EL-KHIDMAH: JURNAL DISEMINASI PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Volume 1. Nomor 1. Desember 2023. Halaman 29-38 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Journal Website: https://ejournal. stai-mas. id/index. php/p3m/index PELATIHAN MEMBACA KITAB KUNING BAGI SANTRI MADRASAH DINIYAH ROUDLOTUL HUDA BLITAR Choiruddin1. Moh Ikhsani 2. Samsul Hadi Mungawan 3 STAI KH. Muhammad Ali Shodiq. Tulungagung123 choiruddinmail@gmail. com1, syehsany@gmail. com2 samsul39057@gmail. Abstrak: Membaca kitab kuning merupakan hal fundamental yang hendaknya dipelajari secara berkelanjutan untuk memahami ajaran Islam. Tujuan pelatihan membaca kitab kuning ini adalah memberikan bekal penguasaan dan keterampilan dalam membaca kitab kuning bagi santri yang tingkat wustho awal di Madrasah Diniyah Roudlotul Huda Blitar. Pengabdian ini menggunakan pendekatan participatory action research (PAR) melalui metode pelatihan dan pendampingan belajar dengan tahapan: pemetaan awal, membangun hubungan dengan masyarakat, pemetaan partisipatif, penyusunan strategi gerakan, pelaksanaan aksi perubahan, evaluasi dan refleksi. Dari pelatihan yang telah diberikan, para santri menguasai pola penulisan kitab kuning dan mereka bisa menerapkannya dalam pemaknaan kitab sekaligus mampu membacanya dengan benar. Dengan demikian pelatihan membaca kitab kuning di Madrasah Diniyah Roudlotul Huda Blitar dapat menjadi bekal santri pada tingkat wustho awal menguasai keterampilan membaca kitab kuning sehingga mereka memiliki kesiapan dalam mengikuti kajian kitab kuning yang diberikan ke depannya. Kata Kunci: pelatihan, membaca kitab kuning, santri madrasah diniyah Abstract: Reading the yellow book is a fundamental thing that should be studied continuously to understand Islamic teachings. The objective of the kitab turts arabic reading training at the Madrasah Diniyah Roudlotul Huda Blitar is to provide students with mastery and skills in studying the kitab kuning who will graduate from the wustha level. This activity used a participatory action research approach through training methods and learning assistance with the stages: initial mapping, building relationships with the community, participatory mapping, developing movement strategies, implementing change actions, evaluating and reflecting. From the training that has been given, the students master the pegon arabic writing pattern and they can apply it in giving the meaning of the kitab as well as being able to read it correctly. Thus the pegon arabic reading and writing training at the Bustanu Usyaqil Qur'an Islamic boarding school is a provision for students at the wustha level to master the pegon arabic reading skills so that they are ready to take part in the study of the kitab turats. Keyword: training, turats reading and writing, madrasah diniyahAos student PENDAHULUAN Madrasah diniyah adalah lembaga pendidikan yang bertujuan untuk memberikan pembelajaran agama Islam secara mendalam. Keberadaan madrasah diniyah telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia, terutama di kalangan umat Islam. Madrasah diniyah merupakan bagian dari madrasah yang beradaptasi dengan perkembangan zaman dan menjadi bagian dari masyarakat. Madrasah diniyah EL-KHIDMAH: JURNAL DISEMINASI PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Volume 1. Nomor 1. Desember 2023. Halaman 29-38 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x menanamkan nilai-nilai moral dan mendidik masyarakat dengan basis keagamaan sejak Madrasah diniyah sebagai lembaga pendidikan keagamaan berbasis masyarakat menjadi sangat urgen eksistensinya sebagai upaya membangun masyarakat untuk selalu belajar, memahami ilmu agama serta berkontribusi dalam pencapaian tujuan pendidikan nasional. Dalam hal ini biasanya berbentuk kajian kitab, pendidikan al-Quran, diniyah taAolimiyah atau bentuk lain yang sejenis. Selain madrasah diniyah, terdapat juga lembaga pendidikan yang lahir dari ide masyarakat dan untuk kepentingan masyarakat serta tidak formal semacam pengajian atau majelis taAolim yang tujuannya adalah untuk membagun masyarakat madani. Secara umum, madrasah diniyah terbagi menjadi tiga jenis berdasarkan Madrasah diniyah yang diselenggarakan oleh lembaga formal, seperti madrasah umum, madrasah aliyah, dan perguruan tinggi. Madrasah jenis ini bertujuan untuk melengkapi pembelajaran agama Islam bagi peserta didik. Kegiatan pembelajarannya biasanya dilakukan setelah jam sekolah formal. Madrasah diniyah yang diselenggarakan secara independen, yaitu madrasah yang didirikan oleh masyarakat, baik secara swadaya maupun perseorangan. Madrasah jenis ini biasanya dibangun di atas tanah wakaf dan dikelola secara bersama-sama. Kegiatan pembelajarannya biasanya dilakukan pada malam hari untuk kajian ilmu keagamaan melalui kitab-kitab kuning. Terdapat pula madrasah diniyah madrasah madrasah, yaitu madrasah yang berada di lingkungan madrasah. Madrasah jenis ini bertujuan untuk memberikan pembelajaran agama Islam bagi santri, baik yang bermukim maupun yang tidak bermukim. Kegiatan pembelajarannya terbatas pada jamjam tertentu di setiap harinya untuk santri tidak mukim, dan memiliki durasi waktu lebih banyak setiap harinya untuk santri mukim. Selain itu, pembelajaran juga dapat dilakukan sewaktu-waktu berdasarkan kurikulum yang berlaku di madrasah. Meskipun jenis madrasah diniyahnya berbeda, pembelajaran yang disajikan di dalamnya relative sama, yaitu mulai dari belajar membaca al-qurAoan hingga pembelajaran dalam bentuk kajian kitab. Madrasah diniyah merupakan lembaga pendidikan keagamaan yang telah diakui keberadaannya oleh masyarakat maupun Wajihatul Aniqoh. Nurul Ulfatin, and Sunarni Sunarni. AoManajamen Pendidikan Karakter Melalui Ekstrakurikuler Kitab KuningAo. Jurnal Pendidikan: Teori. Penelitian. Dan Pengembangan 6, no. July 2. : 1134, https://doi. org/10. 17977/jptpp. Martin Van Bruinessen. AoKitab Kuning. Pesantren. Dan Tarekat: Tradisi-Tradisi Islam Di IndonesiaAo. Mizan II . Imron Fauzi and Fatkha Nur Nabila. AoPembelajaran Amtsilati Sebagai Upaya Pembinaan Kemampuan Membaca Kitab Kuning Di SekolahAo. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam 3, no. December 2. : 119Ae32, https://doi. org/10. 21154/maalim. Nurul Hanani. AoManajemen Pengembangan Pembelajaran Kitab KuningAo. Realita : Jurnal Penelitian Dan Kebudayaan Islam 15, no. June 2. , https://doi. org/10. 30762/realita. CHOIRUDDIN. MOH IKHSANI. SAMSUL HADI MUNGAWAN EL-KHIDMAH: JURNAL DISEMINASI PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Volume 1. Nomor 1. Desember 2023. Halaman 29-38 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Madrasah Diniyah yang berada pada jalur luar sekolah diharapkan secara kontinyu mampu memberikan pendidikan agama Islam kepada peserta didik yang belum terpenuhi pada jalur sekolah melalui sistem klasikal serta menerapkan jenjang pendidikan yaitu Madrasah Diniyah Awaliyah. Madrasah Diniyah Wustha dan Madrasah Diniyah AoUlya. Keberadaan madrasah diniyah saat ini menjadi bukti akan pedulinya masyarakat akan ilmu agama Islam. Semakin banyak masyarakat yang memasukkan anak-anaknya ke lembaga madrasah diniyah akan semakin memperkuat Islamic character dan memperkokoh keimanan dan ketaqwaan di kalangan umat muslim disamping melanggengkan ilmu agama dengan cara mewarisi ilmu-ilmu para ulama dan budaya di nusantara melalui kajian kitab kuning yang diberikan. Kitab kuning merupakan salah satu kitab klasik yang memiliki peran penting dalam transformasi ilmu agama di berbagai bidang termasuk dalam menjawab tantangan-tantangan baru era modern. Sehingga kajian kitab kuning tetap relevan dengan perkembangan kecanggihan ilmu dan teknologi saat ini. Disebut sebagai kitab kuning karena biasanya dicetak di kertas yang berwarna kekuning-kuningan dengan ciri khas dimaknai dengan tulisan kitab kuning menggantung di bawah teks kitab, teks kitab ada yang tidak berharokat alias gundul. Kitab kuning disebut juga kitab gundul karena menurutnya kitab kuning tidak memiliki harakat seperti halnya Al Quran yang ada tanda baca seperti fathah, kasrah, dhammah dan sukun. Karena gundul inilah, tidak setiap orang bisa membacanya. Dibutuhkanlah ilmu khusus supaya tulisan gundul tersebut menjadi berbunyi ketika Ilmu khusus tersebut tidak lain adalah nahwu-sharaf dan kitab kuning. Kitab kuning sering juga disebut dengan arab pegon, yaitu tulisan menggunakan huruf hijaiyah tetapi dimodifikasi atau disesuaikan dengan aksara jawa. Di daerah lain disebut dengan arab melayu karena tulisan menggunakan huruf arab tetapi disesuaikan dengan aksara melayu atau indonesia. atau bahasa lokal lain yang ditulis dengan huruf Huruf pego ini dianggap menyimpang karena susunan dan tatanannya agak berbeda dengan bahasa aslinya (Arab bukan. Jawa juga buka. Jika dilihat dari Bashirotul Hidayah. AoPeningkatan Kemampuan Membaca Kitab Kuning Melalui Pembelajaran Arab PegonAo. Murybby: Jurnal Ilmu Pendidikan 3, no. , https://doi. org/10. 52431/murobbi. Diyan Yusri. AoPesantren Dan Kitab KuningAo. Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan 6, no. January 2. : 647Ae54, https://doi. org/10. 32505/ikhtibar. Moh. TasiAoul Jabbar. Wahidul Anam, and Anis Humaidi. AoUPAYA KIAI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA KITAB KUNINGAo. Edudeena : Journal of Islamic Religious Education 1, no. February 2. : 43Ae52, https://doi. org/10. 30762/ed. Mustofa Mustofa. AoKITAB KUNING SEBAGAI LITERATUR KEISLAMAN DALAM KONTEKS PERPUSTAKAAN PESANTRENAo. Tibanndaru : Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi 2, no. January 2. : 1, https://doi. org/10. 30742/tb. CHOIRUDDIN. MOH IKHSANI. SAMSUL HADI MUNGAWAN EL-KHIDMAH: JURNAL DISEMINASI PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Volume 1. Nomor 1. Desember 2023. Halaman 29-38 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x kejauhan, tulisan kitab kuning seperti tulisan arab biasanya, namun jika dicermati rangkaian huruf-hurufnya bukan susunan bahasa arab. Melalui kitab kuning yang dipelajari dalam kitab-kitab kuning yang menjadi salah satu bentuk transmisi Islam ke nusantara menjadi rujukan dalam penentuan hukum dan semua ilmu agama yang murni. Oleh karena itu, mengajarkan membaca kitab kuning kepada para santri madrasah diniyah dan madrasah madrasah, secara tidak langsung telah menghidupkan dan mentradisikan ikon salaf yang memang butuh dilestarikan sebagai manifestasi dari ajaran agama Islam. Madrasah Diniyah Roudlotul Huda Blitar didirikan khusus untuk mewadahi para warga sekitar dalam mengenal dasar-dasar ajaran agama Islam. Dalam perkembangnnya melihat antusias dari warga setempat yang menginginkan supaya anak-anaknya bisa belajar mengaji, akhirmya didirikanlah Madrasah Diniyah Independen. Di dalam madrasah ini, para santri dari lingkungan masyarakat sekitar datang ke madrasah madrasah setiap hari pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung dan mereka ditempatkan berdasarkan kemampuannya dan usianya . la, wusta, dan Aouly. Untuk mengikuti kegiatan madrasah diniyah ini, santri datang pukul 18. 00 WIB diawali dengan kegiatan sholat berjamaAoah dan pulang ke rumah sekitar jam 19. 30 setelah selesai sholat isyaAo berjamaAoah. Para santri madrasah diniyah yang berasal dari warga masyarakat, rata-rata mereka adalah siswa pada jenjang sekolah dasar dan Sekolah Menengah Pertama. Mereka ditempatkan di kelas ula sesuai kebijakan dari dewan asatidz madrasah diniyah. Untuk kelas ula mereka difocuskan pada pendalaman membaca al qurAoan dan dasardasar keagamaan, lalu ditambah kitab kuning dasar untuk latihan bagi santri yang akan lulus dari kelas ula sedangkan pada kelas wustha selain melanjutkan belajar Al-QurAoan mereka juga mempelajari materi keagamaan lanjutan dengan menggunakan kitab-kitab kuning pilihan karangan para ulama salaf. Kegiatan pengabdian ini berfokus pada kelas wustho yang akan belajar membaca dan memahami kitab-kitab kuning lebih intensif. Untuk memudahkan para santri dalam membaca dan memahami kitab kuning, mereka membutuhkan bekal berupa ilmu membaca kitab kuning khususnya kitab kuning jawa. Santri yang akan lulus dari kelas ula membutuhkan keterampilan khusus tentang ilmu membaca kitab kuning untuk persiapan mempelajari kitab kuning secara intensif di kelas wustha. Dengan memiliki keterampilan membaca kitab kuning, mereka akan bisa membaca kitab kuning dan memahaminya dengan baik sekaligus bisa membacakan makna . kitab sesuai kaidah penulisan kitab kuning yang benar. Selain itu, akan melatih para santri dalam menerapkan ilmu nahwu-shorof. Membaca kitab kuning Mustofa. Hidayah. AoPeningkatan Kemampuan Membaca Kitab Kuning Melalui Pembelajaran Arab PegonAo. CHOIRUDDIN. MOH IKHSANI. SAMSUL HADI MUNGAWAN EL-KHIDMAH: JURNAL DISEMINASI PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Volume 1. Nomor 1. Desember 2023. Halaman 29-38 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x beserta kajian kitab kuning merupakan dua hal yang tidak terpisahkan ibarat dua sisi mata uang dan ini menjadi ciri khas pembelajaran di madrasah diniyah. Merujuk pada kasus tersebut, perlu adanya pelatihan membaca kitab kuning bagi para santri madrasah diniyah yang berada di kelas wustho awal agar pembelajaran menjadi lebih kondusif. Melalui pelatihan ini diharapkan semua santri tidak hanya menguasai teori membaca kitab kuning tetapi juga langsung bisa mempraktikkannya dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari. Hal ini perlu dielaborasikan karena kegiatan membaca kitab kuning merupakan dua hal yang selalu beriringan dan tidak terpisahkan dalam dunia madrasah. METODE PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Pelatihan dilaksanakan di Madrasah Diniyah Roudlotul Huda Blitar. Pelatihan dilaksanakan di Madrasah Diniyah Roudlotul Huda Blitar dengan dua minggu sebelumnya telah dilakukan kordinasi dengan pengelola madrasah madrasah. Kegiatan pelatihan dilaksanakan selama satu hari dengan materi terfokus pada membaca kitab kuning jawa secara teoritis dan praktis dengan sistem klasikal terbimbing. Kegiatan ini diikuti oleh 60 peserta dari santri madrasah diniyah yang berada di tingkat wustha awal. Pelatihan membaca kitab kuning ini mutlak dibutuhkan karena pelatihan ini akan menjembatani terselenggaranya kegiatan pembelajaran di tingkat wustha yang akan mempelajari kitab-kitab kuning secara intensif. Pelatihan ini menjadi solusi atas permasalahan yang terjadi, dengan keterampilan membaca kitab kuning yang dimiliki, para santri akan mudah dalam mengikuti kegiatan kajian kitab sekaligus memahami isinya. Penguasaan membaca kitab kuning menjadi syarat mutlak dalam mempelajari kitab kuning. Kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode PAR (Participation Action Researc. PAR melibatkan pengabdi . alam hal ini berperan sebagai fasilitato. secara langsung untuk mendefinisikan sebuah masalah yang sedang dihadapi dan menggali lebih jauh beragam informasi sehingga dapat dituangkan langsung kedalam aksi sebagai solusi atas masalah yang telah teridentifkasi. PAR membawa proses fasilitatoran dalam lingkaran kepentingan orang dan menemukan solusi praktis bagi masalah bersama. Dalam pelaksanaannya, fasilitator melibatkan pihak-pihak yang relevan secara aktif untuk melakukan refleksi kritis Maskuri Maskuri. Mohammad Kholison, and Wildatul Islamiyah. AoMETODE PEMBELAJARAN KITAB KUNINGAo. Lahjah Arabiyah: Jurnal Bahasa Arab Dan Pendidikan Bahasa Arab 3, no. July 2. : 139Ae 44, https://doi. org/10. 35316/lahjah. Mrs C Kinpaisby-Hill. AoParticipatory Action ResearchAo, in International Encyclopedia of Human Geography (Elsevier, 2. , 9Ae16, https://doi. org/10. 1016/B978-0-08-102295-5. Abdul Rahmat and Mira Mirnawati. AoModel Participation Action Research Dalam Pemberdayaan MasyarakatAo. Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal 6, no. January 2. : 62, https://doi. org/10. 37905/aksara. CHOIRUDDIN. MOH IKHSANI. SAMSUL HADI MUNGAWAN EL-KHIDMAH: JURNAL DISEMINASI PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Volume 1. Nomor 1. Desember 2023. Halaman 29-38 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x terhadap konteks yang terkait karena yang mendasari dilakukannya PAR adalah adanya kebutuhan untuk memperoleh perubahan yang diinginkan. Dalam hal ini fasilitator memainkan peran kunci dan memiliki informasi yang relevan tentang sistem sosial . yang tengah berada di bawah fasilitatoran dan berpartisipasi dalam rancangan dan implementasi rencana aksi itu yang didasarkan pada hasil fasilitatoran. Tahapan dalam metode PAR meliputi: pemetaan awal dan membangun hubungan dengan masyarakat, pemetaan partisipatif, penyusunan strategi gerakan, pelaksanaan aksi perubahan, evaluasi dan refleksi. Dalam pelaksananaanya, didukung dengan bahan atau media utama berupa buku pedoman penulisan kitab kuning, buku latihan, dan kitab HASIL DAN PEMBAHASAN Pemetaan Awal dan Membangun Hubungan dengan Masyarakat Langkah awal yang dilakukan fasilitator dalam kegiatan pengabdian ini adalah dengan melakukan pemetaan yang diawali dengan menjalin hubungan baik dengan masyarakat dalam artian komunitas madrasah. Madrasah Diniyah Roudlotul Huda Blitar adalah madrasah khusus yang mewadahi para santri di lingkungan sekitar. Dari hasil wawancara bersama kepala dan juga dewan asatidz diketahui bahwa dalam perkembangan selanjutnya warga sekitar madrasah berharap supaya anak-anaknya bisa mengaji karena tempat mengaji yang ada sangat jauh dari rumah warga. Oleh karena itu, dibukalah program madrasah diniyah untuk santri yang berasal dari warga sekitar madrasah. Kegiatan madrasah diniyah ini dimulai pukul 16. 00 s/d 18. 00 WIB dengan sholat ashar, dan magrib berjamaAoah di madrasah. Saat ini mereka baru lulus dari jenjang sebelumnya, dan menuju tingkat wustha yang kajian utamanya adalah pemahaman tingkat lanjut terhadap kitab-kitab kuning disamping alqurAoan juga masih tetap diajarkan sebagaimana kurikulum yang telah Hasil observasi didapatkan bahwa mayoritas santri pada kelas tersebut masih mengalami kesulitan dalam membaca kitab terjemahan menggunakan kitab kuning atau membacakannya kembali. Sebagian ada yang sudah bisa membaca dengan kitab kuning tetapi sulit dibaca karena tulisannya tidak sesuai kaidah penulisan kitab kuning, dan sebagian yang lain menggunakan tulisan latin dalam membacakan makna kitab. Mereka belum bisa membaca kalimat menggunakan kitab kuning jawa secara tepat sehingga memilih untuk membaca dengan tulisan latin. Menyikapi kasus yang demikian, fasilitator bersama pengelola madrasah madrasah akhirnya duduk bersama melakukan diskusi untuk membicarakan tindak lanjut dari kasus tersebut. CHOIRUDDIN. MOH IKHSANI. SAMSUL HADI MUNGAWAN EL-KHIDMAH: JURNAL DISEMINASI PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Volume 1. Nomor 1. Desember 2023. Halaman 29-38 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Pemetaan Partisipatif Setelah melakukan diskusi secara inten bersama para pengelola madrasah madrasah, ditemukanlah permasalahannya. Keberadaan santri yang hanya part time dalam mengikuti kegiatan madrasah diniyah di madrasah dan latar belakang pendidikan formal mereka di sekolah serta latar belakang keluarga menyebabkan tingkat penguasaan mereka menjadi beragam. Keterbatasan waktu dalam mengikuti kegiatan pembelajaran menjadikan materi membaca kitab kuning tidak maksimal diberikan karena ustadz menyampaiknnya di sela-sela waktu mengaji. Latar belakang pendidikan formal mereka yang beragam antara Sekolah Dasar Umum. Sekolah Dasar Swasta Islam, dan Madrasah Ibtidaiyah juga berdampak pada keterampilan mereka dalam membaca Arab. Kepedulian orangtua dan kesibukan mereka juga berpengaruh pada pendidikan keagamaan anak dalam keluarga. Berdasarkan hal tersebut di atas, maka dibutuhkan kerjasama untuk mencarikan solusi terbaik supaya permasalahan yang teridentifikasi bisa teratasi. Dari hasil diskusi bersama disepakati untuk diadakan pelatihan khusus membaca kitab kuning untuk santri madrasah diniyah. Peran fasilitator sebagai fasilitator terhadap pemecahan masalah tersebut. Bersama dewan asatidz madrasah, fasilitator merancang dan mengkonsep pelaksanaan kegiatan dengan membentuk tim kepanitiaan kegiatan pelatihan yang terdiri dari ketua, dan anggota. Menyusun Strategi Gerakan Setelah terbentuk kepanitiaan kegiatan pelatihan membaca kitab kuning, fasilitator bersama tim menyusun strategi pelaksanaan sekaligus menentukan waktu pelaksanaan, pemateri, peserta, tempat pelaksanaan pelatihan, dan segala hal yang dibutuhkan dalam kegiatan pelatihan. Pelatihan dilaksanakan pada bulan Juni 2023, bertempat di Madrasah Diniyah Roudlotul Huda Blitar dengan jumlah peserta sebanyak 24 orang, dan pemateri adalah seorang tenaga professional di bidangnya. Di tetapkan hari Ahad dengan pertimbangan hari libur semua peserta bisa mengikuti pelatihan dari pagi. Melakukan Aksi Kegiatan Kegiatan ini disambut hangat oleh kepala Madrasah Diniyah Roudlotul Huda Blitar, serta mendapatkan antusias yang sangat besar dari peserta pelatihan yaitu para santri yang di tingkat ula yang akan naik tingkat menuju tingkat Wustha, dilihat dari kesiapan anak-anak yang telah hadir lebih pagi dari jam yang telah ditentukan dengan prosentase jumlah kehadiran santri sebesar 98%. Dalam pelaksanaannya terbagi menjadi 2 sesi, sesi pertama pemateri memberikan penjelasan materi tentang kitab kuning, rumus-rumusnya, dan contoh-contohnya. Pada sesi selanjutnya berupa tanya jawab, praktik membaca kitab kuning dan memmembacaan kitab kuning secara CHOIRUDDIN. MOH IKHSANI. SAMSUL HADI MUNGAWAN EL-KHIDMAH: JURNAL DISEMINASI PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Volume 1. Nomor 1. Desember 2023. Halaman 29-38 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x Kegiatan pelatihan diawali dengan memberikan motivasi melalui brainstorming, lalu dilanjutkan dengan pemaparan materi sesuai tahapan yang telah dirancang, diikuti sesi tanya jawab dan praktik. Pada sesi awal, pemateri menjelaskan tentang sejarah singkat kitab kuning, rumus-rumus yang digunakan serta memberikan contoh-contoh penggunaan dalam kalimat. Setelah selesai menjelaskan, diberikan kesempatan kepada seluruh peserta untuk bertanya jika masih ada yang belum dipahami lalu dilanjut dengan banyak berlatih dan praktik membaca kalimat dengan arab lalu maju ke depan membacakanya di depan. Dengan latihan yang bervariasi, akan menimbulkan respon yang berbeda sehingga terjadi peningkatan dan penyempumaan kecakapan dan keterampilan anak. Capaian akhir dalam pelatihan ini adalah peserta bisa membaca kalimat dengan menggunakan kitab kuning jawa secara benar. Hal ini sebagai langkah awal untuk mempelajari dan memahami isi kitab kuning. Hal serupa dinyatakan oleh Wahyuni bahwa tulisan Kitab kuning, terutama dalam bahasa Jawa biasa digunakan untuk ngabsahi atau memberikan makna kata-perkata dalam kitab kuning. Penguasaan pada teknik membaca kitab kuning menjadi syarat mutlak memahami isi kitab kuning. Sebagai bentuk penguatan terhadap pelatihan ini, pihak dewan asatidz madrasah melakukan pendampingan secara intensif pasca pelatihan terhadap seluruh peserta pelatihan. Selama masa pendampingan dari dewan asatidz, para peserta diberikan latihan-latihan dasar mulai dari membaca kata, kalimat hingga paragraph dengan kitab latihan. Evaluasi dan Refleksi Pada tahap ini pemateri melihat progress peserta dengan memberikan banyak latihan secara individual, baik latihan membaca maupun membaca. Pemateri membacakan beberapa kalimat di papan tulis, lalu para peserta diminta memmembacaan-tulisan tersebut secara bersamaan dan kadang ditunjuk secara Selanjutnya, pemateri mengucapkan beberapa kalimat dan peserta diminta untuk membacakannya ke dalam buku tulis dan setelah selesai secara acak pemateri memanggil beberapa nama peserta untuk membacakannya ke papan tulis sementara peserta yang lain mengecek tulisannya masingmasing dalam rangka koreksi secara bersama-sama. Latihan semacam ini sangat bermanfaat untuk penguasaan keterampilan bekal untuk belajar kitab kuning, danlebih lanjut dengan keterampilan membaca, seseorang dapat mengerti berbagai macam informasi yang terkandung dalam tulisan secara benar. Hasil dari kegiatan pelatihan membaca kitab kuning adalah masing-masing santri menjadi tahu apa itu kitab kuning jawa, bagaimana rumus-rumus yang digunakan untuk membacakan kata-kata tertentu dalam Bahasa jawa tetapi memakai CHOIRUDDIN. MOH IKHSANI. SAMSUL HADI MUNGAWAN EL-KHIDMAH: JURNAL DISEMINASI PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Volume 1. Nomor 1. Desember 2023. Halaman 29-38 E-ISSN x-x. P-ISSN x-x huruf-huruf arab, bagaimana merangkai huruf-huruf pegon tersebut menjadi kalimat yang utuh dan bisa dipahami, serta bisa mengucapkan bagaimana bunyi bacaannya dengan benar. Dari hasil observasi dapat diketahui antusias para peserta mengenal ilmu baru berupa membaca kitab kuning, terbukti selama mengikuti pelatihan tidak satu pun peserta yang bergeser dari tempat duduknya, ketika diminta untuk membacakan kalimat di papan tulis mereka banyak yang angkat tangan tanda siap ingin mencoba membacakannya. Selain itu bentuk pendampingan berkelanjutan pasca pelatihan semakin meningkatkan keterampilan mereka dalam membaca kitab Hasil fasilitatoran menyebutkan bahwa kegiatan pendampingan belajar dapat membantu siswa dalam mengerjakan dan memahami materi yang diberikan. Kegiatan ini sangat membantu ustadz/ustadzah madrasah dalam memberikan materi kajian kitab kuning kepada para santri. Karena pelatihan ini bisa dikatakan sebagai jembatan untuk menuju pada pembelajaran kitab kuning. Dengan pelatihan membaca kitab kuning ini, seluruh santri memiliki bekal yang cukup untuk diterapkan pada teknik pemaknaan dan pemahaman isi kitab. Selain itu juga menjadi jembatan dalam pelestarian budaya Islam di Nusantara. KESIMPULAN Pelatihan membaca kitab kuning ini diselenggarakan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Pelatihan membaca kitab kuning yang dilanjutkan dengan pendampingan belajar oleh tim dewan asatidz Madrasah Diniyah Roudlotul Huda Blitar menjadikan santri memiliki ketrampilan dalam membaca kitab kuning baik secara teoritik maupun praktik. Secara teori mereka menguasai pola yang digunakan dalam penulisan kitab kuning dan secara praktik mereka bisa menerapkannya dalam pemaknaan kitab sekaligus mampu membacanya dengan benar. Pelatihan ini menjadi bekal santri pada tingkat wustho awal dalam menguasai keterampilan membaca kitab kuning jawa sehingga mereka memiliki kesiapan dalam mengikuti kajian kitab kuning yang diberikan sekaligus mudah dalam memahaminya. DAFTAR PUSTAKA