Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat http://jurnal. id/index. php/adiguna PENINGKATAN LITERASI MEDIA DAN PELATIHAN PENGELOLAAN WEBSITE DI SD NEGERI SUKAMENANTI Rohana1. Fransisca S. Dedi2. Ridho Agung Juwantara3. Dinda Adelia4. Bagas Wahyu Wibowo5 STKIP PGRI Bandar Lampung rohanaana566@gmail. com, 2fransisca@stkippgribl. id, 3ridhoaj57@gmail. dindaadelia@gmail. com, 5bagaswahyu@gmail. Abstrak: Berdasarkan observasi dan wawancara yang telah dilakukan, terdapat permasalahan di sekolah yaitu kurangnya pemahaman guru sekolah tentang literasi media dan pengelolaan konten website. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan menyediakan media informasi digital berbentuk website sekolah. Dengan adanya kondisi pandemi saat ini, dibutuhkan penyebaran informasi yang mudah untuk diakses darimanapun tanpa harus mendatangi lokasi sekolah secara langsung. Kegiatan ini dilakukan melalui pendekatan secara institusional dan partisipatif. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pelatihan pembuatan konten website dan literasi media agar sekolah dapat mandiri dalam mengelola websitenya. Kegiatan ini memberikan solusi dengan menyediakan website pada pihak ketiga, dan dilakukan pendampingan. Kegiatan pengabdian dibagi menjadi beberapa tahapan yaitu need assessment, pelatihan konten situs dan literasi media, dan supervisi guru di SDN Sukamenanti. Sebagai hasil dari kegiatan ini, guru dapat memahami bagaimana mengelola konten website dan meningkatkan literasi media. Serta, hasil dari kegiatan ini memberikan solusi dalam penyediaan informasi digital bagi pihak sekolah bagi masyarakat umum secara lebih luas. Kata kunci: literasi, media Abstract: Based on observations and interviews that have been conducted, there are problems at school, namely the lack of understanding of school teachers about media literacy and website content management. Service activities are carried out by providing digital information media in the form of a school website. With the current pandemic conditions, information dissemination is needed that is easy to access from anywhere without having to go directly to the school location. This activity is carried out through an institutional and participatory approach. The purpose of this activity is to provide training on creating website content and media literacy so that schools can be independent in managing their websites. This activity provides a solution by providing websites to third parties, and providing assistance. Community service activities are divided into several stages, namely need assessment, site content training and media literacy, and teacher supervision at SDN Sukamenanti. As a result of this activity, teachers can understand how to manage website content and improve media literacy. Also, the results of this activity provide a solution in providing digital information for schools to the general public more broadly. Keywords: literacy, media Peningkatan Literasi Media Dan Pelatihan Pengelolaan Website di SD Negeri Sukamenanti PENDAHULUAN Dewasa teknologi informasi yang semakin hari semakin pesatberdampak pada perilaku banyak orang yaitu untuk dapat memenuhi kebutuhaninformasiyang lebih cepat dan murahtentunya, selain itu menuntut juga para pemberi informasi dimana informasi yang disajikan bisa dengan mudah dan cepat didapatkan oleh konsumen informasi. Sekolah Dasar Negeri Sukamenanti yang berada di daerah kedaton. Sekolah ini menampung siswa yang umumnya berada di sekitar daerah tersebut. Lokasi SD Negeri Sukamenanti tidak begitu jauh dari kampus STKIP PGRI Bandar Lampung, berjarak sekitar 532. 55 m dan dapat ditempuh hanya dalam 10 menit SD Negeri Sukamenanti saat ini telah mengalami kemajuan yang pesat. Mulai dari fisik bangunan, fasilitas penunjang sistem pembelajaran di sekolahan ini. Jumlah peserta didik di sekolah ini termasuk dalam golongan Berdasarkan wawancara kepada Ibu Tuti Yuliani. Pd. SD. selaku wakil Kepala Sekolah dan observasi yang telah dilakukan di SD Negeri Sukamenanti, terdapat permasalahan di sekolah tersebut yang dapat didefinisikan, yaitu Guru dan staf tendik memiliki kekurangan literasi Web Guru dan staf tendik kurang memiliki kemampuan untuk mengisi konten serta mengembangkan blog maupun website yang dimiliki sekolah dikarenakan ketidak tahuan guru tersebut terhadap teknologi blog, literasi terhadap media atau pengelolaan website tersebut. Manfaat dari kegiatan ini untuk antara lain dapat menambah skill di Selain mendapatkan manfaat yaitu memiliki promosi mitra melalui website dimana sekarang ini. Sebagian masyarakat mengakses informasi secara online melalui internet. Manfaat kegiatan untuk para pengajar dan santri adalah bermanfaat ketika mereka berada di lingkungan pesantren dan saat terjun ke masyarakat, sehingga kemam-puan ini akan sangat memberikan manfaat untuk diimplementasikan di Manfaat tim pelaksana pengabdian masyarakat adalah mengim-plementasikan keilmuan dalam perancangan dan pemrograman Selain Tridharma Perguruan Tinggi ketiga juga mendatangkan manfaat bagi tim pelaksana baik dosen maupun para Dalam papernya. Kurniawan . menyatakan bahwa dengan adanya aplikasi berbasis komputer, pekerjaan manusia dapat menjadi lebih mudah dalam berbagai bidang kehidupan. Hal ini termasuk dalam penyebaran informasi untuk sekolah. Sehingga untuk mengatasi permasalahan persebaran informasi dan pembuatan media yang efektif, aplikasi berbasis komputer dapat digunakan sebagai solusi. Dengan adanya website, segala kerumitan manual dapat diselesaikan dengan baik. Sebuah website informasi sekolah yang dapat mengakomodasi penyebaran informasi tersebut dan menjadi media efektif untuk pertukaran informasi antara pihak sekolah maupun pihak luar sekolah. Apabila sekolah dapat mengelola website dengan baik, maka website akan menjadi media promosi yang baik. Literasi media dari pengguna teknologi baru juga memegang peranan ketika ingin sebuah teknologi seperti website. Hal membutuhkan sebuah pelatihan literasi informasi untuk tenaga perpustakaan agar meningkatkan Rohana. Fransisca S O Dedi. Ridho Agung Juwantara. Dinda Adelia. Bagas Wahyu Wibowo Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. pengetahuan literasi digital. Pelatihan literasi media kepada guru, sehingga guru-guru pengetahuan lebih dalam memberikan pengajaran dalam bentuk media alternatif yang lain. Literasi memegang peranan yang penting untuk perkembangan informasi pada sebuah instansi, sebagaimana ditunjukkan bahwa guru dapat juga mencari sumber dan bahan pembelajaran melalui internet dan literasi media yang lain. Beberapa memperlihatkan bahwa aplikasi berbasis komputer dapat diaplikasikan untuk kehidupan manusia (Kurniawan, 2. Lebih khususnya, aplikasi berbasis komputer dapat membantu dalam dunia pendidikan (Irsyadi, 2. Selain itu, aplikasi komputer berbasis website telah terbukti dapat membantu perusahaan untuk menjadi lebih efektif dan efisien (Sulaeman. Pengembangan aplikasi website yang tepat dapat juga membantu pegawai menjadi lebih mudah (Gunawan, 2. Website menjadi sebuah alternatif baru dalam segala bidang, salah satunya ditunjukkan oleh Kurniati . yang menggunakan website untuk usaha ekonomi simpan pinjam. Dengan adanya website, segala kerumitan manual dapat diselesaikan dengan baik. Menurut Kurniawan . telah dibangun sebuah website informasi sekolah yang dapat mengakomodasi penyebaran informasi di sekolah tersebut dan menjadi media efektif untuk pertukaran informasi antara pihak sekolah maupun pihak luar sekolah. Apabila sekolah dapat mengelola website dengan baik, maka website akan menjadi media promosi yang baik. Literasi media dari pengguna teknologi baru juga memegang peranan penting ketika ingin menerapkan sebuah teknologi seperti website. Hal ini dibuktikan oleh Kurnianingsih . yang membutuhkan sebuah pelatihan perpustakaan dan guru agar meningkatkan pengetahuan literasi digital dari guru. Literasi media juga memegang peranan yang penting untuk perkembangan sebagaimana ditunjukkan oleh Hapsari . bahwa guru PAUD dapat juga mencari sumber dan bahan pembelajaran melalui internet dan literasi media yang Tujuan kegiatan ini adalah untuk website dan literasi media kepada guruguru di SD Negeri Sukamenanti. Pada kegiatan Kurniawan . menegaskan mengenai pentingnya pelatihan serta Dengan pelatihan, tingkat pengetahuan terhadap teknologi baru akan dapat meningkat sehingga pengguna teknologi dapat mempergunakan aplikasi dengan baik dan benar. Dengan adanya pelatihan, pengetahuan peserta dapat ditingkatkan, walaupun pada awalnya diberikan pada pelatihan. Dari analisis situasional tentang Negeri Sukamenanti ditemukan suatu permasalahan yang dialami oleh guru. Salah satu masalah yang menjadi objek dalam kegiatan ini adalah Guru dan staf tendik memiliki kekurangan literasi dalam membangun Web yang komunikatif. Guru dan staf tendik kurang memiliki kemampuan mengembangkan blog maupun website yang dimiliki sekolah dikarenakan ketidaktahuan guru tersebut terhadap teknologi blog, literasi terhadap media atau pengelolaan website tersebut. Berdasarkan analisis situasi tersebut dan atas persetujuan Kepala Sekolah SD Sukamenanti kami berinisiatif untuk Pengabdian Kepada Masyarakat kepada STKIP PGRI Bandar Lampung Peningkatan Literasi Media dan Pelatihan Peningkatan Literasi Media Dan Pelatihan Pengelolaan Website di SD Negeri Sukamenanti Pengelolaan Website Sukamenanti. Negeri METODE Data dalam PKM ini dilakukan melalui wawancara dan observasi ke lokasi mitra. Wawancara dilakukan untuk melihat kebutuhan sekolah terkait peningkatan kualitas pembelajaran, serta wawancara terhadap hasil pelatihan dan program yang telah disampaikan tim PKM. Observasi langsung dilakukan untuk melihat hal-hal yang terjadi di lapangan sekaligus dokumentasi selama Pelaksanaan Kegiatan PKM ini terdiri dari tiga tahapan pelaksanaan, yang dapat dilihat dari skema berikut. Pada Tahap Awal Pelaksanaan dilakukan kegiatan yakni Observasi lokasi mitra, melakukan analisis kebutuhan, dan pendidikan di tempat mitra dan prioritas Akhirnya telah diketahui bahwa permasalahan utamanya adalah informasi/materi belajar siswa berupa ruang pustaka daring dan luring dan perlunya peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan teknok pembelajaran dan media pembelajaran berbasis TIK. Setelah itu melakukan perancangan website sekolah dan mempersiapkan materi pelatihan untuk (Pelatihan Penggunaan Pemelihan website sekola. Dalam sekolah, metode yang digunakan adalah research and development dengan pendekatan object-oriented development, yakni bagaimana data dan operasinya yang merupakan kumpulan obyek diorganisasikan dalam satu sistem (Sukamto and Shalahuddin, 2. Dalam pemecahan masalah yang dihadapi oleh mitra, ada beberapa hal yang menjadi fokus utama yaitu sebagai berikut, yang pertama adalah. Adanya penge-lolaan website yang kurang update, serta yang kedua adalah belum adanya kemampuan pengelola, pengajar atau santri untuk memanfaatkan website yang akan diadakan nanti Tim pelaksana dan mitra telah melakukan diskusi yang dihadapi Untuk menangani masalah yang pertama, yang harus dilakukan pertama kali adalah melakukan Need Analysisatau analisis kebutuhan dari sekolah terkait website. Need Analysis akan dilakukan dengan Focus Group Discussion (FGD) dengan melibatkan unsur pengelola, pengajar dan siswa. Solusi yang telah disepakati adalah dengan merancang website profil terlebih dahulu berdasarkan hasil dari Need Analysisdan FGD tersebut. Setelah itu pembangunan website untuk mitra Pelatihan Peningkatan Literasi Media dan Pelatihan Pengelolaan Website di SD Negeri Sukamenanti dilaksanakan pada bulan September tahun 2022 bertempat di SD Negeri Sukamenanti. Kegiatan ini berlangsung selama 1 hari, dimulai pukul 09. 00 sampai dengan 15. dengan waktu istirahat 11. 30 sampai Peserta kegiatan ini adalah guru-guru SD Negeri Sukamenanti. Lokasi sekolah mitra dapat dilihat pada gambar 1 berikut. Gambar 1. Peta Lokasi Sekolah Mitra Rohana. Fransisca S O Dedi. Ridho Agung Juwantara. Dinda Adelia. Bagas Wahyu Wibowo Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. Pemilihan sekolah ini didasarkan pada kondisi lingkungan yang jarang tersentuh oleh pembangunan serta keadaan sekolah yang membutuhkan fasilitas sumber informasi belajar dan pelatihan pengembangan profesionalisme guru dimana guru jarang sekali mengikuti pelatihan pedagogis karena keterbatasan informasi, kendala jarak serta finansial. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode kualitatif melalui pendekatan institutional dan pendekatan partisipatif. Pendekatan institutional dilaksanakan dengan melakukan diskusi bersama mitra permasalahanpermasalahan terkait penyelenggaraan pendidikan bersama mitra. Kemudian melakukan penentuan skala prioritas dari Bersama mitra kemudian mendiskusikan alternatif solusi yang mungkin dapat direspon oleh tim PKM. Pendekatan partisipatif dilakukan dengan melibatkan guru dan tenaga teknis Persiapan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Adapun kegiatan-kegiatan yang pengabdian kepada masyarakat, yaitu: Melakukan studi pustaka terkait denga tema pelatihan. Meliputi berdiskusi dengan tim mengenai tema yang berpotensi mendatangi Mitra untuk survey awal, mengadakan diskusi dengan mitra terkait rencana kegiatan, dan meminta persetujuan Mitra untuk bekerjasama melaksanakan kegiatan Melakukan persiapan bahan dan alat pendukung pelatihan. Pada tahap ini akan Need Analysis dan juga mengacu pada langkah-langkah peran-cangan Beberapa langkah dalam website terkait : tentukan jenis Website, tentukan platform Website, pilih Hosting dan nama Domain. WordPress dan sesuaikan tampilan dengan template, kemudian terakhir adalah optimasi pengaturanWebsite. Kerangka mengembangkan aplikasi berbasis website maupun desktop. Kerangka kerja disini sangat membantu sebuah dengan lebih terstruktur dan tersusun rapi. Kerangka kerja diciptakan untuk memper-mudah kinerja dari programmer. Sehingga, seorang programmer tidak perlu untuk menuliskan kode secara berulang-ulang. Karena dalamnya sendiri anda hanya komponenkomponen pemrograman saja. Menentukan waktu pelaksanaan dan bersama-sama tim pelaksana. Mengirim surat kepada SD sasaran terkait dengan kesediaannya untuk mengikuti pelatihan. Kesepakatan bersama dengan mitra tentang pelaksanaan kegiatan yaitu tanggal 5 September 2022 Tanggal September melakukan pengecekan terkait kesiapan tempat dan peralatan yang akan digunakan dalam kegiatan. Menyiapkan perlengkapan yang Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Pada tanggal 5 September 2022, kegiatan pelatihan akan dimulai dari 00 hingga 15. 00 dengan susunan Registrasi Peserta Pembukaan perwakilah salah satu Kepala Sekolah selaku tuan rumah dan Peningkatan Literasi Media Dan Pelatihan Pengelolaan Website di SD Negeri Sukamenanti Ketua TIM Pengabdian Kepada Masyarakat. Penyampaian Materi dan praktik. Penutupan oleh Kepala SD N 1 Sukamenanti selaku Tuan Rumah HASIL DAN PEMBAHASAN Di hari pertama dilakukan pukul 00 WIB pagi sampai selesai, dengan diawali sambutan dari Kepala SD Negeri 1 Sukamenanti. Selanjutnya sambutan pengantar dari ketua tim pengabdian kepada masyarakat. Pada sambutan pengantarnya, ketua tim mengatakan bahwa sangat penting sekali semua guru untuk bisa mengoperasikan yang namanya Karena mengatehaui dan bisa terhadap aplikasi aplikasi yang ada untuk literasi digital, maka bisa menambah wawasan dan ilmu bagi guru-guru untuk meningkatkan Kegiatan kepada guru yang nantinya menjadi administrator untuk mengurusi website Pelatihan diperlukan untuk transfer ilmu dari satu pihak ke pihak yang lainnya. Kegiatan pendampingan dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 5 September 2022. Metode yang digunakan dalam pemaparan tersebut adalah pelatihan serta tanya jawab secara langsung. Tim PKM menjelaskan mengenai cara menggunakan website beserta cara pengaturan seluruh konten dari website. Setelah itu, peserta diminta untuk mencoba mempraktekkan secara langsung setiap menu dan fungsionalitas yang telah diajarkan. Setelah sesi penjelasan tentang literasi digital untuk pembelajaran dan promosi sekolah tersebut, maka dari hasil post tes menunjukkan bahwa semua peserta telah memahami berbagai platform platform yang ada di literasi digital yang dapat dimanfaatkan sebagai media promosi dan pembelajaran. Faktor penghambat dalam penggunaan teknologi promosi sekolah dan pembelajaran adalah salah satunya terletak pada kompetensi para guru yang tidak terbiasa dalam menggunakannya sehingga dibutuhkan pelatihan untuk penggunaannya. Berdasarkan kegiatan pengabdian yang telah dilakukan, tim pengabdi memperoleh hasil yakni meningkatnya pemahaman guru dan siswa Bandar Lampung, tentang Literasi Media Dan Pelatihan Pengelolaan Website Di SD Negeri Sukamenanti pada Siswa Kelas V SD Negeri 1 Suka Menanti. Dengan adanya pelatihan tersebut, maka guru yang menjadi administrator dari website sekolah akan mengetahui setiap fitur, menu, serta cara penggunaan dari website Berdasarkan hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah keaktifan guru dan siswa SD Negeri 1 Suka Menanti dalam kegiatan ini, hal ini dapat dilihat saat merespon kegiaan pengabdian yang Evaluasi keberhasilan kegiatan ini dilakukan setelah kegiatan selesai. Indikator keberhasilan kegiatan ini dapat dilihat dari respon positif peserta berdasarkan sikap peserta saat mengikuti pelatihan dan pengisian kuesioner. Keberhasilan tersebut dapat dilihat dari hasil kuesioner yang telah diberikan kepada peserta pelatihan sebelum dan sesudah kegiatan pelatihan dilaksanakan. Evaluasi kegiatan dapat diketahui melalui nilai pretest dan posttest sebagai berikut: Tabel 1. Hasil Pre-Test dan Post-Test Pertanyaan Pre-Test Post-Test Pertanyaan Pertama Pertanyaan Kedua Pertanyaan Ketiga Rohana. Fransisca S O Dedi. Ridho Agung Juwantara. Dinda Adelia. Bagas Wahyu Wibowo Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. Pertanyaan Keempat Tabel 1 menunjukkan hasil pre-test dan post-test dari peserta. Angka pada setiap kolom menunjukkan jumlah peserta Berdasarkan tabel 2 tersebut, dapat dilakukan penilaian pemahaman peserta terhadap masing-masing topik dengan cara mengkalikan angka dengan jumlah Kemudian masing-masing poin dibagi dengan nilai maksimal yang bisa didapat, yaitu 20 peserta dikali 4 poin, yaitu 80 poin. Sebagai contoh untuk pertanyaan pertama, maka nilai prosentase dari pertanyaan pertama untuk pre-test adalah 13 orang dikali 2 poin dan dijumlahkan dengan 7 orang dikali 3 poin, sehingga total poin nya adalah 47. Sehingga prosentase pemahaman awal peserta adalah 47/80 poin maksimal, yaitu Hasil pengelolaan pretest dan post test tersebut dapat ditunjukkan oleh tabel Tabel 2. Presentase Pre-Test dan Post-Test Pertanyaan Pertanyaan Pertama Pertanyaan Kedua Pertanyaan Ketiga Pertanyaan Keempat Rata-rata PreTest PostTest Kenaikan Pengetahu 58,75% 26,25% 37,5% 83,75% 46,25% 86,25% 46,25% 82,50% 47,50% 42,81% 84,38% 41,56% Berdasarkan hasil yang ditunjukkan pada tabel 2, untuk pertanyaan pertama, pengetahuan dari peserta adalah sebesar 26,25%. Untuk pertanyaan kedua mengenai Teknik pengolahan media website, terjadi peningkatan pengetahuan peserta sebesar 46,25%. Untuk pertanyaan ketiga, mengenai cara dan pengelolaan website, terjadi kenaikan pengetahuan sebesar 46,25%. Sedangkan untuk pengetahuaan terhadap literasi media, terdapat peningkatan pengetahuan peserta sebesar 47,5%. Sehingga, rata-rata peningkatan pengetahuan dari peserta adalah sebesar 41,5625%. Hal ini menunjukkan kegiatan pelatihan yang meningkatkan pengetahuan dari peserta mengenai literasi, teknik pengolahan media, cara pengelolaan website serta literasi media. SIMPULAN Berdasarkan kegiatan pelatihan yang telah dapat diambil kesimpulan bahwa guru-guru sudah dapat melakukan pengelolaan website serta terdapat peningkatan literasi terhadap media bagi guru-guru. Berdasarkan hasil Analisa terhadap kegiatan yang telah dilakukan, rata-rata 41,5625%. Hal ini menunjukkan kegiatan pelatihan yang dilakukan telah berhasil untuk meningkatkan pengetahuan dari pengolahan media, cara pengelolaan website serta literasi media. DAFTAR PUSTAKA