Med-Com Empowerment Journal Vol. 1 No. Desember 2024. Hal. Edukasi Cegah Dan Kenali Demensia Education to Prevent and Recognize Dementia Devita Diatri1. Rifka Widianingrum2. Gharini Sumbaga N3 Fakultas Kedokteran. Universitas Muhammadiyah Semarang Devita Diatri Email: devitadiatri@unimus. Riwayat Artikel: Dikirim: 11 Novermber 2024 Diterima: 2 Desember 2024 Diterbitkan: 25 Desember 2024 Abstrak Latar belakang: Demensia berdasarkan data dari Kemenkes di Indonesia mencapai lebih 4,2 juta orang. Diperkirakan jumlah ini akan meningkat dua kali lipat tiap tahunnya. Prinsip holistik merupakan prinsip utama dalam memberikan pelayanan kesehatan pada lansia agar tidak terjadi demensia. Sebagai upaya pencegahan faktor resiko demensia dan dilakukannya pelayanan holistik untuk lansia upaya pemahaman tiap indivudi lansia perlu dilakukan. Metode: Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan penyuluhan di rumah pelayanan sosial pucang gading semarang dengan jumlah peserta 50 orang lansia. Tahapan edukasi diawali dengan pretest pemabahan peserta, pemaparan materi penyuluhan dan postest untuk mengevaluasi hasil pemahanan peserta. Hasil: Pengabdian masyrakat ini dirasa sudah efektif dilihat dengan banyaknya antusias peserta dan peningkatan pemahaman peserta. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil pretest dan posttest yang signifikan. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat melalui edukasi cegah dan kenali demensia memberikan peningkatan secara signifikan pengetahuan peserta penyuluhan. Kata kunci: Edukasi. Demensia. Lansia. Abstract Background: Based on data from the Ministry of Health in Indonesia, dementia reaches more than 4. million people. It is estimated that this number will double every year. The holistic principle is the main principle in providing health services to the elderly to prevent dementia. As an effort to prevent risk factors for dementia and provide holistic services for the elderly, efforts to understand each elderly individual need to be made. Method: This community service was carried out through counseling at the Pucang Gading social service center in Semarang with 50 elderly participants. The education stage begins with a pretest for participants' understanding, presentation of counseling material and a posttest to evaluate the results of participants' understanding. Results: This community service was felt to have been effective as seen by the large number of enthusiastic participants and increased understanding of the participants. This is proven by significant pretest and posttest results. Conclusion: Community service activities through education to prevent and recognize dementia provide a significant increase in the knowledge of counseling Keywords: Education. Dementia. Elderly. Med-Com Empowerment Journal Vol. 1 No. Desember 2024. Hal. 6 Ae 9 PENDAHULUAN Data dari World Health Organization (WHO) tahun 2021, angka kejadian demensia di dunia mencapai 55 juta orang (WHO, 2. Alzheimer Disease International terdapat lebih dari 50 juta orang di seluruh dunia yang menderita demensia pada tahun 2020 dan diperkirakan jumlah ini akan meningkat hampir dua kali lipat setiap 20 tahun, mencapai 82 juta pada tahun 2030 dan 152 juta pada tahun 2050 (Bestari, 2. Prevalensi demensia di Indonesia pada tahun 2019 sekitar 1,8 juta dan angka ini diperkirakan akan meningkat menjadi 7,5 juta pada 2050 akibat populasi yang semakin lanjut usia. Jawa Tengah sendiri terdapat lansia yang terkena demensia sekitar 20,1% dari seluruh populasi lansia di Jawa Tengah atau sekitar 832. 140 orang. Martono . menyatakan bahwa prinsip holistik merupakan prinsip utama dalam memberikan pelayanan kesehatan pada lansia agar tidak terjadi demensia, dimana prinsip ini memiliki arti secara: vertikal, yaitupelayanan kesehatan pada lansia harus diawali dari masyarakat sampai pada tingkat rujukan yang paling tinggi seperti pelayanan yang sifatnya sub-spesialis geriatri di rumah sakit. dan horisontal, yaitu pelayanan kesehatan pada lansia harus menjadi unsur dari keseluruhan pelayanan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan lansia seperti dalam bentuk kerja sama lintas sektoral dengan lembaga yang berhubungan dengan bidang kesejahteraan seperti dinas sosial, agama, serta pendidikan dan kebudayaan (Berry et al, 2. Selain itu, pelayanan holistik pada lansia juga harus meliputi aspek peningkatan . , pencegahan . , pengobatan . , dan pemulihan . (Keli, 2. Upaya yang dapat dilakukan yaitu meningkatkan kesadaran, kemauan serta kemampuan tiap individu lansia untuk menjaga kesehatan tubuhnya. Kegiatan dosen yang berkaitan dalam hal pelayanan kesehatan pada lansia dapat dilakukan dalam kegiatan pengabdian masyarakat dengan penyuluhan sehingga meningkatkan pengetahuan Pengabdian Masyarakat kali ini melalui Program Cegah dan Kenali Demensia di Rumah Pelayanan Sosisal Pucang Gading Semarang. METODE Pengabdian kepada masyarakat ini telah dilaksanakan pada tanggl 10 Mei 2024 di rumah pelayanan sosial pucang gading Semarang. Kegiatan ini berupa penyuluhan. Media yang digunakan adalah power point. Peralatan yang digunakan adalah laptop. LCD. Sebagai instrument evaluasi pemahaman peserta tentang materi penyuluhan diberikan kuesioner berisi beberapa pertanyaan pre dan post test. Selanjutnya dihitung perubahan skor penilaiannya. Kegiatan dikatakan berhasil jika nilai post test > 70. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengabdian kepada masyarakat Edukasi Cegah dan Kenali Demensia telah dilaksanakan pada tanggl 10 Mei di Rumah Pelayanan Sosial Pucang Gading Semarang. Kegiatan ini mendapat sambutan baik dari pengurus rumah pelayanan sosisal dan peserta Seluruh peserta tampak antusias mengikuti kegiatan sampai selesai. Med-Com Empowerment Journal Vol. 1 No. Desember 2024. Hal. 6 Ae 9 Gambar 1: Ketua Tim melakukan penyuluhan Demensia atau mudah lupa sering dianggap wajar, terutama pada usia lanjut. Namun, penting untuk membedakan antara lupa yang normal dengan tanda-tanda awal Lupa yang normal biasanya tidak mengganggu aktivitas sehari-hari, sementara demensia menyebabkan penurunan kemampuan kognitif yang memengaruhi fungsi Deteksi dini dan intervensi yang tepat sangat penting untuk menangani demensia dengan efektif. Program pengabdian masyarakat ini berfokus pada edukasi mengenai pentingnya penanganan dini. Pengabdian masyarakat ini dihadiri oleh 50 orang penghuni panti lansia baik pria maupun wanita. Para lansia sangat antusias untuk mengikuti kegiatan penyuluhan edukasi ini. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini, berdasarkan hasil pretes dan posttest peserta didapatkan adanya kenaikan pemahaman dan pengetahuan peserta pada sebagian besar pertanyaan. Hasil analisis, dari empat pertanyaan yang diajukan tiga diantaranya mengalami peningkatan jumlah peserta yang menjawab benar, satu pertanyaan yang tidak mengalami peningkatan maupun penurunan dan satu pertanyaan yang mengalami penurunan jumlah peserta yang menjawab benar. Tabel 1. Hasil Pretest dan Posttest Nilai Rata-Rata Pre dan Post Test Definisi Demensisa Gejala Demensia Pretest Faktor Resiko Demensia Pencegahan Demnsia Postest Med-Com Empowerment Journal Vol. 1 No. Desember 2024. Hal. 6 Ae 9 Pasien selama penyuluhan juga diberikan pertanyaan yang berisi pertanyaan seputar demensia dan diberikan kesempatan menanyakannya apabila belum tahu. Kegiatan dilanjutkan dengan konseling, pembagian doorprize dan terapi tawa untuk lansia agar peserta penyuluhan lebih semangat berinteraksi. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia dan memberikan dukungan kepada mereka yang terkena dampak demensia serta lingkungan di rumah pelayanan sosial pucang gading semarang. Gambar 3. Tim Penyuluhan bersama peserta KESIMPULAN Kegiatan pengabdian masyarakat melalui edukasi cegah dan kenali demensia memberikan peningkatan pemahaman peserta. Perlu diadakan serupa untuk komunitas lansia yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. DAFTAR PUSTAKA