AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No 2 Agustus 2025. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 Pendampingan Peningkatan Kompetensi Guru Taman Pendidikan Al-QurAoan (TPQ) Dalam Metode Pembelajaran Inovatif Di Desa Bantunan Hendi Kariyanto . Siti Hanipah . Wulan Sari3. Revaldo Xsanal Hakim . Eka Herlen Novalia Pasacasarjana IAI Pagar Alam Email : hendykarianto@gmail. Revaldo22xsanal@gmail. Ekaherlen1@gmail. Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kompetensi pedagogik guru Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) di Desa Sukamaju dalam menerapkan metode pembelajaran yang inovatif dan variatif. Pembelajaran masih bersifat konvensional yang berdampak pada rendahnya minat belajar anak. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru TPQ dalam merancang serta mengimplementasikan metode pembelajaran Al-Qur'an yang kreatif dan menyenangkan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tiga tahapan, yaitu: pelatihan dan workshop, pendampingan praktik mengajar, serta evaluasi dan refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kompetensi guru. Indikator keberhasilan terlihat dari antusiasme peserta selama pelatihan, peningkatan skor pre-test dan post-test tentang pemahaman metode pembelajaran sebesar 45%, serta kemampuan guru dalam mempraktikkan metode baru seperti pembelajaran berbasis permainan . dan bercerita . di kelas masing-masing. Program ini berhasil menciptakan suasana belajar yang lebih aktif di TPQ dan mendapatkan respon positif dari pengurus masjid serta orang tua wali. Pengabdian ini merekomendasikan perlunya program berkelanjutan untuk pembuatan media pembelajaran digital bagi guru TPQ. Kata Kunci: Guru TPQ. Metode Pembelajaran. Kompetensi Pedagogik. Pendidikan Al-Qur'an PENDAHULUAN Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) memiliki peran strategis dalam membangun fondasi keagamaan anak sejak dini, khusususnya dalam kemampuan baca tulis Al-Qur'an dan penanaman nilai-nilai Islam . Keberadaan TPQ di tengah yn AFADA : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. 2 Agustus 2025. AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No 2 Agustus 2025. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 masyarakat menjadi mitra vital bagi pendidikan formal di sekolah. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa mayoritas pengajar TPQ adalah relawan dari masyarakat setempat yang belum memiliki latar belakang pendidikan keguruan yang Hal serupa terjadi di Desa Bantunan, di mana para guru TPQ mengeluhkan menurunnya minat anak-anak mengaji yang disebabkan oleh metode pengajaran yang monoton dan kurang variatif. Berdasarkan survei awal yang dilakukan tim pengabdi, ditemukan permasalahan utama mitra, yaitu: . 90% guru TPQ masih menggunakan metode ceramah dan sorogan yang klasik tanpa variasi. Tidak tersedianya media pembelajaran yang menarik. Belum pernah ada pelatihan peningkatan kapasitas guru yang diadakan di desa tersebut dalam 3 tahun terakhir. Padahal, tuntutan untuk menciptakan generasi yang cinta Al-Qur'an membutuhkan pendekatan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Oleh karena itu. Program Studi Pendidikan Agama Islam merasa terpanggil untuk melaksanakan pengabdian masyarakat berupa pendampingan peningkatan kompetensi guru TPQ. Tujuan kegiatan ini adalah untuk membekali para guru dengan metode pembelajaran inovatif yang dapat meningkatkan minat belajar anak. Manfaat yang diharapkan tidak hanya bagi peningkatan kualitas pengajaran di TPQ, tetapi juga menjadi ajang aktualisasi ilmu bagi dosen dan mahasiswa PAI dalam memecahkan persoalan riil di masyarakat. METODE PENGABDIAN Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan selama dua bulan, mulai dari 1 Agustus hingga 03 Maret 205, bertempat di TPQ Al-Hikmah dan TPQ Nurul Iman. Desa Bantunan. Kecamatan Pajar Bulan Kabupaten Lahat. Sasaran kegiatan adalah 20 orang guru TPQ dari dua lembaga tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan tahapan sebagai yn AFADA : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. 2 Agustus 2025. AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No 2 Agustus 2025. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 Tahap Persiapan dan Pemetaan Masalah: Tim melakukan koordinasi dengan pengurus Masjid dan kepala TPQ untuk menggali kebutuhan spesifik dan tantangan yang dihadapi guru. Pada tahap ini juga dilakukan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal peserta tentang metode pembelajaran. Tahap Pelaksanaan (Workshop dan Simulas. : Kegiatan inti berupa workshop selama dua hari dengan materi: . Psikologi perkembangan anak dalam belajar Al-Qur'an. Pengenalan metode pembelajaran aktif . ctive learnin. seperti metode bermain sambil belajar . dan metode bercerita . Praktik pembuatan media pembelajaran sederhana dari bahan bekas. Setelah workshop, dilakukan simulasi mengajar oleh peserta. Tahap Pendampingan dan Evaluasi: Tim melakukan pendampingan secara langsung di kelas saat para guru mempraktikkan ilmu yang didapat. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test, serta observasi keterampilan mengajar. HASIL PENGABDIAN DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan pengabdian berjalan sesuai dengan rencana. Pada tahap awal, antusiasme peserta sangat tinggi, terbukti dari kehadiran yang mencapai 100% selama dua hari workshop. Berdasarkan hasil pre-test, rata-rata skor pemahaman guru tentang metode pembelajaran inovatif hanya berada di angka 50. Setelah mengikuti pelatihan dan simulasi, rata-rata skor post-test meningkat menjadi 90. Peningkatan sebesar 40% ini menunjukkan efektivitas materi dan metode pelatihan yang diberikan. Pada sesi praktik, para guru yang awalnya hanya terbiasa dengan metode klasik "mengaji satu per satu", mulai mencoba metode baru. Seorang guru berhasil mempraktikkan metode "Quiz Team" di mana anak-anak dibagi dalam kelompok untuk berlomba membaca huruf hijaiyah. Hasil observasi tim menunjukkan bahwa yn AFADA : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. 2 Agustus 2025. AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No 2 Agustus 2025. Hal. DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 partisipasi dan antusiasme anak-anak meningkat drastis ketika guru menggunakan media kartu bergambar dan permainan. Pembahasan lebih lanjut mengungkapkan bahwa kendala utama selama ini bukan hanya kurangnya pengetahuan guru, tetapi juga kurangnya rasa percaya diri untuk mencoba hal baru. Melalui pendampingan intensif, para guru merasa didampingi dan termotivasi. Hal ini sejalan dengan teori andragogi yang menyatakan bahwa orang dewasa belajar paling efektif ketika mereka terlibat langsung dalam praktik dan merasa masalah mereka dipahami . Dukungan dari pengurus TPQ dan orang tua juga menjadi faktor pendukung keberhasilan, di mana mereka berjanji akan menyediakan fasilitas media pembelajaran sederhana secara mandiri. KESIMPULAN Program pendampingan peningkatan kompetensi guru TPQ di Desa Bantuan berhasil mencapai tujuannya. Terjadi peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan guru dalam menerapkan metode pembelajaran Al-Qur'an yang inovatif dan menyenangkan. Kegiatan ini tidak hanya berdampak pada kualitas pengajaran, tetapi juga membangkitkan kembali semangat belajar anak-anak di TPQ. Disarankan agar Prodi PAI dapat menjadikan kegiatan ini sebagai program berkelanjutan dengan fokus pada pembuatan perpustakaan mini atau media pembelajaran digital untuk menunjang kreativitas guru. DAFTAR PUSTAKA