Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1777-1792 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Pengaruh Kesulitan Keuangan terhadap Likuiditas Bank yang Dimoderasi oleh Sentimen Investor Norma Sanditya1. Fenny Marietza2 1,2 Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Bengkulu 1nurmasanditya@gmail. com 2fmarietza@unib. ABSTRACT This research aims to determine how investor sentiment factors influence the relationship between financial distress and bank liquidity. This research was conducted as a form of empirical gap in previous research, so this research was conducted to re-examine the effect of financial distress on bank liquidity by adding the investor sentiment factor as a moderating The novelty in this research is the addition of the investor sentiment factor as a moderating variable which will strengthen the influence of financial distress on bank liquidity. The population in this study were banks listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI) in 20192022 and the sample used was 37 banks with 148 observations. The data analysis method was carried out using multiple linear regression analysis with Moderation variables (MRA), with the help of Eviews software. The results of this study state that financial distress have no effect on bank liquidity and investor sentiment cannot strengthen or weaken the effect of financial distress on bank liquidity. Keywords: Bank Liquidity. Financial distress. Investor Sentiment ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana faktor sentimen investor mempengaruhi hubungan antara kesulitan keuangan dan likuiditas bank. Penelitian ini dilakukan sebagai bentuk dari adanya kesenjangan empiris pada penelitian terdahulu, sehingga penelitian ini dilakukan untuk menguji kembali pengaruh kesulitan keuangan terhadap likuiditas bank dengan menambahkan faktor sentimen investor sebagai variabel Kebaruan dalam penelitian ini adalah penambahan faktor sentimen investor sebagai variabel moderasi yang akan memperkuat pengaruh kesulitan keuangan terhadap likuiditas bank. Populasi dalam penelitian ini adalah perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2019-2022 dan sampel yang digunakan sebanyak 37 bank dengan 148 Metode analisis data dilakukan dengan analisis regresi linier berganda dengan variabel Moderasi (MRA), dengan bantuan software Eviews. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa kesulitan keuangan tidak berpengaruh terhadap likuiditas bank dan sentimen investor tidak dapat memperkuat atau memperlemah pengaruh kesulitan keuangan terhadap likuiditas bank. Kata Kunci: Likuiditas Bank. Kesulitan Keuangan. Sentimen Investor PENDAHULUAN Likuiditas bank merupakan kemampuan dari suatu bank untuk membiayai peningkatan aset yang sesuai dengan kewajibannya pada saat jatuh tempo (Ichsan. Pengukuran likuiditas bank dapat dilakukan dengan beberapa metrik, termasuk rasio likuiditas yang mencantumkan jumlah aset likuid bank dibandingkan dengan kewajiban jangka pendek. Rasio likuiditas yang tinggi menunjukkan bahwa 1777 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1777-1792 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. bank memiliki likuiditas yang cukup untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya, sementara rasio yang rendah menandakan risiko likuiditas yang lebih tinggi. Salah satu teori yang menjelaskan tentang likuiditas bank adalah Classical Liquidity Theory, yang didasarkan pada pemahaman bahwa bank memiliki kewajiban jangka pendek seperti simpanan nasabah yang dapat ditarik kapan saja, dan aset jangka panjang seperti pinjaman jangka panjang. Menurut Classical Liquidity Theory, bank perlu menjaga cukup uang tunai atau aset yang cukup likuid untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Likuiditas sangat penting bagi keberlangsungan operasi bank karena kekurangan likuiditas pada suatu bank dapat mengakibatkan pengaruh yang lebih luas dan berdampak negatif pada sistem perbankan. pada tahun 2018. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat ada sebanyak 89 bank yang dilikuidasi di seluruh Indonesia. Bank-bank tersebut telah beroperasi sejak 2005 hingga semester pertama tahun 2018. LPS juga telah menutup 9 BPR pada tahun 2019 sehingga jumlah bank yang telah dilikuidasi menjadi 101 bank yang terdiri dari 100 BPR dan 1 bank umum, terhitung dari tahun 2005 hingga akhir tahun 2019. Fenomena likuidasi bank sejak 2005 hingga 2019 itu menjadi salah satu hal yang menjadikan bank perlu menjaga likuiditasnya agar tidak mengalami likuidasi. Kesulitan Keuangan (Financial Distres. menjadi salah satu faktor yang diduga dapat mempengaruhi likuiditas suatu bank. Kesulitan keuangan (Financial Distres. merupakan kondisi perusahaan yang mengalami penurunan terhadap kondisi keuangannya yang akan mengakibatkan kebangkrutan (Piatt & Piatt, 2. Keuangan perbankan merupakan satu hal yang sangat penting bagi perbankan sehingga bank harus mampu mengelola keuangannya dengan baik agar tidak berdampak besar bagi bank tersebut. Kondisi keuangan juga sangat penting bagi berbagai pihak, seperti manajemen, investor, serta kreditor dalam mengambil Kesulitan keuangan akan menciptakan tekanan tambahan pada bank, yang harus menghadapi peningkatan risiko kredit, penurunan jumlah simpanan, dan peningkatan permintaan pinjaman dalam situasi sulit. Jika bank telah mengalami Kesulitan Keuangan (Financial Distres. maka bank harus memiliki strategi yang kokoh dan fleksibel untuk mengelola risiko-risiko yang muncul. Kesulitan keuangan terjadi ketika bank menghadapi tekanan finansial yang signifikan, yang dapat merugikan operasinya dan kemampuannya untuk memenuhi kewajiban (Brahmana, 2. Tekanan yang dimaksud bisa mencakup masalah seperti penurunan nilai aset, peningkatan kredit macet dan ketidakmampuan untuk meminjam atau mendapatkan modal tambahan. Kesulitan keuangan sering kali dihubungkan dengan likuiditas bank karena dalam banyak kasus, peningkatan kewajiban seiring waktu bisa menyebabkan ketidakmampuan bank untuk menjaga likuiditas yang memadai. Kesulitan keuangan akan lebih berpengaruh terhadap likuiditas bank apabila bank tersebut lebih banyak mengandalkan pinjaman jangka pendek untuk mendanai pinjaman jangka panjang daripada bank yang memiliki lebih banyak dana simpanan nasabah yang stabil. 1778 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1777-1792 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Kesehatan keuangan sebuah bank dapat dipengaruhi oleh bagaimana bank mengkomunikasikan informasi tentang kondisinya. Pada situasi yang melibatkan kesulitan keuangan, bank dapat mengirimkan sinyal positif atau negatif kepada para investor melalui praktik komunikasi dan tindakan yang mereka ambil. Sinyal-sinyal ini dapat memengaruhi persepsi investor tentang keadaan bank dan dengan demikian, dapat mempengaruhi aliran dana ke dalam atau keluar bank. Saat kondisi kesulitan keuangan, teori sinyal menjadi semakin relevan dalam menjaga stabilitas likuiditas bank dan sektor perbankan secara keseluruhan. Pada penelitian yang dilakukan oleh (Christopoulos et al. , 2. menunjukkan bahwa perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan cenderung memiliki likuiditas yang buruk. Namun, masih belum jelas apakah kesulitan keuangan menyebabkan likuiditas yang buruk atau sebaliknya. Sedangkan pada penelitian yang dilakukan oleh (Chiu et al. , 2018. Rowland et al. , 2021. He, 2. menjelaskan bahwa Kesulitan keuangan memiliki pengaruh negatif terhadap likuiditas bank. Bank akan mengalami kesulitan dalam memperoleh pendanaan, yang dapat memperburuk kondisi likuiditas mereka saat kondisi krisis keuangan. Namun pernyataan tersebut tidak didukung oleh penelitian (MasAoud & Srengga, 2015. Kamaludin & Pribadi, 2011. Putri & Merkusiwati, 2014. Topalolu, 2. yang menyimpulkan bahwa financial distress tidak berpengaruh terhadap likuiditas, dikarenakan perusahaan tidak mampu melunasi kewajiban lancarnya yang jatuh tempo secara tepat waktu dan melakukan pinjaman baru untuk pelunasan kewajibannya. Kesenjangan empiris merupakan kesenjangan yang merujuk pada kesenjangan fenomena empiris dalam penelitian. Kesenjangan fenomena empiris terjadi karena adanya ketidaksesuaian antara hasil penelitian dan data fakta yang mengakibatkan terjadinya inkonsistensi dalam penelitian. Berdasarkan hasil studi terdahulu yang sudah dijelaskan, terdapat temuan gap empiris yaitu hasil penelitian yang masih bervariasi dan belum konsisten, dapat dilihat dari ketidakkonsistenan hasil penelitian sebelumnya dalam menjelaskan kaitan antar variabel sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut. Hubungan antar variabel bervariasi dengan hasil berpengaruh negatif/positif, berpengaruh negatif dan tidak berpengaruh. Objekobjek yang digunakan sebagai tempat penelitian juga bervariasi, sehingga berdampak pada perbedaan hasil-hasil penelitian sebelumnya. Penelitian ini memiliki beberapa perbedaan dengan penelitian sebelumnya yaitu dengan adanya faktor sentimen investor dapat memperkuat atau memperlemah kesulitan keuangan yang nantinya berdampak pada likuiditas bank. Faktor sentimen investor menjadi kebaruan dalam penelitian ini karena dengan menambahkan sentimen investor sebagai variabel moderasi dapat memperkuat pengaruh kesulitan keuangan terhadap likuiditas bank. Menurut (Baker & Wurgler, 2. Sentimen investor merupakan akibat dari adanya kecenderungan investor untuk melakukan spekulasi, sehingga mendorong permintaan yang relatif untuk melakukan investasi yang spekulatif. Sentimen investor dalam beberapa penelitian (He, 2. (Chiu et al. diukur menggunakan beberapa indeks seperti Investor Intelligence (II). American Association of Individual Investors (AAII). Skew Index dan Volatility Index 1779 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1777-1792 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. (VIX). Penelitian ini akan menggunakan Volatility Index (VIX) untuk mengukur Sentimen investor. Pada penelitian yang dilakukan oleh (Chiu et al. , 2. sentimen investor dibagi menjadi dua yaitu sentimen pesimis investor dan sentimen optimis Dengan menggunakan VIX. Sentimen investor dengan nilai 0-20 mengindikasikan sentimen optimis investor. Sentimen investor dengan nilai 21-30 mengindikasikan sentimen pesimis investor. Sentimen pesimis investor memiliki dampak yang lebih besar pada likuiditas karena sentimen pesimis investor memiliki dampak yang lebih besar pada return dan volatilitas pasar keuangan daripada sentimen optimis investor. Menurut (Chiu et al. , 2. Sentimen pesimis investor akan memiliki pengaruh negatif terhadap likuiditas bank dan berpengaruh positif terhadap kesulitan keuangan. Sentimen investor yang tinggi akan mengakibatkan naiknya tingkat kesulitan keuangan, tingkat kesulitan keuangan yang tinggi akan menurunkan likuiditas bank. Sehingga, sentimen investor akan menjadi faktor yang memperkuat pengaruh kesulitan keuangan terhadap likuiditas bank. Sampel dalam penelitian ini adalah sektor perbankan pada tahun 2019 sampai tahun 2022. Pada tahun 2019-2022 sektor perbankan sedang mengalami berbagai tantangan dan perubahan yang salah satunya disebabkan oleh Covid-19. (Fikriyyah, 2. Bank run atau penarikan dana secara besar-besaran oleh nasabah yang khawatir tentang ketidakpastian ekonomi semasa pandemi mengakibatkan bank kehabisan uang tunai. Akibatnya bank harus menjual kepemilikan obligasi mereka untuk mendapatkan dana. Bank run di Indonesia saat itu mengakibatkan dilikuidasinya 16 bank. Sehingga , memahami bagaimana perbankan menghadapi tantangan dan perubahan selama tahun 2019-2022 akan memberikan wawasan yang berharga tentang hubungan kesulitan keuangan dan likuiditas bank. Tujuan penelitian ini adalah untuk menginvestigasi sejauh mana sentimen investor mempengaruhi hubungan antara kesulitan keuangan dan likuiditas bank. Sehingga dapat memberikan panduan yang lebih kuat dalam menjaga stabilitas sektor perbankan dalam situasi ekonomi yang tidak pasti. Penelitian ini juga dapat digunakan oleh para pemangku kepentingan, regulator, dan praktisi perbankan dalam pengembangan strategi manajemen risiko dan kebijakan yang lebih efektif serta mengisi celah pengetahuan yang ada dan memberikan wawasan yang dapat membantu dalam menjaga stabilitas perbankan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Sehingga rumusan masalah penelitian ini adalah : Apakah Kesulitan Keuangan berpengaruh terhadap Likuiditas Bank? Apakah Sentimen Investor mampu memperkuat atau memperlemah pengaruh Kesulitan Keuangan terhadap Likuiditas Bank? TINJAUAN LITERATUR Teori sinyal merupakan teori yang erat kaitannya dengan manajemen risiko dan pengambilan keputusan di pasar modal. Terori sinyal dapat membantu mengurangi ketidakpastian dengan meningkatkan dan menciptakan nilai perusahaan berdasarkan sinyal yang disampaikan (Vismara, 2. (Spence michael, 1. 1780 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1777-1792 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. menjelaskan bahwa pihak investor atau pihak penerima informasi mendapat manfaat berupa informasi dari isyarat atau sinyal yang diberikan oleh pihak pemberi informasi atau pemilik informasi. Sinyal yang digunakan dapat berupa informasi baik berita, laporan keuangan maupun indeks saham yang banyak digunakan oleh investor untuk mengambil keputusan membeli, menjual, atau mempertahankan saham. Perusahaan yang terdaftar di bursa menggunakan berbagai sinyal dan isyarat untuk menarik investor sebagai sumber modal perusahaan. Untuk menarik calon investor, perusahaan membangun reputasi perusahaan yang baik melalui informasi pengungkapan perusahaan (Naveed et al. , 2. Perusahaan memberikan sinyal tentang likuiditasnya kepada investor melalui berbagai indikator dan tindakan. Salah satu tanda yang dapat mengisyaratkan tingkat likuiditas adalah peningkatan atau penurunan signifikan dalam arus kas operasional dalam laporan keuangan. Perusahaan dapat memberikan indikasi melalui perubahan dalam komposisi portofolio investasinya, di mana penjualan aset likuid atau penarikan pinjaman tambahan mungkin menjadi tindakan yang diperlukan. Komunikasi terbuka dan transparan dalam laporan tahunan, konferensi investor, atau pengumuman publik juga dapat memberikan pemahaman lebih dalam tentang strategi perusahaan dalam mengelola likuiditasnya. Investasi dalam surat berharga yang sangat likuid atau cadangan kas yang cukup juga dapat menjadi sinyal positif tentang kemampuan perusahaan untuk mengatasi tantangan likuiditas. Sinyal yang digunakan perusahaan dapat memberikan informasi tentang likuiditasnya kepada investor, yang merupakan faktor penting dalam pengambilan keputusan investasi. Kesulitan keuangan perusahaan dapat di isyaratkan dengan mengungkapkan informasi dalam laporan keuangan tahunannya. Penurunan yang signifikan dalam pendapatan, peningkatan utang yang tidak seimbang, dan laba yang menurun secara berkelanjutan adalah tanda-tanda utama kesulitan. Perusahaan akan mengeluarkan peringatan atau pengungkapan khusus dalam laporan keuangan atau dalam komunikasi publiknya, memberikan gambaran yang jelas tentang tantangan yang mereka hadapi. Tindakan seperti penjualan aset atau bisnis non-esensial, penundaan pembayaran utang, atau pengurangan dividen dapat memberikan petunjuk yang kuat kepada investor tentang kondisi keuangan perusahaan sehingga investor dapat melakukan analisis yang cermat sebelum membuat keputusan investasi. Kesulitan keuangan dan likuiditas bank memiliki hubungan erat yang saling Kesulitan keuangan bank, yang bisa disebabkan oleh sejumlah faktor seperti peningkatan jumlah kredit macet, penurunan nilai aset, atau ketidakmampuan bank untuk memperoleh dana tambahan, dapat mengakibatkan penurunan likuiditas Ketika bank menghadapi kesulitan keuangan, likuiditas mereka dapat terganggu, yang pada gilirannya dapat memengaruhi kemampuan mereka untuk memenuhi kewajiban finansial dan menjaga operasional sehari-hari. Pada penelitian yang dilakukan oleh (Chiu et al. , 2018. Rowland et al. , 2021. He, 2. mereka menyatakan bahwa risiko kesulitan keuangan berpengaruh negatif terhadap likuiditas bank. Semakin tinggi tingkat kesulitan keuangan terutama dalam 1781 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1777-1792 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. situasi ketidakpastian pasar maka semakin tinggi nilai LDR (Loan To Deposit Rati. yang berarti semakin rendah likuiditas bank tersebut. Berdasarkan penelitian sebelumnya maka hipotesis dalam penelitian ini adalah : H1 : Kesulitan Keuangan berpengaruh negatif terhadap Likuiditas Bank Sentimen investor merupakan akibat dari adanya kecenderungan investor untuk melakukan spekulasi, sehingga mendorong permintaan yang relatif untuk melakukan investasi yang spekulatif (Baker & Wurgler, 2. Sentimen investor akan menjadi variabel moderasi yang akan memodifikasi atau mengubah sifat hubungan antara kesulitan keuangan dan likuiditas bank baik itu memperkuat atau Pada penelitian yang dilakukan oleh (Chiu et al. , 2. sentimen investor dijadikan sebagai variabel independen dan hasilnya menunjukkan bahwa sentimen investor memiliki pengaruh yang negatif terhadap likuiditas. sentimen pesimis investor memiliki dampak yang lebih besar pada likuiditas karena sentimen pesimis investor memiliki dampak yang lebih besar pada return dan volatilitas pasar keuangan daripada sentimen optimis investor. Selama periode krisis keuangan terdapat pembatasan pendanaan yang dapat memperbesar respons asimetris terhadap sentimen investor pada likuiditas sehingga menunjukkan bahwa adanya kesulitan keuangan dapat memperburuk dampak sentimen investor pada pasar Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara sentimen investor dan kesulitan keuangan. Berdasarkan penjelasan tersebut, hipotesis yang dikembangkan adalah: H2 : Sentimen Investor mampu memperkuat pengaruh Kesulitan Keuangan terhadap Likuiditas Bank Berikut kerangka penelitian berdasarkan hipotesis yang dikembangkan: Variabel Independen Dependen Kesulitan Keuangan Variabel Likuiditas Bank Sentimen Investor Variabel Moderasi Gambar 1. Model Penelitian 1782 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1777-1792 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan Kuantitatif untuk mengukur dampak Kesulitan Keuangan terhadap Likuiditas Bank dengan memasukkan variabel Sentimen Investor sebagai moderator. Pengumpulan data akan dilakukan berdasarkan sumbernya, yaitu sumber sekunder. Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian survey yang dilakukan dengan melihat langsung laporan tahunan dari perbankan tahun 2019 sampai 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2019-2022. Sampel pada penelitian ini dipilih dengan menggunakan metode Purposive Sampling, yaitu dengan memilih sampel berdasarkan kriteria tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian. Kriteria pemilihan sampel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun Perusahaan perbankan yang mempublikasikan laporan keuangan periode 2019-2022 dan dapat di akses. Menyajikan laporan keuangan dengan menggunakan mata uang Rupiah. Laporan keuangan perusahaan dan laporan tahunan mempunyai kelengkapan data yang dibutuhkan dalam penelitian ini. Variabel dependen dalam penelitian ini merupakan Likuiditas Bank yang diukur menggunakan Current Ratio (CR) dan Loan To Deposit Ratio (LDR). CR dihitung dengan membagi Aktiva Lancar dengan Kewajiban Jangka Pendek (Fridson & Alvarez. Menurut Surat Edaran Bank Indonesia No. 3/30 DPNP tanggal 14 Desember 2001. LDR dihitung dengan membagi Total Kredit dengan Dana Pihak Ketiga dan dikalikan Seratus Persen. Variabel independen yang digunakan adalah Kesulitan Keuangan. Kesulitan Keuangan diukur dengan menggunakan Z-Score dengan persamaan sebagai berikut (Altman et al. , 2. Z = 1. 2X1 1. 4X2 3. 3X3 0. 6X4 1. Dimana: X1 = EBIT / Total Assets X2 = Equity / Total Assets X3 = Cah Flow from Operations / Total Assets X4 = Current Assets / Total Assets X5 = Equity / Total Liabilitas Sentimen Investor sebagai variabel moderasi dianalisis dengan menggunakan VIX Investing untuk mengukur tinkat ketidakpastian di pasar keuangan. Nilai VIX yang tinggi . menunjukkan ketidakpastian dan kecemasan investor, sementara nilai VIX yang rendah . dapat mengindikasikan sentimen positif dan kepercayaan 1783 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1777-1792 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode Studi Pustaka dan Dokumentasi yang akan diperoleh dari website Bursa Efek Indonesia (BEI) yaitu Penelitian ini menggunakan regresi linier berganda dengan variabel Moderasi (MRA), dengan menggunakan software Eviews. Berikut model analisis regresi linier berganda dengan variabel moderasi (MRA) dalam penelitian ini : LDR = 1 FD 2 SI 3 FD*SI A CR = 1 FD 2 SI 3 FD*SI A Keterangan: = Konstanta = Koefisien CR = Current Ratio LDR = Loan to Deposit Ratio FD = Financial Distress SI = Sentiment Investor Pengujian hipotesis akan dilakukan dalam beberapa tahap : Uji Model Uji Chow Uji Chow adalah uji yang digunakan untuk menentukan model terbaik mana yang akan digunakan antara Commond Effect Model (CEM) dan Fixed Effect Model (FEM) dalam mengestimasi data panel. Dasar pengambilan keputusan dalam uji chow akan dilihat dari nilai probability cross-secction F dengan ketentuan sebagai berikut: Jika nilai probability cross-secction F > 0,05 , maka model yang dipilih adalah Commond Effect Model (CEM). Jika nilai probability cross-secction F < 0,05 , maka model yang dipilih adalah Fixed Effect Model (FEM). Uji Hausman Uji Hausman merupakan uji yang digunakan untuk menentukan model terbaik mana yang akan digunakan antara Random Effect Model (REM) dan Fixed Effect Model (FEM) dalam mengestimasi pemodelan data panel. Dasar pengambilan keputusan dalam uji hausman akan dilihat dari nilai probability cross-secction random dengan ketentuan sebagai berikut: Jika nilai probability cross-secction random > 0,05 , maka model yang dipilih adalah Random Effect Model (REM). Jika nilai probability cross-secction random < 0,05 , maka model yang dipilih adalah Fixed Effect Model (FEM). Uji Lagrange Multiplier (LM) Uji Lagrange Multiplier (LM) adalah analisis yang bertujuan untuk menentukan model terbaik mana yang akan digunakan antara Commond Effect Model (CEM) dan Random Effect Model (REM). Pengambilan keputusan 1784 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1777-1792 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. dalam uji Lagrange Multiplier (LM) akan dilihat dari distribusi Chi-Square dengan ketentuan sebagai berikut: Jika nilai statistik LM > Chi-Square, maka model yang dipilih adalah Commond Effect Model (CEM). Jika nilai statistik LM < Chi-Square, maka model yang dipilih adalah Random Effect Model (REM). Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Uji Normalitas adalah sebuah analisis yang bertujuan untuk mengetahui apakah variabel independen dan variabel dependen terdistribusi secara normal atau tidak dalam sebuah model regresi. Pengujian penggunaan eviews dapat dilakukan dengan menggunakan Jarque Bera dan pengambilan keputusan untuk tes Jarque Bera (JB) dilakukan jika: Jika nilai probabilitas JB > 0,05 , maka berarti model terdistribusi secara Jika nilai probabilitas JB < 0,05 , maka berarti model tidak terdistribusi secara normal. Uji Autokorelasi Uji Autokorelasi merupakan pengujian yang bertujuan untuk menguji apakah terdapat korelasi antara variabel pada suatu periode tertentu dengan periode sebelumnya. Uji yang digunakan untuk mengidentifikasi adanya autokorelasi atau tidak adalah uji Durbin-Watson Uji Multikolinearitas Uji Multikolinearitas merupakan pengujian yang bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat korelasi antar variabel independen dalam model Multikolinearitas ditunjukkan dalam model jika koefisien korelasi < Uji Heteroskedastisitas Uji Heteroskedastisitas dilakukan dalam model regresi untuk mengetahui apakah terdapat ketidaksamaan varian dari residual pada satu pengamatan terhadap pengamatan lainnya. Pengujian heteroskedastisitas dilakukan menggunakan uji Breusch-Pagan. Uji MRA (Moderated Regretion Analysi. Uji F Uji F bertujuan untuk mengetahui apakah variabel independen secara bersama sama mempengaruhi variabel dependen. Ketentuan yang digunakan dalam pengambilan keputusan: Jika nilai signifikan F > 0,05 maka semua variabel independen tidak memiliki pengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen. Jika nilai signifikan F < 0,05 maka semua variabel independen memiliki pengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen. Uji Koefisien Determinasi (R. 1785 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1777-1792 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Uji R2 digunakan untuk mengukur kemampuan model dalam menginterpretasikan seberapa pengaruh variabel independen secara bersama sama mempengaruhi variabel dependen. Nilai R2 yang kecil berarti variabel independen memiliki kemampuan yang sangat terbatas dalam menjelaskan variabel dependen. Jika nilai R2 mendekati 1 dan menjauhi 0 berarti bahwa variabel independen memiliki kemampuan memberi hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variabel dependen. Semakin tinggi nilai R2 berarti semakin baik model penelitian yang diajukan. Uji t Uji t dilakukan untuk menguji hipotesis penelitian tentang pengaruh dari masing-masing variabel independen secara parsial terhadap variabel Kriteria dari uji t dalam pengambilan keputusan : Jika nilai signifikansi uji t > 0,05 maka tidak ada pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen. Jika nilai signifikansi uji t < 0,05 maka terdapat pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen. HASIL DAN PEMBAHASAN Statistik Deskriptif Tabel 1. Hasil Uji Statistik Deskriptif Mean Maximum Minimum Std. Dev. LDR Statistik deskriptif untuk semua variabel menggunakan nilai Mean. Minimum. Maksimum dan Standar Deviasi untuk menjelaskan populasi dan sampel penelitian Uji Model Tabel 2. Hasil Uji Model Keterangan Uji Chow Persamaan 1 (LDR = 1 Yang Terpilih FD 2 SI 3 FEM FD*SI A) Persamaan 2 Yang Terpilih FEM 1786 | Volume 6 Nomor 3 2024 Uji Hausman Uji LM Kesimpulan Yang Terpilih FEM Model yang adalah FEM Model yang adalah REM Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1777-1792 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. CR = 1 FD 2 SI 3 FD*SI A Yang Terpilih REM Yang Terpilih REM Tabel di atas menunjukkan hasil uji Chow, uji Hausman dan uji Lagrange Multiplier dari persamaan 1 dan 2 dengan hasil model terbaik yang akan digunakan di persamaan 1 adalah Fixed Effect Model dan model terbaik yang akan digunakan di persamaan 2 adalah Random Effect Model. Uji Asumsi Klasik Model yang terpilih untuk persamaan 1 dan 2 adalah Fixed Effect Model (FEM) dan Random Effect Model (REM). Sehingga asumsi klasik yang dilakukan adalah Uji Multikolinearitas. Tabel 3. Hasil Uji Multikolinearitas Persamaan 1 dan 2 FD_SI FD_SI Tabel di atas menunjukkan nilai koefisien korelasi antar variabel < 0,98, sesuai dengan kriteria keputusan uji multikolinearitas. Sehingga data variabel dalam penelitian ini tidak mempunyai masalah multikolinearitas Uji Linier Berganda Dengan Variabel Moderasi (MRA) Uji F Tabel 4. Hasil Uji F Prob. Kesimpulan Persamaan 1 Model FIT Persamaan 2 Model FIT Hasil uji F dari persamaan 1 menunjukkan nilai F sebesar 9. 768124 dengan nilai profitabilitas sebesar 0. 000000, dan persamaan 2 menunjukkan nilai F sebesar 324106 dengan nilai profitabilitas sebesar 0. Maka semua persamaan dinyatakan FIT dan layak untuk diteliti. 1787 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1777-1792 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Uji R2 Tabel 5. Hasil Uji R2 Persamaan Adjusted R-squared. Coefficient of determination Persamaa 69,9% Persamaa Hasil dari persamaan 1 menunjukkan nilai Adjusted R-Square sebesar 699360 . ,9%), maka variabel independen mampu menjelaskan sebesar 69,9% variabel dependen, sisanya sebesar 30,1% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Hasil dari persamaan 2 menunjukkan nilai Adjusted R-Square sebesar 660226 . %), maka variabel independen mampu menjelaskan sebesar 66% variabel dependen, sisanya sebesar 34% dipengaruhi oleh faktor lain diluar penelitian ini. Uji t Tabel 6. Hasil Uji T Persamaan 1 Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. FD_SI Adjusted R-squared F-statistic Prob(F-statisti. Persamaan 2 Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. FD_SI Adjusted R-squared F-statistic 1788 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1777-1792 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Prob(F-statisti. Hasil uji t pada persamaan 1 menunjukkan variabel FD dengan nilai koefisien 193466 dan p-value sebesar 0. p-value > 0. 05 menunjukkan bahwa Kesulitan Keuangan tidak memiliki pengaruh terhadap Likuiditas Bank. Variabel SI memiliki nilai koefisien -0. 007956 dan p-value sebesar 0. p-value > 0. 05 menunjukkan bahwa Sentimen Investor tidak berpengaruh terhadap Likuiditas Bank. Variabel FD_SI memiliki nilai koefisien sebesar 0. 005946 dan p-value sebesar 0. p-value > 0. 05 menunjukkan bahwa Sentimen Investor tidak dapat memperkuat atau memperlemah pengaruh Kesulitan Keuangan terhadap Likuiditas Bank. Hasil uji t pada persamaan 2 menunjukkan variabel FD dengan nilai koefisien 064007 dan p-value sebesar 0. p-value > 0. 05 menunjukkan bahwa Kesulitan Keuangan tidak memiliki pengaruh terhadap Likuiditas Bank. Variabel SI memiliki nilai koefisien -0. 004390 dan p-value sebesar 0. p-value > 0. 05 menunjukkan bahwa Sentimen Investor tidak berpengaruh terhadap Likuiditas Bank. Variabel FD_SI memiliki nilai koefisien sebesar 0. 002289 dan p-value sebesar 0. p-value > 0. 05 menunjukkan bahwa Sentimen Investor tidak dapat memperkuat atau memperlemah pengaruh Kesulitan Keuangan terhadap Likuiditas Bank Pengaruh Kesulitan Keuangan Terhadap Likuiditas Bank Kesulitan keuangan (Financial Distres. merupakan kondisi perusahaan yang mengalami penurunan terhadap kondisi keuangannya yang akan mengakibatkan Kesulitan keuangan bank diukur menggunakan Z-Score. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa Kesulitan Keuangan yang diukur menggunakan ZScore tidak mempengaruhi Likuiditas Bank yang diukur menggunakan Current Ratio dan Loan To Deposite Ratio. Hasil penelitian ini bertentangan dengan teori sinyal dan sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (MasAoud & Srengga, 2015. MasAoud & Srengga, 2015. Putri & Merkusiwati, 2014. Topalolu, 2. yang menyatakan bahwa kesulitan keuangan tidak berpengaruh terhadap likuiditas bank. Saat bank tidak mampu melunasi kewajiban lancarnya yang jatuh tempo secara tepat waktu, bank melakukan pinjaman baru untuk pelunasan kewajibannya. Sehingga H1 : Ditolak Sentimen Investor Mampu Memperkuat Pengaruh Kesulitan Keuangan Terhadap Likuiditas Bank Berdasarkan hasil analisis data penelitian diatas, menunjukkan bahwa sentimen investor tidak berpengaruh terhadap kesulitan keuangan dan tidak dapat memperkuat atau memperlemah pengaruh kesulitan keuangan terhadap likuiditas Sehingga H2 : Ditolak 1789 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1777-1792 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. KESIMPULAN DAN SARAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana faktor sentimen investor mempengaruhi hubungan antara kesulitan keuangan dan likuiditas bank. Penelitian ini fokus pada sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2019-2020 dengan sampel yang digunakan sebanyak 37 bank dengan 148 observasi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa sentimen investor tidak berpengaruh terhadap kesulitan keuangan dan tidak mampu memperkuat atau memperlemah pengaruh kesulitan keuangan terhadap likuiditas bank. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat menambah variabel lain untuk melihat pengaruh kesulitan keuangan terhadap likuiditas bank dan mengganti variabel moderasi serta memperpanjang periode penelitian. DAFTAR PUSTAKA