Vol. No. 2 Juni 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Peningkatan Pemanfaatan Layanan Posyandu Untuk Kesehatan Balita Di Desa Masnana. Kabupaten Buru Selatan Herlien Sinay1*. Rahma Tunny2. Arindiah Puspo Windari3. Melinda Evana Pariama4 1,2,4 Program Studi Kesejatan Masyarakat. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Maluku Husada Program Studi Kebidanan. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Maluku Husada Email: herliensinay@gmail. com 1* Abstrak Pelayanan Posyandu memiliki peran strategis dalam meningkatkan derajat kesehatan balita, terutama di wilayah pedesaan seperti Desa Masnana. Kabupaten Buru Selatan. Namun, partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan layanan ini masih rendah akibat kurangnya pengetahuan, informasi, dan persepsi yang keliru. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan layanan Posyandu melalui penyuluhan dan edukasi kepada ibu balita, kader, dan tokoh masyarakat. Dengan pendekatan edukatif dan partisipatif, diharapkan tercipta peningkatan kesadaran dan keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga tumbuh kembang balita. Keberhasilan kegiatan ini diharapkan dapat memperbaiki status kesehatan anak dan menjadi model intervensi kesehatan berbasis komunitas di daerah serupa. Kegiatan ini dilakukan di Desa Masnana. Kabupaten Buru Selatan. Hasil program menunjukkan peningkatan pemahaman ibu balita mengenai pemanfaatan pelayanan posyandu, terutama dalam pemenuhan gizi sejak kehamilan dan praktik pemberian makanan sehat bagi balita. Selain itu, kader Posyandu mengalami peningkatan keterampilan dalam pemantauan tumbuh kembang anak, pencatatan data kesehatan, serta koordinasi dengan Puskesmas. Keberhasilan program ini ditunjang oleh metode interaktif dalam penyuluhan serta keterlibatan aktif tenaga kesehatan. Program ini berhasil meningkatkan kesadaran ibu balita tentang pentingnya posyandu dalam pencegahan stunting serta mengoptimalkan peran kader Posyandu dalam layanan kesehatan primer. Keywords: Balita. Kesehatan posyandu. Pelayanan. Penyuluhan PENDAHULUAN Pelayanan kesehatan dasar merupakan fondasi penting dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, terutama pada kelompok rentan seperti balita. Salah satu bentuk pelayanan kesehatan dasar di Indonesia adalah Pos Pelayanan Terpadu (Posyand. , yang berfungsi sebagai pusat pelayanan kesehatan masyarakat berbasis partisipasi masyarakat, khususnya ibu dan anak. Posyandu memberikan pelayanan meliputi pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita, imunisasi, pemberian makanan tambahan, serta penyuluhan kesehatan. Menurut Kementerian Kesehatan RI . Posyandu berperan penting dalam menurunkan angka kematian bayi dan balita serta memperbaiki status gizi anak (Dina. Hasibuan. , & Gurning. P, 2. Posyandu (Pos Pelayanan Terpad. merupakan salah satu ujung tombak dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak. Layanan ini menjadi sarana penting dalam mendukung pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita, imunisasi, pemberian makanan tambahan, serta edukasi kesehatan bagi orang tua. Namun, pada Vol. No. 2 Juni 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 kenyataannya, tingkat partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan layanan Posyandu di beberapa daerah masih tergolong rendah, termasuk di Desa Masnana. Kabupaten Buru Selatan. Berdasarkan observasi awal, rendahnya pemanfaatan layanan Posyandu di Desa Masnana disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain kurangnya pengetahuan masyarakat tentang manfaat Posyandu, keterbatasan informasi, serta persepsi yang keliru mengenai pentingnya pemantauan kesehatan balita secara berkala. Kondisi ini berdampak pada rendahnya cakupan imunisasi, peningkatan risiko gizi buruk, dan keterlambatan deteksi tumbuh kembang anak. Desa Masnana di Kabupaten Buru Selatan merupakan salah satu wilayah yang masih menghadapi tantangan dalam optimalisasi pemanfaatan layanan Posyandu. Meskipun fasilitas Posyandu tersedia, tingkat kehadiran ibu dan balita dalam kegiatan Posyandu masih rendah. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pentingnya Posyandu, persepsi bahwa layanan tersebut kurang bermanfaat, serta terbatasnya sumber daya manusia dan logistik yang mendukung kegiatan Posyandu (Suyani, et al, 2. Menurut jurnal penelitian oleh Nasution et al. , keikutsertaan aktif orang tua, khususnya ibu, dalam kegiatan Posyandu memiliki hubungan erat dengan status kesehatan balita, terutama dalam aspek gizi dan imunisasi. Balita yang rutin memanfaatkan layanan Posyandu terbukti memiliki status gizi yang lebih baik dan cakupan imunisasi yang lebih lengkap dibandingkan dengan yang tidak. Hal ini menunjukkan bahwa penguatan edukasi dan keterlibatan masyarakat sangat penting dalam upaya meningkatkan pemanfaatan Posyandu (Firza, 2. Kesehatan balita adalah indikator penting dalam menilai kualitas kesehatan suatu Berdasarkan hasil Riskesdas . , prevalensi balita dengan status gizi buruk dan stunting masih cukup tinggi di berbagai daerah, termasuk Maluku. Stunting yang terjadi pada masa balita dapat berdampak jangka panjang, baik terhadap perkembangan fisik, kognitif, maupun produktivitas ekonomi saat dewasa. Oleh karena itu, intervensi dini melalui layanan seperti Posyandu menjadi sangat penting untuk mencegah kondisi tersebut (Suyani, et al Pengabdian masyarakat merupakan salah satu bentuk implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, di mana sivitas akademika secara aktif terlibat dalam menyelesaikan permasalahan nyata di masyarakat. Melalui kegiatan penyuluhan ini, diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat Desa Masnana tentang pentingnya memanfaatkan layanan Posyandu secara aktif dan teratur. Kegiatan ini juga akan mendorong peningkatan Vol. No. 2 Juni 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 kesadaran serta keterlibatan ibu-ibu balita dalam menjaga dan memantau tumbuh kembang anak mereka (Saphira, et al, 2. Upaya penyuluhan ini tidak hanya menyasar pada ibu balita, tetapi juga melibatkan kader Posyandu, tokoh masyarakat, dan perangkat desa agar tercipta sinergi dalam mendukung program kesehatan ibu dan anak. Dengan adanya dukungan yang kuat dari berbagai pihak. Posyandu dapat kembali menjadi sarana strategis dalam upaya preventif dan promotif kesehatan masyarakat, khususnya bagi balita. Selain itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membangun kesadaran bahwa pemanfaatan layanan Posyandu bukan hanya tanggung jawab petugas kesehatan, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Perubahan perilaku masyarakat, terutama dalam hal kesadaran akan pentingnya pemeriksaan rutin, imunisasi, dan gizi seimbang bagi anak, menjadi tujuan utama dari kegiatan penyuluhan ini. Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, perlu dilakukan penyuluhan dan edukasi secara langsung kepada masyarakat Desa Masnana untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi dalam kegiatan Posyandu. Melalui pendekatan partisipatif dan edukatif, masyarakat diharapkan lebih memahami pentingnya Posyandu dalam menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan balita. Kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat peran kader Posyandu dan mempererat hubungan antara petugas kesehatan dan masyarakat. Dengan meningkatnya pemanfaatan Posyandu diharapkan terjadi perbaikan nyata dalam status kesehatan balita di Desa Masnana. Keberhasilan program ini juga dapat dijadikan model untuk pelaksanaan kegiatan serupa di wilayah lain yang memiliki karakteristik sosial dan geografis yang serupa. Penyuluhan ini menjadi langkah awal dalam membangun masyarakat yang lebih sehat dan peduli terhadap tumbuh kembang generasi masa depan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi langkah strategis dan berkelanjutan dalam upaya pembangunan kesehatan berbasis komunitas, khususnya di wilayah pedesaan seperti Desa Masnana. METODE KEGIATAN Pendekatan pengabdian yang digunakan dalam program ini adalah penyuluhan partisipatif layanan primer, yang melibatkan Masyarakat secara aktif dalam Upaya Meningkatkan Pemanfaatan Pelayanan Posyandu Untuk Kesehatan Balita Di Desa Masnana melalui optimalisasi Posyandu. Penyuluhan dipilih karena merupakan metode yang efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan Masyarakat tentang pentingnya meningkatkan kesadaran Masyarakat terhadap posyandu dan puskesmas sebagai penyedia layanan primer yang berkelanjutan (Abrori, et al, 2. Vol. No. 2 Juni 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Mitra dalam kegiatan ini meliputi Posyandu Desa Masnana yang berperan sebagai fasilitator utama dalam kegiatan penyuluhan serta tempat pelaksanaan kegiatan Pengabdian Masyarakat. Puskesmas Namrole sebagai mitra tenaga kesehatan yang akan memberikan edukasi langsung kepada Masyarakat. Sampel dalam penelitian ini 54 orang, yang menjadi target utama penyuluhan. Desa Masnana Kabupaten Buru Selatan merupakan desa yang kurangnya partisipasi dalam pemanfaatan posyandu. Selain itu pihak yang terlibat antara lain tim pengabdian Masyarakat, yang terdiri dari dosen dan mahasiswa dengan latar belakang ilmu kesehatan Masyarakat dan Gizi, yang bertanggung jawab dalam perencanaan dan pelaksanaan penyuluhan. Kegiatan ini terdiri dari beberapa tahapan, yaitu: Penyuluhan kesehatan yang diberikan oleh tenaga kesehatan dan tim pengabdian tentang pentingnya gizi, pencegahan stunting, dan peran Posyandu dalam memantau tumbuh kembang anak. Distribusi leaflet sebagai media edukasi tambahan agar peserta dapat memahami kembali materi yang disampaikan. Pembagian bahan makanan berprotein nabati untuk memberikan contoh pola makan sehat dan bergizi bagi balita. Sesi diskusi dan konsultasi yang memungkinkan masyarakat menyampaikan permasalahan terkait pemanfaatan posyandu bagi balita dan tumbuh kembang anak, serta mendapatkan solusi dari tenaga kesehatan dan tim pengabdian. Data yang dikumpulkan dalam kegiatan ini mencakup: Indikator keberhasilan penyuluhan, seperti peningkatan pemahaman peserta yang diukur melalui pre-test dan posttest sederhana. Partisipasi masyarakat, diukur dari jumlah ibu yang hadir dan aktif dalam Tanggapan masyarakat, dikumpulkan melalui kuesioner singkat dan wawancara terkait kendala yang mereka hadapi dalam Meningkatkan Pemanfaatan Pelayanan Posyandu Untuk Kesehatan Balita . Teknik analisis data: Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test untuk melihat efektivitas penyuluhan dengan kriteria keberhasilan: Keberhasilan program dinilai dari peningkatan skor pemahaman peserta, jumlah partisipasi aktif, serta feedback positif dari masyarakat. Evaluasi dampak: Dampak jangka pendek diukur dari perubahan pengetahuan, sedangkan dampak jangka panjang akan dinilai berdasarkan peningkatan kunjungan Posyandu dan perilaku ibu dalam pemenuhan Kesehatan balita. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan kegiatan penyuluhan kesehatan dan integrasi layanan primer di Posyandu Desa Masnana. Buru Selatan berjalan sesuai rencana. Kegiatan diawali dengan pendaftaran ibu dan anak balita, kemudian dilakukan pencatatan data kesehatan secara terstruktur. Vol. No. 2 Juni 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Pengukuran tinggi badan anak menjadi salah satu tantangan utama dalam kegiatan ini karena akurasi data dapat terganggu oleh ketidaktepatan prosedur, terutama jika dilakukan hanya oleh satu petugas. Untuk meningkatkan akurasi, prosedur pengukuran tinggi badan bayi dan balita dilakukan dengan metode yang telah distandardisasi menggunakan dua petugas. Gambar 1. Proses Pendaftaran Peserta Posyandu Penyuluhan masyarakat yang dilaksanakan di Desa Masnana bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman ibu-ibu balita terhadap pentingnya pelayanan Posyandu. Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat yang hadir. Partisipasi aktif peserta menunjukkan adanya kebutuhan akan informasi kesehatan balita yang mudah dipahami dan aplikatif. Menurut Pratiwi et al. , kegiatan penyuluhan berbasis masyarakat efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan ibu, terutama terkait pemantauan tumbuh kembang anak (Abrori, et al, 2. Dalam kegiatan ini, para peserta diberikan informasi mengenai fungsi utama Posyandu, mulai dari imunisasi, penimbangan berat badan, pemantauan tinggi badan, hingga pemberian vitamin A dan makanan tambahan. Hal ini sejalan dengan pendapat dari Susanti & Wulandari . , yang menyatakan bahwa Posyandu merupakan pilar penting dalam pelayanan kesehatan dasar bagi balita karena menyediakan layanan komprehensif dan berkelanjutan (Kumalasari, et al, 2. Gambar 2. Penyuluhan Meningkatkan Pemanfaatan Pelayanan Posyandu Materi penyuluhan juga menekankan pentingnya pertumbuhan balita yang optimal sebagai dasar bagi perkembangan fisik dan kognitif anak di masa depan. Banyak ibu yang sebelumnya tidak mengetahui bahwa pemantauan pertumbuhan yang rutin dapat membantu mendeteksi masalah gizi sejak dini. Hal ini sesuai dengan temuan dari Sari et al. , yang Vol. No. 2 Juni 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 menyebutkan bahwa kunjungan rutin ke Posyandu secara signifikan menurunkan risiko balita mengalami stunting (Lieskusumastuti. Sari. , & Wulansari. N, 2. Hasil diskusi kelompok dalam penyuluhan menunjukkan bahwa sebagian besar ibu tidak rutin membawa anaknya ke Posyandu karena alasan jarak, kurangnya informasi jadwal, dan anggapan bahwa balita mereka sehat-sehat saja. Temuan ini sejalan dengan studi oleh Handayani et al. yang mengidentifikasi bahwa faktor pengetahuan, persepsi risiko, dan keterjangkauan menjadi hambatan utama dalam pemanfaatan Posyandu . (Lestari. Gambar 3. Pengukuran TB Balita Usia 0-24 Bulan Dalam penyuluhan ini juga dilakukan simulasi penimbangan dan pengukuran tinggi badan balita, yang dipandu oleh kader Posyandu dan petugas kesehatan. Simulasi ini sangat diapresiasi karena memberikan gambaran nyata tentang proses pemantauan pertumbuhan. Menurut penelitian oleh Dewi et al. , metode penyuluhan interaktif seperti simulasi dan demonstrasi memiliki dampak yang lebih kuat dalam meningkatkan pemahaman peserta dibandingkan ceramah pasif (Puspawati et al, 2. Selain itu, kegiatan ini turut melibatkan kader Posyandu setempat sebagai narasumber lokal, guna meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan Posyandu. Partisipasi kader terbukti meningkatkan efektivitas komunikasi antara petugas kesehatan dan warga. Hal ini diperkuat oleh hasil penelitian dari Vivien Carin et al. yang menyatakan bahwa keterlibatan kader kesehatan secara aktif dapat meningkatkan kunjungan Posyandu secara signifikan (Carin, et al, 2. Penyuluhan juga membuka ruang diskusi tentang mitos-mitos yang berkembang di masyarakat, seperti anggapan bahwa imunisasi dapat menyebabkan demam berat atau penyakit tertentu. Melalui diskusi ini, peserta diberi pemahaman berbasis bukti ilmiah. Studi oleh Eka Sarofah Ningsih . menegaskan bahwa penyuluhan yang menyingkap mitos dengan pendekatan dialogis sangat penting untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan (Ningsih, et al, 2. Setelah penyuluhan, dilakukan evaluasi melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasilnya menunjukkan peningkatan skor pemahaman rata149 Vol. No. 2 Juni 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 rata sebesar 45%. Hal ini menunjukkan bahwa penyuluhan berhasil meningkatkan literasi kesehatan masyarakat terkait manfaat Posyandu. Penelitian oleh Yuliani et al. juga menunjukkan bahwa penyuluhan kesehatan yang disertai evaluasi mampu meningkatkan pengetahuan dan sikap peserta secara signifikan. Para ibu balita juga diajak untuk menyusun jadwal kunjungan Posyandu dan membentuk kelompok WhatsApp untuk saling mengingatkan satu sama lain. Strategi ini dilakukan guna menjaga kesinambungan kunjungan Posyandu. Menurut hasil riset dari Lestari et al. , penggunaan media sosial dalam pemberdayaan ibu balita terbukti dapat meningkatkan partisipasi komunitas dalam program Penyuluhan ini juga mendorong adanya kerja sama antara perangkat desa dan tenaga kesehatan dalam menyusun strategi jangka panjang untuk mendukung keberlangsungan dan peningkatan kualitas Posyandu. Kolaborasi lintas sektor ini dianggap krusial oleh Riset Kesehatan Daerah (Riskesda, 2. yang menyebutkan bahwa pendekatan multisektor lebih efektif dalam mengatasi masalah kesehatan masyarakat di wilayah terpencil. Kegiatan penyuluhan turut merekomendasikan pelatihan lanjutan bagi kader Posyandu agar mereka mampu menjalankan tugas secara lebih profesional dan inovatif. Diperlukan peningkatan kapasitas kader dalam komunikasi kesehatan, pengolahan data tumbuh kembang, dan penanganan gizi buruk. Menurut Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia oleh Nugroho et al. , kader yang terlatih baik dapat meningkatkan kualitas layanan dan kepercayaan masyarakat terhadap Posyandu. Secara keseluruhan, penyuluhan masyarakat yang dilaksanakan di Desa Masnana memberikan dampak positif yang nyata. Meningkatnya kesadaran dan pemahaman ibu-ibu balita terhadap peran Posyandu menjadi fondasi penting dalam membangun generasi sehat di masa depan. Kegiatan ini menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui edukasi yang tepat dan pendekatan yang partisipatif adalah kunci dalam peningkatan derajat kesehatan balita. Gambar 4. Leaflet Penyuluhan Posyandu Vol. No. 2 Juni 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 KESIMPULAN Penyuluhan masyarakat di Desa Masnana berhasil meningkatkan kesadaran dan pemahaman ibu-ibu balita terhadap pentingnya memanfaatkan layanan Posyandu. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, kegiatan ini memperkuat pengetahuan masyarakat tentang peran Posyandu dalam memantau tumbuh kembang anak, mencegah stunting, serta meningkatkan cakupan imunisasi. Keterlibatan kader, perangkat desa, dan pemanfaatan media sosial juga turut mendukung keberlanjutan program. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta, yang menjadi landasan kuat dalam membangun perilaku sehat dan mendukung derajat kesehatan balita di wilayah tersebut UCAPAN TERIMAKASIH Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa Masnana, kader Posyandu, dan masyarakat setempat atas dukungan dan partisipasinya dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan DAFTAR PUSTAKA