Menyikapi Tren Fast Fashion Perspektif Al-QurAoan (Analisis MaqAid Al-QurAoAn Ibn AoAsy. Nurhayati Institut Agama Islam Negeri Madura Email: nh666302@gmail. Afifullah Institut Agama Islam Negeri Madura Email: Okeafif8@gmail. Abstract The trend of fast fashion is one of the popular trends the public, especially among teenagers. They tend to follow these trends without seeing the benefits obtained. They usually buy an item spontaneously without planning so that it tends to give birth to a consumptive They will do all kinds of things to get the items they want. In addition, following fast fashion trends also has a negative impact on the environment. This article is literature research, using Ibn 'Ashr's maqAid al-Qur'An approach. It will elaborate on the interpretation of surah al-AnbiyA' . verse 37, al-Nahl . verse 78 and al-Hadd . verses 20-21 and how to address the fast fashion trend from the Qur'anic perspective with Ibn 'Ashr's maqAid al-Qur'An analysis. The Qur'an provides a solution as one of the attitudes that can be done in dealing with the fast fashion trend that is rampant, namely: First, not being hasty (QS. al-AnbiyA' . : . Second, examining on how much benefit will be obtained and how much harm will be caused (QS. al-Nahl . : . in following the fast fashion trend. Third, adjusting the life style to the ability of self (QS. al-Hadd . : 20-. Keywords: Trend. Fast Fashion. Al-QurAoan. MaqAid al-Qur'An. Abstrak Tren fast fasion menjadi salah satu tren yang populer di masyarakat, terutama kalangan Mereka cenderung mengikuti tren tersebut tanpa melihat manfaat yang diperoleh. Mereka biasanya membeli suatu barang secara spontan tanpa perencanaan sehingga cenderung melahirkan sikap hidup yang konsumtif. Mereka akan melakukan segala macam cara untuk mendapat barang yang diinginkan. Selain itu, mengikuti tren fast fashion juga berdampak negatif pada lingkungan. Artikel ini adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan maqAid al-QurAoAn Ibn AoAsyr. Ia menguraikan bagaimana penafsiran surah al-AnbiyAAo . ayat 37, al-Nahl . ayat 78 dan al-Hadd . http://ejournal. id/index. php/revelatia DOI 10. 19105/revelatia. Nurhayati dan Afifullah ayat 20-21 serta bagaimana solusi menyikapi tren fast fashion perspektif Al-QurAoan dengan analisis maqAid al-QurAoAn Ibn AoAsyr. Al-QurAoan memberikan solusi dalam menghadapi tren fast fashion yang marak terjadi, yaitu: pertama, tidak tergesa-gesa (QS. al-AnbiyAAo . Kedua, menelaah atau mempelajari (QS. al-Nahl seberapa besar manfaat yang akan diperoleh dan seberapa besar pula kemudaratan yang akan ditimbukan . : . dalam mengikuti tren fast fashion. Ketiga, menyesuaikan gaya hidup dengan kemampuan diri (QS. al-Hadd . : 20-. Kata Kunci: Tren. Fast Fashion. Al-QurAoan. MaqAid al-Qur'An. PENDAHULUAN Tren merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindari oleh masyarakat, baik kalangan muda maupun kalangan tua. Dalam KBBI, tren adalah gaya mutakhir,1 segala sesuatu yang pada waktu tertentu sedang dibicarakan, digunakan atau dimanfaatkan oleh mayoritas masyarakat. 2 Menurut Maryati, tren adalah suatu usaha jangka panjang yang memiliki kecenderungan naik atau turun dari rata-rata perubahan waktu ke waktu. 3 Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa tren adalah gaya modern atau kekinian yang diminati banyak orang pada waktu tertentu. Secara psikologis, manusia berfikir akan segala sesuatu yang diminati banyak orang, baik individu maupun kelompok, untuk bisa memberikan keuntungan. Tren fast fashion menjadi salah satu hal yang populer di kalangan masyarakat, terutama kalangan remaja. Tren ini mayoritas diikuti oleh para remaja. Berdasarkan data survei yang dikutip CCN Indonesia, 82,5 % remaja diketahui cenderung mengikuti tren yang ada tanpa melihat manfaat atau pun keuntungan yang diperoleh. Dari situ, mereka biasanya membeli suatu barang secara spontan tanpa perencanaan sehingga cenderung melahirkan sikap hidup yang konsumtif. 5 Seseorang yang kecanduan dengan tren akan melakukan segala macam cara untuk mendapat barang yang diinginkan. Jika dibiarkan berlaur, mereka berpotensi mengalami gangguan kesehatan mental seperti depresi, bahkan mengancam keselamatan jiwa. Menurut hasil survei yang pernah dilakukan di Amerika https://kbbi. id/tren. html diakses pada tanggal 28 Mei 2022 pukul 10. 39 WIB. Rita Benya Andriani. Dwi Sulistyowati dkk. Buku Ajar Keperawatan Gerontik (Jawa Barat: CV. Adanu Abimata, 2. , 26. 3 Andri Indrawati. AuAnalisis Trend Kinerja Keuangan Bank Kaltim,Ay RJARM, no. 2 Vol. 1 (Desember 2. : 227. 4 Luthfia Ayu Azanella. AuKenapa Manusia Suka Mengikuti Tren? Ini Penjelasan Secara Psikologi,Ay https://w. com/tren/read/2020/07/04/121300065/kenapa-manusia-suka-mengikuti-trenini-penjelasan-secara-psikologi diakses pada 28 Mei 2022 pukul 19. 20 WIB. Deddy Sinaga. AuMengapa Ikut Trend Membuat Remaja jadi Boros,Ay diakses https://w. com/keluarga/20180103101538-436-266262/mengapa-ikut-trendmembuat-remaja-jadi-boros Diakses pada 28 Mei 2022 pukul 22. 28 WIB. REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Menyikapi Tren Fast Fashion Perspektif Al-QurAoan (Analisis MaqAid Al-QurAoAn Ibn AoAsy. Serikat dan Inggris, 10 persen responden pengguna media sosial mengaku telah berfikir untuk melakukan bunuh diri dan 8 persen lainnya berniat melukai diri sendiri. Diketahui bahwa salah satu penyebab tindak kriminal yang dilakukan oleh remaja di Indonesia adalah keinginan memenuhi hasrat konsumtif. Di Pamekasan, pihak kepolisian mengamankan 10 karena mencuri 18 kotak amal di masjid dan Stasiun Pengisian Bahan bakar untuk Umum (SPBU). Dalang pencurian ini adalah FDK, remaja 17 tahun dan 9 temannya yang masih berusia 15-21 tahun. Pelaku mengaku uang hasil curiannya digunakan untuk foya-foya dan membeli narkoba jenis sabu. 7 Kasus pencurian juga yang dilakukan oleh dua pelajar di Madiun dengan mencuri uang sebuah panti asuhan berjumlah total Rp. 102 juta. Hasil curian tersebut diketahui digunakan untuk membeli sepeda motor dan bermain game online. 8 Ironisnya, hal-hal tersebut dilakukan pada usia remaja yang notabene merupakan usia produktif untuk melatih kemampuan, memperluas wawasan dan pengetahuan. Namun, faktanya, kenakalan remaja di Indonesia terus mengalami peningkatan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan adanya peningkatan kenakalan remaja baik berupa kekerasan fisik maupun kekerasan psikis. Pada 2018, tercatat 3145 remaja usia O 18 tahun menjadi pelaku kenakalan dan tindak kriminal, tahun 2019 dan 2020 meningkat menjadi 3280 hingga 4123 remaja. Pada 2021, angka kenakalan remaja meningkat menjadi 6325 kasus. Terjadi peningkatan 10,7 % dari tahun 2018 sampai 2021. Tidak hanya pada kasus kriminal, mengikuti tren fast fashion juga berdampak negatif pada lingkungan. Salah satunya adalah kebiasaan masyarakat yang konsumtif dalam hal pakaian atau tren fashion. Mereka cenderung memilih baju yang akan dibeli tanpa memikirkan pakaian tersebut benar dibutuhkan atau tidak. Pada tahun 2018. Badan Perlindungan Amerika Serikat memperkirakan 11,3 juta ton tekstil terutama limbah pakaian berakhir di tempat pembuangan sampah. Limbah industri tekstil pakaian yang mengandung pewarna dan dibuang ke sungai menyebabkan pencemaran sungai. Bambang Arianto. AuDampak Media Sosial Bagi Perubahan Perilaku Generasi Muda di Masa Pandemi Covid-19,Ay JSPG Vol. 3, no. 2 (Desember, 2. : 121. 7 Rachmawati. AuFakta 10 Remaja di Pamekasan Curi 18 Kota Amal untuk Beli Narkoba. Menyasar Masjid hingga SPBU,Ay Kompas. com diakses https://regional. com/read/2021/01/28/09490021/fakta10-remaja-di-pamekasan-curi-18-kotak-amal-untuk-beli-narkoba pada tanggal 29 Mei 2022 pukul 06 WIB. 8 Sugeng Harianto. AuKecanduan Game Online, 2 Pelajar di Madium Curi Uang hingga Rp. 102 Juta,Ay DetikNews. com diakses https://news. com/berita-jawa-timur/d-5674139/kecanduan-gameonline-2-pelajar-di-madiun-curi-uang-hingga-rp-102-juta pada tanggal 29 Mei 2022 pukul 11. WIB. 9 Dewi Eka Stian Murni dan Feriyal. AuHubungan Pola Asuh Otoriter dengan Kenakalan Remaja pada Kelas XI di SMK Telemanika Sindangkerta Kbupaten Inderamayu,Ay Neutical Vol. 1, no. 12 (Maret, 2. : 1506. REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Nurhayati dan Afifullah Akibatnya, industri fesyen dunia menyumbang 2,1 miliar metrik ton emisi gas rumah Islam merupakan agama rahmatan lil AoAlamn . ahmat bagi semesta ala. , agama penuh rahmah, kasih sayang terhadap sesama manusia dan alam semesta. Oleh sebab itu. Allah Swt. melarang manusia untuk berlaku sewenang-wenang, baik kepada sesama manusia maupun alam semesta. Allah Swt. berfirman pada surah al-Alaq . ayat 6-711 sebagai berikut. a a Aa u a aIA A aI Na uA AI aI EaOaua OA a AaE acE u I ueEA AuSekali-kali tidak! Sesungguhnya manusia itu benar-benar melampaui batas. Ketika melihat dirinya serba berkecukupan. Ay Ayat ini menjelaskan adanya potensi manusia untuk melampaui batas kewajaran serta berlaku sewenang-wenang terhadap sesama dan menganggap dirinya tidak membutuhkan pihak lain. Begitu pula dengan perkembangan kemampuan manusia yang terus meningkat dan dikuti dengan peralatan canggih yang memadai untuk mengolah alam di era modern. Ini berpotensi menimbulkan keinginan untuk mengeksploitasi alam, baik dilakukan secara individu maupun kelompok. Ibn AoAsyr merupakan mufasir dan tokoh maqAid al-QurAoAn. Ia membagi delapan maqAid al-QurAoAn atau dikenal dengan maqAid khaah, salah satunya adalah al-muwAAoie wa al-inAr wa at-taur wa at-tabsyr yaitu memuat kumpulan nasihat dan peringatan serta kabar gembira. 13 Melalui al-muwAAoie wa al-inAr wa at-taur wa at-tabsyr ini, ia memberikan isyarat bahwa dalam ayat-ayat Al-QurAoan terkandung nasihat sekaligus peringatan kepada umat manusia dalam menjalankan kehidupan, termasuk dalam menyikapi tren fast fashion yang kian marak di masyarakat. Surah al-AnbiyAAo . ayat 37 secara spesifik membahas karakter manusia yang akan berdampak pada moral dan perilakunya walaupun dalam konteks yang berbeda, yaitu peringatan kepada orang-orang musyrik yang mendustakan Nabi Muhammad saw. pada masa itu. Begitu pula dengan surah al-Hadd . ayat 20-21 yang memuat peringatan kepada manusia bahwa dunia hanyalah permainan semata, termasuk dalam mengikuti tren fast fashion. Oleh karena itu. Allah memberikan akal untuk berpikir dan mengembangkan potensi manusia . urah al-Nahl . Masalah tren fast fashion bukan hanya masalah perilaku, tetapi juga masalah moral dan karakter manusia. Manusia secara naluriah dapat menggunakan akalnya dalam memilah-milih apakah dengan mengikuti tren fast fashion dapat membawa manfaat atau tidak. Oleh sebab itu, penulis membatasi ayat-ayat yang digunakan dalam artikel ini pada tiga ayat tersebut, yakni surah al-AnbiyAAo . ayat 37, al-Nahl . ayat 78 dan al-Hadd . ayat 20-21. Gading Perkasa. AyJangan Cuma Belanja Pakaian. Ketahui Juga Dampak Fast Fashion pada Lingkungan,Ay Kompas. com diakses https://lifestyle. com/read/2021/05/07/155527320/jangan-cuma-belanjapakaian-ketahui-juga-dampak-fast-fashion pada tanggal 29 Mei 2022 pukul 22. 44 WIB. 11 Kementerian Agama RI. Al-QurAoan dan Terjemahan (Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-QurAoan, 2. , 902. 12 Muhammad Quraish Shihab. Tafsir Al-QurAoan Al-Karim: Tafsir atas Surat-Surat Pendek Berdasarkan Urutan Turunnya Wahyu (Bandung: Pustaka Hidayah, 1. ,107-108. 13Muuammad a-Ahir ibn AoAsyr. Tafsr At-Taurr Wa at-Tanwr. Vol. DAr At-Tnisiyyah Li an-Nasyr (Tunisia, 1. Lihat juga MasAod Ab Daukhah. MaqAid Al-QurAoAn. DAr As-SalAm (Kairo, 2. REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Menyikapi Tren Fast Fashion Perspektif Al-QurAoan (Analisis MaqAid Al-QurAoAn Ibn AoAsy. METODE PENELITIAN Artikel ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan . ibrary researc. yang datadatanya diperoleh melalui hasil riset, buku, jurnal ilmiah, skripsi, tesis dan sumber-sumber tertulis lainnya,14 termasuk kitab-kitab tafsir. Kitab-kitab tafsir yang digunakan dalam artikel ini yaitu tafsir al-MishbAh karya M. Quraish Shihab, tafsir al-Azhar karya Buya Hamka, dan Al-QurAoan dan Tafsirnya karya tim penyusun Kementerian Agama RI. Latar belakang seorang mufasir dapat mempengaruhi penafsirannya. Artikel ini menggunakan tafsir karya mufasir Indonesia agar memudahkan dalam menangani tren fast fashion yang terjadi di Indonesia. Pendekatan yang digunakan dalam artikel ini yaitu maqAid al-QurAoAn Ibn AoAsyr, khususnya pada aspek al-muwAAoie wa al-inAr wa at-taur wa at-tabsyr yaitu memuat kumpulan nasihat dan peringatan serta kabar gembira. Prosedur pengumpulan data dalam artikel ini, yaitu mengumpulkan ayat yang akan dibahas, khususnya surah al-AnbiyAAo . ayat 37, surah al-Nahl . ayat 78 dan surah al-Hadd . ayat 20-21, mencari dan menganalisa penafsiran, serta mengaplikasikan penafsiran tersebut ke dalam maqAid al-QurAoAn Ibn AoAsyr. HASIL DAN PEMBAHASAN MaqAid Al-QurAoAn Ibn AoAsyr MaqAid al-QurAoAn merupakan gabungan dari dua kata yaitu maqAid dan al-QurAoAn. Secara bahasa, kata maqAid berasal dari wazan mafAAoil. Dari segi kata kerja, ia bersumber dari kata qaada, yaqudu, qadan yang berarti bermaksud atau berniat. 15 Al-AsfahAni mengatakan bahwa qaada atau al-qadu berarti istiqAmatu a-arq . alan yang luru. 16 Dari segi derivasinya, terdapat kata al-qadu, al-qAidu, al-maqAidu dan al-iqtiAd. Secara istilah, maqAid menurut Abd. Karm al-Amid17 adalah tujuan yang hendak dicapai oleh seseorang baik dalam bentuk perkataan atau perbuatan. 18 Sementara itu. Al-QurAoan adalah kalam Allah yang bernilai mukjizat, diturunkan kepada nabi dan rasul terakhir dengan perantara Malaikat Jibril yang terpercaya, ditulis dalam mushaf yang dinukilkan kepada kita secara mutawAtir, bernilai ibadah dengan membacanya, dan dimulai dari Surah alFAtiuah serta diakhiri dengan Surah an-NAs. Dari beberapa uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa maqAid al-QurAoAn adalah tujuan-tujuan tinggi yang dihasilkan dari penyatuan seluruh hukum Al-QurAoan. Tujuan diturunkannya Al-QurAoan adalah untuk merealisasikan kemaslahatan hamba. Tujuantujuan tersebut mencakup semua makna dan hukum yang dikandung Al-QurAoan demi Mestika Zed. Metode Penelitian Kepustakan (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2. , 5-16. Ahmad Warson Munawwir. Al-Munawwir: Kamus Arab-Indonesia (Surabaya: Pustaka Progressif, 2. , 1123. 16 Ab al-QAsim al-asain bin Muhammad, al-MufradAt f Gharb al-QurAoAn . : t. , . , 523. 17 Abd al-Karm Amid. Al-Madkhal ilA MaqAid Al-QurAoAn (Riyad: Maktabat al-Rushd, 2. , 21. 18 Muhammad Sholeh Hasan. MaqAid Al-QurAoAn dalam Pemikiran Ysuf Al-QarasAw (Jawa Barat: Nusa Litera Inspirasi, 2. , 39-41. 19 Muhammad ibn AoAli al-ShAbn. At-TibyAn f`Ulm Al-QurUAn (Mekah: Dar al-KitAb al-IslAmiyah, 2. , 7. REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Nurhayati dan Afifullah kemaslahatan dunia dan akhirat setiap hamba. Al-QurAoan menyerukan kepada manusia untuk menyebarkan kebaikan dan kebajikan sesuai dengan ajaran agama sehingga kebaikan tersebut dapat dinikmati oleh seluruh penghuni bumi. Ibn AoAsyr membagi maqAid al-QurAoAn ke dalam delapan bagian atau disebut dengan maqAid khaah, yang kemudian diringkas menjadi tiga bagian atau disebut maqAid AoAmmah. Tiga bagian dalam maqAid AoAmmah Ibn AoAsyr, yaitu:21 alAu al-auwAl al-furAdiyyah . emperbaiki hal-hal ihwal kehidupan individ. alAu al-auwAl al-jamAAoiyyah . emperbaiki hal-hal ihwal kehidupan kolekti. alAu al-auwAl al-AoumrAniyyah . emperbaiki hal-hal ihwal kemakmura. Dari ketiga maqAid AoAmmah tersebut. Ibn AoAsyr memperinci menjadi delapan bagian atau maqAid khaah, yaitu: 22 IlAu al-iAoitiqAd wa taAolm al-Aoaqd a-auu . ereformasi keyakinan dan pengajaran ke arah akidah yang bena. Tahb al-akhlAq . engajaran serta pembinaan menuju akhlak yang terpuj. At-tasyrAo wahuwa al-aukAm khAah wa AoAmmah . enetapan hukum-hukum yang bersifat khusus maupun yang bersifat umu. SiyAsah al-ummah . olitik keummata. Hal ini merupakan orientasi Al-QurAoan yang sangat agung sebab Al-QurAoan tampil untuk membina dan menciptakan kemaslahatan umat secara menyeluruh. Al-qaa wa akhbAr al-umam as-sAlifah merupakan cerita dan kabar umat-umat terdahulu yang dijadikan sebagai pembelajaran atas kebaikan-kebaikaan perilaku mereka, dan sebagai peringatan tentang keburukan-keburukan mereka. At-taAolm bi mA yunAsib uAlah Aoar al-mukhAibn yaitu mengajarkan hal yang sesuai dengan kondisi masa orang yang diajak bicara untuk menyampaikan syariat dan Al-muwAAoie wa al-inAr wa at-taur wa at-tabsyr yaitu memuat kumpulan nasihat dan peringatan serta kabar gembira. Al-iAojAz bi al-qurAoAn yaitu sebagai bentu kemukjizatan Al-QurAoan itu sendiri. Penafsiran Surah al-AnbiyAAo . Ayat 37, al-Nahl . Ayat 78 dan al-Hadd . Ayat 2021 Surah al-AnbiyAAo . ayat 37 aAEaC uA AeEIu a aI aI uI a a sE aaOaOu aE uI O ua acE a ua u aEa uO aIA a a AuManusia diciptakan . tergesa-gesa. Kelak Aku akan memperlihatkan kepadamu . zab yang menjad. tanda-tanda kekuasaan-Ku. Maka, janganlah kamu meminta Aku menyegerakannya. Ay23 Waf AoAsyr Ab Zayd. Metode Tafsir MaqAid, terj. Ulya Fikriyati (Jakarta: PT Qaf Media Kreativa, 2. , 28-31. 21 Muuammad a-Ahir ibn AoAsyr. Tafsr at-Taurr wa at-Tanwr. Vol. 1, 38. 22 Ibid. Lihat juga MasAod Ab Daukhah. MaqAid Al-QurAoAn (Kairo: DAr as-SalAm, 2. , 55-58. 23 Kementerian Agama RI. Al-QurAoan dan Terjemahan, 461 REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Menyikapi Tren Fast Fashion Perspektif Al-QurAoan (Analisis MaqAid Al-QurAoAn Ibn AoAsy. Pada ayat sebelumnya. Allah menerangkan ketidakkekalan kehidupan makhluk di dunia. adakalanya Allah memberikan cobaan kepada manusia berupa malapetaka dan adakalanya berupa kebaikan. Selain itu. Allah juga memberikan keterangan perihal kaum kafir yang memperolok-olok Nabi Muhammad saw. Pada ayat ini. Allah menyebutkan watak dan tingkah laku kaum kafir yang menentang Nabi Muhammad saw. dengan cara mendesak rasul agar segera memperlihatkan kepada mereka azab Allah yang diancamkan kepada mereka. Ketergesa-gesaan dalam Al-QurAoan disebutkan sebanyak 47 kali25 dengan asal kata Aoajala yang berarti cepat. Salah satu sifat manusia adalah ingin tergesa-gesa dalam segala hal, termasuk membayangkan sesuatu yang baik agar kebaikan itu segera datang. Begitu pula sebaliknya. mereka menginginkan keburukan segera sirna. Tidak hanya pada kebaikan dan keburukan, manusia juga tergesa-gesa dalam upaya mencari jalan pintas walau terlarang. 26 Ayat ini merupakan peringatan kepada manusia agar menyadari kelemahan diri yang cenderung bersikap terburu-buru sehingga sebagian dari mereka melupakan kudrat iradat Allah. Karena sifat ini, seolah-olah mereka lupa statusnya sebagai hamba yang mesti patuh dan sabar menunggu ketentuan Tuhan, bukan Tuhan yang mesti menurut apa yang mereka inginkan. Allah menjadikan sifat tergesa-gesa sebagai salah satu sifat pada manusia. Sifat tergesa-gesa ini akan berakibat tidak baik, baik dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain, sehingga menimbulkan penyesalan. Selain itu. Allah juga telah memberi kemampuan kepada manusia untuk menahan diri, bersikap sabar, tenang dan mawas diri yang dapat menyampaikan seseorang pada tujuan dan kesuksesan yang diinginkan. Oleh sebab itu. Allah akan memberikan petunjuk, pertolongan dan perlindungan kepada hamba-Nya yang sabar. Surah al-Nahl . ayat 78 a a e a AA a aO ueEaAuai a a o Ea aE aE uI a u aEauO aIA AaOA a AcEEa a ua a aE uI I uI aauOI aI N aE uI aeE a uEa aI uO aI auOUi O a a aE Ea aE aI E uI a aO ueEauA AuAllah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani agar kamu bersyukur. Ay29 Pendengaran, penglihatan dan hati nurani dalam ayat ini, merupakan inti dari pancaindra yang berfungsi meraih pengetahuan. Mata dan telinga sebagai alat pokok pada obyek yang bersifat material, sedangkan akal dan hati pada obyek yang bersifat Departemen Agama RI. Al-QurAoan dan Tafsirnya (Edisi yang Disempurnaka. Jilid 6 (Jakarta: Widya Cahaya, 2. , 261. 25 Muhammad FuAd AoAbdu al-BAq. Al-MuAojam Al-Mufahras li Al-FAei Al-QurAoAn Al-Karm (Mesir: DAr al-KitAb al-Miriyyah, 1. , 447. 26 M. Quraish Shihab. Tafsr Al-MishbAn: Pesan. Kesan dan Keserasian Al-QurAoan, vol. 8 (Jakarta: Lentera Hati, 2. , 55. 27 Abdul Malik Abdul Karim Amrullah. Tafsir Al-Azhar, vol. 6 (Singapura: Pustaka Nasional PTE LTD, 1. , 4575 28 Departemen Agama RI. Al-QurAoan da Tafsirnya (Edisi yang Disempurnaka. Jilid 6, 261-262. 29 Kementerian Agama RI. Al-QurAoan dan Terjemahan, 384. REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Nurhayati dan Afifullah Daya pikir yang diperoleh dari akal hanya terbatas pada hal-hal tertentu, seperti pada alam nyata, dan karenanya terkadang manusia teperdaya dengan prakira akal, sehingga hasil penalaran tidak menjaminan bagi kebenaran yang diinginkan. Akal ibarat kemampuan berenang seseorang. Seseorang bisa saja selamat dari arus apabila sungai dan gelombang air laut tidak deras. Akan tetapi, kemampuan ini tidak berlaku jika di tengah samudera luas dengan gelombang yang deras dan besar. Memiliki kemampuan berenang atau tidak, seseorang nyaris pasti akan tenggelam tanpa Alat untuk meraih pelampung tersebut adalah kalbu. Ironisnya, pelajar dan mahasiswa lebih banyak menggunakan indra pendengar dari pada indra penglihat. Indra pendengar baru digunakan setengah-setengah. Kalbu hampir selalu terabaikan, dan akal tidak jarang diabaikan termasuk dalam lembaga-lembaga pendidikan. Anugerah ilahi yang pertama diberikan kepada manusia sejak lahir yaitu gharizah atau naluri. Seorang bayi hanya bisa menangis jika merasa dingin, lapar, haus. Dengan berangsur-ansur, tumbuhlah pendengaran lalu penglihatan dan diiringi dengan perkembangan hati yaitu perasaan dan pikiran. Karena itulah, ketika tumbuh dewasa, manusia memiliki sopan santun, sanggup memikul taklif atau tanggungjawab, dan menjadi manusia yang berperikemanusiaan. Tujuan Allah menciptakan pendengaran agar tidak tuli, penglihatan agar tidak buta, dan hati agar dapat mempertimbangkan apa yang didengar dan apa yang dilihat. Akal, penglihatan dan pendengaran yang telah Allah berikan kepada manusia dapat digunakan untuk mengenali dunia sekitarnya, mempertahankan hidupnya, dan mengadakan hubungan dengan sesama manusia. Melalui perantara akal dan indra, pengalaman dan pengetahuan manusia dari hari ke hari semakin bertambah dan Semua ini merupakan rahmat dan anugerah Tuhan kepada manusia yang tidak terhingga. Oleh karena itu, seharusnya manusia bersyukur kepada-Nya, baik dengan cara beriman kepada keesaan Allah, dan tidak menyekutukan-Nya dengan yang lain maupun dengan mempergunakan segala nikmat Allah untuk beribadah dan patuh kepada-Nya. Surah al-Hadd . : 20-21 AuEa aIO acIa uA AA aAUc a AO aNa aI uA a A aOaaEuUO aOaOIaU aOa a U AeEaOaa EacIuOa EaA a A IaNa aa OaNA a A Eu aEAA a AU auO Ia aE uI aOa aEaU aA ueE uaI aOE aO ueE uaOaeE n aE aIa aE auO ua aA A aa aCO ua aE aI u a aII a aE uI aO aIA A EuaaOaA A a aO U aOaI u aU aI aI A AcEEa aOa uA a aA aO UI n aOaI ueEaOaa EacIuOa uaeE aIA U AOa aEO aI aa UiI n aOaA ueEaa a aA a a a a A a a A E aI a aO ueE uaA a A aN aE a uA A aE Eu a aO aIA AcEEa Oa ua aON aII Oa aa n aO A A aE A AcEEa aO Eu aA uA AE Aa uA a AOI aIIaO aa cEE aOa aE aN n aEA AuA a Aa uA a A EEA AuKetahuilah bahwa kehidupan dunia itu hanyalah permainan, kelengahan, perhiasan, dan saling bermegah-megahan di antara kamu serta berlomba- Quraish Shihab. Tafsr Al-MishbAn: Pesan. Kesan dan Keserasian Al-QurAoan, vol. 7 (Jakarta: Lentera Hati, 2. , 304-305. 31 M. Quraish Shihab. Tafsr Al-MishbAn: Pesan. Kesan dan Keserasian Al-QurAoan, vol. 7, 304-305. 32 Abdul Malik Abdul Karim Amrullah. Tafsir Al-Azhar, vol. 5 (Singapura: Pustaka Nasional PTE LTD, 1. , 3942. 33 Departemen Agama RI. Al-QurAoan da Tafsirnya (Edisi yang Disempurnaka. Jilid 5 (Jakarta: Widya Cahaya, 2. , 359-360. REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Menyikapi Tren Fast Fashion Perspektif Al-QurAoan (Analisis MaqAid Al-QurAoAn Ibn AoAsy. lomba dalam banyaknya harta dan anak keturunan. (Perumpamaannya adala. seperti hujan yang tanamannya mengagumkan para petani, lalu mengering dan kamu lihat menguning, kemudian hancur. Di akhirat ada azab yang keras serta ampunan dari Allah dan keridaan-Nya. Kehidupan dunia . agi orang-orang yang lenga. hanyalah kesenangan yang memperdaya. Berlombalah menuju ampunan dari Tuhanmu dan surga yang lebarnya . selebar langit dan bumi, yang telah disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan para rasul-Nya. Itulah karunia Allah yang dianugerahkan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Allah adalah Pemilik karunia yang agung. Ay34 Manusia diberikan kesempatan hidup di dunia merupakan asal pokok dari berbagai nikmat yang Allah Swt. berikan kepada makhlukNya. Oleh sebab itu, kehidupan di dunia bukan merupakan sesuatu yang tercela. Namun, dari nikmat hidup tersebut banyak manusia yang terkecoh dengan tipu daya duniawi dan menyebabkan kehidupannya tercela, yaitu apabila hidup dipergunakan untuk mengikuti kehendak syaitan dan menuruti hawa nafsu. Allah Swt. menjelaskan beberapa karakteristik kehidupan tercela, yaitu pertama, laAoibun berarti main-main layaknya perbuatan kanakkanak yang badannya payah namun faedahnya tidak ada. Kedua, lahwun berarti sendagurau yang tidak menyisakan apa-apa selain penyesalan. Orang berakal sehat menyadari sendiri setelah senda-gurau selesai yang tersisa hanya penyesalan, harta benda habis dan umur serta kesempatan pun habis. Kemudharatan datang beruntun sebagai akibat dari perbuatan tercela manusia. Ketiga, dunia layaknya perhiasan . , cenderung menjadi tipudaya dan awal dari kerusakan, karena perhiasan atau znah ialah berarti upaya memperbagus barang walaupun kurang bagus, membuatnya seolah-olah terlihat sempurna padahal hal itu hanyalah tipu daya. Buya Hamka mengutip perkataan Ibnu Abbas. AuMemang di dunia ini kita dianjurkan berusaha, tetapi sekali-kali jangan lupa bahwa kesudahan perjalanan ini ialah akhirat. Sekali-kali jangan lupa akan hal ini. Jangan lupakan akhirat. Ay36 Dari perkataan Ibnu Abbas ini, manusia memiliki peran untuk berupaya menjalankan kehidupannya di dunia, baik dalam mengikuti tren atau perkembangan zaman. Namun, perlu manusia tanamkan bahwa dalam menjalankan kehidupan, manusia harus memiliki rem untuk mengendalikannya. Rem yang dimaksud adalah iman sebab kehidupan di dunia bukanlah kehidupan terakhir manusia. Manusia nantinya akan berjumpa dengan kehidupan akhirat yang merupakan kehidupan kekal. Keimanan dapat diperoleh dengan mendekatkan diri kepada Allah Swt, melalui kepatuhan melaksanakan perintahNya maupun menjauhi laranganNya. Kementerian Agama RI. Al-QurAoan dan Terjemahan, 798. Abdul Malik Abdul Karim Amrullah. Tafsir Al-Azhar, vol. 9 (Singapura: Pustaka Nasional PTE LTD, 1. , 7184-7185. 36 Ibid. , 7185-7186. REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Nurhayati dan Afifullah Kehidupan dunia hanyalah permainan semata atau sesuatu yang remeh. Namun, kehidupan dunia pulalah yang dapat mendorong manusia untuk berupaya mendekatkan diri kepada Allah Swt. sebagai bekal untuk menjalankan kehidupan akhirat yang kekal. Sebagian manusia terkecoh dengan tipu daya dunia layaknya perhiasan yang dibangga-banggakan sehingga mereka melakukan segala cara tanpa memperhatikan batas-batas tuntunan agama. Mereka rela menguras pikiran, harta, waktu dan kesempatan hanya untuk berfoya-foya dan mencari hiburan belaka sehingga nantinya menyisakan penyesalan. Menyikapi Tren Fast Fashion: Analisis MaqAid al-QurAoAn Ibn AoAsyr Secara eksplisit. Surah al-AnbiyAAo . Surah al-Nahl . ayat 78 dan Surah al-Hadd . ayat 20-21 tidak menyebutkan cara untuk menyikapi tren fast fashion. Namun dari kandungan ketiga ayat ini, dengan analisis maqAid al-QurAoAn Ibn AoAsyr, terkandung aspek al-muwAAoie wa al-inAr wa at-taur wa at-tabsyr yang memuat kumpulan nasihat dan peringatan serta kabar gembira dan dapat digunakan untuk menyikapi perkembangan zaman saat ini serta memberikan solusi atau cara menyikapi tren fast fashion yang melanda semua kalangan usia, mulai dari anak-anak, remaja maupun dewasa. Dalam Surah al-AnbiyAAo . ayat 37, disebutkan nasihat kepada umat manusia agar tidak tergesa-gesa dalam melakukan suatu tindakan atau keputusan, termasuk dalam menghadapi tren fast fashion. Tidak jarang, ketergesa-gesaan berakibat timbulnya ketidaksempurnaan hasil yang dicapai dan membuat kita merugi sekaligus menyesal. Tergesa-gesa dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah lekas-lekas, tergopohgopoh, dan terburu-buru. 39 Apabila seseorang mengetahui atau mendapatkan informasi terbaru seputar tren, baik dari media sosial atau pun media cetak, seperti model baju kekinian atau tren fashion, tren smartphone dengan kualitas yang semakin canggih, mereka secara spontan tanpa perencanaan berusaha untuk mendapatkan barang tersebut. Sikap tidak tergesa-gesa semacam ini tidak sertamerta muncul dengan sendirinya. dorongan nafsu dalam diri manusia misalnya untuk memiliki pakaian kekinian ataupun alat eletronik terbaru tanpa memperhatikan manfaat yang akan diperoleh dan bagaimana cara untuk mendapatkan barang tersebut muncul dari pola pikir dan lingkungan. Selain tidak tergesa-gesa, dalam surah al-Nahl . ayat 78 juga terkandung nasihat kepada umat manusia untuk menelaah atau mempelajari segala sesuatu terlebih Dalam hal ini, akal berperan penting untuk berfikir dan mempertimbangkan apakah dengan mengikuti sebuah tren, akan muncul dampak baik atau justru membawa Akal juga memungkinkan manusia untuk berpikir bahwa tidak mengikuti tren tertentu tidak secara otomatis menjadikan seseorang ketinggalan zaman atau kurang Wahbah az-Zuhaili. Tafsir Al-Munr, vol. 14, terj. Abdul Hayyie al-Kattani dkk. (Jakarta: Gema Insani, 2. , 353-356. 38 Moh. Mahfud. Spiritual Alquran dalam Membangun Kearifan Umat (Yogyakarta: UII Press, 1. , 39 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Putaka, 1. , 275. REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Menyikapi Tren Fast Fashion Perspektif Al-QurAoan (Analisis MaqAid Al-QurAoAn Ibn AoAsy. update, sebab tren tidak memiliki jangka waktu yang relatif tidak lama dan terus mengalami Selain bersikap tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan dan bertindak, manusia juga dimungkinkan untuk berpikir lebih jauh. apakah barang yang diinginkan termasuk kebutuhan penting, mendesak atau hanya untuk berfoya-foya. seberapa besar manfaat yang akan diperoleh maupun mudarat yang akan diterima. Hal ini juga penting untuk menjadi konsumen dalam mengikuti tren fast fashion. Allah telah menegaskan dalam Surah al-Hadd . : 20-21 bahwa dunia dan isinya hanyalah permainan semata yang sewaktu-waktu dapat musnah. Ayat ini menjadi peringatan kepada manusia agar bijak dalam menjadi konsumen demi mengikuti tren fast fashion di mana mereka seharusnya menyesuaikan gaya konsumsi dengan kemampuan diri. Tingginya harga suatu barang yang sedang menjadi trend seyogyanya tidak dengan spontan menjadikan manusia melakukan segala cara untuk mendapatkannya, termasuk cara-cara yang tidak legal seperti tindakan kriminal berupa perampokan dan lainnya. Tidak hanya pada harga yang tinggi, dampak kemudaratan yang ditimbulkan juga harus dipertimbangkan dalam hubungannya dengan diri sendiri, orang lain, maupun lingkungan. Artinya, apabila dengan mengikuti suatu tren tertentu seseorang bisa menerima dampak positif baik kepada diri sendiri maupun orang lain, maka mengikuti tren tersebut tidak menjadi persoalan. Akan tetapi sebaliknya, apabila mengikuti tren akan mampu atau cenderung membawa dampak negatif, maka perlu perenungan ulang untuk melkaukannya. PENUTUP Al-QurAoan memberikan solusi yang dapat dilakukan dalam menghadapi tren fast fashion yang marak terjadi, yaitu: pertama, tidak tergesa-gesa (QS. al-AnbiyAAo . : . Ayat ini berupa nasihat kepada manusia agar bersikap tidak tergesa-gesa dalam melakukan suatu tindakan atau keputusan, termasuk dalam menghadapi tren fast fashion. Tidak jarang, ketergesa-gesaan berakibat timbulnya ketidaksempurnaan hasil yang dicapai dan membuat manusia merugi sekaligus menyesal. Kedua, menelaah atau mempelajari (QS. alNahl . : . suatu fenomena. Ayat ini juga mengandung nasihat kepada umat manusia untuk menelaah atau mempelajari sesuatu terlebih dahulu karena akal berperan penting untuk berfikir apakah dengan mengikuti suatu tren akan berdampak baik atau membawa petaka sehingga manusia tidak serta-merta menerima dan mengikuti tren fast fashion. Ketiga, menyesuaikan dengan kemampuan diri (QS. al-Hadd . : 20-. Hal ini juga penting untuk menjadi pertimbangan manusia sebagai konsumen dalam mengikuti tren fast fashion. Allah telah menegaskan bahwa dunia dan isinya hanyalah permainan semata yang sewaktu-waktu dapat musnah. Ayat ini sebagai peringatan kepada manusia agar bijak dalam menjadi konsumen demi mengikuti tren fast fashion dengan cara menyesuaikan dengan kemampuan diri. DAFTAR PUSTAKA