p-ISSN : 2745-7141 e-ISSN : 2746-1920 Manajemen Supervisi Kepala Sekolah Kurikulum Merdeka (Studi Literatu. Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 1 Januari 2025 Dalam Implementasi Mozes Markus Wullur. Shienty Gaspersz. Jehezkiel panjaitan. Truly Galancy Kerap. Mendy Juniaty Hatibie. Maximillian Christian Oley Universitas Negeri Manado. Indonesia Email: mozeswullur@unima. id, shienty. gz@gmail. com, jez. pan17@gmail. keraptruly22@gmail. com, mendyjh@yahoo. com, maxioley@yahoo. INFO ARTIKEL Kata Kunci: Supervisi Kepala Sekolah. Kurikulum Merdeka. Manajemen Pendidikan Keywords: Supervision. Curriculum. Management ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran supervisi kepala sekolah dalam implementasi Kurikulum Merdeka melalui kajian literatur dari berbagai penelitian nasional. Fokus kajian meliputi strategi supervisi, kontribusi terhadap kualitas pembelajaran, serta tantangan yang dihadapi kepala sekolah dalam mendukung perubahan kurikulum. Kajian dilakukan dengan mengelompokkan temuan berdasarkan tema utama, membandingkan strategi supervisi, dan mengevaluasi kontribusinya terhadap pemahaman guru serta efektivitas Hasil menunjukkan bahwa supervisi kepala sekolah berperan signifikan dalam meningkatkan pemahaman guru terhadap Kurikulum Merdeka, mendukung penerapan metode pembelajaran berbasis proyek, serta menciptakan budaya kolaborasi di sekolah. Strategi efektif meliputi kunjungan kelas, evaluasi berbasis data, pemanfaatan teknologi seperti Platform Merdeka Mengajar, dan kolaborasi dengan guru senior. Namun, keberhasilan supervisi dipengaruhi oleh konsistensi pelaksanaan dan ketersediaan infrastruktur teknologi. Kajian ini memberikan implikasi penting bagi teori dan praktik pendidikan dalam merancang supervisi yang adaptif dan inovatif. Keterbatasan penelitian meliputi kurangnya data kuantitatif yang lebih mendalam dan fokus yang terbatas pada konteks Indonesia. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi dampak supervisi terhadap hasil belajar siswa dan penerapan strategi berbasis teknologi di berbagai wilayah. Principal ABSTRACT Independent This study aims to analyze the role of school principal Education supervision in the implementation of the Independent Curriculum through literature review from various national studies. The focus of the study includes supervision strategies, contributions to learning quality, and challenges faced by school principals in supporting curriculum changes. The study was conducted by grouping findings based on main themes, comparing supervision strategies, and evaluating their contribution to teacher understanding and learning effectiveness. The results show that the supervision of the principal plays a significant role in improving teachers' understanding of the Independent Curriculum, supporting the implementation of project-based learning methods, and creating a culture of collaboration in Effective strategies include classroom visits, data-based Jurnal Pendidikan Indonesia. Vol. 6 No. 1 Januari 2025 Mozes Markus Wullur. Shienty Gaspersz. Jehezkiel panjaitan. Truly Galancy Kerap. Mendy Juniaty Hatibie. Maximillian Christian Oley evaluations, the use of technology such as the Independent Teaching Platform, and collaboration with senior teachers. However, the success of supervision is influenced by the consistency of implementation and availability of technological This study provides important implications for educational theory and practice in designing adaptive and innovative supervision. The limitations of the study include the lack of more in-depth quantitative data and a limited focus on the Indonesian context. Further research is suggested to explore the impact of supervision on student learning outcomes and the implementation of technology-based strategies in various PENDAHULUAN Supervisi kepala sekolah menjadi salah satu komponen utama dalam mendukung keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka, sebuah kurikulum yang berfokus pada fleksibilitas pembelajaran dan pengembangan kompetensi siswa secara holistik. Kepala sekolah memainkan peran penting tidak hanya sebagai pengawas administratif, tetapi juga sebagai pemimpin perubahan yang bertanggung jawab memastikan setiap proses pembelajaran berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip kurikulum tersebut (Ramadina. Dalam perannya, kepala sekolah dituntut untuk mengelola pembelajaran secara efektif, mengoptimalkan kompetensi guru, dan memastikan lingkungan belajar yang kondusif serta relevan dengan kebutuhan peserta didik (Wahidah et al. , 2. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa supervisi kepala sekolah yang direncanakan dan dilaksanakan dengan baik berdampak signifikan terhadap peningkatan kualitas pedagogik dan sosial guru. Dampak ini, pada akhirnya, juga memengaruhi kualitas pembelajaran secara keseluruhan di sekolah (Handayani, 2. Selain itu, supervisi yang efektif berkontribusi pada terciptanya budaya sekolah yang kolaboratif, di mana guru dapat berbagi pengalaman dan solusi untuk menghadapi tantangan Hal ini menempatkan supervisi kepala sekolah sebagai bagian integral dari manajemen sekolah, khususnya dalam konteks penerapan Kurikulum Merdeka (Islam. Namun, pelaksanaan supervisi tidak selalu berjalan tanpa hambatan. Kepala sekolah sering kali menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan waktu, variasi kompetensi guru, serta minimnya dukungan teknologi dalam proses supervisi (Islam. Tantangan lain yang sering muncul adalah kurangnya pelatihan yang memadai bagi guru untuk memahami prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka dan bagaimana menerapkannya dalam proses pembelajaran (Handayani, 2. Oleh karena itu, kepala sekolah perlu mengadopsi pendekatan supervisi yang adaptif dan inovatif untuk mengatasi berbagai kendala ini (Wahidah et al. , 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan literatur terkait supervisi kepala sekolah berdasarkan tema utama yang relevan dengan perannya dalam implementasi Kurikulum Merdeka, menganalisis berbagai strategi supervisi yang telah digunakan, serta menyoroti temuan utama yang menunjukkan kontribusi signifikan supervisi terhadap Jurnal Pendidikan Indonesia. Vol. 6 No. 1 Januari 2025 Manajemen Supervisi Kepala Sekolah Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka (Studi Literatu. keberhasilan kurikulum tersebut. Lebih jauh, penelitian ini juga bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana supervisi dapat menjadi solusi efektif dalam menghadapi tantangan yang dihadapi kepala sekolah dan guru dalam implementasi Kurikulum Merdeka (Kusmiati et al. , 2. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat praktis dan teoritis. Secara praktis, penelitian ini dapat membantu kepala sekolah dalam merancang supervisi yang lebih terstruktur, relevan, dan efektif sesuai dengan tantangan yang dihadapi di Secara teoritis, penelitian ini diharapkan mampu memperkaya literatur terkait manajemen supervisi kepala sekolah, khususnya dalam konteks Kurikulum Merdeka. Dengan supervisi yang terarah dan terintegrasi, kepala sekolah diharapkan mampu menciptakan sistem pendidikan yang tidak hanya menjawab tantangan masa kini, tetapi juga mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi perubahan global di masa depan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk mengkaji peran supervisi kepala sekolah dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Sumber literasi yang digunakan terbatas pada jurnal atau artikel nasional yang diterbitkan oleh lembaga pendidikan tinggi, asosiasi profesional, atau institusi penelitian di Indonesia. Sumber-sumber ini dipilih karena dinilai memiliki relevansi yang tinggi dengan konteks pendidikan di Indonesia serta memberikan kontribusi signifikan terhadap kajian supervisi kepala sekolah dan implementasi Kurikulum Merdeka. Fokus utama adalah artikel yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir untuk menjaga relevansi temuan, dengan pengecualian untuk teori dasar yang mendasari kajian ini. Strategi pencarian literatur dilakukan dengan menelusuri artikel dari jurnal-jurnal pendidikan yang diterbitkan oleh universitas atau asosiasi pendidikan di Indonesia. Kata kunci yang digunakan meliputi AuSupervisi Kepala Sekolah,Ay AuKurikulum Merdeka,Ay dan AuManajemen Pendidikan,Ay. Kriteria inklusi meliputi jurnal atau artikel yang membahas secara eksplisit peran kepala sekolah dalam supervisi, khususnya dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka. Teknik analisis dilakukan menggunakan pendekatan tematik, di mana artikel yang dipilih dikelompokkan berdasarkan tema utama seperti peran kepala sekolah, strategi supervisi, dan tantangan implementasi. Data dari artikel yang sesuai kemudian direduksi, dikategorikan, dan dianalisis untuk mengidentifikasi pola, kesenjangan, dan hubungan antar-tema. Temuan dari berbagai literatur dibandingkan secara kritis untuk menyusun sintesis yang komprehensif terkait kontribusi supervisi kepala sekolah terhadap keberhasilan Kurikulum Merdeka. Pendekatan ini memungkinkan penelitian menghasilkan wawasan mendalam yang dapat digunakan untuk mendukung implementasi kurikulum yang lebih efektif di Indonesia. Jurnal Pendidikan Indonesia. Vol. 6 No. 1 Januari 2025 Mozes Markus Wullur. Shienty Gaspersz. Jehezkiel panjaitan. Truly Galancy Kerap. Mendy Juniaty Hatibie. Maximillian Christian Oley HASIL DAN PEMBAHASAN Peran Kepala Sekolah dalam Supervisi Kurikulum Merdeka Peran kepala sekolah sebagai supervisor dalam implementasi Kurikulum Merdeka merupakan elemen strategis yang memastikan kurikulum ini dapat diadaptasi dengan baik oleh seluruh elemen sekolah. Kepala sekolah tidak hanya bertindak sebagai pengawas administratif, tetapi juga sebagai pemimpin yang membimbing guru untuk memahami dan mengimplementasikan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka. Peran ini mencakup supervisi terhadap proses pembelajaran, pengembangan modul ajar, hingga evaluasi terhadap metode pengajaran yang diterapkan. Pendekatan ini membantu menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung pengembangan kompetensi siswa berbasis Profil Pelajar Pancasila (Suryana, 2. Supervisi yang dilakukan kepala sekolah bertujuan untuk meningkatkan kualitas pedagogi guru melalui observasi langsung, pemberian umpan balik, dan pelatihan. Misalnya, kunjungan kelas menjadi salah satu metode supervisi yang memungkinkan kepala sekolah memberikan bimbingan spesifik kepada guru mengenai praktik pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum. Selain itu, pemeriksaan modul ajar dan pengamatan proses pembelajaran menjadi bagian penting dalam supervisi, di mana kepala sekolah dapat memberikan saran untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran (Ratnawati, 2. Selain mendukung kompetensi pedagogi, supervisi kepala sekolah juga berperan signifikan dalam meningkatkan profesionalisme guru. Melalui bimbingan berkelanjutan dan pemanfaatan teknologi, seperti Platform Merdeka Mengajar, guru diberikan akses untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang metode pembelajaran inovatif. Penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan platform digital ini dapat membantu guru dalam menghadapi tantangan implementasi kurikulum, terutama dalam mengintegrasikan pembelajaran berbasis proyek dan teknologi (Muji Rahayu, 2. Perencanaan supervisi yang dilakukan kepala sekolah biasanya mencakup identifikasi kebutuhan pelatihan guru, penjadwalan supervisi, serta evaluasi hasil Rencana ini dirancang untuk memastikan bahwa pelaksanaan supervisi berjalan secara sistematis dan berkesinambungan. Melalui analisis kebutuhan, kepala sekolah dapat menentukan langkah-langkah strategis yang relevan untuk mendukung guru dalam memahami dan menerapkan kurikulum secara efektif. Hasil supervisi juga digunakan untuk memberikan umpan balik konstruktif yang membantu guru memperbaiki pendekatan pembelajaran mereka (Rahayu, 2. Lebih jauh lagi, supervisi kepala sekolah menciptakan budaya kolaboratif di sekolah, di mana guru didorong untuk berbagi pengetahuan melalui diskusi kelompok atau kegiatan pelatihan internal. Kolaborasi ini tidak hanya meningkatkan keterampilan profesional guru, tetapi juga memperkuat hubungan antarindividu dalam komunitas Supervisi yang partisipatif memberikan ruang bagi guru untuk saling belajar dan menerapkan strategi yang relevan dalam pembelajaran sehari-hari, yang pada akhirnya memperkuat implementasi Kurikulum Merdeka (Saman & Hasanah, 2. (Afifatun, (Djuhartono et al. , 2021. Hakim et al. , 2. Jurnal Pendidikan Indonesia. Vol. 6 No. 1 Januari 2025 Manajemen Supervisi Kepala Sekolah Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka (Studi Literatu. Secara keseluruhan, peran kepala sekolah dalam supervisi tidak hanya memastikan keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka, tetapi juga memperkuat profesionalisme guru dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Supervisi yang dirancang dengan baik memungkinkan kepala sekolah untuk menghadapi berbagai tantangan kurikulum baru secara efektif, sekaligus menciptakan lingkungan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan siswa di era modern. Jika diperlukan, pembahasan dapat diperluas untuk mencakup aspek teknis supervisi lebih mendalam. Strategi Supervisi Kepala Sekolah dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Strategi supervisi kepala sekolah dalam implementasi Kurikulum Merdeka telah menjadi subjek kajian dalam berbagai penelitian, dengan pendekatan yang beragam sesuai konteks dan kebutuhan sekolah. Salah satu strategi yang sering digunakan adalah kunjungan kelas, yang memungkinkan kepala sekolah mengamati langsung pelaksanaan pembelajaran di kelas dan memberikan umpan balik kepada guru. Penelitian di sebuah SMP di Kecamatan Singorojo menunjukkan bahwa kunjungan kelas tidak hanya membantu guru meningkatkan keterampilan pedagogis, tetapi juga memungkinkan kepala sekolah memotivasi guru untuk menerapkan metode inovatif yang sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka (Ratnawati, 2. Namun, penelitian lain mencatat bahwa keberhasilan strategi ini sangat bergantung pada keberlanjutan dan konsistensi supervisi yang dilakukan, karena kunjungan kelas yang hanya bersifat formalitas sering kali tidak memberikan dampak jangka panjang pada praktik pembelajaran guru. Penggunaan teknologi juga menjadi komponen penting dalam supervisi. Penelitian oleh Muji Rahayu et al. menyoroti bagaimana Platform Merdeka Mengajar (PMM) memberikan dukungan signifikan kepada guru dalam menyusun rencana pembelajaran berbasis proyek. Platform ini memungkinkan kepala sekolah untuk memantau perkembangan kompetensi guru secara daring, memberikan pelatihan tambahan, dan memastikan bahwa metode pembelajaran yang diterapkan relevan dengan kebutuhan siswa. Namun, penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa literasi digital guru menjadi kendala utama dalam memaksimalkan manfaat PMM, terutama di sekolahsekolah dengan akses teknologi yang terbatas. Dalam konteks ini, kepala sekolah perlu memadukan pendekatan berbasis teknologi dengan pelatihan tatap muka untuk meningkatkan efektivitas supervisi. Pendekatan berbasis data juga dianggap sebagai strategi yang sangat efektif dalam supervisi Kurikulum Merdeka. Penelitian yang dilakukan oleh Mafdu dan Hifdil Islam . menunjukkan bahwa kepala sekolah yang memanfaatkan data hasil belajar siswa untuk mengevaluasi kinerja guru dapat merancang program pelatihan yang lebih relevan dan berbasis kebutuhan. Strategi ini memungkinkan supervisi menjadi lebih terarah dan berbasis bukti. Namun, penelitian di sebuah SD di Kendal menemukan bahwa keterbatasan kemampuan kepala sekolah dalam mengolah data sering kali menjadi kendala, sehingga diperlukan pelatihan khusus bagi kepala sekolah untuk meningkatkan kompetensi analisis data mereka (Rahayu et al. , 2. Kolaborasi juga menjadi elemen penting dalam strategi supervisi yang efektif. Penelitian di sebuah SD di Meteseh mengungkapkan bahwa pelibatan guru senior dalam Jurnal Pendidikan Indonesia. Vol. 6 No. 1 Januari 2025 Mozes Markus Wullur. Shienty Gaspersz. Jehezkiel panjaitan. Truly Galancy Kerap. Mendy Juniaty Hatibie. Maximillian Christian Oley proses supervisi membantu menciptakan budaya kolaboratif di sekolah. Guru senior tidak hanya menjadi pendamping bagi rekan mereka yang kurang berpengalaman, tetapi juga membantu kepala sekolah dalam menyusun rencana supervisi yang lebih responsif terhadap kebutuhan guru. Pendekatan ini terbukti meningkatkan penerimaan guru terhadap hasil supervisi dan mendorong inovasi dalam pembelajaran. Meski demikian, strategi ini memerlukan waktu lebih banyak dan komitmen yang kuat dari seluruh pihak untuk mencapai hasil yang optimal (Handayani et al. , 2. Konsistensi dalam pelaksanaan supervisi menjadi faktor penting lain yang menentukan keberhasilannya. Penelitian oleh Wahidah et al. menunjukkan bahwa supervisi yang dilakukan secara rutin, seperti evaluasi bulanan atau kunjungan mingguan, memberikan dampak lebih signifikan dibandingkan dengan supervisi yang hanya dilakukan sesekali. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kunjungan rutin memungkinkan kepala sekolah memberikan tindak lanjut yang lebih spesifik terhadap masalah yang ditemukan sebelumnya. Sebaliknya, supervisi sporadis sering kali dianggap oleh guru sebagai formalitas tanpa memberikan masukan yang berarti. Secara keseluruhan, pembandingan studi-studi tersebut menunjukkan bahwa strategi supervisi yang paling efektif adalah yang bersifat fleksibel dan kontekstual, menggabungkan berbagai pendekatan seperti kunjungan kelas, analisis data, penggunaan teknologi, dan kolaborasi aktif. Setiap strategi memiliki kekuatan dan tantangannya sendiri, tetapi supervisi yang dilakukan secara konsisten, dengan tindak lanjut yang jelas dan berbasis kebutuhan guru, memberikan hasil yang lebih signifikan dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan profesionalisme guru, tetapi juga menciptakan lingkungan pembelajaran yang relevan dan Kontribusi Supervisi Kepala Sekolah terhadap Implementasi Kurikulum Merdeka Temuan utama dari berbagai penelitian menunjukkan bahwa supervisi kepala sekolah memberikan dampak signifikan terhadap keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka, terutama dalam meningkatkan kompetensi guru dan memastikan efektivitas proses pembelajaran. Penelitian oleh Suryana et al. mengungkapkan bahwa supervisi kepala sekolah memiliki kontribusi hingga 84,1% terhadap pemahaman guru mengenai Kurikulum Merdeka dan 68,7% dalam penerapannya. Angka ini mencerminkan efektivitas supervisi sebagai instrumen yang membantu guru memahami konsep inti kurikulum baru, seperti pembelajaran berbasis proyek dan integrasi Profil Pelajar Pancasila. Selain meningkatkan pemahaman, supervisi kepala sekolah juga berdampak langsung pada pengelolaan kelas. Dalam penelitian di sebuah SD, kepala sekolah yang rutin melakukan kunjungan kelas dapat mengidentifikasi tantangan pembelajaran, seperti kurangnya variasi metode pengajaran atau penggunaan media pembelajaran yang tidak Dengan memberikan masukan dan bimbingan yang relevan, kepala sekolah membantu guru mengembangkan strategi pengajaran yang lebih efektif. Sebagai contoh, observasi langsung kepala sekolah memberikan wawasan praktis kepada guru untuk Jurnal Pendidikan Indonesia. Vol. 6 No. 1 Januari 2025 Manajemen Supervisi Kepala Sekolah Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka (Studi Literatu. mengatasi tantangan dalam penerapan proyek penguatan karakter siswa (Ratnawati et al. Temuan penting lainnya adalah bagaimana supervisi yang kolaboratif dapat menciptakan lingkungan kerja yang mendukung inovasi. Penelitian oleh Wahidah et al. menunjukkan bahwa melibatkan guru senior dalam proses supervisi memberikan dampak positif, tidak hanya dalam hal peningkatan kualitas pembelajaran, tetapi juga dalam memperkuat budaya kolaborasi di sekolah. Guru senior berperan sebagai mentor yang membantu guru lainnya memahami dan menerapkan strategi pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka. Pendekatan ini memperkuat rasa tanggung jawab kolektif dan memotivasi guru untuk terus meningkatkan kompetensinya melalui diskusi kelompok atau pelatihan internal. Supervisi yang memanfaatkan teknologi juga menjadi elemen penting dalam temuan ini. Penelitian oleh Muji Rahayu et al. mencatat bahwa kepala sekolah yang memanfaatkan Platform Merdeka Mengajar (PMM) memberikan kemudahan bagi guru untuk mengakses sumber daya pembelajaran digital dan pelatihan daring. Strategi ini memungkinkan guru untuk secara mandiri mengembangkan metode pembelajaran berbasis proyek, dengan bimbingan kepala sekolah sebagai supervisor. Meski demikian, keterbatasan infrastruktur teknologi dan literasi digital guru tetap menjadi tantangan yang perlu diatasi untuk memastikan dampak optimal dari supervisi berbasis teknologi. Selanjutnya, penelitian yang dilakukan oleh Zakirurahman & Musyarapah . menunjukkan bahwa strategi supervisi fasilitatif menjadi pendekatan efektif dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka. Dalam penelitian ini, kepala sekolah tidak hanya bertindak sebagai pengawas tetapi juga sebagai fasilitator yang menyediakan pelatihan berkelanjutan bagi guru. Kepala sekolah juga memprioritaskan pelibatan aktif guru dalam penyusunan rencana pembelajaran dan penggunaan teknologi sebagai alat bantu. Pendekatan ini memungkinkan guru untuk lebih memahami konteks Kurikulum Merdeka, sekaligus mendorong mereka untuk mengadopsi inovasi dalam Konsistensi supervisi juga menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka. Penelitian oleh Rahayu et al. mengungkapkan bahwa supervisi yang dilakukan secara terstruktur, seperti melalui jadwal rutin dan evaluasi yang berkesinambungan, memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran. Sebaliknya, supervisi yang tidak terencana atau jarang dilakukan cenderung kurang efektif dan tidak memberikan masukan yang berarti bagi guru. Perencanaan supervisi yang matang, termasuk tindak lanjut atas hasil supervisi, terbukti membantu guru memperbaiki metode pengajaran mereka dan menghadapi tantangan pembelajaran di kelas. Secara keseluruhan, supervisi kepala sekolah berkontribusi secara signifikan terhadap berbagai aspek implementasi Kurikulum Merdeka. Supervisi yang dirancang dengan baik mampu meningkatkan pemahaman guru, mendukung pengelolaan pembelajaran yang lebih efektif, dan memperkuat budaya kolaboratif di sekolah. Pendekatan berbasis teknologi, kolaborasi aktif, dan evaluasi berbasis data semakin Jurnal Pendidikan Indonesia. Vol. 6 No. 1 Januari 2025 Mozes Markus Wullur. Shienty Gaspersz. Jehezkiel panjaitan. Truly Galancy Kerap. Mendy Juniaty Hatibie. Maximillian Christian Oley memperkuat efektivitas supervisi ini. Dengan kombinasi strategi tersebut, kepala sekolah tidak hanya menjadi pengawas administratif, tetapi juga pembimbing profesional yang memastikan keberhasilan Kurikulum Merdeka dan mendukung transformasi pendidikan menuju kualitas yang lebih baik. KESIMPULAN Kajian literatur ini menegaskan pentingnya peran kepala sekolah dalam implementasi Kurikulum Merdeka melalui strategi supervisi seperti kunjungan kelas, pemanfaatan data hasil belajar, kolaborasi dengan guru senior, dan penggunaan teknologi. Supervisi yang konsisten dan terencana terbukti meningkatkan pemahaman guru, membantu mengatasi tantangan pembelajaran, dan mendorong budaya kolaborasi di sekolah, sehingga berkontribusi signifikan pada kualitas pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa supervisi kepala sekolah tidak hanya menjadi alat pengawasan, tetapi juga sarana pengembangan profesional guru. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi teori dan praktik pendidikan, dengan menegaskan perlunya pendekatan supervisi yang adaptif dan berbasis teknologi. Namun, kajian ini terbatas pada konteks penelitian di Indonesia dan sebagian besar bersifat deskriptif, sehingga kurang mencakup data kuantitatif yang lebih rinci. Selain itu, hambatan spesifik seperti kendala budaya dan teknologi belum banyak dibahas. Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengkaji dampak supervisi kepala sekolah terhadap hasil belajar siswa dengan pendekatan kuantitatif, serta mengeksplorasi penerapan supervisi berbasis teknologi di berbagai wilayah. Pemerintah juga perlu memberikan pelatihan dan dukungan sumber daya bagi kepala sekolah untuk memperkuat efektivitas supervisi dalam mendukung Kurikulum Merdeka. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan supervisi kepala sekolah dapat semakin berperan optimal dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. DAFTAR PUSTAKA