P-ISSN : 1410-9247 E-ISSN : 3046-4617 DOI : 10. 37817/jurnalmanajemen. Pengaruh Kelayakan Nasabah Terhadap Pemberian Kredit Guna Bhakti Pada PT. Bank Daerah Jawa Barat Dan Banten Cabang Bogor Zulkifli Rangkuti, 2Khalida Sukma Insani, 3Putri Sarirati, 4Rosalia Irawaty, 5Nova Rina Manajemen dan Bisnis. Universitas Mitra Bangsa. Jakarta E-mail: 1z. rangkuti@gmail. com, 2khalidasukmai@gmail. com, 3putrisarirati@gmail. rosaliairawaty@umiba. id, 5novarina@umiba. ABSTRAK Pemberian kredit kepada masyarakat dilakukan melalui sebuah perjanjian . antara pemberi kredit dan penerima kredit, yang menghasilkan hubungan hukum di antara Dalam prakteknya sering kali suatu perjanjian kredit dibuat oleh kreditur, dalam hal ini bank, dan debitur tinggal mempelajari dan memahaminya. Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: untuk mengetahui kelayakan nasabah terhadap pemberian Kredit Guna Bhakti pada Bank BJB Cabang Bogor, untuk mengetahui besar pengaruh pemberian kelayakan nasabah terhadap pemberian Kredit Guna Bhakti pada Bank BJB Cabang Bogor Populasi pada penelitian ini adalah karyawan Bagian Account Officer PT. Bank BJB Cabang Bogor yang berjumlah 30 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik sensus yaitu seluruh populasi di jadikan sampel. Teknik analisis data menggunakan korelasi dan regresi linier Hasil penelitian : 1. Terdapat pengaruh kelayakan nasabah terhadap pemberian kredit, yang berarti apabila kelayakan kredit ditingkatkan 1 point maka akan meningkatkan pemberian kredit sebesar 0,463. Hubungan antara kelayakan dengan pemberian kredit menggunakan teknik korelasi product moment diperoleh koefisien korelasi r = 0,484 berarti terdapat hubungan positif dengan kekuatan hubungan sedang dan signifikan antara kelayakan nasabah dengan pemberian kredit. Pengaruh kelayakan nasabah terhadap pemberian kredit dihitung berdasarkan koefisien determinasi sebesar 23,5% terhadap pemberian kredit (Y) sedangkan sisanya sebesar 76,5% dikontribusi dari variabel lain. Kata Kunci : Kelayakan Nasabah. Pemberian Kredit Guna Bhakti ABSTRACT Providing credit to the public is carried out through an agreement . between the credit giver and recipient so that there will be a legal relationship between the two. Often what is found in the field is that credit agreements are made by the creditor or in this case the bank, while the debtor only studies and understands them. The purpose of this research is as follows: to determine customer eligibility for granting Guna Bhakti Credit at Bank bjb Bogor Branch, to determine the magnitude of the influence of granting customer eligibility for granting Guna Bhakti Credit at Bank bjb Bogor Branch The population in this study were employees of the Account Officer Section of PT. Bank bjb Bogor Branch, totaling 30 people. Sampling uses census techniques, namely the entire population is sampled. Data analysis techniques use correlation and simple linear regression. Jurnal Manajemen Vol. 11 No. 3 Oktober 2024 DOI : 10. 37817/jurnalmanajemen. P-ISSN : 1410-9247 E-ISSN : 3046-4617 Research results: 1. There is an influence of customer worthiness on credit provision, which means that if credit worthiness is increased by 1 point, credit granting will increase by 0. The relationship between creditworthiness and giving credit using the product moment correlation technique obtained a correlation coefficient of r = 0. 484, meaning there is a positive relationship with moderate and significant strength of the relationship between customer worthiness and giving The influence of customer eligibility on credit provision is calculated based on a coefficient of determination of 23. 5% on credit provision (Y) while the remaining 76. 5% is contributed by other Keywords: Customer Eligibility. Providing Guna Bhakti Credit PENDAHULUAN Bank mengumpulkan dana dari masyarakat dalam berbagai bentuk seperti tabungan, untuk kemudian mengalokasikannya kepada individu atau entitas yang memerlukan, baik dalam bentuk pinjaman atau layanan keuangan lainnya, dengan Dalam konteks sehari-hari, bank dikenal sebagai institusi keuangan yang menerima deposito, tabungan, dan melakukan berbagai transaksi keuangan seperti pemberian pinjaman. Selain itu, bank juga berfungsi sebagai tempat untuk menukarkan mata uang, melakukan transfer, dan menerima pembayaran seperti pajak. Pemberian pinjaman oleh bank dilakukan melalui sebuah perjanjian antara bank sebagai pemberi pinjaman dan nasabah sebagai penerima pinjaman, sehingga menciptakan hubungan hukum di antara keduanya. Secara umum, perjanjian pinjaman ini disusun oleh bank, mempelajari dan memahaminya. Namun, perjanjian ini penting bagi kedua belah pihak karena mengatur proses pemberian, pengelolaan, dan pelaksanaan pinjaman sesuai dengan syarat-syarat yang Tanda tangan debitur pada perjanjian pinjaman dianggap mengikat kedua belah pihak secara hukum dan berlaku sebagai aturan yang mengatur hubungan antara keduanya. Pemberian kredit bukanlah hal yang terbatas pada satu wilayah, baik itu di perkotaan maupun pedesaan. Kredit Jurnal Manajemen Vol. 11 No. 3 Oktober 2024 menjadi salah satu bentuk pendanaan yang penting untuk berbagai aktivitas Bagi lembaga perbankan, pemberian kredit memiliki peranan penting karena kredit merupakan sumber pendanaan utama bagi berbagai jenis Berdasarkan data portofolio kredit PT. Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten. TBK Sebut Nama Bank BJB, diketahui fasilitas kredit konsumsi selama ini memberikan kontribusi pendapatan yang cukup besar bagi Bank BJB. Selain itu, pertumbuhan pasar yang pesat seiring masyarakat akan membuka potensi . yang sangat besar bagi pengembangan fasilitas kredit konsumsi. Dilihat dari pendekatan portofolio, menjalankan bisnis di segmen kredit konsumer berarti menerapkan strategi diversifikasi risiko yang lebih baik. Salah satu jenis kredit konsumsi yang ditawarkan, terutama oleh bank bjb, adalah bjb Kredit Guna Bhakti (KGB). Kredit ini disetujui dengan ketentuan bahwa pembayarannya berasal dari pendapatan atau gaji yang diterima oleh debitur setiap bulannya. Kredit tersebut hanya tersedia bagi debitur yang memiliki sumber pendapatan yang stabil, sehingga memastikan adanya kemampuan untuk melunasi pinjaman tersebut. KGB, atau Kredit Guna Bhakti, merupakan jenis pembiayaan yang diberikan oleh Bank kepada debitur yang gajinya diterima melalui Bank dan/atau perusahaan tempat debitur bekerja yang telah bermitra dengan Bank bjb. Sumber pembiayaan KGB ini berasal dari Bank P-ISSN : 1410-9247 E-ISSN : 3046-4617 DOI : 10. 37817/jurnalmanajemen. bjb, dengan gaji debitur digunakan untuk keperluan konsumsi. Dalam rangka optimalisasi penyaluran KGB serta menambah daya saing terhadap produk sejenis terhadap bank pesaing maka diperlukan review prosedur dan ketentuan untuk perbaikan kualitas pelayanan kredit dan mitigasi resiko yang Untuk mencapai hal - hal tersebut dan untuk menetapkan arah serta landasan yang jelas dalam pencapaiannya, maka dipandang perlu adanya suatu pedoman tersendiri yang mengatur standar operasional prosedur bjb Kredit Guna Bhakti. Selain hal tersebut, untuk mencapai kinerja yang optimal, diperlukan perencanaan yang matang dalam merumuskan strategi penyaluran kredit. Strategi ini mencakup penerapan tata menyeluruh, dan pengawasan kredit yang berkelanjutan dengan sikap yang berhatihati. Bank bjb menerapkan prinsip kehatihatian dalam penyaluran KGB (Kredit Gaji Bersam. untuk mengurangi risiko kredit bermasalah dan kredit macet. Bank bjb secara langsung melakukan penilaian terhadap permohonan kredit yang diterima dengan melakukan survei ke tempat tinggal dan tempat kerja nasabah, serta mengevaluasi usaha nasabah dan jaminan setelah melakukan wawancara Karena KGB merupakan salah satu diprioritaskan oleh Bank bjb, penting untuk terus mengembangkannya dengan menjaga hubungan yang baik antara nasabah dan bank guna menghindari risiko kredit macet. Bank pinjaman jangka pendek kepada debitur, karena pinjaman tersebut memiliki jangka waktu pengembalian yang singkat dan jumlah dana yang relatif kecil. Hal ini mengurangi risiko bank jika terjadi default oleh debitur, karena kerugian yang ditanggung oleh bank menjadi lebih Selain itu, pendekatan ini juga memberikan peluang bagi debitur lain untuk mendapatkan akses terhadap kredit. LANDASAN TEORI Pengertian Kredit Dalam paparannya Malayu SP. Hasibuan . menjelaskan bahwa kredit berasal dari bahasa Yunani, credere, yang berarti kepercayaan. Oleh karena itu, konsep kredit secara khusus merujuk pada peminjaman uang dengan penundaan pembayaran. Dasar dari konsep kredit adalah kepercayaan, sehingga ketika seseorang mendapatkan kredit, itu menunjukkan bahwa ia telah diberi kepercayaan. Pemberian kredit terjadi ketika ada kepercayaan dari pihak lain, baik individu maupun lembaga, bahwa pihak yang diberi kredit akan memenuhi semua kewajibannya sesuai dengan waktu yang ditentukan. Pihak yang memberikan kredit disebut kreditur, sementara pihak yang menerima kredit disebut debitur. Menurut Malayu SP. Hasibuan . , kredit merujuk pada segala bentuk pemberian uang atau barang yang harus dikembalikan oleh peminjam, biasanya dengan membayar bunga. Dalam konteks ini, bunga kredit merujuk pada tingkat suku bunga yang dikenakan oleh bank kepada peminjam pada setiap permohonan kredit. Berdasarkan UU Perbankan No. 10 Tahun 1998, kredit adalah bentuk pemberian pinjaman oleh bank kepada nasabahnya untuk mendukung kegiatan usaha mereka, dengan jumlah dan jangka waktu yang telah disepakati antara bank sebagai pemberi kredit dan nasabah sebagai penerima kredit. Persyaratan untuk pemberian kredit diatur dan dijelaskan dalam perjanjian kredit, yang mencakup tanggung jawab nasabah untuk termasuk pembayaran bunga. Jurnal Manajemen Vol. 11 No. 3 Oktober 2024 DOI : 10. 37817/jurnalmanajemen. Dengan demikian, kredit dapat diartikan sebagai proses pengalihan nilai ekonomi pada saat ini dengan dasar kepercayaan bahwa nilai tersebut akan dikembalikan di masa mendatang dengan nilai yang sama. Keputusan Nasabah dalam Mengambil Kredit Menurut Kotler . keputusan nasabah untuk mengambil kredit adalah suatu proses di mana nasabah memilih untuk mengambil kredit dari suatu bank. Griffin . menjelaskan bahwa dalam keputusan nasabah untuk mengambil kredit, terlibat dalam memilih salah satu dari beberapa opsi yang tersedia. Sedangkan menurut Schiffman Kanuk sebagaimana dikutip dalam Kuncoro & Adithya, 2. , keputusan nasabah untuk mengambil kredit melibatkan pemilihan antara dua atau lebih alternatif keputusan Hal ini menunjukkan bahwa sebelum mengambil kredit, nasabah perlu mempertimbangkan berbagai alternatif yang tersedia. Berdasarkan pemikiran tersebut, keputusan nasabah untuk mengambil kredit merupakan proses penting yang dilakukan sebelum mengajukan kredit. Tujuan dari keputusan ini adalah untuk memastikan bahwa tidak ada kendala yang signifikan yang mungkin terjadi, sehingga perlu diambil keputusan yang Keputusan ini memiliki dampak yang bisa berpengaruh pada bidang lainnya, oleh karena itu harus dilakukan dengan hati-hati agar sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan sebelumnya. Samarwan . ebagaimana dikutip dalam Kuncoro & Adithya, 2. pemilihan tindakan dari beberapa opsi yang tersedia. Oleh karena itu, bagi seorang nasabah yang berencana mengambil kredit, penting bagi mereka memiliki alternatif pilihan yang tersedia. Dengan demikian, keputusan nasabah untuk mengambil kredit dianggap sebagai mengajukan permohonan kredit. Hal ini Jurnal Manajemen Vol. 11 No. 3 Oktober 2024 P-ISSN : 1410-9247 E-ISSN : 3046-4617 menegaskan bahwa pengambilan kredit tidak menghadapi hambatan yang signifikan, dan penting untuk memenuhi harapan dan kebutuhan nasabah. PERUMUSAN HIPOTESIS Hipotesis adalah suatu pernyataan sementara yang memerlukan verifikasi untuk memastikan kebenarannya. Dalam hal ini. Sugiyono . menjelaskan bahwa "Hipotesis adalah jawaban sementara atas suatu perumusan masalah penelitian yang harus diuji kebenarannya, di mana perumusan masalah tersebut telah dinyatakan dalam bentuk pertanyaan. Berdasarkan penjelasan di atas, hipotesis yang diajukan dalam penulisan skripsi ini adalah: "Kelayakan Nasabah memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pemberian Kredit Guna Bhakti (KGB) di PT. Bank bjb Cabang Bogor. Sementara itu, rumusan hipotesis peneltian ini adalah sebagai beikut: Ho : U = 0. Hipotesis yang menyatakan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan variabel X . elayakan terhadap variable . emberian kredi. Ha : U z 0. Hipotesis yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan variabel X . elayakan terhadap variable . emberian kredi. METODOLOGI Desain Penelitian Berdasarkan Malhotra . , desain penelitian merupakan suatu menjalankan suatu penelitian. Kerangka ini memberikan panduan tentang langkahlangkah yang harus diambil untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam merumuskan dan menjawab masalah penelitian. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode yang melibatkan pengujian hipotesis. Variabel dalam penelitian ini adalah kelayakan nasabah dan pemberian P-ISSN : 1410-9247 E-ISSN : 3046-4617 DOI : 10. 37817/jurnalmanajemen. Kedua variabel ini saling terkait karena dalam proses penyaluran kredit kepada nasabah, bank harus melakukan analisis terhadap calon nasabah, terutama untuk menentukan apakah mereka layak menerima kredit atau tidak. Ruang lingkup penelitian ini adalah PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk . alled name bank bj. Kantor Cabang Bogor yang berada di Jl. Kapten Muslihat No. Kota Bogor. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini terdiri dari 32 karyawan di Bagian Account Officer PT. Bank bjb Cabang Bogor. Namun, untuk memastikan validitas data penelitian, peneliti dan pimpinan Bagian Account Officer dikeluarkan dari populasi Dengan demikian, jumlah populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 30 orang. Terkait dengan teknik pengambilan Nonprobability Sampling, yaitu teknik di mana sampel tidak dipilih secara acak. Pemilihan unsur populasi sebagai sampel bisa terjadi karena kebetulan atau faktor lain yang telah direncanakan oleh peneliti Jenis Nonprobability Sampling yang digunakan adalah Saturation Sampling, di mana semua anggota populasi dijadikan sampel. Teknik ini cocok digunakan ketika populasinya tidak besar atau peneliti ingin membuat generalisasi dengan tingkat kesalahan yang sangat kecil. Penulis memilih teknik Saturation Sampling karena populasi yang akan menjadi responden berjumlah terbatas, yaitu 30 orang, dan semua anggota populasi dijadikan sampel. Metode Analisa Data Pada dasarnya, analisis data tergantung pada jenis penelitian yang dipilih dan tujuan penelitian yang telah Analisis data dapat terbagi menjadi analisis kualitatif dan analisis Dalam kuantitatif dapat dilakukan melalui dua pendekatan: analisis deskriptif kuantitatif dan analisis inferensial kuantitatif. Kedua pendekatan ini menggunakan dua jenis statistik yang berbeda. Analisis deskriptif menggunakan statistik inferensial. Kedua jenis statistik ini memiliki perbedaan, baik dalam teknik analisis maupun tujuan yang ingin dicapai . ihat Sudijono, 1987: . Cara analisis data bervariasi tergantung pada jenis penelitian yang diadopsi dan tujuan yang telah dirumuskan dalam penelitian tersebut. Analisis data dapat dibedakan menjadi dua jenis utama: analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Dilihat dari penjelasan mengenai metode analisa data tersebut penulis menggunakan metode analisis kuantitatif dengan menggunakan statistik inferensial karena penulis menggunakan data yang berasal dari populasi yang keseluruhan dari populasi tersebut pun menjadi sampel sehingga hasil yang didapatkan dapat Uji Koefisien Korelasi (Hubungan Keerata. Analisis Regresi (Hubungan Sebab Akiba. Koefisien Determinasi (Pengaruh / hubungan dalam bentuk perse. HASIL DAN PEMBAHASAN Pembahasan Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan SPSS 22 dapat diketahui bahwa: Besarnya nasabah terhadap pemberian kredit Hasil pengujian hipotesis pertama menunjukkan adanya pengaruh positif dari kelayakan nasabah terhadap Jurnal Manajemen Vol. 11 No. 3 Oktober 2024 DOI : 10. 37817/jurnalmanajemen. pemberian kredit. Ini terdapat dalam persamaan regresi berikut: = 17,413 0,463 Dalam persamaan tersebut, nilai konstanta . sebesar 17,413 menandakan bahwa jika kelayakan nasabah atau X = 0, maka pemberian kredit akan sebesar 17,413. Koefisien beta . sebesar 0,463 kelayakan kredit sebesar 1 poin akan menyebabkan peningkatan pemberian kredit sebesar 0,463. Persamaan regresi ini signifikan pada tingkat = 0,05 karena nilai derajat signifikansi uji 0,000 < 0,05. Hubungan kelayakan nasabah dengan pemberian kredit Berdasarkan hubungan antara kelayakan nasabah dan pemberian kredit dianalisis menggunakan teknik korelasi menghasilkan koefisien korelasi r = 0,484. Dengan demikian. H0 ditolak dan H1 diterima, yang berarti terdapat hubungan positif dengan kekuatan hubungan yang sedang dan signifikan antara kelayakan nasabah dan pemberian kredit. Koefisien Determinasi kelayakan nasabah dengan pemberian kredit Koefisien kontribusi kelayakan nasabah terhadap pemberian kredit dihitung berdasarkan koefisien determinasi yaitu r2 x 100% = 0,235. Berarti variabel kelayakan nasabah membentuk kontribusi sebesar 23,5% terhadap pemberian kredit (Y) sedangkan sisanya sebesar 76,5% dikontribusi dari variabel lain. Peneliti menemukan bahwa proses analisis kelayakan pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) di PT. Bank Rakyat Indonesia (Perser. Tbk Cabang Samarinda Unit Air Putih telah berlangsung dengan baik, sejalan dengan Pengelolaan kredit telah dilaksanakan Jurnal Manajemen Vol. 11 No. 3 Oktober 2024 P-ISSN : 1410-9247 E-ISSN : 3046-4617 sesuai dengan peraturan Bank Indonesia nomor 27/162/KEP/DIR . Bukti dari hal ini dapat ditemukan dari hasil Internal Control Questionnaires (ICQ) dengan nilai relatif sebesar 80%, yang dikategorikan sebagai "asosiasi tinggi . sosiasi kuat hingga asosiasi sempurn. Analisis ini juga didukung dengan penjelasan mengenai proses pemberian KUR, yang membantu pemahaman mengenai tahapan terjadinya kredit dan tata cara yang harus diikuti. Berdasarkan kesimpulan yang telah dijelaskan, hipotesis yang diajukan, bahwa analisis kelayakan pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada PT. Bank Rakyat Indonesia (Perser. Tbk Cabang Samarinda Unit Air Putih tidak sesuai dengan peraturan Bank Indonesia nomor 27/162/KEP/DIR . , ditolak. Saran berdasarkan kesimpulan yang telah diungkapkan dari hasil penelitian ini dapat disampaikan kepada PT. Bank Rakyat Indonesia (Perser. Tbk sebagai berikut: 1. Manajemen PT. Bank Rakyat Indonesia (Perser. Tbk disarankan untuk menjaga kredit yang telah berjalan dengan baik guna meningkatkan kinerja dan kualitasnya. BRI Unit disarankan untuk tidak hanya menilai data keuangan melalui laporan keuangan dan kemampuan pembayaran saat menganalisis kredit calon debitur, tetapi juga memperhitungkan nilai rasio keuangan usaha calon debitur. Hal ini diharapkan dapat menghasilkan data keuangan debitur yang lebih akurat. Untuk penelitian selanjutnya, diharapkan agar peneliti dapat mengembangkan penelitian ini dengan menambahkan beberapa prinsip perkreditan, seperti Karakter. Modal dan Kondisi. Prinsip 7P, dan Prinsip 5R. KESIMPULAN Setelah melakukan analisis, penulis dapat menarik kesimpulan dari penelitian yang dilakukan sebagai berikut: P-ISSN : 1410-9247 E-ISSN : 3046-4617 DOI : 10. 37817/jurnalmanajemen. Adanya pengaruh kelayakan nasabah terhadap pemberian peningkatan kelayakan kredit meningkatkan pemberian kredit sebesar 0,463. Analisis korelasi antara kelayakan dan pemberian menunjukkan koefisien korelasi r = 0,484, yang menandakan adanya hubungan positif dengan kekuatan hubungan yang sedang dan signifikan antara kelayakan nasabah dan pemberian kredit. Pengaruh kelayakan nasabah dihitung berdasarkan koefisien 23,5% terhadap pemberian kredit (Y) sedangkan sisanya sebesar 76,5% dikontribusi dari variabel lain. DAFTAR PUSTAKA