e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 2. Nomor 1. Januari 2014 : 53 - 60 ISSN : 2337 - 3997 Pengaruh Persepsi Kualitas dan Citra Merek Terhadap Kepuasan Konsumen Mobil Toyota Avanza Di Kabupaten Pasaman Barat Eko Putra Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Yappas Pasaman Barat (Yappa. Jln. Pujarahayu Ophir, 26368. Email : eko_koe85@yahoo. Diterima 07 November 2013 Disetujui 30 Desember 2013 ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh persepsi kualitas dan citra merek terhadap keputusan Populasinya adalah semua konsumen Mobil Toyota Merek Avanza di Kabupaten Pasaman Barat dan sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 60 orang konsumen yang ditemui. Teknik pengambilan data adalah dengan kuisioner yang dikuantifisir dengan skala likert. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa semua variabel bebas berpengaruh positif terhadap variabel terikat. Dengan nilai konstanta () adalah 1,240 sedangkan nilai koefisien persepsi kualitas 0,451 dan citra merek 0,263 dan berdasarkan hasil analisis data dengan regresi linear berganda diketahui bahwa nilai R-squre sebesar 0,467. Uji f menunjukan kedua variabel indenpenden berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel dependen Kata Kunci : Persepsi Kualitas. Citra Merek. Keputusan Konsumen PENDAHULUAN Secara umum dapat dikatakan bahwa tujuan Dikeluarkannya dari perusahaan adalah memperoleh keuntungan Toyota tentunya ditujukan agar konsumennya yang maksimal, perkembangan yang dinamis serta memiliki kepuasan yang tinggi atas pemakaian kelansungan hidup perusahaan di masa yang akan Masalah kelangsungan hidup perusahaan meningkatkan volume penjualan mobil Toyota. di masa yang akan datang sangatlah esensial Berdasarkan data penulis dapatkan diketahui sekali terutama dalam situasi perekonomian saat bahwa jumlah penjualan Mobil Toyota merek ini, dunia usaha dihadapkan pada persaingan yang Avanza di Pasaman barat mengalami perubahan sangat tajam serta pasar yang semakin kompetitif, yang berfluktuasi setiap tahun. Adapun data dimana semakin banyaknya produsen yang terlibat penjualan mobil Toyota merek Avanza pada Astra dalam pemenuhan kebutuhan dan keinginan Cabang Kabupaten Pasaman Barat dapat dilihat konsumen, hal ini menyebabkan setiap perusahaan pada tabel berikut: Toyota harus menetapkan orientasinya pada kepuasan konsumen sebagai tujuan utamanya. e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 2. Nomor 1. Januari 2014 : 53 - 60 ISSN : 2337 - 3997 Tabel 1 Jumlah Penjualan Mobil Toyota Merek Avanza di Kabupaten Pasaman Barat Periode 2010-2012 Tahun Avanza Total Penjualan Toyota Persentase (%) Avanza Sumber data Intercom Padang Pada tabel 1 terlihat terjadi peningkatan dari Terjadinya penurunan persentase peningkatan total penjualan mobil Toyota merek Avanza dari volume penjualan mobil Toyota merek Avanza di tahun 2010 ke tahun 2011 yaitu sebesar 39. Kabupaten Pasaman Barat tahun 2011 disebabkan namun selanjutnya pda tahun 2011 penjualan karena turunya tingkat kepuasan konsumen kembali mengalami peningkatan sebesar 26,00%. terhadap mobil Toyota merek Avanza. Dari data di atas juga terlihat bahwa terjadi peningkatan volume penjualan Dari hasil pengamatan penulis dilapangan mobil Toyota terhadap 30 orang konsumen mobil Toyota merek merek Avanza di Kabupaten Pasaman Barat tiap Avanza di Kabupaten Pasaman Barat baik yang Hal ini merupakan indikasi bahwa memakai mobil baru maupun mobil bekas tingginya tingkat kepuasan konsumen terhapap mobil Toyota merek Avanza. Dari data diatas konsumen mempunyai tingkat kepuasan yang terlihat bahwa secara kuantitas volume penjualan rendah terhadap mobil Toyota merek Avanza. mengalami peningkatan tapi kalau dilihat dari Adapun rekapitulasi hasil observasi awal penulis persentase pertumbuhannya mengalami fluktuasi. dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 2 Fenomena Kepuasan Pelanggan Mobil Toyota Merek Avanza di Kabupaten Pasaman Barat Tidak Adanya kesesuaian dengan manfaat dari mobil Toyota merek Avanza Adanya kesesuaian mobil Toyota merek Avanza dengan kebutuhan konsumen Sumber: Hasil observasi awal Pernyataan Rendahnya kepuasan konsumen terhadap merek lain hal ini disebabkan karena mobil Toyota merek Avanza ini diperlihatkan kapasitas muatan mobil avanza yang adanya indikasi sebagai berikut: terbatas yaitu sebanyak delapan orang Konsumen di Kabupaten Pasaman Barat berpegian dalam jumlah yang banyak kesesuaian dengan manfaat dari mobil tidak bisa menggunakan mobil Toyota Toyota Merek Avanza sehingga hal ini merek Avanza. memicu konsumen untuk memakai mobil e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 2. Nomor 1. Januari 2014 : 53 - 60 Konsumen Kabupaten Pasaman Barat diharabkan (Rangkuti, 2. Persepsi terhadap kesesuaian mobil Toyota merek Avanza kualitas keseluruhan produk atau jasa dapat menentukan nilai produk atau jasa tersebut dan medan jalan di Kabupaten Pasaman Barat berpengaruh secara lansung kepada keputusan yang cukup sulit sedangkan konsumen pembelian konsumen dan kepuasan mereka pada harus menggunakan transportasi darat suatu produk. Persepsi kualitas yang positif akan menciptakan loyalitas terhadap produk tersebut. pakhirnya masyarakat lebih cendrung Jika persepsi kualitas pelanggan negatif, produk memakai mobil merek lain yang mampu tidak akan disukai dan tidak akan bertahan lama di mengarungi semua medan yang sulit. Sebaliknya jika persepsi kualitas produk Alasan penulis melakukan observasi awal positif, produk tersebut akan disukai konsumen ISSN : 2337 - 3997 terhadap 30 orang responden ini karena hanyalah (Tjiptono, 2. untuk mendapatkan data awal agar penulis Merek yang kuat merupakan suatu asset mengetahui tingkat kepuasan pelanggan terhadap yang berharga sehingga citra merek perlu mobil Toyota merek Avanza di Kabupaten dibangun dan dikelola dengan baik. Dalam Pasaman Barat. mengelola citra merek, para dealer mobil perlu Relatif konsumen terhadap mobil Toyota merek Avanza di Kabupaten Pasaman Barat tentunya disebabkan memprestasikan keseluruhan persepsi terhadap oleh banyak faktor. Penulis menduga faktir yang paling dominan adalah penyebab turunnya tingkat pengalaman masa lalu terhadap merek itu. Kotler kepuasan konsumen terhadap mobil Toyota merek dan Keller . mendefenisikan citra merek Avanza persepsi kualitas dan citra merek. sebagai gambaran total dari pikiran pelanggan Citra Penilaian konsumen produk atau jasa maupun publik terhadap produk atau merek. Jika biasanya didasarkan atau kualitas yang melekat pelanggan merasakan citra merek yang bagus pada produk atau jasa tersebut. Semakin tinggi maka niat berperilaku mereka adalah positif dan kualitas suatu produk atau jasanya tentunya berkeinginan untuk mengrekomendasikan mereka pelanggan akan mempersepsikan barang atau jasa tersebut kepada orang lain. tersebut mempunyai nilai yang tinngi. Persepsi Berdasarkan fenomena yang telah penulis kemukakan di atas maka penulis merasa tertarik terhadap kualitas suatu produk. Persepsi kualitas untuk melakukan penelitian dengan judul Au akan membentuk persepsi terhadap kualitas suatu Pengaruh Persepsi Kualitas dan Citra Merek produk dimata pelanggan. Persepsi akan kualitas Terhadap Kepuasan Konsumen adalah persepsi pelanggan terhadap keseluruhan Avanza Di Kabupaten Pasaman BaratAy. Mobil Toyota kualitas atau keunggulan suatu produk atau jasa e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 2. Nomor 1. Januari 2014 : 53 - 60 ISSN : 2337 - 3997 BAHAN DAN METODE pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan Objek Penelitian dengan accidental sampling, yaitu siapa saja Penelitian ini dilakukan terhadap seluruh konsumen Mobil Avanza yang kebetulan bertemu konsumen yang memakai mobil merek Avanza di peneliti di saat penyebaran kuisioner akan Kabupaten Pasaman barat. Yang bertujuan untuk dijadikan responden peneliti (Sekaran, 2. meneliti tentang kepuasan konsumen Mobil Sumber dan Metode Pengumpulan Data Toyota Merek Avanza di Kabupaten Pasaman Adapun dalam penelitian ini penulis Barat dan juga melihat gambaran mengenai menggunakan beberapa sumber data baik dalam pengaruh variabel bebas yakni variabel persepsi analisis data maupun kelengkapan informasi yang kualitas dan citra merek terhadap variabel terikat dibutuhkan dalam penelitian diantaranya sumber- yaitu kepuasan konsumen. sumber data tersebut adalah sumber data primer Populasi dan Sampel dan data sekunder. Teknik pengumpulan data Sebelum menarik sampel dari penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik ini maka penulis terlebih dahulu menentukan pengamatan dan angket. Pengujian Instrumen Dengan demikian yang menjadi populasi dalam Sebelum instrument digunakan untuk penelitian ini adalah seluruh konsumen mobil yang diperlukan maka Toyota Merek Avanza di Kabupaten Pasaman dilakukan terlebih dahulu pengujian instrument Barat. Menurut sekaran . menyatakan bahwa untuk mendapatkan butir-butir pernyataan yang pengambilan sampel dapat dilakukan berdasarkan sahih/valid dan handal/reliable secara empiris. jumlah variabel penelitian, dimana 10-20 kali Penyusunan Instrumen jumlah variabel penelitian. Dengan demikian pada Instrumen penelitian ini variabel adalah sebanyak 3 variabel berdasarkan indikator masing-masing variabel maka jumlah sampel minimal adalah pada dengan pedoman pada cara penyusunan butir penelitian ini yaitu berkisar antara 30-60 orang. angket yang baik, untuk melihat lebih jelas kisi- Pada penelitian ini penulis menetapkan jumlah kisi instrument penelitian penelitian ini dapa sampel sebanyak 60 orang responden. Teknik dilihat pada tabel 3 : Tabel 3. Kisi-kisi Instrumen Penelitian JenisVariabel Dimensi Sumber Jaminan Persepsi Kualitas (X. Identifikasi personal Del & Inlesias . Identifikasi sosial Kinerja merek Citra Merek (X. Cita sosial merek Lassar & A. Sharman . Nilai merek Kepuasan Konsumen Kesesuaian dengan manfaat (Y) Kesesuaian dengan kebutuhan Webrook dan Richard . e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 2. Nomor 1. Januari 2014 : 53 - 60 Uji Coba Instrumen ISSN : 2337 - 3997 Analisis Regresi Linear Berganda Uji instrument akan dilakukan terhadap Untuk menguji hipotesis yang telah 60 responden yaitu konsumen Mobil Avanza di ditetapkan di atas, dilakukan dengan analisis Kabupaten Pasaman barat, untuk mengetahui validitas dan reliabilitas instrument penelitian regressio. dengan metode OLS (Ordinary Least yang akan digunakan untuk mengumpulkan data Squar. Analisis dari masing-masing variabel penelitian. Alat yang digunakan untuk menguji validitas kuisioner pada variabel atau lebih, juga menunjukan arah penelitian ini adalah berdasarkan rumus koefisien hubungan antara variabel dependen dengan kolerasi product moment (Sugiyono, 2. ultiple Model OLS dimaksud adalah sebagai berikut: Y= a b1 X1 b2 X2 e Keterangan : Keterangan : = kepuasan konsumen r = Koefisien kolerasi product moment = konstanta x = Variabel bebas = koefisien regresi persepsi kualitas y = Variabel terikat = koefisien citra merek n = Jumlah responden = persepsi kualitas = citra merek syarat minimum untuk dianggap memenuhi syarat = komponen kesalahan random Sugiyono validitas r hitung > 0,3. Jadi, apabila diperoleh r hitung lebih besar dari 0,3 maka butir pernyataan dalam instrument penelitian dinyatakan valid. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Asumsi Klasik Tabel 4. Hasil Uji Normalitas Variabel Sig Alpha Keterangan Persepsi kualitas (X. Normal Citra Merek (X. 0,586 Normal Kepuasan Konsumen (Y) 0,539 Normal Sumber : Pengolahan Data Primer Dari tabel 4 diketahui bahwa signifikansi signifikan . dari variabel persepsi kualitas untuk variabel persepsi kualitas (X. sebesar (X. , citra merek (X. , dan kepuasan konsumen 0,431, variabel citra merek (X. sebesar 0,585, (Y) penelitian nilainya lebih besar dari tingkat variabel dan untuk variabel kepuasan konsumen signifikan ang digunakan pada penelitian ini ( (Y) sebesar 0,539. Ini berarti bahwa nilai e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 2. Nomor 1. Januari 2014 : 53 - 60 ISSN : 2337 - 3997 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa orthogonal adalah variabel bebas yang nilai variabel tersebut berdistribusi normal. korelasi antar sesama variabel bebas sama dengan Uji Multikoloritas Uji Multikolinearitas . Untuk multikolinearitas dalam model regregi dapat menghindari agar di antara variabel independen dilihat melalui VIF (Varians Inflation Facto. tidak berkorelasi sesamanya. Menurut Ghozali Bila angka tolerance > 1 atau nilai VIF > 10, . , model regresi yang baik seharusnya tidak maka terdapat gejala multikolinearitas. Hasil uji terjadi korelasi di antara variabel bebas. Jika multikolinearitas dapat dilihat pada tabel 5. variabel bebas saling berkorelasi, maka variabel- berikut ini : variabel tersebut tidak orthogonal. Variabel Tabel 5. Hasil Uji Multikolinearitas Variabel bebas Tolerance VIF Keterangan Persepsi kualitas (X. 0,399 1,007 Tidak ada multikolinearitas Citra Merek (X. 0,641 1,025 Tidak ada multikolinearitas Sumber : Pengolahan Data Primer Berdasarkan Hasil Analisis Regresi Linear Berganda berganda pada tabel 5 di atas, terlihat bahwa Analisis regresi linear berganda . ultiple semua variabel bebas dalam penelitian ini yaitu regression analysi. digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh beberapa variabel bebas tolerancenya tidak ada yang kecil dari 0,1 dan nilai VIF tidak ada yang besar dari 10. Nilai Analisis regresi berganda dalam penelitian ini tolerance persepsi kualitas 0,399 dan citra merek bertujuan untuk mengetahui seberapa besar 0,641. Hal yang sama juga terjadi pada nilai VIF, pengaruh variabel Kepemimpinan. Lingkungan dimana nilai VIF persepsi kualitas 1,007 dan citra Kerja dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja merek 1,025. Dengan demikian di antara variabel Pegawai. Hasil analisis regresi linear berganda dapat dilihat pada tabel 4. berikut ini : (Kuncoro. Tabel 5 . Ringkasan Hasil Analisis Regresi Linear Beganda Variabel independen Koefisien t hitung Sig Keterangan Konstanta 1,240 0,419 0,000 Persepsi kualitas (X. 0,451 1,078 0,001 Signifikan Citra Merek (X. 0,263 0,166 0,000 Signifikan Koefisien Korelasi (R) 0,539 Koefisien Determinan (R. 0,467 Nilai F 11,921 Signifikan F 0,000 Sumber : Pengolahan Data Primer e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 2. Nomor 1. Januari 2014 : 53 - 60 ISSN : 2337 - 3997 Tabel 5 memperlihatkan nilai konstanta Nilai t variabel citra merek sebesar 0,263 () adalah 1,240 sedangkan nilai koefisien dengan nilai signifikansi 0,000. Ini berarti bahwa persepsi kualitas 0,451 dan citra merek 0,263. nilai signifikan t lebih kecil dari alpha 5 % . ,005 Dengan demikian maka persamaan regresi linear < 0,. Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa berganda adalah : variabel citra merek secara parsial berpengaruh Y = a b1X1 b2X2 signifikan terhadap keputusan pelanggan Mobil Y = 1,240 0,451X1 0,263X2 Toyota Merek Avanza Koefisien di Kabupaten Pasaman Barat. Dengan demikian. Hipotesis 2 diterima. mengukur seberapa besar sumbangan variasi Berdasarkan variabel persepsi kualitas dan citra merek secara disimpulkan bahwa seluruh variabel bebas yang bersama-sama mempengaruhi variabel kinerja terdiri dari persepsi kualitas (X. , dan citra merek Avanza Mobil Kabupaten Toyota Merek (X. , mampu menjelaskan keputusan konsumen Pasaman Barat. (Y) secara signifikan. Berdasarkan hasil analisis data dengan regresi Uji F linear berganda diketahui bahwa nilai R-Square Untuk mengetahui apakah model regresi atau koefisien determinan adalah sebesar 0,467. sudah layak untuk menjawab hipotesis yang ada Hal ini menunjukkan bahwa besarnya persepsi ditentukan dengan besarnya tingkat nilai F dan kualitas dan citra merek terhadap keputusan signifikansi nilai F. Perhitungan ini dilakukan pelanggan Mobil Toyota Merek Avanza SPSS Kabupaten Pasaman Barat 46. 7 %. Sedangkan (Statistical Package for Social Scienc. Versi sisanya sebanyak 53. 3 % lagi dipengaruhi oleh 15,0. Menurut Singgih . , dasar pengambilan variabel bebas lainnya yang tidak diikutsertakan keputusan untuk pengujian hipotesis adalah : dalam penelitian ini. Jika signifikansi atau nilai probabilitas . < . maka terdapat pengaruh yang Uji t Untuk individu atau secara parsial dari masing-masing berarti dari variabel bebas terhadap variabel terikat. variabel bebas terhadap variabel terikat, dapat Jika signifikansi atau nilai probabilitas . dilihat dari nilai t dan tingkat signifikansi yang > . maka terdapat pengaruh ang Dari tabel 5 , terlihat bahwa nilai t variabel berarti dari variabel bebas terhadap persepsi kualitas sebesar 0,451 dengan nilai variabel terikat. bahwa nilai Dari hasil analisis data pada tabel 5, signifikan t lebih kecil dari alpha 5 % . ,000 < diperoleh nilai F sebesar 11. 921 dengan tingkat 0,. Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa signifikan sebesar 0,000. Ini berarti bahwa nilai signifikan F lebih kecil dari alpha 5 % . ,000 < 0,. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa 0,001. Ini pelanggan Mobil Toyota Merek Avanza model regresi yang ada sudah baik dan layak Kabupaten Pasaman Barat. Hipotesis 1 diterima. digunakan dalam penelitian ini. Dengan kata lain bahwa variabel bebas . ersepsi kualitas dan citra e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 2. Nomor 1. Januari 2014 : 53 - 60 bersama-sama ISSN : 2337 - 3997 Sekaran. Uma. Research Methods for mampu menjelaskan secara signifikan variabel Bisiness a Skill Building Approach. eputusan konsume. Second Edition. John Wiley & sons. Inc. New York. Chichester. Bresbane. Toronto. Singapure. KESIMPULAN Persepsi kualitas berpengaruh signifikan positif terhadap keputusan pelanggan Mobil Toyota Merek Avanza di Kabupaten Pasaman Tjiptono. Fandy. Strategy Bisnis . Edisi Pertama. Yogyakarta: Penerbit Andi Webrook. Robert A dan Richard L. Oliver. Barat. Artinya semakin baik persepsi kualitas Development Better mobil Avanza akan semakin tinggi pula tingkat Constumer Satisfaction: keputusan konsumen terhadap pembelian mobil Preliminary Result. In Advance in Avanza di Kabupaten Pasaman Barat. Citra merek Costumer Research 94-99. Measuring Some Artinya semakin baik citra merek mobil avanza, maka akan semakin tinggi tingkat kepuasan konsumen terhadap mobil Avanza di Kabupaten Pasaman Barat. UCAPAN TERIMAKASIH Penulis kepada Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yayasan Pendidikan Pasaman serta semua pihak yang membantu dalam penyelesaian penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA