E-ISSN 2776-7752 P-ISSN 2775-197X Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. September 2025 - Februari 2026 Optimalisasi Tata Kelola Keuangan dan Manajemen Operasional Koperasi Merah Putih Menuju Kinerja yang Berkelanjutan Ira Megasyara 1*. Rudi Wibowo 2. Devi Febrianti 3. Jennifer Farihatul Bait 4. Adi Lukman Hakim 5 Program Studi Akuntansi. Universitas Muhammadiyah Lamongan. Indonesia Program Studi Manajemen. Universitas Muhammadiyah Lamongan. Indonesia 2,4,5 Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan tata kelola keuangan dan manajemen operasional Koperasi Merah Putih Desa Karanggeneng. Kabupaten Lamongan, agar koperasi dapat berfungsi secara efektif dan berkelanjutan. Permasalahan utama yang dihadapi meliputi pencatatan keuangan manual, belum adanya laporan keuangan periodik, lemahnya kontrol internal, dan keterbatasan kompetensi pengurus dalam bidang akuntansi serta manajemen koperasi. Metode kegiatan meliputi pelatihan, pendampingan, dan perancangan sistem tata kelola keuangan serta penyusunan SOP operasional. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan pengurus menyusun laporan keuangan berbasis akuntansi sederhana, terbentuknya sistem kas dan kontrol internal, serta tersusunnya SOP operasional koperasi. Selain itu, kegiatan ini meningkatkan kesadaran pengurus terhadap pentingnya transparansi dan akuntabilitas. Implikasi dari kegiatan ini adalah terciptanya fondasi tata kelola koperasi yang lebih profesional dan berkelanjutan, sehingga Koperasi Merah Putih dapat berperan optimal dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Kata Kunci: Koperasi Merah Putih. Manajemen operasional. Pelatihan akuntansi. Pemberdayaan ekonomi. Tata kelola keuangan Korespondensi: Ira Megasyara . ramegasyara@umla. Submit: 09-09-2025 Revisi: 10-11-2025 Diterima: 18-11-2025 Terbit: 21-11-2025 Abstract This community service program aims to optimize financial governance and operational management of the Merah Putih Cooperative in Karanggeneng Village. Lamongan Regency, to enhance its effectiveness and sustainability. The main issues identified include manual bookkeeping, lack of periodic financial reports, weak internal control, and limited managerial and accounting skills among cooperative administrators. The methods implemented consist of training, mentoring, and the design of a financial governance system along with the development of operational SOPs. The results indicate significant improvement in administratorsAo ability to prepare financial statements using simple accounting methods, establishment of a cash control system, and formulation of operational SOPs. Furthermore, the activity increased awareness of transparency and accountability among members. The implication of this program is the creation of a stronger and more professional governance foundation that enables the Merah Putih Cooperative to play a vital role in promoting local community economic empowerment. Keywords: Merah Putih Cooperative. Operational management. Accounting training. Economic empowerment. Financial governance Pendahuluan Koperasi merupakan pilar penting dalam ekonomi kerakyatan, idealnya koperasi dapat meningkatkan kesejahteraan anggota dan memperkuat struktur ekonomi lokal yang berbasis gotong-royong. Koperasi menjadi sarana untuk menghimpun kekuatan ekonomi yang tersebar agar bisa dikelola secara bersama demi mencapai kesejahteraan bersama. Akan tetapi, seiring dengan perkembangan zaman dan dinamika ekonomi yang terus berubah, koperasi tidak lagi hanya menjadi milik atau tempat bernaung bagi masyarakat ekonomi lemah. Kini, koperasi juga mulai diminati dan dijalankan oleh kalangan masyarakat yang berasal dari kelompok ekonomi menengah hingga atas, yang melihat koperasi sebagai instrumen strategis untuk mengembangkan usaha, memperluas jaringan bisnis, serta menumbuhkan nilai-nilai ekonomi yang lebih adil dan berkelanjutan. (Saputri et al. , 2. Namun pada kenyataannya, di banyak wilayah seperti di Kabupaten Lamongan, jumlah koperasi yang aktif serta kualitas tata kelola masih menghadapi tantangan. Kabupaten Lamongan mencatat jumlah unit koperasi meningkat dari sebanyak 1. 336 pada tahun 2021, 367 pada tahun 2022, lalu 1. 378 pada tahun 2023. Meskipun demikian, tercatat sekitar 222 koperasi tidak aktif di Lamongan dari total 1. 363 unit pada tahun 2023 Ai sekitar 16% tidak aktif. (Radar Bojonegoro, 2. Program nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) telah diterapkan di Kabupaten Lamongan dengan target pembentukan 474 koperasi desa/kelurahan, dan dilaporkan bahwa seluruh 474 telah Ausiap beroperasiAy. (Diskominfo, 2. Dari 474 KDMP di Lamongan, 333 unit sudah berbadan hukum . %) pada pertengahan 2025, sisanya masih proses. Desa Karanggeneng. Kecamatan Karanggeneng, telah terlibat dalam agenda peluncuran KDMP secara daring sebagaimana berita bahwa Camat dan Kepala Desa Karanggeneng turut menghadiri ZOOM Meeting peluncuran KDMP. Dengan demikian. Koperasi Merah Putih Desa Karanggeneng dapat dianggap bagian dari inisiatif strategis pemerintah desa/kabupaten untuk memperkuat ekonomi lokal melalui koperasi desa . Juni 2. Mengacu pada data dan kondisi di atas, maka beberapa tantangan menonjol adalah . Tingginya proporsi koperasi yang tidak aktif menunjukkan bahwa keberadaan badan saja tidak menjamin operasional yang efektif. Banyak koperasi baru atau berbentuk KDMP berstatus AusiapAy atau AudidirikanAy, tetapi belum menunjukkan efektivitas dalam operasional, tantangan hukum/administrasi masih ada. Kualitas tata kelola . ermasuk pembukuan, manajemen operasional, pelapora. pada koperasi desa masih memerlukan penguatan agar koperasi bisa benar-benar menjadi motor ekonomi lokal, bukan sekadar badan formalitas. Dengan konteks di atas, maka bagi Koperasi Merah Putih Desa Karanggeneng, optimasi tata kelola keuangan dan manajemen operasional menjadi sangat krusial agar koperasi tidak hanya berdiri secara formal tetapi juga berfungsi efektif, memberi manfaat nyata kepada anggota dan masyarakat sekitar desa. Jika tidak, risiko koperasi menjadi AupasifAy atau bahkan tidak berjalan sebagaimana di banyak koperasi lain di Lamongan yang teridentifikasi tidak aktif. Menurut (Arzewiniga & Zulkarnain, 2. diperlukan upaya sistematis untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam koperasi melalui program pelatihan, pendidikan, dan pendampingan yang berkelanjutan guna menjembatani kesenjangan pengetahuan dan meningkatkan kinerja koperasi secara keseluruhan. Hasil wawancara dengan perangkat desa, pengurus koperasi, serta tinjauan dokumen menunjukkan beberapa permasalahan utama Koperasi Merah Putih Desa Karanggeneng adalah . Transaksi keuangan koperasi . impan-pinjam, pembelian, penjualan, dan moda. masih dicatat manual di buku kas tanpa pemisahan akun dan tanpa laporan keuangan periodik. Akibatnya, sulit memantau posisi kas, laba, dan piutang . Tidak ada panduan tertulis untuk alur kerja pengurus, kasir, maupun anggota. Hal ini menimbulkan ketidakkonsistenan layanan dan berpotensi menimbulkan kesalahan pencatatan atau penyalahgunaan kas. Sebagian pengurus berlatar belakang non-akuntansi dan belum pernah mendapat pelatihan tata kelola koperasi modern. Hal ini berdampak pada kemampuan penyusunan laporan keuangan, perencanaan anggaran, dan analisis arus kas. Semua pencatatan masih manual. Tidak ada sistem digital sederhana untuk input transaksi, pengelolaan data anggota, maupun rekap laporan. Padahal, penggunaan spreadsheet atau aplikasi akuntansi sederhana akan mempercepat dan meningkatkan akurasi laporan. Akibat laporan keuangan yang tidak transparan dan jarangnya rapat anggota tahunan (RAT), partisipasi anggota menurun, dan tingkat kepercayaan terhadap pengurus berpotensi melemah. Desa Karanggeneng memiliki potensi besar di sektor pertanian, peternakan, dan UMKM olahan pangan, namun koperasi belum berperan sebagai offtaker atau lembaga pendukung produksi dan distribusi hasil usaha anggota. Melalui kegiatan pengabdian pegawai koperasi akan mendapatkan Pelatihan pembukuan koperasi berbasis akuntansi sederhana. Pendampingan penyusunan laporan keuangan periodik agar dapat disampaikan saat RAT dan ke instansi pembina (Dinas Koperas. Perancangan sistem kas dan kontrol internal untuk mengurangi risiko kesalahan atau penyalahgunaan dana. Penyusunan SOP Operasional dan Sistem Pengawasan dan Pelatihan dasar manajemen koperasi dan strategi pengembangan unit usaha produktif. Dengan kegiatan tersebut diharapkan dapat mengoptimalisasikan Tata Kelola Keuangan dan Manajemen Operasional Koperasi Merah Putih Menuju Kinerja yang Berkelanjutan. Metode Ruang lingkup kegiatan pengabdian ini mencakup penguatan tata kelola keuangan dan manajemen operasional pada Koperasi Merah Putih Desa Karanggeneng. Kecamatan Karanggeneng. Kabupaten Lamongan. Objek kegiatan adalah pengurus dan pegawai koperasi, yang meliputi ketua, bendahara, kasir, dan staf administrasi, dengan fokus pada: . Peningkatan kemampuan dalam pencatatan transaksi dan penyusunan laporan keuangan berbasis akuntansi sederhana. Perancangan sistem kas, kontrol internal, dan SOP operasional koperasi. Pelatihan manajemen koperasi serta strategi pengembangan unit usaha produktif agar koperasi dapat berfungsi secara berkelanjutan. Kegiatan ini difokuskan pada aspek praktis dan aplikatif, dengan pendekatan pendampingan langsung di lapangan serta pengenalan penggunaan sistem digital sederhana . isalnya spreadsheet akuntansi koperas. Tempat pelaksanaan pengabdian berada di Kantor Koperasi Merah Putih Desa Karanggeneng. Kecamatan Karanggeneng. Kabupaten Lamongan. Jawa Timur. Kegiatan akan berlangsung selama tiga bulan yaitu Juni Ae Agustus 2025, mencakup tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dalam beberapa tahap berikut: Tahap 1 Ae Persiapan dan Identifikasi Awal Melakukan observasi lapangan dan wawancara awal dengan pengurus koperasi serta perangkat desa. Menginventarisasi dokumen keuangan yang telah ada . uku kas, catatan transaksi, laporan RAT sebelumnya, dan dokumen administratif lainny. Menyusun rencana kebutuhan pelatihan berdasarkan kondisi. Tahap 2 Ae Pelatihan dan Workshop Kegiatan inti difokuskan pada penguatan kapasitas pengurus koperasi melalui pelatihan interaktif, meliputi: Pelatihan Pembukuan Koperasi Berbasis Akuntansi Sederhana. Pengenalan akun-akun dasar koperasi . as, simpanan, pinjaman. SHU, dan modal anggot. Pembuatan format pencatatan transaksi harian dan laporan keuangan periodik . ulanan dan tahuna. Pelatihan Manajemen Operasional dan Pengawasan Internal. Perancangan sistem kas dan kontrol internal untuk mencegah kesalahan atau penyalahgunaan dana. Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait alur transaksi, pelaporan, dan pelayanan anggota. Pelatihan Strategi Pengembangan Usaha Koperasi. Analisis potensi ekonomi lokal . ertanian, peternakan. UMKM). Identifikasi peluang koperasi sebagai offtaker atau lembaga distribusi hasil usaha anggota. hal ini berdampak pada transparansi dan akuntabilitas keuangan sebagai kunci untuk membangun kepercayaan anggota dan pihak eksternal, serta untuk memastikan kelangsungan operasional koperasi (Widiyanto & Utomo, 2. Tahap 3 Ae Pendampingan Implementasi Tim pelaksana mendampingi koperasi dalam penerapan sistem pembukuan dan manajemen yang telah Melakukan monitoring rutin terhadap penerapan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan. Membantu penyusunan laporan keuangan periodik untuk disampaikan pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) dan ke Dinas Koperasi Kabupaten Lamongan. Tahap 4 Ae Evaluasi dan Tindak Lanjut Melakukan evaluasi kinerja dan hasil pelatihan melalui pre-test dan post-test bagi peserta. Menganalisis perubahan kualitas tata kelola koperasi sebelum dan sesudah kegiatan. Menyusun rekomendasi tindak lanjut untuk pengembangan koperasi secara berkelanjutan, termasuk potensi digitalisasi sistem administrasi. Hasil yang Diharapkan Koperasi Merah Putih memiliki sistem pembukuan dan laporan keuangan periodik yang transparan dan sesuai standar akuntansi sederhana. Tersusunnya SOP operasional dan kontrol internal untuk kegiatan simpan-pinjam dan administrasi Peningkatan kompetensi pengurus koperasi dalam manajemen keuangan, pelaporan, dan pengambilan keputusan. Meningkatnya partisipasi anggota dan kepercayaan publik terhadap koperasi Hasil dan Pembahasan Koperasi memainkan peran penting dalam perekonomian Indonesia terutama dalam memperkuat ekonomi kerakyatan (Trisniarti et al. , 2. Koperasi Desa Merah Putih merupakan implementasi dari Inpres No. 9 Tahun 2025 yang mendorong percepatan pembentukan koperasi di seluruh desa dan kelurahan. Koperasi Desa Merah Putih sebagai wadah ekonomi rakyat berbasis gotong royong. Nama "Merah Putih" melambangkan semangat nasionalisme, kemandirian, dan solidaritas ekonomi rakyat. Salah satu implementasi dari kebijakan tersebut adalah inisiasi pembentukan 80. 000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia. Program ini dipandang sebagai langkah strategis dalam mendorong pemberdayaan masyarakat desa, penguatan ekonomi lokal, serta sebagai wujud nyata dari prinsip ekonomi kerakyatan. (Sunartono, 2. Beberapa permasalahan utama, yaitu keterbatasan pengetahuan pengurus mengenai prinsip-prinsip tata kelola koperasi yang baik, terutama dalam penyusunan laporan keuangan, pengelolaan administrasi, serta kepatuhan terhadap regulasi koperasi. Jika permasalahan tersebut tidak segera ditangani, maka koperasi berisiko mengalami stagnasi bahkan penurunan kinerja, sehingga tidak mampu berperan optimal dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya (Zulkifli & Rachim, 2. Adapun kegiatan yang dilaksanakan guna mengoptimalisasikan Tata Kelola Keuangan dan Manajemen Operasional Koperasi Merah Putih Menuju Kinerja yang Berkelanjutan yaitu: Pelatihan Pembukuan Koperasi Berbasis Akuntansi Sederhana Kegiatan pertama berupa pelatihan kepada pengurus Koperasi Merah Putih Desa Karanggeneng terkait pencatatan transaksi menggunakan sistem akuntansi sederhana. Pelatihan ini difokuskan pada pencatatan kas, simpanan anggota, dan transaksi pinjaman, serta penyusunan laporan keuangan dasar seperti laporan laba rugi dan neraca. Gambar 1. Pelatihan pembukuan koperasi menggunakan template akuntansi sederhana Sumber: Penulis, 2025 Pelatihan ini menghasilkan peningkatan pemahaman pengurus dalam membedakan akun kas, modal, pendapatan, dan beban, serta menyusun laporan bulanan yang terstruktur. Hal ini sejalan dengan temuan (Wibowo & Ananda, 2. bahwa pelatihan akuntansi meningkatkan kapasitas pengurus koperasi dalam pelaporan keuangan dan transparansi organisasi. Peningkatan kapasitas pengurus koperasi melalui pelatihan akuntansi koperasi memiliki urgensi yang tinggi mengingat pentingnya peran koperasi dalam perekonomian lokal dan nasional. Beberapa alasan yang mendasari urgensi program ini antara lain: . Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan adalah kunci untuk membangun kepercayaan anggota dan pihak eksternal terhadap koperasi, . Kepercayaan anggota terhadap pengurus koperasi sangat penting untuk kelangsungan operasional koperasi, . Laporan keuangan yang akurat dan transparan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan yang tepat, . Pengelolaan keuangan yang efektif dan efisien sangat penting untuk keberlanjutan operasional koperasi (Umiyati et al. , 2. Pendampingan Penyusunan Laporan Keuangan Periodik Tim pengabdian melakukan pendampingan intensif terhadap bendahara koperasi dalam menyusun laporan keuangan triwulanan. Menurut (Fitriana et al. , 2. Laporan keuangan adalah dokumen tertulis yang menyajikan informasi mengenai kondisi keuangan, perubahan yang terjadi di dalamnya, serta kinerja yang dicapai selama suatu periode tertentu. Dalam proses ini melibatkan verifikasi bukti transaksi, penyesuaian saldo kas, dan pembuatan laporan keuangan yang siap disampaikan pada Rapat Anggota Tahunan (RAT). Gambar 2. Pendampingan penyusunan laporan keuangan koperasi bersama tim pengabdian Sumber: Penulis, 2025 Pendampingan ini memperkuat keterampilan analisis keuangan pengurus, terutama dalam mengidentifikasi sumber dan penggunaan kas. Hasil ini memperkuat teori Good Cooperative Governance (Hendar, 2. yang menekankan pentingnya sistem akuntabilitas dan pelaporan berkala dalam keberlanjutan Perancangan Sistem Kas dan Kontrol Internal Tahap selanjutnya adalah perancangan sistem kas yang lebih tertib, dengan prosedur pencatatan, bukti penerimaan dan pengeluaran kas, serta pemisahan tugas antara bendahara dan ketua koperasi. Selain itu, dibuat format kontrol internal sederhana untuk memantau saldo kas dan transaksi harian. Gambar 3. Simulasi penggunaan buku kas dan kontrol internal koperasi Sumber: Penulis, 2025 Sistem kas ini diterapkan menggunakan spreadsheet digital, yang memungkinkan pembaruan data secara real-time oleh pengurus. Implementasi sistem ini menunjukkan hasil positif berupa peningkatan efisiensi pelaporan dan kemudahan audit internal. Temuan ini sesuai dengan (Soetrisno, 2. yang menekankan pentingnya pembukuan digital untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi koperasi modern. Penyusunan SOP Operasional dan Pengawasan Dalam kegiatan ini, tim membantu pengurus menyusun Standard Operating Procedure (SOP) yang mencakup alur transaksi keuangan, tanggung jawab pengurus, serta jadwal pelaporan dan rapat anggota. Gambar 4. Diskusi penyusunan SOP dan struktur organisasi koperasi Sumber: Penulis, 2025 SOP yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi panduan kerja operasional bagi pengurus baru dan mengurangi ketidakkonsistenan dalam pelaksanaan kegiatan koperasi. Kegiatan ini juga memperkuat rasa tanggung jawab dan transparansi antar anggota. Pelatihan Dasar Manajemen Koperasi dan Pengembangan Usaha Produktif Pelatihan terakhir berfokus pada strategi pengembangan unit usaha koperasi, terutama dalam bidang pertanian dan UMKM lokal. Kegiatan ini menekankan pentingnya koperasi sebagai lembaga pemasaran . dan penyedia modal kerja bagi anggota. Gambar 5. Pelatihan strategi pengembangan unit usaha produktif anggota koperasi Sumber: Penulis, 2025 Dari kegiatan ini, pengurus dan anggota mulai merencanakan pembentukan unit usaha bersama berbasis hasil pertanian desa, seperti penjualan pupuk dan hasil olahan pangan. Kegiatan ini mendukung pandangan (Sukirno, 2. bahwa koperasi berfungsi optimal bila mampu menjadi wadah peningkatan nilai tambah ekonomi anggota. Hasil dan pembahasan memuat hasil statistik dan pembahasan hasil statistik. Hasil harus sinkron dengan metode dan menjelaskan detail hasil pengujian yang telah dilakukan. Pembahasan sebaiknya hindari penggunaan angka hasil pengujian statistik. Pembahasan dihubungkan dengan hasil penelitian terdahulu dan teori yang digunakan. Kesimpulan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Koperasi Merah Putih Desa Karanggeneng. Kabupaten Lamongan, berhasil memberikan kontribusi nyata dalam mengatasi berbagai permasalahan utama koperasi, khususnya pada aspek tata kelola keuangan dan manajemen operasional. Berdasarkan hasil kegiatan dan pembahasan yang telah diuraikan, dapat disimpulkan Kegiatan pelatihan dan pendampingan berhasil meningkatkan kemampuan pengurus dalam melakukan pencatatan dan pelaporan keuangan secara lebih sistematis dan akuntabel. Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) juga menjadi solusi penting untuk mengatur alur kerja pengurus dan memastikan konsistensi pelayanan terhadap anggota. Meskipun kegiatan telah mencapai hasil yang positif, terdapat keterbatasan yaitu Durasi pendampingan relatif singkat, sehingga belum seluruh sistem baru dapat diimplementasikan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Berdasarkan keterbatasan tersebut, disarankan program pendampingan lanjutan yang berfokus pada digitalisasi keuangan koperasi, termasuk penggunaan aplikasi akuntansi sederhana dan sistem database anggota. Daftar Pustaka