E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Tanzhimuna Vol 3. No 2 Desember 2023 ANALISIS KEDISIPILNAN PENDIDIK Zulaehatus Sofiyah sofiyah6zulaeha@gmail. STIT Buntet Pesantren Cirebon Abstract The purpose of this study was to determine the discipline of Teachers and solutions to overcome the lack of discipline of Teachers at MTs Tanbihul Ghofiilin. The method used is descriptive qualitative with saturated samples for Teachers and Probability Sampling for student samples. The results of the questionnaire distributed were interpreted using a 4-level Liket scale. This study found that the discipline of Teachers at MTs Tanbihul Ghofilin Mantrianom Banjarnegara when in class was categorized as good. The results of the evaluation data show a very good category. This means that Teachers conduct evaluations very well and follow every process of evaluation. Solutions offered by looking at previous research supervision, motivation, culture built from the principal as well as punishment and rewards increase the discipline of Teachers. Keywords : Discipline. Teachers. Madrasah Tsanawiyah Abstrak Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui kedisplinan pendidik dan solusi untuk mengatasi kekurang dispilpinan pendidik di MTs Tanbihul Ghofiilin. Metode yang digunakan adalah kunatitatif deskriptif dengan sampel jenuh untuk pendidik dan Probability Sampling untuk sampel peserta didik/siswa. Hasil dari angket yang disebarkan ditafsirkan menggunakan skala liket 4 tingkat. Penelitian ini menghasilkan bahwa Kedisiplinan pendidik di MTs Tanbihul Ghofilin Mantrianom Banjarnegara pada saat di kelas dikategorikan baik. Hasil data evaluasi menunjukan kategori sangat baik. Berarti bahwa pendidik melakukan evalausi dengan sangat baik dan mengikuti setiap proses dari evaluasi. Solusi yang ditawarkan dengan menilik penelitian terdahulu supervisi, motivasi, budaya yang dibangun dari kepala sekolah serta hukuman dan penghargaan menambah kedisiplinan pendidik. Kata Kunci : Kedisiplinan. Pendidik. Madrasah Tsanawiyah Pendahuluan Pendidik sebagai komponen sentral dalam sistem pendidikan, pendidik mempunyai peran utama dalam membangun dasar-dasar kemanusiaan. Keteladanan pendidik dapat dilihat dari prilakunya sehari-hari baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah. Selain keteladanan, kedisiplinan pendidik juga menjadi salah satu hal penting yang harus dimiliki sebagai seorang pengajar dan pendidik. Fakta dilapangan yang sering kita jumpai di sekolah adalah kurang disiplinnya seorang pendidik, terutama masalah disiplin guru masuk ke dalam kelas pada saat Analisis Kedisipilnan Pendidik Zulaehatus Sofiyah Tanzhimuna Vol 3. No 2 Desember 2023 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 kegiatan pembelajaran di kelas. Bukti dari hal tersebut adalah penelitian lain, ketidakhadiran guru yang paling dominan ternyata karena ditugaskan oleh sekolah untuk dinas seperti kegiatan Diklat, rapat, dan berbagai kepentingan sekolah lainnya . ,72%). alasan kedua ialah ada keperluan guru di luar kepentingan sekolah dengan surat ijin resmi . ,33%). guru tanpa ijin resmi, atau karena malas dan membolos hampir tidak ada. dengan demikian penyebab utama ketidakhadiran guru ialah karena penugasan resmi oleh sekolah dan pihakpihak pemangku kepentingan lainnya (Philip Suprastowo:2. Maka, penelitian ini akan menjadi menarik, penempatan objek penelitian yang memiliki sejarah unik menambah ketertarikan pembahahasan penelitian ini. MTs Tanbihul Ghofiliin dibawah naungan yayasan Pondok Pesantren Tanbihul Ghofiliin di dirikan pada tahun 1960 oleh KH M. Basyuni (Alm. ) bersama adiknya KH. Much. Hasan (Al. Setelah 15 tahun menimba ilmu di daerah Banjarnegara, meliputi Dawuhan. Purwonegoro dan kemudian dilanjutkan di Tanggir. Lasem, dan Pondok Pesantren lain di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Beliau merintis dari bawah, sampai Pada tahun 1964 M Pondok Pesantren Tanbihul Ghofiliin mulai dibangun, gayung bersambut masyarakat bergandeng tangan secara bersama untuk mendirikan bangunan tersebut guna mewujudkan kesadaran disamping orang tuanya harus mengaji, anak-anaknya juga harus mengaji. Pondok Pesantren Tanbihul Ghofiliin terus berkembang, jumlah santri yang ditampung semakin banyak, sarana pendukung berupa fasilitas bangunan pun bertambah. Jika pada tahuntahun pertama Pondok Pesantren ini hanya menempati satu lokal bangunan bahkan ada yang menempati rumah kediaman pengasuh, pada tahun 1971 M bangunan bertambah sehingga memiliki dua lokal bangunan tempat belajar mengajar sekaligus tempat tinggal santri. Demikian pula dalam hal pendidikan yang semula santri hanya mengaji kepada Romo Kyai, maka pada tahun-tahun berikutnya sudah diterapkan pendidikan secara terstruktur yang disebut dengan madrasah diniyyah. Maka sejak itulah Pondok Pesantren Tanbihul Ghofiliin menggunakan nama AuAl MaAohad Wal Madrosah Ad Diniyyah Tanbihul Ghofiliin Auyang maksudnya Pondok Pesantren sekaligus madrasah Beliau berdua merintis dari bawah, meskipun berbagai cobaan datang silih berganti. Ketika mulai berkembang KH. Basyuni dipanggil Allah SWT. Beliau Wafat pada tahun 1997 M. , dan Pondok Pesantren di asuh sendiri oleh KH. Hasan. Perkembangan dan kemajuan pesantren semakin cukup pesat. Yayasan Tanbihul Ghofiliin mulai tahun 2010 telah membuka sebuah sekolah formal yaitu MTs Tanbihul Ghofiliin dan pada tahun 2011 telah membuka sekolah formal MA Tanbihul Ghofilin Bawang non formal Madrasah Diniah. Berdirinya MTs Tanbihul Ghofiliin dengan Nomor Statistik Madrasah (NSM) 121233040033 dapat ikut serta dalam meningkatkan kualitas pendidikan bangsa dan membangun cita madrasah serta mewujudkan karakter islami yang mampu diaktualisasi oleh siswa dan Kekhasan MTs ini yang berdiri ditengah-tengah pesantren yang secara otomotis budaya belajar dan disiplinnya tidak bisa disamakan dengan sekolah formal pada umumnya. Kedisiplinan guru adalah suatu kesadaran dan kesediaan seorang guru untuk mentaati semua peraturan organisasi dan norma-norma sekolah yang telah ditetapkan dan berlaku dalam Analisis Kedisipilnan Pendidik Zulaehatus Sofiyah E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Tanzhimuna Vol 3. No 2 Desember 2023 kepentingan proses pendidikan dan pengajaran. Sebab guru menduduki posisi sebagai komunikator sementara siswa menempati posisi sebagai komunikan yang menerima. Komunikasi antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa harus baik karena hal ini merupakan sesuatu yang esensial bagi suatu situasi belajar mengajar yang efektif (Maruya: 2. Disiplin merupakan perasaan taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya merupakan tanggung jawabnya . disiplin/diAsipAlin/ tata tertib . i sekolah, kemiliteran, dan ketaatan . kepada peraturan . ata tertib dan sebagainy. (KBBI. Kedisiplinan pendidik diartikan sebagai sikap mental yang mengandung kerelaan mematuhi semua ketentuan, peraturan dan norma yang berlaku dalam menunaikan tugas dan tangung Sebuah sikap atas dasar kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang di sengaja yang merupakan sebuah wujud dari kesadaran dan ketidaksadaan diri manusia. penentu mutu pendidikan adalah pendidik karena secara langsung berinteraksi dengan siswa ketika kegiatan belajar mengajar di kelas atau dilingkungan sekolah (Seknum, 2. Demikian hasil penelitian (Dotulong & Assagaf, 2. menjelaskan bahwa motivasi, semangat dan disiplin kerja secara simultan memiliki andil yang berarti terhadap performa guru. Dimensi dan indikator disiplin kerja dalam suatu organisasi, yakni: dimensi ketepatan waktu dengan indikator: . masuk kerja tepat waktu, . penggunaan waktu dengan efektif dan . tidak pernah mangkir/tidak kerja. Dimensi tanggung jawab dengan indikator: . mematuhi semua peraturan organisasi atau perusahaan, . target kerja, . laporan kerja harian (Pandi Affandi:2. Jika indikator tersebut ditarik dalam dunia pendidikan akan menjadi, . datang kesekolah tepat waktu, . pendidik mengajar sesuai dengan alokasi waktunya, . pendidik tidak pernah absen tanpa alasan yang mendesak, . mematuhi kode etik guru, . melakukan evaluasi setiap berakhirnya pembahasan. Metode Peneliti menggunakan teknik sampling yakni. Peneliti menggunakan teknik Probability Sampling berupa proportionate stratified random Sampling. Peneliti juga menggunakan sampel jenuh (Sugiyono:2. Teknik tersebut menentukan sampel untu pendidik. Dalam penelitian ini peneliti hanya mengambil 2 kelas . E dan 7 F) dan semua pendidik yang mengajar di kelas tersebut berjumlah 20 orang. Penentuan jumlah sampel peneliti menggunakan tabel dari rumusan dikembangkan Isac dan Michael dengan taraf kesalahan 5 %. Tabel 3. 1 sampel penelitian Populasi Pendidik Peserta didik Jumlah Sampel Teknik analiasis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data deskriptif yaitu dengan mendeskripsikan dan memaknai data dari masing-masing komponen yag diteliti. kemudian disajikan hasil penelitian dalam bentuk statistik deskiptif. Adapun langkah-langkahnya yakni . penskoran jawaban responden . mengelompokan skor berdasarkan tingkat Analisis Kedisipilnan Pendidik Zulaehatus Sofiyah E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Tanzhimuna Vol 3. No 2 Desember 2023 kecenderungan . pemaknaan data. Sedangkan perhitungan data menggunakan skala liket dengan skala 1 sampai 4. Pembahasan Kedisiplinan Pendidik di MTs Tanbihul Ghofilin Mantrianom Banjarnegara pada Saat di Kelas Datang Ke Sekolah tepat waktu Peneliti mengambil dat pada kedatang ke Mdrasah karena ini akan bersinergi dengan yang lainnya. Hipotesanya saat datang kemadrasah di pagi hari dan tepat waktu maka yang lainnya pun akan tepat waktu. Berikut hasil data yang diambil dari kalangan pendidik Table 1. Datang Ke Sekolah tepat waktu No Komponen Pernyataan Rata-rata datang jam 7. 2,55 Datang Ke datang saat Madrasah telah 3,65 Sekolah tepat berdoAoa bersama datang 20 menit lebih awal dari 3,2 Jumlah 3,13 Dari hasil data di atas dikategorikan baik. Peneliti mensingkronan dengan pandangan pendidik yang mengetahui keseharian kedatang pendidik. Peneliti berasumsi bahwa sebagian besar peserta didik datang kurang dari jam 7. 00 WIB. Table 2. Datang pendidik ke Sekolah tepat waktu menurut peserta didik Komponen Pernyataan Rata-rata Rata-rata guru saya selalu datang 2,8 Datang Ke Guru datang saat Madrasah telah Sekolah berdoAoa bersama tepat waktu Guru selalu datang 20 menit lebih awal dari siswa Jumlah Dapat dilihat dari data tersebut dikategorikan baik. Persamaan rata-rata terendah pada guru datang jam 7. 00 WIB. data yang dihasilkan dari peserta didik 2,8 dan pendidik 2,55. Artinya bahwa pendidik MTs Tanbiul Ghofilin sebagian besar datang sebelum jam 7. WIB. yakni 20 menit lebih awal dari peserta didik. Berdasar angket di atas, menunjukkan bahwa masih ada 0,8 dari rata 3,2 yang datang ke madarasah sebelum jam 7. 00 WIB. Analisis Kedisipilnan Pendidik Zulaehatus Sofiyah E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Tanzhimuna Vol 3. No 2 Desember 2023 Mengajar sesaui dengan alokasi waktu Indikator kedua kedisiplinan yakni mengajar sesuai dengan alokasi waktu yang telah Table 3. Datang Ke Sekolah tepat waktu No Komponen Pernyataan Rata-rata 5 menit sebelum mengajar sudah 3,45 berjalan menuju ruang kelas Mengajar mengakhiri pembelajaran sebelum 3,15 bel berbunyi masuk ruang kelas 5 menit lebih 3,15 lambat agar anak bisa beristirahat Jumlah 3,25 Berdasar data di atas bahwa dikategorikan baik. Artinya bahwa pendidik melaksanakan pembelajaran sesuai dengan alokasi yang telah dibuat. Data tersebut juga diperkuat oleh angket peserta didik. Table 4. Mengajar sesaui dengan alokasi waktu menurut peserta didik Komponen Pernyataan Rata-rata Guru tepat masuk saat ke kelas saat berganti jam pelajaran Mengajar Jumlah Guru mengakhiri pembelajaran sebelum bel berbunyi Guru masuk ruang kelas 5 menit 3,25 Akan tetapi masih terdapat sebagian kecil yang tidak disipilin dengan alokasi mengajar yang telah ditetapkan 0,6 dari rata-rata 3,4 yang masih masuk kelas terlambat. Kemudian masih terdapat 0,8 yang mengakhiri pembelajaran sebelum waktunya dan masuk 5 menit lebih lambat. Mematuhi kode etik guru Kode etik yang dimaksud dalam penelitian ini adalah bagaimana pendidik berprilaku, berpakaian dan keteladanan. Hasil angket yang dibagikan menunjukan bahwa pendidik secara tekad, prinsip dan tindakan ditunjukan oleh data table 4. Analisis Kedisipilnan Pendidik Zulaehatus Sofiyah E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Tanzhimuna Vol 3. No 2 Desember 2023 Tabel 5. Mematuhi kode etik guru No Komponen Pernyataan Rata-rata selalu memakai pakaian yang sudah 2,9 ditentukan madrasah bertekad menjadi contoh siswa 2,55 dalam hal berprilaku Guru merasa bahwa prilakunya 3,4 Mematuhi dapat dicontoh siswa kode etik selalu berhati-hati dalam bertutur 3,2 bahwa guru harus 3,3 menjaga lisan dan berfikir sebelum Jumlah 3,07 Kemudian peneliti memastikan kebenaran hal tersebut kepada peserta didik. Hasil data angket Peserta didik menujukan rata-rata baik. Namun terdapat nilai 2,9 dalam hal pendidik menjadi contoh terdapat 1,1 dari rata-rata tertinggi 4,0 yang belum dapat menjadi teladan/contoh untuk peserta didik. Terbukti pada angket pendidik pun hanya mengahsilkan 2,55 masih terdapat 0,45 yang belum bertekad kuat menjadi contoh peserta didik. Tabel 6. Mematuhi kode etik guru menurut peserta didik Komponen Pernyataan Ratarata Guru memakai atribut lengkap Mematuhi kode etik Jumlah Guru dapat menjadi contoh siswa dalam hal berprilaku Guru selalu berhati-hati dalam bertutur kata Melakuakan evaluasi setiap berakhinya pembahasan Tabel 7. Melakuakan evaluasi setiap berakhinya pembahasan No Komponen Pernyataan Rata-rata Melakuakan Ulangan hari hanya sebagai 3,35 pememenuhan tugas aja Ujian tengah semester(UTS) saya 3,3 Analisis Kedisipilnan Pendidik Zulaehatus Sofiyah E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Tanzhimuna Vol 3. No 2 Desember 2023 Jumlah selalu berpastisipasi buat bersama tim membuat soalnya Saya hanya menerima soal UTS 3,35 tanpa tahu prosesnya. 3,33 Hasil data di atas menunjukan kategori sangat baik. Berarti bahwa pendidik melakukan evalausi dengan sangat baik dan mengikuti setiap proses dari evaluasi. Hasil dari peserta didik juga menunjukan bahwa evaluasi yang dilakukan pendidik sangat baik sesuai dengan materi yang telah disampaikan. Tabel 8. Melakuakan evaluasi setiap berakhinya pembahasan menurut peserta didik Komponen Pernyataan Rata-rata Ulangan harian selalu dilakukan setiap akhir pembahasan Melakuakan Jumlah Ulangan hari hanya sebagai pememenuhan tugas aja Ujian tengah semester(UTS) sesuai dengan materi yang Soal UTS tidak sama dengan materi yang ada Solusi permasalahan kedisiplinan pendidik berdasarkan penelitian terdahulu Hasil penelitian dengan judul Upaya meningkatkan disiplin guru dalam kehadiran mengajar di kelas melalui keteladanan kepala sekolah di SMP Negeri 5 sengkang Kabupaten Wajo oleh Hanatidah Altar. Menunjukkan bahwa keteladanan kepala sekolah dapat meningkatkan kedisiplinan guru dalam kehadiran mengajar di kelas, dimana pada pelaksanaan pembelajaran prasiklus pada pertemuan pertama semua Guru hadir tepat waktu, karena merupakan hari pertama sekolah untuk tahun pelajaran 2012/2013. Pelaksanaan pembelajaran pada siklus I ada 10 orang Guru yang terlambat masuk mengajar di kelas, dan setelah pelaksanaan pembelajaran pada siklus II kedisiplinan guru dalam kehadiran mengajar di kelas mencapai 80% berdasarkan tanggapan responden (Gur. mengenai keteladanan kepala sekolah. Berdasarkan hasil observasi 77% Guru yang masih terlambat kurang dari 5 menit, karena lokasi penelitian memang agak sulit terjangkau. Upaya Meningkatkan Disiplin Guru Dalam Kehadiran Mengajar Di Kelas Melalui Waskat Kepala Sekolah Pada Smp Negeri 4 Rimba Melintang Kabupaten Rokan Hilir oleh Analisis Kedisipilnan Pendidik Zulaehatus Sofiyah Tanzhimuna Vol 3. No 2 Desember 2023 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Sariana menghasilkan bahwa pengawasan yang melekat (WASKAT) Kepala Sekolah dapat meningkatkan Kedisiplinan Guru dalam kehadiran mengajar di kelas, hal ini terlihat 84% dari jumlah responden menyatakan bahwa waskat Kepala Sekolah sangat berperanan dalam meningkatkan disiplin Guru terutama dalam kehadiran mengajar di kelas. Kepala sekolah sebagai manajer memiliki peran yang kuat dalamengkoordinasikan, menggerakkan dan menyelerasikan semua sumber daya pendidikan yang tersedia, kepala sekolah sebagai supervisor mampu mengadakan pengawasan kepada para guru dengan kunjungan kelas untuk mengamati guru yang sedang mengajar, kepala sekolah sebagai motivator yaitu dengan memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi (Andesmiyanti & Juarsa :2. Upaya Meningkatkan Disiplin Guru Dalam Kehadiran Mengajar Dikelas Melalui Penerapan Reward And Punishment di Smp Negeri 3 Mandalawangi Kabupaten Pandeglang oleh Sumarmo. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, karena dari hasil penelitian dan analisa data, ternyata pada siklus kedua, kedisiplinan guru dalam kehadiran dikelas pada proses belajar mengajar meningkat dan memenuhi indikator yang telah ditetapkan sebesar 75%. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa untuk meningkatkan disiplin guru dalam kehadiran dikelas pada kegiatan belajar mengajar dapat dilakukan dengan penerapan Reward and Punishmentkepada guru. Dari beberapa penelitian terdahulu peneliti menyimpulkan bahwa salah satu solusi kedisiplinan guru dengan keteladanan kepala sekolah, pengawasan kontinu dari kelapa sekolah dan sistem Reward And Punishment. Kesimpulan Kedisiplinan pendidik di MTs Tanbihul Ghofilin Mantrianom Banjarnegara pada saat di kelas dikategorikan baik. Akan tetapi, terdapat sebagain kecil masih ada 0,8 dari rata 3,2 yang datang ke madarasah sebelum jam 7. 00 WIB. Tidak disipilin dengan alokasi mengajar yang telah ditetapkan 0,6 dari rata-rata 3,4 yang masih masuk kelas terlambat. Kemudian masih terdapat 0,8 yang mengakhiri pembelajaran sebelum waktunya dan masuk 5 menit lebih lambat. Data dari kode etik guru baik. Namun masih terdapat 1,1 dari rata-rata tertinggi 4,0 yang belum dapat menjadi teladan/contoh untuk peserta didik. Terbukti pada angket pendidik pun terdapat 0,45 yang belum bertekad kuat menjadi contoh peserta didik. Hasil data evaluasidi atas menunjukan kategori sangat Berarti bahwa pendidik melakukan evalausi dengan sangat baik dan mengikuti setiap proses dari evaluasi. Solusi permasalahan kedisiplinan pendidik berdasarkan penelitian terdahulu yakni dengan keteladanan kepala sekolah, pengawasan kontinu dari kelapa sekolah dan sistem reward and Daftar Pustaka