ISSN: x-x Volume X. Nomor X. Bulan 20XX DOI XX-XX Kesejahteraan Psikologis Pada Remaja Dengan Orang Tua Merantau Dhea Octa Ningtyas . Laila Putri Ananda . Luthfi Sri Handayani . Ruwita Erinasari . Hengki Hendra Pradana . Universitas Nahdlatul Ulama Blitar. Indonesia 2,3,4,5 Universitas Nahdlatul Ulama Blitar. Indonesia Email: dheahayu2@gmail. com, 2 lailaputriananda@gmail. luthfisri88097@gmail. com, 4 ruwitaerina@gmail. com 5 hengkihendra@unublitar. Abstract This study aims to determine the psychological well-being of adolescents whose parents live This study uses a qualitative method with a case study approach, involving 6 participants, consisting of 3 subjects and 3 significant others with the criteria that the subject is still a teenager or has passed the teenage stage and one or all of the subject's parents work outside the area/migrate. Data collection techniques used interview techniques using 10 questions for the subject and 9 questions for significant others, and these questions were taken based on factors that affect psychological well-being. The results show that adolescents who are abandoned by one or all of the subject's parents working outside the area/migrating have low psychological well-being. In this study, the psychological well-being of adolescents whose parents live abroad is at a low level, meaning that further treatment is needed so that the psychological well-being of adolescents becomes high. If adolescents whose parents migrate have high psychological well-being in this case, it can help adolescents pass developmental tasks, face challenges, live their lives happily, calmly and be able to overcome all the problems they face. Keywords: Psychological well-being. Adolescents. Wander Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesejahteraan psikologis remaja yang di tinggal orang tuanya merantau. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus pendekatan, melibatkan 6 orang peserta, terdiri atas 3 subjek dan 3 significant others dengan kriteria subjek masih diusia remaja atau sudah melewati tahap remaja dan salah satu atau semua orang tua subjek bekerja diluar daerah/merantau. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dengan menggunakan 10 butir pertanyaan untuk subjek dan 9 butir pertanyaan untuk significant others, dan pertanyaan tersebut di ambil berdasarkan faktor yang mempengaruhi kesejahteraan psikologis. Hasilnya menunjukkan bahwa remaja yang ditinggalkan salah satu atau semua orang tua subjek bekerja diluar daerah/merantau memiliki kesejahteraan psikologis yang rendah. Pada penelitian ini kesejahteraan psikologis remaja yang di tinggal orang tuanya merantau berada dalam taraf rendah, artinya perlu adanya penanganan lebih lanjut agar kesejahteraan psikologis remaja menjadi tinggi. Remaja yang orangtuanya merantau memiliki kesejahteraan psikologi yang baik dalam hal ini dapat membantu mereka melewati tugas perkembangan, menghadapi tantangan, menjalankan hidupnya dengan bahagia dan tenang, serta mampu mengatasi segala masalah yang dihadapi. Kata Kunci : Kesejahteraan Psikologis. Remaja. Merantau Pendahuluan Keluarga adalah peran utama dari suatu masyarakat. Suatu keluarga terdapat ayah, ibu, anak dan dalam peran anggota keluarga itu mempunyai tugas dan fungsi masingmasing, apabila tidak di jalankan tugas serta fungsinya dengan baik maka akan terjadi suatu pertengkaran antar anggota keluarga yang terkadang juga memicu konflik. Anggota keluarga dari peran Ayah atau ibu yang kurang paham bahkan tidak melakukan Psikologi Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama Blitar Psycho Aksara Jurnal Psikologi tugas dan tanggung jawabnya dengan umumnya, maka keluarga tersebut akan mengalami ketidakharmonisan dalam perjalanan kehidupan berkeluarga. Setiap keluarga mempunyai cara dalam parenting anak masing masing dengan baik. Orang tua bertanggung jawab penuh dalam, menjaga, melindungi dan mendidik anak agar tumbuh kembang dengan baik dan sesuai skillnya. Untuk itu, keterlibatan orang tua sangat penting sebagai pendidik yang pertama bagi anak-anaknya, dan sekaligus orang tua merupakan contoh apapun yang dilakukan oleh orang tua tentu akan dicontoh oleh Mulai dari perilaku, tutur kata, dan lain lain. (Adi, 2. Menurut Gunarsa, keluarga, terutama orang tua, memiliki peran yang sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai kepada anak-anak. Remaja mulai menunjukkan sifat jati diri mereka, tetapi masih mudah dipengaruhi oleh lingkungan sosial yang baik maupun Oleh karena itu, anak-anak pada usia ini membutuhkan perhatian khusus dan masih membutuhkan bimbingan dan dukungan untuk mengatasi kesulitan mereka sendiri (Sari et al. , 2. Perkembangan psikologi anak dipengaruhi oleh bagaimana cara orang tua merawat, melindungi dan mendidik anaknya. Orang tua yang mendidik dengan penuh sabar, telaten dan kasih sayang akan berdampak positif terhadap masa pertumbuhan dan perkembangan psikologi anaknya. Anak akan merasa amat senang, dapat mengurangi emosinya, menambah percaya diri, dan dapat komunikasi dengan baik, sopan, dan satun kepada orang lain maupun sesamanya. Pola asuh orang tua yang baik juga berdampak pada tumbuh kembang. Orang tua dapat membantu proses minat dan bakat pada anak (Anggreine et al. , 2. Pola asuh orang tua merupakan salah satu peran yang penting untuk tumbuh dan berkembang anak. Pada masa remaja yang merupakan masa pertumbuhan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa, yang dimana terdapat beberapa pertumbuhan dan perubahan yang terjadi pada masa remaja mulai dari perubahan yang terlihat. sosial serta perkembangan mentalnya . Dengan adanya segala perubahan dan perkembangan ini mengakibatkan remaja sulit untuk meredam emosi serta berperilaku yang sesuai dengan norma sosial yang ada di masyarakat. Pola asuh orang tua juga menjadi pengaruh dalam perubahan dan perkembangan yang dijalani remaja serta bagaimana remaja menyikapi serta berperilaku di dalam masyarakat. Maka penjelasan di atas, alasan kenapa penulis memilih subjek remaja. (Azzahra et al. , 2. Orang tua perantau melakukan komunikasi dengan keluarga yang ditinggalkan, terutama anak biasanya melalui telepon. Hal ini menyebabkan peran orang tua kurang dalam pembelajaran, pendampingan, dan pengasuhan kepada anak secara terjun Ketidakhadiran orang tua karena merantau juga akan mengakibatkan hubungan perdekatan dan kelekatannya hubungan antara anak dan orang tua kurang terpenuhi (Sari et al. , 2. Orang tua yang merantau seringkali mempercayakan pendidikan anak sepenuhnya ke sekolah, sedangkan orang tua kurang dapat berperan dalam mengasuh, membimbing Psikologi Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama Blitar Psycho Aksara Jurnal Psikologi dan memberikan pengawasan secara langsung terhadap remaja. Orang tua semestinya mengetahui untuk mengatur kebutuhan anak baik itu kebutuhan materi maupun kebutuhan psikologis, untuk kebutuhan psikologis dengan cara mengendalikan perilaku anak tanpa membuatnya merasa tertekan dan dikendalikan. (Sari et al. , 2. Anak-anak dengan pendidikan atau pengasuhan orang tunggal ini sering kali memperoleh pengawasan yang kurang, sehingga dapat menghambat perkembangan sosial dan emosi anak. Anak-anak dengan pengasuhan orang tua tunggal ini merasa dirinya kurang diperhatikan dan akan melampiaskannya kepada orang lain seperti kepada nenek, saudara atau teman dekatnya. Seperti pemaparan dari subjek ND, subjek lebih dekat dengan neneknya dibandingan dengan kedua orangtuanya. Kesejahteraan psikologis pada anak sangatlah penting, seperti yang digambarkan oleh Ryff . pada konsep kesejahteraan psikologis yang terdiri dari enam aspek, yaitu: penerimaan diri . elf-acceptanc. , hubungan positif dengan orang lain . ositive relationship with other. , otonomy . , penguasa lingkungan . nvironmental master. , tujuan hidupnya . urpose in lif. , dan perkembangan diri . ersonal growt. (Lestari et al. , 2. Kesejahteraan psikologis adalah seseorang atau individu yang memiliki kemampuan untuk menerima diri . ccept yoursel. apa adanya, membentuk hubungan yang positif dengan orang lain/sesama, mempunyai tekad kemandirian, mempunyai kemampuan dalam mengontrol lingkungan eksternal. , telah menetapkan apa saja tujuantujuan hidupnya, mengembangkan potensi yang ada pada dirinya, realisasi diri, pernyataan diri, serta aktualisasi diri (Ryff, 1. Menurut penelitian terdahulu oleh Ryff dan Keyes . Usia, jenis kelamin. menjadi faktor kesejahteraan psikologis Menurut penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Sheldon, dkk . status sosial ekonomi (Socioeconomi. juga menjadi pengaruh pada kesejahteraan psikologis seseorang . Factor lain yang memengaruhi kesejahteraan psikologis (Psychological well-bein. adalah dukungan sosial, religiusitas. , optimisme, pengendalian emosi . engontrol emos. , kedekatan. dan memiliki relasi yang hangat, serta pencapaian tujuan hidupnya (Iganingrat & Eva, 2. Penulis berharap dengan adanya penelitian ini dapat mengetahui kesejahteraan psikologis remaja dengan orang tua merantau berdasarkan pemaparan sebelumnya. Metode Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang bertujuan untuk mengekstrak atau mendeskripsikan kejadian actual di dunia nyata yang diteliti sehingga memudahkan mendapatkan data yang objektif . (Syiaul Adhimah. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Moleong . , penelitian kualitatif merupakan Aupenelitian yang bertujuan untuk memahami/mengetahui fenomena/peristiwa-peritiwa tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku. , persepsi, motivasi . , tindakan, dll. , secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah. dan dengan menggunakan berbagai metode alamiahAy. Psikologi Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama Blitar Psycho Aksara Jurnal Psikologi Pada penelitan ini menggunakan jenis penelitian studi kasus, dimana pada penelitian ini memusatkan diri secara intensif pada satu objek tertentu yang sipelajari sebagai suatu Data studi kasus sendiri diperoleh dari seluruh pihak yang bersangkutan terhadap focus penelitian kita. Sumber data yang diperoleh peneliti didapat dari subjek penelitian yang akan menjabarkan permasalahan yang akan kita teliti dari subjek tersebut. Teknik pengambilan subjek penelitian ini dengan teknik pengambilan sampel yaitu dengan cara teknik purposive sampling yaitu teknik pengambilan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2. Teknik pengambilan sample ini karena sesuai untuk digunakan dalam penelitian kuantitatif atau penelitian-penelitain yang tidak melakukan generalisasi (Sugiyono, 2. Kriteria yang ditentukan oleh peneliti sebagai subjek penelitian adalah mereka yang terlibat pada kegiatan yang diteliti, mengetahui dan memahami informasi terkait Berdasarakan hal tersebut, subjek dalam penelitian ini dipilih dengan kriteria, sebagai berikut: Subjek masih diusia remaja atau sudah melewati tahap remeaja. Salah satu atau semua orang tua subjek bekerja diluar daerah/merantau. Batas minimal 2 tahun ditinggal salah satu atau semua orang tua yang bekerja di luar daerah/merantau. Pada penelitian ini, ada 3 subjek yang terpilih dengan 3 significant other pada masingmasing subjek. Adapun data informan/subjek, sebagai berikut: L . , ayah sebagai orang tua merantau dan sudah ditinggal selama 3 tahun. ND . , ibu sebagai orang tua merantau dan sudah ditinggal selama 5 tahun. LA . , ibu sebagai orang tua merantau dan sudah ditinggal selama 8 tahun. O . , sebagai SO 1 RN . , sebagai SO 2 S . , sebagai SO 3 Dalam penelitian ini, metode pengumpulan data . asil dat. yang digunakan adalah Menurut Arikunto . , wawancara dimulai dengan pertanyaan yang disusun secara sistematis . , kemudian dipertanyakan secara menyeluruh untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang subjek. Diharapkan bahwa pertanyaan dan pernyataan responden akan lebih terarah, sesuai, dan lebih mudah untuk dipelajari. Penulis melakukan wawancara secara langsung dengan informan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang mereka. Untuk subjek, standar wawancara menggunakan demografi, dukungan sosial, penilaian terhadap pengalman hidup, religiusitas, kepribadian, dan demografi. (Reyff, 1. dan dikembangkan menjadi beberapa butir Table I. Pedoman wawancara subjek Kesejahteraan Bentuk pertanyaan Psikologi Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama Blitar Demografi Dukungan social Evaluasi terhadap pengalaman hidup Religiusitas Kepribadian Psycho Aksara Jurnal Psikologi Pertanyaan mengenai usia, jenis kelamin, status social ekonomi dan budaya Pertanyaan mengenai dukungan social yang diterima subjek dari orang terdekatnya Pertanyaan mengenai evaluasi terhadap pengalaman hidup yang telah subjek alami Pertanyaan mengenai pengaruh religiusitas pada diri Pertanyaan mengenai kepribadian yang ada pada diri Dalam studi ini, peneliti menggunakan pendekatan analisis domain, yang, menurut Azwar . , adalah analisis yang dilakukan untuk memperoleh gambaran atau pengetahuan yang luas dan memiliki kecenderungan agak menyeluruh mengenai fokus atau subjek yang diteliti. Hasil dan Pembahasan Peneliti melakukan orientasi lapangan sesuai dengan penelitian sebelumnya pada subjek penelitian. Dalam penelitian yang dilakukan pada bulan Mei 2023, tiga remaja yang ditinggal salah satu atau kedua orang tua merantau diwawancarai secara Tujuan dari wawancara ini adalah untuk memperkuat gambaran umum tentang kesejahteraan psikologis remaja yang ditinggak orang tua merantau. Merantau itu sendiri merupakan istilah pergi keluar kampung halaman dalam jumlah waktu yang telah ditentukan untuk mencari pekerjaan. Dari ke 3 subjek remaja ini telah ditinggalkan oleh orang tua mereka dalam kurun waktu yang cukup lama. Oleh karena itu, beberapa dari mereka tinggal bersama saudara, ada yang tinggal dengan kakek nenek dan ada yang tinggal dengan salah satu orang tua. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa faktor yang mempengaruhi kesejahteran psikologis menurut Ryyf . pada remaja. Faktor-faktor tersebut yaitu: Demografi Demografi yang meliputi jenis kelamin, usia, budaya, dan ekonomi adalah unsur utama yang mempengaruhi kesehatan psikologis seseorang. Subjek I (L) ditinggal Ayahnya ketika ia berusia 14 tahun sampai ia sekarang berusia 17 tahun. AuAyah saya merantau saat saya berusia 14 tahun hingga sampai saat ini, mbakAy. Signifikan others dari subjek L juga mengatakan bahwa saat ini subjek tinggal bersama kakak laki-laki dan ibunya. AuSubjek dirumah itu sama kakak laki-laki dan ibunyaAy. Hal serupa juga dikatakan Subjek II yaitu (ND) yang ditinggal Ibunya merantau sejak berumur 12 tahun hingga saat ini Ia berumur 17 tahun. Saat ini subjek tinggal dengan nenek, ayah dan tante nya. AuIbu merantau keluar negeri sejak aku berusia 12 tahun. Saat ini aku tinggal dengan ayah, nenek dan tanteAy. Hal tersebut di perkuat oleh pernyataan significant others subjek ND bahwa sejak smp ND sudah ditinggal ibunya merantau AuSetahu saya memang dari smp ND ditinggal ibunya merantau mbak dan sampai sekarang tinggal bersama nenek dan tantenyaAy. Psikologi Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama Blitar Psycho Aksara Jurnal Psikologi Sejak Subjek i (LA) ditinggal merantau sejak berusia 12 tahun hingga hari ini, subjek berusia 18 tahun. Ibu dari subjek memutuskan untuk bepergian ke luar negeri karena keadaan ekonomi. Subjek saat ini berada di sekolah asrama. "Karena kondisi keuangan keluarga saya yang buruk, ibu saya pindah ke luar negeri. Sejak saya berusia 12 tahun. Significant others LA mengatakan subjek tinggal dipesantren dan ditinggal ibunya merantau AuDari SMA dia sudah tinggal di pondok mbak dan selalu sekamar dengan saya, dan yang saya tahu memang ibunya pergi bekerja ke luar negeriAy. Dukungan Sosial Dukungan sosial adalah salah satu faktor yang mepengaruhi kesejahteraan psikologis. Keluarga dan orang sekitar sangat berperan penting dalam pemberian dukungan, dukungan tersebut akan memberikan dampak positif dalam menghadapi permasalahan yang muncul dan menjalani kehidupan sehari-hari dengan baik. Begitupun sebaliknya jika dukungan sosial yang di dapatkan kurang maka akan mempengaruhi kesejahteraan psikologis seseorang. Seperti yang di alami oleh subjek I (L) meskipun ayahnya jauh namun ia tetap mendapatkan dukungan sosial dari ayahnya Aumeskipun ayah merantau, dan jauh dari keluarga ayah sering melakukan panggilan video dengan saya dan menanyakan kabar. Ay Ujar subjek L. Hal tersebut juga di katakan oleh signifikan others dari subjek L mengatakan meskipun begitu sampai saat ini hubungan dan komunikasi antara subjek dan ayahnya tetap berjalan dengan baik. Ayahnya selalu pulang setiap kali mendapat jatah cuti. AuHubungan komunikasi ayahnya dengan subjek itu baik, saat saya main kerumahnya ayahnya telpon, juga menayakan kabar subjek, kabar saya, saya itu teman dari sekolah smk atau kuliah, mau pergi kemana. Ayahnya kalau cuti juga sering pulang, mbakAy Berbeda dengan subjek II (ND) yang merasa tidak ada yang memperhatikannya kecuali nenek karena orang tua nya sibuk bekerja AuAwalnya aku merasa dunia nggak adil denganku karena, sejak ibu pergi yang memperhatikan ku cuma nenek. Semuanya sibuk, ibu merantau dan ayah juga sibuk bekerja di BlitarAy. Hal tersebut di perjelas lagi oleh signifikan others subjek ND bahwa hubungan subjek dengan orang tuanya biasa saja, subjek lebih dekat dengan neneknya, hubungan subjek dengan orang sekitarnya juga bagus, subjek sering menyapa tetangganya, subjek juga kerap bercerita mengenai kerinduannya pada ibunya. AuSepengetahuan saya hubungan subjek dengan orang tuanya biasa saja, karena dia lebih dekat dengan neneknya. Kalau dengan lingkungan sekitar bagus dia sering menyapa tetangganyaAy. Subjek i (LA) juga kurang mendapatkan dukungan sosial dari orang tuanya terutama dalam hal psikologis, subjek pernah merasa kecewa kepada orang tuanya terutama sang Ibu, karena menurutnya mereka terlalu disibukkan dengan pekerjaan mereka sehingga tidak mengetahui apa yang subjek rasakan. Orang tua subjek sangat royal dan mengusahakan kebutuhan subjek, namun tidak pernah menanyakan keadaan dan perasaan subjek. Ia merasa hidupnya sangat datar, karena melakukan hal yang sama Psikologi Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama Blitar Psycho Aksara Jurnal Psikologi setip harinya Au Aku jarang bercerita pada ayah sama ibu, takut ngerepotin mbak. Hidupku datar banget, pagi kuliah malam ngaji, gitu doang setiap hariAy Ujar subjek LA. Hal tersebut diperkuat oleh pernyataan significant others subjek LA AuLA sempat sedih, ketika ibunya pamitan untuk merantau. Tapi dia berusaha menerima. Sebenarnya hubungan mereka sangat baik, hanya saja subjek terlalu diam dan tidak pernah mengatakan apa yang ia rasakan pada orang tuanya. Evaluasi terhadap pengalaman hidup Pada dasarnya kesejahteran psikologis juga ditentukan oleh bagaimana seseorang dalam mengevaluasi informasi atau kejadian yang dialami, seperti yang dialami oleh subjek I (L). Ia merasa tidak berguna ketika ayahnya memutuskan untuk merantau dan ia merasa dunia tidak adil padanya, karena saat ada tugas sekolah, teman-temannya mengatakan tugasnya dibantu oleh ayah mereka, sedangkan subjek mengerjakan Saat ini subjek sudah menerima, karena sang ayah merantau untuk menghidupi AuAwalnya saya merasa kecewa kepada keluarga dan diri sendiri karena pekerjaan rumah milik teman-teman dibantu ayah mereka, sedangkan milik saya tidak lo mbak. Tapi untuk sekarang saya sudah berusaha menerima karena ayah kerja untuk meghidupi keluarga yang penting disana ayah sehat walafiatAy. Dari pernyataan L tersebut juga dikonfirmasi oleh signifticant others L bahwa L pernah bercerita bahwa sebenrnya tidak pengen jika ayahnya bekerja jauh tapi disisi lain ayahnya harus mencari uang untuk keperluan keluarga. AuWaktu itu dia pernah cerita ke saya mbak sebenarnya dia tidak ingin ayahnya pergi kerja jauh tapi karna harus membiayai ia sekolah juga dan harus cari nafkah untuk keluargaAy. Subjek II yaitu (ND) saat ini telah menerima apa yang ditakdirkan Tuhan kepadanya. AuTapi sekarang aku sudah ikhlas, namanya juga takdir, mau bagaimana lagi kan, mbak. Alhamdulillah, hubunganku dengan ibu baik, meskipun jarang melakukan vc tapi setiap hari kami, chattingan. Aku punya satu sahabat, yang sering aku curhat i, mbak. Ay Ujar subjek ND. Hal itu juga di katakan oleh significant others ND bahwa subjek juga kerap bercerita mengenai kerinduannya pada ibunya. Menurutnya subjek sering bersedih ketika ada yang menyinggung tentang orang tuanya. AuSubjek biasa saja ketika ditinggal orang tuanya merantau, tetapi terkadang ketik ada pembahasan tentang orang tua dia merasa sedih, karena sebenarnya dia merindukan keluarga kecilnya berkumpul bersama. Ay Cerita signifikan others R. Berbeda dengan subjek i (LA) meskipun pola asuh yang telah diberikan oleh orang tua membuatnya tidak terlalu peduli dengan orang sekitarnya. namun subjek memiliki prinsip jika orang lain membutuhkan bantuan Ia akan tetap membantu. AuAku nggak terlalu peduli sama orang lain, tapi jika mereka meminta bantuan, sebisa mungkin aku bantuAy. Menurut significant others subjek i (LA) sejak awal mengenal subjek, butuh beberapa waktu untuk dekat dengannya, karena terlalu menutup diri dari orang lain. Meskipun begitu saat ini subjek sudah bisa terbuka dan bercerita padanya. AuSaya mengenal subjek Psikologi Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama Blitar Psycho Aksara Jurnal Psikologi pada tahun 2017, butuh beberapa bulan agar subjek bisa terbuka pada saya. Tapi sekarang subjek sering bercerita pada saya, tanpa saya mintaAy ujar R. Religiusitas Tingkat religiusitas yang tinggi berdampak signifikan pada kesejahteraan psikologi seseorang, menjadikan agama sebagai Teknik mengatasi tantangan. Seperti yang dilakukan subjek I (L), ia senantiasa berdoa dan berharap ayahnya selalu sehat walafiat saat bekerja. AuTapi untuk sekarang saya sudah berusaha menerima karena ayah kerja untuk meghidupi keluarga yang penting disana ayah sehat walafiatAy ujar L. Signifticant others subjek L juga berkata bahwa L selalu khawatir dengan keadaan ayahnya yang bekerja jauh dan L selalu berharap ayahnya baik-baik saja. AuL selalu khawatir mbak dengan ayahnya jika sehari saja tidak wa atau telpon, namun dia selalu mendoakan ayahnyaAy. Begitupun yang dilakukan oleh subjek II (ND). Untuk saat ini subjek telah menerima apa yang ditakdirkan Tuhan kepadanya. AuTapi sekarang aku sudah ikhlas, namanya juga takdir, mau bagaimana lagi kan, mbakAy ujar ND. Hal tersebut di perkuat oleh significant others subjek ND bahwa ia selalu ikhlas dalam menghadapi sebuah permasalahan. AuND itu anaknya selalu ikhlas jika sesuatu tejadi padanya, dan anaknya itu kalem banget mbakAy Subjek i (LA) juga selalu mendoakan ibunya setelah selesai sholat berjamaah AuSetelah selesai jamaah saya selalu mendoakan ibu dan ayah saya mbak semoga senantiasa diberikan kesehatan, dan di lancarkan segala urusannyaAy Signifticant others LA mengatakan LA sering mengungkapkan betapa dia merindukan ibunya, yang bepergian ke luar negeri. Dia selalu berharap ibunya selalu dalam lindungan Alloh. AuDia selalu curhat ke saya kalau dia kangen dengan ibunya dan dia selalu berdoa lama sekali ketika selesai sholat jamaahAy Kepribadian Salah satu faktor yang mempengaruhi kesejahteraan psikologis adalah kepribadian. Subjek L memiliki kepribadian yang relatif tertutup. AuSaya jarang cerita dengan orang lain, saya lebih memilih diam mbakAy. Hal itu dibuktikan dari Significant others L yang mengatakan bahwa subjek tidak pernah mengungkapkan banyak tentang orang tuanya karena menurut subjek, orang lain tidak perlu mengetahui apa yang sedang Ia dan keluarganya alami. AuSubjek itu kalau sama saya tidak pernah bercerita banyak tentang orang tuanya, mungkin hanya bercerita ayahnya kerja didaerah mana gitu aja. Ay Ujar Singnifikan Other subjek L. Subjek yang ke II yaitu ND memiliki rasa kasih sayang yang cukup tinggi. Ausaya sangat menyanyangi keluarga saya mbk, sebenarnya saya kasihan juga kepada orang tua saya yang harus bekerja jauh untuk mencari nafkah dan saya bersedih ketika melihat kelurga yang selalu kumpulAy. Psikologi Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama Blitar Psycho Aksara Jurnal Psikologi Di perkuat juga oleh significant others subjek ND bahwa subjek sering bersedih ketika ada yang menyinggung tentang orang tuanya. Autetapi terkadang ketika ada pembahasan tentang orang tua dia merasa sedih, karena sebenarnya dia merindukan keluarga kecilnya berkumpul bersama, mbakAy. Selain itu subjek ND ini juga cukup ramah dalam bersiap seperti yang dikatakan oleh significant others subjek ND bahwa ia sering menyapa tetangganya AuKalau dengan lingkungan sekitar bagus dia sering menyapa tetangganyaAy ujar significant others subjek ND. Subjek i (LA) memiliki pandangan yang sangat independent. Ia mengakui bahwa ia menyimpan kesedihan untuk dirinya sendiri agar tidak merepotkan orang tuanya. AuAku jarang bercerita pada ayah sama ibu, takut ngerepotin mbak. Aku nggak terlalu peduli sama orang lain, tapi jika mereka meminta bantuan, sebisa mungkin aku bantuAy. Selain itu meskipun pola asuh yang telah diberikan oleh orang tua subjek membuatnya tidak terlalu peduli dengan orang sekitarnya, namun subjek memiliki prinsip jika orang lain membutuhkan bantuan Ia akan tetap membantu. AuAku nggak terlalu peduli sama orang lain, tapi jika mereka meminta bantuan, sebisa mungkin aku bantuAy. Ujar LA. Hal tersebut juga diperkuat oleh significant others subjek LA bahwa LA anaknya pendiam dan tidak banyak ngomong. AuLA itu anaknya pendiam mbk, tidak banyak bercerita juga, hanya pada orang yang dekat saja dia mau ceritaAy. Simpulan Berdasarkan pembahasan yang telah peneliti dapatkan dari hasil wawancara, dapat dimabil kesimpulan bahwa faktor demografi yang meliputi pertanyaan kepada subjek tentang jenis kelamin, usia, budaya dan ekonomi. Faktor Dukungan Sosial dimana subjek mampu mempengaruhi kesejahteraan psikologisnya dengan dukungan dari lingkungan sekitar seperti keluarga, saudara, teman dan lainnya. Faktor Evaluasi terhadap pengalaman hidup disini subjek diharap mampu untuk mengevaluasi diri sebagai motivasi hidup kedepannya. Faktor Religiusitas pada subjek berpengaruh pada kesejahteraan psikologisnya, diharapkan subjek memiliki tingkat religiusitas yang tinggi untuk koping dalam menghadapi masalahnya. Faktor Kepribadian merupakan faktor yang mempengaruhi subjek dalam kesejahteraan psikologisnya. Mempengaruhi kesejahteraan psikologis remaja yang ditinggal merantau oleh orang tuanya. Referens Adi. Pendidikan Keluarga Dalam Perspektif Islam Oleh. Jurnal Pendidikan ArRashid, 7. Http://w2. Irib. Ir/Worldservice/Melayu Anggreine. Fauziyah. , & Rahmawati Fasi Prodi Pgmi Stai Al-Azhar Menganti Gresik. Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Perkembangan Psikologi Anak Di Mi Riyadlatul Atfal Hulaan Menganti Gresik. In Awwaliyah: Jurnal Pgmi (Vol. Azzahra. Shamhah. Kowara. , & Santoso. Peran Pola Asuh Orang Tua Dalam Membentuk Keterampilan Sosial Remaja. In Peran Pola Asuh Psikologi Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama Blitar Psycho Aksara Jurnal Psikologi Orang Tua Dalam Membentuk Keterampilan Sosial Remaja Forum Ilmiah (Vol. Issue . Hyoscyamina. PERAN KELUARGA DALAM MEMBANGUN KARAKTER ANAK. Http://w. Pikiranrakyat. Co. Id/Hikmah Iganingrat. , & Eva. Kesejahteraan Psikologis Pada Ibu Tunggal : Sebuah Literature Review. Lestari. , & Amaliana. Peran Ayah Sebagai Orang Tua Tunggal Dalam Pengasuhan Anak. Jurnal Sains Psikologi. Sari. Mizaniya. , & Noviansah. PERILAKU AGRESIF ANAK DISEBABKAN ORANG TUA MERANTAU. Al-Madrasah: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah, 5. , 11. Https://Doi. Org/10. 35931/Am. V5i1. Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif. Kualitatif. Dan R & D). Bandung: Penerbit Alfabeta. Qorrotu. Penelitian. Pengembangan. , & Pati. KENAKALAN Remaja Awal Di Lingkungan Sekolah Ditinjau Dari Ketidakhadiran Orang Tua Karena Merantau Delinquency On Early Adolescent In The Schools Reviewed From The Absence Of Parents Because Of Temporal Migration. In Jurnal Litbang: Vol. XI (Issue .