PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR DENGAN MEDIA AuAKSELERASI INDONESIAAy Nur Kholis Huda SDN Jetis 3 Lamongan Email : nur. lmg@gmail. ABSTRACT The studentsAo low interest in learning Social science, especiallyon the changes of provinces in Indonesia, has an impact on their learning motivation which automatically makes the studying outcomes are not satisfying. This is experienced by class VI students of Jetis i Elementary school during 2016/2017 period. This article observes about the methods to increase learning motivation and student learning outcomes in Social Science particularly about the changes of Provinces in Indonesia by using media learning called "Indonesian Acceleration (I Love Learning Provinces in Indonesi. The method used to obtain data in the use of "Akselerasi IndonesiaAy or Indonesian Acceleration, learning media is Qualitative and quantitative research packaged in the classroom action research. The result of learning showsthe increase of studentsAo interest that can be proven bythe learning outcomes after using "Indonesian Acceleration" learning media. Key Words: Learning Motivation. Learning Outcomes, the Changes of Provinces in Indonesia. Learning Media. Akselerasi Indonesia PENDAHULUAN Ilmu Pengetahuan Sosial di SD mempunyai peranan penting dalam mengembangkan pengetahuan sikap dan keterampilan dasar untuk memahami kenyataan sosial kehidupan sehari-hari. Selain itu, dapat menumbuhkan rasa kebangsaan dan bangga terhadap perkembangan masyarakat Indonesia, terlebih akhir-akhir ini rasa bangga tersebut semakin terkikis perlahan. Pembelajaran IPS di SD banyak mengalami kendala, dengan banyaknya materi yang harus disajikan pada setiap tingkatan kelas. Sebagian besar materi IPS berupa konsep dan fakta, yang seringkali diartikan sebagai materi yang hanya menuntut ranah kognitif oleh tenaga pengajar di sekolah dasar, karena guru hanya mengandalkan buku teks dan penunjang sebagai sumber utama. Sebenarnya materi pelajaran IPS tidak bersifat statis, melainkan bersifat dinamis seiring percepatan perubahan kondisi regional dan globalisasi dunia. Perubahan peta kekuasaan nasional maupun internasional dapat mengubah kondisi geografis suatu wilayah. Sejarah yang Nur Kholis Huda merupakan fakta yang terjadi di masa silam dapat berbalik arah akibat kekuasaan politik suatu negara. Dominasi metode ceramah juga menempatkan siswa sebagai penerima informasi yang pasif dan menampung semua materi yang ada di buku paket yang disiapkan oleh guru. Akibat dari seringnya metode ceramah dalam pembelajaran IPS menyebabkan rendahnya minat belajar siswa terhadap mata pelajaran IPS. Pembelajaran IPS menjadi tidak menyenangkan karena hanya berisi tentang materimateri yang harus dihafalkan. Fenomena semacam ini juga terjadi pada siswa kelas VI A SD Negeri Jetis i Kecamatan Lamongan Kabupaten Lamongan tahun pelajaran 2016/ 2017. Siswa merasa bosan dan kurang berminat untuk mengikuti pembelajaran IPS di kelas, khususnya pada materi perubahan wilayah provinsi di Indonesia yang sering mengalami perubahan. Hal ini berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS. Didapatkan informasi bahwa dari 32 siswa pada kelas VI, masih banyak yang mendapatkan nilai kurang dari KKM yaitu 75. Sehingga ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran IPS pada materi Perubahan Wilayah Provinsi di Indonesia tidak berhasil. Menyadari hal tersebut, peneliti berusaha untuk memperbaiki pembelajaran IPS. Berbagai cara dilakukan untuk penelitian, antara lain. mencari sumber yang relevan, berdiskusi dengan kepala sekolah, dan berdiskusi dengan teman sejawat. Didapatkan kesimpulan bahwa pembelajaran IPS materi Perubahan Wilayah Provinsi di Indonesia dengan pembelajaran verbal tidak tepat digunakan. Sehubungan hal tersebut, penulis perlu mengupayakan pembelajaran yang menyenangkan, mengurangi pembelajaran yang verbalistik, yaitu dengan mencoba pemanfaatan media pembelajaran menarik yang merangsang kreatifitas siswa dalam proses pembelajaran. Media pembelajaran tersebut penulis beri nama "Akselarasi Indonesia (Aku Senang Belajar Wilayah Provinsi di Indonesi. Berdasarkan latar belakang tersebut diatas, maka penulis tetapkan rumusan masalah sebagai berikut: 261 |Dakwatuna: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Peningkatan Motivasi dan Hasil BelajarA. Bagaimana peningkatan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS materi Perubahan Wilayah Provinsi di Indonesia dengan menggunakan media pembelajaran "Akselarasi Indonesia" kelas VI A SDN Jetis i Kecamatan Lamongan Kabupaten Lamongan Tahun Pelajaran 2016/ 2017? Bagaimana peningkatan hasilbelajar siswa pada mata pelajaran IPS materi Perubahan Wilayah Provinsi di Indonesia dengan menggunakan media pembelajaran "Akselarasi Indonesia" kelas VI A SDN Jetis i Kecamatan Lamongan Kabupaten Lamongan Tahun Pelajaran 2016/ 2017? Sesuai dengan rumusan masalah diatas, penelitian ini bertujuan untuk: Mengetahui peningkatan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS materi Perubahan Wilayah Provinsi di Indonesia dengan menggunakan media pembelajaran "Akselarasi Indonesia" kelas VI A SDN Jetis i Kecamatan Lamongan Kabupaten Lamongan Tahun Pelajaran 2016/ 2017. Mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS materi Perubahan Wilayah Provinsi di Indonesia dengan menggunakan media pembelajaran "Akselarasi Indonesia" kelas VI A SDN Jetis i Kecamatan Lamongan Kabupaten Lamongan Tahun Pelajaran 2016/ 2017. PEMBAHASAN Media Pembelajaran Kata media merupakan bentuk jamak dari kata medium. Medium dapat didefinisikan sebagai perantara atau penghantar terjadinya komunikasi dari pengirim menuju penerima (Daryanto, 2013:. Secara umum dapat dikatakan media mempunyai kegunaan, antara lain. mengatasi keterbatasan ruang, waktu, tenaga, dan daya indra. memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis. memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual, auditori, dan kinetetiknya. menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara murid dan sumber belajar. memberi rangsangan yang sama, mempersamakan pengalaman, dan menimbulkan persepsi yang sama. proses pembelajaran mengandung lima komponen komunikasi, guru . , bahan pembelajaran, media pembelajaran, siswa . , dan tujuan Volume 4. Nomor 2. Agustus 2. 262 Nur Kholis Huda Jadi media pembelajaran dapat diartikan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan . ahan pembelajara. , sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran, dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan (Daryanto, 2013:. Kemampuan masing-masing diperhatikan oleh guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran, agar mereka dapat memilih media yang tepat dan sesuai dengan kondisi maupun kebutuhan. Motivasi Belajar Motivasi merupakan motif yang sudah menjadi aktif pada saat-saat tertentu. Sutejo . mendefinisikan motif sebagai suatu keadaan dalam diri seseorang untuk melakukan aktifitas-aktifitas tertentu dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Menurut Sardiman . , motivasi dibedakan menjadi dua, yaitu: motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi Intrinsik Motivasi intrinsik adalah keinginan untuk melakukan tindakan yang disebabkan karena dorongan dari dalam diri sendiri . Individu dengan motivasi intrinsik ini akan merasa puas jika kegiatan yang dilakukan membuahkan hasil dalam kegiatan tersebut. Motivasi ini memiliki kecenderungan sebagai timbulnya motivasi berprestasi. Motivasi Ekstrinsik Motivasi ekstrinsik adalah dorongan terhadap perilaku atau tindakan seseorang yang bersumber dari luar perbuatan atau kebiasaan yang dilakukannya. Adapun fungsi motivasi menurut Oemar Hamalik . yaitu untuk mendorong dan menggerakkan tingkah laku seseorang serta mengarahkan perbuatan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Hasil Belajar Menurut Dimyati dan Mudjiono. , hasil belajar adalah sesuatu yang diperoleh siswa dari pengalaman-pengalaman atau latihan-latihan yang diikutinya selama pembelajaran yang berupa ketrampilan kognitif, afektif, dan psikomotor. 263 |Dakwatuna: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Peningkatan Motivasi dan Hasil BelajarA. Sedangkan menurut Suryosubroto . , proses untuk mendapatkan hasil belajar dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu: faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi faktor psikologi, baik yang bersifat bawaan maupun yang diperoleh dari pengalaman, seperti kecerdasan, bakat, sikap, mental, kebiasaan, kebutuhan, dan motivasi. Sedangkan faktor eksternal meliputi lingkungan, budaya, adat istiadat, ilmu pengetahuan dan teknologi serta fasilitas belajar. Kedua faktor tersebut sangat membantu guru untuk mengetahui sejauh mana kemajuan belajar peserta didik dalam menguasai materi yang telah dipelajari (Suryosubroto, 1. Sehingga penulis simpulkan bahwa hasil belajar merupakan sesuatu yang diperoleh oleh siswa berdasarkan dari pengalaman dan latihan yang diikutinya berupa keterampilan kognitif, afektif, dan psikomotor yang dipengaruhi oleh psikologi siswa dan lingkungan sekitar siswa. Media Pembelajaran Akselarasi Indonesia Berdasarkan permasalahan dalam pembelajaran IPS tentang perubahan wilayah provinsi di Indonesia, kemudian mengacu pada beberapa solusi yang bisa dilaksanakan, maka penulis menentukan sebuah karya inovasi pembelajaran untuk mengatasi permasalahan tersebut. Karya inovasi dalam pembelajaran IPS tentang perubahan wilayah provinsi di Indonesia diterapkan dalam media pembelajaran yang menyenangkan, yakni media pembelajaran dengan permainan dalam menggunakannya. Media pembelajaran ini yaitu "Akselarasi Indonesia" (Aku Senang Belajar Wilayah Provinsi di Indonesi. yang diadopsi, dimodifikasi, dan dipadukan dari permainan modern dan permainan tradisional lama yang sudah ada. Media pembelajaran "Akselarasi Indonesia" merupakan media pembelajaran yang digunakan dalam menarik minat atau motivasi dan prestasi belajar siswa pada materi Perubahan Wilayah Provinsi di Indonesia. Media ini merupakan media pembelajaran sederhana dengan biaya relatif terjangkau dan dapat diadopsi oleh semua orang. Cara penggunaan media pembelajaran ini serupa dengan permainan tradisional seperti monopoli. Volume 4. Nomor 2. Agustus 2. 264 Nur Kholis Huda Ide Dasar Mata pelajaran IPS memuat materi yang penuh dengan hafalan, bahkan isi materi bisa dikatakan luas. Pembelajaran yang monoton dan mengarah pada pembelajaran yang bersifat verbalistis membuat motivasi belajar siswa kelas VI SDN Jetis i Kecamatan Lamongan Kabupaten Lamongan menjadi rendah. Hal tersebut berdampak pada hasil prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS, khususnya materi Perubahan Provinsi di Indonesia. Dengan mencari sumber-sumber media pembelajaran yang telah digunakan sebelumnya dengan mempertimbangkan kemudahan dalam pembuatan media pembelajaran dan kemudahan dalam duplikasi media pembelajaran tersebut, akhirnya penulis terinspirasi oleh permainan modern dari aplikasi play store android yaitu Line "Lets Get Rich". Permainan ini sangat digemari oleh anak-anak khususnya anak SD. Maka itu, dengan mewujudkan aplikasi ini dalam bentuk fisik, penulis berharap siswa merasa tertarik untuk memainkan media pembelajaran ini. Sehingga secara tidak langsung, siswa telah mempelajari perubahan provinsi di Indonesia. Berdasar dari ide tersebut, akhirnya penulis menghasilkan karya inovasi pembelajaran dalam bentuk media pembelajaran "Akselarasi Indonesia" yang memiliki kepanjangan Aku Senang Belajar Wilayah Provinsi di Indonesia. Rancangan Karya Inovasi Pembelajaran Berdasarkan teori dan ide tentang inovasi pembelajaran dalam mata pelajaran IPS tentang perubahan wilayah provinsi di Indonesia, penulis merancang sebuah media pembelajaran permainan yaitu "Akselarasi Indonesia". Media pembelajaran ini menganut aspek menyenangkan dalam pembelajaran. Ketika pembelajaran yang dilaksanakan menyenangkan maka hasil belajar siswa akan meningkat. Media pembelajaran "Akselarasi Indonesia" ini merupakan perpaduan dari permainan monopoli yang dari dulu sudah ada dengan permainan modern yang bisa diakses melalui perantara google play store lewat aplikasi Line "Let's Get Rich". Media ini dikembangkan karena makin maraknya anak-anak khususnya SD memainkan 265 |Dakwatuna: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Peningkatan Motivasi dan Hasil BelajarA. permainan ini. Dengan demikian, diharapkan anak akan tertarik karena sudah terbiasa Penulis mengembangkan permainan Akselarasi Indonesia disini yaitu dengan membuat setiap kolom permaianan menjadi nama-nama provinsi hasil pemekaran terbaru di Indonesia yakni 34 provinsi. Selain itu, pada media pembelajaran ini disediakan kolom uji akselarasi . yang didalamnya memuat pertanyaan seputar provinsi dan ibu kota provinsi di Indonesia. Sistem permainan lebih menyerupai permainan Let's Get Rich modern dibandingkan dengan permainan monopoli yang terdahulu. Dimana di dalam permainan ini terdapat aturan-aturan permainan yang akan dijabarkan pada bagian pembaharuan. Dengan media pembelajaran berbasis permainan ini, diharapkan siswa akan lebih tertarik untuk mempelajari perubahan wilayah provinsi di Indonesia. Secara tidak langsung, mereka akan lebih menghafal dan memahami perubahan wilayah provinsi beserta nama ibu kota provinsi di Indonesia. Proses Penemuan/ Pembaharuan Permainan Lets Get Rich yang merupakan permainan dari bagian aplikasi Line adalah permainan yang sangat digemari oleh anak seusia sekolah dasar. Dengan dasar ini, penulis ingin mengembangkan permainan dengan mewujudkan dalam bentuk fisik seperti permainan lama yang sudah ada yaitu monopoli. Media pembelajaran Akselarasi Indonesia ini berbeda dengan permainan monopoli pada umumnya ataupun permainan aslinya dalam aplikasi Line. Disini, penulis memodifikasi dan memadukan aturan permainan antara aplikasi asli dengan permainan monopoli pada umumnya. Media ini, didesain dengan menuliskan namanama provinsi beserta ibukota provinsi yang telah mengalami pemekaranpada masing-masing kotak permainan. Selain itu, dalam media permainan ini siswa diberikan tantangan berupa pertanyaan-pertanyaan yang masuk dalam permainan. Pertanyaan-pertanyaan ini sebagai syarat pemain untuk melanjutkan permainan. Dengan demikian, diharapkan siswa akan semakin termotivasi dan meningkatkan hasil belajarnya pada materi perubahan wilayah provinsi di Indonesia. Volume 4. Nomor 2. Agustus 2. 266 Nur Kholis Huda Lebih jelasnya, media pembelajaran permaianan Akselarasi Indonesia akan dijabarkan sebagai berikut: Alat dan Bahan Gunting Kertas Art Paper Dadu Miniatur rumah Miniatur landmark Uang permainan Akselarasi Indonesia Proses Pembuatan Pertama kita menyiapkan lembar permainan Akselarasi Indonesia. Disini kita membuat kolom-kolom yang akan menunjukkan nama provinsi beserta ibu kota provinsi di Indonesia. Pada tiap kolom, kita menuliskan nama provinsi beserta ibu kota provinsi. Kita juga menyertakan nominal wilayah provinsi tersebut sebagai bagian dari Desain Kolom Provinsi Masing-masing provinsi, diberi warna yang berbeda berdasarkan letak provinsi tersebut pada wilayah terdekat . Hal ini untuk memudahkan siswa menghafal dan memahami letak provinsi tersebut. 267 |Dakwatuna: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Peningkatan Motivasi dan Hasil BelajarA. Gambar Kolom Provinsi Beda Warna Kita juga membuat variasi permainan, antara lain: kolom start, kolom pembinaan masyarakat, kolom uji akselarasi, kolom perayaan kemerdekaan, dan kolom bebas keliling Indonesia. Pada kolom start, kita menuliskan kata mulai sebagai titik awal permainan. Kolom Mulai Permainan Pada kolom pembinaan masyarakat, kita buat gambar rumah atau gedung sederhana yang melambangkan tempat pembinaan jika kita melakukan Kolom Pembinaan Masyarakat Volume 4. Nomor 2. Agustus 2. 268 Nur Kholis Huda Pada kolom uji akselarasi, kita menggambarkan tanda tanya yang mengisyaratkan bahwa kita bisa mendapatkan reward atau terhindar dari hukuman jika kita bisa menjawab pertanyaan. Kolom Uji Akselarasi Pada kolom kemerdekaan, kita menggambarkan bendera merah putih melipatgandakan biaya sewa dari provinsi yang dimiliki. Kolom Perayaan Kemerdekaan Pada kolom bebas keliling Indonesia, kita menggambarkan pesawat sebagai arti bahwa pemain bebas memilih lokasi manapun. 269 |Dakwatuna: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Peningkatan Motivasi dan Hasil BelajarA. Kolom Bebas Keliling Indonesia Ketika semua kolom sudah selesai dibuat, maka kita susun kolom-kolom tersebut pada desain permainan Akselarasi Indonesia seperti permainan Susunan Posisi Permainan Setelah itu, kita mendesain kartu-kartu pertanyaan uji akselarasi dan pembinaan masyarakat. Pada kedua kartu ini berisi pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan provinsi di Indonesia. Perbedaan antara uji akselarasi dan pembinaan masyarakat adalah jenis yang diakibatkan, jika pada kartu uji akselarasi peserta cenderung mendapatkan reward, meskipun ada juga pertanyaan yang menghindarkan dari hukuman. Namun pada kartu pembinaan masyarakat, berfungsi sebagai sarana terlepas dari kolom pembinaan masyarakat. (Warna menyesuaikan pada kolom permaina. Kartu Pertanyaan Uji Akselarasi (Kir. Volume 4. Nomor 2. Agustus 2. 270 Nur Kholis Huda dan Pembinaan Masyarakat (Kana. Kita juga menyiapkan kartu awal permainan yang bertuliskan angka 1,2,3, dan Kartu awal giliran permainan . agian belakang dan depa. Pada bagian tengah permainan, kita memasang gambar peta Indonesia yang menggambarkan seluruh wilayah provinsi di Indonesia. Selain itu, kita juga memasang kolom uji akselarasi dan pembinaan masyarakat sebagai tempat kartu uji akselarasi dan kartu pembinaan masyarakat. 271 |Dakwatuna: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Peningkatan Motivasi dan Hasil BelajarA. gambar 11 Proses Merancang "Akselarasi Indonesia" Setelah semua selesai, baru kita mendesain uang permainan dengan varian angka mulai dari 10k, 20k, 50k, dan 100k. Selain itu kita juga membuat miniatur rumah dan landmark, namun kita juga bisa menggunakan miniatur yang sudah tersedia pada permainan monopoli untuk menghemat waktu. Prototipe Media Pembelajaran Setelah semua langkah pembuatan berhasil dilakukan, maka kita bisa melihat visualisasi dari media pembelajaran permainan Akselarasi Indonesia sebagai Prototipe "Akselarasi Indonesia" Volume 4. Nomor 2. Agustus 2. 272 Nur Kholis Huda Cara Penggunaan Cara penggunaan media pembelajaran permainan ini hampir sama dengan permainan pada aplikasi play store, namun ada beberapa perubahan dan tambahan aturan permainan yang dapat kita lihat pada rincian sebagai berikut: Permainan dimainkan oleh 2, 3, atau 4 pemain. Permainan dapat dimainkan secara individu atau secara tim. Jika permainan dilakukan secara individu, maka masing-masing pemain mempunyai warna yang berbeda. Namun jika dilakukan secara tim, maka ada 2 pasang tim yang mempunyai 2 warna berbeda. Permainan dibantu oleh 1 banker sebagai pengatur permainan, yang berfungsi sebagai pengawas sirkulasi permainan dan memantau kecurangan. Banker bisa diperankan oleh guru atau siswa lainnya yang tidak terlibat dalam permainan Akselarasi Indonesia. Semua pemain memulai permainan pada kolom mulai untuk memulai Semua pemain masing-masing mendapatkan modal 10 lembar 100k, 10 lembar 50k, 10 lembar 20k, dan 30 lembar 10k. Semua pemain dalam permainan, jika melewati kolom mulai maka akan mendapatkan uang permainan 200k. Setiap pemain memilih kartu awal permainan, sebagai langkah urutan melakukan putaran permainan. Setelah pemain mendapatkan urutan permainan, pemain pertama melakukan giliran lempar dadu permainan yang disusul oleh pemain kedua, ketiga, dan Jika dadu mendapatkan angka kembar, misal 1 dan 1, 2 dan 2, dan seterusnya, maka pemain bisa mengulang melempar dadu. Namun jika pemain mendapatkan angka kembar 3 kali berturut-turut, maka pemain harus masuk di kolom pembinaan masyarakat sebagai hukuman. 273 |Dakwatuna: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Peningkatan Motivasi dan Hasil BelajarA. Pemain yang berada pada kolom pembinaan masyarakat karena hukuman, mendapatkan kesempatan menjawab pertanyaan yang terdapat pada kartu pembinaan masyarakat. Jika pemain berhasil menjawab, maka pemain berhak untuk menggunakan gilirannya melempar dadu dan melanjutkan permainan. Namun jika pemain tidak berhasil menjawab pertanyaan, maka pemain harus berdiam diri pada kolom pembinaan masyarakat hingga 3 kali giliran. Jika 3 kali giliran tidak dapat menjawab pertanyaan, maka pada giliran keempat, pemain bebas dan bisa melanjutkan permainan seperti semula. Pada saat pemain melempar dadu, pemain berjalan mengikuti jumlah angka yang ditunjukkan oleh dadu tersebut. Pemain berhak membeli setiap provinsi yang disinggahi oleh pemain, selama uang masih mencukupi. Pada putaran pertama, pemain hanya diperbolehkan membeli wilayah provinsi dan membangun rumah maksimal 2 rumah . oleh 1 atau 2, menyesuaikan strategi permaina. Pada putaran kedua, jika singgah pada provinsi yang telah dimiliki, maka pemain boleh membangun rumah sebanyak 3 rumah . ebagai batas maksimal Pada putaran selanjutnya, jika provinsi yang dimiliki sudah terbangun 3 rumah, maka pemain bisa membangun landmark. Jika provinsi yang sudah terbangun landmark, maka provinsi tersebut tidak bisa diambil alih oleh pemain lain. Pemain yang singgah pada provinsi yang sudah dibeli oleh pemain lain, maka pemain tersebut wajib membayar biaya sewa provinsi sesuai bangunan yang sudah terpasang pada provinsi tersebut. Misal hanya provinsi tanpa rumah, terpasang 1 rumah, 2 rumah, 3 rumah, atau landmark. Jika provinsi pemain lain yang masih terpasang rumah, maka provinsi tersebut boleh diambil alih dengan harga sesuai bangunan. Namun jika provinsi tersebut sudah terpasang landmark maka provinsi tersebut tidak dapat diambil alih dan harus membayar biaya sewa. Volume 4. Nomor 2. Agustus 2. 274 Nur Kholis Huda Pemain yang menempati kolom uji akselarasi, wajib menjawab pertanyaan dari kartu uji akselarasi, jika berhasil menjawab maka pemain berhak mendapat reward atau terhindar dari hukuman . ergantung jenis kartu uji Pemain yang menempati kolom perayaan kemerdekaan, berhak memilih wilayah provinsinya untuk menaikkan biaya sewa provinsi tersebut. Dalam sekali menempati kolom perayaan kemerdekaan, pemain bisa melipatkan 2 kali dari biaya sewa. Pada kesempatan kedua menempati kolom kemerdekaan, pemain bisa melipatkan 4 kali biaya sewa, kemudian 6x, 8x, dan maksimal 10x lipat dari biaya sewa jika mendapatkan kesempatan 5 kali menempati perayaan kemerdekaan tersebut. Dengan catatan tidak diambil alih oleh pemain lain dan wilayah yang dilipatkan tidak bisa diubah . anya berlaku pada provinsi yang sam. Pemain yang menempati kolom bebas berkeliling Indonesia, maka pada putaran berikutnya pemain bebas memilih kolom manapun, jika melewati kolom mulai maka akan mendapatkan 200k. Pembangunan rumah tidak berlaku pada kolom BUMN . elkom, pln, peruri, dan pertamin. Pada kolom BUMN, jika pemain memiliki 1 maka biaya dikenakan standard, namun jika memiliki 2 atau lebih maka akan dilipatkan sesuai jumlah yang Jika memiliki 2 maka akan dilipatkan 4x, begitu juga dengan 3 kepemilikan akan dilipatkan 10x. Jika pemain bisa memiliki keempat BUMN maka pemain langsung memenangkan permainan dengan istilah tourism win. Jika pemain bisa memiliki provinsi dalam satu baris yang sama maka pemain langsung memenagkan permainan dengan istilah line win. Jika pemain bisa bertahan hingga pemain lainnya kehabisan uang, maka pemain memenangkan permainan dengan istilah normal win. 275 |Dakwatuna: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Peningkatan Motivasi dan Hasil BelajarA. Pemain yang kehabisan uang, dan terkena biaya sewa oleh pemain lain atau terkena hukuman biaya dari permainan, maka pemain harus menjual provinsi atau bangunannya. Penggunaan Akselarasi Indonesia dalam Pembelajaran Aplikasi Praktis dalam Pembelajaran Mekanisme dalam Proses Pembelajaran Media Akselarasi Indonesia pembelajaran berbasis permainan. Media pembelajaran ini diterapkan dalam proses kegiatan pembeajaran IPS materi perubahan wilayah provinsi di Indonesia kelas VI Semester I Tahun Pelajaran 2016/ 2017. Penggunaan Media Pembelajaran "Akselarasi Indonesia" ini masuk dalam proses pembelajaran yang dirancang dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) mata pelajaran IPS pada materi Mekanisme pelaksanaan pembelajaran (RPP) terurai sebagai berikut: Kegiatan Awal Eo Guru mengucapkan salam sebagai awal kegiatan pembelajaran. Eo Guru melakukan absensi kehadiran siswa. Eo Guru melakukan apersepsi materi perubahan wilayah provinsi di Indonesia. Volume 4. Nomor 2. Agustus 2. 276 Nur Kholis Huda Eo Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan kompetensi yang Kegiatan Inti Eo Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok kecil yang terdiri dari 5 siswa per kelompok. Eo Secara klasikal guru membagikan dan mengenalkan media "Akselarasi Indonesia". Eo Guru menjelaskan aturan permainan kepada seluruh siswa dengan menggunakan proyetor dengan sedikit simulasi. Eo Secara berkelompok, siswa memainkan media pembelajaran "Akselarasi Indonesia". Eo Guru mengamati aktifitas siswa pada kegiatan pembelajaran. Eo Secara mempresentasikan di depan kelas, siswa lain menanggapi dan mengajukan pertanyaan. Eo Guru memberikan kesimpulan dari hasil presentasi siswa. Eo Secara individu, siswa mengerjakan LK. 2 tentang perubahan wilayah provinsi di Indonesia. Eo Guru dan siswa melakukan refleksi dari kegiatan pembelajaran tentang perubahan wilayah provinsi di Indonesia. Kegiatan Penutup Eo Siswa dan guru menyimpulkan tentang perubahan wilayah provinsi di Indonesia. Eo Guru memberikan pesan moral dan motivasi untuk kegiatan pembelajaran berikutnya. Eo Guru mengakhiri pembelajaran dengan mengucapkan salam. Kendala-kendala dan Upaya Perbaikan Setelah kegiatan pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran "Akselarasi Indonesia" dilakukan di kelas VI pada mata pelajaran IPS tentang perubahan wilayah provinsi di Indonesia, secara keseluruhan siswa terlihat 277 |Dakwatuna: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Peningkatan Motivasi dan Hasil BelajarA. Namun pada pelaksanaan tersebut, masih ditemukan beberapa kendala yang dihadapai antara lain: Eo Permainan dengan menggunakan "Akselarasi Indonesia" membutuhkan waktu lumayan lama, sehingga pembelajaran tidak dapat hanya dilakukan hanya 1 kali pertemuan. Eo Tidak semua siswa bisa melakukan permainan, karena permainan hanya bisa dimainkan oleh 4 orang. Eo Siswa yang berperan menjadi banker, belum bisa menikmati permainan sebagai player dalam permainan. Berdasarkan kendala-kendala yang dihadapi, maka penulis mengupayakan perbaikan untuk kegiatan pembelajaran menjadi lebih efektif, yaitu: Eo Pembelajaran dilaksanakan minimal selama 2 kali pertemuan. Eo Pada kegiatan berikutnya, pemain yang berperan sebagai banker bertukar posisi sebagai pemain. Eo Siswa diajari untuk menduplikat media "Akselarasi Indonesia" sehingga siswa bisa memainkannya di rumah. Analisis Data Hasil Aplikasi Praktis Inovasi Pembelajaran Dari hasil pengamatan sebelum menggunakan media pembelajaran "Akselarasi Indonesia" yang menunjukkan rendahnya motivasi dan hasil belajar siswa kelas VI pada mata pelajaran IPS materi perubahan wilayah provinsi di Indonesia. Maka didapatkan bahwa pada pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran "Akselarasi Indonesia" mengalami peningkatan motivasi dan hasil belajar yang dijabarkan dalam analisis data sebagai berikut: Siklus 1 Dari pengamatan terhadap kegiatan siswa dalam pembelajaran siklus 1 dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar siswa sudah mulai menunjukkan Hal ini juga diimbangi dengan peningkatan hasil belajar siswa yang menunjukkan peningkatan. Peningkatan motivasi belajar bisa dilihat dari hasil rekap angket tentang motivasi belajar siswa. Dan dari 32 siswa, pada siklus 1 ini didapatkan data yaitu 22 siswa sudah tuntas belajar dengan nilai diatas KKM 75. Hal ini tampak pada Volume 4. Nomor 2. Agustus 2. 278 Nur Kholis Huda tabel rata-rata hasil belajar siswa pada siklus 1, dan didapatkan rata-rata kelas yang naik menjadi 75,63. Siklus 2 Dengan membandingkan hasil pengamatan pada siklus 1 dan siklus 2 ini, dapat dikatakan bahwa motivasi belajar dan hasil belajar siswa sudah mengalami peningkatan hasil yang signifikan. Pada siklus 2 ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam pembelajaran IPS materi perubahan wilayah provinsi di Indonesia mengalami ketuntasan yang baik dan maksimal. Dengan menerapkan RPP siklus 2, rata-rata hasil belajar siswa mengalami peningkatan menjadi 82,66. Peningkatan motivasi belajar dan hasil belajar siswa kelas VI pada mata pelajaran IPS materi perubahan wilayah provinsi di Indonesia dengan menggunakan media pembelajaran "Akselarasi Indonesia" dapat dilihat pada diagram berikut: Motivasi Belajar Hasil Belajar Kondisi Awal Siklus 1 Siklus 2 Diagram Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Diseminasi Hasil dari inovasi pembelajaran yang berupa media pembelajaran "Akselarasi Indonesia" telah dipresentasikan dalam forum Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus II 279 |Dakwatuna: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Peningkatan Motivasi dan Hasil BelajarA. Kecamatan Lamongan Kabupaten Lamongan sebagai tindak lanjut sebagai kegiatan sharing permasalahan pembelajaran yang dihadapi di Gugus II Kecamatan Lamongan Kabupaten Lamongan. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan pada hari Sabtu, 11 Februari 2017 di ruang KKG Gugus II SDN Jetis i Kecamatan Lamongan Kabupaten Lamongan. Kegiatan ini dibina secara langsung oleh pengawas SD Gugus II Kecamatan Lamongan Kabupaten Lamongan Drs. Rustam. Pd. KESIMPULAN Dari hasil kegiatan pembelajaran dalam inovasi pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran "Akselarasi Indonesia" yang telah dilakukan selama 2 siklus dalam penelitian tindakan kelas, dan berdasarkan seluruh pembahasan serta analisis data yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Motivasi belajar siswa kelas VI SDN Jetis i Kecamatan Lamongan Kabupaten Lamongan pada mata pelajaran IPS materi perubahan wilayah provinsi di Indonesia semester 1 tahun pelajaran 2016/ 2017 mengalami peningkatan dengan menggunakan media pembelajaran "Akselarasi Indonesia". Hasil belajar siswa kelas VI SDN Jetis i Kecamatan Lamongan Kabupaten Lamongan pada mata pelajaran IPS materi perubahan wilayah provinsi di Indonesia semester 1 tahun pelajaran 2016/ 2017 mengalami peningkatan dengan menggunakan media pembelajaran "Akselarasi Indonesia". Dari hasil inovasi pembelajaran yang telah dilakukan agar proses belajar mengajar pada mata pelajaran IPS materi perubahan wilayah provinsi di Indonesia, maka penulis menyampaikan saran-saran sebagai berikut: Guru perlu mencoba menggunakan media pembelajaran "Akselarasi Indonesia" ini untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa di kelas VI. Agar siswa lebih termotivasi, guru perlu mengembangkan pembelajaran yang menarik dan bervariasi. Volume 4. Nomor 2. Agustus 2. Nur Kholis Huda REFERENSI