ANALISIS PEMIKIRAN YUSUF QARDHAWI TENTANG PRODUKSI DAN KONSUMSI DALAM HUKUM ISLAM Gini Gausian1. Fierda Febrianti Sidiq2 STAI Al-Musaddadiyah Garut gausian@stai-musaddadiyah. febrianti1728@stai-musaddadiyah. DOI: 10. 37968/jhesy. Abstrak Pada realita saat ini adalah telah terjadi ketidakadilan dan ketimpangan dalam pendistribusian pendapatan dan kekayaan baik di negara maju maupun di negara berkembang yang mempergunakan sistem kapitalis sebagai sistem ekonomi negaranya, sehingga menciptakan kemiskinan dimana-mana. Pandangan dunia Islam termasuk ekonomi. Islam memandang ekonomi berada di tengah dan memperjuangkan keseimbangan yang adil di semua bidang ekonomi, termasuk keseimbangan antara bisnis dan modal, output dan konsumsi, perantara produsen dan konsumen, dan kelompok sosial. Konsumsi seorang muslim juga perlu berorientasi pada kasih sayang dan empati kepada mereka yang kurang kuat dan lebih membutuhkan. karena memperbaiki diri juga berarti memperbaiki orang Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan riset kepustakaan (Library researc. , yaitu penelusuran dan pemanfaatan sumber perpustakaan untuk memperoleh data yang dibutuhkan dalam penelitian. Hasil Penelitian bahwa Qardhawi berpendapat bahwa hal ini tidak sepenuhnya akurat berdasarkan temuan kajian ekonomi Islam yang lebih menekankan pada distribusi daripada produksi dan konsumsi. Penegasan ini dapat diterima jika sarana, prasarana, dan metode adalah yang dimaksudkan untuk produksi dan konsumsi. Sementara ini berlangsung, akan sulit untuk menerima pernyataan ini jika yang dimaksud adalah tujuan, nilai, dan pengaturan sistem produksi. Kata Kunci: Produksi. Konsumsi. Yusuf Qardhawi Hak Cipta . 2023 Jurnal Hukum Ekonomi Syariah (JHESY) Gausian. Sidiq Jurnal Jhesy Vol. No. Abstract In the current reality, there has been injustice and inequality in the distribution of income and wealth in both developed and developing countries that use the capitalist system as their economic system, thus creating poverty everywhere. The Islamic worldview includes economics. Islam views the economy as being in the middle and strives for a fair balance in all areas of the economy, including the balance between business and capital, output and consumption, intermediaries between producers and consumers, and social groups. The consumption of a Muslim also needs to be oriented towards compassion and empathy for those who are less powerful and more needy. Because improving oneself also means improving others. The research method in this study uses library research, namely tracing and utilizing library sources to obtain the data needed in research. Research results that Qardhawi argues that this . Keywords: Production. Consumption. Yusuf Qardhawi Pendahuluan Keunikan konsep ekonomi syariah yang relevan di setiap kondisi memiliki tujuan untuk kesejahteraan ekonomi dengan mempertimbangkan kesejahteraan umum yang lebih luas namun mempertimbangkan aspek moral, pendidikan, agama, dan persoalan lainnya. Kesejahteraan yang dimaksudkan adalah bertambahnya pendapatan yang diakibatkan oleh peningkatan produksi dari pemanfaatan sumber daya secara maksimal, serta pola konsumsi yang baik dan proporsional. Konsumsi adalah sebuah proses kebutuhan yang dibutuhkan oleh setiap manusia. (Aedy, 2. Proses ekonomi seperti produksi, distribusi, konsumsi, impor, dan ekspor terkait erat dengan Tuhan karena Dia adalah sumber segala sesuatu. Dengan bekerja dan menikmati kebaikan dari segala seuatu yang ada di dunia ini, secara tidak langsung manusia beribadah dan menjalankan perintah Tuhan. Untuk tujuan mendapatkan keuntungan hidup, semua operasi ekonomi di dunia kita tidak dapat dipisahkan dari konsepsi ekonomi yang ada. Sejak kedatangan Islam di muka bumi, gagasan ekonomi Islam sudah ada. Al-Qur'an dan Hadits sarat dengan hukum dan petunjuk kebijakan ekonomi yang harus diikuti dan disesuaikan dengan perkembangan zaman. (Sholahuddin, 2. Adapun bidang kajian yang terpenting dalam perekonomian adalah bidang Produksi. Distribusi dan Konsumsi. Distribusi misalnya, menjadi posisi penting dari teori ekonomi mikro baik dalam sistem ekonomi Islam maupun kapitalis sebab pembahasan dalam bidang distribusi ini tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi belaka tetapi juga aspek social dan politik sehingga menjadi perhatian bagi aliran pemikir ekonomi Islam dan konvensional sampai saat,ini. (Sudarsono, 2. Pada saat ini realita yang nampak adalah telah terjadi ketidakadilan dan ketimpangan dalam pendistribusian pendapatan dan kekayaan baik di negara maju maupun di negara-negara https://journal. stai-musaddadiyah. id/index. php/jhesy Gausian. Sidiq Jurnal Jhesy Vol. No. berkembang yang mempergunakan sistem kapitalis sebagai sistem ekonomi negaranya, sehingga menciptakan kemiskinan dimana-mana. (Sidiq, n. Menanggapi kenyataan tersebut Islam sebagai agama yang universal diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan tersebut dan sekaligus menjadi sistem perekonomian suatu Pandangan dunia Islam termasuk ekonomi. Islam memandang ekonomi berada di tengah dan memperjuangkan keseimbangan yang adil di semua bidang ekonomi, termasuk keseimbangan antara bisnis dan modal, output dan konsumsi, perantara produsen dan konsumen, dan kelompok sosial. Seorang Muslim melakukannya untuk kesenangan Allah SWT serta kebutuhan fisik mereka sendiri. Konsumsi seorang muslim juga perlu berorientasi pada kasih sayang dan empati kepada mereka yang kurang kuat dan lebih membutuhkan. karena memperbaiki diri juga berarti memperbaiki orang lain. Dengan memberi kepada orang lain, maka akan mendapatkan perbuatan baik yang akan bermanfaat bagi seseorang di kehidupan akhirat berikutnya. (Prayitno, 1. Dari permasalahan di atas kami ingin membahas tentang produksi, distribusi dan konsumsi dengan melihat perspektif Islam dengan melalui hadits-hadit Rasullulah sebagai pendukung, oleh karena itu kami sepakat memberikan judul makalah ini yaitu:AyProduksi. Distribusi dan Konsumsi dalam Ekonomi IslamAy. Metode Penelitian Untuk mendapatkan data dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian Penelitian kualitatif adalah suatu penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, sikap, kepercayaan, persepsi, pemikiran individual secara individual maupun kelompok. Beberapa deskripsi ini digunakan untuk menemukan prinsip-prinsip dan penjelasan yang mengarah pada penyimpulan. (Syaripudin et al. , 2. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan riset kepustakaan (Library researc. Riset pustaka yaitu penelusuran dan pemanfaatan sumber perpustakaan untuk memperoleh data yang dibutuhkan dalam penelitian dengan rangkaian yang berkaitan dengan kegiatan dalam metode data pustaka, membaca dan mencatat serta mengolah bahan penelitian yang (Iip Syaripudin & Konkon Furkony, 2. Dengan mengeksplorasi, membuat interpretasi, menganalisis, dan menarik kesimpulan berdasarkan temuan penelitian yang dilakukan oleh peneliti, strategi ini bertujuan untuk menemukan informasi berupa realitas dari hasil gagasan seseorang. Obyek dan Subjek kajian adalah pemikiran Yusuf Qardhawi tentang konsumsi dan produksi yang terdapat dalam terjemahan buku Norma dan Etika Ekonomi Islam dan Daurul Qiyam Wal Akhlaq Fil Iqtishadil Islami. https://journal. stai-musaddadiyah. id/index. php/jhesy Gausian. Sidiq Jurnal Jhesy Vol. No. Pembahasan Allah melarang memperlakukan harta secara berlebihan sehingga menjadi kikir . atau mubazir . Dalam hal membelanjakan uang. Islam mempromosikan moderasi . , sedangkan Allah melarang kelebihan, kikir, dan pembelian barang-barang ilegal. Seorang Muslim tidak boleh memperoleh penghasilan dengan cara yang diharamkan, dan ia tidak boleh membelanjakan hartanya untuk hal-hal yang diharamkan, menurut Yusuf al-Qaradawi. Selain itu, ia tidak dibenarkan melampaui batasan pengeluaran yang wajar ketika melakukan pengeluaran halal karena kelebihan tidak sesuai dengan pengertian istihklaf atau kepemilikan Allah SWT. Seorang Muslim tidak boleh terlibat dalam konsumsi berlebihan dalam hal kuantitas. (Robbani & Muttaqin, 2. Pemborosan produk konsumen dilarang oleh Allah SWT. Akibatnya, seorang Muslim hanya akan menyisihkan sebagian dari uangnya untuk konsumsi, dan sisanya digunakan untuk beribadah kepada Allah SWT, investasi masa depan, dan tujuan amal lainnya. Menurut Allah SWT, perbuatan yang berulang-ulang ini merupakan teman setan dan pengingkaran terhadap Allah SWT. Menurut pandangan Islam, konsep etika dan norma konsumsi Yusuf al-Qardawi konsisten dengan teori-teori yang sudah ada dalam ekonomi Islam. Dalam mengartikulasikan gagasan ekonomi mereka di bidang konsumsi, para pemikir Islam sebelumnya dan saat ini juga memiliki pemikiran serupa. Afzalurrahman menegaskan bahwa mengingat pentingnya aset Islam, ini menekankan betapa pentingnya merawat dan memanfaatkannya dengan baik. (Robbani & Muttaqin, 2. Islam menasihati perlindungan properti yang ketat dan pengeluaran hemat untuk memenuhi kebutuhan hukum. Islam juga melarang umat Islam memberikan harta mereka kepada orang bodoh untuk menghindari pemborosan keuangan. (Adnan, n. ) Penulis berpendapat bahwa seorang muslim harus berkonsumsi sesuai dengan syariat, khususnya dalam menggunakan harta, karena setiap harta yang Allah SWT berikan kepada seseorang merupakan titipan yang harus dibelanjakan sesuai dengan kehendak-Nya. Aset yang dikonsumsi harus menguntungkan konsumen, karena konsumsi yang tepat didefinisikan sebagai konsumsi yang memaksimalkan keuntungan dari konsumsi. Hidup boros dilarang keras dalam Islam karena dipandang bertentangan dengan cara hidup Islam. Seorang muslim harus rela membatasi penggunaan barang-barang mewah, meskipun ia masih banyak memanfaatkannya, sesuai dengan larangan Islam terhadap kelebihan, yang juga harus Pengejaran pemenuhan konsumsi oleh manusia juga dilarang, seperti peningkatan konsumsi tanpa memperhatikan situasi keuangan seseorang. Dalam Q. S AlFurqanayat 47 berbunyi: a aA IA A eO UA a A acOEIac eO aIA U AaO aa aE EaEa aI Eac eO aE aEaA a AaU acO aa aE EIac aNA e AaON aaO EacA Dialah yang menjadikan malam untukmu . pakaian dan tidur untuk istirahat. Dia menjadikan siang untuk bangkit berusaha. (Tim Departemen Agama RI, 2. Ekonomi Islam juga memberikan penekanan yang signifikan pada penggunaan kekayaan seseorang untuk kepentingan keluarga dan menyebutnya sebagai amal. Islam memandang semua biaya yang terkait dengan membesarkan anak, orang tua, dan bahkan diri sendiri https://journal. stai-musaddadiyah. id/index. php/jhesy Gausian. Sidiq Jurnal Jhesy Vol. No. sebagai ibadah. Islam memandang kerja ekonomi sebagai cara untuk mendapatkan imbalan yang akan membantu seseorang mencapai falah . esenangan dalam kehidupan ini dan Mengkonsumsi tidak dapat dipisahkan dari sudut pandang ini. Maslahah adalah pembenaran untuk mengkonsumsi dalam Islam. Terlepas dari kenyataan bahwa motivasi utama individu untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi adalah untuk mendukung kelangsungan hidupnya Kesimpulan Berikut dapat disimpulkan dari hasil telaah dan pembahasan terhadap Analisis Pemikiran Yusuf Qardhawi tentang Produksi dan Konsumsi dalam Hukum Islam: Manufaktur Yusuf Qardhawi mendefinisikan produksi sebagai alat, kerangka, dan proses kerja dasar. Konsep produksi dalam Islam dijelaskan dalam kitab Yusuf Qardhawi Daurul Qiyam wal Akhlaq fil Iqtishadil Islami yang terbagi menjadi lima pembahasan: Al-Qur'an, menekankan pada sumber daya alam. Mengerjakan sendi-sendi produksi utama. Memproduksi dalam lingkaran halal. Melindungi sumber daya alam, dan Tujuan produksi. Penulis studi ini sampai pada kesimpulan bahwa pemikiran ekonomi Islam, seperti yang disajikan dalam buku Yusuf Qardhawi Daurul Qiyam wal Akhlaq fil Iqtishadil Islami, dapat membantu umat Islam memahami ide dan praktik produksi Islam secara umum serta menjelaskan produksi dari perspektif Islam. Konsumsi Orang didorong untuk berproduksi sampai semua kebutuhan mereka dipasok melalui Pembangunan negara akan terhambat jika tidak ada individu yang ingin menjadi konsumen dan jika daya beli masyarakat menurun akibat perilaku hemat yang berlebihan. Akhirnya, roda produksi akan berhenti. Al-Qur'an membuat penjelasan yang gamblang tentang masalah konsumsi ini sesuai dengan keutamaan dan kemurnian kitab sucinya. Al-Qur'an menganjurkan konsumsi makanan sehat dan melarang pengeluaran yang boros dan sia-sia. Beliau memerintahkan umat Islam untuk hanya mengamalkan dan mengkonsumsi masakan yang sehat dan suci. https://journal. stai-musaddadiyah. id/index. php/jhesy Gausian. Sidiq Jurnal Jhesy Vol. No. Daftar Pustaka