KURVATEK Vol. No. April 2025, pp. e-ISSN: 2477-7870 p-ISSN: 2528-2670 ANALISIS MANIFESTASI PANAS BUMI MELALUI FAULT FRACTURE DENSITY (FFD) DI WILAYAH KAMOJANG. KECAMATAN SAMARANG. KABUPATEN GARUT GEOTHERMAL MANIFESTATION ANALYSIS THROUGH FAULT FRACTURE DENSITY (FFD) IN THE KAMOJANG REGION. SAMARANG DISTRICT. GARUT REGENCY Muhammad Faza Syaddad Ar-Rafi1,*. Nugroho Budi Wibowo1,2. Riska Sorayawati1. Siti Khusna1. Nikmatul Jannah1 Program Studi Fisika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Jl. Laksda Adisucipto Sleman. Gedung Student Center Lt. i No. *Email corresponding: 22106020023@student. uin-suka. BMKG. Stasiun Geofisika Sleman. Jl Wates km 8 Jitengan Balecatur Sleman Email: nugrohobudiwibowo@gmail. Cara Sitasi: M. Ar-Rafi. Wibowo. Sorayawati. Khusna, dan N. Jannah "Analisis Manifestasi Panas Bumi Melalui Fault Fracture Density (FFD) di Wilayah Kamojang. Kecamatan Samarang. Kabupaten Garut". Kurvatek, vol. 10, no. 1, pp. April 2025. 33579/krvtk. 5571 [Onlin. Abstrak Ai Terletak di Cincin Api Pasifik. Indonesia memiliki potensi besar dalam energi panas bumi yang Kamojang yang terletak di Kecamatan Samarang ialah salah satu daerah yang menunjukkan potensi Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keberadaan potensi geotermal di Kamojang melalui analisis kepadatan patahan menggunakan metode Fault Fracture Density (FFD). Data yang digunakan berupa pola patahan dari Model Elevasi Digital Nasional (DEMNa. yang kemudian dianalisis untuk menghitung densitas retakan dan disajikan dalam bentuk peta kontur. Nilai FFD yang dihasilkan berkisar antara -0,5 hingga 9,5 km/kmA. Hasil penelitian menunjukkan pola kelurusan di Kamojang sebagian besar mengarah Barat Laut Ae Tenggara yang terkait erat dengan pergerakan tektonik dan terbentuknya sesar aktif di kawasan tersebut. Meskipun nilai FFD di wilayah ini tergolong rendah, keberadaan sesar Ae sesar aktif tetap menyediakan jalur bagi pergerakan fluida panas bumi yang membentuk manifestasi panas bumi seperti kawah geotermal. Hasil ini memberikan gambaran penting untuk mendukung pengelolaan dan pengembangan energi panas bumi di wilayah Kamojang. Kata Kunci: Energi Panas Bumi. FFD. Manifestasi Geotermal. Kamojang. Abstract Ai Located on the Pacific Ring of Fire. Indonesia has great potential in significant geothermal energy. Kamojang, located in Samarang District, is one of the areas that show this potential. This study aims to assess the existence of geothermal potential in Kamojang through fault density analysis using the Fault Fracture Density (FFD) method. The data used are fault patterns from the National Digital Elevation Model (DEMNa. which are then analyzed to calculate the density of cracks and presented in the form of contour maps. The resulting FFD values range from -0. 5 to 9. 5 km/kmA. The results show that the alignment pattern in Kamojang is mostly northwest - southeast, which is closely related to tectonic movements and the formation of active faults in the area. Although the FFD value in this area is relatively low, the presence of active faults still provides a pathway for the movement of geothermal fluids that form geothermal manifestations such as geothermal These results provide important insights to support the management and development of geothermal energy in the Kamojang area. Keywords: Geothermal Energy. FFD. Geothermal Manifestation. Kamojang. PENDAHULUAN Sebagai negara yang terletak di Cincin Api Pasifik. Indonesia memiliki potensi panas bumi yang signifikan, dibuktikan dengan 117 gunung berapi aktif yang ditemukan di beberapa pulau, termasuk Jawa. Received December 18, 2024. Revised -. Accepted March 15, 2025 DOI : https://doi. org/10. 33579/krvtk. Sumatra. Nusa Tenggara. Maluku, dan Sulawesi . Indonesia diyakini memiliki sekitar 40% potensi panas bumi global, dengan total kapasitas energi sebesar 28. 99 Giga Watt (GW) . Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah Aupanas bumiAy mengacu pada segala sesuatu yang berhubungan dengan panas yang berasal dari interior bumi. Kata AugeothermalAy sendiri berasal dari bahasa Yunani, dimana AugeoAy berarti bumi dan AuthermalAy berarti panas, yang dapat diartikan sebagai energi panas bumi. Energi tersebut ada dalam bentuk fluida panas bumi yaitu air dan dapat berupa uap, cairan, atau campuran keduanya . Manifestasi permukaan merupakan fenomena alam yang muncul di atas permukaan bumi dan merupakan tanda awal adanya aktivitas panas bumi bawah tanah . Sumber daya panas bumi dapat diidentifikasi melalui berbagai manifestasi di permukaan, seperti sumber air panas, kehangatan tanah, gas panas yang muncul dari dalam tanah . , lumpur panas, dan fenomena lain yang sejenis. Adanya fenomena panas bumi di permukaan bumi diduga disebabkan oleh penyebaran panas dari bawah permukaan bumi atau akibat adanya retakan yang memungkinkan fluida panas bumi . eperti uap dan air pana. mengalir hingga mencapai permukaan . Salah satu wilayah di Indonesia yang terkenal dengan sumber daya panas bumi dan lokasi pengembangan panas bumi pertama di Indonesia adalah Desa Kamojan. Kecamatan Samalang. Kabupaten Garut. Jawa Barat, yang secara geografis terletak pada 07A11'02" Ae 7A 06' 08" LU 107A 44' 36" Ae 107A 49' 30" BT . , perubahan ketinggian medan berkisar antara 1400 hingga 1800 meter di atas permukaan laut . Desa Kamojang berada dalam Formasi Batuan Gunungapi Guntur Pangkalan dan Kendang yang memiliki jenis batuan Rempah lepas dan lava bersusunan andesit (Gambar . Kawasan ini sudah lama dikenal sebagai daerah dengan potensi panas bumi yang tinggi dengan adanya keberadaan beberapa kawah seperti Kawah Kamojang. Kawah Kereta Api. Kawah Hutan Kamojang dan Kawah Manuk. Salah satu bentuk pemanfaatan panas bumi di kawasan Kamojang adalah melalui pengoperasian PT Pertamina Geothermal Energy sejak tahun 1982. Hingga saat ini, perusahaan tersebut terus memproduksi listrik dari energi panas bumi dengan kapasitas sebesar 60 MW. Listrik yang dihasilkan disuplai dan didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan energi di wilayah Jawa Ae bali . Gambar 1. Peta wilayah kajian Reservoir Kamojang dikendalikan oleh kontak formasi dan struktur geologi. Di bagian tengah (Central Bloc. , reservoir lebih dipengaruhi oleh kontak formasi dan ketidakselarasan lateral, meskipun rim structures yang memisahkan Blok Tengah dan Barat juga memberikan pengaruh. Sementara itu, di Blok Timur, rangkaian patahan . tep of fault. lebih dominan dalam mengontrol reservoir . Struktur geologi yang berkembang di Kamojang memiliki pola distribusi Sesar Citepus . enis dari Sesar Normal atau Sesar Gese. dengan arah NE-SW dan NW-SE. Struktur berarah NW-SE dianggap lebih tua dibandingkan dengan struktur berarah NE-SW. Perpotongan kedua model ini membentuk zona geologi bawah tanah yang sangat lemah sehingga menyebabkan berbagai manifestasi panas bumi seperti fumarol, mata air panas, kolam lumpur, terak silika, dan lain-lain muncul di bagian utara blok timur Kawasan Panas Bumi Sungai Kamo . KURVATEK Vol. No. April 2025: 73 Ae 80 KURVATEK e-ISSN: 2477-7870 p-ISSN: 2528-2670 Gambar 2. Peta geologi wilayah kajian Manifestasi panas bumi di Kamojang memiliki keterkaitan erat dengan struktur geologi setempat, khususnya sesar dan rekahan yang menjadi jalur utama migrasi fluida panas bumi. Untuk menganalisis pola distribusi geotermal, salah satu pendekatan yang efektif ialah menggunakan metode Fault Fracture Density (FFD) yang dapat mengidentifikasi jalur pergerakan fluida panas bumi melalui rekahan geologis. Metode ini menghitung kerapatan sesar dan rekahan di suatu wilayah, yang dapat berfungsi sebagai indikator keberadaan reservoir panas bumi . Metode ini memiliki peran penting dalam tahap awal penelitian untuk memperoleh pemahaman mengenai hubungan antara struktur geologi dan distribusi manifestasi, sebelum melakukan observasi langsung di lapangan . II. METODE PENELITIAN Penelitian ini mengaplikasikan teknik penginderaan jauh menggunakan data model elevasi digital (DEMNa. dan analisis kepadatan patahan (FFD) berdasarkan kelurusan geologi. Garis kelurusan ditarik mengikuti pola relief permukaan dengan menggunakan perangkat lunak Global Mapper. Setiap kelurusan kemudian diukur panjangnya untuk memetakan jalur pergerakan fluida. Pola kelurusan ini dianggap sebagai indikasi daerah yang memiliki kemungkinan untuk menjadi jalur fluida yang berkaitan dengan zona yang mudah ditembus. Langkah Ae langkah dalam penelitian ini diilustrasikan melalui diagram alir yang terdapat pada Gambar 3. Gambar 3. Diagram alir metode penelitian Analisis Manifestasi Panas Bumi Melalui Fault Fracture Density (FFD) Di Wilayah Kamojang. Kecamatan Samarang. Kabupaten Garut (Muhammad Faza Syaddad Ar-Rafi. Nugroho Budi Wibowo. Riska Sorayawati. Siti Khusna dan Nikmatul Janna. DOI : https://doi. org/10. 33579/krvtk. Analisa Pola DEM Analisis pola Digital Elevation Model Nasional (DEMNa. merupakan teknik yang digunakan untuk memetakan dan mengkaji struktur geologi di suatu area. Analisis data DEM dilakukan untuk mengeksplorasi pola kelurusan yang berpotensi mengindikasikan aktivitas geologi di bawah permukaan . Pada rose diagram (Gambar . , terlihat bahwa kelurusan memiliki orientasi arah Barat Laut Ae Tenggara. Gaya tektonik dominan mempengaruhi proses geologi, menyebabkan pembentukan retakan dan patahan yang menjadi jalur fluida. Analisis FFD Fault Fracture Density (FFD) merupakan suatu pendekatan yang digunakan untuk mengestimasi permeabilitas sebuah area dengan mengamati tingkat kepadatan retakan atau patahan di dalamnya . Pada penelitian ini, kepadatan kelurusan dihitung dalam grid 0. 2 x 0. 2 kmA untuk memperoleh gambaran rinci penyebarannya. Perhitungan dilakukan dengan membagi total panjang kelurusan dengan luas grid . Hasilnya diolah menggunakan perangkat lunak Surfer untuk membuat peta kontur yang menunjukkan tingkat kepadatan kelurusan, dengan warna berbeda untuk tiap area. Area dengan kepadatan tinggi menunjukkan area yang lebih permeabel dan terkait dengan manifestasi panas bumi . HASIL DAN DISKUSI Proses untuk menganalisis indikasi panas bumi dengan metode FFD dimulai melalui pemetaan struktur patahan. Langkah pemetaan ini dilakukan dengan menganalisis peta DEMNas untuk mengenali pola Ae pola geologis yang terbentuk. Penggambaran struktur patahan secara manual dapat dilakukan dengan memanfaatkan perangkat lunak Global Mapper. Arah kelurusan wilayah kajian dominan mengarah ke Barat Laut Ae Tenggara, seperti pada gambar 5 merupakan rose diagram yang dihasilkan menggunakan perangkat lunak Rockwork. Gambar 4. Peta kelurusan wilayah kajian KURVATEK Vol. No. April 2025: 73 Ae 80 KURVATEK e-ISSN: 2477-7870 p-ISSN: 2528-2670 Gambar 5. Rose diagram wilayah kajian Proses pembagian area kajian dilakukan menggunakan perangkat lunak QGIS yang bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai densitas patahan dengan tingkat detail yang lebih tinggi. Setiap grid dihitung total panjang kelurusan yang ada di dalamnya. Nilai FFD yang diperoleh berkisar antara -0. 5 Ae 5 km/kmA. Setelah nilai FFD pada setiap sel grid dihitung, data tersebut diproses menjadi peta kontur untuk menunjukkan tingkat kepadatan patahan, menggunakan perangkat lunak Surfer, dengan penambahan skala untuk menggambarkan variasi pada tiap area densitas. Gambar 6. Peta FFD wilayah kajian Analisis menunjukkan bahwa nilai FFD dikelompokkan ke dalam tiga kategori, sebagaimana ditampilkan pada tabel di bawah (Tabel . Tabel 1. Pengelompokan Nilai FFD Area Rendah Sedang Tinggi FFD . m/km. 5 Ae 1. 0 Ae 2. 5 Ae 5. 5 Ae 6. 5 Ae 8. 0 Ae 9. Warna Ungu Biru Hijau Kuning Oren Merah Analisis Manifestasi Panas Bumi Melalui Fault Fracture Density (FFD) Di Wilayah Kamojang. Kecamatan Samarang. Kabupaten Garut (Muhammad Faza Syaddad Ar-Rafi. Nugroho Budi Wibowo. Riska Sorayawati. Siti Khusna dan Nikmatul Janna. DOI : https://doi. org/10. 33579/krvtk. Wilayah kajian memiliki arah kelurusan dominan Barat Laut - Tenggara, yang terkait erat dengan pergerakan tektonik dan terbentuknya sesar aktif di kawasan tersebut. Meskipun nilai FFD di wilayah ini tergolong rendah, keberadaan sesar Ae sesar aktif tetap menyediakan jalur bagi pergerakan fluida panas bumi yang membentuk manifestasi panas bumi seperti kawah geotermal . Keberadaan PLTP Kamojang. PLTP 3 MW Kamojang - BBPT. PT. PGE Area Kamojang, serta kawah Ae kawah geotermal seperti Kawah Kamojang dan Kawah Manuk, menunjukkan adanya potensi panas bumi yang besar. Kawah Ae kawah ini terbentuk karena fluida panas yang merambat melalui rekahan dan sesar, meskipun berada di area FFD rendah tetap berfungsi sebagai jalur fluida panas dari dalam bumi. Gambar 7. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi: a. Kamojang Geothermal Power Plant Complex . , b. PLTP 3 MW Kamojang Ae BBPT . , c. PT. PGE Area Kamojang . , d. PLTP Kamojang . Manifestasi Panas Bumi: e. Kawah Kamojang . , f. Kawah Manuk . Gambar 8. Manifestasi Panas Bumi: g. Kawah Hujan Kamojang . , h. Kawah Kereta Api . Manifestasi panas bumi di Kamojang dapat diinterpretasikan sebagai hasil interaksi antara aktivitas vulkanik dan struktur geologi di wilayah ini, dengan batuan penyusun seperti lava andesit yang memiliki konduktivitas panas yang baik. Rekahan dan sesar memungkinkan fluida panas naik ke permukaan, membentuk mata air panas dan kawah geotermal. Animasi pada Gambar 9 menggambarkan proses KURVATEK Vol. No. April 2025: 73 Ae 80 KURVATEK e-ISSN: 2477-7870 p-ISSN: 2528-2670 munculnya panas bumi di Kamojang, memperlihatkan pergerakan fluida panas melalui sesar dan rekahan yang ada. Gambar 9. Animasi munculnya panas bumi KESIMPULAN Berdasarkan kajian yang telah dilakukan manifestasi panas bumi di wilayah Kamojang menunjukkan bahwa nilai Fault Fracture Density (FFD) berkisar pada -0. 5 Ae 9. 5 km/kmA. Wilayah dengan FFD rendah tetap memungkinkan pergerakan fluida panas bumi yang membentuk berbagai manifestasi geotermal, seperti kawah-kawah geotermal. Arah kelurusan dominan mengarah ke Barat Laut Ae Tenggara, disertai dengan interaksi antara sesar aktif dan aktivitas vulkanik berperan penting dalam mendistribusikan fluida panas bumi ke permukaan. Potensi panas bumi di Kamojang dapat dilihat dari keberadaan PLTP dan kawah geotermal, menunjukkan bahwa meskipun nilai FFD rendah, kawasan ini tetap memiliki potensi geotermal yang signifikan. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih kami ucpakan kepada seluruh entitas yang turut andil atas keberhasilan penelitian dan penyusunan artikel ini. Khususnya ditunjukkan kepada dosen pengampu mata kuliah Geologi Struktur, termasuk UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. DAFTAR PUSTAKA