Vincent et al. / Journal of Entrepreneurial Studies (JES) Vol. 2 No. 1 pp. 40 - 54 Pengaruh Influencer Marketing Terhadap Persepsi Pilihan Produk Efferdrink (Uji Beda Sedentary & Athletic Influencer Lifestyl. Hans Michael Vincent1. Agatha Liney Simamora2*. Aldo Hardi Sancoko3 *Penulis Penghubung E-mail: agathasimamora@ukwms. Fakultas Bisnis Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Abstract: Rapid technological developments have brought about social media that can be used as Prosesi Artikel Diunggah: 15-05-2025 Direvisi: 28-05-2025 Diterima: 31-05-2025 a communication tool to share information. Social media has created the concept of Ewom . lectronic word of mout. which has given rise to the term influencer. Many food and beverage businesses utilize influencer marketing to market the products they sell. Efferdrink is one of the businesses in the health beverage sector that will use influencer marketing. So this study was conducted with the aim of finding out and describing Influencer lifestyle sadentary and athletic in influencing the choice of Efferdrink beverage products, as well as describing the differences in influence between Influencer lifestyle sadentary and athletic on the choice of Efferdink beverage products. The object of this study was the influencer chosen by Efferdrink with the subject of Instagram social media users aged 18-45 years located in and around Surabaya. This study uses a quantitative research design. The sampling technique used was purposive sampling with a total of 102 respondents. Respondent data were collected using a questionnaire with a Likert scale and a Guttman scale. The results showed that the use of influencer lifestyle sadentary or the use of influencer lifestyle athletic both had a significant effect on the perception of the choice of Efferdrink beverage products. And other results show that there is no difference between sadentary and athletic lifestyle influencers in influencing or encouraging the perception of Efferdrink product choices. Keywords: Influencer lifestyle sadentary. Influencer lifestyle athletic, and Perception choice. Abstrak: Perkembangan teknologi yang pesat menghadirkan media sosial yang dapat digunakan sebagai alat komunikasi untuk berbagi informasi. Media sosial menciptakan konsep E-wom . lectronic word of mout. yang memunculkan sebutan Banyak bisnis makanan dan minuman yang memanfaatkan influencer maketing untuk memasarkan produk yang dijual. Efferdrink merupakan salah satu bisnis dibidang minuman kesehatan yang akan menggunakan influencer marketing. Maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan Influencer lifestyle sadentary dan athletic dalam mempengaruhi pilihan produk minuman Efferdrink, serta mendeskripsikan perbedaan pengaruh antara Influencer lifestyle sedentary dan athletic terhadap pilihan produk minuman Efferdink. Objek penelitian ini adalah influencer yang dipilih Efferdrink dengan subjek pengguna media sosial Instagram berusia 18 Ae 45 Tahun berlokasi di Surabaya sekitarnya. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah responden sabanyak 102 Data responden dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan skala Likert dan skala Guttman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan influencer lifestyle sadentary atau penggunaan influencer lifestyle athletic sama Ae sama berpengaruh signifikan terhadap persepsi pilihan produk minuman Efferdrink. Serta hasil lain menunjukkan tidak terdapat perbedaan antara influencer lifestyle sadentary dan athletic dalam mempengaruhi atau mendorong persepsi pilihan produk minuman Efferdrink. Kata Kunci: Influencer gaya hidup sedentary. influencer gaya hidup athletic. dan Persepsi DOI: https://doi. org/10. 33508/jes. Vincent et al. / Journal of Entrepreneurial Studies (JES) Vol. 2 No. 1 pp. PENDAHULUAN Tren influencer marketing melalui media social semakin meningkat dalam beberapa tahun Data dari Asia Pacific Insight menggambarkan adanya peningkatan dari 73,2 persen pada tahun 2021 menjadi sebesar 87,8 persen pada tahun 2023, merek yang menginvestasi dana kepada influencer marketing (Mileneo, 2. Selain itu fenomena ini terjadi karena 76% masayarakat di Indonesia mengikuti influencer di media sosial dan 68% membeli suatu barang dan produk melalui hasil dukungan dari influencer (Nurhayati. Influencer merupakan orang yang memiliki kekuatan untuk mempengaruhi keputusan orang lain dengan pengetahuan dan hubungan yang erat dengan kemiripan perilaku pengikut (Idris, 2. Penelitian terdahulu menujukan bahwa beberapa influencer marketing dengan target anakanak dan remaja, menampilkan pemasaran makanan dan minuman yang tinggi kalori, lemak, dan gula (Coates et al. , 2019. De Jans et al. , 2021. Berdasarkan data survei kesehatan Indonesia 2023 terdapat peningkatan anak muda yang terkena penyakit diabetes dari 10,9 persen 2018 menjadi 11,7 persen di Penyakit ini disebabkan oleh pola konsumsi yang tidak sehat, jarang beraktivitas fisik sehingga terjadi peningkatan obesitas, dan kurang kesadaran untuk pengobatan (Gatra S. , 2. Selain itu, konsumsi gula yang berlebihan sesuai dengan Journal Diabetes Investigation dapat meningkatkan risiko terkena diebetes tipe 2 (Fadli R, 2. Indonesia berada pada peringkat ke5 dengan kasus diabetes terbanyak di dunia. Jumlah International Diabetes Foundation (IDF) di Indonesia pada tahun 2021 sebesar 19,5 juta Kebiasaan masyarakat Indonesia yang suka mengkonsumsi minuman manis dalam kemasan menjadi penyebab kasus diabetes semakin banyak di Indonesia (Kautsar, 2. Penyakit diabetes dapat menyebabkan kematian dengan angka kematian 6,7 juta kematian pada tahun 2021 pada populasi usia 20-79 Tahun (Saraswati M. , 2. Melihat peningkatan penyakit diabetes maka dapat dikaitkan dengan influencer yang menjadi pendorong anak muda atau remaja mencoba sebuah produk, sehingga perlu memilih influencer yang sesuai dengan produk agar tidak memberikan dampak negatif. Pemilihan Influencer yang sesuai akan memberikan respon positif yang baik karena berdasarkan studi influencer lebih mudah dalam membangun rasa kemiripan perilaku dengan pengikut di media social (Colliander & Dahlyn, 2011. De Jans et al. , 2021. Selain kemiripan perilaku. Source Credibility Theory menjelasakan bahwa Influencer yang memiliki keahlian komunikasi dalam menjelaskan sebuah produk akan membuat konsumen menjadi percaya dan memberikan tanggapan serta respon yang positif pada produk (Chidinma N. & Ezekiel S. Maka dari itu, saat memasarkan produk yang memiliki manfaat kesehatan, influencer yang menerapkan gaya hidup yang sehat memiliki potensi lebih besar dalam mempengaruhi dan mengkomunikasikan kepada kosumen. Dukungan dari influencer marketing yang memiliki gaya hidup sehat akan lebih efektif dalam mencapai hasil positif dari meniru dan mendapatkan informasi dari influencer ketika memilih produk. Namun, penelitian terdahulu menujukan hasil yang berbeda, influencer dengan gaya hidup sadentary atau tidak sehat memiliki pengaruh lebih besar dalam pilihan makanan. Hasil penelitian terdahulu menyatakan bahwa anak-anak cenderung memilih cemilan sehat ketika influencer sadentary memasarkan produk yang rendah gizi. Permasalahan ini menjadi menarik untuk diteliti lebih dalam karena merek produk kesehatan akan menggunakan influencer athletic dengan gaya hidup sehat sebagai influencer marketing produk, tetapi pada hasil penelitian terdahulu menyatakan influencer sadentary yang memiliki gaya hidup tidak sehat lebih efektif dalam mempengaruhi pilihan yang lebih sehat (De Jans et al. , 2021. Maka dari itu, perbedaan pengaruh Influencer sedentary lifestyle vs influencer athletic lifestyle dalam mempengaruhi langsung Vincent et al. / Journal of Entrepreneurial Studies (JES) Vol. 2 No. 1 pp. melalui gaya hidup yang digambarkan oleh influencer harus diteliti agar tidak salah memilih influencer dalam memberikan pengaruh dan persepsi konsumen saat Persepsi gambaran yang ditangkap oleh konsumen untuk memahami atau menyimpulkan alasan orang lain memilih produk tersebut (Barasz & Kim, 2. Penelitian terdahulu berfokus pada pengaruh influencer lifestyle sadentary vs athletic yang mempengaruhi anak-anak pada pilihan snack yang tinggi nutrisi vs rendah nutirisi (De Jans et al. , 2021. Penelitian ini akan menyelidiki hal yang menjadi pembeda penggunaan influencer sadentary . idak banyak melakukan aktivitas fisi. vs influencer athletic . erolahraga dan seha. dalam mempengaruhi pilihan produk minuman Efferdrink, minuman berkarbonasi yang memiliki manfaat menangkal radikal bebas dengan buah buahan alami dan pemanis alami stevia yang membuat produk ini memiliki kalori rendah dengan total nol Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui apakah ada perbedaan pengaruh dan preferensi konsumen dalam memilih influencer lifestyle yang ada dengan judul Pengaruh Influencer Marketing Terhadap Persepsi Pilihan Produk Efferdrink (Uji Beda Sedentary & Athletic Influencer Lifestyl. Hasil dari penelitian akan digunakan untuk kepentingan Efferdrink dalam menentukan influencer yang akan digunakan saat melakukan promosi produk kepada perkataan dengan lebih baik. Terdapat 3 dimensi dalam kredibilitas sumber yaitu daya tarik, keahlian, dan kepercayaan (Serman & Sims, 2. Teori ini sejalan dengan penelitian ini yang akan melihat perbedaan pengaruh yang komunikator informasi yang didasarkan pada dua lifestyle influencer yaitu lifestyle sedentary dan lifestyle athletic. Penggunaan lifestyle influencer ini, berkaitan dengan kredibilitas sumber karena gambaran gaya hidup dan cara penyampaian yang disampaikan akan mempengaruhi orang lain dalam memilih produk minuman Efferdrink. Terdapat 3 indikator yang menjelaskan source credibility dalam (De Jans et , 2021a. Ohanian, 1. Daya Tarik Kepercayaan Keahlian Influencer Perkembangan teknologi yang cepat menghadirkan media sosial yang sering kali digunakan banyak orang dalam kehidupan sehari-hari. Kehadiran membentuk konsep E-WOM . lectronic word of mout. yang disebutan sebagai influencer. Hal ini memunculkan banyak influencer yang menjadi brand ambassador, paid promote, celebrity dan endorse untuk merek produk tertentu (Nurhaliza T. P, 2. Influencer didefinisikan sebagai orang yang mempengaruhi orang lain dan memiliki jumlah pengikut yang banyak pada instagram, tiktok, dan aplikasi media sosial lain (Pratiwi & Patrikha, 2. KAJIAN PUSTAKA Source Credibility Theory (SCT) Teori kredibilitas sumber menurut kelman 1961 dapat didefinisikan sebagai komunikasi untuk memberikan informasi yang disampaikan oleh seseorang yang memiliki keahlian dan dapat dipercaya. Pada teori ini. Hovland dan Weiss 1952 menjelaskan bahwa kredibilitas dapat mempengaruhi pendapat orang lain karena saat seseorang memiliki kredibilitas sumber yang tinggi maka orang yang melihat akan lebih mudah percaya dan dapat memahami Gambar 1. Kategori Influencer bedasarkan pengikut Sumber: (Anestia C, 2. Jumlah ditentukan berdasarkan ketegori seperti, nanoinfluencers . 000 pengiku. , micro influencers . 000 pengiku. , mid-tier influencers . 000 pengiku. , macro Vincent et al. / Journal of Entrepreneurial Studies (JES) Vol. 2 No. 1 pp. 000 pengiku. , dan mega-influencers dan celebrities . Berdasarkan laporan State of Influencer Marketing in Indonesia terdapat peningkatan nano-influencer . 000 pengiku. yang memiliki hubungan yang kuat dalam mempengaruhi dan lebih dekat dengan pengikut dengan presentase 77,4 persen (Anestia C, 2. Maka dari itu, penelitian ini menggunakan variabel influencer untuk diteliti karena memiliki pengaruh yang besar dalam mempengaruhi pengikut di media sosial. Terdapat beberapa indikator yang dapat digunakan dalam menjelaskan Jurnal pertama menjelaskan bahwa terdapat 5 indikator dalam (Li & Peng. Daya Tarik Keahlian Keaslian Homofilitas Interaksi Pada jurnal kedua, menjelaskan bahwa terdapat 6 indikator dalam (Athaya & Irwansyah, 2. Keahlian Kepercayaan Kredibilitas Keterlibatan Sponsor Hubungan Parasosial Kesesuaian Lifestyle Sedentary & Lifestyle Athletic Kotler mendefinisikan gaya hidup sebagai pola hidup seseorang untuk menujukan ekpresi diri melalui aktivitas, opini dan minat. Berdasarkan definisi ini gaya hidup bisa dijelaskan sebagai salah satu identitas diri atau ciri khas seseorang dalam mengekpresikan diri melalui kegiatan sehari hari yang digambarkan orang tersebut. Hal ini memiliki keterkaitan dengan karakter seseorang yang berbeda pada setiap individu yang ada di dunia (Fauzi & Asri, 2020. Kotler & Armstrong G. , 2. Karakteristik atau gaya hidup yang terbentuk memunculkan beberapa gaya hidup yang ada di dunia dan dapat mempengaruhi orang lain melalui karakter yang digambarkan. Sedentary lifestyle menjadi salah satu gaya hidup yang menggambarkan pola hidup tidak sehat dan didefinisikan sebagai gaya hidup yang bermalas-malasan atau tidak melakukan aktvitas fisik dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini terjadi pada anak-anak dan remaja yang lebih memilih bermain ponsel dari pada bermain sepak bola dan basket yang merupakan aktivitas fisik (Sicca S. P, 2. Athletic lifestyle menjadi salah satu gaya hidup yang mengambarkan pola hidup yang sehat dan didefinisikan sebagai gaya hidup yang berusaha menerapkan kebiasaan dalam mencapai kehidupan yang sehat serta menghindari kebiasaan buruk yang tidak Penerapatan gaya hidup ini memerlukan perubahan perilaku seperti, memilih makanan dan minuman yang sehat. untuk menjaga kesehatan dan melakukan aktivitas fisik . (Utami S. Sedentary lifestyle vs Athletic lifestyle menjadi salah satu variabel yang akan menjadi satu dengan variabel influencer, karena pada penelitian ini akan menggunakan perbedaan karakter orang yang mempengaruhi pengikut dengan mengambarkan gaya hidup masingmasing influencer. Terdapat beberapa kriteria pemilihan influencer lifestyle dalam penelitian Influencer dengan sedentary lifestyle akan menggambarkan isi konten yang tidak menggambarkan aktivitas fisik. Sedangkan Influencer dengan athletic lifestyle akan menggambarkan konten yang menunjukkan aktivitas fisik. Choice Perceptions Persepsi pengamatan terhadap orang lain untuk memahami alasan orang tersebut memilih sesuatu untuk dipilih. Ketika membahas mengenai persepsi pilihan dapat diambil contoh pengamatan terhadap seorang aktor atau Influencer. Saat melakukan pengamatan hal yang dapat dilihat adalah visual dan penjelasan yang disampaikan oleh aktor atau Influencer. Pengamatan ini akan membantu orang untuk memahami alasan orang lain memilih sesuatu saat melihat seorang aktor atau Influencer. Vincent et al. / Journal of Entrepreneurial Studies (JES) Vol. 2 No. 1 pp. Indikator untuk persepsi pilihan dijelaskan dalam 4 komponen dalam (Barasz & Kim. Apa yang terpilih Mengapa dapat terpilih Bagaimana dapat terpilih Siapa yang memilih Pengaruh Influencer lifestyle sedentary terhadap Perceptions Choice Salah satu karakteristik atau gaya hidup dalam penelitian ini adalah sedentary lifestyle yang mengambarkan gaya hidup tidak sehat atau jarang melakukan aktivitas fisik. Produk Efferdrink merupakan minuman berkabonasi tinggi antioksidan dan rendah kalori dengan total nol gula. Melihat produk Efferdrink yang bisa dikategorikan sebagai minuman yang memiliki manfaat Kesehatan. Influencer dengan lifestyle sedentary tidak memiliki pengaruh signifikan dalam memberikan pengaruh kepada calon Namun pada penelitian terdahulu menyatakan influencer dengan sedentary lifestyle memiliki potensi lebih besar dalam memberikan pengaruh untuk memilih produk yang mengarah pada Kesehatan (De Jans et al. , 2021a, 2022. Maka, peneliti merumuskan hipotesis bawha pemilihan influencer dengan sedentary lifestyle memiliki pengaruh terhadap persepsi pilihan produk Efferdrink. H1 : Influencer lifestyle sedentary berpengaruh signifikan terhadap persepsi pilihan. Pengaruh Influencer lifestyle Athletic terhadap Perceptions Choice Influencer dengan athletic lifestyle memiliki gaya hidup sehat, aktifitas fisik rutin dan cenderung menghindari kebiasaan buruk Peneliti menduga. Produk Efferdrink yang tinggi antioksidan dan rendah kalori dengan total nol gula . apat dikategorikan keadalam minuman Kesehata. akan lebih cocok jika dipromosikan oleh influencer dengan athlethic lifestyle (De Jans et al. , 2021a, 2022. Maka, peneliti merumuskan hipotesis bahwa pemilihan influencer dengan athlethic lifestyle memiliki pengaruh terhadap persepsi pilihan. H2 : Influencer athletic lifestyle berpengaruh signifikan terhadap persepsi pilihan H3 : Terdapat perbedaan antara Influencer lifestyle sedentary dan athletic dalam mempengaruhi persepsi pilihan produk Efferdrink. Gambar 2. Model Penelitian Sumber : diolah Peneliti METODE PENELITIAN Desain Penelitian Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan dua variabel independent, influencer sedentary lifestyle (X. dan influencer athletic lifestyle (X. , dan variable dependent yaitu perceptions choice (Y). Peneliti menggunakan metode judgmental sampling dalam menentukan Malhotra (Simamora & Pratama Sulistyo, 2. , judgmental sampling merupakan salah satu bentuk dari convenience sampling, di mana pemilihan sampel didasarkan pada penilaian subjektif peneliti serta kriteria tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya. Data pada penelitian ini dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner online melalui Google Form kepada responden dengan kriteria berada pada usia produktif dan harus menggunakan media social. Jumlah sampel penelitian ini adalah minimal 30 responden yang terdiri dari 2 variabel independent dan 1 variabel dependen dengan perhitungan 10 x 3 = 30 responden. Roscoe menyatakan bahwa sampel yang layak berada diantara 30 Ae 500 responden (Sugiyono. Objek penelitian ini adalah Influencer dengan Sedentary Lifestyle dan Influencer dengan Athletic Lifestyle yang akan dibandingkan pengaruhnya terhadap persepsi pilihan Vincent et al. / Journal of Entrepreneurial Studies (JES) Vol. 2 No. 1 pp. konsumen dalam memilih produk minuman Efferdrink. Instrumen Penelitian Influencer Sadentary Lifestyle Influencer sedentary lifestyle merupakan seseorang yang memberikan pengaruh pada orang lain melalui media sosial dengan memberikan gambaran konten yang tidak membahas mengenai Kesehatan. Indikator yang digunakan untuk variable ini diambil dari (Li & Peng, 2. Influencer sedentary lifestyle menarik. Influencer sedentary lifestyle tampan. Influencer sedentary lifestyle Elegan. Influencer sedentary lifestyle memiliki keahlian dalam merekomendasikan produk Efferdrink. Influencer sedentary lifestyle berpengalaman dalam merekomendasikan produk Efferdrink. Influencer sedentary lifestyle memiliki pengetahuan tentang produk Efferdrink. Influencer sedentary lifestyle memiliki kualifikasi untuk merekomendasikan produk Efferdrink. Influencer sedentary lifestyle terampil dalam merekomendasikan produk Efferdrink. Influencer sedentary lifestyle membuat konten orginal . idak dibuat-bua. Influencer sedentary lifestyle memiliki konten yang up-to-date. Influencer sedentary lifestyle memiliki banyak kesamaan dengan Influencer sedentary lifestyle memiliki kesamaan nilai dengan konsumen. Influencer sedentary lifestyle memiliki kesamaan citra dengan konsumen. Influencer Athletic Lifestyle Influencer athletic lifestyle merupakan seseorang yang memberikan pengaruh pada orang lain melalui media sosial dengan memberikan gambaran konten yang membahas seputar cara menjaga Kesehatan. Indikator yang digunakan untuk variable ini diambil dari (Li & Peng, 2. Influencer athletic lifestyle menarik. Influencer athletic lifestyle tampan. Influencer athletic lifestyle Elegan. Influencer athletic lifestyle memiliki keahlian dalam merekomendasikan produk Efferdrink. Influencer athletic lifestyle berpengalaman dalam merekomendasikan produk Efferdrink. Influencer athletic lifestyle memiliki Efferdrink. Influencer athletic lifestyle memiliki kualifikasi untuk merekomendasikan produk Efferdrink. Influencer athletic lifestyle terampil dalam Efferdrink. Influencer athletic lifestyle membuat konten orginal . idak dibuat-bua. Influencer athletic lifestyle memiliki konten yang up-to-date. Influencer athletic lifestyle memiliki Influencer athletic lifestyle memiliki kesamaan nilai dengan konsumen. Influencer athletic lifestyle memiliki kesamaan citra dengan konsumen. Perceptions Choice Of Efferdrink Drink Product Pilihan merupakan keputusan yang diambil oleh setiap orang dalam kehidupan sehari-hari seperti apa yang harus dibeli. Persepsi Pilihan Efferdrink didefinisikan sebagai pilihan yang diambil mengamati influencer marketing dengan gaya hidup sedentary dan athletic. Indikator yang digunakan untuk variable ini diambil dari (Serman & Sims, 2. : AuInfluencer Lifestyle mana yang dipilih dan lebih mempengaruhi persepsi pilihan pada produk Efferdrink. Ay Teknik Analisis Data Uji Validitas dan Reliabilitas Uji Validitas merupakan salah satu uji yang dilakukan untuk mengukur valid Vincent et al. / Journal of Entrepreneurial Studies (JES) Vol. 2 No. 1 pp. atau tidak sebuah kuesioner. Pada uji validitas akan menggunakan Pearson correlations dan data dinyatakan valid jika memiliki nilai signifikansi < 0,05. Sedangkan uji reliabilitas merupakan sebuah alat yang digunakan untuk mengukur kuesioner yang menjadi indikator dari variabel. Data yang didapat bisa dinyatakan reliabel jika nilai Cronbach Alpha > 0,7 (Ghozali. , 2. Uji Hipotesis Pengujian Hipotesis dengan uji wald untuk menjelaskan variabel dependen penelitian. Hipotesis dapat dikatakan diterima apabila memiliki nilai signifikansi < 0,05. Sedangakn hipotesis ditolak apabila memiliki nilai signifikansi > 0,05 (Ghozali. , 2. Uji Asumsi Pada penelitian ini terdapat 2 uji asumsi klasik yang digunakan. Pertama uji multikolinearitas merupakan uji yang dilakukan untuk menentukan suatu model regresi memiliki atau tidak memiliki korelasi antara variabel independen atau dependen. Dapat dikatakan tidak multikolinearitas jika terdapat nilai tolerance Ou 0,1 dan nilai VIF O Kedua, uji heteroskedastisitas merupakan uji yang dilakukan untuk menguji dalam suatu model regresi terdapat atau tidak terdapat ketidaksamaan varian dari residual beberapa Dapat dikatakan tidak heteroskedastisitas ketika titik-titik pada grafik scatterplots tersebar merata diatas atau bawah angka 0 di sumbu Y (Ghozali. , 2. Uji Beda Penelitian ini akan melakukan uji beda pada variabel influencer lifestyle sadentary dan athletic yang menggunakan Paired-samples T-test dengan bantuan program Statistical product and Servis Solution (SPSS). Paired-samples T-test dilakukan untuk menguji perbedaan dengan tujuan melihat perbedaan rata-rata . dari 2 sampel yang berpasangan (Mardani R. , 2. Terdapat perbedan jika nilai t hitung lebih besar dibandingkan t tabel dan memiliki nilai signifikansi < 0,05 (Ghozali. , 2. Bagian menjelaskan secara detail mengenai tahapantahapan yang perlu dilakukan dalam penelitian yang dilakukan. Metode penelitian berisi tentang desain penelitian, obyek penelitian yang akan diobservasi, populasi dan sampling, waktu dan lokasi penelitian, instrumen penelitian, dan metode analisis Uji Model Metode uji model akan menggunakan NeglekrekeAos R square yang merupakan perkembangan dari Cox dan Snell dalam memastikan nilai bervariasi pada tiap Interpretasi NeglekrekeAos R square dapat diartikan sebagai R2 pada multiple Secara sederhana nilai NeglekrekeAos R square dilihat untuk mengetahui seberapa besar variabel dependen dapat dijelaskan oleh variabel independen. Selain itu, uji model juga Hosmer LemeshowAos Goodness Fit Test untuk melihat hipotesis sesuai atau tidak dengan Jadi output pengujian ini dapat digunakan untuk melihat hipotesis yang telah diajukan diterima atau ditolak. Hipotesis dapat dikatakan diterima jika hasil ouput olah data pada nilai Hosmer LemeshowAos Test memiliki nilai signifikansi > 0,05 (Ghozali. HASIL DAN PEMBAHASAN Profile Responden Penyebaran kuesioner dilakukan secara online dengan menggunakan bantuan google form. Penggunaan kuesioner yang diberikan secara online karena saat responden memberikan jawaban harus melihat dua video promosi yang telah dibuat dan mempermudah dalam pengisian. Kuesioner ini disebarkan dari tanggal 19 November sampai 09 Desember 2024. Jumlah responden yang didapat adalah 123 responden dan yang lulus screening sebanyak 102 responden dilanjutkan untuk diujikan. Tabel 1. Demografi Responden Vincent et al. / Journal of Entrepreneurial Studies (JES) Vol. 2 No. 1 pp. Variabel Kategori Frekuensi . Persentase (%) Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan 53,9% 46,1% Usia (Tahu. 65,7% 26,5% 7,8% Pengguna Instagram Memiliki Akun Tidak Memiliki Akun Pekerjaan Mahasiswa Wirausaha Perkantoran Lain - Lain 15,7% 34,3% Domisili Surabaya Sidoarjo Pasuruan Gresik Mojokerto 66,7% 15,7% 6,9% 6,9% 3,9% Sumber: Data diolah Hasil Uji Deskriptif Data Uji Validitas Hasil uji validitas yang dilakukan, berdasarkan tabel di atas memiliki Korelasi Pearson dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 Variabel Influencer Sadentary Lifestyle Influencer Athletic Lifestyle sehingga dapat disimpulkan bahwa data pada variabel diatas valid. Tabel 2. Hasil Uji Validitas Indikator Korelasi Sig. Pearson INLS AT1 0,661 0,000 INLS AT2 0,538 0,000 INLS AT3 0,622 0,000 INLS EX1 0,541 0,000 INLS EX2 0,680 0,000 INLS EX3 0,572 0,000 INLS EX4 0,645 0,000 INLS EX5 0,603 0,000 INLS OR1 0,553 0,000 INLS OR2 0,615 0,000 INLS HOM1 0,732 0,000 INLS HOM2 0,793 0,000 INLS HOM3 0,000 INLA AT1 0,665 0,000 INLA AT2 0,639 0,000 INLA AT3 0,735 0,000 INLA EX1 0,653 0,000 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Vincent et al. / Journal of Entrepreneurial Studies (JES) Vol. 2 No. 1 pp. Perceptions Choice Sumber: Data diolah INLA EX2 INLA EX3 INLA EX4 INLA EX5 INLA OR1 INLA OR2 INLA HOM1 INLA HOM2 INLA HOM3 Uji Reliabilitas Hasil dari uji reliabilitas pada menunjukkan bahwa variabel influencer sadentary lifestyle memiliki nilai cronbachAos alpha sebesar 0,874. Variabel Variabel Influencer Sadentary Lifestyle Influencer Athletic Lifestyle Sumber: Data diolah 0,674 0,661 0,741 0,708 0,686 0,745 0,665 0,759 0,669 1,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 influencer athletic lifestyle memiliki nilai cronbachAos alpha sebesar0,906. Kedua variabel ini dapat dikatakan reliabel karena nilai cronbachAos alpha > 0,7. Tabel 3. Hasil Uji Reliabilitas CronbachAos Alpha 0,874 0,906 Uji Asumsi Hasil dari pengujian multikolinearitas yang telah di olah menujukan nilai tolerance sebesar 0,612 Ou 0,1 dan VIF 1,633 O 10. Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Keterangan Reliabel Reliabel Maka dapat di simpulkan bahwa tidak terjadi multikolinearitas pada variable penelitian. Tabel 4. Hasil Uji Multikolinearitas Tolerance Variabel 0,612 Influencer Lifestyle Sadentary 0,612 Influencer Lifestyle Athletic Sumber: Data diolah VIF Vincent et al. / Journal of Entrepreneurial Studies (JES) Vol. 2 No. 1 pp. Hasil uji heterokedastisitas yang digambarkan dalam bentuk grafik scatterplot. Sesuai dengan gambar tersebut dapat dilihat bahwa titik-titik membentuk seperti garis kebawah sejajar namun tetap tersebar diatas atau dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka Gambar 3. Hasil Uji Heteroskedastisitas Sumber: Data diolah Uji Model Pada tabel 5 dapat dilihat bahwa Cox & Snell R Square memiliki nilai 0,241 dan NeglekrekeAos R Square memiliki nilai 0,323. Dapat diartikan bahwa sebesar 32,3 persen -2 log likelihood Sumber: Data diolah Tabel 5. Hasil Uji Model NeglekrekeAos Cox & Snell R Square NeglekrekeAos R square 0,241 0,323 Pada tabel 6, dapat dilihat bahwa nilai signifikansi adalah 0,166 > 0,05, maka Chi-square Sumber: Data diolah Uji Hipotesisz Hipotesis variabel influencer lifestyle sadentary dan athletic dapat mejelaskan variabel perceptions choice. Sisa sebesar 67,7 persen . Ae 32,3 perse. dapat dijelaskan oleh hal diluar model. disimpulkan bahwa model yang diajukan cocok dengan data. Tabel 6. Hasil Uji Model Hosmer dan LemeshowAos Sig. 0,166 Tabel 7. Hasil Uji Hipotesis Wald Wald Sig. H1: Influencer Sadentary Lifestyle y Perceptions Choice H2: Influencer Athletic Lifestyle y Perceptions Choice Constant Keterangan -2,686 0,001 H1 diterima 3,177 0,000 H2 diterima -2,351 1,335 0,248 Sumber: Data diolah Tabel 7 menjelaskan hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji wald. Berdasarkan tabel di atas, dua hipotesis yang diajukan dapat diterima karena memiliki nilai signifikansi < 0,05. Vincent et al. / Journal of Entrepreneurial Studies (JES) Vol. 2 No. 1 pp. Hasil Uji Beda Tabel 8 menjelaskan hasil dari uji beda dari variabel influencer sedentary lifestyle dan influencer athletic lifestyle memiliki nilai t < t tabel . ,690 < 1,. Sedangkan signifikansi 492 > dari 0,05 maka dapat disimpulkan H3 Variabel Dependen Perception Choice Hal ini dapat diartikan bahwa tidak terdapat perbedaan ketika menggunakan influencer sedentary lifestyle atau influencer athletic Alasan penolakan ini dikarenakan nilai t < t tabel dan nilai signifikansi > 0,05. Tabel 8. Hasil Uji Beda Mean 0,032 0,690 Sig. 0,492 Sumber: Data diolah Pembahasan Responden dalam penelitian ini ratarata adalah mahasiswa yang berusia 18 Ae 25 tahun dan memiliki sosial media Instagram. Pada uji model menyatakan bahwa model yang digunakan dalam penelitian ini dapat digunakan untuk mengetahui persepsi pilihan ketika melihat konten promosi Efferdrink oleh influencer dengan sedentary lifestyle atau influencer dengan athletic lifestyle. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa tidak terjadi multikolinearitas karena memiliki tolerance 0,612 Ou 0,1 dan VIF 1. 633 O 10. Selain itu, penelitian ini juga tidak terjadi heterokedastisitas karena berbentuk garis sejajar tetapi merata diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y. Tabel 9. Ketetapan Klasifikasi Perdiksi @aa @chris Persentase llxx1 toperke benar @aallxx1 44 @christ 17 Keseluruhan persentase Sumber : Olah data 2024 Tabel 9 menggambarkan ketetapan klasifikasi influencer yang rata-rata dari 58 responden, memilih @aallxx167 dapat diklasifikasikan benar sebesar 75,9 persen . benar dan 14 sala. Persentase responden @christoperkevin, diklasifikasikan benar sebesar 61,4 persen . benar dan diklasifikasikan salah sebesar 17 Persamaan dari ketetapan klasifikasi Ln Y = -2,351 - 2,686 3,177. Persamaan tersebut menjelaskan bahwa responden lebih prefer memilih influencer dengan athletic lifestyle dengan nilai koefisien pengaruh sebesar 3,177 dan influencer dengan sadentary lifestyle nilai koefisien pengaruh sebesar -2,686. Pengaruh InCuencer Lifestyle Sadentary terhadap perceptions Choice Hasil penelitian menunjukan bahwa persepsi orang dalam memilih, dipengaruhi signifikan oleh influencer sedentary lifestyle. Hal ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang menyampaikan bahwa influencer dengan gaya hidup sedentary memiliki frekuensi yang tinggi mempromosikan produk yang memiliki nilai gizi tinggi atau sehat (De Jans et al. , 2021, Responden merasa setuju dan sangat setuju dari beberapa hal yang membuat influencer sadentary dapat memberikan pengaruh yang siginifikan yang dilihat dari indikator pada statistik deskriptif. Pertama indikator yang memiliki nilai rata-rata paling tinggi terdapat pada indikator INLS EX (Influencer Lifestyle Sedentary Expertis. Memiliki nilai rata-rata 4,35, 4,35, 4,37, 4,43 dan 4,38, dengan jawaban sangat setuju dari 5 pertanyaan yang diberikan. Indikator kedua yang memiliki nilai tertinggi kedua adalah INLS OR (Influencer Lifestyle Sadentary Originalit. yang memiliki Vincent et al. / Journal of Entrepreneurial Studies (JES) Vol. 2 No. 1 pp. nilai rata-rata 4,26 dan 4,27, dengan jawaban sangat setuju pada 2 pertanyaan yang Ketiga terdapat pada indikator INLS AT (Influencer Lifestyle Sadentaru attractivenes. yang memiliki nilai rata-rata 4,23, 3,88, dan 3,90, dengan jawaban sangat setuju pada 1 pertanyaan dan 2 pertanyaan mendapatkan jawaban setuju. Keempat terdapat pada indikator INLS HOM (Influencer lifestyle sadentary Homopl. yang memiliki nilai ratarata 3,83, 3,82, dan 4,04, dengan jawaban Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata responden terpengaruh influencer sadentary yang jarang melakukan aktivitas karena keahlian ketika merekomendasikan produk Efferdrink. konten yang up-to-date atau mengikuti tren. memiliki daya tarik yang menarik untuk dilihat. dan memiliki kemiripan dengan responden. Pengaruh InCuencer Lifestyle athletic terhadap perceptions Choice Of EAerdrink Drink product. Hasil penelitian menunjukan bahwa persepsi orang untuk memilih dapat dipengaruhi signifikan oleh influencer athletic Hal ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang menemukan bahwa influencer lifestyle athletic lebih dikagumi dan kredibel karena memiliki tubuh yang ideal (De Jans et , 2022. Influencer siginifikan, dibuktikan dengan rata-rata jawaban responden yang dapat dilihat dari statistik deskriptif pada bagian indikator. Pertama indikator yang memiliki nilai rata-rata paling tinggi terdapat pada indikator INLA EX (Influencer Lifestyle Athletic Expertis. Memiliki nilai rata-rata 4,23, 4,21, 4,26, 4,29 dan 4,27, dengan jawaban sangat setuju dari 5 pertanyaan yang diberikan. Indikator kedua yang memiliki nilai tertinggi kedua adalah INLS AT (Influencer Lifestyle Athletic Attractivenes. yang memiliki nilai rata-rata 4,30, 4,02 dan 3,98, dengan jawaban sangat setuju 1 pertanyaan dan setuju pada 2 pertanyaan yang diberikan. Ketiga, terdapat pada indikator INLS OR (Influencer Lifestyle Athletic Originalit. yang memiliki nilai rata-rata 4,29, dan 4,19, dengan jawaban sangat setuju pada 1 pertanyaan dan 1 pertanyaan mendapatkan jawaban setuju. Keempat terdapat pada indikator INLS HOM (Influencer lifestyle Athletic Homopl. yang memiliki nilai rata-rata 3,82, 3,90, dan 3,92 dengan jawaban setuju. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata responden terpengaruh influencer athletic yang karena keahlian ketika merekomendasikan produk Efferdrink. memiliki daya tarik yang menarik karena memiliki tubuh yang ideal. memiliki konten yang original dan up-to-date. dan memiliki kemiripan dengan responden. Perbedaan InCuencer Lifestyle Sadentary dan athletic dalam mendorong perceptions Choice Of EAerdrink Drink product. Hasil penelitian diatas menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan antara influencer sedentary dan influencer athletic dalam mempengaruhi atau mendorong persepsi Hal ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang mengatakan bahwa tidak terdapat perbedaan gaya hidup ketika produk dengan nilai gizi tinggi di promosikan oleh influencer sedentary atau influencer athletic (De Jans et al. , 2021. Konsep REFCAM juga menjelaskan bahwa kerentanan anak-anak, remaja, dan orang dewasa terhadap gambaran makanan dalam pemasaran produk makanan atau minuman bergantung pada faktor pesan dan faktor situasional. Pada faktor pesan berkiatan dengan efek dari iklan yang mempengaruhi melalui konteks dan pesan untuk meningkatkan penjelasan yang lebih Faktor situasional berkiatan dengan situasi yang dirasakan individu pada saat melihat konten yang mengambarkan produk (De Jans et al. , 2021b. Folkvord et al. , 2. Melalui konsep ini dapat dijelaskan bahwa ketika menggunakan kedua influencer dengan gaya hidup berbeda, kedua influencer dapat memberikan pengaruh sama karena kerentanan dalam penangkapan gambaran makanan atau minuman. Selain itu, dapat juga dipengaruhi oleh pesan yang disampaikan influencer dan kemiripan situasi yang sedang dirasakan responden. Vincent et al. / Journal of Entrepreneurial Studies (JES) Vol. 2 No. 1 pp. Selain itu, berdasarkan dasarkan hipotesis yang dihasilkan. H1 dan H2 diterima, maka dapat dikatakan memang benar jika tidak terdapat perbedaan ketika produk Efferdrink di promosikan oleh kedua Influencer yang memiliki perberbedaan gaya hidup. Kesimpulan Penelitian Kesimpulan sebagai berikut : Influencer dengan sedentary lifestyle menunjukan hasil yang negatif tetapi memiliki nilai signifikansi dalam memberikan pengaruh dan dorongan terhadap variabel perceptions choice. Hal ini dapat diartikan bahwa hipotesis pertama atau H1 dapat diterima. Influencer dengan athletic lifestyle menunjukan hasil yang positif dan memberikan pengaruh dan dorongan terhadap variabel perceptions choice. Hal ini dapat diartikan bahwa hipotesis kedua atau H2 dapat diterima. Tidak terdapat perbedaan ketika menggunakan Influencer dengan sedentary lifestyle atau Influencer dengan athletic lifestyle dalam memberikan pengaruh terhadap variabel perceptions Jadi dapat dikatakan bahwa menggunakan kedua influencer dengan gaya hidup yang berbeda memiliki melakukan promosi. Hal ini menunjukan bahwa hipotesis ketiga atau H3 ditolak. Saran Penelitian memperluas jangkauan penelitian sehingga tidak hanya di Surabaya, tetapi dapat menjangkau daerah yang luas karena Indonesia memiliki angka pengguna media sosial dan pengikut inCuencer yang tinggi. Diperlukan adanya eksplorasi dan analisis faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi Choice Perception pada responden dalam memilih preferensi seorang inCuencer. DAFTAR PUSTAKA