Musica Journal of Music ISSN: 2807-1026 (Online - Elektroni. Available online at: https://journal. isi-padangpanjang. id/index. php/MSC Pertunjukan Biola Solo Dengan Repertoar Concerto In E Major Op. Rv 269 La Primavera (The Four Seaso. Ijuk Dan A Town With An Ocean View Maulidiz Zikri1. Yasril Adha 2,Yade Surayya3. Nora Anggraini 4. Bambang Wijaksana 5 Program Studi Seni Musik Fakultas Seni Pertunjukan. Institut Seni Indonesia Padangpanjang Jl. Bahder Johan. Guguk Malintang. Kec. Padang Panjang Tim. Kota Padang Panjang Email: muhammadmaulidizzikri@gmail. com1, yasril. adha67@gmail. com2, yadesurayya01@gmail. com 3, willy515@gmail. com 4, bambangwijaksana@isi-padangpanjang. *coresponden author Submitted : 29 Januari 2026 Revised : 12 April 2026 Accepted : 26 Mei 2026 ABSTRAK Pertunjukan ini menyajikan repertoar musik dari berbagai era meliputi karya musik klasik pada era Barok. Melayu dan populer yang dikemas dalam format pertunjukan biola solo dengan penekanan pada aspek estetika, teknik, dan ekspresi Repertoar dipilih secara selektif untuk merepresentasikan kekayaan sejarah musik serta keberagaman budaya dan disajikan dengan pendekatan musikal yang berlandaskan kaidah musik konvensional. Pertunjukan diawali dengan karya klasik era Barok Concerto In E Major. Op. 8 Rv 269 karya Antonio Vivaldi pada tahun 1725. Karya ini merupakan bentuk komposisi musik programa yang menggambarkan suasana musim semi. Repertoar kedua merupakan karya musik Melayu berjudul Ijuk ciptaan Armadi raga yang dipopulerkan Iyeth Bustami pada tahun 2003. Karya ini memadukan unsur tradisi Melayu dengan gaya pop sehingga menghasilkan karakter musikal yang dinamis dan ekspresif. Repertoar ketiga adalah A Town with an Ocean View karya Joe Hisaishi, yang menghadirkan nuansa tenang dan penuh semangat melalui harmoni yang jernih dan ekspresi musikal yang kuat. Ketiga repertoar tersebut dibawakan dengan penerapan berbagai teknik permainan biola, antara lain trill, legato, arpeggio, double stop, spiccato, staccato, pizzicato, accent, shifting, ornamentasi, dan slur. Kombinasi teknik ini digunakan untuk merepresentasikan karakter musikal masing-masing karya secara optimal. Pementasan ini menjadi sarana eksplorasi artistik sekaligus perwujudan kemampuan interpretasi dan ekspresi dalam pertunjukan biola solo. Kata Kunci: Pertunjukan. Biola Solo. Repertoar. ABSTRACT This performance presents musical repertoire from various eras, including classical. Melayu and popular music, arranged in a solo violin performance format with an emphasis on aesthetic, technical, and expressive aspects of The repertoire is carefully selected to represent the richness of musical history and cultural diversity and is presented through a musical approach grounded in conventional musical principles. The performance opens with a Baroque era work. Violin Concerto No. 1 in E Major. Op. RV 269 by Antonio Vivaldi, composed in 1725. This work is a form of program music that depicts the atmosphere of spring. The second repertoire is a Melayu music piece entitled Ijuk, composed by Armadiraga and popularized by Iyeth Bustami in 2003. This work combines elements of Melayu musical tradition with modern pop style, resulting in a dynamic and expressive musical character. The third repertoire is A Town with an Ocean View by Joe Hisaishi, which presents a calm yet spirited atmosphere through clear harmonies and strong musical expression. All three repertoires are performed using various violin techniques, including trill, legato, arpeggio, double stop, spiccato, staccato, pizzicato, shifting, ornamentation, and slur. This combination of techniques is employed to optimally represent the musical character of each work. This performance serves as a medium for artistic exploration as well as a demonstration of interpretative ability in solo violin Keywords: performance. Violin solo . Repertoir This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Maulidiz Zikri. Yasril Adha. Yade Surayya. Nora Anggraini. Bambang Wijaksana PENDAHULUAN Tugas akhir ini merupakan puncak dari seluruh proses pembelajaran yang telah ditempuh penyaji selama menjalani pendidikan di Institut Seni Indonesia Padangpanjang. Selama masa perkuliahan, penyaji memperoleh berbagai pengalaman akademik melalui mata kuliah teori, pembelajaran artistik sebagai seorang solis biola. Proses tersebut secara bertahap membentuk pemahaman dan keterampilan musikal penyaji yang mencakup penguasaan aspek teknis permainan biola, pemahaman musikal dan kemampuan menginterpretasikan karya musik dari berbagai genre yang dimainkan. Seluruh pengalaman pembelajaran tersebut kemudian dirangkum dan diwujudkan dalam bentuk sebuah pertunjukan biola solo sebagai media utama untuk merepresentasikan hasil pembelajaran dan perkembangan musikal penyaji selama masa Berdasarkan proses pembelajaran serta bimbingan yang dijalani penyaji bersama dosen penyaji menetapkan pertunjukan biola solo sebagai bentuk pencapaian akhir dalam tugas akhir ini. Pertunjukan biola solo ini dipilih karena penyaji mampu merepresentasikan kemampuan teknis dan musikal secara menyeluruh sekaligus menjadi sarana ekspresi artistik penyaji. Dalam pertunjukan ini penyaji membawakan tiga repertoar yang berasal dari genre musik yang berbeda yaitu musik klasik era Barok, musik Melayu dan musik populer. Pemilihan ketiga genre repertoar ini didasarkan pada pengalaman musikal penyaji selama masa perkuliahan dimana penyaji telah mempelajari dan membawakan berbagai karya dari ketiga genre tersebut sebagai bekal dalam penggarapan repertoar tugas akhir. Selama masa perkuliahan penyaji telah mempelajari sejumlah karya yang menjadi landasan teknis dan musikal dalam mempersiapkan tugas akhir ini. Karyakarya yang telah dimainkan antara lain Violin Concerto In G Major RV 310. Violin Concerto In G Minor RV 317. Concerto In D Major Rv 93 karya Antonio Vivaldi. Sonata No. 3 In F Major karya George Frideric Handel. Symphony No. 40 In G Minor K. Symphony No. 25 K. Eine Kleine karya Mozart. Cello Concerto In C Minor Yc 98 karya J. s Bach. Dan beberapa karya komposisi tugas akhir mahasiswa yaitu Fantasia Of Kromong. Fantasia Nandong. Tanoh Komoe. Fantasia Suayan Balenggek. Khayat Ghantou dan Fantasia Mantra Sirompak In A Deathcore. Karya-karya tersebut memiliki karakter musikal serta tantangan teknis yang berbeda-beda sehingga membantu penyaji dalam mengembangkan penguasaan teknik permainan biola, pemahaman gaya musik, serta kemampuan interpretasi yang lebih Repertoar pertama yang dibawakan dalam pertunjukan tugas akhir ini adalah Violin Concerto No. 1 In E Major. Op. 8 RV 269 La Primavera dari rangkaian The Four Seasons karya Antonio Vivaldi. The Four Season terdiri dari 4 Concerto yang dimulai dari Concerto No. 1 In E Major. Rv 269- La Primavera (Spring-Musim Sem. Concerto No. 2 In G Minor. Rv 315- LAo Elstate (Summer-Musim Pana. Concerto No. 3 In F Major Rv 293- LAoAutunno (Autumn-Musim Gugu. Concerto No. 4 F Minor Rv 297 LAo inverno (Winter-Musim Dingi. Karya ini diterbitkan pada tahun 1725 di Amsterdam dalam set Opus 8 yang berjudul Il Cimento dellAoArmonia e dellAoInventione. Secara struktural karya ini menggunakan bentuk ritornello yaitu pengulangan tema-tema utama secara bergantian antara bagian tutti dan solo biola sehingga menciptakan kontras yang khas dalam komposisi musik Barok. Karya ini awalnya ditulis untuk biola solo dengan iringan quart string dan basso continuo. Ketertarikan penyaji terhadap repertoar ini terletak pada tantangan teknis permainan biola, seperti trill , mordent ,staccato. Musica_Vol 5. No. Januari-Juni . ISSN 2807-1026 M. Maulidiz Zikri. Yasril Adha. Yade Surayya. Nora Anggraini. Bambang Wijaksana legato, dan double stop, yang menuntut kontrol artikulasi, ketepatan intonasi serta kepekaan musikal yang tinggi yang akan dibawakan dengan iringan piano. Repertoar kedua yang dipilih berjudul Ijuk sebuah karya musik Melayu bergenre dangdut Melayu yang diciptakan oleh Armadi raga dan dipopulerkan oleh penyanyi Iyeth Bustami pada Dalam pertunjukan ini karya Ijuk diaransemen ulang oleh A. Eriyandi ke dalam format iringan combo band. Ketertarikan penyaji terhadap repertoar ini terletak pada tantangan untuk mengintegrasikan teknik permainan biola dengan idiom khas musik Melayu seperti eksplorasi cengkok Melayu penggunaan mordent , staccato, slur serta accent(>). Integrasi menyesuaikan teknik permainan biola agar tetap sesuai dengan karakteristik musik tradisi Melayu tanpa kehilangan identitas instrumen biola sebagai solis. Repertoar ketiga yang dibawakan adalah A Town With An Ocean View sebuah karya instrumental oleh Joe Hisaishi yang bergenre JPop . usik populer Jepan. yang awalnya diciptakan untuk orkestra. Karya ini dirilis pada tanggal 10 Agustus 1989 dan dikenal sebagai salah satu bagian dari musik latar film animasi KikiAos Delivery Service produksi Studio Ghibli. Pada pertunjukan ini karya tersebut untuk format biola solo dengan iringan Cello dan piano sehingga menciptakan warna bunyi yang lebih sederhana dan minimalis. Ketertarikan penyaji terhadap karya ini terletak pada tantangan dalam menginterpretasikan suasana kota yang tenang dan indah di tepi laut sebagaimana digambarkan oleh komponis melalui pengolahan frase, dinamika, dan kualitas bunyi biola yang tepat secara teknis maupun musikal. Pemilihan ketiga repertoar ini bertujuan untuk memberikan tantangan yang beragam dalam memainkan karya dari berbagai genre Melalui pertunjukan ini penyaji diharapkan mampu menunjukkan fleksibilitas sebagai seorang solis biola yang tidak hanya menguasai satu gaya musik tetapi juga mampu beradaptasi dengan karakter dan tuntutan teknik serta interpretasi yang Setiap repertoar memiliki warna musikal yang khas dan menuntut pendekatan artistik yang bervariasi sesuai dengan gaya dan latar belakang musikalnya. METODE Dalam proses persiapan pertunjukan penyaji menerapkan berbagai metode latihan yang dilakukan secara bertahap berdasarkan pengalaman pribadi selama masa persiapan. Metode-metode tersebut disusun untuk mendukung kesiapan teknis dan musikal penyaji sebelum tampil di atas panggung. Tahapan ini disusun secara sistematis dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis, musikal, serta kesiapan pertunjukan secara bertahap dan berkelanjutan dalam proses latihan yaitu: Tahapan Persiapan Dalam pertunjukan sebagai solis biola berbagai aspek perlu dipersiapkan secara Kelayakan karya yang akan dibawakan ditentukan melalui komunikasi intensif dengan dosen pembimbing baik dari segi teknis maupun artistik untuk memastikan bahwa repertoar ini bisa sesuai dengan kapasitas musikal dan tujuan akademik Persiapan pendukung seperti buku panduan teknik dasar bermain biola . asic techniqu. yang sesuai penguasaan karya. Selain itu apresiasi terhadap interpretasi dari musisi atau seniman terdahulu turut mnjadi referensi penting bagi penyaji dalam pemahaman karakter dan ekspresi musikal dari setiap repertoar yang Proses Latihan Musica Vol 6. No. Januari Ae Juni . ISSN 2807-1026 Maulidiz Zikri. Yasril Adha. Yade Surayya. Nora Anggraini. Bambang Wijaksana Salah satu tahapan yang sangat penting dalam proses sebuah pertunjukan adalah proses Melalui latihan yang terencana dan terstruktur, penyaji dapat mencapai kualitas pertunjukan yang optimal serta sesuai dengan konsep dan tujuan yang telah ditetapkan. Berikut ini merupakan tahapan proses latihan yang penyaji gunakan dalam pertunjukan ini: Latihan individu Latihan individu merupakan tahap awal dalam proses persiapan pertunjukan yang difokuskan pada penguasaan materi oleh Tahap ini meliputi analisis mendalam terhadap karya pembacaan partitur . eading sectio. latihan teknik shifting penguasaan teknik permainan,penggunaan etude yang relevan latihan bowing serta pendengaran audio referensi dari seluruh repertoar. Pada latihan individu ini penyaji memfokuskan pada bagian bagian yang sulit seperti pada melodi triol dengan menggunakan not seperenam belas ( ), teknik double stop pada bagian ketiga dan latihan perpindahan posisi pada setiap repertoar yang dibawakan. Penyaji melatih teknik ini dengan menggunakan etude evsyk School of Violin Technics Op. 1 book 1, 2, 3, 4 dan etude Introducing the Positions for Violin Vol. II. Keseluruhan membentuk pemahaman terhadap karakter musikal tiap karya serta keterampilan teknis yang diperlukan. Penguasaan pada tahap ini menjadi fondasi agar sesi latihan bersama pengiring dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Berikut ini merupakan foto dokumentasi latihan individu: Gambar 1. Latihan Individu (Sumber: Citra Larosa, 2. Latihan individu bersama pembimbing Latihan individu bersama pembimbing merupakan tahap lanjutan dari proses latihan dimana penyaji mendapatkan Pada tahap ini pembimbing menilai sejauh mana penguasaan materi Selain itu pembimbing juga memberikan masukan, saran, dan solusi atas kendala teknis maupun interpretasi yang dihadapi penyaji dalam proses penggarapan repertoar agar setiap karya dapat dipersiapkan dan disajikan dengan Berikut ini merupakan foto dokumentasi latihan individu bersama Gambar 2. Latihan Individu Bersama Pembimbing (Sumber: M. Maulidiz Zikri, 2. Latihan pengiring Latihan pengiring merupakan tahapan ketiga setelah tahap latihan individu dan Musica_Vol 5. No. Januari-Juni . ISSN 2807-1026 M. Maulidiz Zikri. Yasril Adha. Yade Surayya. Nora Anggraini. Bambang Wijaksana latihan bersama pembimbing. Pada tahap ini latihan awal bersama pengiring dimulai dengan membaca partitur . eading sectio. , penyesuaian dinamika, serta penggunaan tempo lambat sebagai tahap adaptasi. Setelah pengiring mampu mengikuti alur dan karakter karya secara menyeluruh latihan dilanjutkan dengan tempo sesuai Penyelesaian tahap ini menjadi dasar untuk melanjutkan ke tahapan berikutnya yaitu latihan bersama antara solis dan pengiring. Pada tahap ini proses latihan difokuskan untuk menyamakan tempo menggarap dinamika, serta menentukan bagian-bagian di mana permainan solis perlu lebih menonjol dibandingkan pengiring dan Latihan ini menitik beratkan pada keselarasan dinamika, tempo, dan keseimbangan suara yang harmoni dalam penyajian repertoar. Berikut ini merupakan foto dokumentasi latihan individu bersama Gambar 3. latihan bersama pengiring (Sumber: Yolant Goodviant, 2. Latihan dengan pembimbing Setelah seluruh repertoar dipelajari secara mandiri, tahap selanjutnya adalah latihan bersama pembimbing. Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh koreksi serta masukan terkait aspek teknis dan musikal. Meskipun latihan mandiri telah dilakukan secara optimal pandangan dan evaluasi dari pembimbing tetap diperlukan guna menyempurnakan interpretasi dan kualitas Gambar 4. Latihan Dengan Pembimbing (Sumber: Yolant Goodviant, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Concerto In E Major OP. Rv 269 La Primavera Musik klasik era Barok merupakan salah satu periode musik yang berkembang di Italia sejak awal abad ke-17 hingga pertengahan abad ke-18. Gaya artistik periode musik Barok berkembang secara pesat dan Antonio Vivaldi merupakan salah satu tokoh musik paling menonjol yang mewakili periode ini. Secara umum gaya musik Barok memiliki beberapa ciri utama antara lain: ritme yang kuat dan menonjol, bersifat aktif, pendek, serta berpola jelas melodi yang halus, lincah, dan berkesinambungan. penggunaan teknik polifoni serta kecenderungan para komponis untuk menekankan ekspresi emosi dan dinamika perasaan dalam karya secara intens seperti pada karya Antonio Vivaldi yang berjudul Violin Concerto In E Major Op. Rv 269 La Primavera. Spring (La Primaver. merupakan sebuah Concerto dengan bentuk tiga bagian. Concerto ini ditulis dalam nada dasar E mayor dan merupakan bagian dari Opus 8. Karya termasuk ke dalam bentuk karya musik Musik programa adalah musik instrumen pada abad ke-19 yang berhubungan dengan cerita, puisi, ide atau adegan. Bagian instrumental pada programa dapat diwakili emosi, karakter, atau peristiwa tertentu, atau dapat membangkitkan suara dan Gerak alam (Kamien, 2008:. Musica Vol 6. No. Januari Ae Juni . ISSN 2807-1026 Maulidiz Zikri. Yasril Adha. Yade Surayya. Nora Anggraini. Bambang Wijaksana Pada repertoar pertama ini, penyaji membawakannya dalam format iringan yang berbeda dari bentuk aslinya. Perubahan format iringan ini diawali dari penyajian dalam format quintet string dan basso continue menjadi iringan Bagian pertama Allegro ditulis dengan tema utama yang cerah, bebas, dan penuh semangat mencerminkan kegembiraan khas musim semi. Pada gerakan ini digunakan teknik ritornello yaitu salah satu teknik komposisi penting dalam musik pada era Barok yang berfungsi untuk mengulang gagasan musikal Bagian kedua Largo diawali dalam nada dasar C# minor yang menggambarkan suasana ketenangan setelah badai musim semi mereda. Gerakan ini melukiskan panorama pedesaan yang hening dan santai: Di atas padang rumput yang berbunga, di antara desiran dedaunan, kawanan ternak beristirahat dan anjing setia berbaring di Gerakan ketiga Allegro Pastorale gerakan ini menggambarkan suasana gembira di pedesaan di bawah sinar matahari musim semi yang cerah: Dalam cahaya musim semi yang terang, orang-orang tak kuasa menahan diri untuk menari para gembala dan peri menari bersama dalam tarian rakyat yang hidup, menjadikan musim semi semakin semarak oleh suasana hati yang ceria. Teknik permainan yang digunakan dalam setiap bagian ini repertoar ini mencakup beberapa aspek penting, antara lain: Teknik tangan kiri: penguasaan teknik shifting . erpindahan posisi nad. dari posisi pertama hingga posisi ketujuh, termasuk perpindahan menuju nada tinggi seperti go di posisi 7 yang menuntut presisi intonasi serta stabilitas jari, vibrato, ornamentasi seperti ), mordent ( ), dan legato ( ), appoggiatura, arpeggio, dan double stop. Teknik tangan kanan: meliputi beragam teknik gesekan seperti dytachy untuk tema utama ritornello . irama 1Ae. spicatto ringan bagian imitasi burung . irama 14Ae . , legato bagian angin sepoi dan air mengalir . irama 32Ae. , martely lembut untuk penekanan artikulasi dinamis, terutama pada bagian tarian . , dan kontrol dinamika yang memerlukan kontrol jari dan bowing yang presisi. Nilai ritmis dan notasi: meliputi not seperempat (A note / crotchet ), not seperdelapan (Iu note / quaver ) dan not seperenambelas . /16 note / Pada bagian A terdapat tanda ekspresi AuCanto de gluccelliAy yang berarti Aukicauan burungAy. Untuk menggambarkan suasana ini digunakan teknik trill legato, mordent dan staccato legato dengan menggunakan nilai not ) dan seperdelapan ( dalam tempo allegro. Kontrol bowing yang ringan namun luas menggunakan teknik spicatto sangat penting untuk menghasilkan bunyi yang menyerupai kicauan burung. Pada birama ke-22 terdapat tanda ekspresi AuE festosetti la salutan gli augei con lie to cantoAy yang berarti Auburung-burung menyambutnya dengan gembira sambil bernyanyi riangAy. Teknik legato, trill dan staccato legato digunakan untuk menggambarkan suasana ceria tersebut. Untuk melatih bagian inis penyaji menggunakan De Byriot: Method For The Violin Part 1, halaman 31, nomor 3Ae4. Teknik ini dapat dilihat pada gambar berikut: Notasi 1. Penerapan teknik trill, trill legato, dan staccato legato Pada bagian B terdapat tanda ekspresi AuScorrono i fanti e i fonti alla spirar de' zefferiretti Ae con dolce mormorio scorrono Musica_Vol 5. No. Januari-Juni . ISSN 2807-1026 M. Maulidiz Zikri. Yasril Adha. Yade Surayya. Nora Anggraini. Bambang Wijaksana intantoAy yang berarti: AuPara prajurit infanteri berjalan melewati aliran air dan air mancur dengan gumaman lembut yang mengikuti tiupan angin sepoi-sepoi. Untuk menggambarkan suasana aliran air yang tenang dan mengalir lembut tersebut digunakan teknik legato yang menekankan kesinambungan antar nada secara halus dan menyatu. Teknik ini memberikan nuansa lirih dan mengalir sesuai dengan karakter musik yang diinginkan komposer. teknik ini dapat dilihat pada gambar berikut: diperlukan penguasaan teknik kontrol bowing dan fingering yang baik guna menyelaraskan koordinasi antara tangan kanan dan tangan kiri secara presisi. Teknik ini membantu menciptakan kestabilan ritmis dan artikulasi yang bersih pada bagian yang kompleks teknik ini dapat dilihat pada gambar notasi berikut: Notasi 4. Penerapan teknik kontrol bowing dan triol not Notasi 2. Penerapan teknik legato Pada bagian D terdapat tanda ekspresi AuTuoni vengon, copron lAoaer di nero amanto, e lampi, e tuoni ad annuntiarla elettiAy yang berarti: AuLangit tertutup oleh selimut awan hitam kilat dan guntur datang sebagai pertanda akan turunnya hujanAy. Untuk menggambarkan suasana mendung yang mencekam, disertai kemunculan petir dan guntur, digunakan teknik spiccato dengan not sepertigadua dalam tempo allegro. Teknik ini membantu menciptakan kesan dramatik dan intens, sejalan dengan narasi musikal mengenai perubahan cuaca yang tibatiba. Teknik dapat dilihat dari gambar berikut: Pada Pada bagian E terdapat tanda ekspresi AuCanto de lAouccelli indi, tacendo questi, gli augelletti tornan di nuovo al lor canoro incantoAy, yang berarti: AuNyanyian burung kemudian terdiam dan ratusan burung muda itu kembali melantunkan pesona nyanyian merekaAy Untuk menggambarkan suasana burung-burung yang bersahut-sahutan dalam kicauan mereka, digunakan kombinasi teknik staccato legato, legato trill, dan trill. Teknik-teknik ini menciptakan nuansa gerak yang lincah, dinamis, namun tetap musikal, seolah meniru kicauan burung yang saling teknik ini dapat dilihat pada gambar notasi berikut: Notasi 3. Penerapan teknik spiccato Notasi 5. Penerapan teknik staccato legato, legato trill, dan trill Bagian yang paling menantang bagi penyaji dalam penggarapan bagian pertama ini terletak pada permainan triol dalam notasi ) dengan tempo allegro. Tantangan ini diperkuat oleh perpindahan nada secara cepat melalui posisi ganjil dan genap, dimulai dari nada BAeCoAeDoAeE dan kembali turun hingga nada Go menggunakan posisi yang Untuk mengatasi kesulitan tersebut Pada bagian kedua pada repertoar ini terdapat tanda ekspresi AuE quindi sul fiorito ameno prato al caro mormorio di fronde e piante Dorme Aol caprar col fido can a latoAy, yang berarti: AuLalu, di padang rumput yang berbunga dan asri, diiringi desiran dedaunan dan tanaman, sang penggembala tidur ditemani anjingnya yang setiaAy. Untuk menggambarkan suasana tersebut, digunakan Musica Vol 6. No. Januari Ae Juni . ISSN 2807-1026 Maulidiz Zikri. Yasril Adha. Yade Surayya. Nora Anggraini. Bambang Wijaksana teknik permainan seperti dytachy, legato, dan trill yang mendukung teknik lembut dan mengalir dalam interpretasi musik. Teknik ini dapat dilihat pada gambar notasi berikut: 1 pada halaman 59Ae60. Teknik ini dapat dilihat pada gambar notasi berikut: Notasi 8. Penerapan teknik double stop Notasi 6. Penerapan teknik legato dan detache Masuk pada bagian ketiga ini terdapat tanda ekspresi AuDanza pastorale: Di pastoral zampogna al suon festante danzan ninfe e pastor nel lieto amato di primavera allAoapparir brillanteAy, yang berarti: AuTarian pastoral: para bidadari dan gembala menari mengikuti alunan meriah musik bagpipe pastoral, di hamparan bunga musim semi yang cerah saat matahari mulai munculAy. Untuk menggambarkan suasana meriah dan penuh kehidupan digunakan teknik permainan legato dan trill yang dipadukan tempo Allegro pastorale. Teknik ini membantu menciptakan irama tarian yang mengalir. Teknik ini dapat dilihat pada gambar notasi berikut ini: Notasi 7. Penerapan teknik legato dan trill Pada Pada bagian L, terdapat penggunaan teknik permainan double stop untuk biola solo pada birama 36 hingga 47, yang dikombinasikan dengan teknik legato. Bagian ini menjadi salah satu tantangan teknis terbesar bagi penyaji dalam proses penggarapan karya ini, karena menuntut koordinasi yang tinggi antara tangan kiri dan kanan serta kestabilan intonasi saat memainkan dua nada secara bersamaan. Untuk mengatasi kesulitan ini, penyaji berlatih menggunakan beberapa etude dari evsyk School of Violin Technics, yaitu Op. 1 Book 2 No. 4 dan Book 4 No. 1, serta De Byriot Method for the Violin Part Ijuk Karya Ijuk merupakan komposisi yang diadaptasi dari lagu dangdut Melayu yang dipopulerkan oleh Iyeth Bustami. Karya ini diciptakan oleh Armadi raga dan diaransemen oleh A. Eriyandi. Dalam pertunjukan. Ijuk disajikan dalam format combo band dengan biola sebagai instrumen utama . , didukung oleh instrumen pengiring yang memadukan unsur tradisional dan modern. lagu ini mengisahkan tentang dua insan yang saling mencintai namun harus berpisah akibat perbedaan kasta yang memisahkan kehidupan karya ini menggunakan sukat 4/4 dengan tempo moderato . = . Struktur bentuk musik pada karya ini yaitu AAeBAeAAoAeCoda yang mencerminkan format umum dalam lagu populer dengan unsur pengulangan dan pengembangan tema. Adapun teknik permainan yang digunakan dalam bagian ini antara lain: Teknik tangan kiri: meliputi pindah posisi . , vibrato . etaran nad. , ornamentasi dan arpeggio. Teknik tangan kanan: meliputi detachy, staccato, spiccato ringan, legato, dan double stop melalui bowing. Nilai notasi dan ritme: mencakup penguasaan ritme dengan berbagai nilai not, yaitu A ( ), not seperempat (A note / ), not seperdelapan (Iu note / ) dan not seperenambelas . /16 note / semiquaver ), triplet seperdelapan Musica_Vol 5. No. Januari-Juni . ISSN 2807-1026 M. Maulidiz Zikri. Yasril Adha. Yade Surayya. Nora Anggraini. Bambang Wijaksana (Iu triplet ), dan dotted notes . ot Bagian A . irama 1Ae. berfungsi sebagai pengenalan tema utama sekaligus penetapan karakter musikal karya Ijuk. Pada bagian ini menuntut penguasaan accent (>) dan staccato secara dominan. Accent digunakan untuk menegaskan nada pada ketukan kuat melalui tekanan bow yang singkat dan terkontrol sehingga memperkuat karakter ritmis dan struktur motif. Teknik staccato diterapkan dengan bow dan ringan untuk menghasilkan artikulasi nada yang jelas dan terpisah berkontribusi pada kesan enerjik bagian A. Penerapan kedua teknik tersebut menuntut koordinasi yang baik antara tangan kanan dan kiri guna menjaga ketepatan ritme serta intonasi. Berikut merupakan gambar dari teknik accent dan staccato. Berikut merupakan gambar notasi teknik ini: Notasi 9. Penerapan teknik accent dan staccato Bagian B . irama 13Ae. merupakan tahap pengembangan motif dengan peningkatan intensitas musikal yang signifikan. Seiring dengan pengembangan tersebut dinamika meningkat secara bertahap dari mezzoforte menuju forte berfungsi sebagai sarana pembentukan klimaks musikal. Biola dituntut untuk menghasilkan tekanan bow yang lebih kuat dan artikulasi yang jelas guna menjaga arah frase. Instrumen pengiring khususnya piano dan akordion berperan lebih aktif dalam mempertebal tekstur harmoni sementara interaksi antar instrumen menjadi semakin intens. Drum set dan gendang Melayu memperkaya variasi ritmis dan bass elektrik memperkuat fondasi harmoni serta ritme sehingga tercipta kesatuan tekstur musikal yang lebih padat dan dinamis. Bagian AAo . irama 27Ae. menampilkan pengulangan tema utama dengan sejumlah variasi yang menghadirkan warna ekspresif baru dibandingkan Bagian A. Variasi tersebut terutama tampak pada penambahan ornamentasi serta perubahan artikulasi dalam permainan biola sehingga tema yang semula terdengar sederhana kini disajikan dengan karakter yang lebih matang dan dinamis Bagian AAo kembali menonjolkan penggunaan staccato dan accent dengan tingkat kontrol dan variasi yang lebih tinggi Bagian Staccato menghasilkan artikulasi nada pendek dan terpisah yang mempertegas karakter ritmis, sementara accent diaplikasikan pada ketukan kuat atau motif tertentu melalui tekanan bow yang singkat dan terkontrol. Kombinasi kedua teknik ini menegaskan fungsi Bagian AAo sebagai pengulangan tema yang telah mengalami pengayaan secara ekspresif dan Teknik yang digunakan pada bagian ini yaitu penggunaan teknik staccato accent berikut merupakan gambar dari teknik Notasi 10. Penerapan teknik staccato dan accent Birama 53 hingga akhir berfungsi sebagai penutup karya yang menegaskan kembali tonalitas utama sekaligus merangkum keseluruhan alur musikal. Dalam lagu ini, sebagian besar teknik yang digunakan memiliki kesamaan dengan repertoar pertama. Kesamaan ini bertujuan untuk mempermudah proses penggarapan sehingga penyaji dapat tetap fokus melatih teknik yang telah dikuasai sebelumnya serta menghemat waktu latihan. Pada birama 57 terjadi modulasi dari nada dasar C mayor ke D mayor yang disajikan Musica Vol 6. No. Januari Ae Juni . ISSN 2807-1026 Maulidiz Zikri. Yasril Adha. Yade Surayya. Nora Anggraini. Bambang Wijaksana melalui penggunaan teknik arpeggio. Teknik ini dapat dilihat pada gambar berikut: Notasi 11. Penerapan teknik arrpegio A TOWN WITH AN OCEAN VIEW A Town with an Ocean View merupakan karya musik ciptaan Joe Hisaishi yang dikenal luas sebagai bagian dari musik film KikiAos Delivery Service . Karya merepresentasikan suasana yang optimistis, hangat, dan penuh imajinasi, sekaligus menggambarkan semangat petualangan serta kebebasan masa muda. Melalui melodi yang liris dan progresi akor serta harmoni yang sederhana namun ekspresif Joe Hisaishi berhasil menghadirkan nuansa visual dan emosional yang kuat s ehingga karya ini bisa dikategorikan sebagai musik programa. karya ini menggunakan sukat 4/4 dengan tempo Moderato . = . dan menggunakan instrumen piano, biola, serta Cello. Struktur musiknya dapat dibagi menjadi beberapa bagian utama, yaitu A Ae B Ae AAo Ae Coda yang membentuk pola ternary form. Adapun teknik permainan yang digunakan dalam bagian ini antara lain: Teknik tangan kiri: meliputi Shifting (Perpindahan Posis. , vibrato . etaran nad. dan Teknik tangan kanan: meliputi legato, detachy, staccato ringan dan pizzicato. Nilai notasi dan ritme: mencakup penguasaan ritme dengan berbagai nilai not, yaitu A( ), not seperempat (A note / crotchet not seperdelapan (Iu note / quaver ) dan not seperenambelas . /16 note / semiquaver Bagian . irama 1Ae. memperkenalkan tema utama dengan karakter lembut dan ekspresif. Melodi dimainkan oleh biola dengan dinamika mezzo forte espressivo diiringi teknik arpeggio pada piano dan garis bass lembut dari Cello. Tema ini menggambarkan kesan tenang, luas, dan melankolis seperti suasana laut yang tenang. Pada bagian ini teknik permainan biola yang digunakan yaitu teknik legato dan pizzicato berikut gambar dari teknik tersebut: Notasi 12. Penerapan teknik legato dan pizzicato Bagian . irama 21Ae. menampilkan pengembangan tema dengan peningkatan intensitas. Harmoni menjadi lebih kompleks dengan pergerakan akor yang lebih luas terutama melalui progresi IAeviAeIVAe V yang memberi nuansa hangat dan penuh Pada bagian ini biola dan Cello saling bergantian memainkan melodi Teknik permainan biola yang digunakan di bagian ini adalah teknik arco, legato dan staccato, berikut gambar dari teknik tersebut: Notasi 13. Penerapan teknik arco dan legato Bagian AAo . irama 41Ae. merupakan pengulangan tema awal dengan variasi dinamika dan ornamentasi. Warna suara menjadi lebih tegas melalui teknik arco dan legato pada string, serta pengayaan tekstur pada piano. Dinamika yang bergerak dari piano menuju forte menciptakan perasaan ekspansi emosional yang mendalam. Pada bagian ini teknik yang digunakan yaitu double stop dan staccato berikut gambar dari teknik Musica_Vol 5. No. Januari-Juni . ISSN 2807-1026 M. Maulidiz Zikri. Yasril Adha. Yade Surayya. Nora Anggraini. Bambang Wijaksana Notasi 14. Penerapan teknik double stop dan staccato Selanjutnya Coda . irama 81Aeakhi. berfungsi sebagai penutup yang menegaskan suasana damai dan reflektif. Tempo lambat dengan tanda ritardando dan dinamika kembali lembut . Keseluruhan bagian ini menghadirkan kesan perenungan dan kedamaian setelah perjalanan musikal yang emosional. KESIMPULAN Keberhasilan dalam membawakan tiga repertoar Concerto No. 1 In E Major. Op. 8 Rv 269 (La Primaver. Ijuk. Dan A Town With An Ocean View karya joe hisaishi menunjukkan bahwa penyaji mampu menggabungkan penguasaan teknik biola di setiap repertoar yang dibawakan. Pada la Primavera, penyaji berhasil menampilkan dinamika dan karakter musim semi melalui teknik posisi, kontrol bowing, serta ekspresi musikal yang hidup. Dalam Ijuk, nuansa kesedihan khas musik Melayu diwujudkan dengan teknik grenek, cenkok, staccato, dan trill. Sementara itu. A Town With An Ocean View memperlihatkan kemampuan penyaji dalam mengolah perubahan tempo, ritme, dan warna bunyi dengan teknik legato, staccato, dan dytachy secara tepat. Secara keseluruhan, keberhasilan ini membuktikan bahwa penyaji tidak hanya menguasai aspek teknis sebagai solis biola dan mampu menyampaikan pesan emosional dari setiap karya yang dibawakan kepada audiens namun juga mampu menemukan solusi dari permasalahan dalam penggarapan setiap repertoar yang ditelah dipertunjukan. melodi karya ini menonjolkan gaya nada yang luas serta frasa yang panjang dan bernuansa Pada birama 115 menandakan bahwa karya ini telah selesai dengan menggunakan teknik permainan biola yaitu accent dan pizzicato. Berikut gambar teknik KEPUSTAKAAN