Vol. 8 No. 2 Juni 2025 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL ANALISA STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG SEKOLAH AKIBAT PENAMBAHAN RUANG KELAS BARU (STUDI KASUS: SMK YATPI GODONG) ALIM MUHRONI1 . AGUNG HARI WIBOWO2 Fakultas Teknik. Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman 1, 2 Email: alimmuhroni7@gmail. com1 , agungundaris@gmail. DOI: http://dx. org/10. 31869/rtj. Abstract: The study was conducted at the SMK YATPI Godong building which has a land area of 1172 m2. 2017 to 2019 there was an increase in the number of students by 60. 2%, so it is necessary to add new classrooms. Where the land area cannot be used to build classrooms horizontally, the school adds classrooms vertically by adding 1 floor to 2 floors. The study was carried out by testing the quality of concrete using the Hammer Test obtained 26. 45 MPa, then modeling analysis using SAP 2000 software and manual calculations based on SNI 1729-2019. This analysis is made in 2 stages, first the initial conditions in the existing building, second the analysis of the existing structure with the additional load of the new classroom. Keywords: Structure. School Building. Hammer Test. SAP 2000 Abstract: Penelitian dilakukan pada gedung Sekolah Menengah Kejuruan YATPI Godong yang memiliki luas tanah 1172 m2. Pada tahun 2017 sampai 2019 terdapat kenaikan jumlah siswa sebesar 60,2 %, sehingga perlu penambahan ruang kelas baru. Dimana luas lahan sudah tidak dapat digunakan untuk membangun ruang kelas secara horizontal, maka sekolah menambah ruang kelas secara vertikal dengan penambahan 1 lantai menjadi 2 lantai. Penelitian dilakukan dengan pengujian mutu beton menggunakan Hammer Test didapatkan hail 26,45 MPa, kemudian dilakukan permodelan analisis menggunakan software SAP 2000 dan perhitungan manual berdasarkan SNI 1729-2019. Analisis ini dibuat dalam 2 tahap, pertama kondisi awal pada bangunan eksisting, kedua analisis struktur eksisting dengan beban tambahan ruang kelas baru. Keywords: Evaluasi Struktur. Gedung Sekolah. Hammer Test. SAP 2000 Pendahuluan Infrastruktur pendidikan seperti gedung sekolah merupakan infrastruktur vital yang harus dikelola dengan baik. Gedung sekolah harus dikelola dengan baik sesuai dengan prinsip Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas (Suprayitno & Soemitro, 2. Kadang-kadang gedung sekolah harus dikembangkan karena kapasitas yang ada tidak memadai lagi. Perancangan pengembangan struktur harus dilakukan dengan baik. Analisis kelayakan struktur dilakukan untuk meninjau desain awal terhadap kondisi yang diinginkan pada perencanaan dengan melakukan berberapa identifikasi yang sesuai dengan ketentuan standar yang telah ditentukan (Williams, 2. Analisis respon dinamik untuk perancangan struktur tahan gempa dilakukan jika diperlukan evaluasi yang lebih akurat terhadap gaya-gaya gempa yang bekerja pada struktur, serta untuk mengetahui perilaku dari struktur akibat pengaruh gempa (Purnomo E. , 2. Analisis pushover dilakukan dengan memberikan peningkatan beban lebih lanjut, hingga mengalami perubahan bentuk pasca elastik yang besar sampai mencapai kondisi plastik (Pranata, , 2. Metode concrete jacketing yaitu menyelimuti beton yang ada dengan profil baja tambahan dan Metode Steel Jacketing yaitu menyelimuti beton yang ada dengan profil baja tambahan. Penelitian ini di batasi oleh beberapa ketentuan diantaranya dua hal berikut ini. Analisa struktur mencakup struktur bangian atas, tidak melakukan analisa terhadap struktur bangian bawah/fondasi. Bertambahnya lantai bangunan, stabilitas dan kekuatannya menjadi semakin rentan, sehingga diperlukan studi teknis tentang faktor struktural. Dengan cara ini dapat diketahui apakah struktur bangunan mengalami kerusakan struktural atau mengalami penurunan fungsi karena penambahan beban, serta mencegah struktur bangunan dari keruntuhan. ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UM Sumatera Barat Vol. 8 No. 2 Juni 2025 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Metodologi Penelitian Metode penelitian disajikan dalam began alir pengujian yang ditampilkan pada Gambar 1. Gambar 1 Bagan Alir Pengujian Pembahasan dan Analisa Data Bangunan Hasil kajian secara langsung dengan mengumpulkan informasi tentang struktur eksisting dapat dilihat pada Gambar 3 s/d Gambar 8, dengan data sebagai berikut: Fungsi bangunan = Bangunan Pendidikan Jumlah lantai = 1 Lantai Notasi lantai = Lantai 1 diberi notasi Lt. Kolom = K 40 x 40 cm Balok = B1 30 x 70 cm dan B2 20 x 30 cm Tebal pelat lantai 2 = 120 mm Mutu beton = K-300 . cAo= 26,45 Mp. Modulus Elastisitas = 21409,52 4 Berat Jenis beton bertulang = 2400 kg/m3 Mutu Baja = Fy 390 Mpa (BJTD . = Fy 240 Mpa (BJTP . Berat volume besi tulangan = 7833 kg/cm3 ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UM Sumatera Barat Vol. 8 No. 2 Juni 2025 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Gambar 2 Denah Lantai 1 Gambar 3 Tampak Bangunan Gambar 4 Pengujian Hammer Beton Analisa Bangunan Eksisting Model struktur terhadap beban vertikal menggunakan system pelat, balok dan kolom sebagai penahan beban lateral, dalam hal ini berupa beban gempa bumi. Sesuai sistem struktur yang digunakan maka diperoleh parameter R. Cd dan E0 berdasarkan SNI 1726 2019 yaitu: - Faktor reduksi gempa. R = 8 (Sistem Rangka Pemikul Momen Khusu. - Faktor pembesaran Defleksi. Cd = 5,5 - Faktor kuat lebih. E0 = 3 Gambar 5 Permodelan Struktur Eksisting ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UM Sumatera Barat Vol. 8 No. 2 Juni 2025 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Gambar 6 Diagram Bidang Momen Gambar 7 Diagram Gaya Geser Cek Kapasitas Penampang Balok - Bentang bersih Een, harus minimal 4d. - Lebar penampang bw, harus sekurangnya nilai terkecil dari 0,3h dan 250 mm. - Proyeksi lebar balok yang melampaui lebar kolom penumpu tidak boleh melebihi nilai terkecil dari c2 dan 0,75c1 pada masing Ae masing sisi kolom. C Tumpuan As * fy / . 85 * fc' * . 93,725 As * fy * . - a/. kN-m 359,230 a / 1 110,265 As 2, 22. - . / c * 0. Tabel 21. 65 <= 0. 65 (As - 0. / 0. 003 * 0. 25 <= 0. i * Mn Mu,tumpuan (-) ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 0,015 Cek Kapasitas iMn > Mu ? As Perlu Mu / . y * . - a/. ] Fakultas Teknik UM Sumatera Barat 0,900 kN-m 323,307 kN-m 32,76 129,217 Vol. 8 No. 2 Juni 2025 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL C Lapangan As * fy / . 85 * fc' * . 93,725 As * fy * . - a/. kN-m 359,230 a / 1 110,265 As 2, 22. - . / c * 0. 0,015 Tabel 21. 65 <= 0. 65 (As - 0. / 0. 003 * 0. 25 <= 0. i * Mn Mu,lapangan ( ) Cek Kapasitas iMn > Mu ? As Perlu Mu / . y * . - a/. ] 0,900 kN-m 323,307 kN-m 37,449 147,712 Cek Kapasitas Penampang Kolom Kapasitas struktur kolom setelah dilakukan penambahan lantai ditunjukkan pada Gambar Gaya yang bekerja berada diluar kapasitas diagram interaksi yang ditunjukkan pada titik 1, 2, 3, dan 4. Hal ini menunjukkan bahwa struktur kolom mampu menahan beban karena gaya yang bekerja berada didalam diagram interaksi. Gambar 8 Diagram Interaksi Kolom Analisa Bangunan Rencana 2 Lantai Model struktur terhadap beban vertikal menggunakan system pelat, balok dan kolom sebagai penahan beban lateral, dalam hal ini berupa beban gempa bumi. Sesuai sistem struktur yang digunakan maka diperoleh parameter R. Cd dan E0 berdasarkan SNI 1726 2019 yaitu: - Faktor reduksi gempa. R = 8 (Sistem Rangka Pemikul Momen Khusu. - Faktor pembesaran Defleksi. Cd = 5,5 - Faktor kuat lebih. E0 = 3 ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UM Sumatera Barat Vol. 8 No. 2 Juni 2025 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Gambar 9 Permodelan Struktur Penambahan Lantai Gambar 10 Diagram Bidang Momen Gambar 2 Diagram Bidang Geser ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UM Sumatera Barat Vol. 8 No. 2 Juni 2025 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Cek Kapasitas Penampang Balok C Tumpuan C Lapangan Cek Kapasitas Penampang Kolom Kapasitas struktur kolom setelah dilakukan penambahan lantai ditunjukkan pada Gambar Gaya yang bekerja berada diluar kapasitas diagram interaksi yang ditunjukkan pada titik 1, 2, 3, dan 4. Hal ini menunjukkan bahwa struktur kolom mampu menahan beban karena gaya yang bekerja berada didalam diagram interaksi. Gambar 3 Diagram Interaksi Kolom ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UM Sumatera Barat Vol. 8 No. 2 Juni 2025 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Penutup Berdasarkan analisis hasil kajian yang mengacu pada SNI 1726:2019 dapat disimpulkan sebagai Struktur bangunan eksisting mampu menopang beban ditinjau dari struktur lama mampu menahan beban eksisting dimana momen nominal sebesar 323,30 KN lebih besar dari Momen ultimate sebesar 32,76 KN dan juga kapasitas kolom mampu menahan beban aksial dan lentur dari beban eksisting. Struktur bangunan eksisting mampu menopang beban yang diakibatkan oleh adanya tambahan ruang kelas baru ditinjau dari elemen balok struktur dimana momen nominal sebesar 323,30 KN lebih besar dari Momen ultimate karena penmbahan kelas sebesar 45,44 KN dan juga kapasitas kolom mampu menahan beban aksial dan lentur dari beban tambahan ruang kelas baru. Daftar Pustaka