GENTA MULIA Volume XII No. Januari 2021 Page : 62-73 ISSN: 2301-6671 PENGARUH PELAKSANAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SD INPRES KASSI-KASSI KOTA MAKASSAR Hamna. Muh. Khaerul Ummah BK. Universitas Madako Tolitoli. Jl. Umada. Kec. Tambun. Kab. Tolitoli 94516. Email: anhahamna70@gmail. Universitas Madako Tolitoli. Jl. Umada. Kec. Tambun. Kab. Tolitoli 94516. Email: muhkhaerulummahbk27@gmail. Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengatahui pengaruh pelaksanaan model kooperatif tipe Jigsaw terhadap hasil belajar matematika siswa yang dianalisis dengan menggunakan pendekatan kuantitatif quasi experimental design dengan model desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi yang diamati dalam penelitian ini berjumlah 57 orang siswa yang diambil dari kelas VA dan VB SD Inpres Kassi-Kassi Kota Makassar. Sedangkan, sampelnya berjumlah 50 orang siswa yang ditetapkan secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: . Pelaksanaan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dalam pembelajaran matematika siswa kelas V SD Inpres Kassi-Kassi Kota Makassar dilaksanakan melalui sembilan tahapan pembelajaran dan terlaksana dengan baik sebab dalam prosesnya terjadi peningkatan proses pembelajaran secara berkelanjutan pada pertemuan I sampai pada pertemuan IV. Hasil belajar matematika siswa sebelum diajar melalui pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw maupun yang belum diajar dengan cara pembelajaran lainnya masing-masing mencapai kualifikasi penilaian yang tidak memuaskan. Sementara hasil belajar siswa setelah diajar melalui pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw mengalami peningkatan hasil belajar dengan kualifikasi sangat memuaskan. Begitupula hasil belajar matematika siswa setelah diajar dengan cara pembelajaran lainnya juga mengalami peningkatan hasil belajar, namun peningkatan hasil belajarnya berada pada kualifikasi kurang memuaskan. Pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SD Inpres KassiKassi Kota Makassar. Kata-kata kunci: Kooperatif Jigsaw. Hasil Belajar Matematika Fathani . memahami ada karakteristik PENDAHULUAN Beranjak pada suatu polemik terkait yang paling menonjol dari disiplin keilmuan permasalahan pendidikan di Indonesia saat ini matematika ini sehingga wajar jika sering yang berimplikasi pada kekurang-bermutuan dipandang sebagai mata pelajaran yang sulit suatu proses pembelajaran, tentu permasalahan bagi siswa, seperti karena objek kajiannya ini tidak terlepas dari peran guru sebagai yang abstrak dan didasari pada hasil proses perhitungan atau pengukuran terhadap objek menjalankan kegiatan pembelajaran utamanya yang berlangsung dalam lingkup sekolah yang riil. Melihat kondisi realitas pembelajaran formal seperti di ranah pendidikan sekolah berangkat dari perspektif kebanyakan siswa Salah satu masalah pembelajaran yang masih dipandangnya sebagai salah satu mata sering dijumpai di sekolah dasar adalah pelajaran yang sulit dan cenderung akan rendahnya hasil belajar matematika siswa. dihindari oleh siswa. Pandangan-pandangan GENTA MULIA Volume XII No. Januari 2021 Page : 62-73 ISSN: 2301-6671 semacam ini tentu dapat memengaruhi sikap dalam kelompok belajar siswa (Suprijono, dan mental siswa, yang tentu saja dapat 2. , sehingga dengan prinsip pembelajaran mengakibatkan pemahaman konsep siswa seperti itu akan terbangun pengalaman belajar terhadap mata pelajaran matematika semakin siswa (Huda, 2016. , minat dan semangat kooperatif-edukatif siswa yang pada akhirnya dalam pencapaian hasil belajarnya. dapat meningkatkan hasil belajar matematika Sebagaimana yang terjadi di SD Inpres Kassi-Kassi belajarnya (Priansa, 2. Senada yang sekolah yang terletak di Jln. Pinang Kelurahan dikemukakan oleh Muhsin . bahwa salah Kassi-Kassi Kota satu orientasi dari implementasi suatu model Makassar sekaligus menjadi lokasi penelitian pembelajaran adalah untuk meningkatkan hasil ini, ditemukan khususnya pada kelas VA dan belajar siswa. Untuk itu. Mulyasa . kelas VB dengan melihat hasil belajar matematika siswa termasuk dalam kategori dikatakan sukses ialah aktivitas pembelajaran hasil belajar rendah. Hal ini dapat dilihat dari yang senantiasa menuntut kreativitas guru capaian hasil belajar nilai matematika siswa dalam memancing semangat belajar siswa. Kecamatan siswa termasuk dapat meningkatkan motivasi Rappocini pada semester I tahun ajaran 2019/2020 dari Berdasarkan kenyataan pembelajaran jumlah keseluruhan siswa 47 orang. Dari di sekolah tersebut, peneliti tertarik untuk capaian hasil belajar tersebut, ditemukan ada melakukan penelitian dengan judul AuPengaruh sebanyak 20 orang siswa yang telah mencapai Pelaksanaan Model Pembelajaran Kooperatif nilai KKM dan 27 siswa lainnya masih berada tipe Jigsaw terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa SD Inpres Kassi-Kassi Kota MakassarAy. distandarkan oleh sekolah. Olehnya itu, dalam Dengan harapan agar pelaksanaan model menyikapi permasalahan tersebut yakni dapat pembelajaran tersebut dapat menjadi solusi dilakukan dengan menghadirkan penerapan penanganan masalah terhadap rendahnya hasil model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw belajar matematika siswa di sekolah dasar. dalam kegiatan pembelajarannya. Dengan Merujuk pada pemaparan latar belakang alasan bahwa dengan menerapkan model masalah ini pula, dapat dirumuskan beberapa pembelajaran ini dapat membuat siswa aktif rumusan masalah sebagaimana berikut ini. dalam belajar di samping mendorong jiwa Bagaimanakah KKM kemandirian siswa, juga dapat mendorong model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw sikap kooperatifnya dalam belajar (Huda, dalam pembelajaran matematika siswa 2016. karena salah satu prinsip pembelajaran kelas V di SD Inpres Kassi-Kassi Kota yang ditekankan dalam penerapannya adalah Makassar? menanamkan nilai kerjasama . roses sosia. GENTA MULIA Volume XII No. Januari 2021 Page : 62-73 Bagaimanakah ISSN: 2301-6671 matematika siswa kelas V di SD Inpres perlakuan untuk melaksanakan pembelajaran Kassi-Kassi Kota Makassar? dengan model pembelajaran kooperatif tipe Apakah pelaksanaan model pembelajaran Jigsaw Jigsaw. Pada Experimental Design Quasi Nonequivalent terhadap hasil belajar matematika siswa Control Group Design, pada kelompok kontrol kelas V di SD Inpres Kassi-Kassi Kota diadakan pretest dan posttest. Sedangkan, pada Makassar. kelompok eksperimen juga diadakan pretest METODE Jenis penelitian yang digunakan dalam penilitian ini adalah Quasi Experimental pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan terakhir diberikan posttest (Sugiyono, 2. Design dan termasuk jenis penelitian yang Variabel dalam penelitian ini meliputi bersifat kuantitatif. Bentuk desain eksperimen variabel independent (X) yaitu pelaksanaan ini merupakan pengembangan dari True model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw Experimental Design. dan variabel dependent (Y) yaitu hasil belajar True matematika siswa. Adapun jumlah anggota Experimental Design yakni pada penetapan populasi dalam penelitian ini yaitu 57 orang kelompok kelas kontrol dan kelompok kelas siswa yang diambil dari keseluruhan siswa eksperimen tidak ditentukan secara acak kelas V SD Inpres Kassi-Kassi Kota Makassar . andom yang tergabung kedalam dua rombongan kelas penelitiannya adalah Nonequivalent Control yaitu kelas VA dengan anggota populasi kelas Group Design. Desain penelitian ini menurut berjumlah 29 orang siswa dan kelas VB Sugiyono . hampir sama dengan pretest- posttest control group design pada desain sampelnya berjumlah 50 orang siswa . siswa penelitian True Experimental Design, hanya untuk kelas eksperimen dan 25 siswa untuk saja pada desain penelitiannya, baik pada purposive dengan tetap menggunakan rumus Hanya Sementara kontrol tidak dipilih secara acak . Perlu Sedangkan. Slovin untuk menentukan jumlah ukuran anggota sampel dari masing-masing anggota kelompok kelas kontrol adalah kelompok kelas populasi kelas pada kelas eksperimen dan kelas kontrol penelitian ini. melaksanakan pembelajaran dengan model Sedangkan. Jigsaw. Dipilihnya teknik sampling secara pertimbangan tertentu seperti anggota populasi GENTA MULIA Volume XII No. Januari 2021 Page : 62-73 ISSN: 2301-6671 yang tergabung dari dua rombongan kelas VA dan aspek belajar siswa berdasarkan langkah- dan VB sama-sama bukan kelas unggulan langkah dari pelaksanaan model pembelajaran termasuk pula dari aspek tenaga pengajar, baik kooperatif tipe Jigsaw yang terdapat pada kelas VA maupun kelas VB masing-masing Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berdedikasi sebagai tenaga pengajar yang telah yang dibuat sesuai hasil validasi oleh dua tersertifikasi dengan latar belakang pendidikan orang validator ahli. terakhir yaitu strata satu (S-. Oleh karena Instrumen tes hasil belajar tidak adanya perbedaan tersebut, sehingga Tes hasil belajar matematika yang dapat ditetapkan kelas VA sebagai kelas digunakan dalam penelitian ini diperuntukkan eksperimen dan kelas VB sebagai kelas bagi anggota sampel kelas eksperimen dan kontrol atau dapat pula ditetapkan sebaliknya juga bagi anggota sampel dari kelas kontrol. yaitu kelas VA sebagai kelas kontrol dan kelas Penggunaan tes hasil belajar matematika ini VB sebagai kelas eksperimen. Namun dalam dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana kegiatan penelitian ini, peneliti menetapkan tingkat kemampuan belajar yang dicapai oleh kelas VB sebagai kelas eksperimen dan kelas VA sebagai kelas kontrol. matematika di kelasnya masing-masing. Instrumen penelitian yang digunakan Tes yang diberikan kepada siswa dalam penelitian ini terdiri atas dua yaitu diberikan dalam bentuk soal-soal yang ruang pedoman lembar observasi dan tes hasil belajar lingkupnya disesuaikan dengan materi ajar yang digunakan oleh peneliti sebagai alat matematika yang diajarkannya dan nantinya belajarnya berdasarkan hasil dari pemberian Lembar pedoman observasi tes yang dikerjakannya tersebut. Instrumen penelitian berupa pedoman Sebelum intrumen tes hasil belajar ini observasi yang digunakan dirancang dalam digunakan dalam pengambilan data terlebih bentuk lembar pengamatan yang berkaitan dahulu akan divalidasi oleh dua validator ahli dan selanjutnya dilakukan uji coba butir soal kooperatif tipe Jigsaw yang peruntukannya di SD Inpres Kassi-Kassi I Kota Makassar yang peruntukannya untuk mengukur tingkat keterlaksanaan model pembelajaran tersebut realibilitas butir soal termasuk pula untuk pada saat pembelajaran berlangsung untuk setiap tahapan pelaksanaan pembelajarannya. diberikan dengan tujuan pembelajarannya Butir-butir instrumen yang diukur berikut ditinjau dari aspek ketepatan jumlah pada lembar observasi ini mengacu pada soal dan terpenting lagi dilihat dari tingkat indikator pengamatan aspek mengajar guru kebenaran konsep yang digunakan. GENTA MULIA Volume XII No. Januari 2021 Page : 62-73 . Uji validitasi instrumen tes hasil belajar dan perangkat pembelajaran ISSN: 2301-6671 bahwa dari 25 item soal yang diujikan terdapat tiga item soal yang gugur atau tidak valid yaitu Pengujian validitas instrumen tes hasil soal 15, 16 dan 20, sehingga ketiga soal belajar dalam penelitian ini terlebih dahulu tersebut nantinya tidak dimasukkan untuk akan divalidasi oleh dua orang validator ahli pengujian tes hasil belajar pretest dan posttest yang mumpuni dalam bidang matematika siswa pada kelas eksperimen dan juga pada untuk mengukur tingkat kesahihan suatu kelas kontrol di SD Inpres Kassi-Kassi Kota instrumen secara konstruk . onstruct validit. Makassar atau yang menjadi lokasi penelitian maupun isi . ontent validit. Sesuai hasil pengujian tingkat validitas . Uji realibilitas instrumen tes hasil belajar instrumen tes hasil belajar dan instrumen Pengukuran perangkat pembelajaran yang dilakukan oleh instrumen tes hasil belajar dilakukan untuk kedua validator ahli tersebut, dapat dinyatakan bahwa instrumen yang digunakan dalam kekonsistensian suatu instrumen dalam artian penelitian ini masing-masing memiliki tingkat bahwa instrumen pengumpulan data yang kevaliditasan dengan kriteria penilaian yang digunakan menunjukkan hasil yang sama valid atau dengan kata lain bahwa semua meskipun pengukurannya dilakukan secara instrumen yang digunakan layak digunakan berulang-ulang ataukah dilakukan oleh orang dalam kegiatan penelitian. Adapun setting uji coba lapangan Pada penelitian ini, tingkat realibilitas untuk instrumen tes hasil belajar dilakukan di intrumen tes hasil belajar diukur menggunakan SD Inpres Kassi-Kassi 1 Kota Makassar. teknik statistika CronbachAos Alpha dengan Dipilihnya sekolah ini untuk lokasi uji coba pengolahan data Reliability Analysis yang ada lapangan dikarenakan sekolah tersebut berada pada program SPSS 23. 0 for Windows. Sesuai di lokasi sekolah yang sama . atu ata. dengan hasil pengujian tingkat realibilitas instrumen SD Inpres Kassi-Kassi Kota Makassar dan tes hasil belajar menunjukkan bahwa hasil hanya memiliki satu tingkatan kelas untuk ujinya menunjukkan koefisien CronbachAos kelas V SD . elas non parale. yang berbeda Alpha sebesar 0. Oleh karena r-hitung dengan lokasi penelitian ini yaitu SD Inpres Kassi-Kassi Kota Makassar yang memiliki dua dinyatakan bahwa instrumen tes hasil belajar kelas untuk tingkatan kelas V SD . elas yang digunakan bersifat reliabel dan tingkat parale. dan berdasarkan hasil uji coba kekuatan realibilitasnya setelah dilakukan uji lapangan untuk instrumen tes hasil belajar coba lapangan . aliditas empiri. adalah yang telah diujicobakan pada siswa kelas V sangat reliabel (Siregar, 2. r-tabel . , sehingga dapat SD Inpres Kassi-Kassi 1 Kota Makassar GENTA MULIA Volume XII No. Januari 2021 Page : 62-73 ISSN: 2301-6671 Adapun teknik analisis data yang banyak model pembelajaran yang menekankan digunakan adalah analisis statistik deskriptif prinsip interaktif-edukatif dan menekankan terdiri dari nilai skor rata-rata, nilai minimum pada penciptaan pengalaman belajar melalui dan nilai maksimum serta gain score yang pemodelan perilaku tertentu sekaligus dapat peruntukannya untuk menganalisis data yang berhubungan dengan keterlaksanaan model domain kemampuan belajarnya atas usaha pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw yang mereka sendiri secara kooperatif-beredukasi. diterapkan dalam pembelajaran matematika Sebagaimana dalam penelitian ini, siswa dan juga data-data yang berhubungan pelaksanaan model pembelajaran kooperatif dengan hasil belajar matematika siswa. Selain tipe Jigsaw dilaksanakan dengan berpedoman analisis statistik deskriptif juga dianalisis secara statistik inferensial yang diawali dengan melakukan uji prasyarat analisis berdasarkan Hartono . dan Majid . yaitu diawali dengan: . penyampaian tujuan pembelajaran. homogenitas data dan oleh karena yang diuji . membangkitkan motivasi belajar siswa. prasyaratkan telah terpenuhi sehingga dipilih mengorganisasikan siswa kedalam beberapa pengujian hipotesis berdasarkan pengujian kelompok belajar secara heterogen dalam hal independent sample t-test untuk menguji wawasan pengetahuan yang dimiliki siswa dan perbedaan nilai hasil belajar matematika siswa kelompok heterogen ini nantinya dinamai sebagai kelompok asal. memberikan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan . hasil belajar siswa yang diajar dengan cara pembentukan kelompok ahli yang anggota- pembelajaran lainnya. Dan berdasarkan hasil anggotanya berasal dari perwakilan setiap uji perbedaan tersebut . ndependent sample t- tes. dapat diketahui ada pengaruh pelaksanaan dilanjutkan dengan tahap pelaporan hasil model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pengerjaan tugas dari kelompok ahli ke terhadap hasil belajar matematika siswa kelas kelompok asalnya. melakukan diskusi V SD Inpres Kassi-Kassi Kota Makassar. bersama dengan kelompok asalnya terkait langkah-langkah . tugas-tugas yang telah dikerjakannya ketika HASIL DAN PEMBAHASAN bersama dengan kelompok ahlinya. guru menunjuk perwakilan kelompok asal untuk Gambaran pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dalam pembelajaran matematika siswa kelas V di SD Inpres Kassi-Kassi Kota Makassar Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw merupakan salah satu dari sekian pengerjaan tugas-tugas yang telah mereka pelajari bersama. dan pada tahapan terakhir . diakhiri dengan guru memberikan apresiasi kepada setiap kelompok belajar siswa. GENTA MULIA Volume XII No. Januari 2021 Page : 62-73 ISSN: 2301-6671 Perlu diterangkan bahwa salah satu Pertemuan Persentase (%) Kategori 79,17 % Baik 83,33 % Baik 91,67 % Baik 95,83 % Baik 87,50 % Baik Pertemuan Pertemuan Pertemuan i Pertemuan Rata-Rata pembelajaran Jigsaw ini sebagaimana menurut Jufri . yakni menghasilkan dua aktivitas kelompok belajar yaitu kelompok asal dan kelompok ahli, dan tiap-tiap anggota suatu kelompok . elompok asa. akan menjadi ahli didalam menguasai sub materi ajar tertentu. Begitu pula yang dijelaskan oleh Muliawan Sesuai data hasil penelitian yang . model pembelajaran Jigsaw atau diperlihatkan pada tabel 1 dan tabel 2 di atas, disebut juga dengan Model Tim Ahli adalah baik dari aspek mengajar guru dan aspek belajar siswa diyakini dapat berdampak positif perhatian pada kemampuan penguasaan materi pada hasil belajar matematika siswa menjadi pelajaran tertentu secara spesifik. Di samping itu, agar siswa dapat menuntaskan topik materi yang dipelajarinya sampai mereka menjadi pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Relevan ahli dengan menggunakan pendekatan tutor sebaya (Riyanto, 2. implementasi model pembelajaran yang tepat Adapun diperoleh data terkait aktivitas mengajar guru Sani pengorganisasian proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu. dan aktivitas belajar siswa. Seperti yang disajikan dalam tabel 1 dan tabel 2 berikut. Tabel 1. Data Hasil Observasi Aktivitas Mengajar Guru Pertemuan Pertemuan Pertemuan Pertemuan i Pertemuan Rata-Rata Persentase (%) Kategori 73,33 % Baik 86,67 % Baik 90,00 % Baik 93,33 % Baik 85,83 % Baik Tabel 2. Data Hasil Observasi Aktivitas Gambaran hasil belajar matematika siswa kelas V SD Inpres Kassi-Kassi Kota Makassar Gambaran hasil Tabel 3. Data Hasil Belajar Pretest Matematika Siswa Kelas Eksperimen Tingkat Penguasaan Hasil Belajar Pretest Persentase Frekuensi (%) Kualifikasi 80 ke atas Sangat Memuaskan 70 Ae 79 Memuaskan Cukup Memuaskan 60 Ae 69 Belajar Siswa GENTA MULIA Volume XII No. Januari 2021 Page : 62-73 50 Ae 59 49 ke bawah Jumlah ISSN: 2301-6671 Kurang Memuaskan Tidak Memuaskan 60 Ae 69 50 Ae 59 49 ke Cukup Memuask Kurang Memuask Tidak Memuask atas, menunjukkan Data ini menunjukkan bahwa hasil belajar pretest matematika siswa pada kelas eksperimen cenderung berada pada kualifikasi penilaian Autidak memuaskanAy yang disebabkan Jumlah Pada oleh banyaknya siswa yaitu 19 orang siswa dengan persentase 76% yang memeroleh skor gambaran hasil belajar pretest matematika tes hasil belajar dengan tingkat penguasaan 0 siswa pada kelas kontrol cenderung berada pada kualifikasi penilaian Autidak memuaskanAy pembelajarannya belum diberikan perlakuan yang disebabkan oleh banyaknya siswa yaitu 20 orang siswa dengan persentase 80% yang kooperatif tipe Jigsaw. Dikatakan oleh Susanto memeroleh skor tes hasil belajar dengan . bahwa ada dua hal yang menjadi tingkat penguasaan 0 sampai 49 yang apabila faktor-faktor yang dapat memengaruhi hasil belajar siswa yakni siswa itu sendiri dan pelaksanaan model pembelajaran kooperatif lingkungan yang didesain melalui penerapan tipe Jigsaw. Dijelaskan oleh James (Uno, model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw 2012:. bahwa tugas dan peran guru antara lain yaitu menguasai dan mengembangkan Melalui peningkatan hasil belajar siswa pada bidang materi ajar matematika yang dipelajari oleh menyiapkan pelajaran setiap hari, mengontrol dan mengevaluasi kegiatan siswa terutama berkaitan dengan pemilihan model-model Gambaran hasil matematika siswa pada kelas kontrol Tabel 4. Data Hasil Belajar Pretest Matematika Siswa Kelas Kontrol Hasil Belajar Tingkat Pretest Kualifika Penguasa Frekuen Persenta se (%) Sangat 80 ke atas Memuask 70 Ae 79 Memuask Dengan proses pembelajaran akan variatif, inovatif dan konstruktif dalam merekonstruksi wawasan pengetahuan dan implementasinya sehingga dapat meningkatkan aktivitas dan kreatifitas siswa termasuk hasil belajar siswanya. GENTA MULIA Volume XII No. Januari 2021 Page : 62-73 ISSN: 2301-6671 Gambaran hasil belajar posttest Tabel 5. Data Hasil Belajar Posttest Matematika Siswa Kelas Eksperimen Tingkat Penguasa Hasil Belajar Posttest Frekuen Persentas e (%) 80 ke atas 70 Ae 79 60 Ae 69 50 Ae 59 49 ke Kualifikasi Sangat Memuaskan Memuaskan Cukup Memuaskan Kurang Memuask Tidak Memuask Jumlah Tabel 6. Data Hasil Belajar Posttest Matematika Siswa Kelas Kontrol Tingkat Penguasa Hasil Belajar Posttest Frekue Persenta se (%) 80 ke atas 70 Ae 79 60 Ae 69 50 Ae 59 49 ke Jumlah Kualifikasi Sangat Memuaskan Memuaskan Cukup Memuaskan Kurang Memuas Tidak Memuas Merujuk pada data tabel 6 di atas, menunjukkan gambaran hasil belajar posttest Sebagaimana data tabel 5 di atas, menunjukkan gambaran hasil belajar posttest cenderung berada pada kualifikasi penilaian matematika siswa pada kelas eksperimen Aukurang memuaskanAy dikarenakan banyaknya cenderung berada pada kualifikasi penilaian siswa yaitu 7 orang siswa dengan persentase Ausangat memuaskanAy dikarenakan banyaknya 28% yang memeroleh skor tes hasil belajar siswa yaitu 13 orang siswa dengan persentase dengan tingkat penguasaan 50 sampai 59. 52% yang memeroleh skor tes hasil belajar Penggambaran ini juga menunjukkan dengan tingkat penguasaan 80 sampai 100. Hal bahwa telah terjadi peningkatan hasil belajar matematika siswa pada kelas kontrol meskipun peningkatan hasil belajar matematika siswa dalam proses pembelajarannya tidak diberikan yang apabila dalam proses pembelajarannya telah diberikan perlakuan berupa pelaksanaan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Hanya model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. saja, peningkatan hasil belajarnya tidak terjadi Relevan dengan yang telah dikemukakan oleh secara signifikan yang apabila dibandingkan Rusman . bahwa penerapan model dengan peningkatan hasil belajar posttest kooperatif tipe Jigsaw di samping dapat matematika siswa pada kelas eksperimen. membantu siswa dalam meningkatkan daya ingatnya juga Diungkapkan oleh Trianto . bahwa masalah utama dalam pembelajaran pada pendidikan formal . dewasa ini adalah masih rendahnya daya serap peserta Gambaran hasil belajar posttest matematika siswa pada kelas kontrol Hal ini tampak dari rerata hasil belajar GENTA MULIA Volume XII No. Januari 2021 Page : 62-73 ISSN: 2301-6671 peserta didik yang senantiasa masih sangat tipe Jigsaw pada pembelajaran matematika siswa kelas V SD Inpres Kassi-Kassi Kota Prestasi merupakan hasil kondisi pembelajaran yang Adapun sesuai perolehan nilai gain menyentuh ranah dimensi peserta didik itu score atau berdasarkan selisih perbedaan nilai sendiri, yaitu bagaimana sebenarnya belajar itu rata-rata peningkatan hasil belajar matematika . elajar untuk belaja. Dalam arti yang lebih siswa dimana pada kelas eksperimen rata-rata substansial bahwa proses pembelajaran hingga penilaian gain score-nya adalah 0,647 yang dewasa ini masih memberikan dominasi guru dan tidak memberikan akses bagi anak didik untuk berkembang secara mandiri melalui Sedangkan, rata-rata penilaian gain score penemuan dalam proses berpikirnya. Dan untuk kelas kontrol adalah 0,364 dengan mungkin factor dominasi mengajar inilah kategorisasi penilaian juga berada dalam Makassar. meningkatnya hasil belajar siswa. AusedangAy. Meski AusedangAy. masing-masing perolehan nilai gain score-nya berada dalam kategori AusedangAy namun dilihat dari selisih gain score untuk kelas eksperimen dan kelas pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw kontrol sebesar 7,076 yang diperoleh dari terhadap hasil belajar matematika 16,176 Ae 9,100 = 7,076 yang berarti bahwa siswa kelas V di SD Inpres Kassi-Kassi selisih gain score tersebut bermakna positif Kota Makassar dalam artian bahwa peningkatan hasil belajar Pengaruh Sesuai hasil uji hipotesis statistik matematika siswa pada kelas eksperimen jauh Independent Sample T-Test yang ditunjukkan lebih baik dibandingkan dengan peningkatan pada data output SPSS 23. 0 for Windows tabel hasil belajar matematika siswa pada kelas Independent Samples Test diketahui dari hasil data output pengujian tersebut untuk nilai ttabel-nya adalah -4,722 sementara nilai thitung -1,677. Berdasarkan KESIMPULAN Pelaksanaan perolehan t-hitung dan t-tabel . -taile. dapat kooperatif tipe Jigsaw berpengaruh terhadap diketahui bahwa nilai t-hitung (-4,. hasil belajar matematika siswa kelas V SD Inpres Kassi-Kassi Kota Makassar. Sebab disimpulkan bahwa Ho ditolak yang berarti berdasarkan hasil temuan penelitiannya, dapat ada perbedaan hasil belajar matematika siswa diterangkan bahwa hasil belajar matematika siswa kelas V SD Inpres Kassi-Kassi Kota pelaksanaan model pembelajaran kooperatif Makassar sebelum diajar melalui pelaksanaan (-1,. GENTA MULIA Volume XII No. Januari 2021 Page : 62-73 ISSN: 2301-6671 model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw maupun yang belum diajar dengan cara pembelajaran lainnya masing-masing hanya mencapai kualifikasi penilaian yang tidak pembelajaran tersebut. Adapun untuk hasil belajar Bagi Hendaknya matematika siswa setelah diajar melalui pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw mengalami peningkatan hasil termasuk dapat membangun semangat Jigsaw penilaian sangat memuaskan. Sedangkan, hasil kooperatif-edukatif belajar matematika siswa setelah diajar dengan cara pembelajaran lainnya juga mengalami yang membutuhkan kerjasama kelompok peningkatan hasil belajar matematika, hanya secara edukatif. saja peningkatan hasil belajarnya berada pada tugas-tugas Bagi sekolah yang kedudukannya sebagai kualifikasi penilaian yang kurang memuaskan. pelaksana kegiatan belajar di sekolah. Adapun pada aspek keterlaksanaan proses hendaknya mempertimbangkan beberapa pembelajarannya, pada kelas yang menerapkan alternatif kegiatan pembelajaran yang penerapan model kooperatif Jigsaw yang dapat dilaksanakan dalam meningkatkan dilihat pada aspek mengajar guru dan belajar kualitas kegiatan pembelajaran di sekolah siswa lebih mempengaruhi peningkatan hasil belajar siswa dibandingkan kelas yang tidak dimaksudkan tersebut. Jigsaw dalam aktivitas pembelajaran di sekolah. SARAN DAFTAR PUSTAKA