RITORNERA: JURNAL TEOLOGI PENTAKOSTA INDONESIA Vol 05. No 02. Agustus 2025. Hal: 130-141 ISSN (Online: 2797-717X) (Print:2797-7. Available at: pspindonesia. Pemuridan Paulus dan Timotius Menurut 1 Timotius 1:1-2: Role Model Gereja Tuhan Masa Kini Rony Gara Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Yogyakarta ronygara77@gmail. Paulus Kunto Baskoro Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Ae Yogyakarta paulusbaskoro1177@gmail. Noor Anggraito Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Ae Yogyakarta begawananggraito@gmail. Abstract In this digital era, it provided its own challenges for the church in carrying out the great commission of the lord jesus christ to go and make disciples of all nations. Social media seemsed to be opening up opportunities for the church to spread the gospel more freely to remote areas, even with new ways of worship, even though it's online. However, on the other hand, existing programs have resulted in the onsite disconnection of the congregation. This is what caused direct relationships or communication with one another to be of less value. By using a descriptive qualitative approach and literature study method, this study aimsed to answer several questions about how to apply the discipleship model through relationships in this increasingly modern era. This meansed that paul and timothy's model of discipleship as relationship-based discipleship should be applicable and even multiplied in today's church. Keywords: Discipleship. Paulus and Timothy. Relationships. Today's Church. Great Commission Abstrak Di era digital seperti sekarang ini memberikan tantangan tersendiri bagi gereja dalam menjalankan amanat agung tuhan yesus kristus untuk pergi dan menjadikan semua bangsa murid kristus. Sosial media sepertinya membuka peluang bagi gereja untuk memberikan injil dengan lebih leluasa sampai di daerah-daerah terpelosok bahkan dengan cara-cara baru dalam peribadan meskipun secara online. Namun di sisi lain, program-program yang ada malah mengakibatkan semakin tidak terhubungnya jemaat secara kedekatan . Inilah yang mengakibatkan hubungan atau komunikasi secara langsung satu dengan yang lain menjadi kurang nilainya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif serta metode studi literatur, maka penelitian ini bertujuan untuk menjawab beberapa pertanyaan tentang bagaimana mengaplikasikan model pemuridan melalui hubungan di tengah-tengah zaman yang semakin modern ini. Ini berarti model CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia pemuridan paulus dan timotius sebagai pemuridan yang berdasarkan hubungan harusnya dapat diterapkan bahkan dimultiplikasikan di dalam gereja masa kini. Kata Kunci: Pemuridan. Paulus dan Timotius. Hubungan. Gereja Masa Kini. Amanat Agung PENDAHULUAN Gereja merupakan kumpulan orang-orang yang telah dipanggil keluar dari kegelapan kepada terang-Nya. Kelahiran gereja ditandai dengan pemberitaan Injil sebagai faktor yang utama. Dalam Christian Theology. Millard Erickson menggambarkan Injil sebagai Ausatu-satunya faktor yang memberi bentuk dasar bagi segala sesuatu yang dilakukan gereja, elemen yang menjadi jantung dari seluruh fungsinya. Ay1 Ide tentang pemberitaan Injil merupakan hal yang menjadi pendorong utama bagi gereja-Nya dalam memperlebar kerajaan-Nya di muka bumi ini. Amanat Agung Tuhan Yesus dalam Matius 28:18-20, yakni untuk pergi dan menjadikan semua bangsa murid-Nya harusnya menjadi tanggung jawab setiap orang yang percaya atau gereja-Nya untuk terus dikerjakan sampai pada kesudahannya. Dengan kata lain menjadikan murid atau pemuridan sudah seharusnya menjadi DNA dari Aukekristenan yang hidupAy atau dengan kata lain AupemuridanAy seharusnya menjadi sentral dalam misi Allah Banyak gereja saat ini mengalami stagnasi rohani karena pemuridan tidak lagi menjadi fokus utama, sehingga umat tidak bertumbuh secara dewasa dan mandiri . ilihan untuk sitas. Pandemi COVID-19 memperparah kondisi dengan membentuk budaya ibadah daring yang mengurangi interaksi personal dan pemuridan yang alami . ilihan untuk sitas. Di sisi lain, gerejagereja modern seringkali mengabaikan pemuridan sebagai syarat keanggotaan, sehingga pengikut Kristus tidak mengalami transformasi hidup yang nyata . ilihan untuk sitas. Kondisi ini menuntut kajian mendalam tentang pemuridan berbasis hubungan pribadi seperti model Paulus dan Timotius agar misi Allah dapat dijalankan dengan efektif. Apa yang gereja saat ini lakukan tidak semuanya sesuai dengan misi Allah untuk menjadikan murid. Artinya banyak gereja yang tinggal pada keadaan status quo, kenyamanan serta berhenti melakukan apa yang seharusnya gereja lakukan yakni menjadikan murid. Di samping itu banyak dari gereja yang hanya fokus kepada program-program yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan menjadikan murid. Setidaknya untuk beberapa dekade, gereja-gereja di dunia Barat tidak menjadikan pemuridan sebagai syarat dari orang Kristen. Orang Kristen selama ini tidak diwajibkan atau tidak dimasudkan untuk menjadi murid agar bisa menjadi Kristen dan bisa tetap jadi Kristen tanpa ada tanda-tanda perkembangan ke arah pemuridan. 2 Secara khusus gerejagereja di Amerika zaman sekarang tidak diwajibkan mengikut Kristus menurut teladan hidup, semangat dan pengajaran-Nya, sebagai syarat keanggotaannya Ae apakah itu masuk ke dalam atau tetap di dalam denominasi atau gereja lokal. Demikian juga dampak yang begitu nyata kembali terjadi akhir-akhir ini dengan adanya pandemi Covid 19 ketika gereja diperhadapkan dengan kehidupan serba sulit dalam berhubungan satu dengan yang lain. Adanya kebaktian daring . di satu sisi memberikan kemudahan kepada setiap anggota gereja bahkan orang yang belum percaya dalam mengikuti ibadah online tanpa harus keluar rumah, tetapi di sisi yang lain hal ini justru membentuk sebuah budaya yang Millard J. Erickson. Teologi Kristen (Malang: Gandum Mas, 2. , 24. Dalas Willard. The Great Omission (Surabaya: Literatur Perkantas, 2. , 19Ae20. Ibid. CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia baru dimana jemaat mengalami kesulitan dalam membangun hubungan satu dengan yang lain. Pertanyaan yang perlu direnungkan apakah memilih melanjutkan cara seperti biasa dalam menjalani kehidupan Kristen dan dalam kehidupan bergereja secara keseluruhan, yaitu menikmati kesuksesan yang berdasarkan pada banyak standar yang didefinisikan oleh dunia sekitar? Atau, orang percaya bisa memandang Yesus yang diberitakan oleh Alkitab dengan jujur, dan berani bertanya apa konsekuensinya jika benar-benar percaya kepada Yesus itu serta sungguh-sungguh taat kepada-Nya dan melakukan setiap perintah-Nya?4 Surat 1 Timotius 1:1-2, menegaskan bahwa Timotius adalah seorang murid yang dimuridkan Paulus dalam perjalanan misinya. Hubungan yang terbangun antara Paulus dan Timotius bukanlah hubungan yang dangkal melainkan hubungan yang kuat. Ayat ini menjelaskan bahwa Paulus menganggap Timotius sebagai anaknya. Timotius menyertai Paulus dalam perjalanan mengabarkan Injil ke berbagai tempat. Ia juga menyertai Paulus sewaktu di penjara. Timotius sendiri pernah dipenjarakan paling sedikit satu kali selama masa penulisan kitab-kitab di Perjanjian Baru, yaitu dicatat di bagian akhir Surat Ibrani. Timotius dilepaskan dari penjara. Semasa hidupnya. Paulus bersama dengan Timotius sekitar 15 tahun. Ini bukanlah waktu yang singkat sehingga hubungan yang terbangun di antara mereka begitu kuat. Selain itu faktor utama gereja tidak pada misi Allah karena ketidakdewasaan dari umat Tuhan. Makanan mereka hanyalah makanan bagi bayi-bayi rohani. Tidak bertumbuh secara dewasa sehingga yang terjadi, jamaat seakan-akan tidak mau maju dengan apa yang Tuhan mau kerjaan di dalam gereja. Cenderung apatis bahkan mengkritik tanpa membantu dalam pelayanan yang ada. Sewaktu terjadi masalah sesama rekannya biasa memilih untuk menghindar sedangkan menginjinkan Tuhan bekerja melalui masalah yang dihadapi. Pada waktu Tuhan memberikan perintah kepada gereja-Nya untuk pergi dan menjadikan murid tidak berhenti pada apa yang seharusnya gereja lakukan melainkan ditutup juga dengan apa yang Tuhan akan lakukan melalui gereja-Nya yakni dengan janji yang pasti: AuDan ketahuilah. Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman (Mat. Sejauh ini belum ada penelitian yang secara spesifik mengekplorasi pola relasional Paulus dan Timotius sebagai model pemuridan dan aplikasinya bagi gereja masa kini dalam konteks tantangan era digital atau pasca-pandemi. Penelitian ini mengisi kekosongan tersebut dengan menelaah 1 Timotius 1:1Ae2 secara teologis dan mengaitkannya dengan prinsip pemuridan berbasis hubungan yang relevan untuk gereja masa kini. Dengan melihat tantangan-tantangan yang demikian penulis merasa perlu untuk mengkaji dengan lebih mendalam pentingnya sebuah kehidupan pemuridan dalam gereja yang terbangun bukan berdasarkan program melainkan dari budaya hubungan seperti yang terjadi dalam kehidupan Rasul Paulus dan Timotius sebagai pola pemuridan yang efektif. Bahkan dari penelitian ini penulis berharap gereja dapat kembali kepada Amanat Agung yang sepenuhnya dimana bukan saja orang menerima Tuhan melainkan mereka juga masuk dalam proses pemuridan secara Hal ini menjadi point penting yang pernah dikatakan oleh Paulus Kunto Baskoro dalam konsep pengembangkan pemuridan dalam artikel yang berjudul AuPeran Pemuridan bagi Kebangkitan Pemimpin Rohani Baru dalam Gereja Masa Kini. Ay5 Tujuan penelitian ini: Pertama, menguraikan pemuridan sebagai dasar pemahaman. Kedua, pentingnya pemuridan. Ketiga. David Platt. Radical (Surabaya: Literatur Perkantas, 2. , 11. Paulus Kunto Baskoro. Ester Yunita Dewi, and Yonatan Alex Arifianto. AuPeran Pemuridan Bagi Kebangkitan Pemimpin Rohani Baru Dalam Gereja Masa Kini,Ay Theologia Insani: Jurnal Theologia. Pendidikan. Dan Misiologia Integratif 1, no. : 49Ae66, https://ojs. id/index. php/theologiainsani/article/view/9. CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia pemuridan melalui hubungan: Paulus dan Timotius . erdasarkan surat 1 Tim. 1:1-. Keempat, gaya hidup pemuridan yang bermultiplikasi. Kelima, menguraikan implementasi pemuridan melalui hubungan dalam gereja masa kini. METODE PENELITIAN Artikel ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif literatur atau pendekatan studi pustaka, yakni metode penelitian dengan mengumpulkan sebanyak mungkin teori maupun informasi dari sumber-sumber kepustakaan yaitu buku, e-book dan jurnal-jurnal penelitian terdahulu yang relevan dengan pemuridan yang dibangun berdasarkan hubungan. Adapun sumber-sumber yang digunakan dalam artikel ini dapat dipertanggungjawabkan secara Di samping itu artikel ini ada untuk menjawab persoalan penelitian tentang bagaimana implementasi pemuridan yang efektif dari kehidupan Rasul Paulus dan Timotius sebagai role model pemuridan bagi gereja masa kini. HASIL PEMBAHASAN Arti Kata Sebagai Dasar Pemuridan Pemuridan dimulai dengan kata AumuridAy. Kata AumuridAy secara etimologi berasal dari kata Ibrani: . dan kata Yunani: . , artinya: seorang yang belajar dan berkembang menjadi: (Mathete. artinya adalah murid. 6 Kata Yunani EAC, mathetes, paling sering dipakai sebagai seorang pembelajar dalam makna praktis yang berarti tidak hanya teoritis, sehingga dapat dipakai untuk menyebut seseorang yang sedang magang di suatu pekerjaan. Kata AumuridAy sendiri muncul 269 kali dalam Perjanjian Baru. Kata AuKristenAy muncul tiga kali dan kemunculan pertamanya digunakan untuk merujuk pada murid Yesus Ae dalam situasi di mana mereka tidak bisa lagi dianggap sebagai sekte orang Yahudi (Kis. 7 Ensiklopedia Alkitab Masa Kini menjelaskan tentang kata murid sebagai berikut: di luar kitab Injil, kata itu hanya terdapat dalam Kisah Para Rasul dengan arti orang-orang percaya, yang mengaku Yesus sebagai Mesias (Kis. 6:1,2,7. 9:36 . entuk mathetri. Sedangkan bentuk kata kerja matheteuo, artinya. Aumenjadi muridAy, menjadi seorang lain menjadi murid, terdapat dalam Matius 27:57. 28:19. Jadi bisa kita simpulkan kata AumuridAy sebagai seseorang yang sedang belajar . agang/inter. dan sedang berkembang atau seseorang yang sedang menjadi seperti . yang memuridkan. Berarti murid Kristus identik dengan seorang yang sedang mengikut Kristus atau yang sering kali disamakan dengan orang Kristen sebagai orang-orang yang mengikuti Kristus. Akan tetapi pengertian ini menjadi sesuatu yang sangat rancuh dengan pengertian pemuridan yang sesungguhnya, karena pada kenyataanya orang Kristen AusajaAy belum tentu menjadi orang yang berada dalam pemuridan . roses pemurida. Istilah murid memiliki rentang kategori yang mengatasi usia, minat, karunia rohani, dan persuasi teologis. Pekerja pabrik, professor universitas, dan ibu rumah tangga, semuanya dipanggil kepada pemuridan serta Harold K. Moulton. The Analytical Greek Lexicon Revised (Grand Rapids: Zondervan Publishing House, ), 257. Willard. The Great Omission, 19. Douglas. Ensiklopedia Alkitab Masa Kini Jilid II (Jakarta: Yayasan Bina Kasih/OMF, 2. , 100. CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia membuat murid. ini bukan wilayah eksklusif seorang pendeta. Kristus ingin menggunakan totalitas tubuh-Nya dalam proses pemuridan. Seorang murid adalah seorang pembelajar, seorang yang mengikuti ajaran-ajaran seorang guru dan menyebarkannya. Tetapi yang perlu diingat adalah menjadi seorang murid Kristus lebih dari sekadar mempelajari, menaati dan menyebarkan doktrin-doktrin Kristen. Menjadi murid Yesus berarti menjadi pengikut-Nya, pergi ke mana pun Yesus memimpin, dan melakukan apa pun yang Yesus perintahkan, berapaun harga atau risiko yang harus ditanggungnya. Sebuah buku yang biasa digunakan. The Lost Art of Disciple Making, menyajikan kehidupan Kristen pada tiga tingkatan: petobat baru, murid dan pelayan. Menurut buku itu ada proses untuk membawa orang ke setiap tingkatan. Penginjilan menghasilkan petobat baru, proses membentuk atau Autindak-lanjutAy akan menghasilkan murid, dan memperlengkapi akan menghasilkan pelayan. Para murid dan pelayan dikatakan mampu mengulangi proses itu dengan menginjili, sementara hanya pelayan yang bisa menindaklanjuti penginjilan dengan 11 Dari apa yang dipaparkan buku di atas bisa saja berbeda dengan pandangan penulis yang mempercayai setiap orang yang telah menerima Kristus harusnya dengan sendirinya diangkat menjadi murid bukan karena performance orang tersebut melainkan diterima sematamata karena kasih karunia Tuhan. Mungkin yang membedakan adalah proses menjadi murid dan proses menjadikan murid. Tidak berhenti hanya pada kita dimuridkan melainkan akan terus bekerja dimana kita yang sudah dimuridkan akan memuridkan orang lain. Pakar pemuridan Bill Hull menulis. AuShip yang ditambahkan pada akhir kata disciple . berarti AokondisiAo atau Aoterkandung di dalamAo. Jadi discipleship . berarti kondisi menjadi seorang disciple . Sesungguhnya, istilah discipleship . memiliki kesan berkelanjutan yang menyenangkan Ae kesan perjalanan, ide menjadi disciple . , bukan dijadikan disciple . Ay12 Ini berarti seorang murid hanya bisa dikatakan sebagai seorang murid jika orang tersebut memuridkan orang lain lagi. Sedangkan pemuridan dapat dikatakan sebagai proses menjadikan murid Kristus, sehingga tidak hanya dilakukan sekali melainkan sebagai perjalanan seumur hidup. Dr. Steve Murrell dalam bukunya Making Disciple memberikan pengertian bahwa pemuridan adalah panggilan untuk mengikut Yesus . erdasarkan Mat. 4:19 Ae AuMari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusiaA. , panggilan untuk menjangkau yang terhilang maupun panggilan untuk bersekutu dengan orang percaya lainnya (Pemuridan adalah hubungan dengan Allah, hubungan dengan orang terhilang dan juga dengan orang percaya lainny. Pemuridan adalah hubungan. 13 Sedangkan menjadikan murid berbicara tentang proses menolong orang lain untuk mengikut Kristus. Alkitab mengatakan menjadikan semua bangsa murid-Ku, bukan murid kita, bagian kita hanyalah menolong orang lain untuk mengikut Kristus. Itulah sebabnya dalam artikel ini kita fokus kepada pemuridan berdasarkan hubungan yang terbangun. Pentingnya Pemuridan Bill Hull. Panduan Lengkap Pemuridan (Yogyakarta: Yayasan Gloria, 2. , 24. Tozer. Discipleship (Jakarta: Katalis, 2. , 7. Willard. The Great Omission, 11. Joey Bonifacio. The Lego Principle. Memuridkan Bangsa Melalui Hubungan Yang Dibangun (Yogyakarta: Yayasan Andi Offset, 2. , 8. Steve Murrell. Making Disciples (Manila. Philippines: Every Nation Production, 2. , 1Ae3. CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia Pernyataan Dietrich Bonhoeffer yang cukup dramatis tentang pemuridan dikutip oleh Bill Hull yaitu. AuKekristenan tanpa pemuridan sama saja dengan kekristenan tanpa Kristus. Tanpa pemuridan, tidak ada kekristenan, karena pemuridanlah yang menghidupkan iman Kristen. Sayangnya. AukekeristenanAy tanpa pemuridan jauh lebih menguasai pola piker kebanyakan gereja masa kini. Selain mengisap apa yang menjadi kekuatan gereja, kekristenan tanpa pemuridan membuat gereja meleburkan diri dengan budaya di sekelilingnya. Beberapa tahun yang lalu A. Tozer menyatakan perasaanya bahwa Auada bidat yang sudah menyebar luas di kalangan kaum Injili Ae suatu konsep yang sudah diterima luas bahwa kita sebagai manusia bisa memilih untuk menerima Kristus hanya karena kita butuh Dia sebagai Juruselamat dan kita berhak menunda ketaatan kepada Dia sebagai Tuhan selama kita inginkan!Ay15 Dia kemudian berkata Aukeselamatan yang terpisah dari ketaatan tidak dikenal dalam Kitab Suci. Ay AuBidatAy ini telah menciptakan kesan bahwa masuk akal untuk menjadi Auorang Kristen vampir. Ay Yakni orang Kristen yang berkata pada Yesus. AuSaya butuh darah-Mu. Tapi saya tidak peduli menjadi murid-Mu atau memiliki sifat-Mu. Bahkan jangan berurusan dengan saya selama hidup ini, kita ketemu lagi di sorga nanti. Ay Hal ini memberikan kesan yang tragis tentang kehidupan kekristenan yang sesungguhnya. Berbeda jika kita menginginkan kehidupan yang diproses oleh Tuhan bahkan melalui orang lain yang bisa saja memimpin kita, menegur, menasihati kita, maka sebenarnya di sanalah kita sedang dibentuk oleh Tuhan. Itulah sebabnya pemuridan menjadi sesuatu yang sangat penting karena merupakan inti kehidupan orang percaya. Pemuridan juga mengajak setiap orang percaya yang menjadi pengikut Kristus yang siap sedia untuk dididik, diajar, dan diperlengkapi sedini mungkin hidupnya mengikuti teladan Yesus dan memiliki kerinduan melakukan kehendak Allah dengan sebaik mungkin. Bahkan pemuridan menjadikan orang percaya semakin yang kuat dalam Tuhan yang tidak fokus pada kelemahan melainkan mengijinkan Tuhan dalam setiap proses. Hal yang lain juga menjawab pertanyaan kenapa permuridan menjadi begitu penting dikarenakan pemuridan sebagai bagian dari suatu proses membawa orang ke dalam hubungan yang dipulihkan dengan Allah dan membina mereka menuju kedewasaan penuh di dalam Kristus melalui rencana pertumbuhan yang intensional, sehingga mereka juga mampu melipatgandakan keseluruhan proses ini kepada orang lain. Ay16 Itulah sebabnya dari artikel ini penulis berusaha memaparkan bahwa pemuridan menjadi bagian yang sangat penting dalam gereja tetapi bukan sesuatu yang rumit untuk dilakukan. Pemuridan pada dasarnya bersifat sederhana. Semakin eksklusif dan kompleks suatu pemuridan, semakin jauhlah hal itu menyimpang dari contoh yang dilakukan Yesus dan yang diperintahkanNya untuk dilakukan. Kerumitan atau kompleksitas adalah salah satu penghambat bagi banyak gereja yang ingin menciptakan pemuridan yang efektif. 17 Pemuridan melalui hubungan: Paulus dan Timotius . erdasarkan surat 1 Tim. 1:1-. Pemuridan Melalui Hubungan: Paulus dan Timotius: Berdasarkan Surat 1 Tim. 1:1-2 Hull. Panduan Lengkap Pemuridan, 21. Tozer. Discipleship, 13. Edmund Chan. Pemuridan Intensional Yang Mengubah Definisi Sukses Dalam Pelayanan (Singapura: Covenant Evangelical Free Church, 2. , 14. Steve Murrell. Wikichurch (Yogyakarta: Yayasan Andi Offset, 2. , 57. CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia Pemuridan atau proses menjadikan murid yang ditujukan kepada setiap orang percaya. Tujuan akhir dari kehidupan orang percaya adalah melihat orang lain juga menjadi percaya dan menjadi murid Kristus. Ini dapat diartikan sebagai suatu proses sengaja dimana seorang Kristen yang lebih dewasa berhubungan dengan satu atau lebih orang secara sengaja dan pribadi dalam suatu periode waktu yang panjang, membimbing pengalaman-pengalaman mereka sehingga pada akhirnya mereka berkembang menjadi orang Kristen yang dewasa dan mampu melakukan hal yang sama dengan lainnya. 18 Pemuridan bukanlah pola pengajaran dalam kelas melainkan gaya hidup yang berbagi. Bukan sekedar memberikan informasi melainkan impartasi. Kehidupan yang dibagikan bukan seperti boss dan anak buah atau guru dan murid di ruang kelas melainkan dari hubungan kekeluargaan antara bapa dan anak atau hubungan pertemanan. Konsep pemuridan Paulus dan Timotius dapat kita katakan sebagai konsep pemuridan yang terbangun berdasarkan hubungan bukan berdasarkan pekerjaan Mengapa hubungan . ? Tanpa hubungan, tidak mungkin tercapai perubahan. Tanpa hubungan atau relatisi tidak akan ada model yang apat diteladani, seperti cara Paulus kepada Timotius yang muda . Tim 2:1-. , atau seperti Tuhan Yesus terhadap 12 murid. Tanpa relasi, eksistensi diri seseorang tidak dapat tersentuh. Harington mengatakan bahwa cara pemuridan Yesus bersifat relasional dan pribadi. Ketimbang terfokus pada banyak orang, waktu Yesus lebih banyak dipakai untuk interaksi bersama 12 murid-Nya yang kemudian lebih efektif untuk menjangkau banyak orang. 19 Pemuridan relasional . ecara hubunga. bersifat Yohanes 15:15 menuliskan Yesus tidak lagi menyebut murid-murid-Nya hamba, melainkan sahabat karena Ia telah memberitahukan segala hal dari Bapa. Dengan kata lain, proses pemuridan Yesus selama 3 tahun bersama murid-murid-Nya adalah sebuah bentuk persahabaan. Maka, proses pemuridan seperti inilah yang patut menjadi contoh pemuridan hari ini. Demikian halnya dengan apa yang tercatat dalam 1 Timotius 1:1-2 sebagai ayat acuan dalam penjabaran artikel ini. Paulus dengan tegas menganggap Timotius sebagai anaknya sendiri. Bukan lagi sebagai orang asing melainkan sebagai seseorang yang punya hubungan yang 1:1 Dari Paulus, rasul Kristus Yesus menurut perintah Allah. Juruselamat kita, dan Kristus Yesus, dasar pengharapan kita, 1:2 kepada Timotius, anakku yang sah di dalam iman: kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus. Tuhan kita, menyertai engkau. Di samping itu ada beberapa ayat lain yang menegaskan bahwa Timotius adalah anak rohani . Tim. 1:18, 1 Kor. 4:17, 2 Tim. 1:2, 1 Tes. dari Rasul Paulus meskipun secara jasmani Timotius dibesarkan dalam keluarga yang mengasihi Tuhan terutama dari contoh iman yang nyata dalam orang tuanya terutama dalam nenek dan ibunya . Tim. 1:15. 3:15. Kis. Surat Timotius yang pertama ini ditulis Paulus kepada Timotius dalam rangka memberikan tugas kepadanya dalam pelayanan kepada jemaat di Efesus sekitara tahun 63 Masehi. Bahkan dalam perjalanan Paulus yang kedua (Kis. 16:1-. Timotius sering menyertainya ke mana pun dia pergi. Ia juga turut mengabarkan Injil di Makedonia dan Akhaya dan membantu Paulus waktu ia mengajar di Efesus selama tiga tahun, di mana ia menjadi sangat Ronald W Leigh. Melayani Dengan Efektif Ae 34 Prinsip Pelayanan Bagi Pendeta Dan Kaum Awam (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. , 128. Wayan Kawi Arliyanti and Khoe Yao Tung. AuImplementasi Pemuridan Transformatif Berbasis Pendidikan Kristen Bagi Generasi Era Digital Pada Gereja XYZ Di Tangerang,Ay EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership 4, no. : 24Ae39. CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia mengenal kota itu serta kebutuhan-kebutuhan jemaat di sana. Latar belakang Timotius sendiri juga merupakan seorang utusan yang ditunjuk ke Yerusalem (Kis. dan mungkin menyertai Paulus pada masa pemenjaraannya yang pertama, kerena namanya muncul dalam pembukaan surat Kolose . dan Filemon . Setelah Paulus dibebaskan ia juga mengadakan perjalanan kembali bersama Paulus dan rupanya ditinggalkan di Efesus untuk menjernihkan kekacauan yang telah berkembang di sana, sedang Paulus melanjutkan kunjungannya ke gereja-gereja di Makedonia. Pada akhir hidup Paulus ia mendampinginya di Roma . Tim. 4:11, . dan ia sendiri juga dipenjarakan (Ibrani 13:. , tetapi dibebaskan kembali. Dari apa yang dialami oleh Timotius sehubungan dengan mengikuti setiap perjalanan Paulus menjadikan Timotius semakin kuat dalam Tuhan. Di samping itu juga hubungan yang terbangun dengan Pauluspun semakin kuat. Contoh inilah yang memberikan pengertian kepada setiap orang percaya bahwa sebuah hubungan memerlukan suatu pengorbanan yang begitu rupa. Paulus bukan saja memberikan waktu dan tenaganya dalam membimbing Timotius muda ini, tetapi ada respon yang benar dari Timotius dalam mengikuti Paulus ke mana pun dia pergi. Hal ini yang menjadi dasar yang kuat dalam hubungan pemuridan Paulus-Timotius. Pertanyaan yang muncul adalah apakah Paulus dan Timotius tidak pernah berbeda pendapat? Apakah Timotius senantiasa bersukacita dalam melakukan apa yang diperintahkan Paulus sebagai bapa rohani atau orang yang memuridkan dia? Tentu saja tidak, setiap hubungan yang dibangun dalam format pemuridan tidak lepas dari masalah, tetapi sudah pasti Paulus dan Timotius tahu cara dalam Pemuridan bukan hanya memenuhi program gereja dengan mengajak orang yang sedang dimuridkan untuk rajin beribadah, melainkan berfungsi untuk membentuk pribadi yang semakin serupa dengan gambaran Kristus. Dilanjutkan dengan 2 Tim. 3:10-11: "Tetapi engkau telah mengikuti ajaranku, cara hidupku, pendirianku, imanku, kesabaranku, kasihku dan ketekunanku. Engkau telah ikut menderita penganiayaan dan sengsara seperti yang telah ku deria di Antiokhia dan di Ikonium dan di Lisra. Semua penganiayaan itu kuderia dan Tuhan telah melepaskan aku " Pemuridan yang dilakukan oleh Paulus bukan sekadar mengajarkan atau mendikte, melainkan berbagi hidup sebagai sahabat spiritual. Terlalu sering kata pemuridan dikaitkan dengan tugas religious, komitmen yang ditingkatkan, atau disiplin yang ketat. Tetapi jika kita mempelajari dengan lebih mendalam, kita akan menemukan bahwa tema utama Alkitab adalah menikmati hubungan dengan Allah dan satu sama lain. Bahkan kitab pertama di Alkitab memperkenalkan keinginan Allah akan hubungan dan 21 Pemuridan harus dimulai dengan hubungan . Pemuridan relasional adalah pemuridan yang mengutamakan suatu hubungan di dalam gaya pemuridannya. Pemuridan adalah hubungan . iscipleship is relationshi. Demikian yang dijelaskan oleh Joey Bonifacio bahwa pemuridan digambarkan sebagai sebuah lego yang saling terhubung satu dengan yang lain. Gaya Hidup Pemuridan yang Bermultiplikasi Paulus Kunto Baskoro. AuPemuridan Dalam Konsep Teologi Pantekosta Bagi Pertumbuhan Gereja,Ay RITORNERA. Jurnal Teologi Pantekosta Indonesia 1 No 1 . : 10Ae20. Bonifacio. The Lego Principle. Memuridkan Bangsa Melalui Hubungan Yang Dibangun, 37Ae38. Ibid. CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia Hal yang membuat gereja tidak bermultipliasi secara ketat ke seluruh dunia disebabkan karena gereja telah mengajarkan bahwa pemuridan adalah pilihan yang bisa dipilih atau diabaikan Sebuah pengalaman sementara, dan kemudian bisa disimpan di gudang gereja. Gereja terus saja menyebarkan Injil yang sudah dilemahkan dan mandul. 23 Salah satu indikator paling jelas sebagai akibat kekristenan tanpa pemuridan adalah rasa bosan dalam gereja. Rasanya, tidak ada visi yang mendorong kehidupan Kristen. 24 Sudah seharusnya gereja berada pada track yang benar yakni bertumbuh dan bermultiplikasi. Sebuah pohon, anggap saja pohon manga, jika ditertanam dengan baik, dirawat dengan baik serta mendapatkan nutrisi yang baik maka dengan sendirinya pohon tersebut akan berbuah. Buah dihasilkan secara natural bahkan bukan dengan paksaan. Demikian juga yang diharapkan dengan gereja. Jika sistem dalam gereja berjalan dengan baik termasuk pemuridannya maka gereja tersebut akan berbuah dan berlipat kali ganda. Bukan saja berbuah melainkan berbuah dengan berlipat kali ganda. Fokus kepada visi dari gereja untuk pergi dan menjadikan semua bangsa murid menjadi daya gerak bagi gereja dalam menjalankannya. Bisa saja gereja gagal, tetapi gereja tidak boleh menyerah di tengah jalan. Injil harus terus diberitakan termasuk secara pribadi sehingga pada akhirnya mempangaruhi secara keseluruhan. Paulus dan murid-murid Yesus lainnya mengulangi proses pemuridan yang Yesus lakukan ke mana pun Paulus pergi, dan orang-orang yang Paulus muridkan juga mengulangi proses yang sama, yaitu bagikan, hubungkan, layani dan muridkan, demikian seterusnya . Tim 2:. 25 Paulus berkata. AuApa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang Ay Pengajaran Paulus kepada Timotius disebut pemuridan AuPrinsip TimotiusAy. Paulus mengatakan kepada anak rohaninya supaya melanjutkan pengajaran-pengajarannya untuk menerima Aupahlawan-pahlawan imanAy. Dalam pelipatgandaan rohani, ternyata tidak setiap orang yang dilatih Paulus seperti Timotius. Strategi orang kunci berbeda dengan prinsip Timotius. Paulus menulis dengan jelas: AuIa disertai oleh Sopater anak Pirus, dari Berea, dan Aristarkhus dan Sekundus, keduanya dari Tesalonika, dan Gayus dari Derbe, dan Timotius dan dua orang dari Asia, yaitu Tikhikus dan TrofimusAy (Kis. Inilah yang dimaksud dengan murid hanya dapat dikatakan sebagai murid jika dia melakukannya kepada orang lain. Atau dengan kata lain seorang murid yang sejati sudah seharunya menghasilkan murid lainnya. Itulah sebabnya, seorang Gembala sidang perlu memuridkan para pelayan di gerejanya, supaya pemuridan akan menghasilkan murid-murid yang membuat gereja sehat dan mengalami pertumbuhan dengan pelipatgandakan. Peter Wagner menjelaskan tentang usaha gembala dalam pertumbuhan gereja adalah: AuPertumbuhan gereja meliputi segala sesuatu yang ada sangkut-pautnya dalam usaha membawa orang-orang yang tidak mempunyai hubungan pribadi dengan Yesus Kristus kepada persekutuan dengan-Nya dan kepada keanggotaan gereja yang bertanggungjawab. Proses pelipatgandaan murid sepertinya memakan waktu yang sangat lama dalam menuai dan melihat hasil yang maksimal. Orang pada umumnya lebih tertarik melihat hasil daripada Hull. Panduan Lengkap Pemuridan, 23. Ibid. , 24. Jim Putman & Bobby Harington. Discipleshift (Jakarta: Yayasan Gloria, 2. , 23. Ibid. Peter Wagner. Strategi Perkembangan Gereja (Malang: Gandum Mas, 1. , 100. CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia mengikuti prosesnya. Tetapi orang yang setia pada hukum pelipatgandaan, akan menuai hasil yang luar biasa dalam pelayanannya. Dimulai dengan pemuridan secara pribadi akan membawa dampak kepada etnis . uku bangs. yang Tuhan sendiri katakan dalam Amanat Agung. Semuanya dari langkah awal pada waktu seorang murid mulai memuridkan orang lain. Untuk menjadikan murid, murid-murid harus pergi . emberitakan Inji. LeRoy Eims berkata: AuKita meneguhkan penyerahan kita bagi Amanat Agung Tuhan kita dan menyatakan kesediaan untuk pergi ke mana pun, melakukan apa pun dan mengorbankan apa pun yang diperlukan Allah dari kita dalam pemenuhan tugas itu. Ay28 Banyak gereja yang kekurangan pemimpin yang mau melayani tapi lupa dalam Pada hal pemimpin hanya dapat dilahirkan dari murid-murid yang sejati. Tidak ada pemimpin yang kuat yang tidak lepas dari proses pemuridan. Sewaktu gereja memprioritaskan pemuridan dalam sistem membangun gereja yang dipercayakan Tuhan maka dengan sendiri gereja tersebut sedang membangkitkan begitu banyak pemimpin yang akan berlari dan melukan apa yang Tuhan sudah percayakan bagi gereja-Nya. Implikasi dan Langkah Praktis Pemuridan Melalui Hubungan Sebagai Role Model Gereja Masa Kini Gereja saat ini atau gereja masa kini, memerlukan model pemuridan yang relevan dengan situasi saat ini tanpa menghilangkan esensi dari permuridan tersebut. Esensi/dasar dari pemuridan haruslah hubungan. Cara dan langkah-langkah yang dilakukan bisa berbeda dari masa ke masa. Prinsip pemuridan Paulus dan Timotius tidak akan lekang oleh waktu. Nilai dari suatu hubungan tetap membawa dampak yang kuat dalam memuridkan bahkan dalam melipatgandakan murid. Persoalan dari gereja saat ini adalah sewaktu prinsip dan nilai dari pemuridan itu dihilangkan. Sehingga yang terjadi gereja bergerak dari program kepada program berikutnya. Tidak ada yang salah dengan melakukan program selama program tersebut terhubung dengan konsep atau prinsip pemuridan yang dijalankan dalam gereja. Ketika gereja melakukan pemuridan dan proses menjadikan murid maka hal yang dapat terjadi adalah gereja menjadi semakin dewasa dikarenakan dia tidak lagi fokus pada dirinya Begitu pula lambat laun gereja akan terus bertumbuh dan bertumbuh. Maka terjadilah pelipatgandaan yang normal. Bukan karena program KKR, dengan menarik masa sesuai dengan acara atau seorang tokoh yang berpengaruh melainkan para murid yang tahu fungsinya dengan baik dan berfungsi di dalamnya. Dari pemuridan pribadi akan terus berkembang menjadi pemuridan bangsa-bangsa atau menjadikan bangsa-bangsa murid. Sehingga implikasi yang sangat nyata dimana kerajaan Allah semakin diperlebar di setiap tempat. Saat ini Tuhan membangkitkan para murid yang mengambil tanggung jawabnya dalam Melakukan prinsip pemuridan dan sampai pada kesimpulan bahwa orang yang dipimpin atau dibangkitkan akan lebih luar biasa dari yang memuridkan. Gereja masa kini dapat berkembang dengan maksimal bukan karena para tokoh yang berkarisma dan berdampak, melainkan para murid yang bisa saja sederhana tetapi melakukan hal-hal yang luar biasa. KESIMPULAN Eims Le Roy. Pemuridan Seni Yang Hilang (Bandung: Lembaga Literatur Baptis, 1. , 10. CopyrightA 2025. Ritorner: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia Konsep menjadikan murid merupakan tanggung jawab setiap murid Kristus karena sesuai dengan teladan Kristus. Dia pun memberikan perintah kepada murid-Nya untuk pergi dan menjadikan segala bangsa murid-Nya. Yesus dengan konsep dan metode pemuridan-Nya sangatlah efektif dalam meregenerasi pemimpin Kristen. Yesus bertindak dengan tujuan strategis dalam mewariskan amanat agung-Nya kepada para murid-Nya, kepada orang percaya kepada-Nya termasuk juga kepada gereja-Nya saat ini (Mat. 28:18-. Dengan kata lain Yesus tidak hanya memberi teladan yang jadi model tentang kepedulian Allah bagi penginjilan dunia tetapi juga menjadi teladan yang jadi model bagaimana mempersiapkan sebuah gerakan yang dinamis, yang dapat berlipat ganda menghasilkan murid-murid yang terlibat aktif dalam proses memuridkan orang lainnya. Sesuai dengan apa yang Tuhan Yesus lakukan dalam memuridkan, hal tersebut juga dilakukan oleh Rasul Paulus kepada Timotius. Pemuridan merupakan proses dalam menolong orang lain untuk mengikut Yesus. Atau bisa juga dikatakan sebagai panggilan untuk mengikut Yesus, panggilan untuk menjangkau orang terhilang serta panggilan untuk berhubungan dengan sesama orang percaya menjadi patokan dan proses menjadikan murid. Pola pemuridan yang dilakukan Paulus kepada Timotius memberikan gambaran bahwa pemuridan harus dilakukan dengan hubungan yang dekat. Pemuridan yang efektif adalah yang berbasis hubungan personal, berkelanjutan, dan melibatkan multiplikasi murid. Sehingga prosesnya tidak lagi dilakukan karena terpaksa melainkan karena kedekatan. Masih tetap ada harapan bagi gereja. Begitu banyak contoh yang dapat diambil sebagai bagian dari mobilisasi umat Tuhan dalam memuridkan. Jika setiap orang percaya sudah melakukannya dengan setia maka hasil yang akan didapat adalah pelipatgandaan murid termasuk juga pelipatgandaan pemimpin. Pemuridan adalah hubungan. Hubungan dengan Allah, orang berdosa bahkan dengan sesama orang percaya. Dalam membangun hubungan pasti ada harga yang harus kita bayar tetapi hal tersebut tidak dapat sebanding dengan berapa banyak orang yang menerima Tuhan Yesus melalui metode-metode pemuridan. Gereja masa kini akan terus berjalan dalam kebenaran dan akan terus melakukan pemuridan. DAFTAR PUSTAKA