JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 37-46 ISSN : 2985-4768 PENGARUH TOTAL ASSET TURNOVER DAN NET PROFIT MARGIN TERHADAP PERTUMBUHAN LABA PADA PT BISI INTERNASIOAL TBK PERIODE 2014-2024 Melani Ditha Safitri1 Email : dithasftr06@gmail. Program Studi Manajemen Program Sarjana Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Pamulang Tangerang Selatan1 Eka Rahim2 Email : dosen01736@unpam. Program Studi Manajemen Program Sarjana Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Pamulang Tangerang Selatan2 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Total Asset Turnover dan Net Profit Margin terhadap Pertumbuhan Laba pada PT BISI Internasional Tbk periode 2014-2024. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif bersifat asosiatif yang mencakup hubungan kausal antara variabel bebas dengan variabel terikat Teknik analisis yang digunakan meliputi statistik deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi (RA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial. TATO berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba . 064 < tabel 2. < 0,. , sedangkan NPM berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba . 072 > tabel 2. signifikansi 0,004 < 0,. Secara simultan. TATO dan NPM berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba . 658 > Ftabel 4. signifikansi 0,000 < 0,. Nilai RA sebesar 87. 0% menunjukkan bahwa TATO dan NPM menjelelaskan pertumbuhan laba 0%, sedangkan sisanya 13. 0% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Kata kunci: Total Asset Turnover (TATO). Net Profit Margin (NPM). PT BISI Internasional Tbk. ABSTRACT This study aims to analyze the effect of Total Asset Turnover (TATO) and Net Profit Margin (NPM) on Profit Growth at PT BISI Internasional Tbk for the period 2014-2024. The research method uses a quantitative approach with an associative nature, which includes a causal relationship between independent and dependent variables. The analytical techniques used include descriptive statistics, classical assumption tests, multiple linear regression, t-test. F-test, and coefficient of determination (RA). The results of the study show that, partially. TATO has a significant effect on profit growth . -count -6. 064 < t-table 2. 000 < 0. , while NPM also has a significant effect on profit growth . -count 4. 072 > t-table 2. 004 < 0. Simultaneously. TATO and NPM have a significant effect on profit growth (F-count 26. 658 > F-table 4. 000 < 0. The coefficient of determination (RA) value of 87. 0% indicates that TATO and NPM explain 87. of the variation in profit growth, while the remaining 13. 0% is influenced by other factors outside the model. Keywords: Total Asset Turnover (TATO). Net Profit Margin (NPM). PT BISI Internasional Tbk. PENDAHULUAN Di tengah persaingan bisnis yang ketat, perusahaan dituntut untuk mampu mengelola sumber daya secara Salah satu aspek penentu dalam menilai kinerja keuangan perusahaan adalah pertumbuhan laba. Pertumbuhan laba mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dari periode ke periode, yang pada akhirnya menjadi cerminan keberhasilan strategi operasional dan finansial yang diterapkan. PT BISI Internasional Tbk sebagai salah satu perusahaan agrobisnis ternama di Indonesia memiliki tantangan dalam menjaga kestabilan dan pertumbuhan laba di tengah fluktuasi sektor https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index pertanian, perubahan iklim, dan tekanan global pada sektor Dua indikator keuangan yang sering digunakan untuk mengukur efisiensi operasional dan profitabilitas perusahaan adalah Total Asset Turnover (TATO) dan Net Profit Margin (NPM). TATO mengambarkan seberapa efektif perusahaan menggunakan asetnya untuk menghasilkan penjualan, sedangkan NPM mencerminkan seberapa besar laba bersih yang diperoleh dari setiap Dengan demikian, analisis terhadap kedua rasio ini penting untuk memahami bagaimana efisiensi aset dan tingkat profitabilitas mempengaruhi pertumbuhan laba perusahaan secara keseluruhan (Harahap, 2. JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 37-46 Fenomena yang terjadi pada PT BISI Internasional Tbk selama periode 2014Ae2024 menunjukkan fluktuasi yang cukup signifikan pada kinerja keuangannya. Berdasarkan laporan keuangan tahunan, terdapat penurunan laba bersih pada beberapa tahun tertentu yang tidak sejalan dengan peningkatan penjualan, yang menunjukkan adanya potensi ketidakefisienan dalam penggunaan aset atau menurunnya margin laba. Pada tahun 2020, meskipun pendapatan meningkat, pertumbuhan laba bersih justru menurun karena meningkatnya beban pokok penjualan dan biaya operasional. Selama periode 2014Ae2024. PT BISI International Tbk menghadapi berbagai permasalahan global yang memengaruhi operasional dan kinerjanya. Salah satu tantangan utama adalah perubahan iklim ekstrem, terutama fenomena El Nino dan La Nina yang menyebabkan ketidakpastian cuaca, berdampak pada produksi benih dan hasil panen. Selain itu, fluktuasi harga komoditas global dan ketegangan geopolitik dunia turut memengaruhi stabilitas pasar ekspor-impor dan biaya logistik. Pandemi COVID-19 pada 2020 juga menjadi tantangan besar, mengganggu rantai pasok, distribusi, dan permintaan pasar. Di sisi lain, perubahan kebijakan perdagangan dan regulasi pertanian global menuntut perusahaan untuk beradaptasi dengan standar baru, termasuk isu keberlanjutan dan keamanan pangan. Semua faktor ini memaksa PT BISI untuk meningkatkan efisiensi, inovasi produk, dan strategi mitigasi risiko demi menjaga daya saing di pasar agrobisnis Dalam menjalankan usahanya, perusahaan tentu ingin terus meningkatkan laba dari tahun ke tahun. Namun, laba tidak akan tumbuh dengan sendirinya tanpa adanya pengelolaan yang baik. Perusahaan harus bisa mengelola aset yang dimiliki agar bisa menghasilkan penjualan yang Selain itu, perusahaan juga harus bisa menekan biaya dan menghasilkan keuntungan dari setiap penjualan yang dilakukan. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui apakah pengelolaan aset dan margin keuntungan benarbenar berpengaruh terhadap pertumbuhan laba perusahaan. Saat ini, persaingan di industri agrobisnis semakin Banyak perusahaan lain yang juga memproduksi dan menjual produk-produk pertanian seperti benih, pestisida, dan pupuk. Oleh karena itu. PT BISI Internasional Tbk perlu terus memperbaiki kinerja keuangannya agar bisa tetap unggul di tengah persaingan. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan memastikan bahwa aset yang dimiliki dapat digunakan secara maksimal untuk menghasilkan pendapatan, dan keuntungan yang diperoleh dari penjualan bisa terus meningkat dari waktu ke waktu. https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index ISSN : 2985-4768 Berdasarkan laporan tahunan PT BISI Internasional Tbk, memperoleh setiap tahunnya selalu menghadapi Keberhasilan finansial suatu perusahaan dapat dievaluasi dengan menggunakan berbagai indikator rasio Berdasarkan laporan ringkasan data keuangan yang tersedia untuk umum, pengaruh Total Asset Turnover dan Net Profit Margin terhadap Pertumbuhan Laba pada tahun 2014 hingga 2024 akan diteliti dalam penelitian ini. Dengan menggunakan variabel Total Asset Turnover dan Net Profit Margin terhadap Pertumbuhan Laba perode 2014-2024 pada PT BISI Internasional Tbk dapat menganalisis masalah seperti masalah laba bersih pada beberapa tahun tertentu yang tidak seimbang, penggunaan aset yang tidak efisien, dan kinerja keuangan yang tidak Dengan memperbaiki Total Asset Turnover dan Net Profit Margin, perusahaan dapat meningkatkan laba bersih dan penjualan secara efisien, sehingga memperbaiki Data perbandingannya dirangkum sebagai berikut: Gambar 1. 1 Grafik Total Asset Turnover PT BISI Internasional Tbk Periode 2014-2024 Berdasarkan grafik dan tabel Total Asset Turnover PT BISI Internasional Tbk periode 2014Ae2024, terlihat bahwa total penjualan mengalami fluktuasi, sementara total aset cenderung meningkat setiap tahun. Penurunan tajam pada total penjualan terjadi pada tahun2024, dari Rp3. 000 di tahun 2023 menjadi Rp1. JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 37-46 yang kemungkinan besar disebabkan oleh penurunan permintaan pasar, efisiensi produksi yang menurun, atau adanya gangguan operasioal. Sebaliknya, total aset tetap meningkat meskipun penjualan menurun, yang bisa disebabkan oleh investasi jangka panjang, akumulasi aset tetap, atau peningkatan piutang. Ketidakseimbangan antara pertumbuhan aset dan penurunan penjualan ini menunjukkan efisiensi penggunaan aset perusahaan cenderung menurun, yang tercermin dalam nilai Total Asset Turnover yang lebih rendah di tahun 2024 dibanding tahun-tahun sebelumnya. ISSN : 2985-4768 masih belum stabil dan sangat dipengaruhi oleh kinerja penjualan serta efisiensi biaya setiap tahunnya. NET PROFIT MARGIN 4,000,000,000 2,000,000,000 Laba Bersih Penjualan Gambar 1. 2 Grafik Net Profit Margin PT BISI Internasional Tbk Periode 2014-2024 Berdasarkan grafik dan tabel Net Profit Margin PT BISI Internasional Tbk periode 2014Ae2024, terlihat bahwa laba bersih dan penjualan mengalami tren naik turun yang tidak selalu sejalan. Kenaikan laba bersih secara signifikan terjadi pada tahun 2021 dan 2022, yang kemungkinan disebabkan oleh efisiensi biaya atau peningkatan margin Namun, pada tahun 2024, laba bersih turun Rp953. Rp176. 000, seiring dengan penurunan penjualan yang juga signifikan. Penurunan ini dapat diakibatkan oleh turunnya permintaan pasar, naiknya biaya operasional, atau faktor eksternal seperti gangguan rantai pasok. Fluktuasi tersebut mencerminkan bahwa profitabilitas perusahaan https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index Berdasarkan grafik dan tabel pertumbuhan laba PT BISI Internasional Tbk periode 2014Ae2024, terlihat bahwa laba bersih perusahaan mengalami tren naik turun yang cukup signifikan. Peningkatan laba yang konsisten terjadi dari tahun 2014 hingga 2017, yang kemungkinan didorong oleh kinerja operasional yang membaik dan efisiensi biaya. Namun, pada tahun 2019 dan 2020 terjadi penurunan laba yang cukup tajam, yang dapat disebabkan oleh penurunan penjualan atau meningkatnya beban usaha. Laba kembali naik pada tahun 2021 hingga mencapai puncaknya pada tahun 2023 sebesar Rp595. 000, mencerminkan kinerja yang solid dalam mengelola pendapatan dan biaya. Lalu, pada tahun 2024 laba turun drastis menjadi Rp178. 000, yang kemungkinan besar disebabkan oleh penurunan tajam pada penjualan atau meningkatnya biaya operasional secara signifikan. Fluktuasi ini menunjukkan bahwa profitabilitas perusahaan masih belum stabil dan sangat sensitif terhadap perubahan faktor eksternal maupun internal perusahaan. METODE PENELITIAN Menurut Djaali . Penelitian Kuantitatif adalah penelitian yang bersifat infrensial dalam arti mengambil kesimplulan berdasarkan hasil pengujian hipotesis secara statistika, dengan menggunakan data emprik hasil pengumpulan data melalui pengukuran. Jenis atau metode yang penulis gunakan dalam menyusun penelitian ini adalah kuantitatif. Penelitian ini menggunakan sifat asosiatif, menurut (Sugiono 2015:. Aupenelitian asosiatf adalah penelitian yang bertuuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih. JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 37-46 mencari peranan, pengaruh dan hubungan yang bersifat sebab-akibat ,yaitu anatara variabel bebas . dan variabel terkait . HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Data Penelitian Perhitungan Total Asset TurnOver PT Bisi Internasional Tbk Untuk mengetahui Total Asset TurnOver, data yang dibutuhkan adalah total penjualan dan total aset. Rumus yang digunakan untuk menilai Total Asset TurnOver Sumber : Sujarweni 2019 Setelah mengolah data laporan keuangan tersebut, maka didapatkan nilai Total Asset Turnover PT BISI Internasional Tbk sebagai berikut : ISSN : 2985-4768 nilai Total Asset Turnover (TATO) berada pada angka 0,37 yang mencerminkan efisiensi penggunaan aset yang masih Angka ini kemudian mengalami peningkatan signifikan hingga mencapai 0,88 pada tahun 2021, yang merupakan titik tertinggi selama periode pengamatan, menandakan bahwa pada tahun tersebut perusahaan mampu memaksimalkan asetnya untuk menghasilkan penjualan secara lebih optimal. Namun, setelah tahun 2021, terjadi penurunan rasio secara bertahap, hingga mencapai angka 0,61 pada tahun 2024. Tenik Analisis Data Uji Statistik Deskriptif Berdasarkan hasil uji statistik deskriptif terhadap tiga variabel, yaitu Total Asset Turnover (TATO). Net Profit Margin (NPM), dan Pertumbuhan Laba (PL), diperoleh bahwa seluruh variabel memiliki jumlah yang sama yaitu sebanyak 11 observasi. Nilai rata-rata . TATO berkisar 0,6673 dengan standar deviasi 0,13936, menunjukkan bahwa variasi efisiensi penggunaan aset tergolong rendah dan relatif stabil. NPM memiliki nilai rata-rata 17,6755 dan standar deviasi 3,80076, yang mengindikasikan bahwa margin laba bersih perusahaan relatif konsisten namun tetap terdapat variasi sedang. Sementara itu. PL menunjukkan nilai rata-rata sebesar 11,1300 dengan standar deviasi yang tinggi yaitu 35,88724, serta kisaran nilai yang sangat lebar dari -70,01 hingga 59,70, mencerminkan adanya fluktuasi signifikan dalam pertumbuhan laba perusahaan, termasuk kemungkinan kerugian yang besar dalam beberapa Secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa TATO dan NPM cenderung stabil, sedangkan PL sangat bervariasi antar periode. Uji Asumsi Klasik Berdasarkan data pada tabel dan grafik Total Asset Turnover PT Bisi International Tbk periode 2014Ae2024, diketahui bahwa rasio perputaran total aset perusahaan mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun. Pada tahun 2014, https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah data residual pada model regresi terdistribusi secara Normalitas residual merupakan salah satu asumsi klasik yang harus dipenuhi dalam analisis regresi linier klasik agar hasil estimasi model menjadi valid dan reliabel. Untuk menguji normalitas, digunakan yaitu dengan menggunakan analisis grafik dengan menggunakan grafik P-Plot dan One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test : Analisis grafik dengan menggunakan grafik P-Plot JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 37-46 Plot Probabilitas (P-Plo. di atas menunjukkan bahwa nilai residual cenderung berdistribusi normal, ditunjukkan oleh titik-titik yang mengikuti pola garis diagonal. Sementara itu, uji normalitas juga dilakukan menggunakan Dari histogram diatas histogram batang membentuk kurva berbentuk lonceng dengan sisa yang cukup tinggi terkonsentrasi di sekitar angka nol. Kurva hitam yang melengkung menunjukkan distribusi normal teoritis sebagai pembanding. Nilai mean residual yang sangat mendekati nol . ,94E-. dan sebaran yang relatif simetris menunjukkan tidak adanya penyimpangan signifikan terhadap normalitas. Karena itu, diketahui bahwa residu dalam model ini terdistribusi normal, dan asumsi normalitas regresi didasarkan dari hasil histogram. https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index ISSN : 2985-4768 Uji normalitas diatas menggunakan One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test terhadap residual tak Nilai signifikansi (Asymp. Sig. 2-taile. sebesar 0,200 menjelaskan bahwa data residual tidak berbeda secara signifikan dari distribusi normal . arena nilai p > 0,. Maka dapat disimpulkan bahwa data residual terdistribusi normal, yang mencukupi salah satu persepsi penting dalam analisis regresi atau uji parametrik Uji Multikolinearitas Berdasarkan hasil analisis multikolinearitas model regresi yang mencakup variabel independen total asset turnover dan net profit margin dapat ditunjukan bahwa nilai toleransi untuk masing masing dari kedua variabel tersebut adalah sekitar 0,993 dan nilai VIF (Variance Inflation Facto. sebesar 1,007. Nilai tersebut dapat diketahui tidak terdapat gejala multikolinearitas di antara variabel independen dalam model, karena nilai tolerance berada jauh di atas batas minimal 0,10 dan nilai VIF jauh di bawah batas maksimal 10. Dengan demikian, kedua variabel dapat digunakan secara bersamaan dalam model regresi untuk memprediksi Pertumbuhan Laba tanpa mengkhawatirkan adanya hubungan linear yang tinggi antarvariabel independen. JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 37-46 Uji Heterokedastisitas Pengujian heteroskedastisitas berfungsi untuk melihat model regresi memiliki varians error yang konstan atau justru bervariasi. Pada penelitian ini, uji heteroskedastisitas dilakukan dengan menggunakan grafik Scatterplot yang ditampilkan sebagai berikut: ISSN : 2985-4768 maka DW berada di antara dL < DW < dU . ,7580 < 1,293 < 1,6. , yang berarti hasil uji berada dalam daerah yang tidak pasti . Artinya, tidak dapat diketahui secara pasti apakah terjadi autokorelasi positif atau tidak. Namun karena nilai DW sangat dekat dengan batas bawah . L), maka terdapat indikasi kuat adanya autokorelasi positif, sehingga disarankan untuk mempertimbangkan perbaikan model, seperti menggunakan pendekatan time series atau menambahkan variabel lag. Sehingga melakukan uji autokorelasi dengan uji run test sebagai Berdasarkan scatterplot uji heteroskedastisitas dengan variabel dependen Pertumbuhan Laba, terlihat bahwa titik-titik data tersebar secara acak di sekitar garis horizontal nol dan tidak membentuk pola tertentu . eperti pola menyebar mengerucut atau meleba. Pola penyebaran yang acak ini menunjukkan bahwa varians residual bersifat konstan . , sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi tidak mengalami masalah Dengan demikian, asumsi klasik mengenai homoskedastisitas dalam regresi linier Uji Autokorelasi Uji Autokorelasi adalah analisis statistik yang digunakan untuk menentukan apakah suatu variabel berkorelasi dengan perubahan waktu dalam model Uji autokorelasi dilakukan menggunakan uji Durbin Watson, dengan hasil sebagai berikut: U Uji autokorelasi dengan Durbin-Watson pada model regresi dengan variabel X1 (TATO). X2 (NPM), dan Y (Pertumbuhan Lab. menggunakan data selama 11 tahun menghasilkan nilai DW sebesar 1,293. Berdasarkan nilai batas Durbin-Watson yaitu dL = 0,7580 dan dU = 1,6044, https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index Berdasarkan hasil Runs Test terhadap residual tidak terstandarisasi, diperoleh nilai Asymp. Sig. -taile. sebesar 0,210, yang lebih besar dari tingkat signifikansi 0,05. lebih tinggi daripada signifikansi 0,05. Ini menjelaskan bahwa tidak ada pola tertentu dalam distribusi residual, oleh karena itu autokorelasi tidak terjadi dalam model regresi. Oleh karena itu, asumsi independensi residual . idak terlalu berkorelas. lemah, yang berarti model regresi sering digunakan untuk analisis jangka Analisis Kuntitatif Uji Regresi Linear Berganda JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 37-46 Berdasarkan tabel di atas, maka diperoleh persamaan regresi linear berganda sebagai berikut: Y = -74. 327 - 0,1. 991(X. 4,910X2 e Koefisien Konstanta . Nilai konstanta pada output Ini menunjukkan bahwa ketika semua variabel independen (TATO dan NPM) bernilai nol, maka nilai variabel dependen (PERTUMBUHAN LABA) diperkirakan sebesar 74. Artinya, tanpa pengaruh dari kedua variabel ini. PERTUMBUHAN LABA akan berada pada angka negatif tersebut. Ini bisa diartikan bahwa perusa haan mengalami kerugian dalam hal PERTUMBUHAN LABA. Total Asset Turnover (TATO) Nilai koefisien untuk TATO adalah -1. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara variabel X1 dan variabel Y. Artinya, setiap peningkatan satu satuan pada X1 akan menyebabkan penurunan nilai Y 991 satuan, dengan asumsi bahwa variabel X2 berada dalam kondisi tetap. Dalam konteks regresi linear berganda, nilai ini mengindikasikan bahwa X1 memiliki kontribusi terhadap perubahan Y, namun arah pengaruhnya adalah menurunkan. Jika koefisien ini terbukti signifikan secara statistik melalui uji t . engan nilai p-value < 0,. , maka dapat disimpulkan bahwa X1 berpengaruh secara nyata terhadap Y dalam model regresi yang digunakan. Net Profit Margin (NPM) Koefisien untuk NPM adalah 4,910. Dalam konteks regresi linear berganda, hal ini menunjukkan bahwa X2 memberikan kontribusi terhadap peningkatan nilai Jika hasil uji t terhadap koefisien X2 menunjukkan nilai yang signifikan secara statistik . isalnya p-value < 0,. , maka dapat disimpulkan bahwa X2 berpengaruh secara nyata terhadap Y. Dengan demikian, semakin tinggi nilai X2, maka nilai Y cenderung semakin meningkat, menjadikan X2 sebagai salah satu faktor penting dalam model regresi ini. Analisis Koefisien Determinasi https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index ISSN : 2985-4768 Berdasarkan output "Model Summary" dari hasil analisis regresi, nilai koefisien determinasi (R Squar. sebesar 0,870 menunjukkan bahwa variabel independen yaitu TATO (Total Asset Turnove. dan NPM (Net Profit Margi. mampu menjelaskan variasi dari variabel dependen Pertumbuhan Laba sebesar 87. 0%, sedangkan sisanya sebesar 13,0% dijelaskan oleh faktor-faktor lain di luar model. Uji Hipotesis Uji T Tujuan dari hasil uji T . ji parsia. adalah untuk menentukan beberapa kontribusi signifikan dari variabel independen terhadap variabel dependen dalam model Studi ini menilai apakah koefisien regresi dari setiap variabel independen berbeda dari nol. Dengan cara ini, kita dapat menentukan apakah variabel yang dimaksud memiliki dampak individu yang signifikan terhadap variabel dependen. Berdasarkan hasil uji t pada tabel Coefficients, dengan jumlah observasi . sebanyak 11, derajat kebebasan . untuk uji t adalah nOekOe1=11Oe2Oe1=8. Dengan tingkat signifikansi =0. 05 dan df=8, nilai t tabel Ketika membandingkan nilai t hitung dengan t tabel, untuk variabel TATO, t hitung adalah -6. 064 dengan nilai Sig. karena Oe6. 064 > 2. 306 dan nilai Sig. < . , ini menjelaskan bahwa TATO memiliki pengaruh signifikan secara individual terhadap Pertumbuhan Laba. Demikian pula, untuk variabel NPM, t hitung adalah 4. 072 dengan nilai Sig. > 2. 306 dan nilai Sig. < . , ini JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 37-46 mengindikasikan bahwa NPM memiliki pengaruh signifikan secara individual terhadap Pertumbuhan Laba. Oleh karena itu, berdasarkan uji t, kedua variabel bebas (TATO dan NPM) secara individual memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen Pertumbuhan Laba pada tingkat signifikansi 5%. Uji f Berdasarkan hasil uji statistik F terlihat F hitung sebesar 658 dan signifikansi 0,00, sedangkan untuk menghitung F tabel menggunakan rumus df2 = n-k-1 atau 11-2-1 yang menghasilkan 8, maka terlihat F tabel sebesar 4,459 sehingga dapat dikatakan F hitung lebih besar dari F tabel 658 > 4,459 maka HCA ditolak Ha diterima dan signifikan 0,000 < 0,05 HCA ditolak Ha diterima yang berarti secara simultan Total Asset Turnover (X. dan Net Profit Margin (X. Pertumbuhan Laba (Y). Dengan demikian rasio lancar juga dapat mempengaruhi pertumbuhan laba, karena tingkat likuiditas yang baik dapat mengurangi risiko kegagalan dalam pembayaran yang berdampak pada pertumbuhan laba, perusahaan mampu memperhitungkan harga penjualan sehingga dari penjualan tersebut, perusahaan akan mendapatkan margin laba bersih yang tinggi yang akan berpengaruh juga pada pertumbuhan laba. Pembahasan Penelitian Pengaruh Total Asset Turnover terhadap Pertumbuhan Laba Berdasarkan hasil uji t, dapat disimpulkan bahwa Total Asset Turnover (TATO) berpengaruh signifikan secara individual terhadap pertumbuhan laba. Meskipun nilai t hitung bernilai negatif -6. 064, secara absolut nilainya lebih besar dari t tabel 2. 306, dan nilai 000 lebih kecil dari = 0. Hal ini menunjukkan bahwa TATO memiliki pengaruh signifikan, dengan arah pengaruh negatif terhadap pertumbuhan laba. Hasil ini sebanding dengan hasil penelitian oleh Tyka Melinda Putri dan Sonang Sitohang . , di mana sampel yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah produsen, dan menyatakan bahwa terdapat korelasi signifikan antara hasil penelitian dengan teori dan hasil penelitian itu sendiri, yaitu bahwa Perputaran Aset Total https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index ISSN : 2985-4768 memiliki korelasi pertumbuhan laba. Pengaruh Net Profit Margin terhadap Pertumbuhan Laba Berdasarkan hasil uji t, dapat disimpulkan bahwa Net Profit Margin (NPM) berpengaruh signifikan secara individual terhadap pertumbuhan laba. Hal ini ditunjukkan oleh nilai t hitung sebesar 4. 072 yang lebih besar dari t tabel 2. 306, serta nilai signifikansi 0. 004 yang lebih kecil dari tingkat signifikansi 0. Hasil ini sebanding dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Sri Rahayu Ningsih. Sri Utiyati . , di mana sampel yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah produsen yang menyatakan bahwa terdapat korelasi signifikan antara temuan penelitian dan temuan teori serta penelitian, khususnya bahwa Marjin Laba Bersih memiliki korelasi signifikan dengan pertumbuhan laba. Pengaruh Total Asset Turnover dan Net Profit Margin terhadap Pertumbuhan Laba Berdasarkan hasil uji statistik F terlihat F hitung 658 dan signifikansi 0,00, sedangkan untuk menghitung F tabel menggunakan rumus df2 = n-k-1 atau 11-2-1 yang menghasilkan 8, maka terlihat F tabel sebesar 4,459 sehingga dapat dikatakan F hitung lebih besar dari F tabel atau 26. 658 > 4,459 maka HCA ditolak Ha diterima dan signifikan 0,000 < 0,05 HCA ditolak Ha diterima yang berarti secara simultan Total Asset Turnover (X. dan Net Profit Margin (X. Pertumbuhan Laba (Y). Hasil ini sebanding dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Busman . , di mana produsen yang dijadikan sampel dalam penelitian ini menjelaskan bahwa terdapat hubungan signifikan antara Perputaran Aset Total dan Margin Laba Bersih terhadap pertumbuhan laba. Sebagai hasilnya, para peneliti dapat menyimpulkan bahwa ada korelasi antara hasil penelitian dan teori serta penelitian aktual, yang menunjukkan bahwa Perputaran Aset Total dan Margin Laba Bersih memiliki hubungan yang signifikan dengan pertumbuhan laba. KESIMPULAN Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh Total Asset Turnover (TATO) dan Net Profit Margin (NPM) terhadap Pertumbuhan Laba pada PT Bisi Internasional Tbk periode 2014-2024. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut: JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 37-46 Uji t (Parsia. , dapat dijelaskan bahwa Total Asset Turnover (TATO) berpengaruh signifikan secara individual terhadap pertumbuhan laba. Meskipun nilai t hitung bernilai negatif -6. 064, secara absolut nilainya lebih besar dari t tabel 2. 306, dan nilai signifikansi 000 lebih kecil dari = 0. Hal ini menunjukkan bahwa TATO memiliki pengaruh signifikan, dengan arah pengaruh negatif terhadap pertumbuhan laba. Uji t (Parsia. , dapat disimpulkan bahwa Net Profit Margin (NPM) berpengaruh signifikan secara individual terhadap pertumbuhan laba. Hal ini ditunjukkan oleh nilai t hitung sebesar 4. 072 yang lebih besar dari t tabel 2. 306, serta nilai signifikansi 0. yang lebih kecil dari tingkat signifikansi 0. Uji f . menunjukan F hitung sebesar 26. > 4,459 dengan signifikansi 0,000 < 0,05 HCA ditolak Ha diterima yang berarti secara simultan Total Asset Turnover (X. dan Net Profit Margin (X. berpengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Laba (Y). DAFTAR PUSTAKA