Analisis pengendalian internal persediaan barang dagang di Nehemia Mart Tahuna Irene Christina Warouw Corresponding author: Irenewarouw1@gmail. Sam Ratulangi University - Indonesia David Paul Elia Saerang Sam Ratulangi University - Indonesia Claudia W. Korompis Sam Ratulangi University - Indonesia DOI 58784/mbkk. Keywords accounting information internal control system merchandise inventory JEL Classification M13 M41 M42 Received 19 February 2024 Revised 6 March 2024 Accepted 7 March 2024 Published 7 March 2024 ABSTRACT This study aims to determine the internal control system for merchandise inventory according to the COSO framework at Nehemia Mart Tahuna. The research method used in this research is descriptive qualitative. The data used in this study is primary data with interview, documentation and observation collection The results of this study indicate that the internal control system for merchandise inventory at Nehemia Mart as a whole has not been implemented properly as there are still several internal control components that are not in accordance with the COSO The main problem in this case is the owner is not firm in implementing every rule. A2024 Irene Christina Warouw. David Paul Elia Saerang. Claudia W. Korompis This work is licensed under a Creative Commons Attribution 0 International License. Pendahuluan Pengendalian internal adalah semua rencana organisasional, metode, dan pengukuran yang dipilih oleh suatu kegiatan usaha untuk mengamankan harta kekayaannya, mengecek keakuratan dan keandalan data akuntansi usaha tersebut, meningkatkan efisiensi operasional, dan mendukung dipatuhinya kebijakan manajerial yang telah ditetapkan (Muda et al. , 2. Pengendalian internal merupakan proses dan prosedur yang dijalankan agar dapat menyediakan jaminan yang memadai dan memastikan bahwa tujuan pengendalian dipenuhi (Rahmawati & Sumarno, 2. Pada usaha dagang, pengendalian internal yang baik dapat membantu Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. untuk menjaga stabilitas operasional sehingga mampu memenuhi permintaan pasar. Salah satu dampak jika pengendalian internal kurang efektif adalah pengendalian dan pengawasan yang lemah khususnya pada persediaan barang. Usaha Mikro. Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu pilar utama dalam menopang pertumbuhan perekonomian di Indonesia sehingga menjadi salah satu prioritas utama dalam program pembangunan pemerintah. Hanim et al. mendefinisikan UMKM sebagai unit usaha produktif di seluruh sektor ekonomi yang berdiri sendiri dan diselenggarakan oleh orang perorangan atau badan usaha. Nehemia Mart Tahuna adalah salah satu UMKM yang menjual berbagai macam kebutuhan sehari-hari. Akan tetapi. Nehemia Mart Tahuna masih memiliki kendala khususnya dalam pengelolaan persediaan barang dagang. Misalnya, kekosongan persediaan barang dagang atau persediaan barang yang telah melewati masa pakainya . Selain itu. Nehemia Mart Tahuna juga menghadapi kendala dalam pencatatan persediaan barang dagang yang mengakibatkan masalah rekonsiliasi atas jumlah fisik dengan jumlah yang tercatat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pengendalian internal persediaan barang dagangan berdasarkan kerangka Committee of Sponsoring Organizations (COSO) di Nehemia Mart Tahuna. Tinjauan Persediaan barang dagang Pontoh dan Budiarso . menjelaskan bahwa persediaan adalah aset yang tersedia untuk dijual dalam kegiatan usaha biasa, berada dalam proses produksi untuk penjualan tersebut, atau dalam bentuk bahan atau perlengkapan untuk digunakan dalam proses produksi atau pemberian jasa. Secara spesifik. Weygandt et al. menjelaskan bahwa persediaan barang dagang adalah jenis aset yang dimiliki oleh perusahaan dan berada dalam bentuk siap dijual kepada konsumen. Sistem informasi akuntansi Sebagai aset perusahaan, kondisi persediaan yang akan disajikan dalam laporan keuangan dihasilkan dari sebuah sistem informasi akuntansi. Bodnar dan Hopwood . mendefinisikan sistem informasi akuntansi sebagai kumpulan sumber daya . anusia dan peralata. yang dirancang untuk mengubah data keuangan dan lainnya menjadi informasi. Menurut Richardson et al. , sistem informasi akuntansi merupakan sistem untuk mengkomunikasikan hasil transaksi bisnis dalam rangka menyediakan informasi keuangan dan non keuangan untuk memudahkan pengambilan keputusan. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. Pengendalian internal Guna menjamin efektivitas dari proses transaksi dalam sistem informasi akuntansi maka perusahaan memerlukan pengendalian internal yang baik. Sistem pengendalian internal meliputi struktur organisasi, metode, dan ukuran-ukuran yang dikoordinasikan untuk menjaga aset organisasi, mengecek ketelitian dan keandalan akuntansi, mendorong kebijakan manajemen (Mulyadi, 2. Tujuan pengendalian internal adalah untuk menjaga aset, meningkatkan keandalan akuntansi pencatatan, meningkatkan efisiensi, dan memastikan kepatuhan terhadap hukum dan peraturan (Weygandt et al. , 2. Selain itu, tujuan pengendalian internal juga adalah menghasilkan informasi keuangan yang andal dan dapat dipercaya (Muda et al. , 2. Bodnar dan Hopwood . Richardson et al. , dan Weygandt et al. menjelaskan komponen pengendalian internal sesuai kerangka COSO sebagai berikut. Lingkungan pengendalian. Komitmen terhadap integritas dan nilai-nilai etika, menjalankan tanggung jawab pengawasan, menetapkan struktur wewenang dan tanggung jawab, menunjukkan komitmen terhadap integritas, dan menegakkan Penilaian risiko. Penetapan tujuan yang jelas, identifikasi dan analisis risiko, penilaian risiko kecurangan, serta identifikasi dan analisis perubahan yang signifikan. Aktivitas pengendalian. Memilih dan mengembangkan aktivitas pengendalian, memilih dan mengembangkan pengendalian umum atas teknologi, menyebarkan aktivitas pengendalian melalui kebijakan dan prosedur. Informasi dan komunikasi. Menggunakan informasi yang relevan, melakukan komunikasi secara internal, melakukan informasi secara eksternal. Pemantauan. Melakukan evaluasi berkelanjutan dan atau evaluasi terpisah, mengevaluasi dan mengkomunikasikan kelemahan atau kekurangan. Menurut Suhayati . , pengendalian intern hanya memberikan keyakinan memadai bagi pihak manajemen terkait operasi organisasi karena memiliki keterbatasan berikut. Kemungkinan pertimbangan manusia dalam pengambilan keputusan yang kurang tepat. Kurang efektifnya pengendalian intern akibat kekeliruan Adanya kolusi personel sehingga pengendalian tidak efektif. Manajemen yang mengabaikan pengendalian intern. Biaya pengendalian intern tidak melebihi manfaat dari Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. pengendalian tersebut. Manajemen perlu melakukan penilaian atas hubungan biaya dan manfaat pengendalian walaupun agak sulit untuk Bukti penelitian menunjukkan hasil yang beragam atas penerapan pengendalian internal persediaan. Rifayana . menemukan bahwa pengendalian internal akan menjadi kurang efektif jika tidak disertai oleh pemisahan tugas dan wewenang. Pujiono dan Shim . menjelaskan bahwa pengendalian internal persediaan yang efektif sebaiknya memiliki pemisahan fungsi, komunikasi antar bagian yang baik, dan perlu pemeriksaan rutin. Sudiarto et al. juga menemukan bahwa pengendalian internal persediaan yang baik didasarkan pada lingkungan pengendalian yang baik melalui tata nilai . Profesional. Empati. Ramah. Memuaskan. Aktif. Tanggap, dan Ama. seperti yang terjadi di UPTD Puskesmas Puncu. Amelia et al. , dan Hakim dan Pasanda . juga menegaskan bahwa pengendalian internal yang efektif memerlukan prosedur standar yang baku, pemisahan tugas dan tanggung jawab, otorisasi atas dokumen, serta pemeriksaan rutin atau mendadak, dan jaminan mutu sistem. Azzahra dan Sutjahyani . menjelaskan bahwa pengendalian internal seharusnya dilaksanakan secara efektif, efisien, aman, menjamin keamanan aset perusahaan, serta memiliki keandalan informasi yang baik. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Berdasarkan pendekatan kualitatif, maka penelitian ini lebih banyak menggunakan data subyektif, mencakup penelaahan dan pengungkapan berdasarkan persepsi untuk memperoleh pemahaman terhadap fenomena yang terjadi pada Proses analisis dalam penelitian ini dilaksanakan dalam beberapa tahap berikut. Mengumpulkan data dari objek melalui wawancara, dokumentasi dan observasi. Menentukan data yang relevan bagi penelitian. Menganalisis data yang diperoleh. Menarik kesimpulan dan memberikan saran. Hasil dan Lingkungan pengendalian - Integritas dan nilai etika. perusahaan belum menerapkan peraturan tertulis tentang jam kerja. Kondisi ini cenderung sering menyebabkan rangkap tugas antar karyawan sebagai akibat jam kerja yang tidak seragam. Nehemia Mart Tahuna juga belum menerapkan prosedur operasional standar atas tugas dan tanggung jawab pengendalian dan pengawasan Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. persediaan barang dagang. Temuan ini belum sesuai dengan COSO sehingga perusahaan perlu meningkatkan nilai-nilai dalam menunjang integritas dan nilai etika. Tanggung jawab pengawasan. Pemilik usaha merupakan pusat tanggung jawab dan pengawasan di Nehemia Mart Tahuna. Pemilik juga mengambil pengawasan penuh atas tugas karyawan dalam mengelola persediaan barang dagang. Kondisi ini disebabkan oleh ukuran perusahaan yang masih tergolong UMKM. Kompleksitas bisnis yang belum luas masih memungkinkan pengawasan tunggal sehingga konsisten dengan kerangka COSO. Penetapan struktur, wewenang serta tanggung jawab. Rangkap jabatan di Nehemia Mart Tahuna masih cukup memberikan manfaat walaupun cenderung mengakibatkan kompleksitas atau kecurangan tertentu dalam pekerjaan. Misalnya, tugas mengawasi persediaan merangkap tugas penyusunan laporan keuangan atau tidak adanya karyawan yang bertugas melakukan pemeriksaan ulang atas laporan keuangan. Pada kondisi ini, fungsi pengawasan masih cukup efektif dari sudut pandang kerangka COSO jika ditinjau dari ukuran dan kompleksitas bisnis. Komitmen terhadap integritas. Nehemia Mart Tahuna menitikberatkan pada faktor karakteristik sumber daya manusia, seperti latar belakang pendidikan, jujur, disiplin, berpengalaman kerja. Selain itu, perusahaan juga memberikan pelatihan bagi karyawan baru untuk menunjang proses adaptasi dengan lingkungan kerja. Pelatihan umumnya diberikan kepada karyawan baru yang ditempatkan di bagian kasir atau Pada konteks akuntabilitas, karyawan di Nehemia Mart Tahuna telah dipercayakan untuk mengemban tugas dan tanggung jawab yang diberikan oleh pemilik. Akan tetapi, prinsip akuntabilitas belum diterapkan dengan optimal karena kurang seimbangnya ketegasan dengan toleransi. Penilaian risiko - Penetapan tujuan yang jelas. Sesuai kerangka COSO, penetapan tujuan yang jelas memungkinkan organisasi untuk melakukan identifikasi dan penilaian risiko yang terkait dengan tujuan. Nehemia Mart Tahuna didirikan dengan tujuan berorientasi laba serta menjadi pusat bisnis yang menyediakan layanan dan produk berkualitas guna memenuhi kebutuhan pelanggan. Guna mencapai tujuan, perusahaan menerapkan pengendalian persediaan untuk menjamin ketersediaan persediaan sekaligus mengidentifikasi jenis produk yang paling diminati atau kurang Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. diminati oleh pelanggan. Selain itu, perusahaan juga mengidentifikasi jenis produk yang belum tersedia. Identifikasi dan analisis risiko. Beberapa risiko yang teridentifikasi oleh Nehemia Mart Tahuna adalah ketersediaan barang dagang dan rekonsiliasi jumlah persediaan fisik dalam pencatatan terkait kehilangan atau kedaluwarsa. Risiko lainnya adalah terkait dengan pemeliharaan fisik persediaan yang berada dalam gudang. Guna mencegah terjadinya risiko-risiko tersebut maka perusahaan telah menerapkan pemeriksaan kualitas dan kuantitas barang dagang walaupun hanya dilakukan sebulan sekali. Penilaian risiko kecurangan. Nehemia Mart Tahuna memiliki risiko kecurangan yang berasal dari karyawan, pembeli, dan Risiko yang berasal dari karyawan dan pembeli adalah kehilangan barang sedangkan risiko dari pemasok adalah kerusakan barang dan barang kedaluwarsa. Guna mencegah terjadinya risiko-risiko tersebut maka perusahaan telah menerapkan sistem pengamanan atas persediaan dan pemeriksaan kualitas barang dagang yang berasal dari Akan tetapi, perusahaan belum menerapkan pencegahan risiko melalui pembentukan struktur organisasi yang efektif dalam delegasi dan pemisahan atas tugas dan tanggung jawab. Identifikasi dan analisis perubahan. Nehemia Mart Tahuna telah menerapkan perubahan atas pengendalian dan pengawasan persediaan. Pada komponen ini, perusahaan telah meningkatkan pengamanan atas persediaan, misalnya pemasangan CCTV. Perusahaan juga telah meningkatkan pemberdayaan karyawan dalam pengawasan persediaan. Secara rutin, perusahaan juga telah menerapkan sistem evaluasi internal dan eksternal untuk mengetahui mengetahui permasalahan atau perubahan atas persediaan. Aktivitas pengendalian - Pemilihan dan pengembangan aktivitas pengendalian. Nehemia Mart Tahuna belum menggunakan pencatatan khusus untuk pengelolaan persediaan. Pengendalian dan pengawasan persediaan dititikberatkan pada fungsi penerimaan barang dari pemasok yang disesuaikan dengan jumlah persediaan yang ada setelah terjadi penjualan. Secara spesifik, perusahaan belum memiliki pencatatan persediaan rinci termasuk penataan arus biaya sehingga belum konsisten dengan kerangka COSO khususnya dalam hal minimalisasi risiko. Pada fungsi gudang, perusahaan telah menerapkan pengelolaan yang cukup baik dimana persediaan telah disimpan dengan baik. Pada fungsi Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. pembelian, rencana maupun otorisasi pembelian dikendalikan langsung oleh pemilik. Pada fungsi penjualan, pelaksanaan dilakukan oleh karyawan di bawah pengawasan pemilik. Pemilihan dan pengembangan aktivitas pengendalian umum atas teknologi. Selain penggunaan alat keamanan untuk mengawasi kondisi persediaan, perusahaan juga telah menggunakan alat bantu untuk fungsi penjualan. Alat bantu yang digunakan adalah pembaca barcode untuk memudahkan fungsi penjualan dalam mencatat nilai penjualan berdasarkan jenis barang. Kondisi ini konsisten dengan COSO karena perusahaan telah memilih dan mengembangkan aktivitas pengendalian umum dengan memanfaatkan teknologi dalam mencapai tujuan organisasi. Penyebaran aktivitas pengendalian melalui kebijakan dan Sesuai dengan COSO, pemilik dari Nehemia Mart Tahuna secara rutin menginformasikan kebijakan dan prosedur kepada setiap karyawan. Kebijakan dan prosedur yang disampaikan oleh pemilik kepada karyawan seperti jadwal kerja, prosedur penanganan persediaan . ulai dari pembelian barang sampai penjuala. Informasi dan komunikasi - Penggunaan informasi yang relevan. Nehemia Mart Tahuna belum dapat memanfaatkan informasi tentang persediaan secara optimal. Perusahaan memperoleh informasi persediaan hanya melalui daftar barang masuk, daftar barang keluar, dan catatan sisa barang sebelum barang baru dibeli. Pada kondisi ini standar pencatatan seperti penggunaan sistem perpetual belum dilakukan oleh perusahaan sehingga memungkinkan terjadinya Pada unsur ini, informasi atas sistem pengendalian dan pengawasan persediaan belum memenuhi kerangka COSO. - Komunikasi internal. Komunikasi internal di Nehemia Mart Tahuna telah berjalan dengan baik, yaitu antara pemilik dengan karyawan, maupun antar karyawan. Komunikasi yang baik dalam internal Nehemia Mart Tahuna memberikan manfaat positif dalam pengelolaan persediaan. Misalnya, informasi persediaan yang akan segera mencapai titik minimum. Kondisi ini telah sesuai dengan COSO, dimana komunikasi internal yang baik akan mendukung pencapaian tujuan dari pengendalian internal. - Komunikasi eksternal. Nehemia Mart Tahuna secara rutin membangun komunikasi dengan pihak eksternal terutama dengan pemasok. Hal ini ditunjukkan melalui ketersediaan barang dagang yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. permintaan perusahaan. Selain itu, informasi dari pihak eksternal cukup membantu perusahaan terutama dalam penyediaan produk baru yang dapat meningkatkan daya saing. Pada kondisi ini, perusahaan telah menjalankan fungsi pengendalian yang efektif atas kondisi persediaan sesuai dengan COSO. Pemantauan - Evaluasi berkelanjutan dan atau evaluasi terpisah. Nehemia Mart Tahuna belum menerapkan evaluasi berkelanjutan secara Hal ini cenderung disebabkan oleh pemeriksaan fisik persediaan di dalam gudang belum secara rutin dilaksanakan dan hanya berdasarkan catatan terbatas. Pemeriksaan rutin atas persediaan hanya dititikberatkan pada pajangan perusahaan yang dilakukan secara harian. Kondisi ini belum sesuai dengan kerangka COSO yang menyarankan agar evaluasi berkelanjutan perlu dilakukan oleh perusahaan untuk menjamin bahwa pengendalian internal berfungsi dengan baik. - Evaluasi dan komunikasi atas kelemahan dan atau Nehemia Mart Tahuna telah mengembangkan komunikasi antara pemilik dengan pihak karyawan terkait perbaikan yang diperlukan dalam operasional. Akan tetapi, evaluasi dan tindak lanjut oleh pihak pemilik belum dapat diterapkan secara optimal. Kondisi ini cenderung disebabkan oleh ketegasan dalam penegakan kebijakan yang belum dilaksanakan secara optimal. Kondisi ini belum sesuai dengan COSO yang menyarankan agar perlunya membangun evaluasi dan komunikasi untuk memperbaiki kekurangan/kelemahan dari pengendalian internal yang sedang berlangsung. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Nehemia Mart Tahuna secara efektif telah menerapkan pengendalian internal walaupun belum sepenuhnya optimal. Sistem pengendalian internal yang diterapkan oleh Nehemia Mart Tahuna telah sesuai dengan konsep COSO yang disarankan oleh Bodnar dan Hopwood . Richardson et al. , dan Weygandt et al. Secara empiris, hasil penelitian ini serupa dengan Rifayana . Pujiono dan Shim . Sudiarto et al. Amelia et al. Hakim dan Pasanda . , dan Azzahra dan Sutjahyani . dimana pada kasus-kasus tertentu komponen-komponen pengendalian internal belum sepenuhnya diterapkan secara efektif. Kesimpulan Lingkungan pengendalian pada Nehemia Mart Tahuna telah berfungsi dengan baik dalam menunjang sistem pengendalian internal yang ada. Akan tetapi, perusahaan masih perlu mengoptimalkan unsur pengendalian internal khususnya pada Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. Daftar komitmen, penetapan struktur wewenang dan tanggung jawab, dan akuntabilitas. Penilaian risiko pada Nehemia Mart Tahuna telah diterapkan dengan baik. Akan tetapi, perusahaan juga perlu mengoptimalkan sistem pengendalian internal khususnya pada unsur identifikasi dan analisis risiko serta penilaian risiko Aktivitas pengendalian pada Nehemia Mart Tahun telah berlangsung dengan baik. Akan tetapi, perusahaan perlu mengoptimalkan beberapa unsur dalam meningkatkan efektivitas pengendalian internal yaitu pemilihan dan pengembangan aktivitas pengendalian. Informasi dan komunikasi pada Nehemia Mart Tahuna telah dilakukan dengan efektif. Akan tetapi, perusahaan perlu mengoptimalkan penggunaan dan pemanfaatan informasi yang relevan untuk meningkatkan efektivitas pengendalian internal. Pemantauan atas pengendalian internal pada Nehemia Mart Tahuna belum secara efektif dijalankan. Pada komponen ini, perusahaan perlu mengoptimalkan pola evaluasi berkelanjutan kelemahan/kekurangan atas pengendalian internal. Amelia. Rahman. , & Bahwiyanti. Analisis sistem pengendalian intern persediaan barang pada PT. Indoka Sakti Banjarmasin. Jurnal Ilmiah Ekonomi Bisnis, 8. , 221-313. DOI: 35972/jieb. Azzahra. , & Sutjahyani. Analisis sistem pengendalian internal persediaan dalam usaha meminimalisir tingkat kehilangan stok barang pada Toko Boys Tamiya Cabang Surabaya. Jurnal Ekonomi Bisnis. Manajemen dan Akuntansi, 3. , https://ejournal. id/index. php/jebmak/article/view/479 Bodnar. , & Hopwood. Accounting Information Systems, 11th Edition. New Jersey: Pearson Education. Inc. Hakim. , & Pasanda. Analisis sistem pengendalian internal atas persediaan spare part. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Kontemporer, 6. DOI: 30596/jakk. Hanim. , & Norman. MS. UMKM (Usaha Mikro. Kecil & Menenga. & Bentuk-Bentuk Usaha. Semarang: UNISSULA Press Muda. Anwar. Suhaili. , & Kartim. Sistem Informasi Akuntansi. Medan: CV. Madenatera Mulyadi. Sistem Akuntansi. Edisi 4. Jakarta: Salemba Empat. Pontoh. , & Budiarso. Akuntansi Keuangan: Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. Pencatatan dan pelaporan aset. Manado: Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sam Ratulangi Pujiono, & Shim. Analisis pengendalian internal atas persediaan barang dagang pada Toko Permai Pekanbaru. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi, 3. , https://w. id/ojs32/index. BILANCIA/article/view/399 Rahmawati. , & Sumarno. Buku Ajar Sistem Informasi Akuntansi dan Manajemen. Sidorajo: UMSIDA Press. DOI: 21070/2020/978-623-6833-61-2 Richardson. Chang. , & Smith. Accounting Information System, 3rd Edition. New York: McGraw-Hill Education Rifayana. Analisis sistem pengendalian internal atas persediaan pada PT Otsuka Indonesia. Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Universitas Brawijaya https://jimfeb. id/index. php/jimfeb/article/view/6530 Sudiarto. Kurniawan. , & Djuharni. Penerapan sistem pengendalian internal atas persediaan obat-obatan pada UPTD Puskesmas Puncu. Jurnal Pajak dan Keuangan Negara, 3. DOI: 10. 31092/jpkn. Suhayati. Auditing Teori dan Praktik Dasar Pemeriksaan Akuntan Publik. Bandung: Rekayasa Sains Weygandt. Kimmel. , & Mitchell. Accounting Principles, 14th Edition. New Jersey: John Wiley & Sons. Inc.