PERANCANGAN STRUKTUR MOSFET SILICON-ON-INSULATOR (SOI) DAN JUNCTIONLESS TRANSISTOR (JLT) MENGGUNAKAN SILVACO TCAD 2007 Irawan Dharma Sukowati*). Munawar Agus Riyadi, and Darjat Jurusan Teknik Elektro. Universitas Diponegoro Semarang Jl. Prof. Sudharto. SH, kampus UNDIP Tembalang. Semarang 50275. Indonesia Email: angusajadeh@gmail. Abstrak Saat ini pentingnya miniaturisasi dimensi pada perangkat elektronik telah memaksa produsen untuk berinovasi pada struktur dan mekanisme hantaran dari transistor. Junctionless FET (JLFET) telah menunjukkan potensi lebih pada skala dimensi dengan mengurangi kebutuhan source dan drain, berbeda dengan Silicon-On-Insulator (SOI MOSFET). SOI MOSFET masih membutuhkan source dan drain dalam struktur fisisnya. Tugas akhir ini berfokus pada membandingkan kinerja threshold voltage (V. dan subthreshold slope (SS) dari JLT dari JLFET dan SOI MOSFET menggunakan Silvaco TCAD 2007. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam subhtreshold slope (SS). JLFET memiliki nilai ideal sebesar 60 mV/decade, yang unggul dari SOI MOSFET untuk tingkat doping yang sama. Di samping itu, threshold voltage (V. menunjukkan kecenderungan yang berbeda antara kedua jenis perangkat. Variasi parameter gate length (L. , thickness of gate oxide . , thickness of silicon . , dan doping concentration (NA) dilakukan pada struktur SOI MOSFET dan JLFET untuk mengetahui trend variasi tersebut terhadap threshold voltage dan substhreshold swing. Kata kunci : JLFET. Silvaco TCAD 2007. SOI MOSFET, subhthreshold slope, threshold voltage. Abstract The importance of dimension scaling in recent electronic devices has been forcing manufactures to innovate on the structure as well as the conducting mechanism. The Junctionless FETs (JLFET. have shown the potential to further scaling process, by diminishing the requirement of junction for source and drain, in contrast to silicon on insulator (SOI MOS FET. SOI MOSFETs needs source and drain in the structure. This final project focuses on comparing the threshold voltage (V. and subthreshold voltage (SS) of JLFET and SOI MOSFET using Silvaco TCAD 2007. The result shows that in terms of subthreshold slope. JLFET approaches near ideal value of 60mV/decade, which is superior than the SOI MOSFET for similar doping rate. On the other hand, the threshold value shows different tendencies between those types of device. Some devices has variation values of gate length (L. , thickness of gate oxide . , thickness of silicon . , and doping concentration (NA) of SOI MOSFET and JLFET to see the trends against threshold voltage and substreshold slope. Keywords : JLFET. Silvaco TCAD 2007. SOI MOSFET, subhthreshold slope, threshold voltage. Pendahuluan MOSFET atau Metal-Oxide-Semiconductor Field Effect Transistor merupakan perangkat yang populer dan banyak digunakan dalam sirkuit digital, mikroprosesor, sirkuit memori, dan aplikasi logika lainnya. Perangkat ini digunakan sebagai penguat atau pengalih sinyal Ukuran MOSFET yang relatif kecil menyebabkan ribuan perangkat transistor dapat didesain dalam satu sirkuit tunggal yang terintegrasi atau Integrated Circuit. Konsep transistor pertama kali di patenkan oleh J. E Lilienfed dengan nama AuMethod and Apparatus for Controlling Electric CurrentsAy yang dikemukakan hampir delapan puluhaan tahun yang lalu, yang sekarang berkembang menjadi MOSFET modern. Dia mengusulkan tiga perangkat terminal utama untuk mengontrol arus listrik, yaitu source, drain, dan gate. Arus dari source ke drain akan dikontrol oleh efek medan dari gate dan lapisan insulatornya. Gordon Moore pada tahun 1965 mengusulkan Hukum Moore, dimana hukum ini menunjukkan evolusi kepadatan transistor di dalam IC. Dia memprediksi bahwa setiap 18 bulan, kepadatan transistor di dalam IC akan meningkat dua kali lipat dari sebelumnya. Sampai saat ini TRANSIENT. VOL. NO. DESEMBER 2015. ISSN: 2302-9927, 1001 perkembangan teknologi industri di bidang IC mengikuti hukum moore yang dikemukakan 50 tahun yang lalu. Permintaan terhadap perangkat mikroelektronik yang berkinerja cepat dan lebih murah telah menyebabkan penyusutan ukuran yang luar biasa dari perangkat IC dan peningkatan kinerja elektrik yang sepadan dengan kepadatan komponennya. Dibalik semua permintaan tersebut, teknologi penyusutan ukuran IC membawa efek kanal pendek atau short channel effect. Efek kanal pendek menyebabkan masalah operasi kinerja elektrik pada MOSFET seperti tegangan ambang, sub-tegangan ambang, dan arus bocor. Teknik desain sirkuit baru telah memperkenalkan teknologi yang lebih baru untuk mengatasi masalah tersebut, yaitu Silicon-On-Insulator atau SOI. Hal yang membedakan SOI dengan MOSFET bulk, dimana SOI memiliki lapisan silikon tipis yang ditumbuhkan di atas lapisan insulator. Perangkat SOI memiliki keuntungan dari kecepatan kinerjanya yang 20% hingga 30% lebih cepat dengan penggunaan area sepertiga sampai setengahnya MOSFET bulk. Konsumsi daya yang rendah menyebabkan perangkat SOI menjadi pilihan teknik desain sirkuit modern. Perkembangan terhadap teknik desain sirkuit membuat perangkat SOI memiliki jenis teknik desain sirkuit baru, yaitu silicon on insulator junctionless transistor atau SOI JLT. Berbeda dengan SOI-based. SOI jenis JLT memiliki doping yang tinggi pada source dan drain. Jika SOI konvensional ketika Vg = 0 membuat transistor dalam keadaan mati maka pada SOI JLT kebalikannya. V g = 0 pada SOI JLT membuat transistor dalam keadaan hidup. Gate pada SOI JLT bertugas sebagai kran arus untuk mengontrol arus elektron dari source ke drain. Kelemahan SOI JLT yaitu masih menggunakan gate tipe polysilicon dalam desainnya. Tipe gate dengan polysilicon membuat efek penipisan lapisan poly dan secara kimiawi tidak stabil untuk kontak dengan nilai dielektrik tinggi. Oleh karena itu maka muncul SOI JLT tipe gate dengan metal yang tidak memerlukan doping seperti tipe gate dengan polysilicon. Tujuan dari Tugas Akhir ini adalah: Merancang MOSFET dengan struktur SOI dan JLT menggunakan perangkat lunak TCAD silvaco 2007. Mengekstraksi dan mengamati perilaku kinerja elektrik tegangan ambang dan slope pada MOSFET dengan struktur SOI dan JLT. Dalam penyusunan Tugas Akhir ini, telah ditentukan batasan-batasan masalah sebagai berikut: Jenis MOSFET meliputi SOI-based. JLT-based. JLT dengan in situ gate, dan JLT dengan metal gate. Kinerja elektrik MOSFET meliputi tegangan ambang (V. dan Subthreshold Swing (SS). Perancangan menggunakan alat bantu TCAD Silvaco 2007 dengan tools silvaco-athena dan silvaco atlas. Panjang kanal yang dibahas yaitu 50 Ae 200 nm. Metode Perancangan terbagi menjadi dua bagian, yaitu simulasi proses (Silvaco-Athen. dan simulasi perangkat (SilvacoAtla. Gambar 1. menunjukkan diagram alir simulasi proses perancangan SOIAebased dan JLT-based sedangkan Gambar 2. menunjukkan diagram alir simulasi perancangan JLT in situ gate dan JLT metal gate. Mulai Mulai Inisialisasi Substrat Inisialisasi Substrat Formasi Box Formasi Box Proses Epitaksi Proses Epitaksi Formasi Oksida Gate Formasi Oksida Gate Penumubuhan Gate Penumubuhan Gate-Implantasi Ion Deposisi-Difusi-Implantasi Ion Deposisi-Difusi Implantasi S-D Implantasi S-D Metalisasi Metalisasi Berakhir Berakhir Gambar 1. Diagram alir simulasi proses SOI . dan JLT . Mulai Mulai Inisialisasi Substrat Inisialisasi Substrat Formasi Box Formasi Box Proses Epitaksi Proses Epitaksi Formasi Oksida Gate Formasi Oksida Gate Penumubuhan Gate-In situ Penumubuhan Gate-Metal Deposisi Gate Tanpa Deposisi Gate Implantasi S-D Implantasi S-D Metalisasi Metalisasi Berakhir Berakhir Gambar 2. Diagram alir simulasi proses JLT in situ gate . dan JLT metal gate . TRANSIENT. VOL. NO. DESEMBER 2015. ISSN: 2302-9927, 1002 Mulai Hasil dan Analisa Inisialisasi Solve Menentukan batas dari Vg Penempatan Kurva Vt-SS Ekstrasi kurva Vt-SS Berakhir Gambar 3. Diagram alir simulasi perangkat Proses untuk mensimulasikan fabrikasi transistor Junctionless dan SOI menggunakan Silvaco-Athena. Silvaco-Athena bertujuan untuk memeriksa kebenaran parameter proses fabrikasi. Hasil dari simulasi akan ditampilkan dalam jendela baru, yaitu tonyplot dimana terdapat berbentuk profil doping, grid struktur, dan struktur device. Gambar 4. Struktur SOI dengan TCAD Gambar 3. menunjukkan diagram alir simulasi perangkat. Hasil dari program simulasi proses dimasukkan ke simulator device (Silvaco-Atla. dan karakteristik device dapat diperiksa. Tugas akhir ini hanya mengektraksi dua parameter dalam simulasi perangkat, yaitu tegangan ambang (V. dan subhtreshold slope (SS). Jenis MOSFET yang dirancang dalam tugas akhir yaitu: SOI (Silicon On Insulato. JLT (Junctionless Transisto. JLT-based JLT-in situ gate JLT-metal gate Gambar 5. Struktur JLT-based dengan TCAD Variasi perubahan Lg, tox, tsi, dan nA pada perancangan struktur MOSFET bertujuan untuk mengetahui trend Vt dan SS pada keempat model MOSFET. Tabel 1. menunjukkan variasi perubahan Lg, tox, tsi, dan NA pada perancangan masing-masing struktur MOSFET. Tabel 1. Lg . NA . Variasi perubahan Lg, tox, tsi, dan percangan struktur MOSFET NA pada 50/100/ 3/5/7 3/5/10 JLT-in situ 50/100 /200 3/5/7 3/5/10 JLT-metal 50/100/ 3/5/7 3/5/10 1,99x1017/ 1,99x1018/ 1,99x1019 1,99x1017/ 1,99x1018/ 1,99x1019 1,99x1017/ 1,99x1018/ 1,99x1019 SOI-based JLT-based 50/100/ 3/5/7 3,2/12,8/ 22,9/ 46,7/76,5 1,58x1014/ 1,58x1014/ 1,58x1016/ 3,98x1016/ 6,31x1017 Gambar 6. Struktur JLT-in situ gate dengan TCAD TRANSIENT. VOL. NO. DESEMBER 2015. ISSN: 2302-9927, 1003 short channel effect. Hal ini disebabkan karena pada struktur JLT mengalami efek hump dimana tegangan ambang akan mengalami kenaikan seiring mengecilnya ukuran panjang kanal. NA JLT=1. NA SOI=3. tsi JLT=5nm tsi SOI=12. Vt . Lg . Gambar 7. Struktur JLT-metal gate dengan TCAD Gambar 8. merupakan grafik Lg vs Vt dari SOI-based vs JLT-based di bawah menunjukkan nilai tegangan ambang struktur JLT lebih besar dibandingkan dengan struktur SOI untuk panjang gerbang 50 nm sampai 200 nm. struktur SOI meningkat dengan seiring kenaikan perubahan panjang gerbang. Hal ini disebabkan oleh fenomena SCE atau short channel effect dimana tegangan ambang akan menurun seiring mengecilnya ukuran panjang kanal atau sering disebut dengan Vt roll-off. terjadi ketika MOSFET dalam kondisi inversi. Karena channel yang semakin mengecil membuat daerah deplesi di bawah gate oxide menjadi menipis. Dengan menipisnya daerah deplesi maka MOSFET semakin cepat mengalami kondisi inversinya. Semakin cepat MOSFET mengalami kondisi inversinya maka nilai Vt semakin Sedangkan Vt struktur JLT menurun dengan seiring kenaikan perubahan panjang gerbang. Karena struktur JLT memiliki doping kanal yang tinggi dan tetap . ,99x1018 cm-. sedangkan panjang kanal semakin mengecil mengakibatkan munculnya RSCE atau reverse- SOI/Tox=7nm JLT/Tox=7nm NA JLT=1. NA SOI=3. tsi JLT=5nm tsi SOI=12. SS . Gambar 6. menunjukkan struktur JLT-in situ gate pada simulasi proses atau silvaco-athena. Struktur JLT-based pada gambar menunjukkn Lg=50nm, tox=5nm, tsi=3nm, tbox=212nm, dan NA=1. 99x1018 cm-3. Gambar 7. menunjukkan struktur JLT-in situ gate pada simulasi proses atau silvaco-athena. Struktur JLT-based pada gambar menunjukkn Lg=50nm, tox=5nm, tsi=3nm, tbox=212nm, dan NA=1. 99x1018 cm-3. SOI/Tox=5nm JLT/Tox=5nm Gambar 8. Grafik Lg vs Vt dari SOI-based vs JLT-based Lg . SOI/Tox=3nm SOI/Tox=5nm SOI/Tox=7nm JLT/Tox=3nm JLT/Tox=5nm JLT/Tox=7nm Gambar 9. Grafik Lg vs SS dari SOI-based vs JLT-based NA JLT=1. NA SOI=3. tsi JLT=5nm tsi SOI=12. Vt . Gambar 4. menunjukkan struktur SOI pada simulasi proses atau silvaco-athena. Struktur SOI pada gambar menunjukkan Lg=50nm, tox=5nm, tsi=3nm, tbox=212nm, dan NA=4x1016 cm-3. Gambar 5. menunjukkan struktur JLT-based pada simulasi proses atau silvaco-athena. Struktur JLT-based pada gambar menunjukkn Lg=50nm, tox=5nm, tsi=3nm, tbox=212nm, dan NA=1. 99x1018 cm-3. SOI/Tox=3nm JLT/Tox=3nm tox . SOI/Lg=50nm SOI/Lg=100nm SOI/Lg=200nm JLT/Lg=50nm JLT/Lg=100nm JLT/Lg=200nm Gambar 10. Grafik tox vs Vt dari SOI-based vs JLT-based Gambar 9. menunjukkan nilai SS terhadap perubahan Lg dan tox. Struktur JLT memiliki nilai SS lebih tinggi dibandingkan struktur SOI dalam beberapa variasi TRANSIENT. VOL. NO. DESEMBER 2015. ISSN: 2302-9927, 1004 dibandingkan JLT metal gate. Hal ini disebabkan workfunction metal lebih rendah dari workfunction Jika metal menggunakan workfunction lebih tinggi daripada polysilikon menyebabkan kurang reaktif dan sulit untuk melakukan etching saat fabrikasi. Karena polysilicon workfunction tinggi atau high- daripada metal maka nilai Vt polysilicon lebih rendah dibandingkan metal. NA JLT=1. NA SOI=3. tsi JLT=5nm tsi SOI=12. SS . panjang gerbang, yaitu 50 nm sampai 200nm. berhubungan dengan kecepatan switching MOSFET saat on maupun off. Semakin kecil nilai SS maka MOSFET tersebut memiliki kecepatan switching yang tinggi. Idealnya, nilai SS mendekati 60 mV/decade. Short Channel Effect (SCE) atau efek kanal pendek muncul pada struktur SOI dan JLT. SCE terjadi ketika nilai SS meningkat dengan seiring panjang gate yang semakin Meskipun demikian, struktur JLT memiliki nilai SS jauh lebih kecil dibanding struktur JLT yang menyebabkan kecepatan switching struktur JLT lebih cepat dibanding dengan struktur SOI. Hal ini disebabkan karena struktur JLT memiliki mekanisme transportasi massal dimana arus mengalir di semua bagian dari konduksi saluran kanal, berbeda dengan konduksi pada SOI FET yang tertahan source dan drain. Gambar 11. menunjukkan tebal insulator atau tebal oksida berhubungan dengan kapasitansi MOSFET. Semakin besar tebal oksida maka kapasitansi MOSFET semakin Kapasitansi yang kecil mengakibatkan kenaikan pada SS. Hal ini disebabkan ketika konduksi gate terhadap substrate . apisan epitaks. dengan lapisan oksida yang tebal membuat delay dalam pertukaran holes dan electrons saat kondisi inversi terjadi pada struktur. Delay inilah yang menyebabkan nilai SS struktur semakin Akan tetapi nilai SS struktur JLT lebih rendah dibanding struktur SOI. Hal ini yang menyebabkan kecepatan switching struktur JLT lebih cepat dibandingkan dengan struktur SOI. Hal ini disebabkan karena struktur JLT memiliki mekanisme transportasi massal dimana arus mengalir di semua bagian dari konduksi saluran kanal, berbeda dengan konduksi pada SOI FET yang tertahan source dan drain. SOI/Lg=50nm SOI/Lg=100nm SOI/Lg=200nm JLT/Lg=50nm JLT/Lg=100nm JLT/Lg=200nm Gambar 11. Grafik tox vs SS dari SOI-based vs JLT-based NA =1. tsi=5nm Vt . Lg . in situ/Tox=3nm in situ/Tox=5nm in situ/Tox=7nm Metal/Tox=3nm Metal/Tox=5nm Metal/Tox=7nm Gambar 12. Grafik Lg vs Vt dari JLT-in situ gate vs JLTmetal gate NA =1. tsi=5nm SS . Gambar 10. menunjukkan struktur SOI dan JLT memiliki mengalami penurunan Vt ketika terjadi perubahan tebal lapisan oksida yang semakin kecil. Struktur dengan lapisan oksida yang tebal mengakibatkan ketika struktur dalam kondisi inversi, konduksi gate terhadap substrate . apisan epitaks. mengalami delay yang lebih. Hal ini menyebabkan tegangan ambang yang dihasilkan semakin Adapun nilai Vt struktur JLT lebih tinggi dibanding struktur SOI karena struktur JLT memiliki konsentrasi doping kanal yang tinggi dibandingkan struktur JLT. Dengan konsentrasi doping yang tinggi membuat holes pada saluran kanal struktur JLT semakin banyak sehingga mengalami kondisi inversi dengan tegangan ambang yang lebih tinggi. Gambar 12. menunjukkan bahwa semakin tinggi panjang gerbang struktur maka terjadi penurunan nilai Vt. Hal ini terjadi pada struktur JLT in situ gate dan JLT metal gate yang disebabkan karena pada strukturnya mengalami efek hump dimana tegangan ambang akan mengalami kenaikan seiring mengecilnya ukuran panjang kanal. Efek hump juga disebut RSCE atau reverse-short channel JLT in situ gate memiliki Vt lebih rendah Lg . in situ/Tox=3nm in situ/Tox=5nm in situ/Tox=7nm Metal/Tox=3nm Metal/Tox=5nm Metal/Tox=7nm Gambar 13. Grafik Lg vs SS dari JLT-in situ gate vs JLTmetal gate Vt . TRANSIENT. VOL. NO. DESEMBER 2015. ISSN: 2302-9927, 1005 NA =1. tsi=5nm tox . in situ/Lg=50nm in situ/Lg=100nm in situ/Lg=200nm Metal/Lg=50nm Metal/Lg=100nm Metal/Lg=200nm Gambar 14. Grafik tox vs Vt dari JLT-in situ gate vs JLTmetal gate NA =1. tsi=5nm SS . in situ/Lg=50nm Metal/Lg=50nm tox . in situ/Lg=100nm in situ/Lg=200nm Metal/Lg=100nm Metal/Lg=200nm Gambar 15. Grafik tox vs SS dari JLT-in situ gate vs JLTmetal gate Gambar 13. menunjukkan struktur JLT metal gate memiliki nilai SS lebih tinggi dibandingkan struktur JLT in situ gate dalam panjang gerbang yang sama. berhubungan dengan kecepatan switching MOSFET saat on maupun off. Semakin kecil nilai SS maka MOSFET tersebut memiliki kecepatan switching yang tinggi. Idealnya, nilai SS mendekati 60 mV/decade. Short Channel Effect (SCE) atau efek kanal pendek muncul pada struktur pada JLT in situ gate dan JLT metal gate. SCE terjadi ketika nilai SS meningkat dengan seiring panjang gerbang yang semakin kecil. Meskipun demikian, struktur JLT in situ gate memiliki nilai SS jauh lebih kecil dibanding struktur JLT metal gate yang menyebabkan kecepatan switching struktur JLT in situ gate lebih cepat dibanding dengan struktur JLT metal gate. Hal ini disebabkan workfunction metal lebih rendah dari workfunction polysilicon. Jika metal menggunakan lebih tinggi daripada polysilikon menyebabkan kurang reaktif dan sulit untuk melakukan etching saat fabrikasi. Karena polysilicon workfunction tinggi atau high- daripada metal maka nilai SS polysilicon lebih rendah dibandingkan metal. Gambar 14. menunjukkan struktur JLT in situ gate dan JLT metal gate memiliki perubahan dimana semakin tebal lapisan oksida maka mengakibatkan kenaikan nilai Vt. Tebal oksida berhubungan dengan nilai kapasitansi MOSFET. Semakin tebal lapisan oksida maka semakin rendah nilai kapasitansinya. Semakin rendah kapasitansi MOSFET maka menyebabkan nilai Vt pada struktur Struktur dengan lapisan oksida yang tebal mengakibatkan ketika struktur dalam kondisi inversi, konduksi gate terhadap substrate . apisan epitaks. mengalami delay yang lebih. Hal ini menyebabkan tegangan ambang yang dihasilkan semakin besar. JLT in situ gate memiliki Vt lebih rendah dibandingkan JLT metal gate. Hal ini disebabkan workfunction metal lebih rendah dari workfunction polysilicon. Jika metal menggunakan workfunction lebih tinggi daripada polysilicon menyebabkan kurang reaktif dan sulit untuk melakukan etching saat fabrikasi. Karena polysilicon workfunction tinggi atau high- daripada metal maka nilai Vt polysilicon lebih rendah dibandingkan metal. Gambar 15. Ketebalan lapisan oksida mempengaruhi nilai SS pada struktur. Semakin tebal lapisan oksida pada struktur maka nilai kapasitansi akan menurun. Kapasitansi oksida yang kecil membuat nilai SS semakin besar. Hal ini disebabkan ketika konduksi gate terhadap substrate . apisan epitaks. dengan lapisan oksida yang tebal membuat delay dalam pertukaran holes dan electrons saat kondisi inversi terjadi pada struktur. Delay inilah yang menyebabkan nilai SS struktur semakin meningkat. adalah indikator kecepatan switching suatu MOSFET dalam keadaan on ke off atau sebaliknya. Semakin kecil nilai SS suatu MOSFET maka kecepatan switching semakin tinggi. Idealnya nilai SS mendekati 60 mV/decade. Akan tetapi pada kenyataanya terjadi kenaikan nilai SS. Hal ini disebabkan munculnya fenomena SCE atau Short Channel Effect, dimana nilai SS akan mengecil pada ukuran lapisan oksida yang tipis. Untuk nilai tebal oksida yang sama, struktur JLT in situ gate memiliki nilai SS yang lebih rendah dibandingkan JLT metal gate. Hal ini menunjukkan kecepatan switching JLT in situ gate lebih tinggi dibandingkan struktur JLT metal gate. Hal ini disebabkan workfunction metal lebih rendah dari workfunction polysilicon. Jika metal menggunakan workfunction lebih tinggi daripada polysilikon menyebabkan kurang reaktif dan sulit untuk melakukan etching saat fabrikasi. Karena polysilicon workfunction tinggi atau high- daripada metal maka nilai SS polysilicon lebih rendah dibandingkan metal. Tabel 2. merupakan data Vt . egangan maban. dan SS . ubthreshold slop. dari struktur SOI-based. Konsentrasi doping kanal pada struktur SOI berhubungan langsung dengan nilai tebal silikon . Semakin besar konsentrasi doping kanal yang diberikan maka tebal silikon pada struktur semakin mengecil. Hal ini bertujuan agar struktur SOI tetap dalam kondisi terdeplesi penuh. Dalam tabel menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi doping kanal maka menyebabkan kenaikan nilai Vt dan penurunan pada nilai SS. Dengan konsentrasi doping yang tinggi membuat holes pada saluran kanal struktur TRANSIENT. VOL. NO. DESEMBER 2015. ISSN: 2302-9927, 1006 Gambar 16. merupakan grafik NA vs Vt. Secara garis besar perubahan nilai Vt akibat perubahan konsentrasi doping kanal pada struktur jenis JLT sama, yaitu mengalami kenaikan nilai Vt ketika konsenstrasi doping kanal mengalami kenaikan juga. JLT-based. JLT in situ gate, dan JLT metal gate pada Lg, tsi, dan tox memiliki hubungan berbanding lurus antara konsentrasi doping kanal dengan nilai tegangan ambang. Dengan konsentrasi doping yang tinggi membuat holes pada saluran kanal struktur JLT semakin banyak sehingga mengalami kondisi inversi dengan tegangan ambang yang tinggi. Selisih nilai Vt diantara ketiga jenis struktur JLT sangat kecil disetiap Lg, tsi, dan tox yang sama. Gambar 17. merupakan grafik NA vs SS. Nilai SS menunjukkan kecepatan switching MOSFET dalam kondisi on ke off maupun sebaliknya. Semakin kecil nilai SS maka semakin cepat kecepatan switching suatu MOSFET. Dalam hubungannya konsentrasi doping kanal, semakin tinggi nilai konsentrasi maka akan berbanding lurus dengan nilai SS. Dengan konsentrasi doping yang tinggi membuat holes pada saluran kanal struktur JLT semakin banyak sehingga mengalami kondisi inversi dengan SS yang tinggi. Sedangkan semakin tinggi nilai SS maka kecepatan switching MOSFET semakin Idealnya nilai kecepatan switching MOSFET berkisar 60 mV/decade. Ketiga jenis struktur JLT mengalami kenaikan nilai SS ketika konsentrasi doping kanal bertambah. Semakin bertambahnya konsentrasi doping kanal membuat kecepatan switching MOSFET semakin berkurang. Gambar 18. merupakan grafik tsi vs Vt. Secara garis besar gambar di atas menunjukkan bahwa perubahan lapisan silikon berbanding lurus dengan nilai Vt. Semakin bertambah tebal silikon maka nilai Vt pada struktur MOSFET akan bertambah juga. Struktur dengan lapisan silikon yang tebal mengakibatkan ketika struktur dalam kondisi inversi, konduksi gate terhadap substrate . apisan epitaks. mengalami delay yang lebih. Hal ini menyebabkan tegangan ambang yang dihasilkan semakin Ketiga struktur JLT mengalami kenaikan nilai Vt ketika lapisan silikon pada strukturnya dinaikkan. Lapisan silikon berhubungan dengan kapasitansi suatu struktur. Tabel 2. Data Vt dan SS struktur SOI-based (Deplesi Penu. NA . Vt . 201,80 71,06 24,55 15,98 4,37 1,6x1014 1,6x10e15 1,6x1016 3,98x1016 6,3x1017 0,208 0,285 0,392 0,328 0,357 . Vt . Dalam tabel terlihaat terjadi penurunan nilai SS. Hal ini dikarenakan munculnya fenomena SCE atau Short Channel Effect, dimana nilai SS akan semakin mengecil pada ukuran panjang gate yang kecil. Dalam kasus ini, struktur SOI memiliki panjang gate sebesar 50 nm. Dengan tsi dan xdmax yang semakin mengecil membuat nilai SS semakin kecil. Hal ini disebabkan karena daerah deplesi di bawah lapisan oksida semakin kecil membuat kondisi inversi cepat tercapai dan kecepatan switching struktur semakin cepat. Semakin tebal lapisan silikon maka kapasitansi akan Seiring menurunnya kapasitansi maka nilai tegangan ambang akan meningkat juga. Lg=50nm tsi=5nm tox=5nm 1E 17 1E 18 JLT-based 1E 19 NA . JLT-in situ 1E 20 JLT-metal Gambar 16. Grafik NA vs Vt dari JLT-based vs JLT-in situ gate vs JLT- metal gate SS . SOI semakin banyak sehingga mengalami kondisi inversi dengan tegangan ambang yang tinggi. Lg=50nm tsi=5nm tox=5nm 1E 17 1E 18 JLT-based NA. 1E 19 JLT-in situ 1E 20 JLT-metal Gambar 17. Grafik NA vs SS dari JLT-based vs JLT-in situ gate vs JLT- metal gate Gambar 19. merupakan grafik tsi vs SS. Nilai SS adalah kecepatan switching MOSFET saat on maupun off. Semakin kecil nilai SS maka semakin mempercepat proses switching. Idealnya nilai SS mendekati 60 mV/decade. Penurunan tebal lapisan silikon membuat nilai SS semakin kecil dan kecepatan switching semakin Tebal lapisan silikon mempengaruhi kapasitansi MOSFET. Semakin tebal maka kapasitansi akan semakin berkurang. Struktur dengan lapisan silikon yang tebal mengakibatkan ketika struktur dalam kondisi inversi, konduksi gate terhadap substrate . apisan epitaks. mengalami delay yang lebih. Sehingga SS yang dihasilkan semakin besar. TRANSIENT. VOL. NO. DESEMBER 2015. ISSN: 2302-9927, 1007 NA=1. tox=5nm Lg=50nm Vt . JLT-based tsi . JLT-insitu JLT-metal Gambar 18. Grafik tSi vs Vt dari JLT-based vs JLT-in situ gate vs JLT-metal gate Lapisan oksida . yang bertambah tebal membuat kapasitansi MOSFET bertambah. Hal ini menyebabkan nilai Vt dan SS akan semakin meningkat juga. Konsentrasi doping kanal yang semakin tinggi membuat nilai Vt dan SS juga mengalami peningkatan. Lapisan silikon . yang bertambah tebal membuat kapasitansi MOSFET bertambah. Hal ini menyebabkan nilai Vt dan SS akan semakin meningkat juga. Struktur JLT-based memiliki kecepatan switching yang lebih cepat dibandingkan struktur SOI-based karena nilai SS JLTbased lebih rendah dibandingkan SOI-based. Struktur JLT-based juga memiliki tegangan ambang yang lebih besar dibanding dengan struktur SOI-based karena konsentrasi doping kanal JLT-based lebih tinggi dibandingkan struktur SOI-based. SS . Referensi