sehingga konsekuensinya adalah harus mengikuti arus perubahan agar tidak tertinggal karena perubahan zaman. Perubahan yang diharapkan tentunya tetap mempertahankan karakter asli atau budaya asli yang merupakan wujud identitas nasional bangsa Indonesia, dan jangan sampai arus perubahan menggerus budaya lokal yang merupakan ciri khas dari bangsa Indonesia. Disamping itu, negara Indonesia merupakan negara yang multikultural, maka tantangan yang dihadapi tentu semakin berat, baik tantangan yang bersifat global maupun lokal (Lestari, 2. Permasalahan yang terjadi yang diakibatkan arus teknologi dan informasi tersebut, membutuhkan upaya yang nyata untuk dapat menjadi sebuah penyelesaian. Sehingga, perlu diingat karakter tidak akan secara otomatis berkembang pada diri masyarakat, melainkan perlu adanya upaya untuk mengembangkan secara terpadu dengan cara dirancang dan dilaksanakan secara sadar dengan arah dan tujuan yang jelas (Nurul Zuriah. Rahmad Widodo, 2. Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, disrupsi didefinisikan hal tercabut dari akarnya. Jika diartikan dalam kehidupan sehari-hari, disrupsi adalah sedang terjadi perubahan fundamental atau mendasar, yaitu evolusi teknologi yang menyasar sebuah celah kehidupan Digitalisasi adalah akibat dari evolusi teknologi yang mengubah hampir semua tatanan kehidupan, termasuk tatanan dalam berusaha. Sebagian pihak mengatakan bahwa disrupsi adalah sebuah ancaman. Era disrupsi ini merupakan fenomena ketika masyarakat menggeser aktivitasaktivitas yang awalnya dilakukan di dunia nyata, ke dunia maya (Lasmawan, 2. Pada era disrupsi atau biasa dikenal dengan revolusi industri 4. 0, teknologi mulai dimanfaatkan dalam berbagai bentuk dengan tujuan memudahkan kehidupan umat manusia mulai dari sistem komunikasi maupun dalam memperoleh informasi yang akurat (Krismajayanti, , & Darma, 2. Era disrupsi juga dikatakan sebagai era yang memberikan banyak Perkembangan internet dan teknologi digital yang masif menjadi pemicu pergerakan dan konektivitas manusia dan mesin yang menyebabkan segala hal menjadi tanpa batas. Era ini juga akan mendisrupsi berbagai aktivitas manusia, diantaranya dalam bidang ilmu pengetahuan P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. 2 Maret 2022. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. dan teknologi serta bidang pendidikan (Siti Mutmainah, 2. Secara historis, dalam setiap perkembangan teknologi, tatanan masyarakat mengalami perubahan, karena teknologi baru dapat mengubah pola perilaku serta berbagai aspek yang berkaitan dengan kehidupan manusia. Dunia tergerus dengan kemajuan teknologi. Teknologi merupakan dua sisi wajah yang berlawanan, di satu sisi merupakan sahabat manusia, di sisi lain merupakan musuh yang dapat mengikis rasa humanis manusia (Handayani, 2. Disrupsi dapat dilihat melalui sisi positif dan negatif, di mana banyak dari masyarakat yang menganggap disrupsi sebagai hal negatif (Lian, 2. Beberapa orang menganggap bahwa era disrupsi bersifat berbahaya bagi kelangsungan usaha karena mereka menganggap era ini dapat menyerap atau menggeser yang semula dilakukan sesuai dengan tradisi menjadi serba bantuan teknologi modern (Rahma, 2. Disrupsi yang berkaitan dengan teknologi digital berbasis online, memiliki karakter perubahan secara cepat, luas, mendalam, sistemik, dan berbeda secara signifikan dengan situasi sebelumnya (Sobari, 2. Disrupsi menjadi instrumen konseptual untuk memahami perubahan yang terjadi karena perkembangan inovasi dan kreativitas masyarakat. Teori disrupsi membantu mengidentifikasikan kondisi aktual dunia dan masyarakat di era teknologi informasi yang bersifat digital (Ohitimur, n. Namun, masyarakat belum begitu siap untuk menjalankan kegiatan yang beroreintasi digital, seperti pendidikan, pelayanan kesehatan, administrasi, ekonomi, dan Bagaimana bangsa Indonesia menyikapi suatu perubahan dengan tetap tidak menghilangkan sisi kemanusiaan manusianya. Suatu tantangan bagi bangsa Indonesia dalam merespons kebutuhan digital, tanpa menghilangkan rasa kemanusian yang adil dan beradab, seperti yang tercantum dalam baris ke dua Pancasila. Bhineka Tunggal Ika sebagai lambang persatuan dan kesatuan bangsa (Handayani, 2. RPTRA atau Ruang Publik Terpadu Ramah Anak merupakan ruang publik berupa ruang terbuka hijau ramah anak yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang mendukung perkembangan anak, kenyamanan orang tua, serta tempat berinteraksi seluruh warga dari berbagai kalangan. Warga RPTRA Pola Idaman terdiri dari berbagai kalangan mulai dari anakanak hingga lanjut usia. RPTRA Pola Idaman memiliki visi berupa penciptaan masyarakat Jakarta yang terpadu, harmonis, serta berperilaku positif. Di sisi lain RPTRA Pola Idaman memiliki misi yaitu mencapai kota layak anak. Adapun dari mereka belum memahami dengan pasti apa yang dimaksud dengan era disrupsi. Selebihnya warga RPTRA Pola Idaman juga belum mengetahui secara pasti bagaimana menghadapi era disrupsi dimulai dari diri sendiri yaitu pengembangan Kondisi tersebut perlu dilakukannya edukasi ataupun pelatihan tentang dampak dari Kondisi itu yang mendorong dan dianggap penting bagi warga RPTRA Pola Idaman untuk mengetahui bagaimana mengembangkan karakter yang dapat disesuaikan di era disrupsi. Melihat kondisi warga RPTRA Pola Idaman tersebut dengan fenomena yang terjadi di era disrupsi, tentu ada banyak solusi yang dapat ditawarkan untuk mengatasi permasalahan ini. antaranya, peran pendidikan karakter yang mengacu pada kecerdasan spiritual dan emosional yang akan berimplikasi pada kepribadian mereka menghadapi banyaknya perubahan baik positif maupun negatif dalam era disrupsi saat ini. Karena, tanpa kecerdasan spiritual dan emosional, mustahil akan berhasil mencetak sumber daya yang berkualitas. Kualitas yang dimaksud tentu bukan semata-mata kemampuan intelektual atau keterampilan umum, namun didukung dengan sikap dan perilaku yang terpuji, yang akan membentuk kepribadian yang kuat untuk tidak mudah terpengaruh negatif oleh dampak yang ditimbulkan akibat adanya era disrupsi. Selain itu, solusi lain yang dapat ditawarkan adalah mengadopsi perubahan itu sendiri untuk mempermudah kegiatan bermasyarakat, yaitu dengan menjadikan sosial media sebagai wadah berdiskusi yang baik dan tanpa sekat. Namun dalam proses penggunaannya, nilai-nilai karakter Pancasila perlu di implementasikan oleh setiap pengguna sosial media. Tujuannya untuk menghindari perilaku negatif, berita bohong, dan menimbulkan konflik-konflik di dalam masyarakat seiring dengan tantangan-tantangan yang timbul pada era disrupsi akibat revolusi Karena, pada dasarnya dengan penggunaan sosial media yang baik, masyarakat dapat melakukan pembiasaan diri, pembinaan dan menjadikan wadah pemahaman nilai-nilai karakter Pancasila disamping diimplementasikan. Nilai-nilai karakter Pancasila yang sebelumnya rendah P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. 2 Maret 2022. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. pemahaman masyarakat dan belum terlaksanakan dengan sepenuhnya mendapatkan tempat di sosial media. METODE Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan oleh tim dosen Universitas Bina Sarana Informatika Prodi Manajemen. Kegiatan berupa pemaparan, edukasi serta sharing session. Sharing session tersebut dilakukan melalui model hybrid di mana pemaparan dilakukan secara daring dan adanya perwakilan tim dosen RPTRA Pola Idaman. Cilandak. dilokasi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. RPTRA Pola Idaman berlokasi di Jalan H. Kamang Bawah No. Kel. Pondok Labu Kec. Cilandak Jakarta Selatan. Media yang digunakan untuk sharing session secara daring melalui aplikasi zoom meeting dengan menggunakan link sebagai https://zoom. us/j/92386695942?pwd=VlE3cjNXckRlSXhuOWcwb2QvZWc2dz09 dengan Meeting ID: 923 8669 5942 serta Passcode: PMFMT. Sharing session tersebut dilakukan dalam waktu A selama 2 jam pada hari Sabtu 5 Maret 2022 yang akan dimulai pukul 10. WIB. Secara umum, tahapan pelaksanaan kegiatan ini dapat dirincikan sebagai berikut: Tabel 1. Metode Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat Persiapan Pelaksanaan Evaluasi dan Pelaporan Mencari A Pelaksanaan A Pengisian Kuesioner kebutuhan mitra A Pembuatan laporan Menetapkan materi dan metode pelatihan edukasi dan sharing Persiapan materi dan sarana penunjang A Case Study Sumber: Data diolah . Penjelasan atas tabel di atas adalah berikut ini: Tahap Persiapan, yaitu melakukan survey dan diskusi untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan pada saat pelatihan, serta menetapkan sasaran dalam pelatihan. Pada tahap persiapan juga dilakukan persiapan materi dan alat peraga untuk digunakan pada pelatihan. Tahap Pelaksanaan Pelatihan, meliputi kegiatan Pelatihan yang berupa pemaparan teori, edukasi dan sharing session berdasarkan teori, pengalaman dan pemecahan case study yang Tahap Evaluasi dan Pelaporan, yaitu untuk mengukur keberhasilan pelatihan, dilakukan pengisian kuesioner sesudah pelatihan serta membuat laporan kegiatan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengabdian kepada masyarakat merupakan kegiatan yang mampu memberikan suatu nilai tambah bagi masyarakat dari berbagai sisi dan berbagai aspek. Adapun hasil dari adanya pelatihan pengembangan karakter dalam rangka menghadapi era disrupsi di RPTRA Pola Idaman Cilandak yang menjadi tema adalah berikut ini: Konsep Pengembangan Pendidikan Karakter Pendidikan karakter yang seharusnya diberikan tentunya adalah karakter yang sesuai dengan nilai-nilai dasar negara yaitu Pancasila (Rachman et al. , 2. Penting sekali apabila nilainilai Pancasila ini di implementasikan ke dalam kehidupan seseorang, terlebih dalam pengembangan karakter. Dengan ideologi Pancasila maka sebagai warga yang baik harus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, dan ideologi Pancasila tidak dapat terganti sampai kapanpun. Pendidikan karakter tersebut juga berfungsi untuk mengembangkan potensi dasar agar seseorang berhati baik, berpikir baik, dan berperilaku baik, memperkuat dan membangun perilaku bangsa yang multikultur, meningkatkan peradaban P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. 2 Maret 2022. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. bangsa yang kompetitif dalam pergaulan dunia. Pada intinya, pendidikan karakter bertujuan membentuk bangsa yang tangguh, kompetitif, berkembang dinamis, berorientasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang semua dijiwai oleh iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan Pancasila. Salah satu upaya pemerintah tentang pendidikan karakter adalah Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang terintegrasi dalam Gerakan Nasional Revolusi Mental, yaitu perubahan cara berpikir, bersikap dan bertindak menjadi lebih baik (Atika et al. , 2. Maka dari itu, berdasarkan riset yang kami lakukan terdapat Gerakan PPK (Penguatan Pendidikan Karakte. yang dibutuhkan oleh warga untuk dapat diimplementasikan dalam kehidupan seharihari guna membentuk karakter-karakter dalam menghadapi era disrupsi, yaitu diantaranya: Religius Nilai karakter religius mencerminkan keberimanan terhadap Tuhan yang Maha Esa yang diwujudkan dalam perilaku melaksanakan ajaran agama dan kepercayaan yang dianut, menghargai perbedaan agama, menjunjung tinggi sikap toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama dan kepercayaan lain, hidup rukun dan damai dengan pemeluk agama lain. Subnilai religius antara lain cinta damai, toleransi, menghargai perbedaan agama dan kepercayaan, teguh pendirian, percaya diri, kerja sama antar pemeluk agama dan kepercayaan, antibuli dan kekerasan, persahabatan, ketulusan, tidak memaksakan kehendak, mencintai lingkungan, melindungi yang kecil dan tersisih. Nasionalis Nilai karakter nasionalis merupakan cara berpikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa, menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya. Subnilai nasionalis antara lain apresiasi budaya bangsa sendiri, menjaga kekayaan budaya bangsa, rela berkorban, unggul, dan berprestasi, cinta tanah air, menjaga lingkungan, taat hukum, disiplin, menghormati keragaman budaya, suku dan agama. Mandiri Nilai karakter mandiri merupakan sikap dan perilaku tidak bergantung pada orang lain dan mempergunakan segala tenaga, pikiran, waktu untuk merealisasikan harapan, mimpi dan cita-cita. Subnilai mandiri antara lain etos kerja . erja kera. , tangguh tahan banting, daya juang, profesional, kreatif, keberanian, dan menjadi pembelajar sepanjang hayat. Gotong Royong Nilai karakter gotong royong mencerminkan tindakan menghargai semangat kerja sama dan bahu membahu menyelesaikan persoalan bersama, menjalin komunikasi dan persahabatan, memberi bantuan atau pertolongan pada orang-orang yang membutuhkan. Subnilai gotong royong antara lain menghargai, kerja sama, inklusif, komitmen atas keputusan bersama, musyawarah mufakat, tolong menolong, solidaritas, empati, anti diskriminasi, anti kekerasan, dan sikap kerelawanan. Integritas Nilai karakter integritas merupakan nilai yang mendasari perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan, memiliki komitmen dan kesetiaan pada nilai-nilai kemanusiaan dan moral . ntegritas mora. Karakter integritas meliputi sikap tanggung jawab sebagai warga negara, aktif terlibat dalam kehidupan sosial, melalui konsistensi tindakan dan perkataan yang berdasarkan kebenaran (Silfia, 2. Pengembangan Pendidikan Karakter di RPTRA Pola Idaman Perkembangan pendidikan selalu berubah seiring perkembangan zaman, semakin luas akses interaksinya semakin luas pula tantangannya. Anak yang di didik di masa lalu kini menghadapi tantangan nyata saat ini, sementara anak yang di didik saat ini suatu saat akan berhadapan dengan tantangan masa depan. Transformasi pendidikan memang menjadi sebuah keharusan yang tak terhindarkan guna mengimbangi arus dirupsi. Pendidikan di masa lalu cukup mudah membuat anak menjadi pribadi yang taat patuh dan mudah diatur meskipun fungsi tripusat pendidikan berjalan timpang dan lebih memerankan pendidikan dilingkungan sekolah. P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. 2 Maret 2022. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. Akan tetapi hasilnya sudah cukup memuaskan dalam membentuk karakter dan kepribadian anak yang baik, berbeda dengan kondisi saat ini dimana peran lingkungan pendidikan keluarga dan masyarakat harus mulai diperankan secara maksimal (Sayyidi & Sidiq, 2. Perubahan disruptif menumbangkan sistem yang berlaku hingga akhirnya terjadi perubahan mendasar tak boleh diabaikan. Pada era disrupsi ini banyak perubahan yang begitu cepat terjadi, yang paling menonjol lebih dominannya akses media sosial ataupun teknologi Strategi sebagai proses manajemen hubungan antara lembaga dengan lingkungan, terdiri dari perencanaan strategik, perencanaan kapabilitas, dan manajemen perubahan (NURYADIN, 2. Dalam menjalankan setiap visi dan misinya. RPTRA Pola Idaman beberapa kali melakukan kegiatan yang berpihak kepada masyarakat. Kegiatan yang belum lama dilakukan adalah kegiatan panen seperti panen sayur dan ikan yang sengaja dibudidayakan di lingkungan RPTRA. Selain itu ada kegiatan pendistribusian bahan pangan seperti daging yang dilakukan di RPTRA Pola Idaman. Adapun solusi yang dapat kami tawarkan untuk mengatasi permasalahan yang telah diuraikan di atas, antara lain: Melakukan pengenalan lebih dalam kepada warga terkait era disrupsi yang terjadi saat ini serta konsekuensi yang harus dihadapi warga untuk mengikuti arus perubahan agar tidak tertinggal karena perubahan zaman. Selain itu, juga mengenalkan nilai-nilai Pancasila kepada warga dengan melakukan sosialisasi pada kegiatan Pengabdian Masyarakat ini, dan sosialisasi yang disebarluaskan melalui internet atau media sosial, dengan menggalakkan lewat kontenkonten menarik yang menayangkan aksi dari pengimplementasian nilai-nilai Pancasila itu, karena untuk zaman sekarang ini diperlukan pendekatan yang lebih ekstra kepada Warga dapat menggunakan globalisasi teknologi dan mengarahkan kondisi disrupsi yang terjadi ke arah yang lebih positif. Serta, untuk menjangkau warga pada usia remaja, juga diperlukan pendekatan dalam lingkungan keluarga, sekolah, maupun perguruan tinggi yang akan turut mempengaruhi. Sehingga perlu contoh nyata juga dalam lingkungan tersebut meskipun hal kecil sekalipun, agar dapat terbentuk secara perlahan. Sosialisasi tentang budaya literasi kewarganegaraan ataupun tentang pancasila, sehingga warga mempunyai pedoman untuk berpikir atau bertindak dalam kehidupan sehari-harinya dengan berlandaskan nilai-nilai Pancasila, maka terbentuklah jiwa kebangsaan yang kokoh dan terhindar dari hal-hal negatif serta selalu berpikir positif dalam menghadapi era disruptif yang terjadi (AnAoUmillah et al. , 2. 3 Dokumentasi dan Evaluasi Pelatihan Adapun dokumentasi dari pelaksanaan kegiatan Pelatihan Pengembangan Karakter Dalam Rangka Menghadapi Era Disrupsi Pada RPTRA Pola Idaman Cilandak. Jakarta Selatan adalah sebagai berikut: Gambar 1. Sambutan Panitia On-Site Sumber: Dokumentasi Pribadi . Kegiatan pengabdian masyarakat, yang telah dilakukan di RPTRA Pola Idaman pada tanggal 05 Maret 2022 diawali dengan sambutan yang diberikan oleh panitia pengabdian masyarakat yang hadir secara langsung di lokasi kegiatan. Sambutan yang diberikan bertujuan untuk P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. 2 Maret 2022. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. memberikan pengenalan kepada warga bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang terjadi pada warga di lingkungan RPTRA Pola Idaman. Kemudian, kegiatan selanjutnya adalah menyampaikan materi terkait dengan ringkasan pelatihan pengembangan karakter di era disrupsi. Gambar 2. Penyampaian Materi Pelatihan Secara Online Sumber: Dokumentasi Pribadi . Panitia menjelaskan bahwa salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan sadar diri untuk ikut serta dalam pengembangan diri. Bentuk dari pengembangan diri tersebut dapat dilakukan melalui pelatihan pengembangan karakter. Mengingat pentingnya pengembangan karakter perlu disosialisasikan kepada warga RPTRA Pola Idaman sehingga pengetahuan tentang pengembangan karakter di era disrupsi bertambah. Gambar 3. Kondisi Pelatihan On-Site Sumber: Dokumentasi Pribadi . Kegiatan pengabdian masyarakat ini dihadiri oleh warga yang berada di lingkungan RPTRA Pola Idaman. Warga menyimak berbagai materi yang disampaikan oleh panitia melalui layar proyektor yang dapat disaksikan secara langsung oleh warga di lokasi tersebut. Penyampaian materi dibuat sedemikian rupa untuk menarik minat warga dalam memahami materi yang diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan yang terjadi terkait dengan adanya perubahan revolusi industri 4. 0 pada era disrupsi. Gambar 4. Case Study Pelatihan On-Site Sumber: Dokumentasi Pribadi . P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. 2 Maret 2022. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. Setelah terlaksananya pemaparan materi oleh tim dosen yang disebut sebeagai tim tutor, dibagikan kuisioner kepada para peserta sebagai bahan evaluasi atau timbal balik kepada tim Tim dosen melakukan rekapitulasi hasil kuisioner yang telah dibagikan ke dalam tabel berikut ini: Tabel 2. Rekap Kuisioner Pelatihan Indikator Pengukuran (%) Setuju Tidak Setuju Personil/anggota yang terlibat masyarakat memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan peserta Tutor kegiatan dengan jelas dan mudah dimengerti oleh peserta Setiap keluhan/pertanyaan/permasalahan dengan baik oleh tutor yang terlibat Materi yang disampaikan sesuai dengan kebutuhan peserta dalam menambah wawasan, pengetahuan, keterampilan dan keahlian peserta Peserta kegiatan berupa modul dan soal Peralatan untuk menyampaikan materi memadai Kegiatan pengabdian masyarakat yang disampaikan bermanfaat pengetahuan, keterampilan dan keahlian peserta Saya merasa puas dengan kegiatan Kegiatan pengabdian masyarakat dengan harapan saya Jika kegiatan ini diselenggarakan kembali, saya bersedia untuk berpartisipasi/terlibat Sumber: Data diolah . Aspek Penilaian Berdasarkan tabel hasil rekap kuisioner diketahui bahwa hampir seluruh responden merasa puas dengan kegiatan pengabdian yang diselenggarakan meskipun tim tutor tetap harus memperbaiki kinerja penyampaian materi ke depannya. Diketahui bahwa sebesar 25% dari pesera merasa setiap pertanyaan atau permasalahan yang diajukan oleh peserta belum sepenuhnya dapat terjawab dengan baik. Meskipun demikian seluruh responden merespon positif melalui komentar yang disampaikan melalui kuisioner, seperti merasa terbantu dengan adanya kegiatan pelatihan ini, diharapkan untuk terus diadakan secara tatap muka, serta kegiatan yang dilaksanakan sangat menyenangkan. Selain rekap kuisioner, adapun tabel rekap pendapat serta saran dari peserta berikut ini: P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. 2 Maret 2022. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. Tabel 3. Rekap Pendapat dan Saran Respondent Pendapat Saran Bermanfaat dan menambah Intensitas ditingkatkan agar lebih banyak pengetahuan masyarakat serta sarat berperan dalam mencerdaskan masyarakat. Sesuai dengan tema dan menginspirasi Agar dilaksanakan untuk masyarakat umum. Sangat membantu masyarakat. Tema selanjutnya bisa kekerasan terhadap anak dan perempuan. Sangat membantu masyarakat dalam Tema selanjutnya pemahaman gadget dimasa menambah pengetahuan. pandemi terhadap anak. Memberikan manfaat yang baik Kegiatan ini kalau bisa diadakan kembali. untuk masyarakat. Suatu kegiatan yang sangat baik dan positif bagi masyarakat. Sangat membantu masyarakat yang masih gaptek ilmu. Cukup Bagus. Lebih efektif lagi dari segi penjelasan dan Cukup Puas. Lebih baik lagi dalam menjelaskan dan memberikan contoh. Sesuai dengan harapan saya, saya Untuk kedepannya agar lebih semangat. merasa puas Menyenangkan, mudah dipahami dan Lebih sering untuk tatap muka. sangat puas. Kualitas materi baik. Untuk seminar lebih baik jangan virtual. Sedikit peserta tetapi tercapai materinya dan lebih jelas Baik. Sangat membantu untuk pengetahuan Baik dan sangat membantu untuk kita Tema selanjutnya bisa pelayanan terhadap yang kurang paham. anak gimana cara mengatasi anak yang hiperaktif dan yang bermasalah. Excelent. Sangat bermanfaat untuk diaplikasikan Lanjutkan. pada masyarakat. Penyampaian cukup jelas dan menarik. Sering diadakan kegiatan seperti ini. Tim dosen atau tim tutor mencoba menganalisis lebih dalam lagi dari masukan diatas menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang mengerucutkan kepada indikator apakah kegiatan pelatihan pengembangan karakter di era disrupsi ini cukup membantu atau tidak dapat dilihat melalui gambar berikut ini: Gambar 5. Diagram Hasil Rekapitulasi Sumber: Data diolah . P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. 2 Maret 2022. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. Adapun berdasarkan diagram di atas, menunjukkan bahwa pelatihan pengembangan karakter yang diberikan kepada warga RPTRA Pola Idaman dapat membantu warga untuk memecahkan permasalahan yang ada di tengah masyarakat terkait dengan adanya perubahan yang terjadi di era disrupsi, khususnya pada sikap dan moral yang turut terdampak akibat era disrupsi revolusi industri 4. KESIMPULAN Pengembangan Karakter Dalam Rangka Menghadapi Era Disrupsi sangat penting dilakukan terhadap seluruh masyarakat, khususnya generasi muda yang masih mencari jati Agar terhindar dari dampak buruk era disrupsi yang perubahannya sangat cepat dan dapat menggerus norma-norma kehidupan dalam bermasyarakat. Hendaknya peran seluruh elemen masyarakat diperlukan dalam hal ini untuk selalu mengadakan secara simultan kegiatan pengembangan karakter secara formal maupun informal. Pengembangan Pendidikan karakter yang diperlukan haruslah selaras dengan landasan negara yaitu Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika yang bertumpu pada 5 norma yang telah ditetapkan pemerintah melalui Gerakan PPK (Penguatan Pendidikan Karakte. yaitu religius, nasionalis, mandiri, gotong royong dan integritas. Pada intinya, pendidikan karakter bertujuan membentuk bangsa yang tangguh, kompetitif, berkembang dinamis, berorientasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang semua dijiwai oleh iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan Pancasila. DAFTAR PUSTAKA