An-Nidzam: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam P-ISSN: 2355-8482. E-ISSN: 2580-95552020 DOI :x Vol. No. 1 Th 2024 Wawasan Al-QurAoan tentang Pendidikan dan Pengajaran Hisan Mursalin Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah. Indonesia hisanmursalin@arraayah. Abstract The important aspect of human life is education. Through education, a person can develop their potential andunderstanding of the world around him can be developed through education. Islam, education has a very important role. The Al-Quran as the holy book of Muslims provides guidance and guidance in living life, including in matters of education. Education in the vision of the Al-Quran aims to guide individuals to achieve spiritual, moral and intellectual perfection, as well as forming a just, harmonious and prosperous society. This research uses a literature review approach which focuses on data collection and comprehensive analysis of material or theories from various sources, including articles related to the topic discussed. The Al-Qur'an provides insight into education and teaching by emphasizing the importance of knowledge, morals and holistic self-development. This includes moral, scientific, social, and spiritual learning to form individuals who have noble character, are knowledgeable, and contribute positively to society. Thus, education in the insight of the Al-Quran is very important in the lives of Muslims. Through the Al-Quran, we can learn good life values and apply them in everyday life. As Muslims, we should understand and practice the teachings of the Al-Quran in living this life. Hopefully, with education in the insight of the Al-Quran, we can become good individuals and be useful to society. Keywords: Al-QurAoan. Education. Teaching Abstrak Pendidikan merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia. Dengan bantuan pendidikan, seseorang dapat mengembangkan potensinya dan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai dunia sekitar. Dalam Islam, pendidikan memiliki peran yang sangat penting. AlQuran sebagai kitab suci umat Islam memberikan pedoman dan panduan dalam menjalani kehidupan, termasuk dalam hal pendidikan. Wawasan Al-Quran tentang pendidikan dan pengajaran bertujuan untuk membimbing individu agar mencapai kesempurnaan spiritual, moral, dan intelektual, meningkatkan praktik pendidikan secara keseluruhan agar sesuai dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip Islam, serta meningkatkan efektivitas pendidikan dengan memanfaatkan nilai-nilai, moralitas, dan etika Islam dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan tinjauan literatur yang fokus pada pengumpulan data dan analisis komprehensif terhadap materi atau teori dari berbagai sumber, termasuk artikel yang berkaitan dengan topik yang dibahas. Al-Qur'an memberikan wawasan dalam pendidikan dan pengajaran dengan menekankan pentingnya pengetahuan, akhlak, dan pengembangan diri secara holistik. Ini mencakup pembelajaran moral, ilmiah, sosial, dan spiritual untuk membentuk individu yang berakhlak mulia, berpengetahuan luas, dan berkontribusi positif pada masyarakat. Dengan An-Nidzam: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam P-ISSN: 2355-8482. E-ISSN: 2580-95552020 DOI :x Vol. No. 1 Th 2024 demikian, pendidikan dalam wawasan Al-Quran sangat penting dalam kehidupan umat Islam. Melalui Al-Quran, kita dapat belajar dari nilai-nilai kehidupan yang baik dan menerapakannya dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai umat Islam, sudah sepatutmya kita memahami dan mengamalkan ajaran Al-Quran dalam menjalani kehidupan ini. Semoga dengan pendidikan yang sesuai dengan visi Al-Quran, kita dapat menjadi pribadi yang baik dan bermanfaat bagi Kata kunci : Al-QurAoan. Pendidikan. Pengajara PENDAHULUAN Pendidikan memainkan peran penting dalam Islam karena dipandang sebagai sarana untuk memperoleh pengetahuan dan kebijaksanaan, dan pada akhirnya, untuk memperkuat keimanan dan hubungan seseorang dengan Allah. Untuk mencapai tujuan pendidikan yang ditetapkan sebagai tujuan yang diharapkan, maka dalam proses pendidikan, terdapat sistemsistem yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Jika sistem ini baik, maka kualitas pandidikan dan hasilnya juga akan baik. Sistem tersebut salah satunya adalah metode pengajaran, bagi guru, siswa, kurikulum, sarana dan prasarana pelatihan, dan lain-lain. 1 Dan sistem pendidikan Islam yang baik adalah yang berkisar pada ajaran Al-Quran dan sabda Rasulullah SAW. Landasan pendidikan Islam didasarkan pada prinsip mencari ilmu sebagai bentuk ibadah, dan setiap umat Islam dianjurkan untuk memperoleh ilmu sepanjang hidupnya. Dan wawasan Al-Quran tentang pendidikan dan pengajaran sangat kaya dan luas. AlQuran sebagai pedoman bagi umat Islam, menyajikan berbagai ayat yang mengatur tentang cara belajar, mengajar, dan proses pendidikan secara umum. Al-Quran mengandung sejumlah prinsip pembelajaran yang dapat membimbing umat Islam dalam mencapai persepsi yang lebih baik tentang dunia, tentang diri sendiri, dan hubungan seseorang dengan Allah SWT. Seperti kesadaran akan pentingnya pengetahuan. Al-Quran secara konsistan menekankan pentingnya pengetahuan dan pembelajaran, sebagai contoh dalam surah Al-Alaq terdapat kata IqroAo yang memiliki arti bacalah dan ini menegaskan betapa pentingnya membaca dan belajar. Rusli. AuMETODE PEMBELAJARAN DALAM ALQURAN (Analisis Terhadap Ayat-Ayat Tarbaw. An-Nidzam: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam P-ISSN: 2355-8482. E-ISSN: 2580-95552020 DOI :x Vol. No. 1 Th 2024 Konsep pendidikan dan pengajaran Al-Quran adalah bagian inti dari keyakinan Islam. Al-Quran yang merupakan kitab suci umat Islam memberikan pedoman dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk pendidikan dan pengajaran. Pandangan Al-Quran tentang pendidikan dan pengajaran menekankan pentingnya mencari ilmu kepada orang lain. Salah satu ajaran terpenting Al-Quran tentang pendidikan adalah penekanan pada pencarian ilmu. Al-Quran menganjurkan orang beriman untuk mencari ilmu dan menyebarkan ilmu kepada orang lain. Sebagaimana sabda Nabi SAW dalam sebuah hadis. AuSebaik-baik manusia adalah yang memberi manfaat bagi orang lainAy Hadis ini menekankan pentingnya mengajarkan dan menyebarkan ilmu kepada orang Singkatnya. Al-Quran memberikan pandangan yang komprehensif tentang pendidikan dan pengajaran yang menekankan pentingnya mencari ilmu, berbagi ilmu dan belajar dari orang-orang yang mempunyai ilmu dan pengalaman. Dengan mengikuti belajar mengajar AlQuran, orang-orang beriman dapat berusaha menjadi orang-orang yang terpelajar, berilmu dan Kajian pandangan Al-Quran dalam pendidikan dan pengajaran telah menjadi topik yang menarik bagi banyak ulama dan peneliti. Al-Quran merupakan kitab suci umat Islam yang diyakini sebagai sumber ajaran dan pedoman hidup. Oleh karena itu, memahami dan menggali wawasan Al-Quran dalam konteks pendidikan dan pengajaran sangat penting untuk memperkaya pemahaman keagamaan dan spiritualitas. Beberapa penelitian mengenai pendidikan dan pengajaran dilihat dari Al-Quran lebih condong pada bagaimana Al-Quran dapat diterapkan dalam proses pendidikan. Seperti dalam artikel jurnal Pendidikan dan Pengajaran dalam Al-Quran oleh Widodo Hami dan Konsep Pendidikan Islam oleh Mumtazul Fikri. Penulis mencoba untuk mengetahui bagaimana Al-Quran dapat diterapkan tidak hanya dalam pendidikan dan pengajaran saja, tetapi juga memberikan kontribusi penting bagi pengembangan dan akhlak siswa serta bagaimana Al-Quran menjadi kurikulum, begitu pula nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Quran, seperti kesabaran, kejujuran, keikhlasan dapat menjadi landasan utama dalam pembentukan karakter yang baik. Rumusan masalah tentang wawasan Al-Quran dalam pendidikan dan pengajaran dapat berfokus pada berbagai aspek yang An-Nidzam: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam P-ISSN: 2355-8482. E-ISSN: 2580-95552020 DOI :x Vol. No. 1 Th 2024 Pertama, bagaimana konsep pendidikan dalam Al-Quran dapat dimplementasikan dalam strategi pengajaran yang efektif di lingkungan pendidikan formal dan informal?. Selanjutnya, bagaimana Al-Quran menggambarkan peran guru dalam pendidikan?, dan bagaimana Al-Quran menggambarkan sifat-sifat yang diharapkan dari seorang peserta didik yang ideal? Dan dalam konteks ini, rumusan masalah dapat mencakup apa saja media pendidikan berbasis Al-Quran untuk meningkatkan pemahaman siswa? Dan apa saja materi pendidikan yang terdapat dalam wawasan Al-Quran? Serta bagaimana Al-Quran menggambarkan proses pembelajaran yang efektif dan berkelanjutan? Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana Al-Quran dapat digunakan sebagai sumber ajaran dalam proses pendidikan, terutama dalam konteks pembelajaran agama Islam. Selain itu. Al-Quran juga dapat untuk mengeksplorasi hubungan antara wawasan AlQuran dan pengembangan karakter. Secara keseluruhan, penelitian tentang wawasan Al-Quran dalam pendidikan dan pengajaran memiliki implikasi yang besar dalam konteks pendidikan Islam. Dengan memahami dan mengaplikasikan ajaran-ajaran yang terkandung dalam AlQuran, kita dapat membentuk generasi yang lebih berkarakter dan bermoral, serta meningkatkan pemahaman tentang ajaran Islam dikalangan masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini sangat penting untuk didorong dan dikembangkan untuk meningkatkan mutu pendidikan Islam di masa depan. METODOLOGI PENELITIAN Metode kualitatif dalam bentuk Studi Pustaka adalah metode yang digunakan peneliti dalam mengkaji penelitian ini. Metode ini berkaitan dengan pengumpulan data serta memahami dan menelaah materi atau teori dari bacaan yang didapat dari berbagai sumber seperti artikel sebelumnya yang ada kaitannya dengan topik yang dipilih oleh penulis. Lalu menurut Zed metode studi pustaka memiliki empat tahapan yaitu menyediakan segala alat keperluan, menyediakan daftar rujukan topik, menyusun waktu dan membaca atau memperoleh bahan penelitian. Adlini et al. AuMETODE PENELITIAN KUALITATIF STUDI PUSTAKA. An-Nidzam: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam P-ISSN: 2355-8482. E-ISSN: 2580-95552020 DOI :x Vol. No. 1 Th 2024 Yin dalam jurnal Taufik Hidayat berpendapat bahwa membaca refrensi sangat penting untuk memperluas pandangan atau memperkaya wawasan peneliti dalam menguasai kasus yang sedang ditelitinya. Prof. Dr. Mudjia Rahardjo. Si juga menjelaskan ada dua garis penting yang perlu diperhatikan oleh peneliti dalam memilih dan menentukan referensi bacaan, yaitu kesesuaian referensi dengan tema bahasan penelitian dan keterbaruan referensi yang Makin baru referensi bacaan maka makin relevan dan baik sejalan dengan perkembangan yanga sedang terjadi di sekitar peneliti. Studi Pustaka merupakan metode kualitatif yang di mana metode penelitian ini betujuan memahami realita menggunakan cara berpikir induktif. Penelitian kulitatif ini lebih fokus pada keakuratan data dan kelengkapan data. Kemudian, salah satu aspek yang ditekankan saat menggunakan penelitian ini adalah kebenaran data, yang menggambarkan sejauh mana data yang tercatat sesuai dengan kejadian yang sebenarnya dalam latar belakang penelitian. Sasaran pokok penelitian kualitatif adalah mendapapatkan pemahaman yang mendalam tentang fakta sosial dengan lebih menekankan terhadap gambaran menyeluruh mengenai fakta yang sedang diteliti daripada menguraikannya dalam unsur-unsur yang berkaitan satu sama lain. Penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif memiliki perbedaan, karena dalam penelitian kualitatif tidak menggunakan statistik, melainkan melalui proses pengumpulan data, kajian dan Terakhir, penulis akan melampirkan semua data yang didapat dalam bentuk deskriptif. Daftar rujukan yang dipilih penulis sudah relevan dan signifikan agar materi yang dilampirkan nantinya tidak mengandung unsur keraguan dan kebimbangan. Hidayat. AuPEMBAHASAN STUDI KASUS SEBAGAI BAGIAN METODOLOGI PENELITIAN. Ay 4 Adlini et al. AuMETODE PENELITIAN KUALITATIF STUDI PUSTAKA. An-Nidzam: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam P-ISSN: 2355-8482. E-ISSN: 2580-95552020 DOI :x Vol. No. 1 Th 2024 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pengertian Pendidikan dan Pengajaran Pengertian Pendidikan Pendidikan merupakan proses ataupun upaya sistematis yang dirancang untuk mentransfer pengetahuan, keahlian , nilai, serta norma kepada orang ataupun kelompok dalam Ki Hadjar Dewantara mengartikan pendidikan sebagai usaha untuk mengembangkan watak, budi dan raga anak agar mampu memberikan kontribusi bagi kesempurnaan hidup, yaitu untuk menghayati dan membawa anak-anak hidup selaras dengan alam dan masyarakat. Menurut KBBI, pendidikan berarti proses mengubah sikap dan perilaku seseorang atau sekelompok orang, berusaha membentuk seseorang menjadi dewasa melalui pengajaran dan Dan para ahli telah mengutip beberapa definisi pendidikan Islam termasuk pendapat Oemar Muhammad Toumy Al Syaibani yang menyatakan bahwa pendidikan Islam sebagai upaya mengubah tingkah laku individu dalam kehidupan pribadi atau masyarakat dan dalam lingkungan alam kehidupan melalui proses pendidikan. Tujuan utamanya adalah untuk memajukan perkembangan fisik, mental, emosional dan sosial seseorang, sehingga ia menjadi partisipan dalam masyarakat. Pendidkan tidak hanya berlangsung didalam kelas atau lembaga formal, namun juga dapat berlangsung dalam suasana informal seperti keluarga , masyarakat, dan pengalaman sehari-hari. Pendidikan dalam perspektif Islam sangatlah penting dan dianggap sebagai kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap umat Islam. Dasar pendidikan Islam adalah Al-Quran dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Konsep dasar pendidikan Islam dibangun atas dua pilar tersebut untuk mencapai tujuan pendidikan Islam. Beberapa prinsip dan nilai yang melatarbelakangi pendidikan Islam yang petama adalah Ilmu dan pengetahuan. Islam menghargai pengetahuan dan ilmu sebagai salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah. Rasulullah SAW juga mendorong umatnya untuk Yusuf. AuPendidikan Holistik Menurut Para Ahli. Ay Ghani and Ali. AuKonsep Pendidikan Islam Perspektif Imam Al-Ghazali. An-Nidzam: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam P-ISSN: 2355-8482. E-ISSN: 2580-95552020 DOI :x Vol. No. 1 Th 2024 mencari ilmu, sesuai dengan sabdanya : AuMenuntut Ilmu itu wajib atas setiap MuslimAy (HR. Ibnu Majah no. Dan dalam Al-Quran Allah juga menekankan pentingnya pengetahuan dengan memerintahkan manusia untuk merenungkan tanda-tanda kebesaran-Nya di alam semesta. Kedua, keadilan dan kesetaraan. Pendidikan Islam harus didasarkan pada prinsip keadilan dan kesetaraan. Setiap individu, apapun latar belakang sosial, ekonomi, atau etnisnya, mempunyai hak yang sama atas pendidikan. Ketiga, akhlak dan etika. Dalam Islam, pendidikan tidak hanya sekedar pengetahuan, tetapi juga tentang pengembangan akhlak dan etika yang baik. Islam mengajarkan tentang pentingnya akhlak mulia, seperti kejujuran, kesabaran, kerendahan hati, dan kasih sayang. Keempat, pembangunan spiritual. Pendidikan dalam Islam bukan hanya tentang pengembangan intelektual, tetapi juga tentang pertumbuhan spiritual. Islam mengajarkan individu untuk memperdalam hubungannya dengan Allah SWT melalui ibadah, introspeksi diri, dan amal saleh. Kelima, pemberdayaan masyarakat. Pendidikan dalam Islam juga harus berkontribusi pada pemberdayaan masyarakat. Ini berarti bahwa pendidikan harus membantu individu untuk menjadi anggota Masyarakat yang aktif, berkontribusi positif, dan mampu memecahkan masalah yang dihadapi masyarakat. Dan yang terakhir, konteks global. Islam memiliki akar budaya dan sejarahnya sendiri, pendidikan dalam perspektif Islam juga harus mampu beradaptasi dengan konteks global yang terus berubah. Ini berarti mengakui dan menghargai keragaman budaya, agama, dan pandangan dunia dalam proses pendidikan. Pendidikan dalam perspektif Islam dilihat sebagai suatu perjalanan spiritual dan intelektual yang terus-menerus untuk mencari pengetahuan yang bermanfaat serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan Islam dianggap sebagai hak dan kewajiban setiap individu muslim, yang dimulai dari pembelajaran agama hingga pengetahuan dunia yang luas. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Quran Surah Ali AoImran ayat 190191: An-Nidzam: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam P-ISSN: 2355-8482. E-ISSN: 2580-95552020 DOI :x Vol. No. 1 Th 2024 A aOA A EO aIa O a aN IA s A a E OA a AC EacI OA a A aO Ea A a ao A aEaOEaO Ea EaA a AcEE CaOa UI acOCaa OU acOA a An Eac aOIa Oa aE a OIa NA a aEAa Eac O aE aOEIac aNA a A acaI A aO aEA a AC EacI OA a ao A oan aacIa aI aEa Ca Na aa UaEA a A aO Ea A a a AA a A IaEa Aa aCIaA a caA EIA a AaO aOa acE a OIa A aO aEA Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih berganti bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda . ekuasaan, dan keluasan ilmu Alla. bagi orang-orang yang berakal,. orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi . eraya berkat. : AoYa Tuhan kami, tiadalah engakau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. Dan dalam surah Al-Mujadalah ayat 11: a A a eO Aa eIA a AcEEa Ea aE oa eI aOaa Ca eO aE eIA AcEEa Eac aOeIa aIIa eOA ca aA OeaOac aN Eac aOeIa aIIa eeO aa Ca eO aE Ea aE eI a A a eO Oa eAa a NA A NA a A a eO Oa eAA a A a eO AaO eE aI E aa Aa eAA a AA AcEEa a aI a e aIEa eOIa aaOeA s s AIa eI aE oe eI aOEac aOeIa a eOaO eE eaE aI a aA A aO NA Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu dikatakan:AoBerlapang-lapanglah dalam majelisAo, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: AoBerdirilah kamuAo, maka berdirilah kamu. Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa Dan Allah Maha Mengetahui atas apa yang kamu kerjakan Ayat-ayat di atas menekankan pentingnya refleksi atas penciptaan Allah, pemahaman, serta peningkatan ilmu pengetahuan sebagai bagian dari ibadah-Nya. Pendidikan tidak hanya mencakup aspek agama, tetapi juga pengetahuan umum yang bermanfaat bagi kehidupan individu dan masyarakat. Pengertian Pengajaran Dilihat dari KBBI, mengajar diartikan sebagai suatu proses, kegiatan, cara mengajar atau segala sesuatu yang berkaitan dengan pengajaran, pengalaman, peristiwa yang dialami atau dilihat. Arti pengajaran adalah proses atau kegiatan yang melibatkan transfer pengetahuan, keterampilan, nilai, dan sikap dari seorang guru atau pendidik kepada murid atau peserta didik. Pengajaran tidak sebatas pada penyampaian informasi, tetapi juga melibatkan komunikasi antara guru dan murid, serta penggunaan berbagai metode dan strategi untuk memfasilitasi Dr. Abdul Fattah Jalal menyimpulkan dari hasil penelitiannya bahwa konsep An-Nidzam: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam P-ISSN: 2355-8482. E-ISSN: 2580-95552020 DOI :x Vol. No. 1 Th 2024 mengajar . aAolli. lebih luas dan bersifat umum dibandingkan dengan pendidikan, mengajar lebih mengarah pada perolehan ilmu atau menekankan pada dimensi kognitif dan Pengajaran juga melibatkan proses menyampaikan materi pembelajaran sedemikian rupa sehingga siswa dapat memahami dan menyerapnya, serta membimbing mereka dalam memahami dan mengaplikasikan konsep-konsep yang diajarkan dalam situasi dunia nyata. Tujuan pengajaran adalah untuk mempromosikan pemahaman yang mendalam, pemikiran kritis, kreativitas, dan pengembangan keterampilan yang relevan dalam konteks pendidikan. Secara umum, pengajaran merupakan bagian integral dari proses pembelajaran yang bertujuan untuk membantu peserta didik mencapai potensi maksimalnya dan berkembang menjadi individu yang terampil, berpengetahuan, dan berakhlak mulia. Dalam perspektif Islam, terdapat banyak pengajaran yang meliputi berbagai aspek kehidupan, mulai dari hubungan manusia dengan Allah SWT hingga interaksi sosial antara Al-Quran menekankan beberapa prinsip pengajaran yang penting bagi umat Islam. Prinsip- prinsip ini membimbing cara umat Islam mengajarkan ajaran agama kepada orang lain, baik secara formal maupun informal. Berikut adalah beberapa prinsip pengajaran yang diajarkan oleh Al-Quran Yang pertama adalah kewajiban menyampaikan ajaran agama Al-Quran menekankan menyampaikan ajaran agama kepada orang lain adalahkewajiban bagi umat Islam. Kedua, keterbukaan dan kesabaran. Al-Quran mengajarkan keterbukaan dan kesabaran dalam proses pengajaran. Ini termasuk sikap yang ramah, sabar, dan penuh perhatian terhadap orang yang diajar. Dan ini sesuai dengan firman Allah dalam surah Al-Araf ayat 199: aA aI eE aN aEOeIA e A a a eEa eA aO aOe aI e a eEa eAa aOa aeA a AA Jadilah orang yang pemaaf dan perintahlah . rang-oran. pada yang makruf, dan berpalinglah dari orang-orang bodoh. Ketiga, pengajaran dengan hikmah dan perintah yang baik. Al-Quran mengingatkan umat Islam untuk mengajarkan ajaran agama Islam dengan bijaksanadan dengan menggunakan Ali. AuPembelajaran Kooperatif Dalam Pengajaran Pendidikan Agama Islam. An-Nidzam: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam P-ISSN: 2355-8482. E-ISSN: 2580-95552020 DOI :x Vol. No. 1 Th 2024 kata-kata yang baik. Ini bertujuan agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan lebih baik oleh orang lain. Seperti dalam firman Allah dalam surah An-Nahl ayat 125: a Aa eO aE aaEa a eEa eE aI a aO eE aI eO aA Aa eOE naN aON aaOA a A acEA a A s aI acaI aacEa N aaO a eEa aI a aI eIA a A eIA a eAaO aA a A a eE aA a Aaea aEOA a AIa a aO a eaE aN eI aEaca eO NA aA a eEa aI a eE aI eNa aOeIA Serulah . kejalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik serta debatlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang paling tahu siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia pula yang paling tahu siapa yang mendapat petunjuk. Kempat, contoh yang baik. Al-Quran menekankan pentingnya memberikan contoh yang baik dalam pengajaran. Ini termasuk mencontohkan nilai-nilai yang diajarkan dalam perilaku sehari-hari agar orang lain dapat mengamati dan menirunya . Kelima, komitmen terhadap kebenaran. Al-Quran juga menekankan pentingya menegakkan kebenaran dalam proses pengajaran. Dan ini melibatkan ketegasan dalam menyampaikan pesan agama tanpa mengorbankan kebenaran dan integritas. Keenam, menghargai proses belajar orang lain. Al-Quran mengajarkan umat Islam untuk menghargai proses belajar orang lain dan memberikan bimbingan yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mereka. Ketujuh, mendorong pertanyaan dan refleksi. Al-Quran mendorong orang untuk bertanya dan merenungkan ajaran agama. Dan ini menciptakan suasana belajar yang terbuka dan memfasilitasi pemahaman yang lebih mendalam. Dengan memahami dan menerapkan prinsip-prinsip pengajaran ini, umat Islam dapat mejadi guru yang lebih efektif dalam menyampaikan ajaran agama kepada orang lain dan membimbing mereka menuju pemahaman yang lebih baik tentang Islam. Kriteria Pendidik dan Peserta didik Kriteria Pendidik Guru adalah titik penentu keberhasilan pendidikan. 8 Pendidik yang ideal adalah seseorang yang tidak hanya mengajar materi, tetapi juga memperhatikan perkembangan holistik siswa. Mereka membangun hubungan yang positif dengan siswa, mendukung Fikri. AuKONSEP PENDIDIKAN ISLAM. Pendekatan Metode Pengajaran. An-Nidzam: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam P-ISSN: 2355-8482. E-ISSN: 2580-95552020 DOI :x Vol. No. 1 Th 2024 pertumbuhan akademik dan emosional mereka, dan mendorong kreativitas serta pemikiran Pendidik ideal juga komunikatif, terbuka terhadap gagasan baru, dan selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas pengajaran mereka. Mereka adalah teladan yang baik yang menginspirasi siswa untuk mencapai potansi penuh mereka dan menjadi warga negara yang bertanggung jawab. Dalam perspektif Islam, seorang pendidik ideal adalah seseorang yang tidak hanya mengajar materi akademis, tetapi juga memperhatikan pembentukan karakter dan akhlak siswa sesuai dengan ajaran Al-Quran dan Sunnah. Pendidik adalah bapak spiritual peserta didik, yang membina jiwa dengan ilmu, menumbuhkan akhlak mulia, dan memperbaiki perilaku yang Beberapa karakteristik pendidik yang ideal yang dibutuhkan dalam Islam seperti ketakwaan, karena dalam Islam, pendidik harus memiliki takwa atau kesadaran yang tinggi akan Allah SWT. Takwa ini mendorong integritas, kejujuran, dan keadilan dalam setiap interaksi dengan siswa, rekan kerja, dan masyarakat. Kemudian, kemampuan mengajar yang baik dan kepedulian terhadap siswa, seorang pendidik harus mempunyai pengetahuan yang luas dan kemampuan mengajar yang efektif agar materi pelajaran tersampaikan dengan jelas dan dapat dipahami oleh siswa juga memahami kebutuhan dan potensi mereka, serta memberikan dukungan dan bimbingan yang diperlukan Seorang pendidik juga harus menjadi teladan yang baik bagi peserta didiknya juga dalam hal perilaku dan moral. Seperti menujukkan kasih sayang, rendah hati, kesabaran, dan keadilan dalam semua interaksi mereka dengan siswa dan orang lain. Pendidik yang baik harus memastikan bahwa pengajarannya konsistan dengan nilai-nilai Islam yang terkandung dalam Al-Quran dan Sunnah. Mereka harus mempromosikan keadilan, kasih sayang, toleransi, kerja keras, dan sikap menghargai sesama manusia dalam setiap aspek pembelajaran. Dan yang harus diperhatikan juga dalam kriteria pendidik ialah, kerjasama dengan orangtua dan komunitas. Karena ini dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung dan mempromosikan perkembangan holistik siswa. Terdapat banyak ayat dalam Al-Quran yang menggambarkan karakteristik pendidik ideal. Salah satunya ialah Surah Ali Imran ayat 110: Sabri. AuKarakteristik Pendidik Ideal Dalam Tinjauan Alquran. An-Nidzam: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam P-ISSN: 2355-8482. E-ISSN: 2580-95552020 DOI :x Vol. No. 1 Th 2024 e A aO aEI a eI aO ae a acI s a e a aA ca A aI eE aIIE aa aOae Ia IaOIa aA A Ea aEIa aO UeA a caA EaEIA a AcEEa s aOEa eO aIIa a eN aE eE aE aA a aA a e aI aOIa a eE aI e aOAa aO a eI aN eOIA aAEac aNI oa a I eI aN aI eE aIe Ia IaOIa aO a eEa aNa aI eEAa aCaOIA Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. Menurut Syaikh Prof. Wahbah Az-Zuhaili dalam Tafsir Al-Wajiz ayat 110 dalam surah Ali Imran disebutkan bahwa umat Islam sudah pasti adalah umat yang terbaik. Mereka orangorang yang dipilih karena mereka diperintahkan untuk menyeru kepada yang makruf, yaitu apa yang baik menurut syariat dan mengharamkan apa yang buruk, seperti perkataan, perilaku, atau tindakan apa pun yang bertentangan dengan syariat. Juga karena mereka beriman kepada Tuhan dan yakin bahwa Tuhan tidak mempunyai sekutu. Dan dari tafsir di atas dapat dipahami bahwa ayat ini menjelaskan bahwa pendidik yang ideal adalah mereka yang memerintahkan kebaikan, mencegah keburukan, dan beriman kepada Allah. Dengan mengimplementasikan nilai-nilai kebaikan dan mencegah kejahatan, pendidik dapat membimbing orang lain menuju kebaikan dan memperkuat fondasi moral masyarakat. Dengan memperhatikan karakteristik ini, seorang pendidik dapat menjadi teladan baik dan memberikan kontribusi yang positif dalam membentuk generasi yang berkepribadian luhur dan bermanfaat bagi masyarakat. Kriteria Peserta didik Peserta didik adalah individu yang belajar atau menerima pendidikan di berbagai tingkatan, mulai dari anak usia sekolah hingga yang menempuh pendidikan formal maupun non-formal. Mereka adalah subjek utama dalam proses pendidikan dan merupakan fokus utama dari upaya pendidikan. Menurut terminologi, siswa adalah peserta didik atau individu yang mengalami perubahan perkembangan yang masih memerlukan bimbingan dan arahan dalam pengembangan kepribadiannya dan sebagai bagian dari pembelajaran terstruktur. Chairuna. Siagian, and Dalimunthe. AuALACRITY : Journal Of Education. An-Nidzam: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam P-ISSN: 2355-8482. E-ISSN: 2580-95552020 DOI :x Vol. No. 1 Th 2024 Tujuan dari pendidikan ini adalah untuk membantu peserta didik berkembang menjadi pribadi yang mandiri dan mampu mengambil tanggug jawab atas pembelajaran dan kehidupan mereka serta memperhatikan kesejahteraan emosional peserta didik, menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung perkembangan kesehatan mental mereka. Peserta didik mempunyai peran sentral dalam proses pendidikan, dan keberhasilan mereka dalam memperoleh keterampilan, pengetahuan, dan nilai-nilai yang dibutuhkan untuk membentuk masa depan mereka dan kontribusi mereka terhadap masyarakat. Peserta didik diharapkan berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran, termasuk berpikir kritis, bertanya, dan berpatisipasi dalam diskusi. Dan karena peserta didik memiliki potensi unik yang perlu diidentifikasi, maka dari itu mereka perlu dibina, dan diberdayakan sesuai dengan bakat dan minatnya, untuk menjadi agen perubahan positif dalam masyarakat, dengan memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang memungkinkan mereka untuk berkontribusi secara efektif. Dan wawasan Al-Quran tentang peserta didik mencakup berbagai aspek yang penting untuk perkembangan spiritual, moral, intelektual, dan sosial mereka. Seperti dalam Al-Quran surah Al-Alaq ayat 1-5: AIa aI Ea I Oa Ea IA a AEac aI a ECaEa aoeI na Eac aIA AC oan aC a aO aacEa Ea E a oe aI EacA a aO aEaCa oan aEaCA A aC a a aI aaEa EacA a AaOA a AIa Ia IA a AE IA a AE IA s aAEA Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmu yang Maha Pengasih, yang mengajari manusia dengan pena dan tulisan. Dia mengajari manusia apa yang tidak diketahuinya. Dalam ayat ini. Al-Quran senantiasa menekankan pentingnya pengetahuan dan pembelajaran, mencari ilmu dan membaca. Dan yang harus diperhatikan mengenai sikap siswa terhadap pendidik yaitu kepercayaan peserta didik terhadap pendidik merupakan Langkah kunci keberhasilan dalam kegiatan pendidikan dan pembelajaran. Menurut Ibnu Katsir. Al-AoAlaq merupakan surah yang menceritakan tentang awal mula rahmat Allah kepada hamba-Nya, awal mula nikmat yang diberikan kepada hamba-Nya dan sebagai pengingat . akan penciptaan manusia dari Aoalaq. Fakhrurrazi. AuPESERTA DIDIK DALAM WAWASAN AL-QURAoAN. Ay Masykur and Solekhah. AuTafsir QurAoan Surah Al-AoAlaq Ayat 1 Sampai 5. An-Nidzam: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam P-ISSN: 2355-8482. E-ISSN: 2580-95552020 DOI :x Vol. No. 1 Th 2024 Allah SWT telah menciptakan manusia dengan potensi yang luar biasa yaitu Allah SWT memerintahkan manusia untuk menggunakan akalnya semaksimal mungkin melalui proses iqraAo, maknanya sangat luas, paling tidak dapat dipahami sebagai pemberian proses pendidikan dasar kepada manusia melalui pengembangan kemampuan intelektual dari dirinya. Dan juga dalam surah At-Tahrim ayat 6 Allah SWT berfirman: e aA aOeaOac aN EacaOIa a aIIA AcEE aI e a aI aNa eIA a AEa eO aN aI EaaEa aaE aa acE aO eA U A aE eI aO a eNEaO aE eI IA a a AA a ca aOCaOaNa EIA a ca aOIA a aAO Ca eO aIAA a A aO eEa aA aO aO eA aEaOIa aI Oae aI aOIA Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. Dalam kitab Tafsir As-SaAodi. Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-SaAodi menyebutkan bahwa menjaga diri dengan menaati perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya serta bertaubat atas perbuatan-perbuatan yang membuat Allah murka dan mengundan siksa-Nya serta mengurus keluarga dan anak, membesarkan, mendidik dan memerintahkan mereka untuk menaati perintah-perintah Allah. Berdasarkan ayat beserta tafsirnya yang tertera diatas dapat kita pahami bahwa kesetiaan dan tawakal kepada Allah dalam kehidupan seorang peserta didik sangat penting. Dengan memahami dan menghayati nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam ayat ini, peserta didik akan dapat membimbing hidup mereka sesuai dengan ajaran Islam, mencapai kesuksesan dunia dan akhirat, serta menjalin hubungan yang lebih dekat dengan Allah SWT. Beberapa hadis Rasulullah SAW juga relevan tentang aspek penting perkembangan mereka, diantaranya adalah "Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengamalkan sunnah tersebut. " (HR. Musli. Hadis ini menyoroti pentingnya berbagai penegtahuan dan menunjukkan jalan kebaikan kepada orang lain. Seorang peserta didik yang baik bukan hanya fokus pada peningkatan dirinya sendiri, tetapi juga berbagi ilmu dan menginspirasi orang lain untuk An-Nidzam: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam P-ISSN: 2355-8482. E-ISSN: 2580-95552020 DOI :x Vol. No. 1 Th 2024 berbuat baik. Dengan begitu, dia tidak hanya meningkatkan dirinya sendiri tetapi juga berkontribusi pada penigkatan moral dan spiritual masyarakat secara luas. Proses Pendidikan Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa proses merujuk pada serangkaian langkah atau aktivitas yang bertujuan untuk mencapai hasil tertentu. 13 Setiap langkah atau aktivitas ini melibatkan input . , proses . , dan output . Proses ini terjadi dalam setiap aktivitas manusia sebagai bagian dari tahap menuju tujuan yang telah Dalam perspektif Islam, terdapat sebuah konsep yang menjelaskan tentang perkembangan individu dalam proses belajar yang disebut sebagai filosofi fitrah. Filosofi ini mengacu pada potensi yang ada dalam diri manusia yang terdiri dari unsur psikologis dan unsur Hal tersebut sudah Allah gambarkan dalam Al-Qur'an surat An-Nahl ayat 78: a aAcEEa a e a a aE eI a I e eI A aA aO eEa eA aiAa oe a Ea aEac aE eI a e aE a eOIA a aA eO aI a acIN a aE eI aE a eEa aI eOIA ca AOeAUi oe acO a a aE Ea aE aI EA A aO NA a a a A eI a aO eEa eA Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani agar kamu bersyukur. Selain memberikan kemampuan untuk mendengar, melihat, dan menggunakan hati kepada manusia. Allah SWT juga memberikan sebuah fitrah yaitu potensi agama. Dalam fitrah itu. Allah memberikan berbagai kemampuan pokok yang memiliki kecenderungan untuk berkembang atau dalam pandangan psikologi disebut sebagai kemampuan dasar yang tumbuh secara otomatis. Selain kemampuan fitrah. Allah juga mencantumkan dalam kitab-Nya beberapa proses pendidikan dan pengajaran yang dapat dijadikan sebagai rujukan dalam dunia pendidikan dan pengajaran. Menulis dan Membaca Menulis dan membaca merupakan aspek yang tak terpisahkan dalam proses Kedua kegiatan tersebut tidak hanya diperlukan untuk proses belajar mengajar. Herawati. AuMemahami Proses Belajar Anak. Ay Siti Sholichah. AuTEORI-TEORI PENDIDIKAN DALAM AL-QURAoAN. An-Nidzam: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam P-ISSN: 2355-8482. E-ISSN: 2580-95552020 DOI :x Vol. No. 1 Th 2024 tetapi juga menjadi kunci untuk mengasah kemampuan dalam melakukan kegiatan ilmiah. Dan sebagaimana yang tercantum dalam Al-Quran surah Al-Alaq dari ayat 1-5: AIa aI Ea I Oa Ea IA a AEac aIA AC oan aC a aO aacEa Ea E a oe aI EacA a aO aEaCa oan aEaCA A aC a a aI aaEa EacA a AEac aI a ECaEa aoeIA a AaOA a AIa Ia IA a AE IA a AE IA s aAEA Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmu yang Maha Pemurah, yang mengajar manusia melalui pena dan tulisan. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. Dalam ayat tersebut, disampaikan bahwa manusia diharapkan untuk memahami tandatanda yang terdapat di alam semesta ini dengan berbagai cara, seperti meneliti, mendalami, menelaah, mencari, dan mengkritisi. Selain itu, ayat tersebut juga menyoroti pentingnya perintah untuk menulis menggunakan pena, yang dapat diartikan sebagai tindakan mendokumentasikan, merekam memotret, dan sebagainya. Dalam dunia pendidikan dan pengajaran, penting untuk diingat bahwa membaca dan menulis memiliki peran yang sangat vital dalam memperluas pengetahuan. Membaca memberikan akses ke berbagai jenis pengetahuan yang terdapat dalam buku, artikel, dan refrensi lainnya. Sementara menulis memungkinkan individu untuk mengelola dan mengungkapkan pikiran mereka sendiri, sehingga membantu mereka dalam berbagi ide dan pandangan dengan orang lain. Selain itu, kedua keterampilan ini juga berperan dalam pengembangan keterampilan imajinasi, karakter, komunikasi, kreativitas, dan pemberdayaan Praktik (Pengamala. Pendidikan tidak sekadar berkutat pada penyaluran dan peningkatan pengetahuan peserta didik, melainkan praktik juga turut berperan dalam menentukan berhasil atau tidaknya proses pendidikan dan pengajaran. 17 Sebagaimana yang tertera dalam Al-Quran surah Al-Mulk ayat 2: s U A aIA AaE aON aaO eE a aO ae eEa eO oe aA a aAIA a AO aEaCa eE aI eOa aO eE a OO a aE aO eEa aO aE eI aOac aE eI a eA e A Eac aA BUKU. AuKetahui Pentingnya Membaca Dan Menulis Serta Tujuannya. Ay Siti Sholichah. AuTEORI-TEORI PENDIDIKAN DALAM AL-QURAoAN. Ay 17 Witono. AuUpaya Meningkatkan Kualitas Pendidikan Nasional. An-Nidzam: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam P-ISSN: 2355-8482. E-ISSN: 2580-95552020 DOI :x Vol. No. 1 Th 2024 Yaitu yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dia Mahaperkasa lagi Maha Pengampun. Ayat tersebut relevan dengan praktik dalam proses pendidikan dan pengajaran karena mencakup prinsip evaluasi dan pengujian. Dalam konteks pendidikan, pembelajaran tidak hanya terbatas pada penyampaian materi pelajaran, melainkan juga melibatkan pengujian pemahaman dan keterampilan siswa melalui beragam metode evaluasi. Allah SWT menegaskan dalam ayat di atas bahwasanya Ia menciptakan kehidupan dan kematian untuk membuktikan manusia mana yang melakukan amalan terbaik. Selain memberikan umpan balik yang diperlukan untuk meningkatkan pemahaman siswa, evaluasi ini sangat penting untuk memastikan siswa telah mencapai tujuan pembelajaran. Praktik memungkinkan guru dan siswa menerapkan ide-ide teoritis ke dunia nyata. Praktik juga membantu siswa belajar keterampilan praktis seperti pemecahan masalah, keterampilan sosial, dan keterampilan berpikir kritis, yang diperlukan untuk kesuksesan di dunia nyata. Selain itu, pengalaman memungkinkan siswa untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang topik pelajaran karena mereka dapat melihat bagaimana teori-teori tersebut berkaitan dengan praktik sehari-hari. Berfikir dan Mengkaji Tafakur adalah suatu praktik yang melibatkan aktivitas mental seperti menyelesaikan masalah, mengambil keputusan, penilaian yang mendalam, dan membentuk ide-ide baru. Proses ini menggabungkan tiga dimensi sekaligus, yaitu intelektual, emosional, dan spiritual. Individu yang terlibat dalam tafakur mengandalkan informasi yang diperoleh melalui pancaindera manusia. Dalam Surah Ali Imran ayat 191 Allah menyebutkan pentingnya tafakkur dan mengkaji: ca aA EacaOIa Oae aE aOIA a A aI aOA aA e aIaEA ca AC EA a A aacIa aI aEa eCa aNa aa UaEA a A aOeE a eA a AcEEa CaOa UI aOCaaOU aOA a AEa O aIaO a aN eI aOOa acE aOIa AaO eaEA a a AA a a aCIaA a caA EIA . orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi . eraya berkat. AuYa Tuhan Belajar. AuPengertian Dan Konsep Dasar Praktik Pengajaran. An-Nidzam: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam P-ISSN: 2355-8482. E-ISSN: 2580-95552020 DOI :x Vol. No. 1 Th 2024 kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia. Mahasuci Engkau. Lindungilah kami dari azab neraka. Dalam ayat ini, ditegaskan betapa pentingnya mengingat Allah SWT dalam setiap situasi, baik itu ketika sedang berdiri, duduk, atau bahkan berbaring. Dalam konteks pendidikan, pesan ini menegaskan bahwa proses belajar seharusnya tidak hanya terjadi di dalam ruang kelas, tetapi juga harus tercermin dalam setiap aspek kehidupan sehari-hari. Selama proses pembelajaran, siswa diharapkan untuk meningkatkan kesadaran spiritual mereka agar pembelajaran dapat memiliki makna yang lebih dalam dan menyeluruh. Selain itu, dalam ayat tersebut juga ditekankan pentingnya pengembangan kecerdasan emosional, karena kesadaran akan keberadaan Allah SWT dapat memicu respon emosional yang kuat, seperti rasa kagum dan terpesona. Di dalam dunia pendidikan, menciptakan rasa kagum terhadap pengetahuan dan lingkungan sekitar dapat menjadi faktor pendorong yang kuat untuk meningkatkan motivasi Belajar dari Sejarah Al-Quran menghadirkan berbagai kisah yang berperan sebagai sumber pembelajaran, termasuk kisah-kisah mengenai para nabi terdahulu. Kisah pertemuan Nabi Musa dengan Nabi Khidir, kisah Nabi Isa. Nabi Yahya. Nabi Ibrahim, dan Luqmanul Hakim adalah beberapa Kisah-kisah ini memberikan pelajaran tentang cara mendidik anak agar senantiasa mengingat Allah SWT, menjauhi penyekutuan, serta mendorong mereka untuk berperilaku baik, menegakkan kebenaran, dan menjalani kehidupan dengan akhlak yang luhur. Salah satu ayat dalam Al-Quran menjelaskan tentang pentingnya pristiwa masa lalu atau sejarah untuk di ambil pelajarannya, yaitu surat Yusuf ayat 111: AA O aE aE aE aOs acONaUOA A aI aEIa a aOU O acA aAO aO EAE aI aA aOCa EacA a AA aN I a a aEaOEaO Ea E aA a AaO a OIa aOa O aN aO a a a a aA EaACa aEIa A aO CA AacO a aIU EaACa O sI O acIa Ia OIA Sungguh, pada kisah mereka benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal (Al-QurAoa. bukanlah cerita yang dibuat-buat, melainkan merupakan pembenar . itabAmriani. AuLingkungan Belajar Yang Nyaman Dan Menyenangkan: Pengertian. Manfaat Dan Cara Menciptakannya. An-Nidzam: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam P-ISSN: 2355-8482. E-ISSN: 2580-95552020 DOI :x Vol. No. 1 Th 2024 kita. yang sebelumnya, memerinci segala sesuatu, sebagai petunjuk, dan rahmat bagi kaum yang beriman. Dengan demikian. Al-Quran mengajarkan bahwa pendidikan tidak hanya terbatas pada aspek membaca dan menulis, tetapi juga meliputi pengamalan, berfikir dan mengkaji, serta belajar dari sejara. Semua proses ini membantu manusia untuk menjadi lebih baik dalam menjalani kehidupan di dunia dan akhirat. Media Pendidikan Kata "media" memiliki akar kata dari bahasa Latin yaitu "medius" yang mengandung makna sebagai tengah, perantara, atau pengantar. 20 Nurtuah Tanjung dalam artikelnya menyebutkan bahwa dengan memanfaatkan media secara kreatif, siswa dapat belajar dengan lebih efektif dan meningkatkan kinerja mereka sesuai dengan tujuan pembelajaran. Alat atau media pendidikan memiliki peran yang sangat penting karena mereka berfungsi sebagai sarana yang mendukung proses pembelajaran, terutama dalam merangsang indera pendengaran dan Kehadiran alat atau media bahkan dapat mempercepat pemahaman siswa karena mereka memungkinkan informasi disampaikan dengan lebih cepat dan lebih jelas. Media Manusia Dalam mengajarkan syariat Islam. Rasulullah SAW melibatkan semua komponen pendidikan seperti guru, pelajar, metode, materi pendidikan, tujuan pendidikan, dan media yang digunakan. Rasulullah SAW menggunakan dirinya sendiri sebagai media utama dalam proses pembelajaran bersama para sahabat. Melalui kata-kata, sikap dan sifat beliau, para sahabat mampu memahami syariat Islam dengan baik sehingga dapat mengamalkannya dengan Perilaku Rasulullah SAW sebagai media Allah berfirman dalam surat Al-Ahzab ayat 21: e AcEE aO eEOa eO aIA AcEE aEaO Ue sA a A EaCae aEIa Ea aE eI Aa eO aA A eO aE NA a AEa a aOaE aa NA a AIa aE aI eI aEIa Oa e aO NA a AcEEa a aeO aA YaAocub. AuMEDIA PENDIDIKAN PERSPEKTIF AL QURAN HADITS DAN PENGEMBANGANNYA. Ay 21 Tanjung. AuTafsir Ayat-Ayat Alquran Tentang Manajemen Sarana Prasarana Nurtuah Tanjung. An-Nidzam: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam P-ISSN: 2355-8482. E-ISSN: 2580-95552020 DOI :x Vol. No. 1 Th 2024 Sungguh, dalam diri Rasulullah terdapat contoh yang sangat baik bagi mereka yang berharap akan rahmat Allah, kedatangan hari Kiamat, dan yang senantiasa mengingat Allah. Dalam usahanya untuk memastikan ajaran agama Islam tersampaikan dengan baik oleh umatnya. Nabi menggunakan media tingkah laku pribadinya sebagai contoh yang baik, yang dikenal sebagai uswah hasanah. Tindakan-tindakan Rasulullah merupakan teladan positif dan memainkan peran sebagai media pendidikan. Selain perilaku, bagian tubuh juga dapat digunakan sebagai sarana dalam proses Banyak hadis yang mencatat bahwa Nabi Muhammad SAW menggunakan metode ini untuk menyampaikan ajaran agama Islam dan mendidik para sahabatnya. Berikut beberapa anggota badan sebagai media yang pernah Nabi praktekan: Media lidah dan jari Dalam riwayat Sufyan bin Abdillah Ats Tsaqafi. Nabi Muhammad ditanya mengenai dua hal yang sangat penting bagi umatnya untuk dipegang erat dan hal yang beliau khawatirkan terhadap umatnya. Saat memberikan jawaban untuk pertanyaan kedua, beliau secara singkat menunjuk ke lidahnya sendiri sebagai media penyampaian ilmu. Dengan tindakan tersebut. Nabi Muhammad dengan jelas menyampaikan pesan kepada sahabatnya. Penjelasan tersebut sangat detail karena fungsi dasar dari lidah adalah sebagai alat berbicara. Media Tangan dan Hidung Dalam Riwayat Ibnu Abbas, para sahabat mengajukan pertanyaan kepada Nabi Muhammad SAW tentang dua perkara terkait ibadah haji, yakni mengenai mencukur rambut sebelum menyembelih dan penyembelihan hewan sebelum melempar jumrah. Rasulullah menjawab Kedua pertanyaan tersebut dengan isyarat tangan yang menunjukkan bahwa tidak ada masalah atau kesalahan. Dalam keadaan ini, beliau memanfaatkan tangan sebagai sarana untuk memberikan pengajaran. Media Alam Media bumi, langit, dan gunung. Allah berfirman dalam surat al-ghashyiah ayat 18-21: Karo. AuWAWASAN ALQURAN TENTANG METODE PENDIDIKAN. An-Nidzam: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam P-ISSN: 2355-8482. E-ISSN: 2580-95552020 DOI :x Vol. No. 1 Th 2024 e a e aAeA a AeA aa a a E ea auIac aI a eIa aIa EaA ca A aO auEaO EA a A aO auEaO eE a eA a aAeA IA a A aEOA a A aO auEaO eE aa aE aEOA a A aIa aEOA Dan langit, bagaimana ia ditinggikan? Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan? Dan bumi bagaimana ia dihamparkan? Maka berilah peringatan, karena Sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan. Dijelaskan dalam ayat tersebut. Allah SWT menciptakan bumi beserta isinya sebagai salah satu sarana pembelajaran. Dalam konteks pendidikan, pengajaran ayat-ayat ini dapat dimanfaatkan untuk membangkitkan rasa kagum terhadap ciptaan Tuhan dan mengajarkan pentingnya memahami mengamati, dan menghargai alam semesta sebagai bukti kebesaranNya. Media Bulan dan Matahari Kedua objek langit, yaitu bulan dan matahari, mudah diamati oleh manusia karena keduanya memancarkan cahaya yang terang. Dalam pembelajaran Rasulullah menggunakan keduanya sebagai instrumen. Menurut Riwayat Ziyad bin Ilaqah. Ibnu Hajar menerangkan bahwa Rasulullah saw menekankan kepada para sahabatnya bahwa gerhana bulan dan matahari adalah tanda-tanda kebesaran Allah SWT yang Dia kirimkan dengan maksud mengancam Ketika terjadi gerhana matahari, beliau memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkuat iman para sahabat dan mengatasi keyakinan mereka memilki unsur khurafat dan bersifat takhayul. Dalam Al-Quran juga disebutkan dalam surah Yasin ayat 38 tentang matahari sebagai tanda kekuasaan Allah: ca A aOEA AO eEaE aaOIA a A a e aO aE aI eaCa s Eac aN oa aEaEa a eCA a A eIA a AaO eEa aA Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Materi Pendidikan Diskusi Al-Quran mengenai ilmu pengetahuan merangkum seluruh bidang pengetahuan, dari yang berkaitan dengan Islam hingga sektasa, sains dan sosial. Hal ini tergambar diberbagai ayat yang disebutkan dalam Al-Quran. Diskusi dalam kitab suci tentang YaAocub. AuMEDIA PENDIDIKAN PERSPEKTIF AL QURAN HADITS DAN PENGEMBANGANNYA. An-Nidzam: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam P-ISSN: 2355-8482. E-ISSN: 2580-95552020 DOI :x Vol. No. 1 Th 2024 ilmu pengetahuan bertujuan untuk menumbuhkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT dalam diri peserta didik. 24 Secara umum materi terbagi menjadi dua: Studi Keislaman Dalam studi keislaman, terdapat beragam bidang ilmu yang terlibat. Secara umum, dapat dibagi menjadi dua kategori: Pengetahuan yang esensial dalam memahami Islam, serta pengetahuan yang menjadi dasar dan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Bagian awal mencakup studi bahasa Arab seperti balaghah. Nahwu. Sharaf. Ulum Al-Hadits, ulum qurAoan, mantiq, ushul fiqh dan lain-lain. Sementara bagian kedua mencakup Aqidah. Fiqh, akhlak, dan Sejarah. Dalam Al-Quran terdapat banyak ayat yang menuntun manusia untuk memperkuat keyakinan dalam aqidah, dan ketaatan, kepada Allah, serta menghiasi dirinya dengan akhlak yang mulia. Allah berfirman dalam surah An-Nisa ayat 36-37 : ca A aO eaaOA a AcEEa aO aE a e a aEO a aNA a aA eE aIA a AIU aO aaO eECa ea O aO eEOaa aI O aO eE aIA a A eOU aO a eE aO aEaO aeI au eA a A aO eECa ea O aO eE aA a AaOI aO eE aA a AEA e A aO aE aO aI aIEaEA AOA ca A aO aeI EA U AcEE aE Oaa ac aII aEIa aI e UaE Aa aA a A a eE aIA a aOEAacA a ca Aa a eO aIIa aE eI s au acIA AO eE aIa OA a ca A a eEa e aE s aO aII aO aaO acE Aaua acIA a caAEacaOIa aO e aEaOIa aO aO e aI aOIa EIA ca AcEE N aaO eEa aIA Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat-baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh. Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri. orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir, dan menyembunyikan karunia yang telah diberikan Allah kepadanya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir azab yang menghinakan. Sains Sosial dan Eksakta Selain studi keislaman, program studi pendidikan dalam pandangan Al-Quran juga mencakup ilmu sosial dan eksakta. Untuk mencapai tujuan utama pendidikan Islam, penting untuk mengintegrasikan pembelajaran di kedua bidang ini dengan kajian keislaman. 25 Karena Hardiyati and Baroroh. AuPendidikan Perspektif Al-Quran ( Studi Tafsir Tarbawi Karya Ahmad Munir ). Ay 25 Nashori et al. ILMU SOSIAL DAN HUMANIORA DALAM PERSPEKTIF ISLAM. An-Nidzam: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam P-ISSN: 2355-8482. E-ISSN: 2580-95552020 DOI :x Vol. No. 1 Th 2024 itu, pembahasan Al-Quran mengenai kedua bidang studi tersebut tidak dapat dipisahkan dari keyakinan dan iman kepada Allah. Allah menyatakan dalam Surat Ar-RaAod ayat 2-3: ca A ac a EA A UcIO s Oa aA a A aI aOA ca A accEEa EacaO a a EA a A aI s aa eOIa aN a acI e aaO OA a A aaO aeA a A aO eECa aI a aE UcE Oae aO aeE a a sE acIA a AEaO eEa e a aOA a A eIA aA EaaEac aEI a aECaa aa aE eI aOCaIaOIA a AA aE eOaA Ae a eI a Oa a A A oa ua acI AaOA a A aOIa I aE aE E ac aI aA U AaO aO a eI aNA a AaON aaO EacaO aIac e a eA a A aa aE AaO aN a eO aO aeI eIaO aeI Oa eaO EEac eO aE EIac aNA a A aO aa aE AaO aN a aOA A aECa eO sI Oa acE aOIA s AaEaEa aeEOaA Allah lah yang meninggikan langit tanpa tiang . yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas AoArsy. Dia menundukkan matahari dan bulan. masing-masing berjalan menurut waktu yang telah ditentukan. Dia mengatur urusan . akhluk-Ny. , dan menjelaskan ayat-ayat-Nya, agar kalian yakin akan pertemuan dengan Tuhan kalian. Dan Dia yang menghamparkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai di atasnya. Dan padanya Dia menjadikan semua buah-buahan berpasang-pasangan. Dia menutupkan malam kepada siang. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda . ebesaran Alla. bagi orang-orang yang berpikir. Ayat ini menggambarkan hakikat alam semesta yang dapat diamati oleh manusia, seperti langit yang tegak tanpa tiang, pergerakan bulan dan matahari pada jalurnya, serta simbol alam di bumi, seperti gunung yang mengokohkan permukaannya. Dilihat dari perspektif dunia studi ilmu pengetahuan, ayat ini dengan jelas membahas ilmu bidang sosial dan eksakta. Dan lebih spesifik lagi, ayat tersebut mengulas geografi,astronomi, pertahanan, dan pertanian. Oleh karena itu, tujuan pembelajaran studi Islam sama dengan tujuan pembelajaran ilmu-ilmu sosial dan eksakta, dan perbedaannya hanya pada aspek intelektual dan psikomotorik, sementara tujuan baiknya tetap sama. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa Karakteristik pembelajaran menurut perspektif Al-Quran adalah memiliki dasar ketauhidan dan keimanan dalam semua aspek bidang keilmuan. KESIMPULAN Quranweb. AuTafsir Surat Ar-RaAod Ayat 2-3. An-Nidzam: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam P-ISSN: 2355-8482. E-ISSN: 2580-95552020 DOI :x Vol. No. 1 Th 2024 Pendidikan dan pengajaran adalah dua bentuk proses pentransferan ilmu dalam rangka membantu manusia mengembangkan pengetahuan, wawasan, fisik, emosianal, dan mental. Islam sebagai agama yang membawa cahaya menuju kebenaran, dan Al-Quran sebagai pedoman kehidupan manusia telah memberikan perannya dalam mengoptimalkan dunia pendidikan dan pengajaran. Terbukti dari banyaknya ayat Al-Quran yang secara umum maupun khusus membahas tentang dua aspek tersebut. Mulai dari kriteria pesesta didik dan pendidiknya, kemudian media yang membantu proses pembelajaran, hingga materi pendidikan pun tercantum dalam Al-QurAoan. Tentu saja baginda Nabi Muhammad SAW yang menyempurnakan peran Al-QurAoan tersebut karena beliau yang menjelaskan kandungan ayat di dalamnya baik dengan perkataan atau langsung melalui perbuatan . Maka, baik peserta didik maupun pendidik penting bagi mereka untuk memahami ayat-ayat tersebut serta mempraktekannya agar mampu mengikuti proses pendidikan dan pengajaran sebaik mungkin. REFERENSI