Urecol Journal. Part B: Economics and Business Vol. 3 No. eISSN: 2797-1902 Encourage Purchase Decisions at J. CO Donuts with Brand Image. Positive Word of Mouth. Social Media Promotion and Location Tri Indah Nugraheni . Luk Luk Atul Hidayati Department of Management. Universitas Muhammadiyah Magelang. Magelang 56172. Indonesia indahnugraheni002@gmail. https://doi. org/10. 53017/ujeb. Received: 18/01/2023 Revised: 12/02/2023 Accepted: 10/03/2023 Abstract The purpose of this study is to determine the effect of brand image, positive word of mouth, social media promotion and location on purchasing decisions. The sample criteria used in this study were consumers who had bought J. CO Donuts more than once. The sampling method is purposive sampling with a total sample of 100 respondents. The analytical tool used is multiple linear regression with the help of SPSS 25. 0 software. The results of this study indicate that brand image, positive word of mouth, social media promotion and location have a positive and simultaneous effect on purchasing decisions. Partially, brand image, social media promotion and location have a positive and significant effect on purchasing decisions, while positive word of mouth has no effect on purchasing decisions. Keywords: Brand Image. Positive Word of Mouth. Social Media Promotion. Location. Purchasing Decisions Mendorong Purchase Decision di J. CO Donuts dengan Brand Image. Positive Word of Mouth. Social Media Promotion dan Location Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh brand image, positive word of mouth, social media promotion dan location terhadap purchasing decisions. Ktiteria sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu konsumen yang pernah membeli J. CO Donuts lebih dalri 1 kal i. Metode pengambilan sampel yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Alat analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan bantuan software SPSS 25. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa brand image, positif word of mouth, social media promotion dan location berpengaruh positif dan simultan terhadap purchasing decisions. Secara parsial brand image, social media promotion dan location berpengaruh positif dan signifikan terhadap purchasing decisions sedangkan positive word of mouth tidak berpengaruh terhadap purchasing decisions. Kata kunci: Citra Merek. Positive Word of Mouth. Promosi Media Sosial. Lokasi. Keputusan Pembelian Pendahuluan Perubahan lingkungan yang dinamis menjadikan persaingan dalam dunia bisnis menjadi semakin bertambah ketat. Pengembangan nilai produk dalam memenuhi kebutuhan konsumen harus terus dikembangkan dalam perusahaan mendapatkan keunggulan bersaing dalam jangka panjang. Bisnis makanan saat ini masih menjanjikan Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 3 No. Tri Indah Nugraheni and Luk Luk Atul Hidayati karena pasarnya yang masih terus tumbuh dan meningkat. Disamping peluang pasarnya yang masih sangat luas. Namun untuk dapat memenangkan pasar konsumen suatu perusahaan dituntut untuk dapat mementukan nilai yang akan ditawarkan ke konsumen dan merumuskan strategi pemasarannya secara tepat. Peningkatan kegiatan di bidang pemasaran harus dilaksanakan secara terencana atau dengan menentukan strategi pemasaran yang tepat . Salah satu makanan favorit masyarakat Indonesia adalah donat sehingga industri makanan ini masih sangat diminati. Hal ini dapat dilihat dari terus berkembangnya perusahaan yang bermain dalam industri ini, dengan berbagai variasi rasa yang terus dikembangkan sebagai nilai yang ditawarkan kepada konsumen. Banyak varian rasa dikembangkan mulai dari rasa green tea, red velvet, oreo, almond, lemon, serbuk kelapa, dan masih banyak lagi . Purchasing decisions merupakan perilaku konsumen tentang bagaimana individu, kelompok, dan organisasi memilih, membeli, menggunakan barang, jasa, ide atau pengalaman untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan mereka . Banyak faktor dapat menjadi pendorong seseorang melakukan pembelian. Studi berkaitan dengan keputusan pembelian, saat ini juga telah banyak menjelaskan berbagai macam variabel yang dapat mendorong seseorang dalam pengambilan keputusan pembelian. Penelitian ini mencoba menggali peran brand image, positive word of mouth, social media promotion dan location dalam mendorong konsumen melakukan pembelian. Beberapa hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya beberapa telah mampu mendukung penalitian ini. Brand image mendorong keputusan pembelian morinaga . , . Word of mouth berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian konsumen . , . social media marketing dapat mendorong secara positif terhadap keputusan pembelian pada fast food isndustri . , location menjadi faktor penentu konsumen dalam pengambilan keputusan untuk pembelian . , . Brand Image merupakan persepsi yang dimiliki oleh konsumen saat pertama kali mendengar slogan dari brand sehingga dapat diingat dan tertanam di benak konsumen . Brand merupakan suatu nama, istilah, simbol desain atau tanda yang dapat menjadi ciri khas produk yang dihasilkan oleh perusahaan . Word of mouth merupakan proses pemasaran atau pembicaraan yang dilakukan dari mulut ke mulut mengenai suatu merek, produk, layanan yang disampaikan dengan cara lisan karena telah menggunakan suatu Ketika konsumen merasa puas akan produk yang telah dipakainya dan bercerita mengenai kebaikan produk maka disebut sebagai positive word of mouth . Social media dapat menyampaikan informasi lebih cepat, mengingat sebagian besar orang sudah menggunakan social media. Social media promotion merupakan bentuk komunikasi yang kompleks yang beroperasi untuk mengejar tujuan dan menggunakan strategi untuk mempengaruhi pikiran, perasaan, dan tindakan konsumen. Social media promotion akan mempengaruhi purchasing decisions sehingga omset dari perusahaan akan meningkat . Lokasi yang tepat mempunyai keuntungan bagi perusahaan yaitu. pertama mengurangi fleksibilitas, kedua, mempengaruhi pertumbuhan. Pemilihan lokasi yang tepat mampu mendorong pertumbuhan sehingga dapat mempertahankan kelangsungan outlet . Berdasarkan apa yag telah disampaikan diatas, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas pemasaran yang dilakukan perusahaan dalam mengembangkan brand image, positive word of mouth, social media promotion dan pemilihan lokasi dalam mendorong konsumen melakukan purchasing decisions di J. CO Donuts di Magelang. Dalam industri makanan Donuts masih menjadi favorit di keluarga Indonesia, sehingga perusahaan yang bergerak dibidang ini juga terus berkembang dan mengalami peningkatan. Jika dilihat dari tingkat kepopuleran, secara nasional dalam industri yang sama J. Donuts saat ini mampu bertahan untuk menduduki posisi pertama dengan nilai proporsi Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 3 No. Tri Indah Nugraheni and Luk Luk Atul Hidayati sebesar 94%. Posisi kedua yaitu DunkinAo Donuts dengan presentase kepopuleran sebesar Posisi ketiga yaitu McDonaldAo Ice Cream dengan presentase kepopuleran sebesar 90%. Posisi keempat yaitu Baskin Robbins dengan presentase kepopuleran sebesar 70%, dan terakhir posisi kelima yaitu Krispy Kreme dengan presentase kepopuleran sebesar 56%, sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 1. Krispy Kreme Baskin Robbins McDonald's Ice Cream Dunkin' Donuts CO Donuts Presentase Tingkat Kepopuleran Gambar 1. Presentase Tingkat Kepopuleran . Berdasarkan dari penjelasan pada latar belakang di atas maka permasalahan penelitian ini berhubungan dengan kemampuan perusahaan khususnya industri makanan donuts dalam memaksimalkan kegiatan pemasaranya untuk mendorong konsumen melalukan pembelian di J. CO Donuts melalui brand image, positive word of mouth, social media promotion dan location, sehingga pertanyaan penelitianya dapat dirumuskan sebagai Apakah brand image, positive word of mouth, social media promotion dan location secara simultan berpengaruh terhadap purchasing decisions pada konsumen J. Donuts di Magelang? Apakah brand image berpengaruh terhadap purchasing decisions pada konsumen J. Donuts di Magelang? Apakah positive word of mouth berpengaruh terhadap purchasing decisions pada konsumen J. CO Donuts di Magelang? Apakah social media promotion berpengaruh terhadap purchasing decisions pada konsumen J. CO Donuts di Magelang? Apakah location berpengaruh terhadap purchasing decisions pada konsumen J. Donuts di Magelang? Literatur Review Telah Teori Theory of Reasoned Action (TRA) Teori yang digunakan sebagai dasar pengembangan penelitian ini adalah Theory of Reasoned Action (TRA). Teori ini menjelaskan tentang berubahnya perilaku manusia di pengaruhi oleh niat hasil dan sikap pada perilaku. Terdapat hubungan yang signifikan dan substansial antara niat individu terhadap perilaku dan niat dipengaruhi oleh sikap individu dan norma subyektif . Niat perilaku seseorang terhadap perilaku merupakan faktor penentu apakah ada tidaknya individu melakukan perilaku . Purchasing Decisions Keputusan pembelian konsumen merupakan faktor penting dalam kegiatan Keputusan pembelian merupakan perilaku yang berdasar pada teori TRA Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 3 No. Tri Indah Nugraheni and Luk Luk Atul Hidayati perubahanya ditentukan oleh nilai perilaku. Nilai inilah yang dapat digunakan pemasar untuk mengubah perilaku dalam mendorong konsumen melakukan pembelian melalui mempengaruhi sikap dan norma subyektifnya. Purchasing decisions merupakan kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan mempergunakan barang yang ditawarkan . Pendapat lain mengatakan bahwa purchasing decisions merupakan pembuatan keputusan yang dilakukan oleh konsumen dengan cara mencari informasi mengenai produk atau merek tertentu . Jadi keputusan pembelian dapat menggambarkan seberapa jauh para pemasar mengkomunkasikan produknya ke konsumen sehingga mempengaruhi sikap konsumen dalam mendorong niat konsumen dalam melakukan pembelian. Brand Image Upaya pertama yang dapat dilakukan organisasi dalam mengkomunikasikan produk ke konsumen adalah dengan mengembangkan Brand image. Kegiatan pengembangan image sebuah brand penting dilakukan karena brand image sangat berkaitan dengan reputasi dan kredibilitas produk yang kemudian akan menjadi pedoman bagi konsumen untuk mencoba atau menggunakan suatu produk sehingga menimbulkan pengalaman tertentu. Brand image akan menentukan apakah konsumen tersebut akan menjadi loyalis brand atau hanya sekedar oporturis . udah pindah ke brand lai. Positive Word of Mouth Pengembangan Positive word of mouth dalam mendorong pengambilan keputusan terkadang lebih mengena dibandingkan metode lain. Mendorong konsumen agar merekomendasikan produk yang pernah digunakan ke orang lain akan sangat membantu perusahaan dalam menjangkau audiens lebih luas lagi dan membangun reputasi merek yang positif. Positive word of mouth merupakan komunikasi dari orang ke orang antar sumber pesan dan penerima pesan dengan cara tidak komersial mengenai suatu produk, pelayanan atau merek . Maka sebuah kesadaran untuk menyampaikan produk yang digunakan ke orang lain diharapkan dapat mendorong niat untuk menggunakan produk Social Media Promotion Era digital menjadikan adanya keterbukaan informasi, dimana masyarakat bebas dalam menyampaikan dan mengakses informasi tanpa dibatasi ruang dan waktu. Hal ini terjadi akibat perkembangan teknologi digital yang terjadi saat ini. Perkembangan teknologi digital menjadikan perubahan lingkungan yang sangat cepat dan dinamis, sehingga tingkat persaingan menjadi semakin komplek dan terbuka. Pemanfaatn teknologi digital menjadi tidak terelakan lagi didalam kegiatan pemasaran. Salah satu pemanfaatanya adalah penggunaan media sosial dalam mempromosikan produknya. Social media promotion merupakan suatu usaha dalaam bidang informasi, menghimbau, membujuk dan komunikasi, yang mana dapat dikatakan bahwa social media promotion merupakan pertukaran informasi dua arah antara pihak-pihak yang terlibat dengan memanfaatkan media . Location Lokasi memiliki fungsi yang strategis dalam menentukan perkembangan organisasi. Lokasi menjadi pertimbangan konsumen dalam mendapatkan produk atau layanan suatu Lokasi yang mudah dijangkau oleh para konsumen mendorong konsumen melakukan keputusan pembelian terhadap suatu produk. Lokasi merupakan struktur fisik dari suatu usaha yang merupakan sebuah komponen utama yang terlihat dalam membentuk Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 3 No. Tri Indah Nugraheni and Luk Luk Atul Hidayati kesan usaha dalam melakukan penempatan dan kegiatan dalam menyediakan saluran pelayanan yang dibutuhkan oleh pelanggan . Perumusan Hipotesis Hipotesis yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: H1: Brand image, positive word of mouth, social media promotion dan location secara simultan berpengaruh terhadap purchasing decisions. H2: Brand image berpengaruh positif terhadap purchasing decisions. H3: Positive word of mouth berpengaruh positif terhadap purchasing decisions. H4: Social media promotion berpengaruh positif terhadap purchasing decisions. H5: Location berpengaruh positif terhadap purchasing decisions. Metode Populasi dan Sampel Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri dari objek yang memiliki karakteristik tertentu, yang mana dapat diterapkan oleh peneliti untuk ditarik sebuah kesimpulan . Berdasarkan dari pengertian populasi tersebut maka yang akan menjadi populasi penelitian ini adalah konsumen yang pernah melakukan pembelian J. CO Donuts. Sampel merupakan bagian dari populasi yang diambil melalui cara-cara tertentu dan memiliki karakteristik tertentu yang dapat mewakili populasi . Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah non-probablity sampling yang merupakan teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan kesempatan atau peluang yang sama bagi setiap anggota populasi. Metode pengambilan sampel dari penelitian ini menggunakan purposive sampling. Purposive sampling merupakan teknik penentuan sampel dengan suatu pertimbangan tertentu . Adapun kriteria responden yang ditetapkan adalah sebagai berikut: konsumen yang pernah membeli J. CO Donuts lebih dari 1 kali dan berusia mulai dari 17 tahun. Karena penelitian ini belum mengetahui pasti dari berapa banyak populasi yang akan diteliti . menyerankan bahwa ukuran sampel di dapat dari jumlah indikator yang digunakan dalam selutuh variabel. Dengan perhitungan sebagai berikut: n = . x jumlalh instrumen yalng digunalkal. = . = 100 sampel Metode Pengumpulan Data Jenis data dalam penelitian ini yaitu kuantitatif. Sumber data yang digunakan yaitu data primer. Data primer merupakan data yang didapat dari sumber pertama, individua tau perorangan . Data primer ini berupa jawaban responden atas kuesioner yang dibagikan untuk konsumen yang pernah membeli J. CO Donuts. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode angket . Dalam mengumpulan data responden diukur dengan menggunakan skala likert digunakan untuk sikap dan pendapat responden yang diminta untuk melengkapi kuesioner yang mereka jawab guna menunjukkan persetujuan terhadap serangkaian pertanyaan . Adapun kategorinya adalah sebagai berikut: Sangat Setuju (SS) Setuju (S) Netral (N) Tidak Setuju (TS) Sangat Tidak Setuju (STS) Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 3 No. Tri Indah Nugraheni and Luk Luk Atul Hidayati Analisis Data Deskripsi Responden Statistik deskriptif responden memberikan gambaran umum yang komprehensif tentang jenis kelamin, usia, dan pekerjaan. Berdasarkan penyebaran kuesioner yang telah dilakukan identifikasi profil responden sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 1. Tabel 1. Distribusi Frekuensi Keterangan Kriteria Jumlah Presentase Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Jumlah 36,9% 63,1% Usia 17-25 tahun 26-35 tahun 36-45 tahun 46-55 tahun Jumlah 82,9% 15,3% 0,9% 0,9% Pekerjaan Pelajar/Mahasiswa Pegawai Negeri Pegawai Swasta Wirausaha Jumlah 53,2% 10,8% Sumber: Data primer yang diolah, 2023 Hasil statistik deskriptif responden di atas secara rinci dapat dijelaskan sebagai Jenis kelamin - Berdasarkaln data yang disajikan pada Tabel 1 di atas, terlihat bahwa mayoritas dari konsumen J. CO Donuts adalah perempuan. Hal ini ditunjukkan dari jumlah responden perempuan sebanyak 70 . ,1%). Sedangkan sisanya adalah responden laki-laki dengan jumlah sebanyak 41 . ,9%). Umur - Berdasarkan usia responden, partisipasi responden didominasi oleh rentan usia 17-25 tahun sebanyak 92 responden. Usia 26-35 tahun sebanyak 17 responden. Usia 36-45 tahun sebanyak 1 responden. Usia 46-55 tahun sebanyak 1 responden. Pekerjaan - Pada statistik pekerjaan, menjelaskan bahwa sebagian besar adalah mahasiswa yang berjumlah 59 responden, 0 responden bekerja sebagai pegawai negeri, 20 responden bekerja sebagai pegawai swasta, 12 responden bekerja sebagai wirausaha dan 20 responden memiliki pekerjaan lain yang tidak dimasukkan di kuesioner pada bagian opsi Uji Instrumen Uji Validitas - Uji validitas digunakan untuk mengukur valid atau tidaknya suatu kuesioner, suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut . Pengujian penelitian ini menggunakan Confirmatory Factor Analysis, yang digunakan untuk menguji apakah indikator dari pengukuran konstruk memiliki loading faktor tinggi, maka dikatakan valid jika apabila nilai cross loading>0,5 . Alat ujin lain yang digunakan yaitu dengan melihat Kaiser-Meyer-Olkin (KMO) dan Measures of sampling Adequacy (MSA) dengan nilai yang dikehendaki >0,05. Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan dengan SPSS maka Tabel 1 menunjukkan bahwa nilai KMO-MSA semua variabel >0,50, nilai signifikansi BarlettsAos Test <0,05 dan nilai Cross Loading untuk setiap butir pernyataan bernilai >0,50. Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 3 No. Tri Indah Nugraheni and Luk Luk Atul Hidayati Sehingga dapat dikatakan bahwa item pertanyaan yang digunakan valid dan dapat digunakan untuk uji selanjutnya. Uji Reliabilitas - Uji reliabilitas adalah alat yang digunakan untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator-indikator dari variabel atau konstruk . Tingkat reliabilitas dapat diukur dengan SPSS menggunakan pengujian Statistik Cronbach Alpha . Jika nilai Cronbach Aplha >0,70 maka dikatakan valid. Jika nilai Cronbach Aplha <0,70 maka dikatakan tidak valid. Hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa nilai Cronbach Alpha variabel brand image, positive word of mouth, social media promotion, location dan purchasing decisions memiliki hasil nilai >0,70. Sehingga dapat dikatakan reliabel dan dapat digunakan untuk pengujian Analisis Regresi Linier Berganda Analisis regresi linier berganda merupakan metode analisis yang digunakan untuk menggambarkan hubungan satu variabel dependen yang diperkirakan akan berhubungan dengan satu atau lebih variabel independent . Berdasarkan hasil pengujian (Tabel . Tabel 2. Analisis Regresi Linier Berganda Model Konstanta Brand Image Positive Word of Mouth Social Media Promotion Location 0,065 0,222 0,010 0,303 0,477 Sig. 0,857 0,016 0,916 0,000 0,000 Sumber: Data primer yang diolah, 2023 Berdasarkan Tabel 2 diperoleh persamaan sebagai berikut: Y = 0,065 0,222X1 0,010X2 0,303X3 0,477X4 Dari persamaan diatas dapat dijelaskan bahwa nilai-nilai yang ada sebagai berikut: Persamaan tersebut memiliki nilai konstanta sebesar 0,065 atau bernilai positif yang artinya ketika nilai variabel brand image, positive word of mouth, social media promotion dan location dianggap sama dengan 0 . idak ad. dan purchasing decisions tetap ada, hal ini dikarenakan variabel lain yang tidak masuk ke dalam model. Nilai koefisien regresi brand image sebesar 0,222 dan bernilai positif dan signifikan menunjukkan bahwa apabila semakin meningkat brand image maka purchasing decisions akan meningkat. Nilai koefisien regresi positive word of mouth sebesar 0,010 dan bernilai positif tetapi tidak signifikan artinya apabila positive word of mouth semakin baik maka purchasing decisions akan meningkat. Nilai koefisien regresi social media promotion sebesar 0,303 dan bernilai positif dan signifikan artinya apabila social media promotion semakin berkualitas, menarik atau baik maka purchasing decisions akan meningkat. Nilai koefisien regresi location sebesar 0,477 dan bernilai positif dan signifikan menunjukkan bahwa semakin strategis location maka purchasing decisions akan Uji Hipotesis Koefisien Determinasi (R. - Uji koefisien determinasi bertujuan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 3 No. Tri Indah Nugraheni and Luk Luk Atul Hidayati koefisien determinasi antara nol . sampai dengan satu . Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independent dalam menjelaskan variasi variabel dependen sangat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independent memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel Hasil pengolahan data dengan SPSS diperoleh hasil untuk R2 sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 3. Tabel 3. Koefisien Determinasi Adjusted R Square 0,811 Sumber: Data primer yang diolah, 2023 Berdasarkan hasil perhitungan pada Tabel 3, besarnya adjusted R square sebesar 0,811, hal ini berarti bahwa brand image, positive word of mouth, social media promotion dan location mampu menjeaskan purchasing decisions sebesar 81,1% sedangkan sisanya 18,9% . % - 81,1%) dijelaskan oleh faktor-faktor lain diluar penelitian ini. Uji F (Uji Globa. - Uji F menunjukkan apakah semua variabel independen memiliki pengaruh secara Bersama-sama terhadap variabel dependen. Pengujian dilakukan dengan membandingkan kriteria. Tingkat signifikansinya pada uji F adalah 0,05 . %) pada derajat pembilang . = k-1 ddan tingkat kebebasan penyebut . = n-k, dimana n merupakan total dari responden dan k adalah jumlah variable. Ho: 1 = 2 = 3 = 4 = 0 Hal: 1 O 2 O 3 O 4 O 0 Jika nilai Fhitung > Ftabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya variabel independen berpengaruh secara simultan terhadap variabel dependen. Jika Fhitung < Ftabel, maka Ho diterima dan Ha ditolak yang artinya variabel independent tidak berpengaruh secara simultan terhadap variabel dependen. Hasil dari pengolahan data diperoleh nilai F ditunjukkan pada Tabel 4. Tabel 4. Uji F F hitung F tal\bel Sig. 106,859 2,47 0,000 Sumber: Data primer yang diolah, 2023 Dari hasil uji F menunjukan bahwa nilai probabilitas 0,00 lebih kecil dalri 0,05 yaitu 0,00<0,05 dan Fhitung sebesar 106,859. nilai Ftabel didapatkan dari berdasarkan jumlah responden . = . dan jumlah variabel penelitian . = . , maka df1 = 5-1 = 4 dan df2= 1005= 95, df . dengan siginifikasi5%. maka nilai Ftabel sebesar 2,47. hasil tersebut menunjukkan bahwa Fhitung 106,859>Ftabel 2,47, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat dilihat bahwa brand image, positive word of mouth, social media promotion dan location berpenharuh positif dan simultan terhadap purchasing decisions (H1 diterim. Uji t (Parsia. - Uji t pada dasarnya menunjukkan seberapa besar pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variabel dependen . Pengaruh yang paling dominan dari masing-masing variabel independen untuk menjelaskan variabel dependen dengan tingkat signifikasi level sebesar 0,05 . =5%) dengan df=n-k, dimana n adalah jumlah data atau responden dan k adalah jumlah variabel penelitian. Kriteria yang digunakan adalah . Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 3 No. Tri Indah Nugraheni and Luk Luk Atul Hidayati Ho : 1 = 0, maka bisa dikatakan bahwa tidak terdapat pengaruh antara variabel independent terhadap variabel dependen. Ha : CA O 0, maka dikatakan bahwa masih ada pengaruh antara variabel independent terhadap variabel dependen. Pengaruh secara parsial pada masing-masing variabel independent. Ditentukan dengan kriteria pengujian adalah sebagai berikut: Apabila t tabelt tabel, maka variabel independen secara individual berpengaruh terhadap variabel dependen (Ho ditola. , kedua variabel akan berpengaruh signifikan apabila nilai signifikasinya <0,05 Berdasarkan jumlah responden . dan jumlah variabel penelitian . , maka df= 100-5 = 95, maka nilai t tabel nya . sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 5. Tabel 5. Uji t Hipotesis T hitung T talbel Sig. H2: Pengaruh Brand Image Terhadap Purchasing Decisions H3: Pengaruh Positive Word of Mouth Terhadap Purchasing 2,446 0,105 1,661 1,661 0,016 0,916 3,680 1,661 0,000 4,979 1,661 0,000 Decisions H4: Pengaruh Social Media Promotion Terhadap Purchasing Decisions H5: Pengaruh Location Terhadap Purchasing Decisions Sumber: Data primer yang diolah, 2023 Hasil dan Pembahasan Hasil Pengujian Hipotesis Dari hasil pengujian pada uji parisal . dengan membandingkan nilai t hitung dan t tabel maka didapatkan hasil pengaruh parsialnya dapat ditunjukkan: Pengaruh Brand Image Terhadap Purchasing Decisions Berdasarkan uji t dapat diketahui bahwa Thitung 2,446>Ttalbel 1,661 dengan nilai signifikansi 0,016<0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Maka dapat dikatakan bahwa varialbel brand image berpengaruh positif dan siginifikan terhadap purchasing decisions (H2 diterim. Pengaruh Positive Word of Mouth Terhadap Purchasing Decisions Berdasarkan uji t dapat diketahui bahwa Thitung 0,1050,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa Ho diterima dan Ha ditolak. Maka dapat dikatakan bahwa varialbel positive word of mouth tidak berpengaruh terhadap purchasing decisions (H3 ditola. Pengaruh Social Media Promotion Terhadap Purchasing Decisions Berdasarkan uji t dapat diketahui bahwa Thitung 3,680>Ttalbel 1,661 dengan nilai signifikansi 0,000<0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Maka dapat dikatakan bahwa variabel social media promotion berpengaruh positif dan signifikan terhadap purchasing decisions (H4 diterim. Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 3 No. Tri Indah Nugraheni and Luk Luk Atul Hidayati Pengaruh Location Terhadap Purchasing Decisions Berdasarkan uji t dapat diketahui bahwa Thitung 4,979>Ttalbel 0,661 dengan nilai signifikansi 0,000<0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Maka dapat dikatakan bahwa varialbel location berpengaruh positif dan signifikan terhadap purchasing decisions (H5 diterim. Hasil dan Pembahasan Pengaruh Brand Image. Positive Word of Mouth. Social Media Promotion Dan Location Secara Simultan Terhadap Purchasing Decisions Hasil pengujian menunjukkan bahwa brand image, positive word of mouth, social media promotion, dan location secara simultan terhadap purchasing decisions dengan nilai Fhitung 106,859 > Ftalbel 2,47 dan nilai probabilitas 0,00 lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,00<0,05. Brand image yang baik akan menambah keyakian konsumen dalam memilih suatu produk. media promotion akan menjadi daya tarik konsumen dengan cara perusahaan mampu membuat sebuah konten yang menarik kemudian di upload di social media seperti Instagram. Positive word of mouth dapat mempengaruhi konsumen dalam membeli suatu produk karena sering kali konsumen mendapatkan cerita atau rekomendasi dari orang lain. Selain itu perusahaan yang memiliki location yang strategis akan menjadikan konsumen lebih tertarik karena konsumen akan melihat kenyamanan dari location gerai tersebut. Hal tersebut berkaitan dengan Theory of Reasoned Action (TRA) yang menjelaskan perilaku manusia yang dipengaruhi oleh keyakinan dan sikap. Sikap konsumen akan mempengaruhi purchasing decisions hal ini dapat dilihat dari sikap konsumen dalam mencari tahu informasi mengenai produk yang akan mereka beli melalui positive wors of mouth maupun social media promotion. Pengaruh Brand Image Terhadap Purchasing Decisions Berdasarkan hasil pengujian menunjukkan nilai Thitung 2,446 > Ttalbel 1,661 dan nilai signifikansi 0,016< 0,05. Semakin kuat brand image, maka purchasing decisions akan Sebaliknya, semakin lemah brand image maka tidak akan timbul purchasing decisions seseorang untuk membeli produk. Sama halnya dengan pembahasan pada hipotesis sebelumnya, bahwa pada penelitian ini, mayositas responden adalah perempuan. Seperti yang diketahui bahwa perempuan lebih memprioritaskan brand image dalam perilaku purchasing decisions. Hal tersebut berkaitan dengan Theory of Reasoned Action (TRA) yang menjelaskan bahwa adanya hubungan antara keyakinan, sikap, kehendak dan perilaku yang tergambar jelas pada penelitian ini. Persepsi dan keyakinan mereka terhadap sebuah donat baik dari sisi kualitas produk, pelayanan dan sisi yang lainnya dapat terbentuk karena adanya brand image yang dibangun oleh gerai itu sendiri. Brand image menjadi sebuah janji dari perusahaan kepada target pasarnya, sehingga ketika image yang disampaikan mampu memberikan kesan tersendiri di benak banyak orang, maka hal tersebut akan mempengaruhi purchasing decisions. Brand image yang dibangun oleh J. Donuts baik itu dari nama, slogan, logo, produk menjadi saksi keberhasilan gerai ini dalam menarik minat banyak orang untuk membeli donat di gerai J. CO Donuts. Pengaruh Positive Word of Mouth Terhadap Purchasing Decisions Berdasarkan hasil pengujian menunjukkan nilai Thitung 0,105 < Ttalbel 1,661 dan nilai signifikansi 0,916 < 0,05. Hasil tersebut menjelaskan bahwa positive word of mouth tidak menjadi faktor timbulnya purchasing decisions. Berkaitan dengan Theory of Reasoned Action (TRA) yang menjelaskan bahwa perilaku manusia yang dipengaruhi oleh persepsi orang lain. Seiring berjalannya waktu persepsi setiap individu ketika akan membeli J. Donuts akan berbeda-beda. Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 3 No. Tri Indah Nugraheni and Luk Luk Atul Hidayati Pengaruh Social Media Promotion Terhadap Purchasing Decisions Berdasarkan hasil pengujian menunjukkan nilai Thitung 3,680 > Ttalbel 1,661 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Hasil tersebut menjelaskan bahwa timbul tidaknya purchasing decisions seseorang dalam membeli sesuatu dipengaruhi oleh bagaimana gerai J. CO Donuts memanfaatkan peran sosial medianya. Tidak bisa dipungkiri bahwa berkembangnya media sosial, seseorang sebelum melakukan pembelian produk akan melihat promosi dari produk tersebut melalui media sosial. Hal tersebut berkaitan dengan Theory of Reasoned Action (TRA) yang menyatakan bahwa seseorang akan melakukan tindakan apalbila memiliki nilai positif dari melihat konten-konten promosi yang ditampilkan menarik. Pengaruh Location Terhadap Purchasing Decisions Berdasarkan hasil pengujian menunjukkan nilai Thitung 4,979 > Ttalbel 1,661 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Hasil tersebut menjelaskan bahwa timbul tidaknya purchasing decisions seseorang dalam membeli sesuatu dipengaruhi oleh location, yang mana konsumen akan memperhatikan aspek dari location gerai tersebut. Theory of Reasoned Action (TRA) yang menyatakan bahwa seseorang akan melakukan purchasing decisions yaitu salah satunya dipengaruhi oleh location. Hal ini dikarenakan location gerai yang strategis, pemilihan location yang strategis akan membuat konsumen lebih mudah menjangkau terlebih lagi apabila location berada di pusat keramaian. Kesimpulan Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data, maka diambil kesimpulan sebagai berikut: Brand Image. Positive Word of Mouth. Social Media Promotion dan Location berpengaruh secara simultan terhadap Purchasing Decisions. Brand Image berpengaruh positif dan signifikan terhadap Purchasing Decisions. Positive Word of Mouth tidak berpengaruh terhadap Purchasing Decisions. Social Media Promotion berpengaruh positif dan signifikan terhadap Purchasing Decisions. Location berpengaruh positif dan signifikan terhadap Purchasing Decisions. Saran Berdasarkan pada kesimpulan yang diambil, maka diusulkan beberapa saran yang mungkin dapat dilakukan sebagai berikut: Bagi peneliti selanjutnya penambahan dan pengembangan variabel masih memungkinkan hal ini bisa dilihat dari nilia R2 yang masih bernilai 80% sudah cukup tinggi namun peluang pengembangan dan menambahkan atau mengganti variabelvariabel lain yang dapat mempengaruhi purchasing decisions, masih memungkinakn untuk ditingkatkan. Karena adanya keterbatasn dalam waktu penelitian maka untuk peneliti selanjutnya perlu menambahkan artikel acuan dan literatur yang dapat memperkuat kajian sehingga memudahkan dalam penelitian karena mengingat penelitian ini masih kurang luas dalam mencari artikel acuan dan literatur. Referensi