Contemporary Quran Ae ISSN: 2798-7108 . 2528-7567 . Vol. 4 Nomor 1 (Januari-Juni 2. doi: 10. 14421/cq. https://ejournal. uin-suka. id/ushuluddin/AJQH Article History: accepted: 27-01-2024. published: 03-02-2024 Inovasi Tanda Jeda Baru pada Mushaf al-QurAoan: Studi Pergeseran dari Nilai Fungsional ke Nilai Komersial pada Mushaf Waqf-IbtidAAo Sofia Mawaddah Al Insyirah UIN Antasari Banjarmasin Email: sofiamawaddah24@gmail. *Corresponding author Abstract The growing demand for the printed copy of the Quran, addressed by publishers through various innovations such as the introduction of new pause marks, reflects a shift from use value to commercial value. This study aims to demonstrate this shift by examining how new pause marks are determined. Employing a qualitative method, the research utilizes the qualitative comparative analysis (QCA) model for data analysis. The study reveals differences in the purpose behind implementing new pause marks in waqf-ibtidAAo, primarily due to deviations from the syntactical relationships upheld in standard waqf-ibtidAAo rules. consistent pattern of separation between elements such as fiAoil and fAAoil, mubtadAAo and khabr, and al-uAl and Auib al-uAl is observed. This separation caters to aesthetic considerations, purportedly to accommodate new Qur'an readers who might have shortness of breath. Such a purpose points to the marketing-oriented image-building of waqf-ibtidAAo, aiming to facilitate ease in finding stopping points. However, this emphasis on convenience often leads to the distortion of meaning, as it interrupts the linguistic coherence, making the text harder to understand. The focus on innovations that enhance marketability highlights a form of commodification that overlooks the traditional use value of the Qur'an. This shift from use value to commercial value underscores a trend among producers of the printed copy of Quran of waqf-ibtidAAo to place the Quran within an industrial context that promotes religionAos presence in the public sphere. Keyword: Reification. Quranic Mushaf. Market Values Abstrak Peningkatan kebutuhan terhadap mushaf al-QurAoan yang direspons oleh penerbit untuk melakukan penerbitan mushaf al-QurAoan dengan beragam inovasi, termasuk penambahan tanda jeda baru mengindikasikan peralihan nilai guna menuju nilai jual. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti peralihan nilai guna ke nilai jual dalam penentuan tanda jeda baru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan model qualitative comparative analysis (QCA) sebagai alat dalam menganalisis data. Penelitian ini menemukan perbedaan tujuan dalam pemberian tanda jeda baru pada mushaf waqf-ibtidAAo. Perbedaannya didasarkan pada ketidaksesuaian hubungan sintagsis yang dijaga dalam kaidah waqf-ibtidAAo yang baku. Kecenderungan pemisahan antara fiAoil dan fAAoil, mubtadAAo dan khabr, serta al-uAl dan Auib al-uAl secara konsisten ditemukan. Pemisahan ini didasarkan pada kepentingan-kepentingan estetis yang diklaim untuk memfasilitasi nafas pendek pada pembaca al-QurAoan baru. Tujuan ini mengindikasikan pembangunan citra mushaf waqfCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike BY-NC-SA: This work is licensed under a Contemporary Quran Creative Commons AttributionNonCommercial-ShareAlike 4. 0 International License . ttps://creativecommons. org/licenses/by-nc-sa/4. 0/) which permits non-comercial use. If you remix, transform, or build upon the material, you must contributions under the same license as the original. Vol. No. Inovasi Tanda Jeda Baru pada Mushaf al-QurAoan ibtidAAo dalam aspek pemasaran. Tujuan kemudahan untuk menemukan tempat berhenti justru berdampak pada ketidaksempurnaan makna. Hal ini merupakan dampak dari pemotongan susunan kebahasaan yang tidak sempurna, sehingga menjadikan makna menjadi sulit untuk dipahami. Kecenderungan untuk menonjolkan inovasi yang berkaitan dengan peningkatan nilai jual mengindikasikan bentuk lain dari komodifikasi yang mengabaikan nilai gunanya. Perubahan nilai guna menuju nilai jual membuktikan kecenderungan produsen mushaf al-QurAoan waqf-ibtidAAo untuk menempatkan al-QurAoan dalam ruang industri yang mendorong esksistensi agama dalam ruang publik. Kata Kunci: reifikasi, mushaf al-QurAoan. Nilai Jual Pendahuluan Kebutuhan terhadap mushaf al-QurAoan yang tinggi dengan keterbatasan hasil produksi1 menjadi peluang bagi usaha penerbitan mushaf untuk berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Kontribusi pihak swasta dalam penerbitan mushaf al-QurAoan berimplikasi pada kecenderungan produksinya yang berbasis komoditas yang tampak dari beragam variasi bentuk dan visualisasi yang lebih menarik. Perubahan dalam aspek pengemasan dan visual bertujuan untuk meningkatkan daya jual dalam barang yang dianggap komoditas. 2 Komodifikasi ini berimplikasi pada perubahan elemen-elemen dasar yang mengancam aspek Hal ini dibuktikan melalui keberadaan variasi mushaf waqf-ibtidA yang menonjolkan nilai-nilai jual yang dibangun melalui branding . itra dir. kemudahan bagi pembaca pemula dalam menentukan tempat berhenti dan memulai yang terindikasi kesalahan. Pengabaian terhadap kelengkapan susunan sintaksis menjadi problem utama dalam beragam mushaf waqf-ibtidA. 3 Pemotongan terhadap hubungan kata dapat berdampak pada perubahan susunan . AorA. dan merusak kesempurnaan makna yang merupakan kesalahan . pembacaan alQurAoan. 4 Penambahan tanda jeda baru yang bermasalah menjadi bagian dari kontribusi produsen percetakan al-QurAoan dalam memenuhi kebutuhan pasar akibat kurangnya pemenuhan ketersediaan barang. Identifikasi terhadap kesalahan terhadap pembuatan tanda jeda baru dari beragam mushaf al-QurAoan yang diproduksi oleh penerbit swasta tidak pernah dilakukan oleh penelitian sebelumnya. Terdapat tiga kecenderungan dalam penelitian terdahulu. Pertama, hubungan waqf-ibtidAAo terhadap makna al-QurAoan. 1 Kemenang mengklaim kebutuhan masyarakat terhadap mushaf al-QurAoan sebesar 4. 375 dengan kapasitas produksi sebanyak 1. 000 sejak tahun 2016-2020. Dodo Mutado. AuWamenag: Setiap Tahun Indonesia Butuh 6 Juta Al-Quran,Ay kemanag. November 11, 2021, https://kemenag. id/nasional/wamenag-setiaptahun-indonesia-butuh-6-juta-al-quran-18h9zy. 2 Jitka Cirklovy. AuReaffirming Identity Through Images. The Commodification of Illusions in the Contemporary Presentation of Self,Ay Methaodos. Revista de Ciencias Sociales 8, no. : 103Ae10, https://doi. org/10. 17502/m. 3 Pada muuaf at-Taqwim terbitan Cordoba, tanda jeda diletakkan dengan memisahkan fiAoil . ata kerj. dengan fAAoil . -nya sehingga pilihan untuk berhenti merusak kesempurnaan makna. Cordoba Internasional Indonesia. Al-Quran Cordoba At-Taqwim Waqof Ibtida Jeda (Yogyakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia, 2. 4 Aiman Rusyd Suwaid. At-Tajwd Al-Muawwar (Damaskus: Maktabah Ibn al-Jazar, 2. , 19. 16 of 32 Sofia Mawaddah Al Insyirah Vol. No. Muhammad Romli5 dan Nurulhuda6 bersepakat bahwa waqf-ibtidAAo sebagai kriteria pembacaan al-QurAoan secara benar ditemukan pengaruhnya terhadap makna dan Pengaruh ini menjadikan penempatan tanda waqf-ibtidAAo harus menyesuaikan pada keutuhan makna dan pemahaman. 7 Penentuannya berhubungan dengan pengaplikasian model qirAAoah tertentu. 8 Kedua, identitas kaidah waqf-ibtidAAo. Ahmad et al. menyebutkan bahwa versi as-SajAwand dalam penentuan waqf-ibtidAAo banyak digunkan oleh mayoritas ulama. 9 Versi ini juga ditemukan dalam manuskrip mushaf al-QurAoan abad ke-19 . 9 M. 10 ketiga, komodifikasi mushaf al-QurAoan. Peneliti menumukan upaya peningkatan penjulan mushaf al-QurAoan menggunakan beragam inovasi dengan menambahkan ornamenornamen dalam mushaf11 dan pola endorsement . dari pemuka agama12. Fenomena ini juga ditemukan oleh Asmaul Husna yang menganggap bahwa peningkatan pengiklanan mushaf berdampak pada kebingungan batasan antara motif religius dengan bisnis. 13 Tiga kecenderungan ini mengabaikan penambahan tanda jeda baru dilakukan oleh para produsen percetakan mushaf dalam rangka membangun citra diri untuk konsumen yang dituju demi peningkatan penjualan dengan inovasi justru bermasalah. Penelitian ini bertujuan untuk melengkapi kekurangan penelitian sebelumnya dengan menganalisis validitas penempatan waqf-ibtidAAo baru dengan mengambil ukuran pada literatur yang masyhur. Hubungan antara citra yang dibangun untuk memudahkan pembaca pemula dihubungkan dengan penempatan tanda baca baru untuk mendeteksi perubahan fungsinya pada tiap bagian. Untuk mencapai temuan tersebut, penelitian ini membangun pembuktian pada dua aspek. Aspek pertama tentang inovasi-inovasi yang diberikan pada tanda jeda baru secara Deskripsi tentang bentuk visual dihadirkan pada bagian ini untuk mendapatkan pola kecenderungan pada beragam mushaf waqf-ibtidA. Aspek kedua menghadirkan analisis terhadap penempatan tanda baru yang diukur dengan 5 Muhammad Romli. AuImplikasi Al-Waqf Wa Al-IbtidaAo Dalam Mushaf Asy-Syadzili Terhadap Penafsiran AlQurAoan,Ay Syntax Literate . Jurnal Ilmiah Indonesia 7, no. 11 (November 25, 2. : 17161Ae73, https://doi. org/10. 36418/SYNTAX-LITERATE. V7I11. 6 Nurulhuda Mohd Hashim. AuAplikasi Linguistik Arab Terhadap Bacaan Waqaf Dan IbtidaAo Dalam Al-QuranAy (Universiti Putra Malaysia, 2. 7 Fahrur Rozi. AuReposisi Tanda Waqaf (Kajian Analitis Kritis Mushaf Standar Indonesi. Ay (Institut PTIQ Jakarta, 8 Najib Irsyadi. AuPengaruh Ragam QiraAoat Terhadap Al-Waqf Wa Al-IbtidaAo Dan Implikasinya Dalam PenafsiranAy (Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, 2. 9 Abd Al-Muhaimin Ahmad, abr Muuammad, and aeiyah Husain. AuMualahAt Al-Waqf Aoinda as-SajAwand Wa MawAzanatuhA AoInda RaAoy Al-Jumhr,Ay Jurnal Al-Turath 1, no. : 61Ae69. 10 Azkiya Khikmatiar. AuPenggunaan Tanda Waqaf Dalam Manuskrip Al-QurAoan Salinan Sayyid Mustofa ArRusydi (Kajian Terhadap QS. Al-Kahf. Ay (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2. 11 Eva Nugraha. AuTren Penerbitan Mushaf Dalam Komodifikasi Al-QurAoAn Di Indonesia,Ay Ilmu Ushuluddin 2, no. : 301Ae21, https://doi. org/10. 15408/JIU. V2I3. 12 Nor Lutfi Fais. AuKomodifikasi Al-Quran: Analisa Sosial Terhadap Mushaf Al-Quran Grand Maqamat,Ay MAGHZA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan Dan Tafsir 6, no. 2 (December 24, 2. : 172Ae88, https://doi. org/10. 24090/maghza. 13 Asmaul Husna. AuKomodifikasi Agama: Pergeseran Praktik Bisnis Dan Kemunculan Kelas Menengah Muslim,Ay Jurnal Komunikasi Global 7, no. 2 (January 2, 2. : 227Ae39, https://doi. org/10. 24815/jkg. 17 of 32 Vol. No. Inovasi Tanda Jeda Baru pada Mushaf al-QurAoan kaidah-kaidah waqf-ibtidAAo yang dikenal dalam ilmu al-QurAoan. Penjelasan pada bagian ini digunakan untuk melihat pergeseran-pergeseran nilai dalam pembuatan tanda jeda baru. Dua aspek ini mendukung pada tujuan penelitian untuk memvalidasi dan melihat intensi produksi mushaf waqf-ibtidA dalam ranah komoditas perdagangan. Penelitian ini berangkat dari argumentasi bahwa kebutuhan terhadap mushaf yang direspons melalui produksi masif dengan menonjolkan inovasi baru merupakan bagian dari upaya untuk menetapkan eksistensi agama di ruang publik melalui proses industrialisasi. Penempatan produksi al-QurAoan dalam ranah ini berdampak pada perubahan statusnya menjadi barang yang memiliki nilai jual. Perubahan barang yang tidak memiliki nilai komersial menjadi komoditas yang diperjual-belikan disebut Pattana Kitiarsa sebagai tindakan komodifikasi. Tindakan ini membawa konsekuensi pada perubahan dalam berbagai hal untuk meningkatkan nilai jual yang menyesuaikan dengan sasaran konsumen yang dituju. Beragam mushaf waqf-ibtidAAo yang menampilkan tanda jeda baru diproduksi untuk menyasar konsumen dalam kategori pembaca al-QurAoan pemula, sehingga tanda jeda diinovasi agar lebih menyesuaikan pada panjang nafas pemula. Penambahan terhadap beragam aspek untuk meningkatkan nilai jual menunjukkan produksi mushaf telah masuk pada pemasaran industri yang berpotensi mengabaikan nilai 15 Perubahan nilai guna ke nilai jual dalam industri percetakan al-QurAoan dihadirkan sebagai upaya untuk menempatkan mushaf sebagai perwujudan agama di ruang publik. Identifikasi terhadap konsekuensi inovasi tanda baru jeda dalam mushaf waqf-ibtidAAo dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif. Metode ini memberikan dukungan terhadap proses analisis yang mengandalkan model skematis yang tidak tergantung pada angka untuk dilakukan penarikan 16 Data penelitian ini dihasilkan dari dua sumber data utama. data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer dibatasi pada tiga mushaf waqf-ibtidAAo dari tiga produsen yang berbeda. Muuaf At-Taqwim yang diterbitkan oleh Penerbit Cordoba Internasional Indonesia. Al-QurAoan dan Terjemah Dilengkapi Panduan Waqf & IbtidAAo yang diterbitkan oleh Penerbit QurAoan Suara Agung, dan Muuaf The New As-Syifa yang diterbitkan oleh Penerbit Alfatih QurAoan. Pemilihan terhadap tiga mushaf ini didasarkan pada nilai jual ketiganya pada beragam platform online shop yang tinggi sehingga menunjukkan popularitas mushaf di kalangan masyarakat. Sedangkan data sekunder dihasilkan dari beragam literatur yang terkait dengan waqf-ibtidAAo. Penelitian ini didukung dengan model 14 Pattana Kitiarsa. Religious Commodifications in Asia: Marketing Gods (New York: Taylor & Francis, 2. , 6. 15 Paul Matthyssens. Koen Vandenbempt, and Liselore Berghman. AuValue Innovation in Business Markets: Breaking the Industry Recipe,Ay Industrial Marketing Management 35, no. 6 (August 2. : 751Ae61, https://doi. org/10. 1016/j. 16 Carrie Williams. AuResearch Methods,Ay Journal of Business & Economics Research (JBER) 5, no. 3 (February 7, 2. , https://doi. org/10. 19030/jber. 18 of 32 Sofia Mawaddah Al Insyirah Vol. No. analisis data yang menggunakan qualitative comparative analysis (QCA). 17 Model analisis ini membantu peneliti untuk melakukan penalaran kausal atas perbedaan tanda jeda baru dengan kaidah tanda jeda yang ditetapkan sebelumnya untuk melihat perbedaan sebagai dampak dari perubahannya. Hasil dan Pembahasan Tanda Jeda Baru pada Mushaf Waqf IbtidAAo: Motif dan Tujuan Tanda waqf adalah penanda penting dalam membaca al-QurAoan yang membantu pembaca berhenti pada kata yang tepat, menjaga makna ayat dari kesalahan atau kekeliruan pemahaman. Tanda jeda baru dihadirkan dalam tiap mushaf waqf-ibtidAAo untuk memudahkan pembaca memotong ayat-ayat yang panjang sehingga dapat dibaca dalam satu napas, meskipun posisi atau jumlah tanda jeda ini tidak selalu sama. Sebagai contoh. Mushaf Standar Indonesia (MSI) 228 tanda waqf-ibtidAAo, sementara tanda jeda baru dalam tiga mushaf waqf-ibtidAAo lainnya bervariasi: 2. 269 pada Mushaf At-Taqwim, 2. 307 pada Mushaf Suara Agung, dan 2. 115 pada Mushaf Asy-SyifaAo. 18 Tanda jeda baru ini berfungsi sebagai panduan untuk berhenti atau melanjutkan bacaan di tengah ayat, dengan tetap mematuhi aturan-aturan ilmu waqf-ibtidAAo. Penempatan tanda ini dalam berbagai mushaf waqf-ibtidAAo dirancang untuk memastikan kemudahan membaca tanpa mengorbankan makna ayat. Pembahasan tentang tanda jeda baru dijelaskan pada bagian ini. Mushaf At-Taqwim Mushaf Al-Qur'an Cordoba At-Taqwim Waqf Ibtida Jeda, yang lebih dikenal dengan sebutan Mushaf At-Taqwim, merupakan produk unggulan dari PT. Cordoba Internasional Indonesia. Penerbit Cordoba terkenal sebagai salah satu penerbit al-Qur'an yang paling inovatif di Indonesia, yang telah mendapat pengakuan dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Mushaf At-Taqwim pertama kali diluncurkan pada 10 Januari 2019, sebagai bagian dari seri AlQurAoan Cordoba. Mushaf ini menawarkan panduan tanda jeda yang baru untuk mempermudah pembacaan al-QurAoan, terutama dalam aspek waqf . dan ibtidAAo . emulai kembal. Tanda jeda baru ini ditandai dengan garis merah di bawah potongan ayat untuk menunjukkan waqf, dan garis hijau untuk menunjukkan ibtidAAo. Panduan ini dirancang khusus untuk membantu pembaca agar tidak salah dalam memenggal bacaan, yang dapat mengakibatkan kesalahan dalam makna. Dalam penjelasan produk di Gramedia. com, disebutkan bahwa metode waqf dan ibtidAAo dalam mushaf ini dirancang untuk mengatasi masalah umum yang dialami oleh banyak pembaca al-QurAoan. Kesalahan dalam pemenggalan 17 Eva Thomann and Martino Maggetti. AuDesigning Research With Qualitative Comparative Analysis (QCA): Approaches. Challenges, and Tools,Ay Sociological Methods & Research 49, no. 2 (May 3, 2. : 356Ae86, https://doi. org/10. 1177/0049124117729700. 18 Angka ini dihasilkan dari penghitungan manual yang dilakukan oleh peneliti. 19 Cordoba Internasional Indonesia. Al-Quran Cordoba At-Taqwim Waqof Ibtida Jeda. 19 of 32 Vol. No. Inovasi Tanda Jeda Baru pada Mushaf al-QurAoan bacaan sering kali membuat pendengar yang paham kaidah Bahasa Arab merasa tidak nyaman. Tanda waqf di sini menunjukkan tempat berhenti sementara, sedangkan tanda ibtidAAo menunjukkan tempat untuk memulai kembali atau melanjutkan bacaan dengan mengulang bagian tertentu sebelum 20 Selain fitur tanda jeda baru. Mushaf At-Taqwim juga dilengkapi dengan berbagai fitur tambahan seperti penjelasan mengenai waqf-ibtidAAo, ayat-ayat garbah, dan penanda tajwd berwarna di setiap huruf. Di bagian bawah halaman terdapat kolom penjelasan tajwd, fahra, ringkasan hukum tajwid, serta panduan etika terhadap al-QurAoan pada halaman belakang. Mushaf ini juga menampilkan dekorasi berupa bingkai yang menghiasi setiap halaman, dengan kha ulu untuk nama-nama surah dan kha naskh untuk ayat-ayatnya. Penerbit mengklaim bahwa mushaf ini menawarkan tanda jeda baru sebagai alternatif waqf ibtidAAo, yang bertujuan untuk menghindari penggalan makna yang tidak sesuai dengan kaidah Bahasa Arab. Dengan tanda jeda baru ini, mushaf ini diklaim mampu menyeimbangkan kebutuhan pembaca yang sering menghadapi keterbatasan napas ketika membaca ayat-ayat panjang, tanpa mengurangi kualitas makna. Mushaf Suara Agung Mushaf Al-QurAoan Waqf & IbtidAAo Suara Agung, yang lebih dikenal dengan Mushaf Suara Agung merupakan salah satu produk terbitan dari PT. Suara Agung, yang diluncurkan pada tanggal 1 Januari 2021. Mushaf ini merupakan bagian dari inovasi yang sama. Ayat-ayat al-QurAoan dalam mushaf ini ditulis menggunakan kha standar Madinah dan mengikuti kaidah rasm UmAn yang telah distandardisasi oleh Kementerian Agama. Mushaf ini dilengkapi dengan garis pembatas baris ayat, simbol play dan pause untuk menandai tempat berhenti dan memulai kembali bacaan, serta blok berwarna merah muda transparan pada potongan ayat yang dibaca ulang. Konten tambahan yang disertakan dalam halaman awal hanya berupa panduan waqf-ibtidAAo dan relevansi hadis dengan ayat-ayat tertentu. Tampilan Mushaf Suara Agung terkesan sederhana dan lebih fokus pada penandaan jeda baru dengan blok berwarna yang mencolok. PT. Suara Agung menargetkan mushaf ini untuk segmen pasar pemula, seperti yang terlihat dari deskripsi produk di Gramedia. com, yang menekankan pentingnya panduan waqf dan ibtidAAo dalam membantu pembaca yang belum menguasai Bahasa Arab agar tidak berhenti dan memulai bacaan di tempat yang salah. Mushaf Asy-SyifaAo Mushaf Al-QurAoan The New Asy-Syifa, selanjutnya disebut dengan Mushaf Asy-Syifa merupakan produk dari penerbit Alfatih Quran. Berbeda dengan dua 20 Gramedia. AuJual Buku Al-Quran Cordoba At-Taqwim Waqof Ibtida Jeda A5 Karya PT Cordoba Internasional Indonesia,Ay gramedia. com, 2024, https://w. com/products/al-quran-cordoba-at-taqwim-waqofibtida-jeda-a5. 20 of 32 Sofia Mawaddah Al Insyirah Vol. No. mushaf sebelumnya, mushaf ini tidak menonjolkan fitur waqf-ibtidAAo secara Sebaliknya. Mushaf Asy-Syifa lebih menekankan pada transliterasi latin per-kata, yang membuatnya lebih mudah diakses oleh mereka yang baru mulai belajar membaca al-QurAoan. Tampilan mushaf ini cukup padat dengan setiap baris ayat dilengkapi transliterasi dan terjemah per-kata. Tidak hanya itu, terjemahan per-ayat juga tersedia di sisi kanan atau kiri halaman. Ayat-ayat dalam mushaf ini ditulis dengan kha naskh dan dihiasi kode tajwid warnawarni pada setiap huruf yang dikenai hukum tajwid. Selain itu, terdapat tanda waqf-ibtidAAo baru yang juga diperkenalkan. Beberapa konten tambahan juga disertakan di bagian belakang mushaf, seperti ikir pagi dan petang, ayat-ayat ruqyah, asbAb an-nuzl, indeks ayat-ayat al-QurAoan, doa-doa, dan terjemah Sementara dua mushaf sebelumnya lebih menekankan fungsi performatif al-QurAoan. Mushaf Asy-Syifa tidak hanya berusaha menjangkau fungsi tersebut, tetapi juga aspek informatif dengan menyediakan banyak konten tambahan di dalamnya. Peletakan tanda jeda pada tiga mushaf, yaitu Mushaf At-Taqwim. Mushaf Suara Agung, dan Mushaf Asy-Syifa, masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda. Klaim yang diajukan oleh para penerbit memberikan gambaran tentang pola waqfibtidAAo yang ingin mereka tampilkan. Penerbit Cordoba, yang mengklaim bahwa kesalahan membaca al-QurAoan sering kali disebabkan oleh pemotongan ayat yang tidak tepat dan membuat AorisihAo bagi mereka yang memahami kaidah Bahasa Arab, menghasilkan Mushaf At-Taqwim yang lebih berorientasi pada kaidah bahasa. Sebaliknya, penerbit Suara Agung lebih fokus pada kemampuan napas konsumennya, sehingga pada satu ayat bisa ditemukan beberapa tanda jeda Adapun penerbit Alfatih, dengan Mushaf Asy-Syifa-nya, lebih berusaha menarik minat pasar melalui berbagai fitur tambahan, sebelum kemudian memperkenalkan tanda jeda baru sebagai inovasi. Perbedaan pola peletakan tanda jeda dalam ketiga mushaf ini berawal dari upaya mereka merespons kegelisahan para pembaca Al-QurAoan. Inovasi yang dilakukan penerbit dalam menempatkan tanda jeda disesuaikan dengan target pasar yang ingin mereka capai. Meskipun demikian, penerapan tanda jeda baru pada mushaf waqf-ibtidAAo tidak mengubah tanda baca dalam terjemahan al-QurAoan yang sudah ada. Tanda jeda ini dihadirkan sebagai inovasi untuk menandai keunikan produk yang dijual, tetapi tidak mengubah tanda baca yang sudah ada dalam terjemahan. Bentuk Visualisasi Estetis dalam Tanda Jeda Baru pada Mushaf Waqf-IbtidAAo Peralihan dari nilai guna menuju nilai tukar dalam mushaf waqf-IbtidAAo diproduksi melalui perubahan bentuk yang mengandung seperangkat nilai. Data menunjukkan dua nilai dari peralihan fungsi dalam mushaf waqf-ibtidAAo. Pertama, penonjolan nilai estetis. Nilai estetis dalam mushaf ini terletak pada variasi tanda baca yang digunakan dengan menggunakan tampilan warna dengan penonjolan pada bentuk tanda jeda baru. Penerbit Suara Agung menampilkan inovasi baru yang bertujuan untuk menonjolkan tanda jeda baru dengan hiasan berupa warna, 21 of 32 Vol. No. Inovasi Tanda Jeda Baru pada Mushaf al-QurAoan simbol, dan garis. Tanda baca yang berupa simbol dalam huruf hijaiah dilengkapi dengan menggunakan simbol play dan pause dengan penggunaannya pada fungsi yang sama. Gambar 1. Mushaf Suara Agung. Mushaf asy-Syifa. Mushaf at-Taqwim Inovasi melalui penambahan warna terhadap tanda waqf-ibtidAAo menambah kesan estetis untuk meningkatkan persaingan dalam jumlah penjualan. Penanda terhadap waqf dan ibtidAAo juga dihadirkan dengan menggunakan tanda warna merah untuk berhenti dan warna hijau untuk memulai. 22 Estetika dalam bentuk visual didukung oleh pemilihan tempat waqf dan ibtidAAo berdasarkan keindahan suara. Para penerbit mushaf waqf-ibtidAAo menyusun potongan-potongan ayat melalui tanda waqf dan ibtidAAo yang didasarkan pada keindahan struktur bunyi dari tempat pemberhentian ayat. Hal ini secara jelas mengabaikan kaidah-kaidah waqf dan ibtidAAo yang telah banyak dikenal. Hal ini dibuktikan pada penentuan tempat berhenti dan memulai pada QS. al-Baqarah . : 164 . ihat tabel 1. Tabel 1. Estetika Bunyi dalam tanda jeda baru pada mushaf waqf-ibtidAAo* Nama Mushaf Posisi Tanda Jeda Baru a e a Aea e a aea a A AA a Ae e A Mushaf At-Taqwim A aOaa eaaE a a alAO ea aca iO aA3a A eaeOA. e-aA AaOaiao AQS. a AA a A a e as aeaaeaa c e aeABaqarah . n Aa ae Eac acsiAUaXeAa aOao aeAUaTaA aeUa aeA aa aA aNe aOaea oIAiUheAe ae aeUaa aOaaEeUaa aOeaeO aOeaOeaa aaEaaI aAUa_A AaOae aAQS. An-NisA U e a A[ a e a a a a a a e e a a a e a e a A. : 46 A acuiaaN e IaI a aAUpAOau UA A aao aeOaI aua aeI eI auaeI caeauaeI aOcaeaA7 e acauaeI eA a AUE acaI A a a AeI A aOAQS. An-NisA a A[ aaO U ae aae uaeA. : 74 AUaeUaA a A aUaaeI eaa ae aeOa eaeOUA 21 PT. Suara Agung. Al-QurAoan Waqaf & IbtidaAo Suara Agung (Jakarta: PT. Suara Agung, 2. 22 Cordoba Internasional Indonesia. Al-Quran Cordoba At-Taqwim Waqof Ibtida Jeda. 22 of 32 Sofia Mawaddah Al Insyirah Mushaf Suara Agung Mushaf Asy-Syifa Vol. No. e a e a Aa e a e e a e eO e a e a a e a a A A aOaa aaE a a AO ea aca iO aA3a A aA. -aOiao A aa Ae a e a a e a a e a a a e a e a c a A n Aa a E a csiAUXAa Oo aeAUTa ae as eaeaa aca U A Aa e A a Ae e aa A AA Aa a aaeUa ae aeaO aeaE aeAUaXeA uean aUA. e-a aOaa aaUaa aoeei A Aeoa aU{O aUaoaee a A aa Aa a a a e a a e a a A a a AeI aaeaoe eI e Eai aOUa aEaue ua aea e ae eeaueA QS. Baqarah QS. Baqarah QS. Baqarah AO eaee caa aeaiaO aA3 A aeeOA. e-A AaOeaieo AQS. aA aOaea aeaaE a A a a a a a a aa A a e A a c a e ae Ae ae a a e a a e a a a A Baqarah n Aa a E a csiAUXAa Oo aeAUTa a as eaa aca U A ae a a e a a Aa a a a e a e a a ee a n a a a a e a A AAOa ou a a Oa UA AAe aUeua a aa aeaIA eAaOA Aae aeae aaeaOaue aI a aUaeU caa A e a e eA eeO aeaue aeauaacauA3 AUaeOaI aOa aeaI aUe{O aas OaeaE aeaUeaueA a Aa A a a a e a a a e a a a a a e a a e a a e a c c a cU a a AA A acaiUheacue aOa aeA a aa s au U{O a eau O a A a a AeUaeaIA al. QS. Ali ImrAn : 119 QS. Ali ImrAn : 153 *Keterangan: warna merah dan hijau merupakan peraga untuk menonjolkan visual yang Pada kasus QS. al-Baqarah . : 164. Mushaf At-Taqwim dan Mushaf Asy-Syifa memiliki kesamaan pilihan untuk membolehkan berhenti pada kata an-nAs dengan permulaan dibolehkan pada diksi bimA. Pilihan untuk berhenti pada kalimat yang sempurna pada makna merupakan pilihan umum dalam aturan waqf. Akan tetapi, pilihan memulai dengan memeri tanpa pada bi mA menjadikan makna ayat tidak memilki konteksnya, sehingga rentan disalahpahami. Sedangkan mushaf Suara Agung memberi tanda berhenti pada kata Allah dengan permulaan pada diksi wa mA yang termasuk kategori waqf qabh yang disebabkan susunan irAb menjadi tidak 23 Pola berhenti . pada mAd abi, secara intonasi lebih estetik dan memberikan kemudahan dengan mengabaikan pada kesempurnaan makna. Kecenderungan yang sama digunakan oleh Mushaf At-Taqwim pada penentuan waqf dan ibtidAAo pada QS. an-NisAAo . : 46 dan QS. an-NisAAo . : 73. Pilihan waqf pada mm sukn yang berkualitas waqf qabh ditetapkan untuk menonjolkan estetika suara. Pentuan terhadap waqf pada mm sukn seolah menjadi hal yang disukai oleh para produsen mushaf waqf-ibtidAAo. Mushaf Suara Agung juga ditemukan keserupaan dalam penandaan terhadap QS. al-Baqarah . : 143 dan QS. al-Baqarah . : 214. Meskipun kriteria waqf pada bagian ini termasuk kategori waqf qabh . erhenti yang jele. , mereka masih menyarankan pembaca untuk berhenti pada tempat ini yang secara intonasi memiliki pola keindahan. Kecenderungan ini juga diikuti oleh Mushaf As-SyifaAo untuk memilih tempat berhenti pada kata yang secara 23 Aiman Rusyd Suwaid. At-Tajwd Al-Muawwar (Damaskus: Maktabah Ibn al-Jazar, 2. , 135. 23 of 32 Vol. No. Inovasi Tanda Jeda Baru pada Mushaf al-QurAoan intonasi memiliki irama yang mapan. Bukti-bukti ini mengesankan kesepakatan para produsen untuk mengabaikan kaidah-kaidah waqf-ibtidAAo untuk menonjolkan estetika bunyi pada saat pemilihan tempat berhenti. Pemberian tanda berhenti . terhadap kata-kata yang berpotensi untuk menghasilkan nada dan rima dengan mengabaikan kategori tempat berhenti yang jelek . akAn al-waqf al-qab. dipilih oleh produsen Mushaf Waqf IbtidAAo. Pemilihan ini berdampak pada keutuhan makna, sehingga berpotensi untuk dipahami secara Pertimbangan estetika bunyi dibandingkan dengan keutuhan makna mengindikasikan kecenderungan produsen pada nilai estetika formalis untuk menonjolkan aspek visual dibandingkan emosional. 24 Tanda berhenti yang ditujukan untuk menciptakan makna utuh dari keterbatasan nafas dalam pembacaan al-QurAoan beralih dengan penonjolan nuansa estetis yang menambah nilai dari mushaf waqf-ibtidAAo. Perubahan nilai yang terdeteksi dari pemberian tanda waqf-ibtidAAo baru untuk menambah nilai mushaf sebagai komoditas yang memiliki nilai ekonomi menjadi bagian dari komodifikasi agama. 25 Klaim komodifikasi didasarkan pada penempatan nilai estetik yang menjadi bagian dari upaya meletakkannya sebagai bagian dari sistem pertukaran. Penambahan-penambahan waqf-ibtidAAo digerakkan oleh kekuatan ekonomi sehingga reifikasi berlangsung pada momen ini yang menjadi elemen dasar pembentukan komodifikasi. Reifikasi muncul dengan pendayagunaan secara maksimal beragam aspek yang tidak berkaitan langsung dengan fungsinya. Aspek yang berkaitan dengan nilai guna menjadi komplemen untuk membingkai nilai jual dengan beragam Colin Campbell menyebut bahwa penonjolan atas nilai jual didasarkan pada pemanfaatan aspek visual untuk dipoles, diubah, dan dimodifikasi agar lebih layak secara ekonomis. 27 Hal ini mengindikasikan fungsi-fungsi dalam produksi mushaf al-QurAoan dengan tujuan kemudahan pembacaan telah beralih pada pertimbangan visual untuk meningkatkan penjualan. Pertimbangan daya tarik konsumen disebut Halim sebagai karakter dari komodifikasi barang untuk tujuan kemanfaatan dalam sirkulasi bisnis. 28 Penarikan konsumen melalui beragam bentuk penandaan terhadap waqf dan ibtidAAo secara visual yang estetik dan AumembantuAy pembacaan al-QurAoan secara benar mengindikasikan persaingan antar produsen untuk menarik konsumen. Kemudahan tanpa Keabsahan: Pengabaian Makna dalam Inovasi Tanda Jeda Baru 24 Morris Weitz. Philosophy of The Arts (Cambridge: Harvard University Press, 1. , 4. 25 Greg Fealy. Expressing Islam: Religious Life and Politics in Indonesia (Singapura: ISEAS Publishing, 2. , 17. 26 Graham Ward. AuThe Commodification of Religion, or The Consummation of Capitalism,Ay in Theology and the Political: The New Debate, ed. Creston Davis. John Milbank, and Slavoj Zizek (London: Duke University Press, 2. , 327Ae28. 27 Colin Campbell. AuThe Craft Consumer: Culture. Craft and Consumption in a Postmodern Society,Ay in Consumption and Consumer Society, ed. Frank Trentmann and Roberta Sassatelli (Cham: Springer International Publishing, 2. , 143Ae65, https://doi. org/10. 1007/978-3-030-83681-8_9. 28 Syaiful Halim. Postkomodifikasi Media: Perayaan Varian-Varian Baru Komodifikasi Di Media Sosial Televisi Dan Media Sosial (Klaten: Lakeisha, 2. , 54. 24 of 32 Sofia Mawaddah Al Insyirah Vol. No. Pemberian tanda baru dalam mushaf waqf-ibtidAAo yang mengacu pada nilainilai estetis melampaui struktur-struktur kaidah waqf-ibtidAAo yang telah ditetapkan oleh para sarjanawan al-QurAoan. Hal ini sebagai dampak dari penonjolan bunyi dibandingkan mempertahankan keutuhan makna yang menjadi batasan penentuan waqf-ibtidAAo. Dua aspek utama kaidah waqf-ibtidAAo digunakan pada penelitian ini untuk mengukur keabsahan penentuan tanda baru dalam waqf dan ibtidAAo, yakni tidak boleh berhenti pada dua kalimat yang berkaitan yang saling menyempurnakan dan apabila membaca terus akan berpotensi merusak makna ayat atau berubahnya arti ayat, maka yang lebih utama adalah berhenti. Pengabaian pada ikatan lafaz dapat merusak makna, sedangkan pengabaian terhadap tanda untuk berhenti dibandingkan membaca terus . aqf al-wal aulA) merusak kesempurnaan susunan ayat. Data menunjukkan bahwa Mushaf At-Taqwim memberikan tanda jeda baru pada beragam ayat pada QS. al-Baqarah . yang tidak sesuai dengan kaidah-kaidah yang telah ditetapkan . ihat tabel 2. Tabel 2. Kesalahan Posisi Tanda Jeda pada Mushaf At-Taqwim No. Ayat Posisi Tanda Jeda Problem = a. a e 4 e a e . a e ee & a QS. al-Baqarah %( a A A%( a AO aUA3A A0a-A aA%( a A eAPermulaan bacaan pada allat . lok a > 4 >a a e> 4 e : 40 AaUeaeO eOaGa Ae aOeOeeACBeA aUen UAhija. memutuskan kalimat ukur o 4 a a aO eaeaeeaIA0Ae aOaALAaUeaAGa . lok bir. yang menjadi perintah yang menyempurnakan penjelasan = a U a = Aa A > > QS. al-Baqarah aBeAaE aea Nae e a ]e a\ aeO aASaA eATanda berhenti pada ealam . lok = >a a_ e>a > > > . : 59 AeU aAb A aea Naea ae ea UAmera. meninggalkan rijzan . lok a a e a > AiaoeIA0a AaeAL aGa A abir. yang menjadi mafAoul-nya. 4> a e a am Aa a a >a e a a e A QS. al-Baqarah AeACAaUo AGa A Al A I AiA OaE ABerhenti pada kata auaq . lok _ a _ a > a e 4 a A eea > &A4 a a q a a e 4 a . : 247 AI oAu0 sAa a ACA Ea aAmera. memutuskan hAl . i al-mul. > ae _ _ A> A a a >a ao a aOeAGa A Uea aOea anAdari Auib al-uAl yang merusak a_ a Aae a a a U A A IAkesempurnaan makna. a a a a e a > a e > A a >U ai a e a a aEA a e QS. al-Baqarah AE Ua OaE ABA aOa A ATanda berhenti pada kata lakum Aa _ae a a A4 > a a . : 48 A aaUAse ( & A aOaA b A I a aACa oa A4A =aAmemisahkan maAomul khabr . lAeACA Ayau. , dan memisah uAl . n-nA. dari Ahib al-uAl . > a a QS. al-Baqarah aAeeI aUA0a A aeaAba eASaA aOaUAMemulai bacaan dari kata yamsyn U a ae a 4 _ a a a . : 63 A ea Oa aEaeaa aeIA A( eAblok hija. memisahkan isim U a b e 4 a A a aAmaul . dengan ilAh-nya. yang merupakan khabar dari lafal AoibAd al-raumAn sebagai mubtadaAo. Kecenderungan untuk melakukan pemisahan terhadap susunan kalimat yang menunjukkan ketidaksempurnaan makna menjadi persoalan utama dalam penentuan tanda baru pada Mushaf At-Taqwim. Pemisahan fiAoil . dari penjelas terhadap faAol . iAoma. pada permulaan bacaan QS. al-Baqarah . : 40 yang dimulai 29 Cordoba Internasional Indonesia. Al-Quran Cordoba At-Taqwim Waqof Ibtida Jeda. 25 of 32 Vol. No. Inovasi Tanda Jeda Baru pada Mushaf al-QurAoan dengan al-lat dapat membingungkan tentang keadaan yang disifati oleh kata allat. 30 Kebingungan atas makna juga terjadi dengan memberikan tanda berhenti pada kata ealam yang memutus pekerjaan dari sasaran tindakan . pada QS. al-Baqarah . : 60. 31 Hal yang sering dilakukan adalah memisahkan antara uAl dengan Auib al-uAl yang menjelaskan keadaan subjek. Keadaan ini terjadi pada QS. al-Baqarah . : 24732 dan QS. al-Baqarah . : 4833. Pemisahan terhadap ism maul dengan ilAu-nya34 dan maAomul khabr dengan khabr-nya35 juga diterjadi dalam peletakan tanda jeda di QS. al-Baqarah . : 63 dan QS. al-Baqarah . : 48. Dari 7. tanda waqf yang dicantumkan dalam Mushaf At-Taqwim, terdapat 2. 269 tanda jeda baru dengan 283 tanda jeda yang bermasalah yang menyalahi kaidah waqf dan ibtidAAo yang ditetapkan oleh para UlamaAo. Kecenderungan dalam melakukan peletakan tanda jeda baru dalam Mushaf Suara Agung memiliki juga terdeteksi tidak mengacu aturan-aturan baku dalam kajian waqf dan ibtidAAo. Terdapat beberapa problem mendasar yang berkaitan dengan pengabaian kontruksi makna dengan melakukan jeda terhadap ayat tanpa melihat keutuhan susunan kalimat . ihat tabel 3. Tabel 3. Kesalahan Posisi Tanda Jeda pada Mushaf Suara Agung No. Ayat Posisi Tanda Jeda Problem aAe a A4a ea e >a e4a ea e= e a AA QS. al-Baqarah A eaaI iU O iU eao aAPenentuan permulaan dari kata al_ a A=. e a ae a a A e A A4 a . : 24 A aOa n aUA A Oa aA%( a A Alat aAeaiAuA _Aterhadap kalimat perintahnya b a a . ttaq an-nA. 4 a Ue QS. al-Baqarah Ae aeaa ae uaas a o aeAba aALA Berhenti pada hAA yang menjadi = a a4 : 25 AnAGa Aa aOeASeAa ae AbA aeO aAmubtadAAo memisahkannya dengan a a A aAuaacUaAkhabr-nya . l-al. ae aO=aea aeO aOA A aI =aeaAPilihan untuk berhenti pada fiAoil QS. al-Baqarah AAOA _ m a a e a a& e A a Amengakibatkan keterputusan pada e : 62 AAbA aOaeaI aAl a aGa AE]A aGaAOaA ae a > >a A aOUaa aUa eae eae aU a aeApenyebutan objek yang dikenai a a a U a a pekerjaan . afAou. AeaeIA0a AaO eA Ueae aO eA 4 a >> e 4 a a > e QS. al-Baqarah AaIAL Ae n aOaIACAe aUAuA A ae e ABerhenti pada diksi li al-kArn akan e a a >> e 4 a _ . : 141 AAbAeoeA AUa ae eAeAeAa aAbAaiAuA aAmemisahkan nab dari inna a& e Ae a _aeIAC4Ae aOaeaeUAC4BeA aU>Asebagai isim-nya. ]a a a a a a a a a _ A ee e A4 a a AA QS. al-Qaa AO O Uo oEeAbA Oa aI AuaeABerhenti U U a a e a= e Au a a e > a > a e> e : 57 uAl A a auAa aa O A 30 Al-Muntajab Al-HamaAn. Al-Fard F IrAb Al-QurAoAn Al-Majd: IrAb. MaAn. QirAAoAt (Saudi Arabia: Dar alZaman Library, 2. , 241. 31 Al-HamaAn, 270. 32 Al-HamaAn, 550. 33 Abd AllAh bin al-usain bin Ab al-BaqAAo Al-Ukbar. Al-TibyAn F IrAb Al-QurAoAn (Doha: International Ideas Home, n. ), 179. 34 Ab Jafar Aumad bin Muuammad bin IsmAl An-NauuAs. Al-Qau Wa Al-IntifAAo (RiyAs: JAmiah Al-MAlik SuAod, 1. , 487. 35 An-NauuAs, 216. 26 of 32 Vol. No. Sofia Mawaddah Al Insyirah Ue e aA AAL4 Aa auaBeA a>A%e A AeA0A Aterpisah dari Auib al-uAl, yakni AAs a eA a > a a a_> A=aA AeUaeIA0a A A a\e A3A AuaA a aOAamarAt. Pemilihan tempat berhenti baru yang ditentukan oleh produsen Mushaf Suara Agung memiliki kecenderungan yang sama dengan pilihan-pilihan yang ditetapkan oleh Mushaf At-Taqwim dalam aspek ketidakpatuhan terhadap kaidah-kaidah penempatan waqf dan ibtidAAo. Keputusan untuk memberikan tanda permulaan pada al-lat di QS. al-Baqarah . : 24 menyebabkan pemisahan terhadap manAout . ang diikut. yang dijelaskan oleh al-lat sebagai sifat dari keadaan an-nAr. 36 Pemisahan antara uAl dengan Auib al-uAl juga terjadi pada QS. al-Qaa . : 57. 37 Penentuan tempat berhenti pada mubtadaAo pada QS. al-Baqarah . : 25,38 berhenti pada fiAoil dalam QS. al-Baqarah . : 62,39 dan memisahkan inna dengan isimnya pada QS. alBaqarah . : 14140 merupakan upaya pembuatan tanda jeda baru yang menyalai Permasalah yang terjadi pada penempatan tanda jeda pada Mushaf Suara Agung ditemukan sebanyak 401 dari 2. 307 tanda jeda baru. Penentuan tanda jeda baru yang tidak jauh berbeda ditemukan dalam Mushaf Asy-Syifa sebanyak 394 dari 2. 115 tanda jeda baru. Sebagian dari kesalahan penempatan dijelaskan pada tabel 4. Tabel 4. Kesalahan Posisi Tanda Jeda pada Mushaf Asy-Syifa No. QS: Ayat Potongan Ayat Problematika m a e a a e > a a e a e Aa a a = e a e A QS. al-Baqarah l a Aa ao e _ eA A4 A >UAG Ao A4 A u > APenentuan waqf pada fasl Allah e Aeaoe a AuAe aOaeaao ACBeA aUAberdampak terputusnya Aoalaikum : 64 ab a dengan lafaz fasl. >e aA a A a Aa Am 3: 102 A an oaon aOAl a aea a o A0 Pilihan waqf pada lA tamutunna ae> Aa a A A ae a aOoe eaaeIAmemisahkannya dengan adAt istisnAAo yang mengecualikannya. A e > e e a a a a A e a 30: 46 AsA-O > a _ _ aon I a A4 A Oa APilihan untuk waqf pada wa li tajr a a AniAbAaeAGa AaO ioAbAe e eaaon aOaoeACAoA0eaBaA OaAberakibat pada pemutasan antara e a e e a aea a fiAoil dengan fAAoil . l-ful. Aoa a eAanAiAAOaoA 4 A e e A4 e > a e 4 A a a a e > ee a Aa A AA QS. az-Zumar A ACAA ACBAE aAbAU _ a ASaA OAMemberikan tanda memulai untuk a ae> U a e a _ 4 e > . : 55 Aaoi Ooe AGa Aa aUaACBaAEaA0Aa I ASeA AmA anzala yang merupak musaf ilaih a eaa e a o A AUOIAdari ausana menjadikan makna tidak A _ > e a> a a Az-Zukhruf . : Anauaa aA aeeaUeI aOaAGa AA aOo ea aeAPilihan berhenti pada inn rasl a& e A aaeaE a _U>Ase A aeaoaaE &Amenjadikan A ]a ( a isafah. Penandaan waqf terhadap QS. Ali ImrAn . : 102 pada diksi lA tamutunna berdampak pada kebingungan makna karena memutus sesuatu yang dikecualikan pada kalimat 36 An-NauuAs, 46. 37 Al-HamaAn. Al-Fard F IrAb Al-QurAoan Al-Majd: IrAb. MaAn. QirAAoAt, vol. 5, 143. 38 Al-HamaAn, vol. 1, 198. 39 Al-HamaAn, vol. 1, 280. 40 Al-HamaAn, vol. 4, 115. 27 of 32 Vol. No. Inovasi Tanda Jeda Baru pada Mushaf al-QurAoan setelah illA. 41 Hal yang sama juga terjadi pada QS. al-Baqarah . : 64 yang menentukan tempat berhenti pada Aoalaikum yang dipisah dengan fasl yang masih berhubungan menjadikan maknanya menjadi tidak sempurna. 42 Hal yang krusial adalah membuat permulaan pada mA anzala yang menjadi musaf ilaih dari ausana dalam QS. az-Zumar . : 5543 dan inni rasl yang merupakan musaf denan musaf ilaih-nya lafaz rabb al-AoAlamn dalam QS. az-Zukhruf . : 46,44 sehingga pemisahan susunan isafah menjadikan makna yang dihasilkan menjadi berbeda. Beragam bentuk kesalahan yang ditemukan pada inovasi ketiga Mushaf Waqf IbtidAAo memberikan gambaran bahwa produksi mushaf al-QurAoan telah memasuki era konsumtif dengan mengabaikan aspek fungsinya. Kecenderungan masyarakat yang bergeser ke arah emotional intelligence . ecerdasan emosiona. dengan ukuran pertimbangan pada kenyamanan, loyalitas, dan kemudahan45 direspons dengan baik oleh para produsen untuk memproduksi mushaf dengan tanda baru yang lebih nyaman dalam memilih tempat jeda dengan nafas yang pendek. Bahkan, kemudahan yang ditawarkan oleh para produsen dikembangkan dengan membuat variasi lain dari mushaf yang diberikan judul sesuai dengan AufungsiAy penggunaannya, seperti Al-Akrom. Al-Mubtadi, dan Mushaf Tadarus yang diproduksi oleh penerbit Cordoba. Begitu juga dengan pemberian tanda jeda baru yang ingin menonjolkan otentifikasi terhadap model mushaf yang diproduksi. Aspek otentifikasi dalam dunia produksi dalam pandangan Petrik Plesa lebih mendekati pembangunan citra diri dengan konsekuensi potensial pada peningkatan nilai 46 Aspek peningkatan nilai tukar menjadikan bisnis mushaf masuk pada era konsumtif yang berpotensi mengabaikan nilai gunanya. Kesimpulan Komodifikasi mushaf al-QurAoan yang selama ini diidentifikasi pada proses periklanan dan penonjolan beragam ornamen dikuatkan dalam penelitian ini dengan mengidentifikasi tanda jeda baru yang dianggap sebagai inovasi yang memberikan kemudahan sebagai elemen peningkatan nilai jual. Inovasi pada tanda jeda baru mementingkan peningkatan citra untuk membentuk nilai jual baru yang mengabaikan nilai gunanya. Waqf-ibtidA yang ditempatkan pada tempat yang baru justru mengubah susunan sintagmatis ayat yang menjadikan perubahan terhadap Dampak perubahan menjadikan inovasi ini bertentangan dengan aturanaturan penempatan tanda berhenti dan memulai yang ditetapkan dalam keilmuan al-QurAoan, sehingga fungsi dari tanda jeda baru yang diberikan tidak mengarah 41 Muuammad bin Al-QAsim bin BasysyAr Al-AnbAr, sAu Al-Waqf Wa Al-IbtidAAo F KitAb AllAh AoAzza Wa Jalla (Damaskus: Majma Al-Lughat Al-Arabiyyah, 1. , 581. 42 Al-AnbAr, 581. 43 Aumad bin Muuammad Al-KharrA. Al-MujtabA Min Musykil IAorAb Al-QurAoan (Madinah: MujammaAo al-Malk Fahd, 1. , 1087. 44 Al-KharrA, 1156. 45 Yuswohady. Gen M: Generation Muslim (Yogyakarta: Bentang Pustaka, 2. , 27. 46 Patric Plesa. AuAuthenticization: Consuming Commodified Authenticity to Become AoAuthenticAo Subjects,Ay Theory & Psychology 33, no. 4 (August 25, 2. : 555Ae76, https://doi. org/10. 1177/09593543231174030. 28 of 32 Sofia Mawaddah Al Insyirah Vol. No. pada nilai gunanya, akan tetapi bagian dari peningkatan citra pemasaran untuk meningkatkan nilai jual. Penemuan terhadap bentuk komodifikasi baru yang melibatkan penambahan tanda jeda baru pada mushaf waqf-ibtidAAo dihasilkan dari mekanisme perbandingan terhadap aturan-aturan penempatan dengan kaidah baku dalam tanda jeda. Perbedaan aturan penempatan tanda jeda mengindikasikan tujuannya tidak berorientasi pada nilai guna, akan tetapi pada kepentingan pemasaran untuk menarik perhatian konsumen tertentu. Meskipun demikian, penelitian ini membatasi pada kriteria waqf-ibtidAAo dengan hanya menghubungkan motifnya terhadap peningkatan penjualan. Bukti peningkatan terhadap perubahan ini dengan respons-responsnya ditinggalkan dalam penelitian ini. Aspek-aspek ini menjadi ruang baru bagi penelitian selanjutnya untuk mengeksplorasi dampak industrialisasi mushaf al-QurAoan dalam ruang ekonomi. Daftar Rujukan Ahmad. Abd Al-Muhaimin, abr Muuammad, and aeiyah Husain. AuMualahAt Al-Waqf Aoinda as-SajAwand Wa MawAzanatuhA AoInda RaAoy Al-Jumhr. Ay Jurnal Al-Turath 1, no. : 61Ae69. Al-AnbAr. Muuammad bin Al-QAsim bin BasysyAr. sAu Al-Waqf Wa Al-IbtidAAo F KitAb AllAh AoAzza Wa Jalla. Damaskus: Majma Al-Lughat Al-Arabiyyah, 1981. Al-HamaAn. Al-Muntajab. Al-Fard F IrAb Al-QurAoAn Al-Majd: IrAb. MaAn. QirAAoAt. Saudi Arabia: Dar al-Zaman Library, 2006. Al-KharrA. Aumad bin Muuammad. Al-MujtabA Min Musykil IAorAb Al-QurAoan. Madinah: MujammaAo al-Malk Fahd, 1426. Al-Ukbar. Abd AllAh bin al-usain bin Ab al-BaqAAo. Al-TibyAn F IrAb Al-QurAoAn. Doha: International Ideas Home, n. An-NauuAs. Ab Jafar Aumad bin Muuammad bin IsmAl. Al-Qau Wa Al-IntifAAo. RiyAs: JAmiah Al-MAlik SuAod, 1992. Campbell. Colin. AuThe Craft Consumer: Culture. Craft and Consumption in a Postmodern Society. Ay In Consumption and Consumer Society, edited by Frank Trentmann and Roberta Sassatelli, 143Ae65. Cham: Springer International Publishing, 2021. https://doi. org/10. 1007/978-3-030-83681-8_9. Cirklovy. Jitka. AuReaffirming Identity Through Images. The Commodification of Illusions in the Contemporary Presentation of Self. Ay Methaodos. Revista de Ciencias Sociales . 103Ae10. https://doi. org/10. 17502/m. Cordoba Internasional Indonesia. Al-Quran Cordoba At-Taqwim Waqof Ibtida Jeda. Yogyakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia, 2019. Fais. Nor Lutfi. AuKomodifikasi Al-Quran: Analisa Sosial Terhadap Mushaf Al-Quran Grand Maqamat. Ay MAGHZA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan Dan Tafsir 6, no. (December 24, 2. : 172Ae88. https://doi. org/10. 24090/maghza. Fealy. Greg. Expressing Islam: Religious Life and Politics in Indonesia. Singapura: ISEAS 29 of 32 Vol. No. Inovasi Tanda Jeda Baru pada Mushaf al-QurAoan Publishing, 2008. Gramedia. AuJual Buku Al-Quran Cordoba At-Taqwim Waqof Ibtida Jeda A5 Karya Cordoba Internasional Indonesia. Ay https://w. com/products/al-quran-cordoba-at-taqwim-waqofibtida-jeda-a5. Halim. Syaiful. Postkomodifikasi Media: Perayaan Varian-Varian Baru Komodifikasi Di Media Sosial Televisi Dan Media Sosial. Klaten: Lakeisha, 2021. Husna. Asmaul. AuKomodifikasi Agama: Pergeseran Praktik Bisnis Dan Kemunculan Kelas Menengah Muslim. Ay Jurnal Komunikasi Global 7, no. 2 (January 2, 2. 227Ae39. https://doi. org/10. 24815/jkg. Irsyadi. Najib. AuPengaruh Ragam QiraAoat Terhadap Al-Waqf Wa Al-IbtidaAo Dan Implikasinya Dalam Penafsiran. Ay Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. Khikmatiar. Azkiya. AuPenggunaan Tanda Waqaf Dalam Manuskrip Al-QurAoan Salinan Sayyid Mustofa Ar-Rusydi (Kajian Terhadap QS. Al-Kahf. Ay UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2019. Kitiarsa. Pattana. Religious Commodifications in Asia: Marketing Gods. New York: Taylor & Francis, 2007. Matthyssens. Paul. Koen Vandenbempt, and Liselore Berghman. AuValue Innovation in Business Markets: Breaking the Industry Recipe. Ay Industrial Marketing Management (August 751Ae61. https://doi. org/10. 1016/j. Mohd Hashim. Nurulhuda. AuAplikasi Linguistik Arab Terhadap Bacaan Waqaf Dan IbtidaAo Dalam Al-Quran. Ay Universiti Putra Malaysia, 2012. Mutado. Dodo. AuWamenag: Setiap Tahun Indonesia Butuh 6 Juta Al-Quran. Ay November https://kemenag. id/nasional/wamenag-setiap-tahun-indonesia-butuh-6juta-al-quran-18h9zy. Nugraha. Eva. AuTren Penerbitan Mushaf Dalam Komodifikasi Al-QurAoAn Di Indonesia. Ay Ilmu Ushuluddin . 301Ae21. https://doi. org/10. 15408/JIU. V2I3. Plesa. Patric. AuAuthenticization: Consuming Commodified Authenticity to Become AoAuthenticAo Subjects. Ay Theory & Psychology 33, no. 4 (August 25, 2. : 555Ae76. https://doi. org/10. 1177/09593543231174030. PT. Suara Agung. Al-QurAoan Waqaf & IbtidaAo Suara Agung. Jakarta: PT. Suara Agung. Romli. Muhammad. AuImplikasi Al-Waqf Wa Al-IbtidaAo Dalam Mushaf Asy-Syadzili Terhadap Penafsiran Al-QurAoan. Ay Syntax Literate . Jurnal Ilmiah Indonesia 7, no. 11 (November 25, 2. : 17161Ae73. https://doi. org/10. 36418/SYNTAXLITERATE. V7I11. Rozi. Fahrur. AuReposisi Tanda Waqaf (Kajian Analitis Kritis Mushaf Standar Indonesi. Ay Institut PTIQ Jakarta, 2020. 30 of 32 Sofia Mawaddah Al Insyirah Vol. No. Suwaid. Aiman Rusyd. At-Tajwd Al-Muawwar. Damaskus: Maktabah Ibn al-Jazar. Thomann. Eva, and Martino Maggetti. AuDesigning Research With Qualitative Comparative Analysis (QCA): Approaches. Challenges, and Tools. Ay Sociological Methods Research (May 356Ae86. https://doi. org/10. 1177/0049124117729700. Ward. Graham. AuThe Commodification of Religion, or The Consummation of Capitalism. Ay In Theology and the Political: The New Debate, edited by Creston Davis. John Milbank, and Slavoj Zizek. London: Duke University Press, 2005. Weitz. Morris. Philosophy of The Arts. Cambridge: Harvard University Press, 1950. Williams. Carrie. AuResearch Methods. Ay Journal of Business & Economics Research (JBER) 5, no. 3 (February 7, 2. https://doi. org/10. 19030/jber. Yuswohady. Gen M: Generation Muslim. Yogyakarta: Bentang Pustaka, 2017. 31 of 32 Vol. No. Inovasi Tanda Jeda Baru pada Mushaf al-QurAoan 32 of 32