Jurnal Abdimas Transjaya (JAT) Vol. 3 No. 1, Halaman: 19 – 29, Bulan Mei, 2025 Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan ISSN xxxx-xxxx (Cetak) ISSN xxxx-xxxx (Online) Evaluasi Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Angkutan Umum di PT Iron Bird Logistics Semarang dan Rekomendasi SOP untuk Meningkatkan Keselamatan Operasional Bahrul Riziq1, Muhammad Azmi Wibowo2, Riki Pebiyanto3, Riqki Dhifa Suprananda4, Alfan Baharuddin5 1,2,3,4,5 Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan, Jalan Perintis Kemerdekaan No.17, Slerok, Tegal Timur, Kota Tegal, Jawa Tengah Indonesia e-mail: 120021009@student.pktj.ac.id, , 220022080@student.pktj.ac.id, 3 20021054@student.pktj.ac.id, 4rikipeb@gmail.com Received 22 Juni 2024; Reviewed 19 Mei 2025; Accepted 31 Mei 2025 Journal Homepage: http://ktj.pktj.ac.id/index.php/jat DOI:10.46447/jat.v3i1.609 Abstract This study evaluates the implementation of the Public Transportation Safety Management System (SMK AU) in a logistics transportation company, PT Iron Bird Logistics Semarang. The internship was conducted from February to April 2024 using field observation, internal interviews, and document analysis. Findings indicate that while several elements of SMK AU have been implemented, there are gaps in documentation and monitoring systems. Based on these findings, recommendations were developed including vehicle inspection checklists, Standard Operating Procedures (SOPs), hazardous waste handling procedures, and driver fatigue management. These recommendations are supported by relevant legal frameworks such as UU No. 22/2009 and PERMENHUB PM 85/2018. This research contributes practical solutions for improving road safety and operational efficiency in logistics transportation companies. Keywords: Public Transportation, Logistics Transportation, PT Iron Bird Semarang, General Safety Management System, Traffic Safety Abstrak Penelitian ini mengkaji penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Angkutan Umum (SMK AU) di perusahaan logistik, yaitu PT Iron Bird Logistics Semarang. Magang dilaksanakan selama Februari–April 2024 menggunakan metode observasi lapangan, wawancara internal, dan analisis dokumen perusahaan. Hasil menunjukkan bahwa meskipun beberapa elemen SMK AU telah diterapkan, masih terdapat kekurangan dalam hal dokumentasi dan sistem monitoring. Berdasarkan temuan tersebut, dirumuskan rekomendasi berupa form checklist kendaraan, prosedur pengelolaan limbah B3, SOP operasional, serta batasan waktu mengemudi yang didukung oleh regulasi seperti UU No. 22/2009 dan Peraturan Menteri Perhubungan PM 85/2018. Penelitian ini memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan keselamatan dan efisiensi operasional di perusahaan logistik. Kata Kunci: Angkutan Barang, Logistik, PT Iron Bird Semarang, Sistem Manajemen Keselamatan Angkutan Umum (SMK AU), Keselamatan Lalu Lintas Bahrul Riziq1, Muhammad Azmi Wibowo2, Riki Pebiyanto3, Riqki Dhifa Suprananda4, Alfan Baharuddin5 19 Jurnal Abdimas Transjaya (JAT) Vol. 3 No. 1, Halaman: 19 – 29, Bulan Mei, 2025 Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan ISSN xxxx-xxxx (Cetak) ISSN xxxx-xxxx (Online) PENDAHULUAN Group yang bergerak di bidang jasa pengangkutan barang atau logistik. Kantor pusat perusahaan berlokasi di Jakarta, tepatnya di wilayah Cakung, dan memiliki beberapa kantor cabang yang tersebar di berbagai kota, antara lain Cilegon, Cikarang, Surabaya, dan Semarang. Kantor serta bengkel cabang Semarang berada di bagian utara Kota Semarang, dekat dengan jalur nasional strategis yang menjadi penghubung antar kota. Perusahaan dilengkapi dengan sarana dan prasarana pendukung operasional, seperti truk angkut dengan kapasitas beragam, bengkel perawatan dan perbaikan kendaraan, gudang (warehouse) untuk penyimpanan spare part, serta garasi truk. Namun demikian, sebagian besar fasilitas tersebut belum tertata secara optimal, sehingga masih menghambat efisiensi dan keselamatan dalam proses pelayanan logistik. Selama pelaksanaan magang, peserta magang tidak hanya menyerap ilmu dan kebiasaan baik dari PT Iron Bird Logistics, tetapi juga memberikan masukan dan rekomendasi berdasarkan teori yang telah dipelajari di institusi pendidikan. Masukan ini disusun berdasarkan observasi langsung terhadap kondisi lapangan, dengan tujuan meningkatkan sistem kerja, keselamatan operasional, serta efektivitas manajemen perusahaan. METODE Dalam bagian ini berisi metode yang digunakan dalam laporan Magang 2 ini yaitu lokasi penelitian, waktu penelitian dan apa saja yang dibahas dalam pelaksanaan Magang 2. 1. Lokasi Magang Pelaksanaan Magang 2 dilakukan di PT. Iron Bird Logistics Semarang yang beralamat di Jl. Walisongo No.28, Tambakaji, Kec. Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah 50185. 2. Waktu Pelaksanaan Magang Pelaksaan Magang 2 yang dilaksanakan di PT Iron Bird Logistics Semarang dilakukan pada 4 Februari 2024 – 4 April 2024. 3. Pelaksanaan Magang Pada pelaksanaan Magang 2 ini membahas mengenai Sistem Manajemen Keselamatan Angkutan Umum (SMK AU) dan Standar Operasional Prosedur pada perusahaan angkutan barang PT Iron Bird Logistics Semarang. a) Sistem Manajemen Keselamatan Angkutan Umum Menurut PM nomor 85 Tahun 2018 Pasal 1 Ayat 1 tentang Sistem Manajemen Keselamatan Angkutan Umum adalah bagian dari manajemen perusahaan yang berupa suatu tata kelola keselamatan yang dilakukan oleh Perusahaan Angkutan Umum secara komprehensif dan terkordinasi dalam rangka mewujudkan keselamatan dan mengelola risiko kecelakaan. Perusahan juga wajib mempunyai dokumen yang terbentuk dalam elemen Sistem Manajemen Perusahaan Angkutan Umum yaitu pada PM 85 Tahun 2018 Pasal 1 Ayat 5. Bahrul Riziq1, Muhammad Azmi Wibowo2, Riki Pebiyanto3, Riqki Dhifa Suprananda4, Alfan Baharuddin5 20 Jurnal Abdimas Transjaya (JAT) Vol. 3 No. 1, Halaman: 19 – 29, Bulan Mei, 2025 Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan ISSN xxxx-xxxx (Cetak) ISSN xxxx-xxxx (Online) SMK PAU memiliki 10 elemen didalamnya yang sudah tersusun sesuai dengan PM 85 Tahun 2018 Pasal 5. Dokumen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum meliputi : 1. Komitmen dan kebijakan 2. Pengorganisasian 3. Manajemen bahaya risiko 4. Fasilitas pemeliharaan dan perbaikan kendaraan bermotor 5. Dokumentasi dan data 6. Peningkatan kompetensi dan pelatihan 7. Tanggap darurat 8. Pelaporan kecelakaan internal 9. Monitoring evaluasi 10. Pengukuran kinerja Dalam Pelaksanaan Magang 2 ini membahas tentang Sistem Manajemen Angkutan Umum (SMK AU) yaitu memberikan rekomendasi yang dapat diterapkan dalam perusahaan PT Iron Bird Logistics yang mengacu pada 10 elemen tersebut. b) Standar Operasional Prosedur (SOP) Standar Operasional Prosedure adalah sekumpulan instruksi atau kegiatan yang dilakukan seseorang guna menyelesaikan pekerjaan secara aman, tanpa dampak yang merugikan terhadap lingkungan (mematuhi peraturan perundangan terkait) serta memenuhi persyaratan operasional dan produksi. SOP ini merupakan kesepakatan tertulis yang berisi aturan, kebijakan, spesifikasi teknis yang harus digunakan secara konsisten untuk menjamin proses, produk dan jasa yang menjadi luarannya sesuai dengan tujuan dan kualitas yang ditentukan. Dalam pelaksanaan Magang 2 ini membahas Standar Operasional Prosedur (SOP) yaitu memberikan rekomendasi berupa SOP yang dapat diterapkan dalam perusahaan dalam bentuk Flowchart. HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Evaluasi Penerapan SMK AU Berdasarkan PM 85/2018, SMK AU terdiri atas 10 elemen penting. Dari hasil observasi dan analisis dokumen, PT Iron Bird Logistics Semarang telah menerapkan sebagian besar elemen tersebut, namun masih terdapat beberapa area yang perlu penyempurnaan: Table IV. 1 Evaluasi Penerapan SMK AU ELEMEN SMK AU STATUS PENERAPAN Komitmen dan Kebijakan Pengorganisasian Sudah ada Terdapat struktur organisasi Manajemen Bahaya & Risiko Fasilitas Pemeliharaan Dokumentasi & Data Tidak ada dokumentasi Bengkel tersedia Masih manual CATATAN Perlu disosialisasikan secara berkala Belum ada SOP tertulis Direkomendasikan pembuatan SOP Perlu standarisasi K3 Disarankan digitalisasi Bahrul Riziq1, Muhammad Azmi Wibowo2, Riki Pebiyanto3, Riqki Dhifa Suprananda4, Alfan Baharuddin5 21 Jurnal Abdimas Transjaya (JAT) Vol. 3 No. 1, Halaman: 19 – 29, Bulan Mei, 2025 Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan ISSN xxxx-xxxx (Cetak) ISSN xxxx-xxxx (Online) Peningkatan Kompetensi Tanggap Darurat Tidak ada pelatihan rutin Ada prosedur umum Pelaporan Kecelakaan Monitoring & Evaluasi Pengukuran Kinerja Belum ada form resmi Tidak ada Tidak ada indikator Usulan pelatihan berkala Harus diuji coba Direkomendasikan form digital Usulan audit internal Perlu penilaian berbasis data 2. Identifikasi Permasalahan dan Rekomendasi Dalam pelaksanaan magang, kelompok kami menemukan beberapa permasalahan yang ada dalam perusahaan. Untuk itu kami memberikan rekomendasi dan dasar hukum dalam menyelesaikan permasalahan yang ada pada perusahaan PT. Iron Bird Logistics Semarang yang berkaitan dengan Sistem Manajemen Keselaatan Angkutan Umum dan Standar Operasional Prosedur sebagai berikut : Table IV. 2 Hasil Pelaksanaan Magang PERMASALAHAN SOLUSI DASAR HUKUM • Undang - Undang (UU) Nomor Tahun Membuat tabel Pembagian jobdesk kerja pembagian yang tidak jelas. pegawai format kerja yang 2003 tentang per ditempel 13 Ketenagakerjaan • pada setiap meja pegawai. Undang – Undang (UU) Nomor Tahun 6 2023 tentang Cipta Kerja • Undang – Undang Nomor Membuat Surat jalan hilang form rekap penerimaan dan pendataan terkait penerimaan surat jalan 19 2016 Tahun tentang Perubahan Atas Undang – Undang Nomor 11 2008 Informasi Tahun Tentang dan Bahrul Riziq1, Muhammad Azmi Wibowo2, Riki Pebiyanto3, Riqki Dhifa Suprananda4, Alfan Baharuddin5 22 Jurnal Abdimas Transjaya (JAT) Vol. 3 No. 1, Halaman: 19 – 29, Bulan Mei, 2025 Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan ISSN xxxx-xxxx (Cetak) ISSN xxxx-xxxx (Online) Transaksi Elektronik. Melakukan pengecekan kendaraan terlebih dahulu Tidak ada pengecekan sebelum kendaraan sebelum beroperasi • kendaraan Republik Indonesia dengan kendaraan melakukan menunjuk petugas yang operasi. ditugaskan untuk melakukan kegiatan Undang – Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan tersebut. Melakukan pemberitahuan • Undang – undang kepada pengemudi Republik Indonesia Tidak ada batasan waktu sebelum melakukan Nomor mengemudikan armada. 22 Tahun pengiriman barang dan 2009 Tentang Lalu pemantauan Lintas armada secara berkala. dan Angkutan Jalan 1. Pembagian jobdesk kerja yang tidak jelas. Pembuatan tabel format pembagian kerja per pegawai yang ditempel pada setiap meja pegawai agar sistem kerja dapat berjalan dengan baik. Table IV. 3 Pembagian Kerja Nama Uraian Tugas 1. Merencanakan rencana order tiap hari. 2. Menentukan jadwal kendaraan dan jenis order yang Toto Hariyoko (SPV Operasional) bertugas. 3. Membuat job order pada website scm iron bird. 4. Menentukan uang jalan bagi pengemudi sesuai dengan jarak pengiriman. 2. Surat jalan hilang Pembuatan form serah terima surat jalan antara pengirim dan penerima. Bahrul Riziq1, Muhammad Azmi Wibowo2, Riki Pebiyanto3, Riqki Dhifa Suprananda4, Alfan Baharuddin5 23 Jurnal Abdimas Transjaya (JAT) Vol. 3 No. 1, Halaman: 19 – 29, Bulan Mei, 2025 Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan ISSN xxxx-xxxx (Cetak) ISSN xxxx-xxxx (Online) Table IV. 4 Bukti Terima Surat Jalan No Tanggal Perusahaan Customer Kelengkapan Surat Jalan Pengirim Penerima 1. 28 Maret 2024 PT. Garuda Food Surat Jalan Asli dan Nota Tol. Budi Pangestu (Pengem udi) Rian Anggara (Petugas Operasional) Tanda Tangan Penerima 3. Tidak ada pengecekan kendaraan sebelum kendaraan melakukan operasi. Pelaksanaan pengecekan kendaraan sebelum beroperasi dan pembuatan form checklist untuk mempermudah. Table IV. 5 Form Checklist Pemeriksaan Kendaraan FORM CHECKLIST PEMERIKSAAN KENDARAAN SEBELUM KENDARAAN BEROPERASI Jenis Pengecekan Pengecekan kondisi ban dan roda Pengecekan Sistem Rem Pengecekan transmisi Pengecekan sistem pencahayaan Periksa mesin Pengecekan sistem bahan bakar Pengecekan sistem knalpot Periksa kaca dan cermin Pengecekan box kendaraan Pengecekan perlengkapan darurat Keterangan Ya : tidak ada masalah Tidak : ada masalah Ya Tidak 4. Tempat penyimpanan B3 tidak rapih dan kumuh Pembuatan rekomendasi dan penerapan prosedur pada ruang B3 untuk mngurangi permasalahan tersebut. Table IV. 6 Prosedur Ruang B3 PROSEDUR DI RUANGAN B3 1. Memasuki ruangan • Gunakan pakaian dan APD yang sesuai dengan jenis limbah B3 yang ada di ruangan. • Periksa kondisi ruangan, pastikan ventilasi ruangan berjalan dengan baik dan tidak ada kebocoran. Bahrul Riziq1, Muhammad Azmi Wibowo2, Riki Pebiyanto3, Riqki Dhifa Suprananda4, Alfan Baharuddin5 24 Jurnal Abdimas Transjaya (JAT) Vol. 3 No. 1, Halaman: 19 – 29, Bulan Mei, 2025 Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan ISSN xxxx-xxxx (Cetak) ISSN xxxx-xxxx (Online) PROSEDUR DI RUANGAN B3 • Bawalah alat-alat yang diperlukan untuk bekerja di dalam ruangan. 2. Bekerja di dalam ruangan • Ikuti prosedur yang telah ditetapkan untuk bekerja di dalam ruangan. • Berhati-hatilah saat menangani limbah B3. • Hindari kontak langsung dengan limbah B3. • Segera bersihkan jika terjadi tumpahan limbah B3. 3. Keluar dari ruangan • Lepaskan pakaian dan APD yang telah digunakan. • Cuci tangan dan tubuh dengan sabun dan air mengalir. • Periksa kembali kondisi ruangan, pastikan tidak ada sampah atau bahan berbahaya yang tertinggal. • Laporkan kepada penanggung jawab pengelolaan limbah B3 tentang kegiatan yang telah dilakukan. * Jika terjadi kecelakaan atau keadaan darurat, segera laporkan kepada penanggung jawab pengelolaan limbah B3 . 5. Tidak ada batasan waktu mengemudikan armada Rekomendasi dalam mengatasi hal tersebut yaitu memastikan kondisi pengemudi dalam keadaan prima dengan cara menanyakan kondisi sebelum melakukan perjalanan, menghimbau untuk melakukan istirahat yang cukup dan memberikan batasan mengemudi selama 8 jam sehari. 6. APAR tidak di cek secara teratur rekomendasi untuk melakukan monitoring kondisi APAR selama 6 bulan sekali. 7. Gudang bengkel tidak rapi Table IV.7 Standar K3 Bengkel Standar K3 bengkel PT Iron Bird Logistics Semarang 1. Tata letak bengkel : Bahrul Riziq1, Muhammad Azmi Wibowo2, Riki Pebiyanto3, Riqki Dhifa Suprananda4, Alfan Baharuddin5 25 Jurnal Abdimas Transjaya (JAT) Vol. 3 No. 1, Halaman: 19 – 29, Bulan Mei, 2025 Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan ISSN xxxx-xxxx (Cetak) ISSN xxxx-xxxx (Online) Standar K3 bengkel PT Iron Bird Logistics Semarang • Tata letak bengkel harus ergonomis dan aman, dengan ruang gerak yang cukup untuk pekerja. • Lantai bengkel harus rata, kering, dan tidak licin. • Pencahayaan di bengkel harus cukup terang dan merata. • Ventilasi di bengkel harus baik untuk menjaga kualitas udara 2. Peralatan Bengkel : • Peralatan bengkel harus dalam kondisi baik dan terawat • Peralatan bengkel harus digunakan sesuai dengan peruntukannya. • Peralatan bengkel yang berbahaya harus disimpan dengan aman. • Pekerja harus dilatih untuk menggunakan peralatan bengkel dengan aman. 3. Pengelolaan Limbah : • Limbah bengkel harus dikelola dengan benar agar tidak mencemari lingkungan. • Bengkel harus memiliki tempat pembuangan sampah sementara (TPS) yang sesuai dengan jenis limbahnya. • Limbah berbahaya harus dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) limbah berbahaya yang telah mendapat izin dari pemerintah. 4. Pencegahan Kebakaran : • Bengkel harus dilengkapi dengan alat pemadam kebakaran yang memadai. • Pekerja bengkel harus dilatih tentang cara menggunakan alat pemadam kebakaran. • Bengkel harus memiliki prosedur untuk evakuasi jika terjadi kebakaran. Bahrul Riziq1, Muhammad Azmi Wibowo2, Riki Pebiyanto3, Riqki Dhifa Suprananda4, Alfan Baharuddin5 26 Jurnal Abdimas Transjaya (JAT) Vol. 3 No. 1, Halaman: 19 – 29, Bulan Mei, 2025 Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan ISSN xxxx-xxxx (Cetak) ISSN xxxx-xxxx (Online) Standar K3 bengkel PT Iron Bird Logistics Semarang 5. Bahan kimia dan berbahaya : • Bahan kimia dan berbahaya harus disimpan dengan aman dan terhindar. • Bahan kimia dan berbahaya harus diberi label yang jelas dan mudah dibaca. • Pekerja harus dilatih untuk menangani bahan kimia dan berbahaya dengan aman. 6. Keselamatan dan Kesehatan Kerja : • Pekerja bengkel harus menggunakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai dengan jenis pekerjaannya. • Pekerja bengkel harus dilatih tentang keselamatan dan kesehatan kerja. • Bengkel harus memiliki program kesehatan kerja untuk memantau kesehatan pekerja. • Bengkel harus memiliki prosedur untuk menangani kecelakaan kerja. DASAR HUKUM 1. Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. 2. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 15/PERMEN/M/IX/2018 tentang Tata Cara Pembinaan dan Pengawasan K3 di Tempat Kerja. 3. Peraturan Menteri Kesehatan No. 70 Tahun 2016 tentang Kesehatan Kerja 8. Sparepart dan tools tidak tertata dengan baik. Rekomendasi pengelompokan berdasarkan kategori yang baik, diantaranya : a. Pengkategorian berdasarkan fungsi atau jenis Sparepart Sistem Rem b. Pengkategorian berdasarkan perputaran ketersediaan Bahrul Riziq1, Muhammad Azmi Wibowo2, Riki Pebiyanto3, Riqki Dhifa Suprananda4, Alfan Baharuddin5 27 Jurnal Abdimas Transjaya (JAT) Vol. 3 No. 1, Halaman: 19 – 29, Bulan Mei, 2025 Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan ISSN xxxx-xxxx (Cetak) ISSN xxxx-xxxx (Online) c. Pengelolaan stok minimum dan maksimum d. Pencataan Manajemen Sparepart 9. Kebersihan lingkungan yang kurang bersih Rekomendasi 3 macam kegiatan dalam mengatasi lingkungan yang kurang bersih : Table IV. 8 Kegiatan Peduli Lingkungan Kegiatan Uraian Kegiatan Jumat Bersih Membersihkan lingkungan perusahaan secara menyeluruh. Dilaksanakan setiap minggu dari pukul 07.00 – 08.00. Sabtu Hijau Melakukan penanaman dan penghijauan lingkungan perusahaan. Dilaksanakan satu bulan satu kali. Minggu Sehat Kegiatan olahraga yang dimaksudkan untuk menyehatkan para pekerja. Dilaksanakan satu bulan satu kali dan di minggu yang sama dengan kegiatan Sabtu Hijau. KESIMPULAN Dalam menjalani Magang 2 di PT Iron Bird Logistics Semarang, Kami memberikan rekomendasi terhadap Sistem Manajemen Keselamatan Angkutan Umum dan Standar Operasional Prosedur. Dalam hal ini merupakan SMK PAU perusahaan yang meliputi 10 elemen yaitu : 1. Komitmen dan Kebijakan 2. Pengorganisasian 3. Manajemen Bahaya dan Risiko 4. Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan 5. Peningkatan Kompetensi dan Pelatihan 6. Dokumentasi dan Data 7. Tanggap Darurat 8. Pelaporan Kecelakaan Internal 9. Monitoring dan Evaluasi 10. Pengukuran Kinerja Standar Operasional Prosedur juga memberikan rekomendasi terhadap perusahaan yang diharapkan dapat diimplementasikan dalam perusahaan PT. Iron Bird Logistics Semarang. Bahrul Riziq1, Muhammad Azmi Wibowo2, Riki Pebiyanto3, Riqki Dhifa Suprananda4, Alfan Baharuddin5 28 Jurnal Abdimas Transjaya (JAT) Vol. 3 No. 1, Halaman: 19 – 29, Bulan Mei, 2025 Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan ISSN xxxx-xxxx (Cetak) ISSN xxxx-xxxx (Online) UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan Tegal yang telah memberikan dukungan finansial dan akademik selama pelaksanaan magang. Kami juga menyampaikan apresiasi kepada PT Iron Bird Logistics Semarang yang telah membuka akses untuk observasi dan wawancara. DAFTAR PUSTAKA Menteri Perhubungan Republik Indonesia. (2018) Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 85 Tahun 2018 tentang Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum . Jakarta: Kementerian Perhubungan RI. Peraturan Menteri Kesehatan No. 70 Tahun 2016 tentang Kesehatan Kerja. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 15/PERMEN/M/IX/2018 tentang Tata Cara Pembinaan dan Pengawasan K3 di Tempat Kerja. Jakarta: Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Lembaran Negara RI Tahun 2003 No. 39. Undang-Undang No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Lembaran Negara RI Tahun 2016 No. 157. Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Lembaran Negara RI Tahun 2009 No. 112. Undang-Undang No. 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja. Jakarta: Sekretariat Negara RI. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Jakarta: Sekretariat Negara RI. Bahrul Riziq1, Muhammad Azmi Wibowo2, Riki Pebiyanto3, Riqki Dhifa Suprananda4, Alfan Baharuddin5 29