Penerapan Permainan Tradisional Engklek dalam Kemampuan Motorik Kasar Anak Kelompok B Dewi SaAoadah1. Fitta Nurisma Riswandi*2 1,2. Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri e-mail: dewis16b@gmail. com, *2fiitanurisma@gmail. Abstrak Peningkatan kemampuan motorik kasar merupakan aspek penting dalam perkembangan anak usia dini karena berkaitan dengan koordinasi, keseimbangan, dan kelincahan. Permainan engklek sebagai permainan tradisional memiliki potensi untuk menstimulasi kemampuan tersebut melalui aktivitas melompat, menjaga keseimbangan, dan mengoordinasikan gerak tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan motorik kasar anak kelompok B di TK Al Mahrusiyah Lirboyo, mendeskripsikan penerapan permainan engklek dalam menstimulasi motorik kasar, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis secara holistik untuk menggambarkan kondisi perkembangan anak dan proses penerapan permainan engklek di kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan motorik kasar anak bervariasi, namun sebagian besar berkembang sesuai tahap Penerapan permainan engklek memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan motorik kasar, terutama pada aspek keseimbangan, kelincahan, dan koordinasi gerak. Selain itu, permainan ini juga berkontribusi pada interaksi sosial dan kepatuhan anak terhadap aturan. Faktor pendukung meliputi ketersediaan area bermain dan kreativitas guru, sedangkan faktor penghambat mencakup rasa takut anak dan kondisi lingkungan tertentu. Penelitian ini menegaskan bahwa permainan engklek dapat menjadi strategi efektif dalam menstimulasi motorik kasar sekaligus melestarikan budaya lokal di PAUD. Kata kunci: Anak Kelompok B. Motorik Kasar. Permainan Tradisional Engklek Abstract Improving gross motor skills is an important aspect of early childhood development because it is related to coordination, balance, and agility. Engklek, as a traditional game, has the potential to stimulate these skills through jumping, maintaining balance, and coordinating body movements. This study aims to JOECES Journal of Early Childhood Education Studies Volume 2. Nomor 2 . Sub Judul determine the gross motor skills of children in group B at Al Mahrusiyah Lirboyo Kindergarten, describe the application of hopscotch in stimulating gross motor skills, and identify the supporting and inhibiting factors in its implementation. The study used a descriptive qualitative approach with observation, interview, and documentation techniques. The data were analyzed holistically to describe the children's developmental conditions and the process of implementing the engklek game in the classroom. The results showed that the children's gross motor skills varied, but most developed according to their age. The implementation of the engklek game had a positive effect on gross motor skills, especially in terms of balance, agility, and movement coordination. In addition, this game also contributes to children's social interaction and compliance with rules. Supporting factors include the availability of play areas and teacher creativity, while inhibiting factors include children's fears and certain environmental conditions. This study confirms that the game of hopscotch can be an effective strategy in stimulating motor skills. In addition, this game also contributes to social interaction and children's compliance with rules. Supporting factors include the availability of play areas and teacher creativity, while inhibiting factors include children's fears and certain environmental conditions. This study confirms that engklek can be an effective strategy in stimulating gross motor skills while preserving local culture in early childhood education. Keywords: Group B Children. Gross Motor Skills. Traditional Engklek Game PENDAHULUAN Keterampilan motorik dasar merupakan pola gerak yang menjadi dasar untuk menguasai gerakan yang lebih kompleks yang digunakan atau dimanfaatkan anak guna meningkatkan kualitas hidupnya. Anak yang memiliki kemampuan motorik kasar yang baik, anak tersebut akan memiliki perkembangan mental yang baik pula. Hal ini disebabkan karena anak mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya sehingga meningkatkan rasa percaya dirinya yang akan berpengaruh positif pada kemampuan motoriknya. Namun kenyataannya kurangnya rangsangan yang membuat gerakan anak kurang terkoordinasi dengan baik. Selain itu, terdapat permasalahan mengenai perkembangan motorik kasar pada anak usia Anak yang mengalami kesulitan dalam melakukan koordinasi antara gerakan visual . andangan mat. dan motorik . erakan tangan, gerakan jari tangan atau kak. secara serempak pada tujuan. Hal tersebut disebabkan karena lemahnya koordinasi gerak visual motorik. Kesulitan tersebut akan mengganggu proses belajar menulis, membaca dan belajar lainnya. Hal ini, dikarenakan kegiatan belajar atau kegiatan Masita Turrahmah Dan Nurhenti Dorlina Simatupang. AuPenerapan Permainan Modifikasi Engklek untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar pada Anak,Ay t. JOECES Vol. No. Nama Penulis lainnya membutuhkan kemampuan dalam mengkoordinasikan gerakan visual Salah satu usaha yang bisa dilakukan guru untuk mengatasi masalah motorik kasar ini adalah dengan mengajak anak untuk melakukan permainan Perkembangan motorik kasar pada anak usia dini merupakan fondasi penting untuk pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya. Kemampuan mengontrol gerakan besar tubuh seperti melompat, berlari, dan menjaga keseimbangan sangat penting dalam mendukung aktivitas sehari-hari anak. Namun dalam era modern ini, banyak anak lebih tertarik pada permainan digital yang kurang mengoptimalkan perkembangan motorik kasar. Banyak orangtua percaya bahwa game berkualitas terbuat dari bahan yang mahal, dan mereka akan bangga jika mereka dapat membeli game untuk anak-anak mereka dari luar negeri. Padahal mereka tidak tahu bahwa permainan tradisonal sangatlah berkualitas dalam perkembangan anak usia dini. Namun seiring berjalannya waktu, permainanpermainan tradisional tersebut lambat laun mulai di lupakan oleh anak-anak. Ketersediaan perangkat televisi, permainan internet, dan video game menjadi salah satu penyebabnya. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk kembali menggiatkan permainan tradisional seperti engklek yang dapat melatih berbagai aspek motorik kasar anak secara efektif melihat pengaruhnya terhadap peningkatan kemampuan motorik kasar. Berdasarkan pengamatan awal penelitian di TK Al Mahrusiyah Lirboyo, dan dilihat dari hasil penilaian berupa ceklis mengenai pengembangan motorik kasar anak menunjukkan bahwa tingkat kemampuan rata-rata masih kurang maksimal. kelas kelompok B ada 30 siswa. 40% anak telah menunjukkan perkembangan motorik kasar yang sesuai atau sangat baik, tetapi 60% anak masih dalam tahap perkembangan yang belum optimal. Berdasarkan data pada latar belakang tersebut maka penulis bermaksud melakukan penelitian dengan judul AuPenerapan Permainan Tradisional Engklek dalam Kemampuan Motorik Kasar Anak Kelompok B di TK Al Mahrusiyah Lirboyo KediriAy. Terdapat beberapa penelitian terdahulu yang membahas topik tersebut. Berikut adalah beberapa penelitian terdahulu yang relevan dengan topik tersebut: AuAnalisis Penerapan Permainan Tradisional Engklek pada Anak Usia DiniAy. Penelitian ini membahas kondisi permainan tradisional Engklek pada anak usia dini . -6 tahu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data Anggita Dwi Kusumaulidia dkk. AuUpaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Permainan Tradisional Engklek di TK Islam Maulidia,Ay Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 1, no. : 16, https://doi. org/10. 47134/paud. Iin Maulina dan Irma Wihartati. AuAnalisis Penerapan Permainan Tradisional Engklek pada Anak Usia DiniAy 09 . Dwi Kusumaulidia dkk. AuUpaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Permainan Tradisional Engklek di TK Islam Maulidia. Ay 90 JOECES Vol. No. Sub Judul observasi, wawancara dan dokumentasi. 5 Selain itu ada penelitian AuPermainan Tradisional Engklek dalam Meningkatkan Motorik Kasar Anak Usia DiniAy. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana peran permainan tradisional untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan 6 Maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan permainan tradisional engklek dapat membantu meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia 5-6 KAJIAN PUSTAKA Kemampuan Motorik Kasar Pengertian Kemampuan Motorik Kasar Motorik adalah kata serapan dari bahasa asing, tepatnya dari bahasa Inggris "motoric". Kata ini berkaitan erat dengan kata dasar "motor" yang berarti penggerak atau mesin. Motorik adalah kemampuan gerak tubuh yang melibatkan koordinasi antara otak, saraf, dan otot. Sederhananya, motorik adalah kemampuan kita untuk bergerak dan melakukan berbagai aktivitas fisik. Motorik ada 2 yaitu motorik kasar dan motorik halus. Motorik halus adalah gerakan yang melibatkan sedikit otot dan memerlukan ketelitian, sedangkan motorik kasar adalah gerakan yang melibatkan banyak otot pada seluruh tubuh dan bagian-bagian tubuh yang besar seperti dalam kegiatan berpindah tempat. Menurut Santrock, motorik kasar adalah keterampilan motorik yang melibatkan aktivitas otot yang besar, salah satu contoh yaitu berjalan. Motorik kasar adalah kemampuan gerak tubuh yang menggunakan otot-otot besar, sebagian besar atau seluruh anggota tubuh. Motorik kasar diperlukan agar anak dapat duduk, menendang, berlari, naik turuk tangga, dan sebagainya. Menurut Richard Decaprio, motorik kasar adalah gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar atau sebagian otot yang ada dalam tubuh maupun seluruh anggota tubuh yang dipengaruhi oleh kematangan dirinya. Kemampuan ini berkaitan dengan kematangan fisik yang memerlukan keseimbangan dan koordinasi antara anggota tubuh, contohnya gerakan fisik tersebut antara lain: berjalan, berlari, melompat, dan Menurut Hurlock motorik kasar merupakan gerakan yang terjadi karena adanya koordinasi otot-otot besar, seperti berjalan dan melompat. Maulina dan Wihartati. AuAnalisis Penerapan Permainan Tradisional Engklek pada Anak Usia Dini. Ay Novia Budhiarini Darmawati dan Choiriyah Widyasari. AuPermainan Tradisional Engklek dalam Meningkatkan Motorik Kasar Anak Usia Dini,Ay Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 6, no. : 6827Ae36, https://doi. org/10. 31004/obsesi. Rizki Yuliandra dkk. AuMeningkatkan Motorik Kasar Anak Usia Dini Ditinjau dengan Model Permainan Ladder,Ay Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 7, no. : 4190Ae98, https://doi. org/10. 31004/obsesi. Tridiah Safitri. AuImplementasi Strategi Permainan Tradisional Engklek pada Perkembangan Motorik Kasar Anak di TK Al Ul-Haq Sukabumi Bandar Lampung,Ay 2021. JOECES Vol. No. Nama Penulis Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa keterampilan motorik kasar adalah kemampuan gerak yang terjadi karena adanya koordinasi antar otot-otot besar yang di pengaruhi oleh kematangan dirinya. Salah satu contoh perkembangan motorik kasar adalah melompat, berlari, melempar, menangkap, berjinjit, mendaki, berjalan dan lain-lain. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Motorik Kasar Anak Sistem syaraf merupakan faktor utama dalam efektivitas penggunaan gerak Selain itu, faktor lingkungan juga mempengaruhi pengembangan kemampuan gerak motorik kasar, motivasi untuk bergerak mungkin karena adanya stimulasi dari Misalnya melihat benda atau mainan yang menarik maka seseorang akan bergerak menuju kearah benda. Selain faktor di atas, ada juga beberapa faktor yang mempengaruhi pada proses perkembangan motorik kasar anak usia dini antara lain: Kematangan. Gizi. Obesitas . elebihan berat bada. Jenis kelamin. Latihan . Motivasi. Pengalaman. Urutan Perkembangan Berdasarkan faktor yang dijelaskan di atas, setidaknya kita dapat membaginya ke dalam dua bagian besar yang menjadi faktor perkembangan motorik kasar anak yaitu faktor internal yang berarti merupakan bagian dari dalam diri anak seperti kematangan, gizi, jenis kelamin dan urutan perkembangan. Selanjutnya faktor eksternal yaitu faktor yang berasal dari luar diri anak seperti obesitas, latihan, motivasi dan pengalaman. Menurut peneliti, bahwa setiap faktor ini harus dimaksimalkan agar perkembangan motorik kasar anak dapat berkembangan dengan Unsur-unsur Kemampuan Motorik Kasar Adapun unsur-unsur kemampuan motorik kasar antara lain: Koordinasi. Kelincahan. Daya Tahan. Kekuatan. Daya Ledak. Kecepatan. Kecepatan Reaksi. Kelenturan. Keseimbangan. Komposisi Tubuh. Selain komponen fisik seperti di atas, mengukur komposisi tubuh juga tak boleh dilewatkan dalam upaya meningkatkan kebugaran jasmani. Dengan mengetahui komposisi tubuh, anda akan lebih mudah menentukan pola makan dan olahraga yang tepat. Metode yang biasanya dilakukan untuk mengukur komposisi tubuh di antaranya: Mengukur lingkar pinggang untuk mengetahui komposisi lemak perut. Mengukur berat badan ideal dengan IMT (Indeks Massa Tubu. Penelitian ini berfokus pada keseimbangan . erdiri dengan satu kaki serta melompat dengan satu kak. dan koordinasi . oordinasi antara mata dan kaki maupun dengan gerakan tanga. Permainan Tradisional Engklek Pengertian Permainan Tradisional Engklek Permainan yang dapat dipilih untuk mengembangkan semua unsur perkembangan anak yaitu permainan Engklek, yang merupakan permainan Aida Farida dan M Pd. Urgensi Perkembangan Motorik Kasar Pada Perkembangan Anak Usia Dini, no. Tim Medis Siloam Hospital. AuPengertian Kebugaran Jasmani: Manfaat. Unsur Contohnya,Ay Siloam Hospitals. Agustus https://w. com/informasi-siloam/artikel/kebugaran-jasmani. 92 JOECES Vol. No. Sub Judul tradisional yang sudah banyak dilupakan oleh generasi saat ini. Permainan Engglek dimainkan dengan menggunakan benda dan hitungan serta dalam permainannya ada aturan yang harus diikuti oleh para pemainnya. Berdasarkan studi lain menunjukan bahwa permainan Engglek terbukti mampu mengembangkan kedisiplinan dan kemampuan kognitif anak. Oleh sebab itu, permainan Engklek ini dapat diterapkan menjadi salah satu pembelajaran di sekolah anak usia dini yang tujuannya guna mengembangkan kemampuan motorik anak. Menurut Mulyaningsih, engklek adalah suatu permainan tradisional yang menggunakan area permukaan datar sebagai arena mainnya. Selanjutnya Sumarsono menyatakan bahwa engklek merupakan sebuah permainan tradisional yang sudah banyak dikenal oleh anak-anak di Indonesia, memainkannya sederhana dengan cara melemparkan sebuah pecahan genteng atau batu berbentuk pipih kemudian melompati satu kotak ke kotak lain secara berurutan, kecuali kotak tempat genteng pipih lalu pemain kembali ke tempat asal dengan melompat menggunakan satu kaki sambil mengambil genteng pipih. Selanjutnya. Kurniawan berpendapat bahwa permainan engklek merupakan permainan tradisional lompat-lompatan pada bidangbidang datar yang digambar di atas tanah, dengan membuat gambar kotak-kotak kemudian melompat dengan satu kaki dari kotak satu ke kotak berikutnya. Berdasarkan pendapat para ahli berkenaan dengan pengertian Permainan Tradisional Engklek, dapat diambil kesimpulan bahwa Permainan Tradisional Engklek merupakan sebuah Permainan Tradisional yang sudah banyak dikenal oleh anak-anak di Indonesia, dimainkan dengan menggunakan satu kaki di atas bidang datar berupa gambar kotak-kotak di atas tanah. Kemudian melemparkan sebuah pecahan genteng atau batu berbentuk pipih dilanjutkan melompati satu kotak ke kotak lain secara berurutan, kecuali kotak tempat genteng pipih. Selanjutnya, pemain kembali ke tempat asal sembari mengambil genteng pipih. Karakteristik Permainan Engklek Nilai pendidikan budaya yang terkandung dalam permainan tradisional engklek yaitu mengajarkan untuk melestarikan budaya bangsa, menumbuhkan minat dan rasa cinta terhadap budaya permainan tradisional Indonesia. Semua sikap tersebut terlihat dari anak-anak yang ikut melestarikan permainan tradisional engklek dengan cara memainkannya dan mengenalkannya kepada generasi Rasa cinta terhadap budaya terlihat pada saat anak-anak bermain engklek dengan sangat senang dan bahagia. Nilai-nilai yang terkandung dalam permainan tradisional engklek dapat berdampak baik dalam kehidupan anak, anak akan terbiasa melakukan interaksi dengan teman, mematuhi peraturan, bersikap jujur, menghargai teman, bekerja sama dengan teman dalam hal positif dan menghargai warisan budaya bangsa di rumah maupun di sekolah. Permainan engklek menjadi simbol budaya Indonesia dan mengangkat budayabudaya Indonesia Herniawati dkk. AuAnalisis Penggunaan Permainan Tradisional Engklek Terhadap Perkembangan Fisik Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun Di PAUD Mawar. Ay Herniawati dkk. AuAnalisis Penggunaan Permainan Tradisional Engklek Terhadap Perkembangan Fisik Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun Di PAUD Mawar. Ay JOECES Vol. No. Nama Penulis untuk generasi-generasi penerus. Oleh sebab itu, syarat mutlak unsur kebudayaan tersebut ialah bahwa ia harus bersifat khas dan harus dapat dibanggakan oleh warga negara Indonesia. Kebudayaan nasional harus dapat memberi jatidiri kepada warga Permainan tradisional banyak mengajarkan anak nilai-nilai positif bagi kehidupan anak. Permainan tradisional engklek mengandung beberapa nilai pendidikan yaitu nilai pendidikan moral yang ditunjukan dari nilai keadilan, nilai menghargai dan nilai kejujuran. Nilai pendidikan sosial di tunjukan dari interaksi anak, nilai penghargaan dan kerja sama. Dan nilai pendidikan budaya yang di tunjukan dari pengetahuan anak mengenai permainan engklek dan rasa cinta terhadap budaya tradisional Indonesia. Adapun bentuk Permainan Engklek yang diberikan kepada anak usia 5-6 tahun berupa: . Permainan Engklek dengan 7 kotak lompatan, yaitu permainan engklek dengan tujuh kotak lompat diberikan untuk meningkatkan kemampuan analisis siswa dan memberikan pengalaman siswa tentang langkah dalam lompat jauh yakni hop, step dan jump. Permainan Engklek dengan kotak warna, yaitu permainan kotak warna bertujuan meningkatkan efektivitas siswa dalam proses pembelajaran dengan menekankan pada kemampuan lompat jauh yakni hop, step dan jump. Alat dan bahan yang digunakan untuk permainan engklek yaitu, pecahan genting atau koin dan kapur/ranting kayu . lat yang bisa buat gari. , namun variasi bahan bisa berupa beling dan batu granit. Kelebihan permainan engklek sebagai berikut: bahan-bahan yang digunakan mudah didapat, memiliki nilai kompetisi dalam permainan, dan memiliki nilai luhur dan pesan moral. Manfaat Permainan Tradisional Engklek Permainan tradisional engklek memiliki manfaat aspek motorik kasar untuk anak usia dini dan menjadikan anak lebih aktif, disiplin dan bertanggung jawab serta memahami konsep kerjasama dalam sebuah permainan. Permainan tradisional memiliki kekayaan tersendiri dibandingkan permainan modern yang sekarang sedang marak-maraknya. Permainan tradisional tetap dipilih di beberapa kalangan masyarakat khususnya anakanak yang membutuhkan permainan yang dapat mengeksplor kebutuhan mereka. Permainan tradisional dikenal mempunyai banyak manfaat yang hingga saat ini masih tetap dilestarikan keberadaanya. Adapun manfaat permainan tradisional engklek bagi anak yaitu: MarAoatun Najiah dan Ujang Jamaludi. AuNilai Pendidikan Dalam Permainan Tradisional Engklek,Ay Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 12, no. : 101, https://doi. org/10. 31000/lgrm. Herniawati dkk. AuAnalisis Penggunaan Permainan Tradisional Engklek Terhadap Perkembangan Fisik Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun Di PAUD Mawar. Ay Dini Indriyani dkk. AuManfaat Permainan Tradisional Engklek dalam Aspek Motorik Kasar Anak,Ay Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha 9, no. : 349, https://doi. org/10. 23887/paud. Darmawati dan Widyasari. AuPermainan Tradisional Engklek dalam Meningkatkan Motorik Kasar Anak Usia Dini. Ay 94 JOECES Vol. No. Sub Judul Mengembangkan wawasan dan mengasah kecerdasan dalam menghitung. Mampu melatih kemampuan fisik sebab cara bermainnya dengan melompatlompat dari kotak sat uke kotak berikutnya, sehingga akan membantu menguatkan otot kaki. Dapat melatih kemampuan anak untuk berinteraksi dengan teman-temannya. Mengajarkan kebersamaan. Menumbuhkan kreativitas anak. Permainan ini juga membuat anak-anak untuk menggunakan benda-benda di sekitar mereka, seperti pecahan genting, keramik dan ranting kayu untuk menggambar petak di atas tanah. Dengan demikian, permainan Engklek dapat menumbuhkan kreativitas dan meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak secara motorik, dimana hal ini bermanfaat untuk kehidupan mereka. Cara Bermain Adapun langkah-langkah bermain engklek bagi anak adalah sebagai Anak melakukan hompimpa untuk menentukan pemain pertama hingga yang mendapat giliran terakhir Anak yang main pertama, melempar gaco ke kotak engklek yang paling dekat Anak melompati gaco yang ada di dalam kotak engklek Anak akan melakukan lompatan demi lompatan sesuai dengan garis engklek Jika sampai pada akhir kotak engklek dan anak tidak menginjak garis dan melempar gaco dengan tepat maka anak akan mendapatkan rumah digaris kotak Apabila anak menginjak garis atau melempar gaco dengan tidak benar maka pemain akan diganti ke pemain berikutnya. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang bertujuan menggambarkan secara mendalam proses penerapan permainan tradisional engklek serta kontribusinya terhadap kemampuan motorik kasar anak kelompok B di TK Al Mahrusiyah Lirboyo Kediri. Pendekatan ini dipilih karena mampu mengungkap kondisi nyata di lapangan, termasuk perilaku anak, interaksi guru, dan dinamika kegiatan bermain. Subjek penelitian meliputi anak kelompok B sebagai fokus pengamatan, guru kelas sebagai pelaksana kegiatan, serta kepala sekolah dan wali murid sebagai informan pendukung. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif untuk menilai kemampuan motorik kasar anak seperti keseimbangan, koordinasi, dan kemampuan mengikuti aturan permainan. wawancara semiterstruktur dengan guru, kepala sekolah, dan wali murid untuk memperoleh informasi mengenai perencanaan, dukungan, dan perubahan perilaku anak. dokumentasi berupa foto, video, dan catatan perkembangan untuk memperkuat Fitria Puspita Sari dkk. AuPenerapan Permainan Tradisional Engklek dalam Mengembangkan Kemampuan Motorik Kasar Anak kelompok B di TK Negeri 01 Sembalun Tahun Ajaran 2022/2023,Ay Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan 7, 4 . : 2146Ae51, https://doi. org/10. 29303/jipp. JOECES Vol. No. Nama Penulis temuan lapangan. Instrumen penelitian terdiri dari peneliti sendiri sebagai instrumen utama yang dibantu pedoman observasi, pedoman wawancara, dan lembar dokumentasi yang disusun berdasarkan indikator perkembangan motorik kasar anak usia 5Ae6 tahun. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, ketekunan pengamatan, dan member check kepada informan guna memastikan bahwa data yang diperoleh valid dan dapat dipertanggungjawabkan. HASIL & PEMBAHASAN Kemampuan Motorik Kasar Anak Kelompok B Hasil observasi menunjukkan bahwa kemampuan motorik kasar anak kelompok B di TK Al Mahrusiyah Lirboyo berada pada kategori yang bervariasi. Observasi dilakukan sejak anak datang hingga waktu pulang sekolah. Pada hari pertama pengamatan. Selasa 29 April 2025, kegiatan dimulai dengan gerak dan lagu di halaman sekolah. Guru memberikan contoh gerakan dan sebagian besar anak mengikuti dengan antusias, meskipun beberapa anak tampak enggan dan memilih berbicara dengan temannya. Kegiatan ini berlangsung dengan dukungan media sound system, sehingga suasana menjadi lebih menarik bagi anak. Usai kegiatan gerak dan lagu, anak-anak melaksanakan doa bersama, kemudian menaiki tangga menuju kelas lantai dua, yang menjadi aktivitas rutin sekaligus melatih kekuatan kaki dan koordinasi mereka. Dari pengamatan, terdapat anak yang naik tangga dengan berlari, berjalan biasa, maupun tampak malas, yang menggambarkan perbedaan kemampuan fisik motorik antar anak. Di dalam kelas, kegiatan pembelajaran berlangsung menggunakan tema Binatang Bersayap dengan subtema Kupu-kupu. Guru mengajak anak menirukan gerakan kupu-kupu terbang, dan dari 15 anak, 11 anak menirukan gerakan dengan penuh antusias, berputar dan bergerak bebas mengikuti instruksi guru. Sementara 4 anak lainnya hanya menirukan gerakan tanpa berpindah tempat, menunjukkan bahwa kemampuan kelincahan dan koordinasi gerak mereka masih perlu ditingkatkan. Selama kegiatan inti, anak juga berlatih kemampuan motorik halus dan kognitif melalui menulis kata kupu-kupu, mewarnai menggunakan pasta kreatif, serta menghitung jumlah gambar kupu-kupu. Setelah waktu istirahat dan bermain bebas, guru kembali mengajak anak meninjau materi hari itu sebelum kegiatan penutup. Berdasarkan keseluruhan observasi, diperoleh temuan bahwa 11 anak berada pada kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan 4 anak berada pada kategori Belum Berkembang (BB) dalam aspek motorik kasar. Temuan ini sejalan dengan pernyataan guru kelas B2, yang menyampaikan bahwa 11 anak telah menunjukkan kemajuan yang baik, mampu berjalan menyamping, berdiri dengan satu kaki, serta mengikuti instruksi gerak kompleks. Namun, masih ada 4 anak yang membutuhkan bimbingan intensif terutama dalam menjaga keseimbangan dan koordinasi gerak. Pandangan serupa juga disampaikan oleh kepala sekolah, yang menegaskan bahwa sebagian anak masih memiliki kecenderungan bermain gadget di rumah sehingga kurang mendapat stimulasi fisik. 96 JOECES Vol. No. Sub Judul Oleh karena itu, sekolah mengambil langkah inovatif dengan memasukkan permainan tradisional engklek ke dalam kurikulum sebagai upaya meningkatkan kemampuan motorik kasar melalui kegiatan yang menyenangkan dan menantang. Secara keseluruhan, hasil penelitian menggambarkan bahwa kemampuan motorik kasar anak kelompok B berada dalam kategori cukup baik, namun masih terdapat sebagian anak yang membutuhkan stimulasi tambahan. Aktivitas rutin seperti gerak dan lagu, naik turun tangga, dan permainan fisik dalam pembelajaran mampu memberi kontribusi positif pada perkembangan fisik anak, meskipun implementasi program harus terus dilakukan secara konsisten. Kemampuan motorik kasar adalah kemampuan gerak yang terjadi karena adanya koordinasi antar otot-otot besar yang di pengaruhi oleh kematangan dirinya. Salah satu contoh perkembangan motorik kasar adalah melompat, berlari, melempar, menangkap, berjinjit, mendaki, berjalan dan lain-lain. Kemampuan motorik kasar pada anak usia TK Kelompok B . mumnya 5-6 tahu. melibatkan gerakan-gerakan besar yang menggunakan otot-otot besar di lengan, kaki, dan seluruh tubuh. Ini termasuk aktivitas seperti berlari, melompat, melempar, menangkap, menendang, memanjat, bersepeda, dan menjaga keseimbangan. Di TK Al Mahrusiyah Lirboyo setiap pagi anak-anak diajak untuk melakukan kegiatan gerak dan lagu ataupun senam dihalaman sekolah dengan tujuan melatih koordinasi gerakan mata-kaki-tangan-kepala. Hal ini sesuai dengan STPPA (Standart Tingkat Pencapaian Perkembangan Ana. yang diatur dalam Permendikbud No. 137 tahun 2014 terkait Standart Nasional PAUD bahwa tahap perkembangan fisik motorik kasar anak usia 5-6 tahun yaitu dapat melakukan koordinasi gerakan mata-kaki- tangan-kepala dalam menirukan tarian atau senam. 18 Guru juga menggunakan media audio yaitu sound system pada saat gerak dan lagu maupun senam, agar kegiatan ini menyenangkan dan dapat menarik bagi anak-anak. Sebab proses pembelajaran akan mampu terlaksana dengan baik, jika pendidik mampu menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan. Anak-anak kelas B2 setiap hari naik turun tangga karena kelasnya berada di Tujuannya adalah untuk melatih kemampuan motorik kasar anak. Hal ini sesuai dengan teori Santrock bahwa motorik kasar adalah kemampuan gerak tubuh yang menggunakan otot-otot besar, sebagian besar atau seluruh anggota tubuh. Motorik kasar diperlukan agar anak dapat duduk, menendang, berlari, naik turuk tangga, dan sebagainya. Standart Nasional Pendidikan Anak Usia Dini (Permendikbud No. Tahun 2. Khafidhotun Nasikhah dan Badrus Badrus. AuImplementasi Pembelajaran Kontekstual pada Mata Pelajaran Fikih di MTsN 7 Kepung Kediri,Ay Jurnal Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman 10, no. : 344Ae63, https://doi. org/10. 33367/ji. Safitri. Implementasi Strategi Permainan Tradisional Engklek Pada Perkembangan Motorik Kasar Anak Di Tk Al Ul-Haq Sukabumi Bandar Lampung. JOECES Vol. No. Nama Penulis Gambar 1. Anak-anak Kelas B Menuruni Tangga Di kegiatan inti, tema hari itu adalah Binatang bersayap dengan sub tema kupu-kupu. Guru mengajak anak untuk bergerak menirukan kupu-kupu terbang dengan menggerakkan kedua tangan dan berjalan mengelilingi meja yang ada Tujuannya adalah untuk melatih kelenturan dan kelincahan anak. Ini sesuai dengan STPPA (Standart Tingkat Pencapaian Perkembangan Ana. yang diatur dalam Permendikbud No. 137 tahun 2014 terkait Standart Nasional PAUD bahwa tahap perkembangan fisik motorik kasar anak usia 5-6 tahun yaitu dapat melakukan gerakan tubuh secara terkoordinasi untuk melatih kelenturan, keseimbangan, dan Penerapan Permainan Tradisional Engklek Terhadap Perkembangan Motorik Kasar Anak Kelompok B Penerapan permainan tradisional engklek di TK Al Mahrusiyah Lirboyo menunjukkan hasil yang positif terhadap perkembangan motorik kasar anak kelompok B. Berdasarkan observasi pada Jumat, 2 Mei 2025, anak-anak tampak sangat antusias ketika bermain engklek di halaman sekolah. Guru menggambar pola engklek di tanah menggunakan kayu dan menggunakan pecahan genteng sebagai Anak-anak mengikuti instruksi dengan baik, bermain secara bergiliran, dan menunjukkan kemampuan menjaga keseimbangan, melompat dengan satu kaki, serta mengoordinasikan gerakan tubuh secara lebih terarah. Penggunaan media tanah yang jarang ditemui anak di lingkungan rumah membuat aktivitas menjadi semakin menarik dan menyenangkan bagi mereka. Hasil wawancara dengan kepala sekolah, menguatkan temuan bahwa permainan engklek dilakukan sebagai strategi untuk menumbuhkan minat anak bermain aktif. Ia menyatakan bahwa engklek efektif meningkatkan kemampuan keseimbangan tubuh anak, terutama saat melompat dengan satu kaki. Guru kelas B2, juga menjelaskan bahwa permainan engklek sering digunakan dalam kegiatan olahraga sebagai upaya mengalihkan perhatian anak dari permainan digital menuju aktivitas fisik. Karena sebagian besar anak tinggal di wilayah perkotaan yang minim lahan bermain, permainan berbasis tanah seperti engklek menjadi pengalaman baru yang sangat disenangi anak. Standart Nasional Pendidikan Anak Usia Dini (Permendikbud No. Tahun 2. 98 JOECES Vol. No. Sub Judul Wawancara dengan wali murid semakin memperkuat dampak positif permainan ini. Beberapa orang tua melaporkan bahwa anak mereka menjadi lebih aktif, lincah, sabar, dan jarang tantrum, serta menunjukkan peningkatan dalam kebiasaan bermain fisik di rumah. Anak yang sebelumnya lebih banyak menggunakan gawai kini lebih sering bermain di luar rumahAimisalnya bermain bola, berlari di taman, atau menirukan permainan engklek bersama saudara. Salah satu wali murid bahkan menyebut bahwa anaknya mulai memperlihatkan kemampuan menjaga keseimbangan yang lebih baik dan tampak lebih percaya diri saat melompat. Secara keseluruhan, hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa penerapan permainan tradisional engklek memberikan kontribusi signifikan terhadap penguatan kemampuan motorik kasar anak, terutama keseimbangan, kelincahan, dan koordinasi gerak. Selain itu, permainan ini juga berdampak pada perkembangan sosial-emosional anak, seperti belajar menunggu giliran, bekerja sama, dan mengikuti aturan. Dukungan kepala sekolah, guru, serta respons positif dari wali murid menjadi faktor penting yang memastikan permainan ini dapat terus diintegrasikan dalam pembelajaran. Dengan suasana belajar yang menyenangkan dan berbasis aktivitas fisik, permainan engklek memberikan pengalaman bermakna bagi anak serta mendorong perkembangan motorik kasar secara optimal. Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa perkembangan motorik kasar anak kelompok B dipengaruhi oleh beberapa faktor pendukung dan Faktor pendukung meliputi tersedianya area bermain yang memadai, kurikulum yang mengintegrasikan aktivitas motorik seperti senam dan permainan engklek, guru yang aktif dan kreatif dalam menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, serta dukungan orang tua yang mendorong anak untuk lebih sering bergerak dan bermain di luar ruangan. Adapun faktor penghambat antara lain tingginya intensitas penggunaan gadget yang mengurangi waktu aktivitas fisik anak, kurangnya kesempatan bermain di luar rumah, rasa takut atau kurang percaya diri untuk mencoba gerakan tertentu, serta kondisi fisik yang kadang kurang optimal sehingga membatasi kemampuan anak untuk berpartisipasi dalam kegiatan motorik. Gambar 2. Anak Bermain Engklek Para pakar sepakat menyatakan bahwa bermain merupakan dunia bagi Bermain bagi anak dilakukan saat berlari, berjalan, menggali tanah, mandi, melompat, memanjat pohon, menggambar, menyanyi dan masih banyak lagi. Secara bahasa, bermain merupakan kegiatan yang dilakukan anak secara spontan atau langsung, atau kegiatan yang dilakukan melalui interaksi baik itu dengan orang lain JOECES Vol. No. Nama Penulis maupun benda-benda di sekitarnya, dilakukan dengan senang hati, kemauan sendiri, penuh imajinasi, menggunakan lima indera dan seluruh anggota tubuh. Kegiatan bermain engklek membantu kemampuan motorik kasar anak-anak melalui tiga cara. Pertama, anak harus melompat-lompat untuk bermain, kemampuan fisiknya tumbuh lebih kuat. Dalam permainan engklek ini, anak-anak dapat melompat dari satu kotak ke kotak lainnya hanya dengan menggunakan satu kaki untuk melatih keseimbangan. Kedua, karena anak harus melempar keramik dan ubin, maka penting untuk mengembangkan kemampuan motorik, yaitu otot tangan. Ketiga, dapat meningkatkan masa otot tangan dan kaki anak, membuat otot mereka lebih kuat dan tidak kaku. Berdasarkan hasil observasi, wawancara dan dokumentasi, dapat disimpulkan bahwa pihak sekolah yaitu kepala sekolah beserta guru sudah berupaya semaksimal mungkin untuk menstimulasi kemampuan motorik kasar anak, agar anak lebih menyukai aktivitas fisik dibanding main gadget. Hal ini sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa apabila anak di rumah sering menggunakan gadget maka sebagai guru atau pendidik di sekolah seharusnya dapat menindaklanjuti dengan memberikan program pembelajaran yang berbasis bermain untuk dapat lebih melibatkan aktivitas fisiknya. 24 Dengan salah satu cara melalui permainan tradisional engklek dengan menggunakan lahan yang masih berupa tanah sebagai sarana untuk bermain engklek sebagaimana yang diteliti dalam penelitian ini. Penerapan permainan tradisional engklek di TK Al Mahrusiyah Lirboyo tidak dilakukan secara instan, tapi melalui beberapa tahapan. Tahapan yang pertama yaitu guru melakukan perencanaan memilih permainan apa yang disukai oleh anak. Kemudian setelah musyawarah antara kepala sekolah dan guru-guru serta melihat minat anak-anak maka ditentukan bahwa permainan tradisional engklek yang dirasa cocok. Dengan tujuan dapat meningkatkan motorik kasar anak, khususnya anak usia 5 sampai 6 tahun yang berada di kelompok B. Tetapi guru tetap menyesuaikan dengan modul ajar yang ada. Tahapan yang kedua yaitu guru memilih alat dan bahan yang akan digunakan dalam permainan engklek. Tentu guru memilih alat dan bahan yang menarik sehingga anak-anak senang saat memainkannya. Tidak hanya alat dan bahan saja tetapi guru juga berinovasi dalam menyampaikan agar anak-anak mau mendengarkan dengan perasaan yang senang. Tahapan yang ketiga yaitu menjelaskan cara melakukan permainan tradisional engklek. Dalam hal ini guru memilih menggunakan video pembelajaran tentang permainan tradisional engklek dengan menggunakan media audio visual Siti Nur Hayati dan Khamim Zarkasih Putro. AuBermain dan Permainan Anak Usia Dini,Ay Generasi Emas . 52Ae64, https://doi. org/10. 25299/jge. Herniawati dkk. AuAnalisis Penggunaan Permainan Tradisional Engklek Terhadap Perkembangan Fisik Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun Di PAUD Mawar. Ay Riswandi. AuPeningkatan Kemampuan Motorik Kasar melalui Pengembangan Model Permainan Sirkuit Anak Usia 5-6 Tahun. Ay 100 JOECES Vol. No. Sub Judul yaitu layar proyektor. Sehingga anak-anak tertarik untuk melihat dan mendengarkan cerita dan juga cara bermain engklek yang ada di layar proyektor. Serta bahan apa saja yang digunakan untuk bermain engklek. Seperti berbagai macam bentuk permainan engklek dari yang tradisional sampai yang modern. Yang tradisional seperti menggunakan lahan tanah, menggunakan ranting untuk menggambar di tanah dan juga menggunakan serpihan genteng untuk dijadikan sebagai gaco. Kalau yang modern seperti bermain engklek di atas banner yang sudah bergambar engklek dengan gambar-gambar yang berbeda seperti gambar buah gambar binatang maupun yang lainnya. Tahapan yang keempat yaitu guru mengajak anak-anak ke tempat yang akan digunakan untuk bermain engklek. Guru menggambar tempat engklek dengan menggunakan ranting. Kemudian guru menjelaskan tentang bagaimana cara bermain engklek serta memberikan contoh cara melakukan permainan engklek. Ini sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa kegiatan pembelajaran menggunakan benda yang nyata secara langsung dapat melengkapi pengetahuan anak menjadi bermakna, menggali lebih dalam pada objek yang konkrit dapat membantu pemahaman anak. Tahapan yang kelima yaitu anak-anak diajak untuk berbaris dan melakukan permainan tradisional engkrek secara bergantian. Pada saat bermain engklek anakanak sangat senang sekali bahkan ada yang tidak mau menggunakan sepatu. Karena dengan tidak menggunakan sepatu kakinya langsung akan bersentuhan dengan tanah, itu yang membuat mereka lebih menyukai permainan engklek dibanding permainan yang lain. Selain untuk meningkatkan perkembangan motorik kasar anak, permainan engklek juga dapat meningkatkan perkembangan anak lainnya seperti perkembangan sosial emosional. Dimana anak mau berbaris dan antri menunggu giliran untuk melakukan permainan engklek sesuai dengan yang diarahkan oleh Ini sesuai dengan teori dari Vygotsky melalui Zona Perkembangan Proksimal (ZPD) bahwa anak dapat belajar mengantri dengan bantuan dan bimbingan dari orang dewasa atau teman sebaya yang lebih mampu . KESIMPULAN Kemampuan motorik kasar adalah kemampuan gerak yang terjadi karena adanya koordinasi antar otot-otot besar yang di pengaruhi oleh kematangan dirinya. Kemampuan motorik kasar pada anak usia TK Kelompok B . mumnya 5-6 tahu. melibatkan gerakan-gerakan besar yang menggunakan otot-otot besar di lengan, kaki, dan seluruh tubuh. Ini termasuk aktivitas seperti berlari, melompat, melempar, menangkap, menendang, memanjat, bersepeda, dan menjaga keseimbangan. Sebagian besar anak-anak di TK Al Mahrusiyah Lirboyo sudah bisa berjalan dan berlari dengan stabil, melompat dengan dua kaki, serta melangkahkan kaki secara bergantian saat menaiki atau menuruni tangga. Mereka juga mulai menunjukkan kemampuan untuk menirukan gerak dan lagu yang setiap pagi dilaksanakan di Briyantika Puji Lestari dan Nisael Amala. AuPenggunaan Media Bahan Alam untuk Meningkatkan Kemampuan Berhitung pada Anak Usia 5-6 Tahun,Ay Journal Ashil: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 1, no. : 129Ae41, https://doi. org/10. 33367/piaud. JOECES Vol. No. Nama Penulis halaman sekolah dengan tujuan melatih koordinasi gerakan mata-kaki-tangankepala. Kegiatan bermain engklek membantu kemampuan motorik kasar anak-anak melalui tiga cara. Pertama, anak harus melompat-lompat untuk bermain, kemampuan fisiknya tumbuh lebih kuat. Dalam permainan engklek ini, anak-anak dapat melompat dari satu kotak ke kotak lainnya hanya dengan menggunakan satu kaki untuk melatih keseimbangan. Kedua, karena anak harus melempar keramik dan ubin, maka penting untuk mengembangkan kemampuan motorik, yaitu otot tangan. Ketiga, dapat meningkatkan masa otot tangan dan kaki anak, membuat otot mereka lebih kuat dan tidak kaku. Penerapan permainan tradisional engklek di TK Al Mahrusiyah Lirboyo tidak dilakukan secara instan, tapi melalui beberapa tahapan. perencanaan, . memilih alat dan bahan yang akan digunakan dalam permainan engklek, . menjelaskan cara melakukan permainan tradisional engklek dengan menggunakan media audio visual yaitu layar proyektor, . guru mengajak anak-anak ke tempat yang akan digunakan untuk bermain engklek, . anak-anak diajak untuk berbaris dan melakukan permainan tradisional engkrek secara bergantian. Terdapat faktor pendukung dan penghambat dalam perkembangan motorik kasar anak kelompok B di TK Al Mahrusiyah Lirboyo. Faktor pendukungnya yaitu adanya fasilitas area bermain untuk anak, terdapat kurikulum yang mengintegrasikan Berbagai aktivitas motorik kasar, guru yang aktif dan kreatif yang mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan serta orang tua yang mendukung dan memberi motivasi kepada anak untuk bergerak dan bermain di luar ruangan. Adapun faktor penghambatnya yaitu waktu yang banyak dihabiskan untuk main gadget, anak jarang diajak bermain di luar ruangan, anak yang merasa tidak mampu melakukan gerakan tertentu serta kondisi fisik yang kurang optimal. BIBLIOGRAFI Annisa. Putri. Pengembangan Model Permainan Tradisional Engklek untuk Meningkatkan Matematika Permulaan pada Anak Kelompok A di RA UMDI Ujung Lare. Darmawati. Novia Budhiarini, dan Choiriyah Widyasari. AuPermainan Tradisional Engklek dalam Meningkatkan Motorik Kasar Anak Usia Dini. Ay Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 6, no. : 6827Ae36. https://doi. org/10. 31004/obsesi. Dwi Kusumaulidia. Anggita. Lia Kurniawaty, dan Arie Widyastuti. AuUpaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Permainan Tradisional Engklek di TK Islam Maulidia. Ay Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 1, no. : 16. https://doi. org/10. 47134/paud. Farida. Aida, dan M Pd. Urgensi Perkembangan Motorik Kasar Pada Perkembangan Anak Usia Dini. Herniawati. Ani. Yusuf Hidayat. Siti Ernasari, dan Elis Susanti. AuAnalisis Penggunaan Permainan Tradisional Engklek Terhadap Perkembangan Fisik Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun Di PAUD Mawar. Ay JOECE: Journal of Early Childhood Education . 30Ae43. https://doi. org/10. 61580/joece. 102 JOECES Vol. No. Sub Judul Indriyani. Dini. Heri Yusuf Muslihin, dan Sima Mulyadi. AuManfaat Permainan Tradisional Engklek dalam Aspek Motorik Kasar Anak. Ay Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha . https://doi. org/10. 23887/paud. Lestari. Briyantika Puji, dan Nisael Amala. AuPenggunaan Media Bahan Alam untuk Meningkatkan Kemampuan Berhitung pada Anak Usia 5-6 Tahun. Ay Journal Ashil: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 1, no. : 129Ae41. https://doi. org/10. 33367/piaud. Maulina. Iin, dan Irma Wihartati. Analisis Penerapan Permainan Tradisional Engklek Pada Anak Usia Dini. Moelong. Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya, 2017. Najiah. MarAoatun, dan Ujang Jamaludi. AuNilai Pendidikan Dalam Permainan Tradisional Engklek. Ay Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 12, no. : 101. https://doi. org/10. 31000/lgrm. Nasikhah. Khafidhotun, dan Badrus Badrus. AuImplementasi Pembelajaran Kontekstual pada Mata Pelajaran Fikih di MTsN 7 Kepung Kediri. Ay Jurnal Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman 10, no. : 344Ae https://doi. org/10. 33367/ji. Ramdani. Luthfi Aji, dan Nur Azizah. AuPermainan Outbound untuk Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia Dini. Ay Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 4, no. : 494. https://doi. org/10. 31004/obsesi. Riswandi. Fitta Nurisma. AuPeningkatan Kemampuan Motorik Kasar melalui Pengembangan Model Permainan Sirkuit Anak Usia 5-6 Tahun. Ay Jurnal PGPAUD Trunojoyo : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Anak Usia Dini 8, 1 . : 66Ae78. https://doi. org/10. 21107/pgpaudtrunojoyo. Safitri. Tridiah. Implementasi Strategi Permainan Tradisional Engklek pada Perkembangan Motorik Kasar Anak di TK Al UL-HAQ Sukabumi Bandar Lampung. Safitri. Tridiah. Implementasi Strategi Permainan Tradisional Engklek Pada Perkembangan Motorik Kasar Anak Di Tk Al Ul-Haq Sukabumi Bandar Lampung. Sanjaya. AuPerencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Ay Jakarta : Kencana. Sari. Fitria Puspita. Fahruddin Fahruddin, dan Ika Rachmayani. AuPenerapan Permainan Tradisional Engklek dalam Mengembangkan Kemampuan Motorik Kasar Anak kelompok B di TK Negeri 01 Sembalun Tahun Ajaran 2022/2023. Ay Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan 7, no. : 2146Ae51. https://doi. org/10. 29303/jipp. Siti Nur Hayati, dan Khamim Zarkasih Putro. AuBermain dan Permainan Anak Usia Dini. Ay Generasi Emas . 52Ae64. https://doi. org/10. 25299/jge. Standart Nasional Pendidikan Anak Usia Dini (Permendikbud No. 137 Tahun 2. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif dan R&D. Alfabeta CV, 2017. Tangse. Uswatun Hasanah Masra, dan Dimyati Dimyati. AuPermainan Estafet untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun. Ay Jurnal JOECES Vol. No. Nama Penulis Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 6, no. : 9Ae16. https://doi. org/10. 31004/obsesi. Tim Medis Siloam Hospital. AuPengertian Kebugaran Jasmani: Manfaat. Unsur dan Contohnya. Ay Siloam Hospitals. Agustus https://w. com/informasi-siloam/artikel/kebugaranjasmani. Turrahmah. Masita, dan Nurhenti Dorlina Simatupang. Penerapan Permainan Modifikasi Engklek Untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Pada Anak. Ulfah. Amira Adlina. Dimyati Dimyati, dan A. Joki Armaini Putra. AuAnalisis Penerapan Senam Irama dalam Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia Dini. Ay Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 5, no. : 1844Ae52. https://doi. org/10. 31004/obsesi. Yuliandra. Rizki. Aditya Gumantan, dan Cahyo Pratomo. AuMeningkatkan Motorik Kasar Anak Usia Dini Ditinjau dengan Model Permainan Ladder. Ay Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 7, no. : 4190Ae98. https://doi. org/10. 31004/obsesi. 104 JOECES Vol. No.