METODE STUDI HADIS TALL DAN IMPLEMENTASINYA Amrulloh Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum. Jombang. Indonesia amrulloh985@gmail. Abstrak Rumusan metode dan tahapan studi hadis taull yang bersifat praktis dan operasional dibutuhkan terutama dalam ranah Studi Hadis yang bersifat ilmiah-akademik. Rumusan metode dan tahapan itu diharapkan bisa memberi ketidakkomprehensifan, dan ketidaktuntasan studi hadis taull yang beredar. Tujuan tulisan ini ada dua. Pertama, merumuskan metode dan tahapan studi hadis taull yang bersifat praktis dan operasional, terutama untuk diimplementasikan pada kajian hadis yang bersifat ilmiah-akademik. Kedua, mengimplementasikan metode dan tahapan studi hadis taull pada hadis AualdunyA sijn al-muAomin wa-jannat al-kAfir. Ay Dengan menerapkan metode dan pendekatan Ilmu Hadis, tulisan ini menyimpulkan dua hal. Pertama, studi hadis taull adalah kegiatan mengupas tuntas satu hadis tertentu yang mencakup analisis eksternal dan analisis internal. Kedua, rumusan metode dan tahapan studi hadis taull itu bisa memastikan kehujahan hadis AualdunyA sijn al-muAomin wa-jannat al-kAfirAy dan kandungan maknanya. Kata Kunci: hadis taull, metodologi penelitian hadis, kritik hadis 201 iC Amrulloh Ae METODE STUDI Abstract The formulation of methods and stages of taull hadith studies that are practical and operational are needed, especially in the realm of scientificacademic Hadith Studies. The formulation of the methods and stages is expected to be able to contribute and provide solutions to the problems of incompleteness, incompleteness, and incompleteness of the common taull hadith studies. The purpose of this paper is twofold. First, formulate methods and stages of taull hadith studies that are practical and operational, especially to be implemented in scientific-academic hadith studies. Second, implementing the methods and stages of taull hadith studies on the hadith "al-dunyA sijn al-mu'min wa-jannat al-kAfir. " By applying the methods and approaches of Hadith, this paper concludes two things. First, the study of taull hadith is an activity to thoroughly explore one particular hadith which includes external analysis and internal analysis. Second, the formulation of the method and stages of studying the taull hadith can confirm the authenticity of the hadith "al-dunyA sijn al-mu'min wa-jannat al-kAfir" and its meaning. Keyword: Hadith taull, hadith research methodology, hadith criticism Nabawi - Volume 02 Nomor 02 Maret 2022 iC 202 PENDAHULUAN Studi hadis taull, atau juga dikenal dengan studi hadis analitik, seperti ditegaskan al-AoUbayd, mencakup analisis sanad dan matan hadis tertentu secara detail dan tuntas dengan pendekatan Ilmu Hadis. 1 Namun realitas studi hadis taull yang beredar di lapangan masih menyisakan berbagai catatan dan membutuhkan berbagai koreksi, terutama pada analisis sanadnya. Kajian hadis taull yang ditulis Sulaemang tentang Aoazl . anggama terputu. , misalnya, belum bisa dikatakan detail apalagi tuntas. Ia menyajikan dua hadis dari JAbir dan JudAma bt. Wahb, tanpa melakukan takhrj . erujukkan hadis kepada sumber asliny. komprehensif secara detail dan tuntas, sehingga kuantitas sumber asli, jalur sanad, dan variasi redaksi hadis belum bisa dipastikan. Jaru wa-taAodl . enilaian negatif dan penilaian positi. juga belum diterapkan secara detail dan tuntas, dan belum ada analisis jalur utama sanad hadis yang sedang dikaji. Untuk memastikan keberadaan shAhid . endukung pada posisi sahaba. dan tAbAo . endukung pada posisi tabiin ke bawa. serta memastikan ketiadaan shudhdh . dan Aoilla . , iAotibAr . seluruh jalur sanad juga belum dilakukan. Kajian hadis taull yang belum mendetail dan belum bersifat tuntas tersebut bukan satu-satunya yang beredar. Kajian hadis taull yang ditulis oleh Risna juga demikian. Dalam kajian yang mempunyai subjudul berbunyi Aukajian hadis taull,Ay ia menganalisis satu hadis tentang halal haram tanpa melakukan analisis sanad kecuali hanya menyajikan biografi singkat sahabat yang meriwayatkan hadis. 3 Tidak berbeda dengan tulisan Risna, tulisan Marhany dan Andi tentang hadis ketaatan istri kepada suami yang diberi subjudul Ausuatu kajian taullAy juga tidak menyajikan analisis sanad sama sekali. 4 Dua contoh kajian Lihat RAAoid Muuammad AoAbd al-AoUbayd, al-adth al-taull: DirAsa taAoliyya tabqiyya (Baghdad: Maktab Shams al-Andalus, 2. , 11. Lihat Sulaemang L. AuAl-AoAzl (Senggama Terputu. dalam Perspektif Hadis (Disyarah secara Tahlil. ,Ay Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian 10, no. : 130-148. Lihat Risna Mosiba. AuHalal Haram dalam Perspektif Pendidikan: Kajian Hadis Tahlili,Ay Jurnal Inspiratif Pendidikan 7, no. : 252-262. Lihat Marhany Malik dan Andi Alda Khairul Ummah. AuKetaatan Istri terhadap Suami Perspektif Nabi SAW: Suatu Kajian Tahlili,Ay Jurnal Ushuluddin 23, no. : 94-104. 203 iC Amrulloh Ae METODE STUDI taull yang terakhir ini menegaskan bahwa istilah studi hadis taull . irAsa taulliyy. masih disalahpahami. Kajian hadis taull yang lebih mendetail dan lebih mendekati tuntas ada pada penelitian ilmiah akademik yang biasanya ditulis sebagai tugas akhir di perguruan tinggi. Penelitian Nur Wahidah, misalnya, terbilang detail dalam menganalisis sanad hadis bercocok Hanya saja, catatan penulis, ia belum melakukan analisis hasil iAotibAr jalur sanad yang bisa mengidentifikasi tAbiAo secara gamblang, dan memastikan ketiadaan shudhdh dan Aoilla. Analisis ketiadaan shdhdh masih sama dengan analisis kritik matan: shudhdh seharusnya lebih ke penyimpangan teknis pada sanad maupun matan hadis, bukan penyimpangan substantif sebagaimana dalam kritik 5 Kajian hadis taull yang dilakukan Mustika juga tampak belum melakukan takhrj secara komprehensif yang bisa mencakup seluruh jalur sanad. belum melakukan jaru wa-taAodl secara detail dan komprehensif dari sumber aslinya. belum menganalisis hasil iAotibAr jalur sanad yang bisa memastikan keberadaan tabiAo secara gamblang. belum menganalisis ketersambungan sanad antara perawi yang memakai redaksi AuAoanAy secara akurat. dan belum membedakan antara shudhdh-Aoilla dan kritik matan. 6 Pola kajian hadis taull yang terakhir ini juga diterapkan pada tulisan Imah Hasanah,7 tulisan Abdul Rahman,8 dan tulisan Nurekawati. 9 Kajian hadis taull yang ditulis oleh Farah bahkan jauh dari kata detail apalagi tuntas. 10 Temuantemuan tentang hasil kajian hadis taull yang beredar ini meneguhkan kompleksitas studi hadis taull. Lihat Nur Wahidah. AuBercocok Tanam dalam Perspektif Hadis Nabi SAW,Ay (Skripsi. UIN Alauddin Makassar, 2. Lihat Mustika Rahayu. AuPola Makan Menurut Hadis Nabi SAW: Suatu Kajian Tahlili,Ay (Skripsi. UIN Alauddin Makassar, 2. Lihat Imah Hasanah. AuMakanan Halal dan Relevansinya terhadap Terkabulnya Doa Menurut Hadis Nabi SAW: Suatu Kajian Taull,Ay (Skripsi. UIN Alauddin Makassar, 2. Lihat Abdul Rahman. AuParadigma Hadis tentang Fase Penciptaan Manusia: Suatu Kajian Taull,Ay (Skripsi. UIN Alauddin Makassar, 2. Lihat Nurekawati. AuHasad Perspektif Hadis: Suatu Kajian Taull pada Riwayat Ibnu Majah,Ay (Skripsi. UIN Alauddin Makassar, 2. Lihat Farah Fauziah Zulfa. AuManfaat Wudu terhadap Kesehatan dari Perspektif Hadis Nabi SAW: Suatu Kajian Hadis Taull,Ay (Skripsi. UIN Alauddin Makassar, 2. Nabawi - Volume 02 Nomor 02 Maret 2022 iC 204 Tujuan tulisan ini ada dua. Pertama, merumuskan metode dan tahapan studi hadis taull yang bersifat praktis dan operasional, terutama untuk diimplementasikan pada kajian hadis yang bersifat ilmiah-akademik. Kedua, mengimplementasikan metode studi hadis taull pada hadis Aual-dunyA sijn al-muAomin wa-jannat al-kAfir. Ay Hasil dari rumusan metode studi hadis taull dan implementasinya tersebut diharapkan bisa memberi kontribusi dan solusi terhadap problem ketidakdetailan, ketidakkomprehensifan, dan ketidaktuntasan studi hadis taull yang beredar. PEMBAHASAN Konsep Studi Hadis Taull Studi hadis taull, atau studi hadis analitik, menurut RAAoid alAoUbayd, adalah ilmu yang mengkaji hadis Nabi dengan tahapantahapan khusus yang bersifat kehadisan, dengan tujuan menganalisis setiap detail yang berkaitan dengan hadis dari segi sanad dan matan. Studi hadis taull harus terfokus pada satu hadis tertentu. 11 Menurut AoAbd al-SamAo al-Ans, setelah ia mengamati definisi-definisi studi hadis taull yang beredar sebelumnya, studi hadis taull adalah kajian terhadap satu hadis Nabi dari segi riwAya dan dirAya, serta mengaitkannya dengan disiplin ilmu lain yang relevan. Dalam penjelasan definisinya, al-Ans menegaskan bahwa segi riwAya adalah segi sanad hadis, dan segi dirAya adalah segi matan hadis. 12 Secara substantif, definisi ini tidak berbeda dengan definisi al-AoUbayd Dengan redaksi yang sedikit berbeda. Sundus al-AoAbd, seperti dinyatakan WAAoil RadmAn, menjelaskan bahwa studi hadis taull adalah kajian komprehensif dan terperinci terhadap satu hadis baik dari segi sanad maupun matannya disertai penyimpulan 13 Seperti al-AoUbayd. Sundus lebih memeilih diksi Al-AoUbayd, al-adth al-taull, 11. AoAbd al-SamAoal-Ans. AuNauwa manhajiyya muAoAira li-dirAsat al-uadth altaull,Ay (MuAotamar Mustaqbal al-DirAsAt al-adthiyya. Kuliyyat al-SharAoa wa-al-DirAsAt al-IslAmiyya. JAmiAoat al-Qam, 1440 H): 397-437. WAAoil amd HazzAAo RadmAn. AuMushkilat sharu al-uadth al-taull waualluhA,Ay Majallat Kuliyyat al-DirAsAt al-IslAmiyya wa-al-AoArabiyya 4, no. : 316-494. 205 iC Amrulloh Ae METODE STUDI sanad dan matan tinimbang diksi riwAya dan dirAya. Senada dengan Sundus. WAAoil RadmAn, menyimpulkan bahwa studi hadis taull adalah kajian menyeluruh dengan memanfaatkan ilmu-ilmu yang relevan untuk menjelaskan satu hadis baik dari segi riwAya maupun dirAya. 14 WAAoil RadmAn di sini menekankan urgensi ilmu-ilmu pengetahuan modern yang relevan untuk menjelaskan kandungan Definisi WAAoil RadmAn ini, seperti diakuinya sendiri, terinspirasi dari definisi AoAim al-Qary. Hanya saja al-Qaryu menegaskan perbedaan substantif dalam definisinya, bahwa studi hadis taull tidak mencakup analisis sanad secara mendetail. Penegasan al-Qary ini tidak relevan dengan realitas studi hadis taull yang bersifat ilmiah-akademik yang umumnya membahas sanad secara mendetail, walaupun masih menyisakan berbagai catatan dan membutuhkan berbagai koreksi. Berbagai pengertian studi hadis taull di atas setidaknya menyepakati tiga poin penting, yaitu fokus pada satu hadis, menganalisis sanad, menganalisis matan. Dari sini, menurut penulis, studi hadis taull adalah kegiatan mengupas tuntas satu hadis yang mencakup analisis eksternal dan analisis internal. Analisis eksternal adalah analisis nilai atau derajat hadis untuk memastikan diterimanya hadis tersebut sebagai hujah . , bukan ditolak . Analisis internal adalah analisis yang berkutat pada pemahaman matan hadis untuk memahami pesan-pesan hadis tersebut. Penulis sengaja menghindari istilah Auanalisis sanad dan analisis matan,Ay sebab penilaian hadis tidak hanya mencakup sanadnya saja, melainkan juga mencakup matannya. Menurut al-AoUbayd, studi hadis taull dari segi sanad mempunyai 7 tahapan: . melakukan takurij hadis. membuat pohon sanad. menyajikan biografi perawi. mengidentifikasi unsur shawAhid . ukungan pada posisi sahaba. dan mutAbaAoat . ukungan pada posisi tabiin ke bawa. menilai sanad. menganalisis karakteristik/keistimewaan sanad . aoif al-isnA. menganalisis masalah-masalah yang berkaitan dengan Ilmu Mualau Hadis. Sedang studi hadis taull dari segi matan mempunyai 9 tahapan: . menjelaskan sabab wurd . atar belakang Ibid. AoAim b. AoAbd AllAh al-Qary. Aual-adth al-taull: DirAsa taAoliyya,Ay Majallat Sunan 2 (Rajab 1421 H): 1-43. Nabawi - Volume 02 Nomor 02 Maret 2022 iC 206 spesifik hadi. menjelaskan konteks hadis . abab rAd al-uadt. menjelaskan keterkaitan antara judul bab dengan hadis yang sedang dibahas. memaparkan variasi redaksi matan hadis dan membandingkannya satu sama lain. menjelaskan lafal asing . harb al-uadt. menjelaskan kontradiksi . , masalah kesukaran pemahaman . , serta nAsikh . ang menghapu. dan manskh . ang dihapu. pada hadis. mensyarah hadis, yang meliputi penjelasan bahasa dan balAghah-nya, penjelasan hadis dari segi hukum fikih, penjelasan hadis dari segi akidah, penjelasan hadis dari segi akhlak/etika. menyimpulkan makna umum hadis. menyimpulkan nilai-nilai dakwah dan pendidikan yang terkandung. Al-AoUbayd menegaskan bahwa tahapan studi hadis taull yang disajikan ini tidak bersifat mutlak. Artinya, tahapan-tahapan itu bisa disesuaikan berdasarkan kebutuhan, dan dipadukan satu sama lain untuk kepentingan efisiensi. Berangkat dari berbagai pengertian studi hadis taull, penjelasannya, dan tahapan-tahapannya di atas, penulis akan merumuskan 3 tahapan studi hadis taull sesuai realitas penelitian ilmiah-akademik dalam bidang Hadis dan Ilmu Hadis, terutama di ranah perguruan tinggi, sebagai berikut. Tahap pertama, penentuan satu hadis yang akan dikaji. Penentuan satu hadis harus memperhatikan kehujahannya, yakni harus bernilai maqbl . iterima sebagai huja. , bisa bernilai sahih atau hasan. Pengkaji perlu menghindari hadis daif meskipun tentang motivasi amal saleh . asAAoil al-aAomA. , karena masih diperdebatkan kehujahannya, apalagi hadishadis yang bernilai mardd . itolak sebagai huja. , seperti hadis mawsAo . adis palsu, atau hadis yang diriwayatkan oleh perawi pembohon. , matrk . adis yang diriwayatkan oleh perawi yang tertuduh berbohon. , munkar . adis yang diriwayatkan oleh perawi daif yang bertentangan dengan riwayat perawi thiq. , dan lain Tahap kedua, analisis eksternal atau analisis nilai/derajat Tahap kedua ini bisa dilakukan dengan menerapkan tujuh langkah, sebagai berikut. Melakukan takurj komprehensif. Komprehensif atau menyeluruh di sini bermakna bahwa takhrj harus mencakup seluruh sumber Al-AoUbayd, al-adth al-taull, 19-20. Ibid, 18. 207 iC Amrulloh Ae METODE STUDI asli hadis, tidak dibatasi. Takhrj komprehensif mencakup penelusuran . enulis kitab/sumber asli hadi. , . sumber asli atau kitabnya, . judul bab, . keterangan variasi redaksi hadis, dan . jalur sanadnya. Banyak metode takhrj secara manual, namun penulis menyarankan metode otomatis dengan memanfaatkan perangkat lunak tertentu, misalnya Maktaba ShAmila. Tujuan utama takhrj komprehensif ini adalah inventarisasi jalur sanad yang ada pada sumber asli hadis. Melakukan jaru wa-taAodl jalur utama sanad. Pengkaji menentukan jalur utama sanad hadis yang dikaji dengan memperhatikan reputasi mukharrij-nya, lalu biografi perawinya disajikan dengan pendekatan jaru wa-taAodl. Sajian biografi jaru wa-taAodl itu mencakup: . nama dan nasab. masa hidup yang bisa memastikan unsur muAoAara . idup semasa dengan guru atau . sejumlah nama guru dan murid sebagai representasi, dan salah satu yang disajikan harus guru dan murid yang ada dalam sanad yang sedang dikaji, untuk memastikan unsur pertemuan . iqAA. seluruh penilaian positif . aAod. dan atau negatif . kritikus hadis terhadap perawi yang sedang dikaji. menyimpulkan penilaian jaru wa-taAodl perawi berdasarkan indikator-indikator yang ada. Dalam menelusuri penilaian jaru dan taAodl, idealnya pengkaji merujuk pada sumber primer, bukan sumber sekunder. Tujuan utama jaru wa-taAodl ini adalah identifikasi kehujahan atau ketidakhujahan perawi, belum sampai pada analisis ketersambungan atau ketidaktersambungan sanad. Menganalisis jalur utama sanad. Pengkaji menyajikan skema jalur utama sanad yang dihuni perawi beserta redaki tauammul waadAAo . etode menerima dan menyampaikan hadi. yang dipakai. Dibantu data jaru wa-taAodl yang ada, redaki tauammul wa-adAAo itu dianalisis sehingga bisa dipastikan ketersambungan sanad atau tidaknya. Dari sini, kondisi sanad sudah diketahui dalam hal tiga kriteria hadis sahih, yaitu keadilan perawi, kedabitannya, dan ketersambungan sanadnya, namun belum diketahui dua kriteria berikutnya, yaitu keterbebasan hadis dari shudhdh dan Aoilla. Oleh karena itu harus dilakukan iAotibAr seluruh jalur sanad. Menyederhanakan hasil takhrj komprehensif. Hasil takhrj komprehensif merupakan inventarisasi jalur sanad. Hasil tersebut belum memastikan jumlah jalur sanad. Penyederhanaan hasil takhrj dilakukan dengan meleburkan jalur yang sama dari Nabawi - Volume 02 Nomor 02 Maret 2022 iC 208 mukharrij yang berbeda atau mukharrij yang sama pada kitab atau bab yang berbeda, dan menyederhanakan sanad yang panjang sesuai standar jalur utama sanad yang sedang dikaji. Melakukan iAotibAr seluruh jalur sanad dan menganalisisnya. IAotibAr dilakukan dengan menyajikan seluruh jalur sanad yang sudah disederhanakan dari hasil takhrj komprehensif dalam bentuk skema jalur sanad. Sajian skema jalur sanad mencakup mukharrij dan para perawi yang meriwayatkan hadis dari Nabi beserta rincian redaksi tauammul wa-adAAo yang dipakai masingmasing perawi. IAotibAr ini bertujuan untuk memastikan keberadaan unsur shawAhid dan mutAbaAoAt atau ketiadaannya, dan juga memastikan keterbebasan hadis dari shudhdh dan Aoilla atau ketidakterbebasannya. Memastikan keterbebasan hadis dari shudhdh dilakukan dengan membandingkan jalur utama sanad yang sudah dinilai muttail . dan perawinya thiqa . dil dan dabi. , dengan seluruh jalur sanad yang ada. Setelah dibandingkan, ternyata tidak ditemukan indikasi penyimpangan perawi thiqa tersebut dari perawi yang lebih thiqa dan biasanya lebih berkuantitas, baik dari segi sanad maupun variasi redaksi matan, maka bisa dipastikan hadis tersebut terbebas dari shudhdh. Kesimpulan tersebut juga bisa disempurnakan dengan memastikan bahwa para ahli hadis tidak ditemukan membahas keberadaan shudhdh dalam hadis yang sedang dikaji. Memastikan keterbebasan hadis dari Aoilla dilakukan dengan menganalisis jalur utama sanad yang sudah dinilai muttail, perawinya thiqa, dan tidak mengandung shudhdh, sekaligus seluruh jalur sanad yang ada. Setelah dianalisis, ternyata hadis itu memang benar-benar diriwayatkan secara muttail, dan tidak mengandung Aoilla samar dan bisa menurunkan nilai hadis, seperti terindikasi mengandung unsur irsAl khaf . eriwayatan hadis oleh perawi dari perawi yang pernah ditemui atau hidup semasa padahal hadis itu tidak pernah didengar darinya dengan radaksi ambig. , tadls . enyembunyian aib sanad dan manipulasi penampilanny. , dan lain sebagainya. Melakukan kritik matan. Kritik matan dilakukan dengan memastikan bahwa hadis yang sedang dikaji tidak ada indikasi kontradiksi dengan al-QurAoan dan al-Sunna. Pemastian itu dilakukan dengan menyebutkan ayat al-QurAoan yang memayungi 209 iC Amrulloh Ae METODE STUDI kandungan makna hadis, dan menyebutkan shAhid-nya jika ada, atau hadis lain yang semakna. Jika perlu, dipastikan juga bahwa hadis tersebut tidak ada indikasi kontradiksi dengan fakta sejarah, pengetahuan ilmiah, dan akal sehat. Menyimpulkan nilai/derajat hadis. Penyimpulan nilai hadis bisa dilengkapi dengan penjelasan unsur shawAhid dan mutAbaAoAt, serta jika diperlukan disempurnakan dengan penilaian ahli hadis yang ada. Tahap ketiga, analisis internal atau analisis yang berkutat pada pemahaman matan hadis. Inti dari tahap ketiga ini adalah memahami kandungan matan secara baik dan benar. Ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan literatur syarah hadis yang ada, dan jika diperlukan dilengkapi dengan memanfaatkan metode pemahaman hadis kontekstual. Terinspirasi dari penjelasan al-AoUbayd dan lainnya di atas, analisis matan hadis setidaknya mencakup: penjelasan sabab wurd, jika ada. menjelaskan keterkaitan antara judul bab . arjamat al-kitAb/al-bA. dengan hadis yang sedang dibahas. variasi redaksi matan hadis dan membandingkannya satu sama lain. menjelaskan lafal asing . harb al-uadt. , jika ada. , masalah kesukaran pemahaman . , serta nAsikh . ang menghapu. dan manskh . ang dihapu. pada hadis, jika ada dan perlu. mensyarah hadis, yang meliputi penjelasan bahasa dan kandungannya. melakukan kontekstualisasi pemahaman dengan memanfaatkan metode kontekstualisasi tertentu dan berbagai ilmu pengetahuan modern yang relevan, jika diperlukan. Analisis Hadis Aual-DunyA sijn al-muAomin wa-jannat al-kAfirAy Di sini penulis akan mengimplementasikan metode studi hadis taull pada satu hadis yang bisa dijadikan representasi. Penulis akan menganalisis hadis yang dimaksud baik secara eksternal . l-taull al-khAri. maupun internal . l-taull al-dAkhi. Hadis yang bisa dijadikan hujah yang dipilih penulis adalah sebagai berikut. AU e E a acA a UaAU e E a acA a U aAU a es aU aA a UAA a A auaUsAUaA a Aaua aoa e aeia ec aA a AU eea es aU aA A a eUa s a as e a A AA a a ia esuaae aUA As e aa ae a es aIe a aA:A aA a A aa ay aA:aA aayAUa A aa aeeA a aA A a AU a e a aA a aA ay A Qutayba b. SaAod menceritakan kepada kami. AoAbd al-AoAzz, yakni al-DarAward, menceritakan kepada kami, dari al-AoAlAAo, dari ayahnya, dari Ab Hurayra, ia berkata: Rasulullah SAW Nabawi - Volume 02 Nomor 02 Maret 2022 iC 210 bersabda: AuDunia adalah penjara bagi orang mukmin, dan surga bagi orang kafir. Ay Analisis Eksternal . l-taull al-khAri. : Menelusuri dan Menilai Hadis Aual-DunyA sijn al-muAomin wa-jannat al-kAfirAy Di sini penulis akan melakukan analisis eksternal . l-taull alkhAr. , yang meliputi . takhrj komprehensif. jaru wa taAodl jalur utama sanad. analisis jalur utama sanad. penyederhanaan hasil takhrj komprehensif. iAotibAr seluruh jalur sanad. kritik matan. penyimpulan nilai atau derajatnya. Takhrj komprehensif Hadis Ab Hurayra di atas diriwayatkan oleh 12 mukharrij hadis terkemuka dalam masing-masing kitab mereka. Untuk efisiensi, penulis menggunakan singkatan redaksi tauammul waadAAo yang populer: u adalah uaddathanA/n . a menceritakan kepada kami/k. kh adalah akhbaranA/n . a mengabarkan kepada kami/k. n adalah anbaAoanA/n . a memberitakan kepada kami/k. q adalah qAla . a berkata/bersabd. Muslim . 261 H) dalam al-auu, bab al-zuhd . , dengan redaksi di atas, dari jalur u Qutayba b. SaAod, u AoAbd al-AoAzz al-DarAward. Aoan al-AoAlAAo b. AoAbd al-RaumAn. Aoan ayahnya (AoAbd al-RaumAn b. YaAoq. Aoan Ab Hurayra, q Rasulullah SAW. Al-Tirmidh . 279 H) dalam al-Sunan, bab mA jAAoa anna al-dunyA sijn al-muAomin wa-jannat al-kAfir . ab bahwa dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafi. , dengan redaksi dan jalur yang sama dengan riwayat Muslim. Ibn MAjah . 273 H) dalam al-Sunan, bab mathal al-dunyA . erumpamaan duni. , dengan redaksi yang sama, dari jalur u Ab MarwAn Muuammad b. AoUthmAn al-AoUthmAn, u AoAbd Muslim b. al-ajjAj al-NaysAbr, al-auu (Beirut: DAr IuyAAo al-TurAth alAoArab, t. , 4: 2272, no. Muuammad b. AosA al-Tirmidh, al-Sunan (Mesir: Sharikat Maktabat waMabaAoat MuafA al-BAb al-allAb, 1. , 4: 562, no. 211 iC Amrulloh Ae METODE STUDI al-AoAzz b. Muuammad al-DarAward, dan seterusnya sebagaimana riwayat Muslim. Ahmad . 241 H) dalam al-Musnad, bab musnad Ab Hurayra, dengan redaksi yang sama, dari jalur u Ab AoAmir, u Zuhayr. Aoan al-AoAlAAo, dan seterusnya sebagaimana riwayat Muslim. dari jalur u AoAffAn, u AoAbd al-RaumAn b. IbrAhm, u alAoAlAAo, dan seterusnya sebagaimana riwayat Muslim. dari jalur u AoAbd al-RaumAn b. Mahd. Aoan Zuhayr b. Muuammad. Aoan al-AoAlAAo, dan seterusnya sebagaimana riwayat Muslim. dalam al-Zuhd, dengan redaksi yang sama, dari jalur u AoAbd AllAh b. Aumad, u ayahku (Aumad b. , u AoAbd al-RaumAn b. Mahd, dan seterusnya sebagaimana riwayat ketiga Aumad dalam al-Musnad. Ibn Ab al-DunyA . 281 H) dalam al-Zuhd, dari jalur u alWald b. SufyAn al-AAr, u Ibn Ab AoAd. Aoan ShuAobah. Aoan al-AoAlAAo b. AoAbd al-RaumAn, dan seterusnya sebagaimana riwayat Muslim. Ibn Ab AoAim . 287 H) dalam al-Zuhd, dengan redaksi yang sama, dari jalur kh Ibn KAsib, kh Ibn Ab Azim. Aoan alAoAlAAo b. AoAbd al-RaumAn, dan seterusnya sebagaimana riwayat Muslim. Al-BazzAr . 292 H) dalam al-Musnad, dengan redaksi yang sama, dari jalur u Aumad b. ThAbit al-Jaudar, u Ibn Ab AoAd, u ShuAoba. Aoan al-AoAlAAo, dan seterusnya sebagaimana riwayat Muslim. Ibn MAjah al-Qazwn, al-Sunan (Aleppo: DAr IuyAAo al-Kutub alAoArabiyya, t. , 2: 1378, no. Aumad b. anbal, al-Musnad (Beirut: MuAoassasat al-RisAla, 2. , 14: 44. Ibid. , 15: 23, no. Ibid. , 16: 198, no. Aumad b. anbal, al-Zuhd (Beirut: DAr al-Kutub al-AoIlmiyya, 1. , 26. Ibn Ab al-DunyA, al-Zuhd (Damaskus: DAr Ibn Kathr, 1. , 25, no. Ibn Ab AoAim al-ShaybAn, al-Zuhd (Kairo: DAr al-RayyAn li-al-TurAth, 1408 H), 69, no. Nabawi - Volume 02 Nomor 02 Maret 2022 iC 212 . Ab YaAolA . 307 H) dalam al-Musnad, dengan redaksi yang sama, dari jalur u IsuAq b. Ab IsrAAol, u AoAbd alRaumAn b. Muuammad. Aoan al-AoAlAAo, dan seterusnya sebagaimana riwayat Muslim. dari jalur u AoAbd al-AAolA, u AoAbd al-AoAzz b. Muuammad, dan seterusnya sebagaimana riwayat Muslim. Ibn ibbAn . 354 H) dalam al-auu, dengan redaksi yang sama, dari jalur kh IsuAq b. IbrAhm b. IsmAAol, u Qutayba b. SaAod, dan seterusnya sebagaimana riwayat Muslim. dari jalur kh IsuAq b. IbrAhm b. IsmAAol, u Qutayba b. SaAod dan HishAm b. AoAmmAr, u AoAbd al-AoAzz b. Muuammad, dan seterusnya sebagaimana riwayat Muslim. dari jalur kh al-Fasl b. ubbAb, u al-QaAonab, u AoAbd alAoAzz b. Muuammad, dan seterusnya sebagaimana riwayat Muslim. Al-abrAn . 360 H) dalam al-MuAojam al-awsa, bab man ismuhu ibrAhm . ama ibrahi. , dengan redaksi yang sama, dari jalur u IbrAhm, u Umayya b. BisAm, u Yazd b. ZurayAo, u Rawu b. al-QAsim. Aoan al-AoAlAAo b. AoAbd al-RaumAn, dan seterusnya sebagaimana riwayat Muslim. Ab NuAoaym al-AsbahAn . 430 H) dalam ilyat alawliyAAo wa-abaqat al-afiyAAo, dengan redaksi yang sama, dari jalur u Muuammad b. Aumad b. al-asan, u Bishr b. MsA, u IsmAAol b. Ab Uways, u MAlik b. Anas. Aoan al-AoAlAAo AoAbd al-RaumAn, dan seterusnya sebagaimana riwayat Muslim. Ab YaAolA al-Mawil, al-Musnad (Damaskus: DAr al-MaAomn li-alTurAth, 1. , 11: 351, no. Ibid. , 11: 404, no. Muuammad Ibn ibbAn, al-auu (Beirut: MuAoassasat al-RisAla, 1. , 2: 462, no. Ibid. Ibid. , 2: 464, no. SulaymAn b. Aumad al-abrAn, al-MuAojam al-awsa (Kairo: DAr alaramayn, t. , 3: 157, no. Ab NuAoaym al-AbahAn, ilyat al-awliyAAo wa-abaqAt al-aiyAAo (Beirut: DAr al-KitAb al-AoArab, 1. , 6: 350. 213 iC Amrulloh Ae METODE STUDI . Al-Bayhaq . 458 H) dalam al-Adab, bab al-muAomin qalla mA yakhl min al-balAAo limA yurAdu bihi min al-khayr . rang mukmin tidak jarang tertimpa bala dengan maksud kebaika. , dengan redaksi yang sama, dari jalur u Sahl b. Muuammad secara imlAAo . , n Amid b. Muuammad, u Bishr b. MsA al-Asad, dan seterusnya sebagaimana riwayat Ab NuAoaym. dalam ShuAoab al-mAn, bab ayyu al-nAs ashaddu balAAo . anusia yang bagaimana yang lebih besar balany. , dengan redaksi dan jalur yang sama sebagaimana dalam al-AdAb. bab al-zuhd . , dengan redaksi yang sama, dari jalur u AoAbd AllAh b. Muuammad al-MihrajAn, u Aumad b. IsuAq al-Faqh, u Bishr b. MsA, dan seterusnya sebagaimana dalam al-AdAb. Berdasarkan penelusuran penulis, hadis Ab Hurayra ini juga mempunyai sejumlah shAhid, tepatnya 6 shAhid. Pertama, hadis AoAbd AllAh b. AoAmr b. al-AoA yang diriwayatkan oleh Aumad dan lainnya. Nabi SAW bersabda: AuDunia adalah penjara dan masa kemarau bagi seorang mukmin. maka ketika ia meninggalkan dunia, ia meninggalkan penjara dan masa kemarauAy . l-dunyA sijn al-muAomin wa sanatuhA, fa-idhA fAraqa al-dunyA, fAraqa al-sijn wa-al-san. 37 Hadis ini dinilai daif oleh al-AlbAn38 dan al-ArnaAo. 39 Kedua, hadis SalmAn al-FAris yang diriwayatkan oleh Ibn MAjah40 dan lainnya, dengan redaksi yang Salah satu varian redaksi sama dengan riwayat Aumad b. al-usayn al-Bayhaq, al-AdAb (Beirut: MuAoassasat al-Kutub alThaqAfiyya, 1. , 296, no. Aumad b. al-usayn al-Bayhaq. ShuAoab al-mAn (India: Maktabat alRushd, 2. , 12: 241, no. Ibid. , 13: 76, no. Aumad, al-Musnad, 11: 442, no. 6855, dan lainnya. Muuammad NAir al-Dn al-AlbAn. Silsilat al-auAdth al-saAofa wa-almawsAoa wa-atharuhA al-sayyiAo Aoala al-umma (Riyad: DAr al-MaAoArif, 1. , 6: 47. Aumad b. anbal, al-Musnad, tauqq ShuAoayb al-ArnaAo, dkk (Beirut: MusAoassasat al-RisAla, 2. , 11: 442. Ibn MAjah, al-Sunan, 1: 1112, no. Nabawi - Volume 02 Nomor 02 Maret 2022 iC 214 Muslim di atas. Hadis ini dinilai sahih oleh al-Akim41 dan alAlbAn. 42 Ketiga, hadis AoAbd AllAh b. AoUmar yang diriwayatkan oleh al-abrAn dan lainnya, dengan redaksi yang sama. Keempat, hadis Anas b. MAlik yang diriwayatkan oleh al-abrAn dan lainnya, dengan redaksi yang sama. 44 Kelima, hadis AoAl b. Ab Alib yang dirwayatkan oleh al-Murshid bi-AllAh, dengan redaksi yang sama. 45 Keenam, hadis MuAoAdh b. Jabal yang diriwayatkan oleh QAs al-MAristAn . 535 H), dengan redaksi yang sama. Jaru wa taAodl jalur sanada utama Jalur utama sanad hadis Aual-dunyA sijn al-muAomin wa-jannat al-kAfirAy mempunyai 5 perawi, yaitu Ab Hurayra. AoAbd al- RaumAn b. YaAoqb, al-AoAlAAo b. AoAbd al-RaumAn. AoAbd al-AoAzz b. Muuammad al-DarAward, dan Qutayba b. SaAod. Penulis akan menjabarkan biografi kelima perawi tersebut dengan pendekatan ilmu jaru wa-taAodl. Pertama. Ab Hurayra . SH-59 H). Banyak sekali perbedaan pendapat tentang nama asli Ab Hurayra dan nama bapaknya, namun yang paling dikenal adalah AoAbd al-RaumAn b. Dalam periwayatan hadis. Ab Hurayra merupakan sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadis Nabi. Selain dari Nabi secara langsung. Ab Hurayra juga meriwayatkan hadis dari Ab Bakr al-idq. AoUmar b. al-KhaAb. Sayyida AoAAoisha, dan masih banyak lagi. Di antara perawi murid Ab Hurayra adalah AoAbd al-RaumAn b. YaAoqb. IbrAhm b. IsmAAol. IbrAhm b. AoAbd Ab AoAbd AllAh al-Akim, al-Mustadrak Aoala al-auuayn (Beirut: DAr alKutub al-AoIlmiyya, 1. , 3: 699, no. Muuammad NAir al-Dn al-AlbAn. Silsilat al-auAdth al-auua wa-shayAo min fiqhihA (Riyad: Maktabat al-MaAoArif, 2. , 1: 676. Al-abrAn, al-MuAojam al-awsa, 9: 65, no. Ibid. , 9: 150, no. YauyA al-Murshid bi-AllAh al-Shajar. Tartb al-amAl al-khamsiyya (Beirut: DAr al-Kutub al-AoIlmiyya, 2. , 2: 233, no. QAs al-MAristAn. AuAdth al-shuykh al-thiqAt . l-mashkha al-kubrA) . tp: DAr AoAlam al-FawAAoid, 1422 H), 3: 1409, no. 215 iC Amrulloh Ae METODE STUDI AllAh b. unayn, dan masih banyak lagi. 47 Ab Hurayra adalah seorang sahabat. Dalam Sunn, seluruh sahabat dinilai thiqa . Kedua. AoAbd al-RaumAn b. YaAoqb al-Juhann al-Madan. Penulis tidak menemukan tahun lahir dan wafatnya, namun yang jelas ia pernah bertemu Ab Hurayra. Di antara perawi gurunya adalah Ab Hurayra. AoAbd AllAh b. AoAbbAs. AoAbd AllAh b. AoUmar, dan masih banyak lagi. Di antara perawi muridnya adalah anaknya, al-AoAlAAo b. AoAbd al-RaumAn. SAlim Ab al-Nasr. AoUmar af b. DhakwAn, dan masih banyak lagi. Dalam konteks periwayatan hadis. Al-AoIjl . 261 H),48 al-Dhahab . 748 H)49 dan Ibn ajar . 852 H)50 berkomentar: AuThiqaAy . Ibn Ab Atim al-RAz . 327 H) bertanya kepada ayahnya. Ab Atim al-RAz . 277 H): AuAoAbd al-RaumAn lebih thiqa atau alMusayyab b. RAfiAo lebih thiqa?Ay Ab Atim menjawab: AuKeduanya berdekatan dalam hal ke-thiqa-an. Ay51 al-Musayyab b. RAfiAo adalah perawi yang thiqa. Ibn ibbAn . 354 H) menyantumkannya dalam kitab al-ThiqAt . ara perawi 52 Ibn al-Mustawf . 637 H) berkomentar: AuPara ahli hadis men-thiqa-kannya. Ay53 Al-NasAAo . 303 H) berkomentar: AuLaysa bihi baAosAy . a tidak bermasala. 54 Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa AoAbd al-RaumAn b. YaAoqb adalah perawi yang thiqa. Ketiga, al-AoAlAAo b. AoAbd al-RaumAn b. YaAoqb al-Juhann alMadan . 132 H). Al-AlAAo adalah anak AoAbd al-RaumAn b. Lihat Ysuf b. AoAbd al-RaumAn al-Mizz. Tahdhb al-kamAl f asmAAo alrijAl (Berut: MuAoassasat al-RisAla, 1. , 34: 368. Aumad b. AoAbd AllAh al-AoIjl. TArkh al-thiqAt . tp: DAr al-BAz, 1. Shams al-Dn al-Dhahab, al-KAshif f maAorifat man lahu riwAya f alkutub al-sitta (Jedah: DAr al-Qibla li-al-ThaqAfa al-IslAmiyya, 1. , 649. Ibn ajar al-AoAsqalAn. Taqrb al-tahdhb (Suriah: DAr al-Rashd, 1. Ibn Ab Atim al-RAz, al-Jaru wa-al-taAodl (Beirut: DAr IuyAAo al-TurAth al-AoArab, 1. , 5: 302. Muuammad Ibn ibbAn, al-ThiqAt (Heiderabad: DAAoirat al-MaAoArif alAoUthmAniyya, 1. , 5: 108. Ibn al-Mustawf al-Irbil. TArkh Irbil (Irak: DAr al-Rashd, 1. , 2: 505. Al-Mizz. Tahdhb al-kamAl, 18: 19. Nabawi - Volume 02 Nomor 02 Maret 2022 iC 216 YaAoqb, perawi sebelumnya. Di antara perawi gurunya adalah ayahnya. AoAbd al-RaumAn b. YaAoqb. Anas b. MAlik, dan masih banyak lagi. Di antara perawi muridnya adalah AoAbd al-AoAzz b. Muuammad al-DarAward, dan masih banyak lagi. Dalam konteks periwayatan hadis. Muuammad b. AoUmar,55 al-AoIjl,56 Ab Atim,57 Aumad b. anbal,58 dan al-Tirmidh . 279 H)59 berkomentar: AuThiqaAy . Menurut Ibn MaAon . H), riwayat al-AoAlAAo dari ayahnya tidak ada masalah . aysa bihi baAo. 60 Ibn MaAon juga berkomentar: AuLaysa uadthuhu bi-uujjaAy . adisnya tidak bisa dijadikan huja. Aulaysa bi-dhAkaAy . idak sekuat it. ,61 Aulaysa bi-al-qawAy . a bukan perawi yang kua. , dan AusaAofAy . 62 Aumad b. anbal menganggap tingkatan alAoAlAAo lebih tinggi dari Suhayl dan Muuammad b. AoAmrw. Ab Atim, dalam kesempatan lain, berkomentar: AuAliuAy . , dan AuPara perawi thiqa meriwayatkan hadis darinya, hanya saja aku mengingkari sejumlah masalah dalam hadisnya. Ay64 Ab ZurAoa berkomentar: AuLaysa huwa bi-aqwA mA yaknuAy . a tidak sekuat sebagaimana mestiny. 65 Ibn ibbAn menyantumkannya dalam kitab al-ThiqAt,66 dan pada kesempatan lain ia berkomentar: AuMutqin, rubbamA wahimaAy . ersungguh-sungguh, kadang Muuammad Ibn SaAod. KitAb al-abaqAt al-kubrA (Beirut: DAr al-Kutub alAoIlmiyya, 1. , 5: 420. Al-Ijl, al-TiqAt, 343. Ibn Ab Atim, al-Jaru wa-al-taAodl, 6: 357. Ibn al-Mibrad. Baur al-damm fman takallama fhim al-imAm Aumad bimadu aw dhamm (Beirut: DAr al-Kutub al-AoIlmiyya, 1. , 122. Ibn ajar al-AoAsqalAn. Tahdhb al-tahdhb (India: MabaAoat DAAoirat alMaAoArif al-NieAmiyya, 1326 H), 8: 187. YauyA b. MaAon, al-TArkh min riwAyat AoUthmAn al-DArim (Damaskus: DAr al-MaAomn li-al-TurAth, t. , 173. Ibn Ab Atim, al-Jaru wa-al-taAodl, 6: 357. Ibn AoAd al-Jurjan, al-KAmil f suAoafAAo al-rijAl (Beirut: DAr al-Kutub alAoIlmiyya, 1. , 6: 372. Ibid. Ibid. Ibid. Ibn ibbAn, al-ThiqAt, 5: 247. 217 iC Amrulloh Ae METODE STUDI kelir. 67 Ibn AoAd . 365 H) menegaskan bahwa al-AoAlAAo mempunyai naskah berisi hadis Ab Hurayra yang ia riwayatkan dari ayahnya. Kemudian Ibn AoAd berkomentar: AuMA arA biuadthih baAosAAy . ku tidak melihat ada masalah pada hadisny. Al-NasAAo berkomentar: AuLaysa bihi baAosAy . a tidak bermasala. Al-Dhahab dan Ibn ajar berkomentar: AuadqAy . ,70 dan Ibn ajar menambahi AurubbamA wahimaAy . adang kelir. Kesimpulannya, seperti ditegaskan AoAbd AllAh b. Uayf AllAh al-Raul, komentator kitab Man tukullima fhi wa-huwa mawthq aw Aliu al-uadth karya al-Dhahab, komentar paling negatif . yang tertuju pada al-AoAlAAo datang dari Ibn MaAon. Di samping komentar positif . aAod. jauh lebih banyak, masih menurut al-Raul. Ibn MaAon juga merupakan kritikus yang ketat . , dan ia tidak memberi penjelasan terkait komentar Dengan argumentasi bahwa Muslim meriwayatkan hadisnya dalam kitab al-auu-nya, al-AoAlAAo adalah perawi yang bisa dijadikan hujah. 72 Ini sesuai dengan penegasan Ibn AoAd bahwa naskah catatan hadis al-AoAlAAo yang diriwayatkan secara langsung dari ayahnya, dari Ab Hurayra, seperti hadis Aual-dunyA sijn al-muAominAy yang sedang dibahas ini, tidak dipandang mengandung masalah. Bisa jadi komentar negatif Ibn MaAon ditujukan pada riwayat hadis al-AoAlAAo lainnya. Keempat. AoAbd al-AoAzz b. Muuammad al-DarAward . 182-186 H). Ia berasal dari AbahAn, dan berdomisili serta wafat di Madinah. Di antara perawi gurunya adalah al-AoAlAAo b. AoAbd alRaumAn. IbrAhm b. AoUqba, dan masih banyak lagi. Di antara perawi muridnya adalah Qutayba b. SaAod. IbrAhm b. Ab alWazr, dan masih banyak lagi. Dalam konteks periwayatan hadis. MAlik b. Anas, seperti diungkap MuAoab al-Zubayr, men-thiqa- Muuammad Ibn ibbAn. MashAhir AoulamAAo al-amAr (Manra: DAr alWafAAo 1. , 131. Ibn AoAd, al-KAmil f suAoafAAo al-rijAl, 6: 374. Al-Mizz. Tahdhb al-kamAl, 22: 523. Shams al-Dn al-Dhahab, al-Mughn f al-suAoafAAo . tp: t. p, t. , 2: 440. Ibn ajar. Taqrb al-taqrb, 435. Lihat komentar al-Raul dalam Shams al-Dn al-Dhahab. Man tukullmA fhi wa-huwa mawthq aw Aliu al-uadth . tp: t. p, 2. , 387. Nabawi - Volume 02 Nomor 02 Maret 2022 iC 218 kannya. 73 Ibn SaAod berkomentar: AuKathr al-uadth, yaghliuAy . anyak hadis, sering kelir. 74 Al-AoIjl,75 Aumad b. Ibn Bukayr. Ibn SaAod, dan al-Kf76 berkomentar: AuThiqaAy . Aumad b. anbal juga memberi kesaksian bahwa AoAbd al-AoAzz dikenal sebagai perawi hadis. Jika ia meriwayatkan hadis dari catatannya sendiri, ia sahih. namun jika dari catatan orang lain, ia sering keliru. 77 Ibn MaAon berkomentar: AuThiqat uujjaAy . ang terpercaya di antara yang huja. ,78 dan ia juga berkomentar: AuAliu, laysa bihi baAosAy . ayak, ia tidak 79 Ab ZurAoa berkomentar: AuSayyiAo al-uifeAy . afalannya buru. 80 Ibn ibbAn menyantumkannya dalam kitab al-ThiqAt, dan berkomentar: AuYukhiAouAy . adang ia kelir. 81 Ada dua riwayat dari al-NasAAoi, satu riwayat al-NasAAoi berkomentar: AuLaysa bi-al-qawAy . ukan perawi yang kua. , dan satu riwayat ia berkomentar: AuLaysa bihi baAosAy . a tidak bermasala. 82 AlDhahab83 dan Ibn ajar84 berkomentar: AuadqAy . AlDhahab juga menegaskan bahwa hadisnya tidak kurang dari nilai Kesimpulannya, seperti ditegaskan al-Dhahab, riwayat hadis AoAbd al-AoAzz tidak kurang dari nilai hasan jika ia meriwayatkannya dari catatannya sendiri. Dari segi AoadAla . AoAbd al-AoAzz tidak ada masalah. Komentar negatif . yang tertuju pada AoAbd al-AoAzz berkutat pada masalah Dengan argumentasi bahwa Muslim meriwayatkan Ibn Ab Atim, al-Jaru wa-al-taAodl, 5: 395. Ibn SaAod. KitAb al-abaqAt al-kubrA, 5: 492. Al-AoIjl, al-ThiqAt, 306. Al-QAs AoIyAs. Tartb al-madArik wa-taqrb al-masAlik (Maroko: MabaAoat FasAla al-Muuammadiyya, 1. , 3: 14. Ibn Ab Atim, al-Jaru wa-al-taAodl, 5: 395. Al-Mizz. Tahdhb al-kamAl, 18: 194. Ibn Ab Atim, al-Jaru wa-al-taAodl, 5: 396. Ibid. Ibn ibbAn, al-ThiqAt, 7: 116. Al-Mizz. Tahdhb al-kamAl, 18: 194. Al-Dhahab, al-Mughn f al-suAoafAAo, 2: 399. Ibn ajar. Taqrb al-tahdhb, 358. Shams al-Dn al-Dhahab. Siyar aAolAm al-nubalAAo (Kairo: DAr al-adth, 2. , 7: 357. 219 iC Amrulloh Ae METODE STUDI hadis AoAbd al-AoAzz dalam kitab al-auu-nya, bisa disimpulkan bahwa hadis Aual-dunyA sijn al-muAominAy yang sedang dibahas ini adalah salah satu hadis yang diriwayatkan dari catatannya Kelima. Qutayba b. SaAod b. Jaml b. arf b. AoAbd AllAh alThaqaf . -240 H). Di antara perawi gurunya adalah AoAbd alAoAzz b. Muuammad al-DarAward. IbrAhm b. SaAod al-Madan, dan masih banyak lagi. Di antara perawi muridnya adalah Muslim al-ajjAj al-NaysAbr serta para imam kutub sitta lainnya selain Ibn MAjah, dan masih banyak lagi. Dalam konteks periwayatan hadis. Ibn ibbAn menyantumkannya dalam kitab alThiqAt. 86 Ibn MaAon,87 Ab Atim,88 dan al-NasAAo89 berkomentar: AuThiqaAy . al-Akim berkomentar: AuThiqat maAomnAy . ang terpercaya di antara yang amana. Ibn ajar berkomentar: AuThiqat thabatAy . ang terpercaya di antara yang anda. 90 AlNasAAoi,91 di lain kesempatan. Ibn KhirAs,92 dan AoAbd AllAh alFirhiyAn93 berkomentar: AuadqAy . Kesimpulannya. Qutayba b. SaAod adalah perawi yang thiqa. Kesimpulannya, perawi hadis Aual-dunyA sijn al-muAominAy dari Ab Hurayra yang diriwayatkan oleh Muslim seluruhnya bisa dijadikan hujah dalam periwayatan hadis. Lalu, bagaimana dengan ketersambungan sanadnya? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penulis harus menganalisis jalur sanad utamanya. Analisis jalur utama sanad Di sini penulis akan menganalisis jalur sanad utama hadis Aual-dunyA sijn al-muAominAy yang diriwayatkan oleh Ab Hurayra. Ibn ibbAn, al-ThiqAt, 9: 20. Ab al-Wald al-BAj, al-TaAodl wa-al-takhrj liman kharaja lahu alBukhAr f al-jAmiAo al-auu (Riyad: DAr al-LiwAAo, 1. , 3: 1072. Ibn Ab Atim, al-Jaru wa-al-taAodl, 7: 140. Ibn Ab Atim, al-Jaru wa-al-taAodl, 7: 140. Al-Mizz. Tahdhb al-kamAl, 23: 529. Ibn ajar. Taqrb al-taqrb, 454. Al-Mizz. Tahdhb al-kamAl, 23: 529. Ibid. Ibid. , 23: 530. Nabawi - Volume 02 Nomor 02 Maret 2022 iC 220 Analisis ini diperlukan guna memastikan ketersambungan Skema 1 Jalur utama sanad hadis Ab Hurayra Sebelumnya, dalam jaru wa-taAodl, telah disimpulkan bahwa perawi hadis Aual-dunyA sijn al-muAominAy seluruhnya bisa dijadikan hujah dalam periwayatan hadis. Sudah dipastikan juga bahwa antara masing-masing perawi murid dengan gurunya terdapat unsur muAoAara . idup semas. , liqAAo . , dan hubungan 221 iC Amrulloh Ae METODE STUDI guru-murid dalam konteks periwayatan hadis. Dilihat dari skema 1 di atas, diketahui bahwa Muslim meriwayatkan hadis ini dari Qutayba. Qutayba dari AoAbd al-AoAzz dengan redaksi uaddathanA. AoAbd al-AoAzz dari al-AoAlAAo, al-AoAlAAo dari AoAbd al-RaumAn. AoAbd al-RaumAn dari Ab Hurayra dengan redaksi Aoan . Ab Hurayra dari Rasulullah SAW dengan redaksi qAla . eliau Dalam konsep tauammul wa-adAAo . etode penerimaan dan penyampaian hadi. , redaksi uaddathanA menunjukkan ketersambungan sanad . , dan redaksi Aoan juga menunjukkan ketersambungan sanad selama perawi murid tidak dikenal sebagai perawi mudallis . erjemah bebas: yang memanipulasi periwayata. Berdasarkan data jaru wa-taAodl sebelumnya, bisa ditegaskan bahwa AoAbd al-AoAzz, al-AoAlAAo, dan AoAbd al-RaumAn bukan perawi mudallis. Redaksi Ab Hurayra yang berbunyi qAla juga menunjukkan ketersambungan sanad. Dalam Ilmu Hadis, seorang sahabat tidak harus mendengar hadis yang diriwayatkan olehnya dari Rasulullah secara langsung, ia bisa mendengarnya dari sahabat lainnya. Untuk kepentingan keringkasan, yang disebutkan tetap satu sahabat saja pada masing-masing sanad. Kesimpulannya, sanad hadis Aual-dunyA sijn al-muAominAy ini tersambung . , dan seluruh perawinya bisa dijadikan hujah dalam periwayatan hadis. Bagaimana dengan unsur keterbebasan dari shdhdh dan Aoilla? Bagaimana dengan unsur shawAhid . aling mendukung pada posisi sahaba. dan mutAbaAoAt . aling mendukung pada posisi tabiin ke bawa. sanad ini? Untuk menjawabnya, harus diakukan iAotibAr atau peninjauan dan analisis seluruh jalur sanad yang ada terlebih dahulu. Sebelum dilakukan iAotibAr, agar jalur sanad dan kuantitasnya menjadi jelas, perlu dilakukan penyederhanaan hasil takhrj komprehensif terlebih dahulu. Penyederhanaan hasil takhrj komprehensif Sebelum melakukan iAotibAr seluruh jalur sanad hadis Ab Hurayra di atas dan menyajikan hasilnya dalam bentuk skema jalur sanad, penulis akan melakukan penyederhanaan hasil takhrj kmprehensif yang telah dilakukan sebelumnya, sebagai berikut. Nabawi - Volume 02 Nomor 02 Maret 2022 iC 222 u Qutayba b. SaAod, u AoAbd al-AoAzz b. Muuammad alDarAward. Aoan al-AoAlAAo b. AoAbd al-RaumAn. Aoan AoAbd alRaumAn b. YaAoqb. Aoan Ab Hurayra, q Rasulullah SAW (Muslim. Tirmidh. Ibn ibbA. u AoAbd al-AAolA, u AoAbd al-AoAzz, dan seterusnya (Ab YaAolA). u HishAm b. AoAmmAr, u AoAbd al-AoAzz, dan seterusnya (Ibn ibbA. u al-QaAonab, u AoAbd al-AoAzz, dan seterusnya (Ibn ibbA. u Ab MarwAn Muuammad b. AoUthmAn al-AoUthmAn, u AoAbd al-AoAzz, dan seterusnya (Ibn MAja. kh Ibn KAsib, kh Ibn Ab Azim. Aoan al-AoAlAAo b. AoAbd alRaumAn, dan seterusnya (Ibn Ab AoAi. u AoAffAn, u AoAbd al-RaumAn b. IbrAhm, u al-AoAlAAo, dan seterusnya (Aumad dalama al-Musna. u Ab AoAmir, u Zuhayr. Aoan al-AoAlAAo, dan seterusnya (Aumad dalama al-Musna. u AoAbd al-RaumAn b. Mahd. Aoan Zuhayr b. Muuammad. Aoan al-AoAlAAo, dan seterusnya (Aumad dalama al-Musnad. Aumaad dalam al-Zuh. u Ibn Ab AoAd. Aoan ShuAoba. Aoan al-AoAlAAo, dan seterusnya (Ibn Ab al-DunyA). u IsuAq b. Ab IsrAAol, u AoAbd al-RaumAn b. Muuammad. Aoan al-AoAlAAo, dan seterusnya (Ab YaAolA, al-BazzA. u Yazd b. ZurayAo, u Rawu b. al-QAsim. Aoan al-AoAlAAo, dan seterusnya . l-abrA. u IsmAAol b. Ab Uways, u MAlik b. Anas. Aoan al-AoAlAAo, dan seterusnya (Ab NuAoaym, al-Bayhaq dalam al-Adab. ShuAoab al-mAn, dan al-Zuh. IAotibAr seluruh jalur sanad dan analisisnya Di sini penulis akan menyajikan hasil penyederhanaan takhrj komprehensif di atas dalam bentuk skema seluruh jalur sanad untuk dianalisis, sebagai berikut. 223 iC Amrulloh Ae METODE STUDI Skema 2 Seluruh jalur sanad hadis Ab Hurayra beserta 6 shAhid-nya iC 224 Nabawi - Volume 02 Nomor 02 Maret 2022 Dilihat dari skema 2 di atas, diketahui bahwa riwayat hadis Aual-dunyA sijn al-muAominAy mengandung unsur shawAhid dan mutAbaAoAt. Riwayat hadis Ab Hurayra ini mempunyai 6 shAhid atau pendukung, yaitu riwayat hadis AoAbd AllAh b. AoAmrw. SalmAn al-FAris. Ibn AoUmar. Anas b. MAlik. AoAl b. Ab Alib, dan MuAoAdh b. Jabal. AoAbd al-RaumAn dan al-AoAlAAo tidak mempunyai tAbiAo. AoAbd al-AoAzz mempunyai 7 tAbiAo, yaitu Ibn Ab Azim. AoAbd al-RaumAn b. IbrAhm. Zuhayr. ShuAoba. AoAbd al-RaumAn b. Muuammad. Rawu, dan MAlik b. Anas. Qutayba mempunyai 4 tAbiAo, yaitu Abd al-AAolA. HishAm, al-QaAonab, dan Ab MarwAn. Ab AoAmir mempunyai 1 tAbiAo, yaitu AoAbd al-RaumAn b. Mahd. IAotibAr seluruh jalur sanad ini memastikan keterbebasan hadis dari shudhdh. Setelah jalur utama sanad yang sudah dinilai muttail dan perawinya thiqa . dil dan dabi. diperbandingkan dengan seluruh jalur sanad yang ada, tidak ditemukan indikasi penyimpangan perawi thiqa dalam jaur utama sanad tersebut dari perawi yang lebih thiqa, baik dari segi sanad maupun variasi redaksi matan. Dari sini bisa dipastikan bahwa hadis tersebut terbebas dari shudhdh. Di samping itu, berdasarkan penelaahan penulis, para ahli hadis tidak ditemukan membahas keberadaan shudhdh dalam hadis yang sedang dikaji ini. IAotibAr seluruh jalur sanad ini juga memastikan keterbebasan hadis dari Aoilla. Setelah dilakukan analisis jalur utama sanad yang sudah dinilai muttail, perawinya thiqa, dan tidak mengandung shudhdh, sekaligus seluruh jalur sanad yang ada, hadis yang sedang dikaji ini memang benar-benar diriwayatkan secara muttail, dan tidak mengandung Aoilla samar yang bisa menurunkan nilai hadis, seperti terindikasi mengandung unsur irsAl khaf, tadls, dan lain sebagainya. Kritik matan Matan hadis yang berbunyi Aual-dunyA sijn al-muAomin wajannat al-kAfirAy tidak ada indikasi kontradiksi dengan al-QurAoan dan al-Sunna. Al-QuAoan bahkan mengonfirmasi bahwa, bagi seorang mukmin, penjara bisa lebih dicintai jika penjara itu bisa menyelamatkannya dari perbuatan maksiat, seperti Surah Ysuf . : 33 berikut. 225 iC Amrulloh Ae METODE STUDI AU ca au ea a Eaeaa Na a e a aE a au eA c a ay aac a sA e A a a aeUa aa Na a e a aNa a aeA a AcA Aae a E a aa Na a A ( :Aa a es aa a )eA AuYusuf berkata. AoWahai Tuhanku! Penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka. Jika aku tidak Engkau hindarkan dari tipu daya mereka, niscaya aku akan cenderung untuk . emenuhi keinginan merek. dan tentu aku termasuk orang yang bodoh. AoAy94 Di samping itu, seperti terlihat pada data hasil takhrj dan iAotibAr-nya, hadis Ab Hurayra ini mempunyai 6 shAhid. Itu berarti bahwa Ab Hurayra tidak sendiri dalam meriwayatkan hadis ini, melainkan didukung dan dikonfirmasi oleh 6 sahabat Dari sini, sekali lagi, bisa dipastikan bahwa hadis ini tidak mengandung indikasi kontradiksi dengan al-QurAoan dan alSunna. Selain itu, kandungan makna hadis ini juga tidak mengandung indikasi kontradiksi dengan fakta sejarah, ilmu pengetahuan, dan akal sehat. Kesimpulan nilai hadis Hasil takhrj memastikan bahwa teks Aual-dunyA sijn almuAomin wa-jannat al-kAfirAy adalah hadis yang ditemukan dalam berbagai sumber asli hadis . aAdir aliyy. Hasil penilaian jaru wa-taAodl memastikan bahwa rangkaian perawi yang meriwayatkan hadis ini seluruhnya adil. Walaupun ada sedikit penilaian negatif yang tertuju pada kedabitan dua perawinya, yaitu Aoal-AoAlAAo dan AoAbd al-AoAzz, namun bisa dipastikan bahwa seluruh perawi hadis ini bisa dijadikan hujah dalam periwayatan Hasil iAotibAr atau analisis jalur sanad utama memastikan bahwa sanad hadis ini tersambung . , sedang hasil iAotibAr atau analisis seluruh jalur sanad memastikan ketiadaan indikasi keberadaan shudhdh dan Aoilla. Hasil iAotibAr tersebut bahkan memastikan keberadaan dukungan riwayat, tepatnya 6 shAhid dan sejumlah unsur mutAbaAoAt dalam sanad. Hasil kritik matan juga memastikan bahwa hadis ini tidak mengandung indikasi kontradiksi dengan al-QurAoan dan al-Sunna. Jadi, bisa dipastikan bahwa hadis Aual-dunyA sijn al-muAominAy dari Ab Hurayra ini adalah hadis yang bernilai sahih. Al-QurAoan. Ysuf . : 33. Nabawi - Volume 02 Nomor 02 Maret 2022 iC 226 Kesimpulan ini terkonfirmasi oleh Imam Muslim yang meriwayatkan hadis ini dalam al-auu, al-Tirmidh yang berkata: AuIni adalah hadis hasan-sahih,Ay95 dan Ibn ibbAn yang menyantumkannya dalam kitab al-auu-nya. 96 Nilai sahih hadis ini juga terkonfirmasi oleh para pakar hadis modern, seperti ShuAoayb al-ArnaAo97 dan al-AlbAn. Analisis Internal . l-taull al-dAkhi. : Memahami Kandungan Makna Hadis Aual-DunyA sijn al-muAomin wa-jannat al-kAfirAy Imam Muslim menyantumkan hadis Aual-dunyA sijn al-muAomin wa-jannat al-kAfirAy ini dalam bab zuhud. 99 Ini mengindikasikan bahwa, menurutnya, hadis ini harus dipahami dalam bingkai bab Oleh karena itu, al-AoUthaymn . juga menegaskan bahwa hadis ini menunjukkan urgensi zuhud di dunia. 100 Syarah para pensyarah hadis ini, sebagaimana akan terlihat di bawah, memang menegaskan bahwa kehidupan orang mukmin yang sesungguhnya adalah setelah mati. Hadis ini mempunyai sabab wurd, seperti disebutkan Ibn amza al-usayn . 1120 H) dalam kitab al-BayAn wa-al-taAorf f asbAb wurd al-uadth al-sharf . enjelasan dan pengenalan tentang latar belakang hadis yang muli. 101 Dari AoAmir b. AoAiya, ia berkata: Aku melihat Salman al-FAris tidak menyukai makanan. SalmAn berkata: Cukup bagiku. Sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: AuSesungguhnya orang yang paling lama merasa lapar pada hari kiamat adalah orang yang paling sering merasa kenyang di dunia. Wahai SalmAn, sesungguhnya dunia adalah penjara orang mukmin dan surga orang kafirAy (Inna awal al-nAs jAoA yawm al-qiyAma aktharuhum shibaAoA f al-dunyA. YA SalmAn, innamA al-dunyA sijn al- Al-Tirmidh, al-Sunan, 4: 562. Ibn ibbAn, al-auu, 2: 462. Aumad, al-Musnad, tauqq ShuAoayb al-ArnaAo, dkk, 14: 44. Ibn MAjah, al-Sunan, dengan penilaian al-AlbAn, 2: 1378. Muslim, al-auu, 4: 2956. Muuammad b. Aliu al-AoUthaymn. Sharu riyAs al-Aliun (Riyad: DAr alWaan, 1426 H), 3: 367. Ibn amza al-usayn, al-BayAn wa-al-taAorf f asbAb wurd al-uadth alsharf (Beirut: DAr al-KitAb al-AoArab, t. , 2: 51. 227 iC Amrulloh Ae METODE STUDI muAomin wa-jannat al-kAfi. 102 Salman al-FAris bukan membenci makanan, ia hanya tidak suka berkenyang-kenyangan dengan Sabab wurd ini lebih ke menjelaskan konteks hadis, dan konteks hadis ini adalahAisebagaimana judul bab auu MuslimAi Ada sejumlah riwayat yang secara tematis senada dengan hadis Diriwayatkan dari AoAbd AllAh b. AoAmr b. al-AoA. Nabi SAW bersabda: AuDunia adalah penjara dan masa kemarau bagi seorang maka ketika ia meninggalkan dunia, ia meninggalkan penjara dan masa kemarauAy . l-dunyA sijn al-muAomin wa sanatuhA, fa-idhA fAraqa al-dunyA, fAraqa al-sijn wa-al-san. 103 Hadis ini dinilai daif oleh al-AlbAn104 dan al-ArnaAo. 105 Diriwayatkan dari AoAbd AllAh b. AoAmrw, ia berkata: AuSesungguhnya dunia adalah surga orang kafir dan penjara orang mukmin. Perumpamaan orang mukmin ketika meninggal seperti orang yang berada dalam penjara lalu bebas dari penjara itu. Kemudian ia menjadi bebas dan hidup lapang di bumiAy . nna al-dunyA jannat al-kAfir wa-sijn al-muAomin, wa-innamA mathalu al-muAomin una takhruju nafsuhu ka-mathali rajul kAna f sijn, fakharaja minhu fa-jaAoala yataqallabu f al-ars wa-yatafassauu fhA). Diriwayatkan juga dari Sayyida AAoishah, ia berkata: AuDunia ini bukan tempat terbaik bagi seorang mukmin. bagaiamana terbaik, sedangkan dunia adalah penjara dan ujian baginyaAy . l-dunyA lA taf li-muAomin, kayfa wa-hiya sijnuhu wa-balAAouh. 107 Riwayat-riwayat ini menegaskan bahwa kehidupan orang mukmin yang sesungguhnya adalah setelah ia meninggalkan dunia. Menurut al-Nawaw . 676 H), salah satu pensyarah terpopuler auu Muslim, istilah penjara relevan dengan realitas orang muknin di Di dunia, orang mukmin dibebani berbagai perintah yang wajib ditaati dan berbagai larangan yang wajib dijauhi. Realitas dunia orang mukmin ini tak ubahnya seperti penjara jika dibandingkan dengan Al-BazzAr, al-Musnad, 6: 462, no. dan lainnya. Aumad, al-Musnad, 11: 442, no. dan lainnya. Al-AlbAn. Silsilat al-auAdth al-saAofa wa-al-mawsAoa, 6: 47. Aumad, al-Musnad, tauqq ShuAoayb al-ArnaAo, dkk, 11: 442. AoAbd AllAh b. al-MubArak, al-Zuhd wa-al-raqAAoiq (Beirut: DAr al-Kutub al-AoIlmiyya, t. , 211. Riwayat daif dalam Musnad al-Daylam. Lihat al-AlbAn. Silsilat alauAdth al-saAofa wa-al-mawsAoa, 8: 111. Nabawi - Volume 02 Nomor 02 Maret 2022 iC 228 segala kenikmatan abadi yang dipersiapkan di akhirat. Sedang untuk memahami redaksi Ausurga orang kafir,Ay harus dipahami dulu keadaannya di akhirat. Dibandingkan dengan azab kekal yang kelak diterima di neraka, maka dunia bagi orang kafir masih seperti surga. Secara lebih gamblang, menurut al-QAr . 1014 H), makna hadis ini adalah bahwa dunia seperti penjara bagi orang mukmin jika dibandingkan dengan segala kenikamatan yang dipersiapkan di surga, dan surga bagi orang kafir jika dibandingkan dengan segala azab yang dipersiapkan di neraka. 109 Sebelumnya, al-QAs AoIyAs . 544 H), salah satu pensyarah auu Muslim, juga menyatakan hal yang sama. Syarah al-QAs IyAs, al-Nawaw, dan al-QAr tersebut dikonfirmasi para penulis literatur syarah klasik, di antara mereka adalah al-b . 743 H),111 al-Suy . 911 H),112 dan Ibn AoAllAn . 1057 H). 113 Syarah itu juga dikonfirmasi para penulis literatur syarah auu Muslim modern, di antara mereka adalah MsA ShAhn LAshn114 dan Muuammad al-Amn al-Harar. 115 Intinya, dalam memahami hakikat penjara dunia bagi mukmin, dan hakikat surga dunia bagi kafir, harus dipahami terlebih dahulu balasan yang dipersiapkan di akhirat bagi masing-masing: nikmat bagi si mukmin, dan azab bagi si Al-MunAw . 1031 H) mengonfirmasi syarah al-QAr dan lainnya di atas dengan menyebutkan kisah Ibn ajar al-AoAsqalAn . YauyA b. Sharaf al-Nawaw, al-MinhAj sharu auu Muslim b. al-ajjAj (Beirut: DAr IuyAAo al-TurAth al-AoArab, 1392 H), 18: 93. Al-MalA AoAl al-QAr. MirqAt al-mafAth sharu mishkAt al-maAbu (Beirut: DAr al-Fikr, 2. , 8: 3226. Al-QAs AoIyAs. IkmAl al-muAolim bi-fawAAoid Muslim (Mesir: DAr al-WafAAo, 1. , 8: 511. Al-usayn b. AoAbd AllAh al-b, al-KAshif Aoan uaqAAoiq al-sunan (Riyad: Maktabat NazzAr MuafA al-BAz, 1. , 10: 3272. JalAl al-Dn al-Suy, al-DbAj Aoala auu Muslim b. al-ajjAj (Arab Saudi: DAr Ibn AoAffAn, 1. , 6: 274. Muuammad AoAl b. Muuammad Ibn AoAllAn. Dall al-fAliun li-uruq riyAs al-Aliun (Beirut: DAr al-MaAorifa, 2. , 4: 398. MsA ShAhn LAshn. Fatu al-munAoim sharu auu Muslim (Kairo: DAr alShurq, 2. , 10: 574. Muuammad al-Amn al-Harar, al-WahhAj wa-al-raws al-bahhAj f sharu auu Muslim b. al-ajjAj (Mekah: DAr al-MinhAj dan DAr q al-NajA, 2. , 26: 328. 229 iC Amrulloh Ae METODE STUDI 852 H) dan seorang Yahudi. Suatu hari, saat Ibn ajar menjabat sebagai hakim, ia berjalan melewati pasar dalam pengawalan yang besar dan penampilan yang menarik dan berwibawa. Tiba-tiba, seorang Yahudi penjual minyak panas yang berpakaian kusut, kumel, dan penuh cipratan minyak, menghampiri dan melabrak Ibn ajar. Seorang Yahudi itu terlihat berpenampilan amat buruk dan kotor. Sambil memegang erat tali kekang bagal yang dinaiki Ibn ajar, seorang Yahudi tadi berkata: AuWahai Shaykh al-IslAm, engkau menyangka bahwa Nabi kalian berkata AoDunia adalah penjara orang mukmin dan surga orang kafir. Ao Lalu penjara yang bagaimanakah yang engkau ada di dalamnya, dan surga yang bagaimana pula yang aku ada di dalamnya?Ay Dengan tenang Ibn ajar menjawab: AuAku dibandingkan dengan segala nikmat yang dipersiapkan Allah untukku di akhirat kelak, seakan-akan aku sekarang ini berada di penjara. engkau dibandingkan dengan azab pedih yang dipersiapkan Allah untukmu di akhirat kelak, seakan-akan engkau sekarang berada di Ay Singkat kata, seorang Yahudi tadi kemudian memeluk Islam. KESIMPULAN Dari pemaparan tentang rumusan metode studi hadis taull dan implementasinya pada hadis Aual-dunyA sijn al-muAomin wa-jannat al-kAfir,Ay penulis bisa menyimpulkan dua hal. Pertama, studi hadis taull adalah kegiatan mengupas tuntas satu hadis tertentu yang mencakup analisis eksternal dan analisis internal. Analisis eksternal adalah kegiatan mengupas tuntas nilai/derajat hadis, sedang analisis internal adalah kegiatan mengupas tuntas kandungan matan hadis. Kedua, dari segi analisis eksternal, bisa disimpulkan bahwa hadis AualdunyA sijn al-muAomin wa-jannat al-kAfirAy adalah hadis maqbl . ang diterima sebagai huja. yang bernilai sahih. Dari segi analisis internal, bisa disimpulkan bahwa dalam memahami hakikat penjara dunia bagi mukmin, dan hakikat surga dunia bagi kafir, harus dipahami terlebih dahulu balasan yang dipersiapkan di akhirat bagi masing-masing: nikmat bagi si mukmin, dan azab bagi si kafir. Zayn al-Dn al-MunAw. Fays al-qadr sharu al-jAmiAo al-aghr (Mesir: al-Maktaba al-TijAriyya al-KubrA, 1356 H), 3: 546. Nabawi - Volume 02 Nomor 02 Maret 2022 iC 230 DAFTAR PUSTAKA