Jurnal ASAWIKA: Media Sosialisasi Abdimas Widya Karya https://asawika. VOL. NO. PELATIHAN MEWARTAKAN KASIH MELALUI TULISAN FEATURE BAGI UMAT KATOLIK KOTA MALANG Agustinus Indradi Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Unika Widya Karya Malang Email korespondensi: a_indradi@widyakarya. Abstrak Setiap orang yang telah dibaptis memiliki kewajiban untuk menjadi saksi Kristus. Ada banyak jenis kesaksian, salah satunya dalam bentuk tulisan. Tulisan yang baik dapat menjadi media yang efektif untuk melaporkan berbagai kegiatan. Salah satu bentuk tulisan adalah feature. Namun, sangat disayangkan masih banyak umat Katolik yang belum memiliki keterampilan menulis yang baik. Untuk itu, pelatihan menulis sangat Kegiatan pelatihan penulisan feature diselenggarakan di Unika Widya Karya Malang. Pelatihan ini merupakan hasil kerja sama antara FEB Unika Widya Karya dan Komunitas Penulis Katolik Deo Gratias. Akhirnya, dihasilkanlah kumpulan feature dengan judul AuMembaca Jejak: Jurnalisme Sastrawi tentang Manusia dan GerejaAy. Buku ini diluncurkan dan diulas oleh RD Daniel Aji Kurniawan yang juga merupakan ekonom Keuskupan Malang. Diharapkan pelatihan ini dapat menjadi embrio bagi munculnya penulis-penulis Katolik baru di Kota Malang. Kata kunci: Feature. Saksi Kristus. Keterampilan Menulis Abstract Every baptized person has an obligation to be a witness for Christ. There are many kinds of testimony, one of them is in written form. Good writing can be an effective media to report any activities. One form of writing is a feature. However, it is a shame that there are still many Catholics who do not have good writing skills. For this reason, writing training is needed. Feature writing training activities was held at Unika Widya Karya Malang. It was a result of collaboration between FEB Unika Widya Karya and the Deo Gratias Catholic Writers Community. Finally it produced a collection of features with the title AuMembaca Jejak: jurnalisme sastrawi tentang manusia dan Gereja". The book was launched and reviewed by RD Daniel Aji Kurniawan who is also an economist for the Diocese of Malang. It is hoped that this training can become an embryo for the emergence of new Catholic writers in Malang City. Key words: Feature, witness for Christ, writing skills PENDAHULUAN Dunia yang terus berkembang memberi peluang kepada media untuk memiliki kekuatan besar dalam membentuk opini publik, menyuarakan nilai-nilai, dan membangun kesadaran sosial. Umat Katolik Kota Malang sebagai bagian dari masyarakat luas memiliki tanggung jawab untuk ambil bagian dalam pewartaan dan kesaksian iman secara kreatif dan relevan dengan zaman. Hal ini memang harus dilakukan mengingat bahwa setiap orang yang telah dibaptis dan yang telah menjadi anggota tubuh Kristus dituntut untuk ikut menjadi saksi Kristus (Pidyarto. Pelatihan mewartakan . Indradi. Jurnal ASAWIKA: Media Sosialisasi Abdimas Widya Karya https://asawika. VOL. NO. Salah satu cara efektif untuk memenuhi kebutuhan tersebut adalah melalui pengembangan kemampuan menulis. Kemampuan menulis merupakan salah satu keterampilan penting dalam upaya menyampaikan pesan, menggugah kesadaran, dan membangun narasi yang Dalam menggereja, kemampuan ini menjadi semakin strategis. Gereja tidak hanya hadir sebagai tempat peribadatan, tetapi juga sebagai ruang komunikasi iman dan nilai-nilai Hal ini semakin terasa mendesak ketika pasca Konsili Vatikan II kaum awam memang diberi kesempatan untuk ambil bagian secara aktif dalam pelayanan (Baene, 2. Oleh karena itu, kemampuan menulis yang baik dapat memperkaya pelayanan dan pewartaan di kalangan umat Katolik. Salah satu bentuk tulisan yang efektif untuk menyampaikan pesan secara humanis dan mendalam adalah feature. Menurut Sumadiara . feature merupakan perpaduan berita dan opini yang disampaikan lewat narasi dan storytelling, mengandung nilai human interest, mendalam, dan bercerita. Jenis tulisan ini mampu mengangkat kisah nyata dengan pendekatan naratif, menjembatani fakta dan emosi, serta menjadikan pengalaman-pengalaman kecil sebagai cermin refleksi bersama. Jadi, feature merupakan perpaduan antara karya jurnalistik dan sastra. Salah satu pesan paus Fransiskus . dalam pesannya di Hari Komunikasi Sosial Sedunia tahun 2023 mencontohkan Fransiskus de Sales, seorang Uskup Jenewa di awal abad ke-17, yang merupakan seorang intelektual brilian, penulis hebat, dan teolog besar. Fransiksus de Sales memiliki sikap yang lemah-lembut dan manusiawi, serta memiliki kesabaran untuk berdialog dengan semua orang, terutama dengan mereka yang tidak sependapat dengannya. Inilah yang membuat dirinya menjadi saksi luar biasa akan cinta Tuhan yang berbelas kasih. Santo Fransiskus de Sales telah menyebarkan banyak salinan tulisannya di komunitas Jenewa. Intuisi AujurnalistikAy ini membuatnya memiliki reputasi yang dengan cepat melampaui batas keuskupannya, dan bahkan masih bertahan hingga hari ini. Kalau sekarang kita melihat dunia komunikasi, bukankah ini ciri-ciri yang harus ada dalam sebuah artikel, laporan, program televisi atau radio, atau unggahan di media sosial? Feature, sebagai bentuk tulisan jurnalistik yang mendalam, humanis, dan menggugah emosi pembaca, bisa menjadi media yang sangat tepat untuk menyampaikan nilai-nilai Kristiani, kisah inspiratif iman, pelayanan Gereja dalam kehidupan nyata, serta berbagai peristiwa yang menjadi bukti cinta Tuhan yang berbelas kasih. Tulisan feature yang baik tentu tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menjangkau hati pembaca melalui narasi yang kuat dan menyentuh. Dalam sebuah kesempatan pelatihan menulis. Agung Nugroho . mengatakan sebuah karya jurnalistik Katolik harus mampu membawa pembaca sampai pada Aupertobatan sejatiAy, yaitu perubahan sikap dalam hidup menjadi lebih Tulisan itu harus menjadi tulisan yang transformatif. Salah satu contoh tulisan yang transformatif adalah tulisan-tulisan Romo Mangun. Tulisan Romo Mangun tidak hanya inspiratif, tetapi menggerakkan khalayak pembaca untuk berbuat sesuatu atau melakukan aksi-aksi tertentu demi perubahan yang lebih baik. Namun, kenyataannya, belum banyak umat Katolik . i Kota Malang, khususny. yang benar-benar terlibat aktif dalam dunia penulisan, baik di media Katolik maupun umum. Padahal. Gereja memiliki banyak kisah pelayanan, perjuangan, dan tempat-tempat yang bisa memberi banyak inspirasi dan layak diketahui publik. Tanpa kemampuan menulis yang baik, terutama dalam bentuk Pelatihan mewartakan . Indradi. Jurnal ASAWIKA: Media Sosialisasi Abdimas Widya Karya https://asawika. VOL. NO. feature yang memikat, kisah-kisah tersebut akan tenggelam di tengah arus informasi yang serba cepat dan dangkal. Melihat kebutuhan ini, kegiatan pelatihan menulis feature diselenggarakan sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat, khususnya untuk memberdayakan umat Katolik agar mampu menulis dengan lebih terstruktur, inspiratif, dan bertanggung jawab. Melalui pelatihan ini, para peserta tidak hanya dibekali dengan teori dasar dan teknik penulisan, tetapi juga diberi ruang praktik untuk menulis kisahkisah nyata tentang manusia dan Gereja untuk kemudian dapat diterbitkan dalam bentuk kumpulan feature. Diharapkan, melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, banyak umat Katolik tidak hanya menjadi pelayan di sekitar altar atau dalam kegiatan pastoral, tetapi juga menjadi penulis yang mampu menyuarakan nilai-nilai Injil dan kemanusiaan melalui karya tulis yang menggugah dan mengubahkan. METODE PELAKSANAAN Program pengabdian kepada masyarakat ini ditujukan untuk umat Katolik Kota Malang, khususnya team pewarta dari masing-masing paroki yang ada di Kota Malang. Kegiatan ini diharapkan bisa memberikan peningkatan keterampilan menulis umat Katolik Kota Malang, khususnya kemampuan menulis feature atau jurnalisme sastrawi tentang manusia dan Gereja. Kegiatan ini sebenarnya juga merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa sebelumnya yaitu pelatihan menulis Rentigraf (Renungan Tiga Paragra. Setelah kumpulan rentigraf berhasil diterbitkan dengan judul AuAku Yo Ora MampuAy, para peserta minta diadakan pelatihan menulis jenis yang lain. Masih sama dengan pola sebelumnya, pengabdi melakukan kegiatan abdimas ini melalui kerja sama dengan Komunitas Penulis Katolik Deo Gratias (KPKDG) Keuskupan Malang, dalam hal ini dengan Dr. Tengsoe Tjahjono yang juga merupakan penggagas berdirinya KPKDG tingkat nasional. Setelah melakukan koordinasi akhirnya diputuskan kegiatan lanjutan setelah pelatihan menulis Rentigraf adalah pelatihan menulis feature, jurnalisme sastrawi tentang manusia dan Gereja. Kegiatan abdimas ini diadakan di Aula Thomas Aquinas. Unika Widya Karya Malang pada Minggu, 04 Februari 2024 dengan diikuti oleh 57 peserta. Adapun metode abdimas yang digunakan adalah: Ceramah Interaktif Metode ini digunakan untuk menyampaikan materi tentang pentingnya penguasaan literasi menulis bagi umat Katolik, dilanjutkan dengan materi utama tentang teknik menulis feature dan dibandingkan dengan jenis tulisan jurnalistik murni dan karya sastra murni. Interaksi dengan peserta lewat tanya-jawab saat penyampaian materi juga dilakukan agar pemahaman peserta menjadi lebih Studi Kasus dan Contoh Dalam metode ini, pengabdi memperlihatkan contoh-contoh tulisan feature atau tulisan lain yang relevan, kemudian menganalisis kelebihan dan kekurangannya. Harapannya adalah agar hal-hal yang baik bisa dicontoh dan hal-hal yang kurang baik bisa dihindari. Praktik Menulis dan Umpan Balik Setelah peserta mendapat penjelasan dan contoh feature yang baik, maka tahap selanjutnya kepada setiap peserta untuk berlatih menulis feature -boleh tentang Pelatihan mewartakan . Indradi. Jurnal ASAWIKA: Media Sosialisasi Abdimas Widya Karya https://asawika. VOL. NO. tokoh manusia atau tempat-tempat bersejarah- dalam 3 paragraf saja. Setelah itu kepada perwakilan peserta diberi kesempatan untuk membacakan hasil karyanya untuk selanjutnya diberikan umpan balik, baik dari pengabdi maupun dari peserta yang lain. Pendampingan Setelah peserta memahami cara menulis feature yang baik, dalam waktu 2 minggu mereka diberi kesempatan untuk menulis 1 tulisan feature tentang seorang tokoh inspiratif ataupun tentang tempat penting yang layak diinformasikan kepada khalayak. Dalam rentang waktu 2 minggu tersebut apabila ada peserta yang mengalami kesulitan bisa bertanya melalui Grup WA ataupun melalui email. Kepada peserta yang sudah menyelesaikan tulisannya diharap mau memposting di Grup WA untuk bisa mendapatkan masukan, baik dari pengabdi maupun dari peserta yang lain. Gambar 1: Dekan FEB. Ibu Galuh Budi Astuti. S,E. membuka acara pelatihan Gambar 2: Pengabdi menyampaikan materi pelatihan Pelatihan mewartakan . Indradi. Jurnal ASAWIKA: Media Sosialisasi Abdimas Widya Karya https://asawika. VOL. NO. Gambar 3: Foto bersama di akhir pelatihan HASIL DAN PEMBAHASAN Waktu 2 minggu yang disediakan untuk mengerjakan naskah feature ternyata tidak cukup. Dalam rentang waktu tersebut masih sedikit naskah yang sudah terkumpul dan akhirnya diperpanjang 2 minggu lagi. Setelah lebih kurang 1 bulan, juga setelah melalui pendampingan melalui Grup WA serta melalui email, akhirnya terkumpul 20 naskah. Setelah itu butuh waktu sekitar 7 bulan untuk bisa menjadi buku yang diterbitkan dan di-launching yang sekaligus untuk dibedah. Gambar 4: Sampul Buku Kumpulan Feature hasil Pelatihan dan saat acara launching dan bedah buku tersebut Launching dan Bedah Buku dengan judul AuMembaca Jejak: jurnalisme sastrawi tentang manusia & GerejaAy dilaksanakan di Aula Thomas Aquinas Unika Widya Karya --yang dulu juga dijadikan tempat pelatihan-- pada Minggu, 6 Oktober Selaku pembedah buku adalah Romo Daniel Aji Kurniawan. Pr yang sekaligus juga merupakan Ekonom Keuskupan Malang. Dalam prolog buku hasil pelatihan tersebut. Dr. Tengsoe Tjahjono yang juga pendiri Komunitas Penulis Katolik Deo Gratias menuliskan: AuDalam menjalani kehidupan ini, setiap jejak yang kita tinggalkan memiliki arti dan makna tersendiri, baik bagi diri kita sendiri maupun bagi orang lain. Gereja, sebagai sebuah institusi yang tidak hanya religius namun juga sosial, memiliki peran penting dalam membentuk dan membimbing jejak-jejak ini. Kisah-kisah yang disajikan dalam buku Pelatihan mewartakan . Indradi. Jurnal ASAWIKA: Media Sosialisasi Abdimas Widya Karya https://asawika. VOL. NO. ini diharapkan dapat memberikan pandangan yang lebih mendalam tentang bagaimana manusia dan gereja berinteraksi dan saling mempengaruhi. Ay Dengan demikian, melalui pelatihan tersebut telah memberi kesempatan peserta untuk mulai mengeksplor pengamatan dan pengalaman dalam berelasi dengan sesama dan dalam Gereja kemudian menuliskannya dalam format feature, yakni jurnalisme sastrawi. Memang bukan tahapan yang mudah untuk mereka yang tidak terbiasa terjun dalam dunia tulis-menulis, walaupun mungkin relatif mudah untuk menyampaikan dalam bentuk lisan. Gambar 5: Tanggapan peserta mengenai kebaruan materi pelatihan Berdasarkan diagram di atas, hampir separuh peserta menganggap bahwa semua materi pelatihan merupakan hal yang baru. Ini sangat bisa dipahami karena para peserta rata-rata umat yang AuhanyaAy aktif di kegiatan kegerejaan, tetapi banyak yang tidak memiliki pengalaman menulis. Oleh karena itu, ketika harus mengumpulkan naskah, tidak sampai separuh peserta yang bisa mengumpulkan. Dilihat dari waktu pelatihan, separuh lebih peserta menganggap waktunya cukup, namun hampir sepertiga menganggap waktunya masih kurang. Dari jawaban tersebut juga menjadi bisa dipahami kalau pemahaman peserta pelatihan memang sangat beragam. Berikut ini tanggapan peserta terkait dengan waktu pelaksanaan Gambar 6: Tanggapan peserta mengenai waktu yang digunakan untuk pelatihan Pelatihan mewartakan . Indradi. Jurnal ASAWIKA: Media Sosialisasi Abdimas Widya Karya https://asawika. VOL. NO. Walaupun sebagian besar peserta tidak mengumpulan naskah, tetapi mereka menganggap kegiatan abdimas yang diadakan di Unika Widya Karya tersebut dan melibatkan umat Katolik merupakan hal penting untuk diadakan. Separuh lebih peserta menyatakan kegiatan pelatihan seperti yang baru dikikuti sebagai kegiatan yang sangat perlu dan sepertiga peserta lebih menyatakan kegiatan pelatihan seperti yang diikuti tersebut perlu diadakan. Hal tersebut tampak seperti diagram di bawah ini. Gambar 7: Tanggapan peserta mengenai perlu tidaknya acara seperti itu diadakan Memang dari feature yang terkumpul juga telah banyak tokoh yang terlihat sederhana namun ternyata menyimpan teladan dan memberi pelajaran yang luar biasa, sehingga memang layak untuk dipublikasikan. Maka. Romo Daniel Aji yang sekaligus juga ekonom Keuskupan Malang yang membedah buku tersebut juga menyatakan buku tersebut --dan orang-orang yang telah menulis-- bisa menjadi embrio penulis-penulis hebat di Keuskupan Malang, khususnya dalam ikut menancapkan sejarah di 100 tahun Keuskupan Malang tahun 2027 nanti. Unika Widya Karya sebagai bagian dari Gereja di Keuskupan Malang -apalagi memiliki semboyan AoScientia ad LaboremAo-- memang sudah seharusnya ikut menjadi perpanjangan tangan Gereja untuk ikut menyapa umat dengan AukeilmuanAy yang dimiliki. Pada kolom harapan pun . esan/kesa. di lembar kuesioner, banyak juga peserta yang berharap kegiatan seperti itu bisa sering-sering bisa diadakan. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih disampaikan kepada . Rektor Unika Widya Karya Malang yang telah memberi peminjaman gedung beserta sarana prasaranya selama kegiatan berlangsung, . Dekan FEB Unika Widya Karya Malang yang telah berkenan hadir dan membuka secara resmi kegiatan pelatihan tersebut, dan . Bapak Dr. Tengsoe Tjahjono yang senantiasa bersedia diajak bekerja sama dan ikut repot selama kegiatan berlangsung dan saat proses penerbitan buku sampai pelaksanaan launching dan bedah buku hasil pelatihan. Semoga semua upaya ini sungguh boleh menjadi tanda kehadiran Allah Yang Maha Kasih di tengah dunia ini. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan menulis feature tentang manusia dan Gereja yang diselenggarakan atas kerja sama FEB Unika Widya Karya Malang dengan Komunitas Penulis Katolik Deo Gratias telah berhasil dilaksanakan Pelatihan mewartakan . Indradi. Jurnal ASAWIKA: Media Sosialisasi Abdimas Widya Karya https://asawika. VOL. NO. dengan baik. Walaupun tidak semua peserta bisa mengumpulkan tulisan. Hal tersebut bisa sangat dimengerti karena latar belakang peserta yang memang sangat beragam, apalagi ditinjau dari pengalaman menulis. Tulisan-tulisan yang sudah terkumpul akhinya bisa diterbitkan dan diberi judul AuMembaca Jejak: jurnalisme sastrawi tentang manusia dan GerejaAy. Dengan diterbitkannya kumpulan feature tersebut diharapkan bisa semakin memupuk semangat menulis bagi peserta, baik sudah berhasil menulis maupun yang belum. Harapannya, pelatihan tersebut bisa menjadi embrio munculnya penulis-penulis Katolik yang baru di Kota Malang. Saran Seperti yang disampaikan oleh peserta, kegiatan serupa memang sangat perlu Unika Widya Karya Malang sebagai lembaga pendidikan yang bernafaskan Katolik sudah seharusnya sesering mungkin mengadakan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi umat, khususnya untuk konteks pewartaan, baik komunikasi lisan maupun komunikasi tulis. Bagi Keuskupan Malang, kiranya apa yang telah dirintis ini juga bisa dimaksimalkan perannya dalam menyongsong 100 tahun Keuskupan Malang, khususnya dalam pendokumentasian tempat-tempat bersejarah dan tokoh-tokoh umat Katolik dalam bentuk feature. REFERENSI