Volume 2 Nomor 1 . ISSN (P): 3048-3212 ISSN (E): 3025-499X DOI: Implementasi Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar untuk Mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 Reni Setyowati1 1STAI YPBWI Surabaya ABSTRAK Implementasi pendidikan karakter menjadi penting dalam mewujudkan visi Indonesia menuju Generasi Emas 2045. Tantangan pembentukan karakter saat ini meliputi krisis moral dan etika akibat kemajuan teknologi. Oleh karena itu, pendidikan karakter sangatlah penting dibangun sejak dini. Penelitian ini diimplementasikan oleh pemerintah Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tinjauan pustaka dengan lima tahapan: menemukan literatur yang relevan dengan topik penelitian, evaluasi terhadap sumber-sumber literatur, identifikasi tema dan kesenjangan antara teori, pembuatan struktur garis besar dalam penyusunan literatur, serta penyusunan ulasan literatur yang mengikuti format standar penulisan naskah akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter yang meliputi keterlibatan aktif dari guru, orang tua, dan masyarakat dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan karakter siswa. Kata Kunci: Implementasi. Pendidikan Karakter. Generasi Emas 2045 ABSTRACT The implementation of character education is important in realizing Indonesia's vision towards the Golden Generation 2045. The challenges of character formation today include moral and ethical crises due to technological advances. Therefore, character education is very important to be built early on. This study aims to identify character education policies implemented by the Indonesian The method used in this study is a literature review with five stages: finding literature relevant to the research topic, evaluating literature sources, identifying themes and gaps between theories, creating an outline structure in compiling literature, and compiling a literature review that follows the standard format for writing academic manuscripts. The results of the study indicate that character education that includes active involvement from teachers, parents, and the community can create an educational environment that supports the development of student character. Keywords: Implementation. Character Education. Golden Generation 2045 renisetyowati@stai-ypbwi. Jl. Wedoro PP No. 66 Wedoro. Waru. Sidoarjo JawaTimur Reni Setyowati PENDAHULUAN Karakter bangsa dibangun dari nilai etika inti . ore ethical value. yang bersumber dari nilai-nilai agama, falsafah Negara dan budaya. Nilai yang bersumber dari budaya bangsa amat banyak dan beragam serta mengandung nilai luhur bangsa yang dapat menjadikan bangsa ini memiliki modal sosial yang tangguh untuk membangun peradaban unggul. Namun realitas kini menunjukan bahwa nilai-nilai luhur budaya bangsa, mengalami banyak tantangan, disebabkan derasnya nilai-nilai luar yang masuk dan mengintervensi nilai asli budaya bangsa. Pendidikan menginternalisasikan nilai-nilai moral dan karakter, sehingga nantinya akan menciptakan manusia yang baik. 1 Di balik kemajuan teknologi yang pesat, terdapat pula sisi kelam yang patut diwaspadai. Penyebaran informasi palsu, kecanduan media sosial, pergeseran pola konsumsi, dan pelanggaran privasi menjadi contoh nyata dampak negatif teknologi yang dapat menggerogoti integritas moral bangsa Indonesia. 2 Pendidikan yang holistik dan adaptif sangat diperlukan untuk menghadapi tantangan-tantangan ini serta memastikan terbentuknya generasi yang berkarakter kuat dan bermoral tinggi. Permasalahan pendidikan karakter di Indonesia berkaitan dengan keseimbangan pencapaian akademis dan pembentukan karakter. Pendekatan pendidikan saat ini masih terlalu fokus pada aspek kognitif, mengabaikan aspek afektif dan empati. 3 Dalam konteks Pengembangan generasi muda di Indonesia harus komprehensif. Fokusnya tidak hanya pada kecerdasan akademis, tetapi juga nilai moral, etos kerja positif, dan kemampuan adaptasi tinggi. Indonesia pada tahun 2045 akan mencapai momen penting menuju Indonesia Emas ketika usianya genap 100 tahun. Sasaran utama dari bonus demografi ini adalah generasi milenial. Tantangan terbesar yang dihadapi bangsa Indonesia dalam menghadapi Suwardani. AuQUO VADISAy PENDIDIKAN KARAKTER: dalam Merajut Harapan Bangsa yang Bermartabat. Bali: UNHI Press Ulfah. DIGITAL PARENTING: Bagaimana Orang Tua Melindungi Anak-anak dari Bahaya Digital? . Tasikmalaya: Edu Publisher. Mahyuddin. Sura. , & Sulaiman. Kajian Revolusi Konseling Islam dalam Pembentukan Pendidikan Karakter Era Revolusi Mental 4. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP), 7. , 6927-6935. JSPED Vol. 2 No. Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar untuk Mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 bonus demografi adalah apakah generasi muda atau generasi milenial mampu berpikir dan bertindak dengan kesadaran kritis. Dalam menghadapi tantangan ini, pembentukan moral generasi muda yang memiliki karakter kuat dan siap bersaing di era global menjadi salah satu prioritas utama di bidang pendidikan. Karakteristik dari generasi emas ini mencakup kemampuan mengembangkan sikap dan karakter yang menekankan nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, kreativitas, kepemimpinan, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan lingkungan sosial dan teknologi. Pemerintah Indonesia berupaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui penetapan kebijakan pemerintah yang diwujudkan dalam bentuk kurikulum. Kemampuan literasi digital mendorong generasi milenial untuk bersikap dan berperilaku secara cerdas, positif, dan solutif dalam menghadapi tantangan global. Kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual (IESQ) menjadi tolok ukur penting dalam pembentukan karakter generasi emas milenial 2045 yang unggul. 5 Oleh karena itu, pemerintah secara berkelanjutan melakukan penyesuaian kurikulum agar selaras dengan kebutuhan zaman, memastikan generasi muda tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki keterampilan dan karakter yang mumpuni. Pendidikan karakter hendaknya tidak hanya menularkan nilai-nilai, tetapi juga menumbuhkan penalaran etis, kesadaran, otonomi, tanggung jawab, dan kasih sayang pada siswa. Pendidikan nilai harus membekali mereka dengan kecakapan intelektual Ae pemikiran kritis dan evaluasi, refleksi, penemuan, pemahaman, pengambilan keputusan, dan banyak lagi Ae yang diperlukan untuk penilaian moral yang bertanggung jawab dan berkontribusi terhadap kebaikan yang lebih besar. 6 Tujuan ini diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Kunci utama untuk mencapai Generasi Emas 2045 terletak pada inovasi pendidikan. Inovasi ini harus mencakup metode dan pendekatan yang efektif dalam menanamkan Hartinah. Patimah. Faruk. Zulkarnain. Mardikawati. , & Prastawa. Inovasi Pendidikan Berkarakter Menciptakan Generasi Emas 2045. Journal on Education, 6. , 1323013237. Listyaningsih. Alrianingrum. , & Sumarno. Ma. Preparing Independent Golden Millennial Generation Through Character Education. In 2nd Annual Conference on Education and Social Science (ACCESS 2. Atlantis Press. Ziha. Value Education In Law School Curriculum: Cultivating Moral Autonomy. Pravni vjesnik, 40. , 7-30. JSPED Vol. 2 No. Reni Setyowati nilai-nilai moral dan etika pada peserta didik, sehingga mereka tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki integritas dan keterampilan sosial yang tinggi. Penelitian oleh Lembong menunjukkan Kebijakan Merdeka Belajar memfasilitasi pembelajaran variatif dan interaktif. Guru bebas menentukan tujuan dan metode pengajaran sesuai kebutuhan siswa. Kebijakan ini mendukung pembelajaran berpusat pada siswa dan memanfaatkan teknologi Merdeka Belajar juga memungkinkan siswa mengembangkan potensi dengan memilih mata pelajaran sesuai Kebijakan ini diharapkan meningkatkan partisipasi siswa dan mutu pembelajaran, serta meminimalisir kesenjangan akses pendidikan. Penelitian Rambung menunjukkan transformasi pendidikan melalui Kurikulum Merdeka. Kurikulum ini menekankan kebebasan dan keterlibatan aktif siswa. Pendekatannya mengutamakan keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, kreativitas, dan kolaborasi. Kurikulum Merdeka mendorong siswa menjadi pembelajar Hal ini mempersiapkan mereka menghadapi tantangan dunia modern. Penelitian Aziz mengungkapkan proses penyempurnaan kurikulum di Indonesia. Setiap perubahan menyesuaikan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat. Kurikulum Merdeka menyesuaikan tren global dan dinamika lokal. Sayangnya, belum ada penelitian yang fokus pada transformasi pendidikan karakter melalui kebijakan pemerintah Indonesia menuju Generasi Emas 2045. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengisi kekosongan tersebut dengan mengidentifikasi kebijakan pendidikan karakter yang diimplementasikan oleh pemerintah. Penelitian ini juga akan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas kebijakan pendidikan karakter dan peran institusi pendidikan, masyarakat, serta pemangku kepentingan dalam mendukung implementasi kebijakan tersebut menuju Generasi Emas 2045. Dalam konteks Indonesia Emas 2045, pendidikan karakter bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah atau lembaga pendidikan formal, tetapi juga melibatkan peran Lembong. Lumapow. , & Rotty. Implementasi Merdeka Belajar sebagai Transformasi Kebijakan Pendidikan. Jurnal Educatio FKIP UNMA, 9. , 765-777. Rambung. Sion. Bungamawelona. Puang. , & Salenda. Transformasi Kebijakan Pendidikan Melalui Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar. JIP: Jurnal Ilmu Pendidikan, 1. , 598-612. Aziz. Setiawan. Hariadi. , & Setianingsih. Transformasi kebijakan kurikulum pendidikan di Indonesia sebagai landasan pengelolaan pendidikan. Attractive: Innovative Education Journal, 4. , 217-228. JSPED Vol. 2 No. Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar untuk Mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 aktif dari berbagai pihak, termasuk keluarga, komunitas, dan pemerintah. Kolaborasi antar stakeholder ini menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pembentukan karakter yang kuat pada setiap individu yang sudah termuat dalam pemikiran pedagogik kritis yang dimana ingin melahirkan manusia yang berkarakter, berwawasan masa depan, dan idealis. Dengan demikian, pendidikan karakter menjadi suatu keharusan bagi Indonesia dalam menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045. Hanya dengan memiliki generasi yang kuat secara karakter. Indonesia dapat menjadi negara yang berdaulat, berkeadilan, dan berbudaya pada tahun 2045. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan adalah literature review. Metodologi ini memungkinkan peneliti untuk secara sistematis memilih dan menilai sejumlah literatur yang relevan dengan permasalahan penelitian, kemudian mensintesis temuan-temuan dari penelitian tersebut. 10 Metode penelitian yang digunakan yaitu metode studi literatur, dimana penulis mengumpulkan berbagai data pustaka yang bersumber dari jurnal artikel ilmiah, berbagai hasil penelitian yang berbentuk skripsi serta sumber relevan lainnya. Pentingnya Literature Review peneliti dapat mengidentifikasi masalah yang belum terpecahkan dan merumuskan pertanyaan penelitian yang lebih spesifik. Literature review dapat membantu peneliti untuk memahami teori-teori yang ada dan mengembangkan teori baru atau menguji teori yang sudah ada. Dengan meninjau penelitian sebelumnya, peneliti dapat menghindari pengulangan penelitian yang sama. Penulis memilih metode ini karena mampu mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis literatur yang relevan secara sistematis. Metode ini sangat cocok untuk menganalisis permasalahan yang diteliti karena memberikan pemahaman yang lebih komprehensif dan menyeluruh tentang topik yang dibahas. Tahapan penyusunan literature review adalah sebagai berikut: Ridwan. Suhar. Ulum. , & Muhammad. Pentingnya Penerapan Literature Review pada Penelitian Ilmiah. Jurnal Masohi, 2. , 42-51. JSPED Vol. 2 No. Reni Setyowati Sumber: (Cahyono et al. , 2. Pertama, peneliti menemukan literatur yang relevan dengan topik penelitian melalui pencarian data berdasarkan kata kunci. 11 Kelayakan artikel ditandai dengan banyaknya jumlah kutipan yang dimiliki, sehingga layak dijadikan sebagai sumber referensi dalam penyusunan tinjauan literatur. 1213 Sebanyak 30 artikel digunakan sebagai sumber data, dengan kata kunci yaitu transformasi, kebijakan, dan pendidikan. Sumber literatur tersebut diambil dari berbagai database terpercaya, seperti Scopus. Google Scholar, dan Sinta bereputasi. Kedua, peneliti melakukan evaluasi terhadap sumber-sumber literature review. Memeriksa referensi yang memiliki kredibilitas tinggi dan teori yang berkaitan dengan topik penelitian. 14 Meninjau dari teori awal dan konsep turunannya. Setelah mengevaluasi referensi, peneliti mencatat setiap referensi yang akan digunakan, baik dalam bentuk konsep atau parafrase, untuk menghindari plagiarisme. Catatan ini juga Cahyono. Sutomo. , & Hartono. Literatur review. panduan penulisan dan Jurnal Keperawatan, 12. , 12-12. Randolph. A guide to writing the dissertation literature review. Practical Assessment. Research, and Evaluation, 14. , 13. Hart. Doing Your Literature Review. Releasing the research imagination. 2nd edn London: Sage/OU. Isbn 9781526419217. Cahyono. Sutomo. , & Hartono. Literatur review. panduan penulisan dan Jurnal Keperawatan, 12. , 12-12. JSPED Vol. 2 No. Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar untuk Mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 memudahkan peneliti dalam memasukkan kutipan ke dalam literatur review. Setelah evaluasi, ditemukan 20 artikel yang relevan untuk digunakan sebagai data penelitian. Ketiga, peneliti melakukan identifikasi tema dan kesenjangan antara teori dengan kondisi lapangan. 15 Peneliti melakukan beberapa langkah yaitu: mengidentifikasi teori, metode, atau hasil. menemukan tema dan memetakan konsep yang terulang dalam mengenali perbedaan pendapat dan analisis kontradiksi dalam teori, metode, atau hasil. mengidentifikasi publikasi penting. menemukan kesenjangan dalam literatur dengan mengeksplorasi tema atau topik yang tidak tersedia. Keempat, membuat struktur garis besar dalam penyusunan literatur review. Tahapan yang dapat dilakukan adalah: 1. kronologis: peneliti harus menyusun literatur review berdasarkan urutan waktu untuk memahami perkembangan pendidikan karakter di Indonesia dari masa ke masa. tematik: identifikasi tema-tema utama yang muncul dalam literatur terkait transformasi pendidikan karakter di Indonesia, seperti nilai-nilai karakter, pendekatan implementasi, evaluasi kebijakan, serta tantangan atau kesempatan yang dihadapi. metodologis: tinjau berbagai metode penelitian yang digunakan dalam literatur terkait untuk memahami pendekatan yang telah digunakan dalam mempelajari transformasi pendidikan karakter. Langkah-langkah untuk mendapatkan data yang sesuai dengan topik penelitian dan menyusun literatur review yang terstruktur, meliputi: 1. menetapkan tujuan penelitian dengan jelas, termasuk ruang lingkup transformasi pendidikan karakter yang ingin diteliti. melakukan tinjauan literatur kronologis untuk memahami perkembangan pendidikan karakter di Indonesia. identifikasi tema-tema utama dan metode penelitian yang digunakan dalam literatur terkait. mengumpulkan data dari berbagai sumber yang relevan, seperti dokumen kebijakan pemerintah, jurnal ilmiah, laporan penelitian, dan publikasi online. menganalisis data sesuai dengan struktur garis besar yang telah Kelima, penyusunan ulasan literatur review yang mengikuti format standar penulisan naskah akademik, yang terdiri dari: 1. pendahuluan literatur review: bagian ini harus jelas menetapkan fokus dan tujuan penulisan literatur review. isi literatur Cahyono. Sutomo. , & Hartono. Literatur review. panduan penulisan dan Jurnal Keperawatan, 12. , 12-12. Cahyono. Sutomo. , & Hartono. Literatur review. panduan penulisan dan penyusunan. Jurnal Keperawatan, 12. , 12-12. JSPED Vol. 2 No. Reni Setyowati review: penyusunan isi literatur review disesuaikan dengan keinginan peneliti, tetapi harus memperhatikan agar tidak membuat pembaca merasa bosan atau kesulitan memahami isi. kesimpulan: pada bagian ini, peneliti merangkum temuan utama dari literatur review dan korelasi antara teori-teori yang dibahas. Langkah-langkah untuk mendapatkan data yang sesuai format standar adalah sebagai berikut: 1. pendahuluan literatur review: menjelaskan secara singkat latar belakang masalah, konteks kebijakan pendidikan karakter di Indonesia, dan urgensi transformasi pendidikan karakter menuju visi Generasi Emas 2045. Menetapkan fokus dan tujuan literatur review, seperti menyelidiki evolusi kebijakan pendidikan karakter, menganalisis implementasi kebijakan yang ada, serta mengidentifikasi kesenjangan atau tantangan yang perlu diatasi. isi literatur review: melakukan tinjauan literatur kronologis untuk melacak perkembangan pendidikan karakter, mengorganisasikan isi literatur review berdasarkan tema-tema utama yang muncul, seperti penekanan nilai-nilai karakter, pendekatan pembelajaran yang digunakan, serta tantangan dan peluang dalam kesimpulan: menyajikan ringkasan temuan utama dari literatur review, menjelaskan implikasi temuan tersebut terhadap pemahaman tentang transformasi pendidikan karakter di Indonesia dan upaya menuju Generasi Emas 2045. HASIL DAN PEMBAHASAN Pendidikan ialah usaha yang dirancang secara sadar agar dapat mencapai suasana belajar dan proses pembelajaran yang membentuk potensi diri, mempunyai pemahaman keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang dibutuhkan para peserta didik dan juga masyarakat. Pembentukan karakter siswa adalah sebagai penyeimbang kecakapan kognitif bagi pesera didik. Upaya mewujudkan Generasi Emas 2045, pemerintah Indonesia telah mengimplementasikan berbagai kebijakan pendidikan karakter. Pembentukan karakter siswa adalah sebagai penyeimbang kecakapan kognitif bagi pesera didik. Upaya mewujudkan Generasi Emas 2045, pemerintah Indonesia telah mengimplementasikan berbagai kebijakan pendidikan Pendidikan karakter artinya proses membentuk kepribadian seorang individu Cahyono. Sutomo. , & Hartono. Literatur review. panduan penulisan dan Jurnal Keperawatan, 12. , 12-12. JSPED Vol. 2 No. Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar untuk Mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 yang dirancang secara sadar dengan nilai-nilai yang terdapat dalam masyarakat. Nilainilai tersebut berasal dari: agama. bangsa Indonesia adalah rakyat yang religius. Dengan begitu, nilai-nilai dari pendidikan karakter wajib mempunyai nilai dan kaidah yang berasal dari agama. Dalam publikasinya yang berjudul AuPedoman Pelaksanaan Pendidikan KarakterAy . Pusat Kurikulum Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan sudah mengidentifikasikan 18 nilai pembentukan karakter yang merupakan hasil penelitian empiris terhadap kurikulum. Berpusat pada pendidikan agama, pancasila, budaya dan nasional. Berikut Daftar Nilai Karakter Berdasarkan Kemendiknas: 1. Religius/beragama 2. Bersikap jujur 3. Bersikap toleransi terhadap perbedaan 4. Kerja Disiplin 6. Berpikir kreatif 7. Mandiri. Demokratis. Rasa ingin tahu yang Mempunyai semangat kebangsaan 2. Mempunyai sikap cinta tanah air 3. Menghargai prestasi 4. Bersahabat/komunikatif 5. Cinta damai 6. Gemar membaca 7. Peduli terhadap lingkungan sekitar 8. Peduli sosial 9. Tanggung jawab. Faktor-faktor yang dapat memengaruhi efektivitas kebijakan pendidikan karakter menuju Generasi Emas 2045 di Indonesia. Berikut adalah beberapa di antaranya: komitmen yang kuat dari pemerintah dalam mendorong dan melaksanakan kebijakan pendidikan karakter menjadi faktor kunci, efektivitas pencapaian tujuan pendidikan karakter memerlukan dukungan anggaran memadai. SDM berkualitas, dan pemantauan serta evaluasi berkelanjutan, pendidikan karakter menjadi pilar utama dalam membangun peradaban yang berkelanjutan, terutama di era modern yang penuh dengan kompleksitas dan dinamika, pendidikan karakter berperan penting dalam membentuk individu yang bermoral, bertanggung jawab, dan mampu menjadi agen perubahan positif bagi Pada pendidikan karakter di sekolah, tidak bisa cepat dan instan, tetapi wajib mengikuti berbagai proses yang panjang. Oleh sebab itu, pada proses internalisasi pendidikan karakter sekolah wajib memperhatikan beberapa prinsip. Ada sebelas prinsip agar berhasil dalam pendidikan karakter yang efektif menurut Character Education Quality adalah sebagai berikut: Kamaruddin. Zulham. Utama. , & Fadilah. Pendidikan Karakter di Sekolah: Pengaruhnya Terhadap Pengembangan Etika Sosial dan Moral Siswa. Attractive: Innovative Education Journal, 5. , 140-150. JSPED Vol. 2 No. Reni Setyowati Mengutamakan nilai-nilai dasar etika sebagai basis karakter. Mengidentifikasikan karakter secara komprehensif agar meliputi pemikiran, perasaan, dan perilaku Menggunakan pendekatan yang tajam, pro-aktif, dan efektif untuk membentuk Membangun komunitas sekolah yang mempunyai kepedulian. Memberi kesempatan pada peserta didik untuk menunjukkan sikap yang baik. Mempunyai cakupan terhadap kurikulum yang bermakna serta menantang yang menghargai seluruh peserta didik, membentuk karakter mereka, serta membantu mereka untuk sukses. Mengusahakan timbulnya motivasi pada diri peserta didik. Memfungsikan seluruh staf sekolah jadi komunitas moral yang mengembangkan tanggung jawab untuk pendidikan karakter dan setia kepada nilai dasar yang sama. Adanya pembagian kepemimpinan moral dan dukungan luas dalam membentuk inisiatif pendidikan karakter. Memfungsikan keluarga dan anggota masyarakat sebagai mitra dalam usaha menciptakan karakter. Mengevaluasi karakter sekolah, fungsi staf sekolah sebagai guru karakter, dan manifestasi karakter positif dalam kehidupan peserta didik. Tahun 2045 merupakan tepat 100 tahun Indonesia merdeka. Diharapkan pada tahun tersebut Indonesia mempunyai generasi emas. Generasi emas adalah sebuah ungkapan atau konotasi yang digunakan sebagai harapan bahwa akan hadirnya generasigenerasi Indonesia yang unggul, hebat, dan genius dalam segala bidang teknologi serta ilmu pengetahuan yang akan membangun NKRI menjadi sebuah bangsa yang kuat, unggul, besar, dan berdaulat di mata dunia. AuGenerasi EmasAy ini dipilih karena sebagai konotasinya karena kata emas merupakan sebuah benda dengan unsur kimia dengan nilai materi yang sangat tinggi dan diinginkan banyak orang. Menurut Sugiharto (Prasetyo, 2. terdapat delapan langkah untuk menghadapi tantangan 2045, yaitu: . Memberantas kasus kelaparan dan kemiskinan yang ekstrim. Kamaruddin. Zulham. Utama. , & Fadilah. Pendidikan Karakter di Sekolah: Pengaruhnya Terhadap Pengembangan Etika Sosial dan Moral Siswa. Attractive: Innovative Education Journal, 5. , 140-150. JSPED Vol. 2 No. Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar untuk Mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 . Mencapai pendidikan dasar untuk semua. Mendorong kesetaraan gender serta pemberdayaan perempuan. Menurunkan angka kematian anak. Meningkatkan kesehatan ibu. Memerangi atau melawan penyakit menular seperti HIV/AIDS, malaria, dan lainya. Menentukan kelestarian lingkungan hidup. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan. Dari beberapa langkah tersebut yang menjadi highlight adalah Aumencapai pendidikan dasar untuk semuaAy karena pendidikan merupakan sebuah hal penting dalam menciptakan sebuah generasi yang produktif atau generasi yang maju. Pendidikan menjadi sebuah kunci utama dalam menciptakan generasi emas tahun Generasi emas harus memperoleh pendidikan yang bermutu agar dapat membangun bangsa Indonesia ini menjadi unggul, kuat, serta berdaulat di mata dunia. Selain pendidikan untuk memperoleh berbagai ilmu pengetahuan serta di bidang teknologi, generasi emas ini harus dibekali pendidikan karakter yang sesuai dengan jati diri serta karakter bangsa. Dengan adanya keseimbangan antara kompetensi atau keterampilan di berbagai bidang ilmu pengetahuan dengan karakter atau generasi yang berkarakter maka generasi emas mampu membangun bangsa Indonesia yang maju, berdaulat serta unggul di kancah internasional. Pendidikan karakter menjadi salah satu faktor dalam peningkatan kualitas Inovasi pendidikan karakter bagi generasi emas diharapkan mampu memberikan perubahan yang lebih baik bagi pendidikan di Indonesia. Perlu adanya usaha dan kerjasama dari semua pihak yaitu antara pemegang kebijakan dan pelaku kebijakan supaya harapan dan cita-cita tersebut tidak akan terwujud. Oleh sebab itu, peran pendidikan yang berdasarkan karakter dan jati diri bangsa akan menciptakan generasi emas yang memiliki etika dan berbudaya. Generasi emas akan mencetak kualitas manusia yang unggul di masa depan, sebagaimana yang telah dicita citakan bersama, membangun generasi emas dengan pendidikan karakter merupakan bagian penting dalam memajukan pendidikan Indonesia. Prasetyo. Generasi Emas 2045 sebagai Fondasi Mewujudkan Siklus Peradaban Bangsa Melalui Implementasi Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar. Seminar Nasional Kurikulum 2013, 3, 82. http://staffnew. id/upload/131453197/pengabdian/semnas-pgsd-tanjungpura-pontianak160414. JSPED Vol. 2 No. Reni Setyowati KESIMPULAN Pendidikan karakter menjadi kunci utama dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045, dengan melahirkan generasi yang berkarakter mulia dan siap berkontribusi bagi bangsa. Tantangan moral, dampak negatif kemajuan teknologi, ketidaksesuaian nilai dengan kebutuhan pasar kerja, perubahan sosial dan budaya, serta tuntutan visi Generasi Emas 2045 yang memunculkan perlunya transformasi dalam pendidikan Pembentukan karakter peserta didik berpusat pada pendidikan agama, pancasila, budaya dan nasional. Generasi emas adalah harapan bahwa akan hadirnya generasi-generasi Indonesia yang unggul, hebat, serta jenius dalam segala bidang teknologi dan ilmu pengetahuan yang akan membentuk NKRI menjadi sebuah bangsa yang kuat, unggul, besar, dan berdaulat secara global. Pendidikan menjadi sebuah kunci utama dalam menciptakan generasi emas tahun 2045. Generasi emas wajib dibekali pendidikan karakter yang sesuai dengan jati diri dan karakter bangsa. Implementasi pendidikan karakter bisa dilaksanakan menggunakan struktur kurikulum yang sudah ada dan mantap dimiliki oleh sekolah, yaitu pendidikan karakter berbasis kelas, budaya sekolah, dan masyarakat. Generasi emas akan mencetak kualitas insan yang unggul di masa depan, sebagaimana yang telah dicita-citakan bersama, membangun generasi emas dengan pendidikan karakter merupakan bagian penting dalam memajukan pendidikan Indonesia. REFERENSI/DAFTAR PUSTAKA