Jurnal Pengabdian Masyarakat Markandeya E-ISSN : 2828-5018 Vol. No. 1 Februari 2025 PENGUATAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI KEGIATAN PENDAMPINGAN LITERASI MEMBACA DI KELAS 1 SD N 6 YANGAPI Kadek Yuni Wulandari1. I Nengah Sueca2 Institut Teknologi dan Pendidikan Markandeya Bali. Indonesia Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Ilmu Pendidikan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Ilmu Pendidikan *e-mail: : Yuniwln@gmail. com1, su3ca. nngah@gmail. Abstrak Kegiatan pendampingan ini dilaksankan di SD N 6 Yangapi yang terletak di Dusun Metra Kaja. Yangapi. Kec. Tembuku. Kab. Bangli. Bali. Pengabdian ini bertujuan menguatkan nilai-nilai karakter terhadap siswa kelas 1 SD N 6 Yangapi dengan pendampingan literasi membaca. Subjek dari pendampingan ini ialah siswa kelas 1 SD N 6 Yangapi, yang berjumlah 35 siswa Kegiatan pendampingan dilakukan mulai dari bulan Agustus sampai bulan Okober tahun 2024, yang mana pertemuannya dilakukan setiap 1 minggu sekali yakni setiap hari Kamis dengan waktu pelaksanaan selama 2 jam. Pendampingan ini menggunakan tiga metode penelitian yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil pendampingan penguatan nilai-nilai karakter melalui kegiatan literasi membaca ini berjalan dengan lancar. Hal ini terlihat dari hasil pelaksanaan pendampingan yang sudah terlaksana yang menunjukkan dua keberhasilan dalam pendampingan. Pertama, kegiatan pendampingan dapat mengatasi permasalahan karakter yang terjadi di kelas 1 SD N 6 Yangapi. Kedua, kegiatan pendampingan dapat memberikan perubahan khususnya dalam literasi membaca di kelas 1 SD N 6 Yangapi. Kata kunci: Literasi, karakter, pendampingan Abstract This mentoring activity was carried out at SD N 6 Yangapi which is located in Dusun Metra Kaja. Yangapi. Kec. Tembuku. Kab. Bangli. Bali. This community service aims to strengthen character values for grade 1 students of SD N 6 Yangapi through reading literacy mentoring. The subjects of this mentoring were 35 grade 1 students of SD N 6 Yangapi. The mentoring activity was carried out from August to October 2024, where the meetings were held once a week, namely every Thursday with an implementation time of 2 hours. This mentoring uses three research methods, namely preparation, implementation, and evaluation. The results of the mentoring to strengthen character values through reading literacy activities went smoothly. This can be seen from the results of the implementation of the mentoring that has been carried out which shows two successes in mentoring. First, mentoring activities can overcome character problems that occur in grade 1 of SD N 6 Yangapi. Second, mentoring activities can provide changes, especially in reading literacy in grade 1 of SD N 6 Yangapi. Keywords: Literacy, character, mentoring PENDAHULUAN Pendidikan karakter merupakan salah satu aspek krusial dalam proses pembelajaran di sekolah dasar. Menurut Insani Nur dkk, . pendidikan karakter adalah suatu proses yang mengajarkan budi pekerti kepada siswa di sekolah. Pendidikan karakter adalah pilar penting dalam sistem pendidikan Indonesia untuk membentuk generasi yang cerdas dan bermoral. Tanggung jawab ini tidak hanya ada pada keluarga, tetapi juga sekolah dasar, sebagai jenjang awal pendidikan formal. Namun, pendidikan karakter belum sepenuhnya terintegrasi dalam pembelajaran sehari-hari. Seperti halnya yang terjadi di kelas 1 SD N 6 Yangapi, berdasarkan hasil wawancara dan observasi dengan Kepala Sekolah dan Guru Wali kelas 1 bahwa masih terdapat permasalahan karakter di kelas Permasalahan tersebut yaitu siswa tidak serius saat berdoa maupun mengucapkan salam ketika akan memulai dan mengakhiri pembelajaran, kurang disiplin, terdapat beberapa siswa yang menyontek, tidak gemar membaca dan masing bergantung kepada temannya saat mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Kegiatan literasi membaca efektif untuk menanamkan nilai-nilai karakter sekaligus meningkatkan kemampuan bahasa dan kognitif siswa. Pendampingan literasi di kelas 1 sangat penting untuk pembentukan karakter karena membaca memperkenalkan siswa pada berbagai informasi dan perspektif baru, yang dapat mengembangkan rasa ingin tahu dan berpikir kritis. Buku cerita anak sering mengajarkan nilai-nilai moral seperti kejujuran dan kerja sama, membantu siswa menerapkan nilai-nilai baik dalam kehidupan sehari-hari. Dengan Jurnal Pengabdian Masyarakat Markandeya E-ISSN : 2828-5018 Vol. No. 1 Februari 2025 membaca secara teratur, siswa juga dapat meningkatkan kosakata, pemahaman, dan kemampuan berbicara. Singkatnya, pendampingan literasi membaca tidak hanya mengajarkan keterampilan membaca, tetapi juga membentuk karakter siswa menjadi lebih baik. Kombinasi bacaan yang tepat dan pendampingan yang baik sangat efektif dalam menginternalisasi nilai-nilai karakter pada siswa. Di SD N 6 Yangapi, pendidikan karakter melalui literasi di kelas 1 sangat penting karena tahap ini krusial bagi perkembangan anak. Dari hasil observasi, ternyata masih terdapat penyimpangan karakter di kelas tersebut, seperti siswa menyontek, meminjam barang tanpa izin, sulit berkonsentrasi, bercanda saat belajar, tidak gemar membaca, lamban beraktivitas, melanggar aturan kelas, dan sering mengganggu teman untuk mendapat perhatian. Pernyataan tersebut sesuai dengan hasil observasi dari situasi kegiatan pembelajaran di kelas 1. Yang dapat dilihat pada gambar disamping : Gambar 1. Situasi kelas 1 saat proses pembelajaran berlangsung. Pada usia ini, siswa berada pada masa transisi dari pendidikan keluarga menuju pendidikan formal di sekolah, sehingga perlu adanya pendampingan yang tepat dalam proses pembelajaran. Kegiatan literasi membaca yang terstruktur dan dibimbing secara konsisten dapat menjadi sarana yang efektif dalam penguatan karakter Untuk mewujudkan generasi yang unggul secara moral dan akademik, penguatan nilai-nilai pendidikan karakter menjadi prioritas utama di SD N 6 Yangapi. Salah satu program yang dilakukan untuk mendukung tujuan ini adalah kegiatan pendampingan literasi membaca bagi siswa kelas 1. Literasi membaca merupakan kegiatan yang berkaitan dengan kemampuan membaca, berpikir, dan menulis yang memiliki tujuan untuk meningkatkan kemampuan analisis, kritis, dan reflektif terhadap suatu informasi (Binti Mirnawati dan Agatha Valent Fabriya. Kegiatan literasi membaca di sekolah biasanya menggunakan berbagai pendekatan, seperti pendampingan, membaca bersama, dan diskusi buku, untuk meningkatkan pemahaman dan apresiasi siswa terhadap teks yang mereka baca. Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan membaca siswa, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter. Dari permasalahn yang terjadi di kelas 1 SD N 6 Yangapi, terdapat beberapa perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai pendidikan karakter, yakni Religius. Jujur. Disiplin. Mandiri, dan Gemar Membaca. Agar problema-problema ini dapat diatasi dan tidak memudarnya akhlak, nilai-nilai luhur dan etika siswa maka penanaman nilai-nilai karakter sangat penting dilakukan (Ayu Suri Nadi dkk, 2. Membaca adalah cara yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai karakter. Melalui kegiatan pendampingan ini, siswa bisa belajar dan memahami nilai-nilai positif yang membentuk sikap dan perilaku mereka sehari-hari. Pendampingan yang rutin dan berkelanjutan diharapkan dapat membantu siswa tidak hanya menjadi lebih baik dalam membaca, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan baik. Pendampingan ini dilaksanakan di SD N 6 Yangapi, sebuah sekolah negeri di Dusun Metra Kaja. Yangapi. Kec. Tembuku. Kab. Bangli. Bali, yang berdiri sejak 1 Juli 1987. SD N 6 Yangapi merupakan gugus inti nomor 3 di Kecamatan Tembuku dan memiliki 12 tenaga pendidik, termasuk 1 Kepala Sekolah, 6 Guru Wali, 1 Guru Agama Hindu, 1 Guru Olahraga, dan 3 staf pegawai. Kegiatan ini dilaksanakan di SD N 6 Yangapi disebabkan oleh kurangnya pendampingan guru dalam mengajarkan literasi membaca dan pendidikan karakter. Sebelumnya guru sudah mengajarkan siswa membaca dan penanaman nilai-nilai pendidikan karakter tetapi pelaksanaan tersebut kurang maksimal. Hal tersebut karena keterbatasan guru dalam mengajarkan siswanya, yang mana jumlah siswa kelas 1 relatif banyak yakni 35 orang siswa, serta keterbatasan waktu oleh guru dalam mengajarkan literasi membaca dan penanaman nilai-nilai karakter. Oleh karena itu SD N 6 Yangapi menjadi salah satu SD sasaran dalam melaksanakan kegiatan program pendampingan ini. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi dengan Guru Wali kelas 1 SD N 6 Yangapi, guru masih mengalami kesulitan mengajarkan membaca, dan terdapat beberapa siswa yang belum lancar membaca. Dari 35 siswa, hampir 90% belum lancar membaca. Selain itu, karakter siswa juga masih kurang baik sebab saat belajar, masih terdapat siswa yang bercanda, kurang Jurnal Pengabdian Masyarakat Markandeya E-ISSN : 2828-5018 Vol. No. 1 Februari 2025 disiplin, tidak suka membaca, kurang fokus, kurang mandiri dalam mengerjakan tugas, serta bermain-main saat berdoa dan mengucapkan salam dilakukan tanpa keseriusan. Selain itu. Guru Wali kelas 1 cenderung mengajar dengan cara yang kurang bervariasi atau terlalu Hal ini disebabkan karena guru tersebut sudah berumur sehingga kurang kreatif dalam mengajarkan literasi membaca serta penguatan nilai-nilai karakter. Dari hal tersebut mengakibatkan siswa cepat bosan dan tidak memperhatikan pembelajaran. Guru juga jarang menyelingi pembelajaran dengan permainan atau ice breaking, padahal hal tersebut dapat meningkatkan motivasi siswa. Kurangnya kreativitas guru membuat suasana kelas terasa monoton, menyebabkan siswa jenuh, bosan, dan kehilangan semangat serta konsentrasi, sehingga pembelajaran menjadi kurang kondusif dan nilai-nilai karakter sulit diterapkan dengan baik. Menurut Deswati dkk, . ice breaking ialah kegiatan yang dapat dilakukan untuk memecahkan kebekuan suasana sehingga menjadi mencair dan dapat kembali seperti keadaan semula . ebih kondusi. Artinya, jika kegiatan tersebut diterapkan dalam proses pembelajaran, maka besar kemungkinan siswa akan kembali pada kondisi bersemangat, bergairah, dan fokus dalam pembelajaran sehingga siswa akan lebih bersemangat menyimak ketika guru akan mengajarkan mengenai literasi membaca maupun penguatan nilai-nilai pendidikan karakter dalam diri siswa. Berdasarkan hal tersebut maka sangat diperlukan pendampingan penguatan nilai-nilai pendidikan karakter melalui kegiatan literasi membaca ini. Memang usia anak yang memasuki jenjang kelas 1 SD sangat senang bermain tetapi tidak dipungkiri penanaman dan penguatan pendidikan karakter sedari dini sangat Pernyataan tersebut senada dengan pendapat Imawan dkk, . yang mengungkapkan bahwa pembentukan karakter perlu dibina sejak dini agar mempunyai karakter yang berkualitas. Memang setiap orang mempunyai potensi karakter yang baik sejak lahir, namun potensi tersebut harus secara terus-menerus dibina melalui kegiatan pembelajaran seperti literasi membaca. Sebab pembentukan karakter siswa sedari dini merupakan masa yang kritis, artinya jika pada usia dini gagal dalam menanamkan karakter, maka akan membentuk pribadi yang bermasalah dewasanya kelak. Oleh karena itu, kualitas mutu manusia ditentukan oleh budaya membaca (Sueca. I Nengah dan Ari, 2. Literasi sedari dini sangat di diperlukan dalam penanaman karakter atau moral pada siswa kelas 1 melalui pendidikan karakter sebagai kunci utama untuk membangun bangsa. Hal tersebut senada dengan Sueca dkk, . mengungkapkan seyogyanya karakter yang sudah melekat pada setiap orang perlu dikuatkan agar bisa tercipta sumber daya manusia (SDM) yang memiliki akhlak, moral, dan budi pekerti yang luhur. Pendidikan karakter perlu dilakukan secara komprehensif dan melibatkan seluruh pihak terkait baik itu guru, orang tua, maupun teman sebayanya. Berdasarkan penjabaran diatas maka kegiatan pendampingan ini penting dan perlu dilakukan, sebab kegiatan ini dapat memberikan perubahan terhadap siswa kelas 1 SD N 6 Yangapi dalam literasi membaca yang melibatkan penguatan nilai-nilai pedidikan karakter siswanya. METODE Kegiatan pendampingan ini dilaksankan di SD N 6 Yangapi yang terletak di Dusun Metra Kaja. Yangapi. Kec. Tembuku. Kab. Bangli. Bali. Subjek dari pendampingan ini adalah siswa kelas 1 SD N 6 Yangapi. Kegiatan pendampingan ini dilakukan mulai dari bulan Agustus sampai bulan Okober tahun 2024, yang mana pertemuannya dilakukan setiap 1 minggu sekali yakni setiap hari Kamis dengan waktu pelaksanaan selama 2 jam. Jumlah siswa yang mengikuti kegiatan pendampingan ini berjumlah 35 orang siswa kelas 1 SD N 6 Yangapi. Proses pelaksanaan pendampingan ini dilaksanakan menggunakan metode pendampingan belajar secara langsung di sekolah. Mahasiswa membantu dalam pendampingan pengajaran untuk mendampingi siswa kelas 1 melalui kegitan pendampingan literasi membaca dan penguatan nilai-nilai pendidikan karakter. Metode pelaksanaan pendampingan ini dapat dijabarkan pada bagan berikut : Gambar 2. Langkah-langkah pelaksanaan pendampingan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Markandeya E-ISSN : 2828-5018 Vol. No. 1 Februari 2025 Berdasarkan gambar diatas, metode pelaksanaan yang digunakan untuk mengatasi permasalahan di SD N 6 Yangapi dapat dikelompokkan menjadi 3 tahap yaitu : Tahap pertama, persiapan sebelum pelaksanaan kegiatan yang meliputi : . Tim pendampingan melakukan observasi dan wawancara dengan Kepala Sekolah dan Guru Wali siswa kelas 1 SD N 6 Yangapi, . Tim pendampingan meminta izin kepada pihak sekolah bahwa akan melaksankan kegiatan pendampingan di kelas 1 SD N 6 Yangapi, . Melakukan komunikasi awal dengan siswa yang akan di dampingi bahwa mereka tertarik dan siap untuk di bina dalam mengatasi kesulitan membaca, serta penguatan nilai-nilai pendidikan karakter, . Penentuan tempat pelaksanaan kegiatan di ruangan kelas 1 pada jam pelajaran pertama yang dilaksanakan selama 2 jam dari pukul 07. 30 sampai 09. 30, yang dilaksanakan selama 1 minggu sekali setiap hari Kamis. Tahap kedua, pendampingan dan pelatihan. Pada tahapan ini Tim pendampingan memberikan pendampingan kepada siswa sebanyak 35 orang siswa kelas 1 SD N 6 Yangapi, seperti mengenal huruf dan merangkai kata secara mandiri. Dalam pendampingan ini, siswa diajarkan membaca tanpa mengeja, menulis, dan juga diselingi dengan permainan serta ice breaking. Selain itu, siswa diajarkan nilai-nilai karakter Religius. Jujur. Disiplin. Mandiri, dan Gemar Membaca. Seperti berdoa sebelum belajar, mengerjakan tugas tanpa menyontek, disiplin dalam mengikuti arahan, mandiri dalam menyelesaikan tugas, dan gemar membaca tanpa perlu diajari. Kegiatan ini dilakukan secara kontinu dari Agustus hingga Oktober untuk menanamkan nilai-nilai karakter melalui literasi membaca dengan maksimal. Tahap ketiga, evaluasi pelaksanaan pendampingan. Evaluasi hasil bertujuan untuk mengukur sejauh mana tujuan kegiatan pendampingan telah tercapai, yakni menggunakan observasi atau lembar penilaian untuk melihat perubahan sikap dan perilaku siswa terkait nilai-nilai karakter yang telah diajarkan selama kegiatan pendampingan berlangsung yakni mencakup Religius. Jujur. Disiplin. Mandiri. Dan Gemar Membaca. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan kegiatan pendampingan penguatan nilai-nilai karakter melalui literasi membaca di kelas 1 SD N 6 Yangapi diawali dengan kegiatan observasi dan wawancara Kepala Sekolah serta Guru Wali kelas 1. Kegiatan observasi dilakukan di kelas 1 guna mengetahui keadaan siswa ketika kegiatan pembelajaran Yang mana selanjutnya dari hasil observasi tersebut tim pendampingan melakukan wawancara dengan pihak terkait yakni dengan Kepala Sekolah serta Guru Wali kelas 1 untuk mendapatkan keterangan terkait dengan beberapa hal yakni mencakup pengajaran nilai-nilai pendidikan karakter di kelas 1, kegiatan literasi di kelas 1, serta permasalahan yang dilihat dari observasi di kelas tersebut. Setelah observasi dan kegiatan wawancara dilakukan serta izin telah diberikan tim pendampingan melakukan komunikasi awal dengan siswa kelas 1 yang akan di dampingi. Bahwa mereka tertarik, antusias serta siap untuk di bina dalam mengatasi kesulitan membaca, serta penguatan nilai-nilai pendidikan karakter. Kegiatan pendampingan dilaksanakan mulai dari bulan AgustusOktober 2024. Kegiatan dilaksanakan seminggu sekali setiap hari Kamis, selama 2 jam yakni dimulai dari pukul 30 sampai pukul 09. 30 yang dilakukan di ruangan kelas 1 SD N 6 Yangapi. Hasil pendampingan penguatan nilainilai karakter melalui kegiatan literasi membaca ini berjalan dengan lancar. Hal ini terlihat dari hasil pelaksanaan pendampingan yang sudah terlaksana yang menunjukkan dua keberhasilan dalam pendampingan ini. Pertama, kegiatan pendampingan ini dapat mengatasi permasalahan karakter yang terjadi di kelas 1 SD N 6 Yangapi. Berdasarkan kegiatan observasi yang telah dilakukan sebelumnya terdapat 5 nilai pendidikan karakter yang bermasalah yakni Religius. Jujur. Disiplin. Mandiri, dan Gemar Membaca. Berdasarkan dari kegiatan pendampingan yang telah dilakukan, bahwa hasil pendampingan ini menunjukkan terjadi penguatan karakter pada kelima nilai karakter yang bermasalah. Pada nilai karakter yang pertama yakni Religius. Sebelumnya, banyak siswa yang tidak serius saat berdoa dan mengucapkan salam, seringkali bercanda. Namun, setelah kegiatan pendampingan, siswa kini sudah menerapkan sikap yang benar saat berdoa dan mengucapkan salam sebelum dan sesudah pembelajaran. Dalam kegiatan pendampingan, siswa mendapatkan arahan tentang sikap baik saat berdoa, sehingga mereka mulai melakukannya dengan benar dan sungguh-sungguh. Hal tersebut terlihat pada gambar 3 sebagai berikut : Gambar 3. Pelaksanaan kegiatan pendampingan nilai pendidikan karakter Religius. Jurnal Pengabdian Masyarakat Markandeya E-ISSN : 2828-5018 Vol. No. 1 Februari 2025 Penguatan nilai pendidikan karakter Jujur menunjukkan perubahan pada siswa. Sebelumnya, siswa sering menyontek, meminjam barang tanpa izin, dan menyembunyikan barang teman. Dalam kegiatan pendampingan, siswa diajarkan untuk tidak menyontek dan tidak memberi jawaban kepada teman, serta harus meminta izin sebelum meminjam barang. Terlihat pada gambar 4, siswa sudah menerapkan karakter Jujur yakni mulai membuat tugas sendiri tanpa menyontek. Selain itu, untuk nilai karakter Disiplin, siswa diajarkan untuk mengikuti arahan saat pembelajaran literasi, seperti tidak bercanda, tidak ribut, dan tetap berada di tempat duduk. Gambar 4 juga menunjukkan bahwa siswa yang sebelumnya kurang disiplin kini mulai menunjukkan sikap disiplin selama proses Gambar 4. Pelaksanaan kegiatan pendampingan nilai pendidikan karakter Jujur dan Disiplin. Berikutnya penguatan nilai pendidikan karakter Mandiri, pada nilai karakter ini sebelumnya siswa seringkali tidak bisa mengerjakan tugas yang diberikan oleh gurunya, atau dapat dikatakan sebagaian siswa bergantung kepada temannya. Sehingga tim pendampingan melakukan pendekatan kepada siswa tersebut dan memberikan arahan, agar siswa mampu dan bisa mengerjakan tugas yang diberikan sesuai dengan kemampuan mereka sendiri tidak lagi bergantung dengan temannya. Terlihat pada gambar 5 beberapa siswa sudah mampu secara mandiri mengerjakan tugas yang diberikan oleh tim pendampingan. Selain itu juga, pada penguatan nilai karakter Gemar Membaca, sudah terlihat beberapa siswa yang lancar membaca bahkan tanpa adanya arahan sudah membiasakan membaca buku. Tetapi, bagi siswa yang belum lancar membaca tim pendampingan memberikan arahan kepada siswa tersebut untuk meluangkan waktunya membiasakan belajar membaca, yang tentunya didampingi oleh tim pendampingan. Dan siswa tersebut, dari yang sebelumnya malas membaca sudah ada inisiatif mengajak temannya membaca bersama. Bahkan meminta tim pendampingan untuk mengajari mereka membaca, hal tersebut dapat dilihat pada gambar 5 sebagai berikut : Gambar 5. Pelaksanaan kegiatan pendampingan nilai pendidikan karakter Mandiri dan Gemar Membaca. Kedua, kegiatan pendampingan ini dapat memberikan perubahan khususnya dalam literasi membaca di kelas 1 SD N 6 Yangapi. Hal ini terlihat dari perubahan kemampuan siswa. Sebab berdasarkan hasil observasi awal, sebelumnya Kepala Sekolah dan guru menyatakan hampir 90% siswa belum lancar membaca. Seiring dengan dilakukannya pendampingan terdapat beberapa siswa yang sebelumnya belum mengetahui huruf, belum bisa membaca 2 suku kata, tidak bersemangat ketika diajarkan membaca, sudah mengalami perubahan. Perubahan tersebut yakni mengetahui huruf, bisa membaca 2 suku kata dari sebelumnya sama sekali tidak mengetahuinya. Dan juga dikarenakan pelaksanaan kegiatan pendampingan ini diselingin dengan game dan ice breaking yang Jurnal Pengabdian Masyarakat Markandeya E-ISSN : 2828-5018 Vol. No. 1 Februari 2025 berkaitan dengan membaca, mengakibatkan siswa bersemangat setiap kali mengikuti kegiatan pendampingan literasi membaca. Yang mana hal tersebut mengakibatkan siswa semakin antusias belajar membaca. Hasil ini terbukti dari keberhasilan pelaksanaan pendampingan yang dilakukan oleh tim pelaksana seperti terlihat pada Gambar 6. Pelaksanaan kegiatan pendampingan Literasi Membaca. KESIMPULAN Penguatan nilai-nilai pendidikan karakter melalui kegiatan pendampingan literasi membaca di kelas 1 SD N 6 Yangapi menunjukkan hasil yang positif. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca siswa, tetapi juga membantu mereka untuk lebih Mandiri. Jujur. Disiplin dalam menyelesaikan tugas, serta menerapkan karakter Religius dengan baik. Melalui pendekatan yang dilakukan oleh tim pendampingan, siswa yang sebelumnya bergantung pada teman kini dapat mengerjakan tugas dengan percaya diri dan kemandirian. Selain itu, program ini juga berhasil menumbuhkan karakter Gemar Membaca di kalangan siswa, dengan banyak dari mereka yang kini aktif mengajak teman untuk membaca bersama. Dengan demikian, kegiatan pendampingan literasi membaca ini berkontribusi signifikan dalam mengembangkan karakter siswa, khususnya dalam aspek nilai pendidikan karakter Religius. Jujur. Disiplin. Mandiri, dan Gemar Membaca. UCAPAN TERIMA KASIH