Calvaria Medical Journal : 180-185, Desember 2025 e-ISSN 3031-092X Original Research Article Perbandingan Kekuatan Musculus Flexores Ekstremitas Superior Terhadap Pra Lansia Laki - Laki dan Mahasiswa Laki Laki Budi Irawan Habibi1. Ayly Soekanto2. Sie Ernawati3 Fakultas Kedokteran. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Departemen Anatomi. Fakultas Kedokteran. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Departemen Farmakologi. Fakultas Kedokteran. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya *Corresponding e-mail: aylysoekantodr@yahoo. Abstrak Latar Belakang: Kekuatan otot merupakan suatu tenaga yang dikeluarkan oleh otot atau sekumpulan otot yang digunakan untuk melakukan suatu aktivitas. Setiap orang memiliki kesibukan dan aktivitas harian yang berbeda Ae beda sehingga tidak semua orang memiliki kekuatan otot yang sama. Sangat umum bagi pra lansia untuk mengalami penurunan massa otot dan kekuatan otot, berkurangnya volume otot seiring bertambahnya usia dan digantikan oleh jaringan lemak dan jaringan ikat. Tujuan: Penelitian ini untuk mengukur kekuatan musculus flexores ekstremitas superior pada pra lansia laki laki dan mahasiswa laki laki. Alat yang digunakan handgrip dynamometer dengan satuan kilogram. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross sectional dengan sampel penelitian sebanyak 30 orang yang terbagi menjadi dua kelompok 15 orang pra lansia laki laki dan 15 orang mahasiswa laki laki dilakukan pengukuran kekuatan otot kemudian data diaplikasi ke SPPS 29. Hasil: Hasil kekuatan musculus flexores ekstremitas superior pada pra lansia laki laki sebesar 27,82 kg dan pada mahasiswa laki laki sebesar 28 kg. Kesimpulan: Kekuatan musculus flexores ekstremitas superior mahasiswa laki laki terbukti lebih kuat dibandingkan dengan pra lansia laki laki. Kata Kunci: ekstremitas superior. Pra lansia. Musculus flexores, mahasiswa Comparison of the Strength of Musculus Flexores Extremities Superior Against Pre-Elderly Men and Male College Students Abstract Background: Muscle strength is a force released by a muscle or group of muscles used to perform an activity. Everyone has different daily activities and activities so that not everyone has the same muscle strength. It is very common for pre-elderly to experience decreased muscle mass and muscle strength, decreased muscle volume with age and replaced by fat tissue and connective Purpose: This study was to measure the strength of the superior extremity flexor muscles in male pre-elderly and male students. The tool used was a handgrip dynamometer. Method: This study used an observational design with a cross-sectional approach with a research sample of 30 people divided into two groups of 15 male pre-elderly and 15 male students who had muscle strength measurements then the data was applied to SPPS 29. Results: The results of the strength of the superior extremity flexor muscles in male pre-elderly were 27. 82 kilogram and in male students were 28. 00 kilogram. Conclusion: The strength of the superior extremity flexor muscles in male students was proven to be stronger than that of male pre-elderly. Keywords: Musculus flexores, superior extremities. Pre-elderly, students Perbandingan Kekuatan Musculus Flexores Ekstremitas Superior Terhadap Pra Lansia Laki Ae LakiA Budi Irawan Habibi. Ayly Soekanto. Sie Ernawati A R T I C L E H I S T O R Y: Received 03-01-2025 Revised 29-04-2025 Accepted 21-12-2025 PENDAHULUAN Kekuatan otot merupakan suatu tenaga yang dikeluarkan oleh otot atau sekumpulan otot yang digunakan untuk melakukan suatu aktivitas. Setiap orang memiliki kesibukan dan aktivitas harian yang berbeda Ae beda sehingga tidak semua orang memiliki kekuatan otot yang sama. Kekuatan otot berhubungan dengan kondisi fisik seseorang, kondisi fisik yang dimaksud seperti kekuatan, kelincahan, keseimbangan, ketepatan, kelenturan, dan daya tahan tubuh. Tahap dewasa merupakan kondisi saat tubuh mencapai titik perkembangan terbaiknya(Lintin & Miranti, 2. Kekuatan otot pada laki laki umumnya memiliki kapasitas kekuatan otot yang lebih tinggi dibandingkan dengan laki laki pra- lansia, hal ini di sebabkan oleh adanya perkembangan fisik dan pertumbuhan yang masih aktif pada laki laki muda, sedangkan pada pra- lansia terjadi penurunan masa otot secara alami sebagai bagian dari proses penuaan, laki laki muda cenderung memiliki respons yang lebih cepat terhadap latihan kekuatan otot di bandingkan dengan pra lansia, mereka lebih cepat memperoleh peningkatan kekuatan otot dengan lebih Pada pra Ae lansia biasanya akan mengalami perubahan gangguan kekuatan tubuh, pendengaran atau penglihatan, kekebalan tubuh, daya ingat, keseimbangan tubuh, maupun Kekuatan genggaman pada pra lansia yakni berkolerasi positif dengan berat badan dan asupan gizi yang bagus, pada lanjut usia di temukan dimana untuk otot itu mengalami penurunan salah satunya dikarenakan dari usianya dan terjadi penurunan kekuatan genggaman tangan yang lebih rendah, yang pada giliranya menyebabkan penurunan kualitas fungsional untuk aktivitas sehari-hari, ditambah dengan sel-sel tubuh akan menyusut, akibatnya, fungsi tubuh juga akan menurun secara bertahap atau akan masuk dalam proses penuaan(Darwis et , 2. Menurut World Health Organization (WHO), batas usia remaja yakni 12 hingga 24 tahun, usia pertengahan . ra lansi. yakni mulai 45 hingga 59 tahun, usia lanjut mulai 60 hingga 74 tahun, usia tua mulai 75 hingga 90 tahun, dan usia sangat tua adalah di atas 90 tahun (Amira et al, 2. Sangat umum bagi seseorang yang mulai memasuki usia pra lansia untuk mengalami penurunan massa otot dan kekuatan otot, volume otot berkurang seiring bertambahnya usia dan digantikan oleh jaringan lemak dan ikat, ditambah adanya penurunan massa otot dan kekuatan otot yang disebabkan oleh penurunan ukuran dan jumlah serabut otot sampai batas tertentu oleh proses degeneratif neurogenik. Proses ini bersifat progresif yang berlangsung secara bertahap, dengan perubahan fungsional tubuh manusia terjadi selama proses penuaan(Chattalia et al. , 2. Setelah lima puluh tahun kehidupan, tubuh mengalami perubahan yang terkait dengan penuaan, yang ditunjukkan oleh penurunan massa otot dan kepadatan tulang(Darwis et al. , 2022. Sihombing et al. , 2. Terjadinya masa tubuh yang akan hilang 1 - 2% per tahun dan kekuatan yang hilang 1,5 - 5% pertahun. Pada kekuatan otot lengan musculus flexores ekstremitas superior akan bekerja secara maksimal jika tenaga yang dikeluarkan sebanding atau terkontrol dengan baik(Atlas Anatomi Manusia Netter - Edition. Putri et al. , 2023. Salmi, 2. Kekuatan otot lengan musculus flexores ekstremitas superior merupakan kemampuan mempergunakan kekuatan otot lengan baik secara maksimum maupun minimum untuk melakukan suatu gerakan seperti meremas(Castendo et al. , 2020. Nashrullah et al. , 2. Kekuatan otot lengan dapat diukur dengan menggunakan handgrip dynamometer(Chattalia et al. , 2020. De et al. , 2011. Virgita et al. , 2. Pada kekuatan otot lengan musculus flexores ekstremitas superior pada setiap orang sangat beragam, dipengaruhi adanya proses pengujian, penilaian, serta instrumen yang membuat perbandingan hasil menjadi sangat beragam(Darwis et al. , 2022. Komaria et al. , 2. Oleh karena itu, peneliti tertarik ingin melakukan penelitian Perbandingan Kekuatan Musculus Flexores Ekstremitas Superior terhadap Judul Jurnal (Font Calibri 10pt, cetak miring . ) Penulis1. Penulis2. Penulis3 (Font Calibri 10pt, cetak miring . ) Pra Lansia laki laki dan Mahasiswa Laki - Laki Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Angkatan 2022 dan 2023. BAHAN DAN METODE Penel itian ini melrulpakan jelnis dari pelnel itian analitik obselrvasional dengan melnggulnakan delsain pelnel itian pelndelkatan cross selctional dan uji Independent Sample T-Test(Adiputra et al. Notoatmodjo, 2. Pelngambilan data pada pelnel itian ini dilakulkan pada bul an April Meli 2024 di Fakul tas Keldoktelran Ulnivelrsitas Wijaya Kulsulma Sulrabaya. Alat dan bahan yang digulnakan yaitul handgrip dynamomeltelr(Kapoor, 2020. Zaccagni et al. , 2. Kriteria inklusi terdiri dari pra lansia laki laki dengan usia 45 Ae 49 tahun dan mahasiswa laki laki usia 17 Ae 21 tahun yang telah mengisi pelrseltuljulan melnjadi relspondeln dan tidak memiliki cacat atau cedera pada lengan, memiliki kondisi Kesehatan yang baik, tidak ada tekanan darah tinggi, aktif olah raga, dan untuk kriteria ekslusi memiliki cacat atau luka pada lengan. Sampel dalam penelitian ini adalah 15 orang pra lansia laki laki dan 15 mahasiswa laki laki angkatan 2022 dan 2023. Dilakukan pelngulkulran kekuatan mulscul uls flelxorels ekstremitas superior pada lengan kanan delngan handgrip dynamomeltelr dengan obselrvasi dan pelncatatan hasil pelngulkulran pada lelmbar pelnel itian, setelah mendapatkan hasil, data dianalisis dan dilanjutkan dengan aplikasi SSPS 29. HASIL Analisi Univariat Tabel Tabel 1. Distribusi Frekuensi Karakteristik Berdasarkan Usia Usia Frekuensi 18 tahun 19 tahun 20 tahun 21 tahun 45 tahun 46 tahun 47 tahun 48 tahun 49 tahun Total Sumber: data diolah SPSS 29, 2024 Persentase Berdasarkan hasil penelitian pada tabel 1. sebanyak 30 responden dengan hasil distribusi karakteristik berdasarkan usia dengan persentase tertinggi dalam penelitian ini yakni pada usia 19 ada 6 orang sebesar 20 % dan 45 tahun ada 6 orang sebesar 20%. Sedangkan, hasil distribusi karakteristik responden berdasarkan usia dengan presentase terendah dalam penelitian ini yakni pada usia 49 tahun 1 orangsebesar 3. Hal ini menunjukkan bahwa responden dalam penelitian ini didominasi oleh usia 19 dan 45 tahun. Tabel 2. Distribusi Karakteristik Terhadap Kekuatan M. Flexores Ekstremitas Superior Kekuatan M. Flexores Eks Sup. Pra- ansia Mahasiswa Keterangan Frekuensi Persentase Lemah Normal Kuat Total Keterangan Frekuensi Persentase Lemah Normal Kuat Total Sumber: Data diolah dengan SPSS 29, 2024 Perbandingan Kekuatan Musculus Flexores Ekstremitas Superior Terhadap Pra Lansia Laki Ae LakiA Budi Irawan Habibi. Ayly Soekanto. Sie Ernawati Berdasarkan tabel 2. diperoleh hasil distribusi berdasarkan kekuatan musculus flexores ekstremitas superior, pada pra lansia laki lakiyang memiliki kekuatan lemah sebesar 26. 66% dan mahasiswa laki laki sebesar 13. 44 %, memiliki kekuatan normal pada pra lansia laki laki sebesar 33% dan pada mahasiswa laki laki memiliki kekuatan normal sebesar 80%, dan pada pra lansia laki laki memiliki kekuatan otot yang kuat sebesar 0% dan pada mahasiswa laki laki yang memiliki kekuatan otot kuat sebesar 6. Analisis Bivariat Tabel 3. Uji Independent Sample T-Test Kekuatan Musculus Flexores Ekstremitas Superior Variabel Penelitian Sig Two-Sided p Flex Ekstremitas superior Pra-lansia <0. Mahasiswa <0. Sumber: Data diolah dengan SPSS 29, 2024 Pada Tabel 3 diperoleh hasil t test kekuatan musculus flexores Ekstremitas superior dengan nilai signifikan <0. 001 (P<0. Nilai P<0. 05 dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara kekuatan musculus flexores ekstremitas superior pada pra lansia laki laki 82 dan pada mahasiswa laki laki sebesar 28. 00 yang artinya kekuatan otot musculus flexores ekstremitas superior pada mahasiswa laki laki lebih kuat daripada pra lansia laki laki. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil terdapat perbedaan kekuatan musculus flexores ekstremitas superior telrhadap pra lansia laki laki dan mahasiswa laki - laki Fakul tas Keldoktelran Ulnivelrsitas Wijaya Kulsulma Sulrabaya angkatan 2022 dan 2023. Mahasiswa laki Ae laki usia 18 Ae 21 tahun memiliki kekuatan musculus flexores ekstremitas superior yang lebih kuat dibandingkan dengan pra lansia laki laki dengan usia 45 Ae 59 tahun. Pada pra lansia laki laki yang memiliki kekuatan otot lemah sebesar 26. 66% ada 4 orang, yang memiliki kekuatan otot normal 33% ada 11 orang dan yang memiliki kekuatan otot kuat sebesar 0%, tidak ada yang memiliki otot kuat pada pra lansia laki laki. Sebaliknya pada mahasiswa laki-laki yang memiliki kekuatan otot lemah sebesar 13. 44% ada 2 orang dan 80 % memiliki kekuatan otot normal ada 12 orang dan yang memiliki kekuatan otot kuat sebesar 6. 66% ada 1 orang saja. Adanya penurunan kekuatan otot genggaman tangan pada orang dewasa, dimulai seiring dengan bertambahnya usia, seseorang tentunya akan mengalami perubahan baik dalam segi fisik, psikososial, maupun dalam kehidupan psikososialnya (Darwis et al. , 2022. Halim & Sukmaniah, 2020. Putri et al. , 2. Ketika seseorang mulai memasuki usia pra lansia maka mulai terjadi proses degeneratif secara progresif (Bardo et al. , 2022. Chattalia et al. , 2. Salah satu tandanya yakni dengan adanya penurunan kekuatan otot pada usia pra lansia hingga usia lanjut (Dewi, 2020. Lintin & Miranti, 2. Kekuatan otot sangat dipengaruhi oleh usia, dengan bertambahnya usia akan mempengaruhi struktur dari otot, tonus otot, massa otot, dan jaringan penghubung lemak pada otot yang berakibat pada penurunan aktivitas sehari Ae hari dan juga di pengaruhi Latihan fisik seperti kebiasaan sehari hari berolah raga dan diet makanan dengan gizi yang sehat akan mempegaruhi masaf otot tetap terjaga dengan baik. (Halim & Sukmaniah. Kamadi, 2019. Standring, 2. Berdasarkan hasil analisis data penelitian ini didapatkan kekuatan otot musculus flexores ekstremitas superior pada mahasiswa laki Ae laki sebesar 28. 00 lebih tinggi dibandingkan pra lansia laki laki sebesar 27. Adanya pertambahan usia dan perbedaan aktivitas fisik akan mempengaruhi kekuatan otot(Amin et al. , 2021. Putu & Griadhi, 2. Aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur dapat meningkakan kekuatan otot, tonus otot, volume otot menjadi lebih elastis dan kuat. Dengan melakukan Latihan kekuatan otot pada genggaman tangan seperti olahraga angkat barbel yang teratur akan memberikan hasil kekuatan otot yang kuat. Judul Jurnal (Font Calibri 10pt, cetak miring . ) Penulis1. Penulis2. Penulis3 (Font Calibri 10pt, cetak miring . ) KESIMPULAN Pada hasil penelitian didapatkan pada pra lansia laki laki memiliki kekuatan otot sebesar 27. dan pada mahasiswa laki laki sebesar 28. 00 yang artinya kekuatan otot musculus flexores ekstremitas superior pada mahasiswa laki laki lebih kuat daripada pra lansia laki laki. SARAN Perlunya dilakukan penelitian lebih lanjut terkait Komparasi Kekuatan Otot pada Pra lansia laki laki dan Mahasiswa laki laki pada Musculus flexsores ektremitas superior yang terlatih. DAFTAR PUSTAKA