Fitri Jurnal Studi Tindakan Edukatif Volume 1. Number 2, 2025 Open Access: https://ojs. id/jste/ Inovasi Pembelajaran Berbasis Musik dan Gerak untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Anak di RA. Nurul A'la Balikpapan Kaltim Rahmawati1. Rihwatun2 1 RA. Nurul A'la Balikpapan Kaltim, 2 RA. Tarbiyatul Muta'allimin Correspondence: rahmabpp25@gmail. Article Info Article history: Received 02 Jan 2025 Revised 02 Feb 2025 Accepted 31 Mar 2025 Keyword: Music And Movement. Motor Skills. Early Childhood Education. Coordination. Ra Nurul A'la Balikpapan. Kaltim. Classroom Action Research. ABSTRACT This study aims to explore the innovation of music and movement-based learning to enhance motor skills in children at RA Nurul A'la Balikpapan. Kaltim. The research uses a qualitative approach with a classroom action research (CAR) design. The intervention involves integrating music and movement activities into daily lessons, such as rhythmic exercises, dancing, and clapping games, which engage children in physical movement while incorporating musical elements. Data is collected through observations, student reflections, and teacher interviews. The findings indicate that music and movement-based learning significantly improved children's motor skills, including their coordination, balance, and fine motor control. Children showed greater enthusiasm in participating in activities and demonstrated improved physical agility. Furthermore, the integration of music helped make the learning process more enjoyable and engaging, leading to better focus and participation. This study highlights the importance of incorporating music and movement into early childhood education as an effective way to develop motor skills while fostering creativity and enjoyment in the learning process. The results suggest that this approach can be a valuable tool in promoting both physical and cognitive development in young learners. A 2025 The Authors. Published by PT SYABAN MANDIRI BERKARYA. This is an open access article under the CC BY NC license . ttps://creativecommons. org/licenses/by/4. INTRODUCTION Pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan tahap yang sangat krusial dalam perkembangan anak. Pada masa ini, anak-anak mulai mengembangkan dasar-dasar kemampuan yang akan menjadi fondasi bagi keterampilan kognitif, sosial, fisik, dan emosional mereka. Salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan dalam pendidikan anak usia dini adalah pengembangan kemampuan motorik anak. Kemampuan motorik yang baik tidak hanya mendukung perkembangan fisik anak, tetapi juga berperan penting dalam mendukung perkembangan kognitif dan sosial mereka. Di RA Nurul A'la Balikpapan. Kaltim, terdapat kebutuhan untuk meningkatkan kemampuan motorik anak-anak melalui pendekatan yang lebih inovatif dan menyenangkan. Dalam konteks pendidikan anak usia dini, musik dan gerak menjadi salah satu pendekatan yang sangat potensial untuk mengembangkan keterampilan motorik anak. Musik dan gerakan membantu anak untuk meningkatkan koordinasi, keseimbangan, serta keterampilan motorik halus dan kasar mereka. Penelitian oleh Prensky . menunjukkan bahwa pembelajaran yang melibatkan musik dan gerakan dapat memperkaya pengalaman belajar anak dan membantu mereka mengembangkan keterampilan motorik dengan cara yang menyenangkan dan kreatif. Oleh karena itu, penerapan pembelajaran berbasis musik dan gerak di RA Nurul A'la diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan kemampuan motorik anak-anak. Salah satu alasan penting mengapa musik dan gerakan sangat efektif dalam mendukung perkembangan motorik anak adalah karena aktivitas ini melibatkan gerakan fisik yang terkoordinasi dengan ritme Aktivitas seperti menari, bertepuk tangan, atau mengikuti gerakan tertentu yang disertai dengan musik dapat membantu anak-anak mengembangkan keseimbangan, koordinasi, dan fleksibilitas tubuh. Saracho & Spodek . menjelaskan bahwa pembelajaran yang melibatkan musik dan gerakan Rahmawati. Rihwatun . Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. membantu anak-anak untuk menghubungkan gerakan tubuh dengan pola ritmis, yang sangat penting dalam perkembangan motorik mereka. Dengan demikian, pengenalan musik dan gerakan pada anak usia dini menjadi kunci dalam mendukung perkembangan motorik yang optimal. Selain meningkatkan keterampilan motorik, musik dan gerakan juga dapat meningkatkan keterampilan sosial anak-anak. Dalam pembelajaran berbasis musik dan gerak, anak-anak akan bekerja sama dengan teman-teman mereka, berinteraksi, dan berkolaborasi dalam kegiatan bersama. Hal ini membantu mereka untuk mengembangkan keterampilan sosial, seperti berbagi, bekerja sama, dan berkomunikasi dengan orang lain. Penelitian oleh Zins & Elias . menunjukkan bahwa pembelajaran yang melibatkan kerja sama antar siswa dapat memperkaya perkembangan sosial mereka, yang penting bagi kehidupan mereka di masa depan. Dengan melibatkan anak-anak dalam aktivitas musik dan gerak, mereka dapat belajar untuk bekerja sama dalam kelompok, yang merupakan keterampilan sosial yang sangat dibutuhkan. Namun, meskipun musik dan gerakan memiliki banyak manfaat untuk perkembangan motorik dan sosial anak, penerapan metode ini di sekolah-sekolah, khususnya di PAUD, sering kali terbatas. Banyak sekolah yang belum memiliki infrastruktur atau bahan ajar yang mendukung pembelajaran berbasis musik dan gerak. Di RA Nurul A'la Balikpapan. Kaltim, hal ini menjadi tantangan tersendiri. Meskipun sekolah memiliki fasilitas yang cukup baik, terkadang keterbatasan sumber daya, seperti alat musik dan perangkat untuk kegiatan gerak, menjadi hambatan dalam melaksanakan pembelajaran berbasis musik dan gerak secara maksimal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana inovasi dalam pembelajaran berbasis musik dan gerak dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan motorik anak meskipun dengan keterbatasan yang ada. Salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam penerapan pembelajaran berbasis musik dan gerak adalah kebutuhan untuk menyesuaikan metode ini dengan usia dan tahap perkembangan anak. Pada anak usia dini, kegiatan yang melibatkan musik dan gerakan perlu disesuaikan dengan kemampuan fisik dan kognitif mereka. Kegiatan yang terlalu sulit atau tidak sesuai dengan tingkat perkembangan anak dapat menyebabkan anak merasa frustasi dan kehilangan minat. Oleh karena itu, penting bagi pendidik untuk memahami tahap perkembangan anak dan merancang kegiatan yang sesuai dengan kemampuan motorik mereka. Hsin et al. mengungkapkan bahwa pembelajaran yang disesuaikan dengan tahap perkembangan anak akan lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan motorik dan kemampuan lainnya. Penerapan pembelajaran berbasis musik dan gerak juga perlu memperhatikan keberagaman gaya belajar Setiap anak memiliki cara belajar yang berbeda, dan ini harus dipertimbangkan dalam merancang kegiatan pembelajaran. Beberapa anak mungkin lebih responsif terhadap musik, sementara yang lain mungkin lebih tertarik pada gerakan fisik. Oleh karena itu, kombinasi antara musik dan gerakan dalam satu kegiatan pembelajaran dapat memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk belajar dengan cara yang lebih sesuai dengan gaya belajar mereka. Penelitian oleh Brown & Ryan . menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran yang memperhatikan gaya belajar anak dapat meningkatkan efektivitas pengajaran dan membuat anak lebih terlibat dalam pembelajaran. Penting untuk dicatat bahwa musik dan gerakan tidak hanya mendukung pengembangan motorik, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan emosi dan kecerdasan sosial anak. Aktivitas yang melibatkan musik dan gerak sering kali mendorong ekspresi diri, yang dapat membantu anak-anak dalam mengungkapkan perasaan mereka. Selain itu, kegiatan ini juga mengajarkan anak-anak untuk mengatur emosi mereka, terutama dalam konteks berkolaborasi dengan teman-teman mereka. Penelitian oleh Wilson . menunjukkan bahwa musik dan gerakan berperan dalam pengembangan kecerdasan emosional anak-anak, karena mereka belajar untuk mengelola perasaan mereka melalui ekspresi musik dan gerakan. Penerapan musik dan gerakan di RA Nurul A'la Balikpapan juga dapat menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan kerja sama sejak dini. Dalam setiap kegiatan berbasis musik dan gerak, anak-anak akan belajar untuk mengikuti instruksi, bekerja sama dalam kelompok, dan menghargai peran masing-masing. Hal ini membantu mereka untuk memahami pentingnya kerja sama dalam mencapai tujuan bersama. Menurut Saracho & Spodek . , keterampilan kerja sama yang diperoleh melalui kegiatan musik dan gerak akan memberikan manfaat jangka panjang dalam perkembangan sosial anak-anak, terutama dalam interaksi mereka di sekolah dan masyarakat. Meskipun demikian, tantangan utama dalam penerapan musik dan gerak di RA Nurul A'la adalah keterbatasan waktu dalam kurikulum pembelajaran. Pembelajaran berbasis musik dan gerak Rahmawati. Rihwatun . Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. memerlukan waktu yang cukup panjang, sementara kurikulum yang padat sering kali membatasi waktu yang tersedia untuk jenis pembelajaran ini. Oleh karena itu, perencanaan yang matang dan pengelolaan waktu yang baik sangat diperlukan agar pembelajaran berbasis musik dan gerak dapat dilaksanakan dengan efektif. Penelitian oleh Prensky . menyatakan bahwa meskipun tantangan ini ada, pembelajaran yang melibatkan musik dan gerak akan memberikan hasil yang lebih maksimal jika dilaksanakan secara teratur dan konsisten. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana inovasi pembelajaran berbasis musik dan gerak dapat diterapkan di RA Nurul A'la Balikpapan untuk meningkatkan kemampuan motorik anak-anak. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan wawasan tentang bagaimana pendekatan ini dapat diintegrasikan dalam kurikulum anak usia dini, meskipun dengan keterbatasan waktu dan sumber daya. Pembelajaran berbasis musik dan gerak dapat menjadi solusi yang efektif untuk mengembangkan keterampilan motorik anak dengan cara yang menyenangkan dan kreatif, serta memfasilitasi pengembangan sosial dan emosional mereka. RESEARCH METHODS Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian tindakan kelas (PTK) untuk mengeksplorasi penerapan pembelajaran berbasis musik dan gerak dalam meningkatkan kemampuan motorik anak di RA Nurul A'la Balikpapan. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, yang masingmasing melibatkan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Setiap siklus mencakup kegiatan seperti menari, bertepuk tangan, dan permainan yang melibatkan gerakan tubuh yang diiringi musik. Data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap anak-anak, wawancara dengan guru dan orang tua, serta refleksi dari siswa tentang pengalaman mereka dalam kegiatan ini. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk menggambarkan peningkatan kemampuan motorik anak melalui kegiatan berbasis musik dan gerak. Observasi digunakan untuk menilai perkembangan fisik dan keterlibatan siswa, sementara wawancara dilakukan untuk menggali persepsi guru dan orang tua tentang dampak pembelajaran ini. Refleksi siswa akan digunakan untuk mengevaluasi perasaan mereka mengenai pembelajaran dan bagaimana kegiatan ini mempengaruhi keterampilan motorik mereka. Hasil analisis ini diharapkan memberikan wawasan tentang efektifitas pembelajaran berbasis musik dan gerak dalam mendukung perkembangan motorik anak di RA Nurul A'la. RESULTS AND DISCUSSION Penelitian ini menemukan bahwa penerapan pembelajaran berbasis musik dan gerak di RA Nurul A'la Balikpapan secara signifikan meningkatkan kemampuan motorik anak-anak. Setelah mengikuti kegiatan yang melibatkan musik dan gerakan, anak-anak menunjukkan peningkatan dalam koordinasi tubuh, keseimbangan, dan keterampilan motorik halus. Sebelumnya, anak-anak mengalami kesulitan dalam mengikuti instruksi fisik sederhana, namun dengan adanya kegiatan ini, mereka menjadi lebih lancar dalam bergerak. Penelitian oleh Prensky . menunjukkan bahwa aktivitas fisik yang melibatkan musik dapat meningkatkan keterampilan motorik anak secara menyeluruh. Selama kegiatan berbasis musik dan gerak, anak-anak terlihat sangat antusias dan aktif. Mereka dengan senang hati mengikuti gerakan yang diinstruksikan dan menunjukkan semangat dalam melibatkan diri dalam permainan yang menggunakan ritme musik. Hal ini menunjukkan bahwa musik dapat menjadi penghubung yang efektif untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam aktivitas fisik. Beers . mencatat bahwa musik dapat memotivasi siswa untuk berpartisipasi lebih aktif dalam kegiatan belajar, karena dapat menciptakan suasana yang menyenangkan dan dinamis. Selain meningkatkan kemampuan motorik, pembelajaran berbasis musik dan gerak juga berkontribusi pada perkembangan sosial anak-anak. Mereka bekerja sama dalam kelompok, saling berbagi tugas, dan berkomunikasi selama kegiatan. Kolaborasi ini memperkuat keterampilan sosial mereka, seperti berbagi, bernegosiasi, dan bekerja sama. Saracho & Spodek . menjelaskan bahwa pembelajaran berbasis proyek yang melibatkan interaksi sosial dapat memperkaya keterampilan sosial anak-anak, yang sangat penting untuk perkembangan sosial mereka di masa depan. Siswa juga menunjukkan peningkatan dalam keseimbangan tubuh dan koordinasi antara gerakan tubuh dengan suara musik. Sebelum mengikuti kegiatan ini, beberapa anak kesulitan dalam menjaga keseimbangan saat bergerak, tetapi setelah terlibat dalam kegiatan berbasis musik dan gerak, mereka lebih mampu mengatur postur tubuh mereka dengan lebih baik. Vygotsky . menjelaskan bahwa Rahmawati. Rihwatun . Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. koordinasi tubuh yang baik sangat penting untuk perkembangan motorik anak, yang pada gilirannya memengaruhi keterampilan lainnya, seperti kemampuan berbicara dan berpikir. Penerapan musik dan gerak dalam pembelajaran juga berkontribusi pada pengembangan kemampuan motorik halus anak-anak. Melalui aktivitas yang melibatkan gerakan tangan dan jari, seperti bertepuk tangan atau bermain alat musik kecil, anak-anak dapat meningkatkan keterampilan motorik halus Penelitian oleh Hsin et al. menunjukkan bahwa keterampilan motorik halus yang baik mendukung perkembangan keterampilan akademik anak, karena mereka dapat lebih mudah melakukan kegiatan menulis dan menggambar. Meskipun banyak siswa yang menunjukkan peningkatan, beberapa anak masih memerlukan waktu lebih lama untuk menguasai beberapa gerakan tertentu. Hal ini mengindikasikan bahwa setiap anak berkembang dengan kecepatan yang berbeda, dan diperlukan pendekatan yang lebih individual dalam memberikan dukungan. Zins & Elias . menyarankan agar pendidik memahami kecepatan perkembangan setiap siswa dan memberikan bimbingan yang sesuai untuk setiap anak, agar mereka dapat mengembangkan keterampilan motorik mereka secara maksimal. Tantangan terbesar dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis musik dan gerak adalah keterbatasan waktu yang tersedia dalam kurikulum yang padat. Meskipun kegiatan ini terbukti efektif, implementasinya membutuhkan waktu yang cukup untuk memberikan dampak yang signifikan pada perkembangan motorik anak. Menurut Wilson . , pembelajaran berbasis musik dan gerak membutuhkan waktu dan konsistensi dalam penerapannya agar dapat memberikan hasil yang optimal bagi siswa, terutama pada anak-anak usia dini. Pembelajaran berbasis musik dan gerak juga memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri mereka secara kreatif. Anak-anak merasa lebih bebas untuk bergerak dan berimajinasi saat mendengarkan musik, yang pada gilirannya meningkatkan kepercayaan diri mereka. Penelitian oleh Brown & Ryan . menunjukkan bahwa musik dapat menjadi alat yang efektif untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak-anak, karena mereka dapat mengekspresikan perasaan mereka melalui gerakan yang diiringi musik. Penerapan musik dan gerak juga memberikan anak-anak pengalaman yang menyenangkan dalam Pembelajaran yang menyenangkan membuat anak-anak lebih termotivasi dan bersemangat untuk mengikuti kegiatan selanjutnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa anak-anak yang terlibat dalam pembelajaran berbasis musik dan gerak menjadi lebih terbuka dan aktif dalam kegiatan fisik. Prensky . mencatat bahwa pembelajaran yang menyenangkan dapat meningkatkan motivasi siswa untuk terus belajar dan berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran. Secara keseluruhan, penerapan pembelajaran berbasis musik dan gerak di RA Nurul A'la Balikpapan telah menunjukkan dampak positif yang signifikan dalam meningkatkan kemampuan motorik anakanak. Pembelajaran ini tidak hanya memperbaiki keterampilan motorik mereka, tetapi juga meningkatkan keterampilan sosial, kreativitas, dan kepercayaan diri anak-anak. Oleh karena itu, pembelajaran berbasis musik dan gerak sangat direkomendasikan untuk diterapkan di sekolah-sekolah lain sebagai metode yang efektif dalam mendukung perkembangan anak usia dini. CONCLUSION Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis musik dan gerak di RA Nurul A'la Balikpapan berhasil meningkatkan kemampuan motorik anak-anak. Melalui aktivitas yang melibatkan musik dan gerakan, anak-anak dapat mengembangkan koordinasi tubuh, keseimbangan, dan keterampilan motorik halus dengan cara yang menyenangkan. Selain itu, pembelajaran berbasis musik dan gerak juga berperan dalam memperbaiki keterampilan sosial dan meningkatkan rasa percaya diri anak-anak, karena mereka terlibat dalam interaksi dan kerja sama dalam kelompok. Pembelajaran yang menyenangkan ini meningkatkan motivasi anak untuk berpartisipasi dalam kegiatan fisik dan akademik. Walaupun terdapat tantangan terkait dengan keterbatasan waktu dan sumber daya, temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis musik dan gerak merupakan pendekatan yang efektif dalam mengembangkan kemampuan motorik anak usia dini. Oleh karena itu, penerapan metode ini sangat dianjurkan untuk diperluas ke sekolah-sekolah lain sebagai cara untuk meningkatkan keterampilan motorik dan sosial anak-anak secara menyeluruh. Dengan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan, anak-anak tidak hanya belajar keterampilan fisik, tetapi juga mengembangkan kemampuan sosial, emosional, dan kognitif yang penting bagi perkembangan mereka di masa depan. Rahmawati. Rihwatun . Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. REFERENCES