Barometer. Volume 9 No. Januari 2024, 24-31 PERANCANGAN DAN PEMILIHAN STRATEGI BERSAING PT. ELNOV DWIATA MANDIRI DENGAN METODE SWOT DAN COMPLEX PROPORTIONAL ASSESSMENT DESIGN AND SELECTION OF COMPETITIVE STRATEGY IN PT. ELNOV DWIATA MANDIRI WITH SWOT METHOD AND COMPLEX PROPORTIONAL ASSESSMENT Qori Diana Hidayati Nugraha, 2M. Ilhamsyah Akbar 1, 2 Program Studi Teknik Industri. Fakultas Teknik. Universitas Pancasila 1qoridiana30@gmail. com, 2ilhamsyahakbar. g@gmail. INFO ARTIKEL Diterima: 06 September 2023 Direvisi: 06 November 2023 Disetujui: 16 November 2023 Kata Kunci: IFE. EFE. SWOT. COPRAS ABSTRAK PT Elnov Dwiata Mandiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa maintenance kelistrikan. Perusahaan ini bergerak berbasiskan proyek dimana proses tersebut dilakukan apabila ada permintaan pengguna jasa atau klien. Perusahaan ini merupakan perusahaan dengan model proyek yang harus memiliki adaptasi yang tinggi dan merespom lingkungan sekitar. Oleh karena itu, semakin diperkuat argumen bahwa keberadaan perencanaan strategik menjadi topik yang penting. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal menggunakan matriks IFE dan EFE dan mencari alternatif strategi menggunakan matriks SWOT serta menentukan strategi bersaing berdasarkan kriteria-kriteria yang tepat dengan menggunakan Complex Proportional Assessment (COPRAS). Hasil penelitian menunjukkan nilai matriks IFE sebesar 3,18 dan nilai matriks EFE sebesar 3,69 Apabila digambarkan pada matriks IE, maka kondisi perusahaan berada pada kuadran I, yang berarti build and growth strategy untuk meningkatan hubungan baik dengan distributor dan pemasok, dan membenahi struktur perusahaan. Strategi dengan meningkatkan kualitas SDM Operasional merupakan strategi alternatif terbaik untuk diimplementasikan pada PT. Elnov Dwiata Mandiri dengan nilai utilitas 100%. Strategi ini yang paling tepat untuk diterapkan supaya SDM tersebut semakin produktivitas dalam bekerja dan untuk menciptakan perubahan positif bagi karyawan. ABSTRACT Keywords: IFE. EFE. SWOT. COPRAS PT. Elnov Dwiata Mandiri is a Company engaged in electrical maintenance servies. This company operates on a project basic where the process is carried out if there is a request by a service user or client. This company is a company with project model that must have high adaptation and respond to the surrounding environment. Therefore, the argument is strengthened tha existence of strategic planning is an important topic. This research was conducted with the aim of knowing internal and external environmental factors using the IFE and EFE matrices and looking for alternative strategies using the SWOT matrix and determining competitive strategies based on appropriate criteria using Complex Proportional Assessment (COPRAS). The results showed that IFE matrix value was 3,18 and the EFE matrix value was 3,69. If depicted in the IE matrix, the companyAos condition is in quadran I, which means a build and growth strategy to improve good relations with distributors and suppliers, and improve the structure company. Strategy by improving the quality of Operatonal HR is the best alternative strategu to be implemented at PT. Elnov Dwiata Mandiri with a utility values of 100%. This strategy is the most appropriate to implement so that human resources are more productive at work and to create positive changes for emloyees *Corresponding author: ilhamsyahakbar@gmail. DOI: https://doi. org/10. 35261/barometer. ISSN: 1979-889X . ISSN: 2549-9041 . http://w. PERANCANGAN DAN PEMILIHAN STRATEGI BERSAING PT. ELNOV DWIATA MANDIRI DENGAN METODE SWOT DAN COMPLEX PROPORTIONAL ASSESSMENT PENDAHULUAN Kemajuan ekonomi global dan teknologi yang cepat menyebakan persaingan usaha yang sangat ketat di berbagai Persaingan yang pesat juga menimbulkan persaingan yang semakin tinggi . Hal ini merupakan hal yang penting dalam mempertahankan konsumen. Hal ini bisa dipahami mengingat setiap bisnis perusahaan pasti bertujuan untuk menciptakan pertumbuhan dan keberlanjutan hidup pada jangka waktu yang panjang . Strategi bersaing pun dibutuhkan untuk dapat mempertahankan konsumen . Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang jasa maintenance kelistrikan adalah PT. Elnov Dwiata Mandiri. Perusahaan ini bergerak berbasiskan proyek dan antara lain mengerjakan proyek Preparation Pembuatan Packing Lampu LT 24 for 12 unit V. Preparation Cable 500mm x 50 m x 14 Jalur. Preparation Cleaning dan Repair tanki 54KL, dan Pengadaan Asbon Compound Blue. Selama beberapa tahun terjadi penurunan profit pada Oleh karena itu dilakukan brainstorming bersama 3 orang dari PT Elnov Dwiata Mandiri. Orangorang tersebut menjabat sebagai direktur, manager dan Dari hasil brainstorming didapatkan masalah yang ada di PT. Elnov Dwiata Mandiri antara lain Sumber Daya Manusia (SDM) yang belum memiliki sertifikasi, belum adanya perencanaan strategik dan belum cukup baik dalam membuat suatu kondisi internal maupun eksternal yang berpengaruh dengan tidak berjalannya proses perencanaan strategik. Hasil brainstorming digambarkan pada Tabel I. menghasilkan alternatif-alternatif strategi bersaing di mana strategi-strategi tersebut akan diprioritaskan dengan menggunakan metode COPRAS. II. METODE PENELITIAN Sebelum dilakukan penelitian, terlebih dahulu menggunakan studi Pustaka terkait yaitu manajemen strategi. SWOT. Pairwise Comparison, dan COPRAS. Sumber data di penelitian ini diperoleh melalui data primer juga data sekunder: Data primer terdiri dari wawancara semiterstruktur dimana pertanyaan tersebut telah dipersiapkan kemudian mencatat apa yang diucapkan oleh narasumber untuk faktor internal yaitu strength dan Selanjutnya data sekunder yang diperoleh dari hasil analisis serta observasi langsung dengan PEST dan PorterAos Five Forces Model untuk faktor eksternal yaitu opportunity dan threat . Manajemen Strategi Manajemen adalah ilmu dan seni mengelola, mengarahkan, berkomunikasi dan menggunakan seluruh sumber daya yang ada pada suatu organisasi dengan . erencanaan, organisasi, pengaktifan, pemantaua. untuk dapat mencapai tujuan secara efisien dan efektif . Manajemen sebagai istilah yang sering digunakan dalam dunia bisnis pada dasarnya juga digunakan untuk semua jenis aktivitas dalam organisasi dan dalam semua jenis organisasi. Dalam praktiknya, manajemen diperlukan di mana pun orang bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan . Tabel I. Permasalahan PT. Elnov Dwiata Mandiri Masalah yang ada di PT. Elnov Dwiata Mandiri Sumber daya manusia yang belum memiliki sertifikasi Banyaknya pesaing perusahaan terutama di bidang maintenance dan Belum adanya perencanaan strategik Berdasarkan brainstorming. PT. Elnov Dwiata Mandiri adalah perusahaan dengan model proyek harus memiliki daya adaptasi yang tinggi dan merespon lingkungan sekitar. Dari masalah yang diuraikan, kondisi internal dan eksternal sangatlah penting untuk mengetahui keseluruhan kondisi yang ada di PT. Elnov Dwiata Mandiri. Strategi persaingan perlu dilakukan upaya untuk bertahan dalam persaingan tersebut. Pada Metode Complex Proportional Assessment (COPRAS) menggunakan peringkat bertahap dan mengevaluasi sistem alternatif pada tingkat signifikansi dan tingkat utilitas. Proses Complex Proportional Assessment (COPRAS) memiliki kemampuan untuk mengevaluasi kriteria positif dan negatif, yang dapat dianggap terpisah dari proses penilaian. Metode ini lebih unggul dari metode lain karena metode ini dapat digunakan untuk menghitung utilitas alternatif yang menunjukkan seberapa baik satu atau buruk alternatif daripada metode lain yang diambil untuk perbandingan . Oleh karena itu penelitian ini mengkombinasikan analisis SWOT dan COPRAS di mana analisis SWOT akan DOI: https://doi. org/10. 35261/barometer. ISSN: 1979-889X . ISSN: 2549-9041 . http://w. Proses Manajemen Strategik Mengacu pada Fred R. David menjelaskan bahwa proses manajemen strategik terdiri dari 3 tahapan, diantaranya adalah perumusan strategi, penerapan strategi, dan penilaian strategi. Ketiga proses ini terjadi pada tingkatan hirarki dalam organisasi besar: divisi perusahaan atau unit bisnis strategi, dan fungsional. Dengan meningkatkan komunikasi serta interaksi antara manajer dan karyawan di tingkat hirarki, manajemen strategi membantu fungsi perusahaan sebagai tim yang kompetitif . Perumusan Strategi Pada perumusan strategi, ada beberapa kegiatan utama, yaitu mengidentifikasi visi dan misi perusahaan, menganalisis lingkungan eksternal dan internal perusahaan dalam rangka mengidentifikasi peluang serta ancaman perusahaan dilihat dari sudut pandang eksternal dan mengidentifikasi kekuatan juga kelemahan perusahaan dari sudut pandang internal, menetapkan tujuan jangka panjang, serta membuat dan memilih strategi alternatif. Penerapan Strategi Tahapan kedua yaitu penerapan atau implementasi strategi, terdapat proses komunikasi pimpinan perusahaan maupun pegawai perusahaan baik tingkat korporasi maupun pegawai perusahaan baik tingkat korporasi maupun tingkat bisnis untuk dapat mengimplementasikan strategi yang telah disusun dalam formulasi strategi. Pada hal ini, penerapan Barometer. Volume 9 No. Januari 2024, 24-31 mengembangkan sebuah strategi dan kebijakan menjadi sebuah program, anggaran, dan prosedur. Penilaian Strategi Tahapan terakhir yaitu penilaian strategi yang merupakan tahapan pengukuran yang digunakan dalam menilai kinerja perusahaan. Sasaran yang ditentukan dalam tahapan formulasi ini dapat digunakan sebagai tolok ukur, apakah strategi yang dipilih dan diterapkan sudah berhasil mencapai sasaran atau tidak. Matriks SWOT Matriks SWOT dibuat dari hasil analisis faktor internal dan faktor eksternal, terlebih dahulu dilakukan analisis untuk bisa mengetahui kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman . Proses identifikasi faktor internal dilaksanakan dengan wawancara terhadap 3 orang narasumber dan untuk faktor eksternal dilakukan analisis PEST dan Porter Five Forces Model. Selanjutnya didapatkan hasil analisis faktor internal dan eksternal. Langkah selanjutnya dilakukan analisis terhadap faktor-faktor tersebut dengan matriks IFE dan matriks EFE untuk diberikan nilai bobot dan nilai rating pada setiap faktor. Selanjutnya dibuat matriks SWOT sesuai dengan hasil identifikasi tersebut. Matriks SWOT akan menghasilkan beberapa alternatif strategi yang bisa diterapkan pada perusahaan untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan Kriteria Pemilih Alternatif Kriteria-kriteria pemilih alternatif merupakan hal penting dalam pembuatan keputusan . Kriteria pemilih alternatif ini dibutuhkan untuk mempertimbangkan tiap alternatif strategi yang pada tiap kriterianya mempunyai kelebihan dan kekurangan . Berdasarkan hasil brainstorming dengan beberapa pihak PT. EDM dapat ditentukan beberapa kriteria. Bobot Faktor Mengacu pada Matriks IFE (Internal Factor evaluatio. dan EFE (Exsternal Factor Evaluatio. terdiri dari kolom, bobot, rating dan total nilai yang merupakan hasil perkalian dari bobot dan rating. Untuk kolom bobot dan rating diisi sesuai dengan nilai yang merupakan hasil dari pengelompokkan sistem-faktor internal dan eksternal berdasarkan tingkat kepentingannya . Comparative Judgement memberikan penilaian tentang kepentingan relatif dua elemen pada sebuah tingkat yang ditentukan dalam kaitannya dengan tingkatan di atasnya, untuk memberikan susunan prioritas dari elemen-elemennya. Hasil penilaian ini akan lebih mudah digambarkan pada bentuk matriks pairwise comparison atau matriks perbandingan Matriks IFE Analisis lingkungan internal dapat dilakukan dengan menggunakan matriks IFE (Internal Factor Evaluatio. Analisis lingkungan internal (IFE) dilakukan untuk mengetahui berbagai kemungkinan kekuatan dan DOI: https://doi. org/10. 35261/barometer. ISSN: 1979-889X . ISSN: 2549-9041 . http://w. Matriks EFE Matrik EFE (External Factor Evaluatio. merupakan salah satu matriks yang membantu perusahaan dalam menganalisis faktor lingkungan eksternal. Di dalam matriks EFE, faktor lingkungan eksternal dibagi menjadi 2 kunci faktor yaitu peluang dan ancaman. Matriks Internal-Eksternal (IE) Mengacu pada Fred R. David. Matriks IE mengatur berbagai departemen dari suatu organisasi menjadi sembilan Matriks IE menugaskan berbagai divisi dari organisasi di dalam diagram skematis. Di samping itu, ukuran pada tiap lingkaran menggambarkan persentase kontribusi penjualan dari setiap divisi, dan potongan mengungkapkan persentase kontribusi laba dari setiap divisi. Matriks IE didasarkan pada dua dimensi kunci yaitu total nilai IFE yang diberi bobot pada sumbu-x dan total nilai EFE yang diberi bobot pada sumbu-y . Menentukan Prioritas Strategi dengan Metode Pairwise Comparison-COPRAS Pengolahan data dilakukan dengan metode pairwise comparison dengan memberikan pembobotan perbandingan berpasangan dengan antar kriteria yang dilakukan dari hasil Hasil yang didapatkan dari pairwise comparison yaitu nilai eigen vector . Langkah selanjutnya yaitu menentukan tingkat utilitas dari alternatif strategi dengan metode COPRAS. Metode COPRAS dipilih dikarenakan bisa memaksimalkan pengaruh dan meminimalkan kriteria pada hasil evaluasi pada pertimbangan kriteria positif dan kriteria negatif . ya = yu31 uycu1 yu12 yu13 U yu1ycu yu23 U yu2ycu 1 U yu3ycu U U yuycu3 U 1 ) . Jadi, jika A merupakan matriks perbandingan berpasangan yang konsisten, seluruh nilai eigen bernilai adalah nol, kecuali yang bernilai sama dengan ycu. Tetapi jika A adalah matriks tidak konsisten, variasi kecil atas yuycnyc akan membuat nilai eigen terbesar yuImax selalu lebih besar atau sama dengan ycu yaitu yuImax Ou ycu. Perbedaan antara yuImax dengan ycu dapat dipakai untuk menguji berapa banyak ketidakkonsistenan yang ada dalam A, di mana rata- rata dinyatakan pada persamaan 2 dan persamaan 3. max (A)-n . max = CI= Keterangan: = Consistency Index yuImax = nilai eigen terbesar dari matriks berordo n ycu = ordo matriks PERANCANGAN DAN PEMILIHAN STRATEGI BERSAING PT. ELNOV DWIATA MANDIRI DENGAN METODE SWOT DAN COMPLEX PROPORTIONAL ASSESSMENT Suatu matriks perbandingan berpasangan dinyatakan konsisten apabila nilai consistency ratio (CR) O 10%. dapat dihitung menggunakan persamaan 4. CR = Keterangan: = Consistency Ratio CI = Random Index Tabel II Faktor Internal Faktor Manajemen = Consistency Index Kelebihan Metode COPRAS Metode COPRAS merupakan salah satu metode dalam ketergantungan langsung dan proporsional dari tingkat signifikansi kegunaan alternatif. Berikut adalah kelebihan metode COPRAS. Dibandingkan dengan metode lain seperti AHP dan TOPSIS, karena memerlukan perhitungan yang jauh lebih sedikit dibandingkan metode lainnya, metode copras sangat mudah digunakan Metode COPRAS mempunyai kemampuan dalam menghitung kriteria maksimalisasi dan minimalisasi. Metode ini menyempurnakan perhitungan kualitatif dan kuantitatif kriteria. Keunggulan utama metode COPRAS dibandingkan metode pengambilan keputusan multi-kriteria lainnya adalah mampu menunjukkan derajat utilitas. Jika alternatif dibandingkan maka dapat menggambarkan mana yang lebih baik atau lebih buruk. HASIL DAN PEMBAHASAN Objek Penelitian PT. EDM merupakan salah satu perusahaan penyediaan maintenance yang bergerak di bidang Menurut hasil wawancara dengan tiga narasumber, terdapat beberapa permasalahan pada strategi Hasil Audit Internal dan Eksternal Hasil identifikasi audit internal dilaksanakan dengan wawancara dengan 3 narasumber yang hasilnya tergambarkan pada Tabel II, sedangkan identifikasi audit eksternal melalui analisis PEST dan PorterAos Five Forces Model, sehingga hasilnya tergambarkan pada Tabel i. Pemasaran Keuangan Operasi Alternatif Strategi dengan Matriks SWOT Rekomendasi strategi sudah didapatkan dari faktor kekuatan, kelemahan, peluang dan hambatan dari PT. EDM, dan dirancang matriks SWOT yang disajikan pada Tabel IV, hasil rekomendasi strategi yang didapatkan adalah: Melancarkan strategi market penetration dengan promosi B2B (S1. S2. S3. S6. O2. Melakukan usaha-usaha marketing untuk retensi dengan klien lama seperti diskon langganan (S1. Meningkatkan kualitas SDM Operasional (W3. Mengembangkan Research and Development (S2. Memperbaiki tata kelola internal perusahaan (W1. W2. T2. Meningkatkan kualitas SDM pemasaran (W5. W6. DOI: https://doi. org/10. 35261/barometer. ISSN: 1979-889X . ISSN: 2549-9041 . http://w. Deskripsi Belum memiliki perencanaan Memiliki struktur organisasi yang belum sesuai Kualitas sumber daya manusia kurang baik karena banyak yang belum Belum memiliki target pasar yang jelas Tidak memiliki katalog Belum memiliki website Memiliki harga yang Memiliki modal kerja yang Cashflow yang positif Memiliki rasio profitabilitas yang baik Memiliki quality control yang baik Sudah memiliki gudang Menggunakan teknologi mesin untuk melakukan Kesimpulan Kelemahan Kelemahan Kelemahan Kelemahan Kelemahan Kelemahan Kekuatan Kekuatan Kekuatan Kekuatan Kekuatan Kekuatan Kekuatan Tabel i Faktor Eksternal Faktor Politik dan Hukum Ekonomi Sosial Budaya Teknologi Deskripsi Kemudahan izin usaha dan pengurusan pajak Kenaikan harga alat yang Kebutuhan pengguna jasa yang relative tetap dan mudah dipahami Berkembangnya teknologi listrik terbaru Kesimpulan Peluang Ancaman Peluang Peluang Banyaknya pesaing perusahaan kelistrikan Ancaman Pendatang Baru Berkembangnya industri listrik yang pesat sehingga mudahnya muncul pendatang baru Ancaman Produk Substitusi Tidak memiliki hambatan mengenai jasa pengganti Peluang Kompetitor Konsumen Pemasok Konsumen beralih ke perusahaan lain dengan harga jasa yang lebih murah Terjalinnya hubungan baik antara pemasok dan perusahaan untuk membantu pengerjaan Ancaman Peluang Barometer. Volume 9 No. Januari 2024, 24-31 Tabel IV Matriks Swot KEKUATAN (Strength - S) Memiliki harga yang terjangkau Memiliki modal kerja yang cukup Cashflow yang positif Memiliki rasio profitabilitas yang Memiliki quality control yang baik Belum memiliki target pasar yang jelas Tidak memiliki katalog Sudah memiliki gudang Menggunakan teknologi mesin untuk melakukan pekerjaan Belum memiliki website resmi PELUANG (Opportunities - O) Menggunakan teknologi terbaru Memahami dan mengetahui kebutuhan pengguna jasa perusahaan KELEMAHAN (Weakness - W) Belum memiliki perencanaan strategik Memiliki struktur organisasi yang belum Kualitas sumber daya manusia kurang baik karena banyak yang belum tersertifikasi STRATEGI (S-O) Melancarkan strategi market penetration dengan promosi B2B (S1. S2. S3. S6. O2. Melakukan usaha-usaha marketing untuk retensi dengan klien lama seperti diskon langganan (S1. STRATEGI (W-O) Meningkatkan kualitas SDM Operasional (W3. STRATEGI (S-T) Mengembangkan Research and Development (S2. STRATEGI (W-T) Memperbaiki tata kelola internal perusahaan (W1. W2. T2. Tidak memiliki hambatan mengenai jasa Menjaga hubungan baik antara pemasok dan perusahaan untuk membantu pengerjaan proyek ANCAMAN (Threats - T) Kenaikan harga alat yang digunakan Banyaknya pesaing perusahaan kelistrikan Meningkatkan kualitas SDM pemasaran (W5. W6. Berkembangnya industri listrik yang pesat Beralih ke perusahaan lain dengan harga jasa yang lebih murah Hasil Pembobotan Kriteria dengan Pairwise Comparison Setelah dihasilkan analisis dari matriks SWOT maka akan menghasilkan alternatif strategi untuk perhitungan COPRAS yang disajikan pada Tabel V. Selanjutnya dipilih kriteria perhitungan COPRAS dengan brainstorming. Kriteria tersebut disajikan pada Tabel VI. Selanjutnya mencari nilai bobot pada masing-masing alternatif yang didapatkan dari hasil brainstorming kepada pihak perusahaan. Hasil dari matriks perbandingan berpasangan disajikan pada Tabel VII. Kode Tabel V Alternatif Strategi Alternatif Melancarkan strategi market penetration dengan promosi B2B Melakukan usaha-usaha marketing untuk retensi dengan klien lama seperti diskon langganan Meningkatkan kualitas SDM Operasional Mengembangkan Research and Development Memperbaiki tata kelola internal perusahaan Meningkatkan kualitas SDM pemasaran DOI: https://doi. org/10. 35261/barometer. ISSN: 1979-889X . ISSN: 2549-9041 . http://w. Tabel VI Kriteria COPRAS Kode Total Kriteria Harga Tingkat Kesulitan Ketepatan Pelayanan Waktu Pengerjaan Tabel VII Matriks Pairwise Comparison 1,00 0,38 0,30 0,29 1,98 3,42 2,62 2,29 1,00 9,33 2,62 1,00 0,33 0,38 4,34 3,30 3,00 1,00 0,44 7,74 Langkah selanjutnya yaitu melakukan normalisasi dan menghitung nilai bobot prioritas yang disajikan pada Tabel Vi. Barometer. Volume 9 No. Januari 2024, 24-31 Tabel Vi Hasil Normalisasi Matriks Bobot 0,51 0,60 0,43 0,37 1,90 0,48 0,19 0,23 0,39 0,28 1,09 0,27 0,15 0,08 0,13 0,25 0,60 0,15 0,15 0,09 0,06 0,11 0,40 0,10 Total 1,00 1,00 1,00 1,00 4,00 1,00 Setelah dilakukan normalisasi matriks, selanjutnya menentukan nilai vektor bobot untuk menemukan nilai lamda max dengan mengalikan matriks berpasangan dengan nilai bobot. 2,62 0,38 0,30 0,33 0,29 0,38 Kemudian menghitung consistency ratio (CR) untuk melihat nilai matriks perbandingan sudah konsisten dan menghasilkan nilai D. 2,03 1,17 0,61 0,41 0,48 0,27 0,15 0,10 = 4,27 4,28 4,07 4,10 = 16,72 0,48 0,27 0,15 0,10 Dilakukan untuk mencocokan antara alternatif dengan kriteria yang sesuai. Hasil tersebut dinormalisasi dan disajikan pada Tabel X. Tabel X Hasil Matriks Normalisasi R Kriteria 0,183 0,214 0,130 0,183 0,214 0,217 0,110 0,143 0,174 0,092 0,286 0,130 0,275 0,071 0,217 0,156 0,071 0,130 0,013 0,025 0,152 0,608 0,051 0,152 Perhitungan Perkalian Normalisasi Bobot Bobot Kriteria x Matriks Normalisasi 0,48 x 0,183 = 0,088 Selanjutnya menentukan nilai lamda max . 16,72 max = = 4,180 Harga Tingkat Kesulitan Ketepatan Pelayanan Waktu Pengerjaan Selanjutnya matriks ternormalisasi R dikalikan dengan bobot yang diolah dengan metode pairwise comparison dan disajikan pada Tabel XI. max = Tabel IX. Bobot Prioritas Kriteria Kriteria Bobot Prioritas Alternatif 3,30 3,42 0,48 2,03 3,00 2,62 0,27 1,17 ]X[ ]=[ 0,15 0,61 2,29 0,10 0,41 0,44 Alternatif Setelah didapatkan nilai . menentukan nilai CI. 4,180 - 4 CI = Tabel XI Hasil Normalisasi Terbobot Kriteria 0,088 0,058 0,023 0,088 0,058 0,039 0,053 0,039 0,031 0,044 0,077 0,023 0,132 0,019 0,039 0,075 0,019 0,023 0,001 0,003 0,015 0,061 0,005 0,015 = 0,180 Setelah itu, memaksimalkan (S . dan meminimalkan (S-. indeks dari setiap alternatif sehingga hasilnya disajikan pada Tabel XII. Sehingga didapatkan nilai consistency ratio (CR). CR= CR = 0,180 0,90 Penjumlahan pada baris A1 minimasi = 0,088 0,001 = 0,089 =0,067 Total nilai S-i = 0,089 0,091 0,068 0,105 0,137 0,090 = 0,580. Nilai tersebut digunakan untuk menghitung nilai Qi. Berdasarkan hasil perhitungan consistency ratio (CR) didapatkan hasil 0,067 . ,7%) O 0,1 . %), maka nilai tersebut dapat dianggap konsisten. Sehingga dihasilkan bobot kriteria yang disajikan pada Tabel IX dan pemilihan alternatif terbaik yang dilakukan menggunakan COPRAS. Penjumlahan pada baris A1 maksimasi = 0,058 0,023 = 0,081 DOI: https://doi. org/10. 35261/barometer. ISSN: 1979-889X . ISSN: 2549-9041 . http://w. Barometer. Volume 9 No. Januari 2024, 24-31 Tabel XII Maksimalisasi Dan Minimalisasi Indeks Alternatif S-i S i 0,089 0,081 0,091 0,097 0,068 0,070 0,105 0,101 0,137 0,058 0,090 0,043 Kemudian menentukan nilai rasio relatif antar kriteria yang menguntungkan dan kriteria yang merugikan sehingga dapat menentukan tingkatan utilitas, dimana dengan tingkatan utilitas tertinggi adalah alternatif terbaik untuk dapat mencapai tujuan yang disajikan pada Tabel Xi. Tabel Xi Nilai Raso Relatif Antar Kriteria Alternatif 1/S-i S-i * Total dari 1/S-i 11,193 5,795 11,037 5,877 14,699 4,413 9,542 6,798 7,290 8,898 11,105 5,841 Total 64,866 Adapun metode COPRAS telah digunakan telah digunakan di penelitian-penelitian sebelumnya. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan metode COPRAS, maka dapat disimpulkan bahwa tingkatan utilitas alternatif terbaik yang dapat digunakan perusahaan untuk strategi bersaing disajikan pada Tabel XIV. Tabel XIV. Nilai Preferensi Antar Kriteria Nilai Rasio Alternatif Ranking Relatif 0,901 0,972 1,000 0,924 0,614 0,706 Berdasarkan perhitungan COPRAS menunjukan bahwa urutan strategi pertama yaitu meningkatkan kualitas SDM Operasional (A. , urutan kedua adalah melakukan usahausaha marketing untuk retensi dengan klien lama seperti diskon langganan (A. , dan urutan ketiga adalah strategi mengembangkan research and development (A. DOI: https://doi. org/10. 35261/barometer. ISSN: 1979-889X . ISSN: 2549-9041 . http://w. IV. Kesimpulan Pada PT. EDM memiliki kekuatan dalam faktor internal, yaitu: . memiliki modal kerja yang cukup, . memiliki cashflow yang positif, . memiliki rasio profitabilitas yang baik, . memiliki harga yang terjangkau, . memiliki quality control yang baik, . sudah memiliki gudang, . sudah menggunakan teknologi mesin untuk melakukan pekerjaan. Sedangkan yang menjadi kelemahan dalam faktor internal PT. Elnov Dwiata Mandiri, yaitu: . belum memiliki perencanaan strategik, . struktur organisasi yang belum sesuai, . beberapa sumber daya manusia belum memiliki sertifikasi, . tidak memiliki target pasar yang jelas, . tidak ada katalog, . tidak memiliki website resmi. Berdasarkan perhitungan matriks IFE yang sudah dilakukan menunjukkan skor sebesar 3,18 yang menandakan PT. Elnov Dwiata Mandiri mengindikasikan posisi internal yang kuat secara internal karena total skor di atas 2,5. PT. Elnov Dwiata Mandiri memiliki peluang dalam faktor eksternal, yaitu: . Kemudahan izin usaha dan pengurusan pajak, . memahami dan mengetahui kebutuhan pengguna jasa perusahaan, . berkembangnya teknologi listrik terbaru, . tidak memiliki hambatan mengenai jasa pengganti, . terjalinnya hubungan baik antara pemasok dan perusahaan untuk membantu pengerjaan proyek. Sedangkan yang menjadi ancaman dalam faktor eksternal PT. Elnov Dwiata Mandiri, yaitu: . kenaikan harga alat yang digunakan, . berkembangnya industri listrik yang pesat sehingga mudahnya pendatang baru muncul, . konsumen beralih ke perusahaan lain dengan harga jasa yang lebih murah. Berdasarkan matriks EFE yang dilakukan menunjukkan bahwa skor sebesar 3,69 yang menandakan PT. Elnov Dwiata Mandiri mampu memanfaatkan peluang agar terhindar dari ancaman karena total skor di atas 2,5. Berdasarkan hasil matriks SWOT didapatkan strategistrategi yang dapat dilakukan pada PT. Elnov Dwiata Mandiri yaitu . Melancarkan strategi market penetration dengan promosi B2B, . Melakukan usaha-usaha marketing untuk retensi dengan klien lama seperti diskon langganan, . Meningkatkan kualitas SDM Operasional, . Mengembangkan Research and Development, . Memperbaiki tata kelola internal perusahaan, . Meningkatkan kualitas SDM pemasaran. Alternatif yang dihasilkan oleh SWOT akan diprioritaskan dengan menggunakan metode Complex Proportional Assessment bahwa strategi yang menduduki posisi pertama dalam perangkingan yaitu strategi meningkatkan kualitas SDM Operasional (A. dengan nilai signifikansi Qj dengan jumlah 1,000 dan nilai Nj sebesar Sehingga strategi yang disarankan untuk PT. EDM yaitu strategi meningkatkan kualitas SDM Operasional. Hal ini berfungsi agar SDM tersebut semakin produktivitas dalam bekerja. Barometer. Volume 9 No. Januari 2024, 24-31 DAFTAR RUJUKAN Cholil and M. Setyawan. AuMetode COPRAS untuk Menentukan Kain Terbaik dalam Pembuatan Pakaian pada Butik Batik Hatta Semarang,Ay Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, vol. 8, no. 6, p. 1169, 2021, doi: 25126/jtiik. David and F. David. AuStrategic management: a competitive advantage approach, concepts and cases. Ay Pearson Education. Harlow. Pasaribu et al. AuANALYSIS OF COMPETITIVE STRATEGY AND CONSUMER TRANSFER BETWEEN OUTLETS OF FRIED CHICKEN X AND FRIED CHICKEN Y USING GAME THEORY AND MARKOV CHAIN METHODS,Ay vol. 8, no. 2, pp. 103Ae110, 2023, doi: 35261/barometer. Ginting. Alvita. Karim. Syahrizal, and Khairani Daulay. AuPenerapan Complex Proportional Assessment (COPRAS) Dalam Penentuan Kepolisian Sektor Terbaik,Ay Jurnal Sains Komputer & Informatika (J-SAKTI, vol. 4, no. 2, pp. 616Ae631, 2020. Putri and M. Ilhamsyah Akbar. AuJURNAL REKAYASA OPTIMASI SISTEM INDUSTRI,Ay vol. 03, no. 1, pp. 25Ae31, 2019. Kristiawan. Safitri, and Rena Lestari. AuManajemen Pendidikan,Ay Deepublish, no. February, 2017. Yunus. AuManajamen Strategis,Ay Penerbit Andi, p. 25, 2016. Astuti and S. Ratnawati. AuAnalisis SWOT Dalam Menentukan Strategi Pemasaran (Studi Kasus di Kantor Pos Kota Magelang 56. ,Ay Jurnal Ilmu Manajemen, vol. 17, no. 2, pp. 58Ae70. Sulasih. AuImplementasi Matrik Efe. Matrik Ife. Matrik Swot Dan Qspm Untuk Menentukan Alternatif Strategi Guna Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Bagi Usaha Produksi Kelompok Buruh Pembatik Di Keser Notog Patikraja Banyumas,Ay Jurnal E-Bis (Ekonomi-Bisni. , vol. 3, no. 1, pp. 27Ae 40, 2019, doi: 10. 37339/e-bis. DOI: https://doi. org/10. 35261/barometer. ISSN: 1979-889X . ISSN: 2549-9041 . http://w. Sihite. AuSistem Pendukung Keputusan Penentuan Kelompok Nelayan Terbaik Menerapkan Metode Copras,Ay Jurnal Majalah Ilmiah Informasi dan Teknologi Ilmiah (INTI), vol. 7, no. 2, pp. 106Ae 110, 2020. Syahfitri and B. Hartono. AuPembobotan Atribut menggunakan Pairwise Comparison pada CBR Deteksi Kerusakan AC dengan Algoritma Similaritas 3W-Jaccard,Ay vol. 5, no. 36, pp. 1Ae8. Arisantoso. Mantoro. Olowolayemo, and A. Alkalbani. AuMultiple Criteria Decision Analysis in HDMI Splitter Selection Using Complex Proportional Assessment Method,Ay Indonesian Journal of Computing. Engineering and Design (IJoCED), vol. 4, no. 2, p. 58, 2022, doi: 35806/ijoced. Organ and E. Yalyn. AuPerformance Evaluation Of Research Assistants By Copras Method,Ay European Scientific Journal, vol. 7881, no. August, 1857Ae7881, 2016. Opoku-Mensah. Yin. Asiedu-Ayeh. Asante. Tuffour, and S. Ampofo. AuExploring governmentsAo role in mergers and acquisitions using IVIF MULTIMOORA-COPRAS technique,Ay International Journal of Emerging Markets, vol. 4, pp. 908Ae930, 2023, doi: 10. 1108/IJOEM-112020-1405. Makhesana. AuApplication of improved complex proportional assessment (COPRAS) method for rapid prototyping system selectionAy Rapid Prototyping Journal vol 21 no 6, pp. 671-674, 2015