P- ISSN: 2527-5798. E-ISSN: 2580-7633 Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI) Volume 7. Number 1. Januari-Juni 2022 GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PROTOKOL KESEHATAN DALAM PENCEGAHAN COVID-19 PADA ERA NEW NORMAL DI KELURAHAN TELUK DALAM Deliana Moniz1. Bernadeta Trihandini2. Aulia Rachman3 1,2,3Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Suaka Insan Banjarmasin, 70119. Indonesia Email:deliana. moniz25@gmail. com,vmvalencia2000@gmail. com,auliarachman04gmail. Abstract Coronavirus Disease 2019 (COVID-. is an infectious disease caused by Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-. Prevention of Covid-19 through health protocols is very important to suppress the spread of the virus. This study aimed to describe public knowledge about health protocols in preventing Covid-19 in the new normal era in Teluk Dalam Village RT 63 RW 5 GG. This type of research was quantitative research with descriptive research design. Data collection through surveys, with the total sampling technique, collecting 80 respondents. Data analysis was using univariate test. The results showed that the knowledge of the community was included in the good category, namely as many as 20 respondents . %), 52 . %) sufficient and 8 respondents . %). This study showed that most respondents have sufficient knowledge, although there was still a small proportion who have less knowledge about health protocols in preventing Covid-19. Nurses are expected to intensify education about protection against covid-19, to the public so that society more aware of the importance of maintaining health protocols in limiting the spread of Covid19. Keywords: Covid-19. Health Protocol. Public Knowledge Abstrak Coronavirus Disease 2019 (COVID-. adalah penyakit menular infeksi yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-. Pencegahan Covid-19 melalui protokol kesehatan sangat diperlukan untuk menekan penyebaran virus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat tentang protokol kesehatan dalam pencegahan Covid-19 pada Era New Normal di Kelurahan Teluk Dalam RT 63 RW 5 GG. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan design penelitian deskriptif, pengumpulan data melalui survey, dengan teknik Total Sampling berjumlah 80 responden. Analisis data menggunakan uji univariat. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan masyarakat masuk dalam kategori baik yakni sebanyak 20 responden . %), cukup 52 . %) dan kurang sebanyak 8 responden . %). Penelitian ini menunjukkan sebagian besar responden telah memiliki pengetahuan yang cukup, walaupun masih ada sebagian kecil yang memiliki pengetahuan kurang tentang protokol kesehatan dalam pencegahan Covid-19. Perawat diharapkan lebih intensif memberikan edukasi kepada masyarakat agar mereka lebih menyadari pentingnya menjaga protokol kesehatan dalam membatasi penyebaran Covid-19. Kata kunci : Covid-19. Protokol Kesehatan. Pengetahuan Masyarakat Latar Belakang Coronavirus Disease 2019 (COVID-. adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-. Pada tanggal 31 Desember 2019. WHO China Country Office melaporkan kasus Pneumonia yang belum diketahui penyebabnya dan berada di Wuhan. Provinsi Hubei. Cina (Kementrian Kesehatan, 2. Data dunia menunjukkan kasus terkonfirmasi positif per tanggal 29 Desember 2020 sebanyak 81. 336 orang, kematian 895 orang. Sebaran kasus Covid-19 di Indonesia sudah tersebar di 34 provinsi, salah satu provinsi yang terdampak Covid-19 adalah Provinsi Kalimantan Selatan sebanyak 15. 160 orang, kematian sebanyak 581 orang. Grafik infeksi covid-19 di kota Banjarmasin hingga sekarang masih naik turun. Tercatat 012 kasus konfirmasi dengan 177 kematian dan tersebar di 52 Kelurahan. Salah satu kelurahan dengan kasus Covid-19 tinggi ditemukan di Kelurahan P- ISSN: 2527-5798. E-ISSN: 2580-7633 Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI) Volume 7. Number 1. Januari-Juni 2022 Teluk Dalam sebanyak 160 kasus konfirmasi dan 15 kematian (Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, 2. , (Dinkes Provinsi Kalimantan Selatan, 2. Peningkatan kasus Covid-19 yang terjadi di masyarakat didukung oleh proses penularan virus Covid-19 yang sangat cepat. Penularan Covid-19 terjadi terutama antara orang melewati droplet atau percikan yang berasal saluran pernapasan dan kontak (WHO, 2. Pencegahan Covid-19 sangat diperlukan untuk menekan penyebaran virus. World Health Organization (WHO) telah mengeluarkan protokol kesehatan, yang selanjutnya diikuti dan diterapkan oleh banyak negara di Indonesia, termasuk Indonesia. Beberapa protokol kesehatan yang diterapkan yaitu dengan memakai masker, rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, atau menggunakan cairan pembersih tangan . inimal alkohol 60%), menjaga jarak hingga 2 meter serta menghindari kerumunan (WHO, 2020. SATGAS COVID-19, 2020. Sari D. , 2. Wilayah RT 63 RW 5 GG. V termasuk bagian dari Kelurahan Teluk Dalam. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti di RT 63 RW 5 GG. V Kelurahan Teluk Dalam pada tanggal 29 Desember 2020, yang dilakukan dengan wawancara kepada 10 orang, menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang protokol kesehatan dan makna kehidupan new normal. Saat seseorang mempunyai informasi tentang protokol kesehatan, maka seseorang tersebut bisa untuk menentukan bagaimana dirinya harus berperilaku dalam menghadapi Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan di era new normal ini (Suprayitno & Rahmawati, 2. Tugas masyarakat untuk mampu memutus mata rantai penularan dan penyebaran Covid19 harus dijalankan dengan menerapkan protokol Protokol kesehatan dapat diterapkan oleh masyarakat dengan baik jika masyarakat mempunyai pengetahuan yang baik tentang protokol kesehatan Oleh sebab itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan masyarakat tentang protokol kesehatan dalam pencegahan Covid-19 pada Era New Normal di RT 63 RW 5 GG. V Kelurahan Teluk Dalam. Metode Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan rencana penelitian deskriptif. Pada penelitian ini variabel penelitian yang digunakan adalah pengetahuan masyarakat tentang protokol kesehatan dalam pencegahan Covid-19. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat di Kelurahan Teluk Dalam RT 63 RW 5 GG. V sebanyak 145 orang dan terdiri dari orang dewasa. Sampel pada penelitian ini adalah masyarakat yang menetap dan terdata di Kelurahan Teluk Dalam RT 63 RW 5 GG. V yang berjumlah 80 orang dewasa. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 15 Maret 2021 sampai dengan 15 April 2021, di Kelurahan Teluk Dalam RT 63 RW 5 GG. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dengan link google form terdiri dari karakteristik responden meliputi usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan pekerjaan. Uji validitas menggunakan Korelasi Point Biserial dengan hasil yaitu r hitung melebihi dari r tabel 0. 361 sehingga kuesioner dinyatakan valid. Uji reliabilitas menggunakan KR-20 dengan hasil yaitu nilai koefisien sebesar 0. 965 > 0. maka dianggap reliabel (Fraenkel. Wallen, & Hyun . dalam (Yusup, 2018 ). Penelitian ini menggunakan analisis data univariat yang terdiri dari usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, dan tingkat Data dianalisis menggunakan statistic deskriptif dan ditampilkan dalam tabel distribusi Sebanyak 80 responden yang dilibatkan dalam penelitian ini dan mengisi kuesioner melalui link google form yang disebarkan melalui grup Whatsapp dengan sebelumnya memberikan pernyataan kesediaan terlebih dahulu dengan cara menekan tombol persetujuan menjadi responden. Hasil Penelitian Analisis Univariat Tabel 1. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Usia Karakteristik 17-25 tahun 26-35 tahun 36-45 tahun 46-55 tahun 56-65 tahun 66 tahun ke atas Karakteristik Responden Berdasarkan tabel 1, masyarakat Kelurahan Teluk Dalam RT 63 RW 5 GG. V berdasarkan usia sebagian besar adalah 46-55 tahun berjumlah 22 responden . 5%), 17-25 tahun berjumlah 20 responden . %), 26-35 tahun berjumlah 15 responden . 75%), 36-45 tahun berjumlah 12 responden . %), 56-65 tahun berjumlah 8 responden . %), dan 66 tahun ke atas berjumlah 3 responden . 75%). Tabel 2. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Karakteristik Laki-Laki Perempuan Tabel 2 di atas menunjukkan bahwa sebagian besar berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 49 P- ISSN: 2527-5798. E-ISSN: 2580-7633 Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI) Volume 7. Number 1. Januari-Juni 2022 responden . 25%) dan sebagian kecil berjenis kelamin laki-laki sebanyak 31 responden . 75%). Tabel 3. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Karakteristik SMP SMA Tabel 3 menunjukkan bahwa pendidikan terakhir responden sebagian besar adalah SMA berjumlah 54 responden . 5%). S1 berjumlah 12 responden . %). SMP berjumlah 9 . 25%). SD berjumlah 3 responden . 75%), dan D3 berjumlah 2 responden . 5%). Tabel 4. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Pekerjaan Karakteristik Swasta IRT Mahasiswa Pedagang Wirausaha PNS Buruh Guru Perawat Petani Wiraswasta Tidak bekerja Karakteristik Responden Tabel 4 menunjukkan bahwa responden swasta berjumlah 32 responden . %). Ibu rumah tangga berjumlah 16 responden . %), mahasiswa 13 responden . 25 %), petani 2 . 5 %), wirausaha 3 responden . 75%). PNS 2 responden . 5 %), guru 2 responden . 5 %), perawat 2 responden . 5 %), buruh 2 responden . 5 %), pedagang 3 responden . 75%), wiraswasta 1 responden . 25%), dan tidak bekerja 2 responden . 5%). Pada tabel 4 dapat dilihat bahwa sebagian besar bekerja sebagai swasta yaitu 32 responden . %) dan sebagian kecil sebagai wiraswasta yaitu 1 responden . 25%). Tabel 5. Distribusi Frekuensi Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang Protokol Kesehatan dalam Pencegahan Covid19. Karakteristik Baik Cukup Kurang Tabel 5 menunjukkan bahwa mayoritas tingkat pengetahuan masyarakat RT 63 RW 5 GG. V Kelurahan Teluk Dalam tentang protokol kesehatan dalam pencegahan Covid-19 mayoritas berada pada kategori cukup yaitu 52 responden . %), pengetahuan baik 20 responden . %) dan pengetahuan kurang 8 responden . %). Pembahasan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat di RT 63 RW 5 GG. V Kelurahan Teluk Dalam masih belum seluruhnya memahami tentang protokol kesehatan dalam pencegahan Covid-19. Hal ini ditandai dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa mayoritas pengetahuan masyarakat masih tergolong cukup, bahkan ada pengetahuan masyarakat yang kurang terutama tentang protokol kesehatan dalam pencegahan Covid-19, yaitu pada indikator memakai masker bagian cara memakai masker dengan benar, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, usaha untuk menjaga jarak dan usaha untuk mencuci tangan dengan menerapkan 6 langkah mencuci tangan dengan benar. Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang sudah dipublikasikan sebelumnya, yang dilakukan oleh Sari K . dalam penelitiannya tentang AuIdentifikasi Penyebab Ketidakpatuhan Warga Terhadap Penerapan Protokol Kesehatan 3M di Masa Pandemi Covid-19. Ay Penelitian ini mengungkapkan bahwa, faktor yang dapat mempengaruhi seseorang tidak mendapatkan informasi tentang protokol kesehatan dalam pencegahan Covid-19 antara lain persepsi hambatan . erceived barrier. karena diantara masyarakat ada yang mengalami hambatan dalam memperoleh dan memahami informasi lengkap tentang Covid-19, baik hambatan yang berasal dari diri sendiri maupun dari luar diri . , masyarakat juga terkendala dengan peralatan komunikasi yang digunakan karena masih sederhana dan kurang memadai untuk mengakses informasi tentang Covid-19, serta keaktifan petugas medis dalam mensosialisasikan dan meyakinkan masyarakat tentang bahaya Covid-19 dinilai sangat kurang, yang banyak terlihat di sekeliling masyarakat hanyalah petugas yang melakukan razia penerapan protokol kesehatan 3M. Temuan penelitian lain yang serupa dengan temuan penelitian ini, diungkapkan dalam penelitian Sari & Utamai . yang menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat pada kategori cukup tentang protokol kesehatan dalam pencegahan Covid-19. Masyarakat juga sudah mengetahui tentang protokol kesehatan 3M tetapi kurang benar dalam penerapannya dalam langkahlangkah cuci tangan masih ada yang salah langkahlangkahnya, dan menjaga jarak tetapi kurang dari 0. Menurut Prihati. Wirawati, & Supriyanti . , pengetahuan merupakan domain yang penting untuk terjadi perilaku terbuka . vert behavio. Perilaku seseorang akan baik jika seseorang tersebut memiliki tingkat pengetahuan yang baik pula mengenai protokol kesehatan dalam pencegahan Covid-19. Tetapi tingkat pengetahuan seseorang akan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu pekerjaan, usia, pengalaman, minat, pendidikan serta kebudayaan lingkungan sekitar dan informasi yang diperoleh (Mubarak, 2. Hal ini P- ISSN: 2527-5798. E-ISSN: 2580-7633 Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI) Volume 7. Number 1. Januari-Juni 2022 dibuktikan dengan tingkat pendidikan masyarakat sebagian besar adalah SMA. Notoadmojo . semakin tinggi seseorang menempuh pendidikan, maka akan memudahkan seseorang tersebut untuk mendapatkan informasi. Pengetahuan seseorang dalam menerima informasi dalam hal ini tentang protokol kesehatan dalam pencegahan Covid-19 akan semakin luas apabila pendidikan seseorang tersebut tinggi. Pendidikan menjadi latar belakang yang mendukung pengetahuan seseorang untuk selanjutnya meningkatkan kedisiplinan berperilaku baik dalam penerapan protokol kesehatan dalam pencegahan Covid-19 (Irfiah, 2. Selanjutnya, menurut Fakhira . dan Irfiah . , informasi yang diperoleh masyarakat melalui media digital atau dari mulut ke mulut tidak semuanya benar. Masyarakat memungkinkan lebih banyak sumber informasi yang dapat diakses, tetapi tidak semua informasi yang diperoleh benar. Bias dan misinformasi sering ditemukan ketika seseorang memperoleh informasi dari berbagai media. Semakin banyak informasi yang diperoleh oleh masyarakat, semakin banyak pula misinformasi yang diterima. Motif ini juga terjadi pada informasi kesehatan, khususnya informasi mengenai Covid-19 dan protokol kesehatan dalam pencegahan Covid-19. Seseorang dengan kemampuan dan bisa mendapatkan informasi tentang Covid-19 yang jelas dan tepat, maka ia akan mengetahui, merencanakan dan melaksanakan program pencegahan Covid-19 secara Terdapat juga pengetahuan masyarakat yang kurang tentang protokol kesehatan dalam pencegahan Covid19. Pengetahuan masyarakat yang kurang tentang protokol kesehatan terdapat pada indikator memakai masker pada bagian cara mencuci masker kain dengan WHO . menyatakan bahwa mencuci masker kain harus menggunakan detergen dan air panas di suhu 600C, karena virus akan mati dengan cepat pada suhu 600C. Diarti. Juwintarum, & Dramawan, . dalam penelitiannya menyebutkan sebagian masyarakat mengetahui akan pentingnya cuci tangan pakai sabun, tetapi hanya sedikit yang mengetahui cara mencuci tangan dengan benar. Dasar dilakukannya atau tidak dilakukannya sesuatu bisa berasal dari pengetahuan. Pengetahuan tentang cuci tangan serta langkah-langkah cuci tangan yang benar dengan menggunakan sabun dapat menjadi dasar terhadap dilakukan atau tidak dilakukannya perilaku cuci tangan tersebut oleh seseorang, yang menjadi pondasi atau langgengnya perilaku tersebut. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang protokol kesehatan 3M dikarenakan masyarakat tidak mengetahui tentang protokol kesehatan sebagaimana yang telah dianjurkan oleh Kementrian Kesehatan (Rachmani. Budiyono, & Dewanti, 2. Ada beberapa faktor yang menyebabkan pengetahuan masyarakat masih kurang mengenai protokol kesehatan dalam pencegahan Covid-19 yaitu masih ada masyarakat yang kurang peduli, karena mereka mempunyai pandangan atau persepsi yang berbeda-beda dalam menanggapi pandemi Covid-19, serta terdapat faktor budaya di sekitar masyarakat yang mempengaruhi pengetahuan masyarakat tentang protokol kesehatan. Hal ini disebabkan karena masih ada masyarakat yang mengganggap bahwa Covid-19 adalah penyakit biasa dan mengatakan jika sudah terkena virus itu adalah takdir. Hal ini sejalan dengan pernyataan dari Mubarak . bahwa tingkat pengetahuan seserang dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu usia, minat, kebudayaan lingkungan sekitar, pengalaman, pendidikan, serta informasi yang Terdapat juga tingkat pengetahuan masyarakat baik tentang protokol kesehatan dalam pencegahan Covid19. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Suprayitno & Rahmawati . yang menyatakan bahwa alasan baiknya status pengetahuan sebagian masyarakat di Desa Pademawu adalah karena banyak faktor yaitu, penerimaan informasi yang beredar di masyarakat tentang protokol kesehatan secara terusmenerus melalui internet, televisi, radio, poster dan lainlain. Masyarakat perlu mengetahui seluruh protokol Pengetahuan yang harus dimiliki oleh masyarakat dalam mengurangi penyebaran atau penularan Covid-19 saat ini adalah mencakup pengetahuan tentang pengertian, penyebab, tanda dan gejala serta cara penularan dan pencegahan dengan protokol 3M. Protokol kesehatan 3M harus diketahui dan dipahami serta dijalankan secara lengkap antara lain memakai masker yang benar, menjaga jarak dan menghindari kerumunan dan cara mencuci tangan yang benar (Mujiburrahman. Riyadi, & Ningsih, 2. , (Saputra & Simbolon, 2. , (Suprayitno & Rahmawati. Melihat hasil penelitian ini, penyuluhan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang protokol kesehatan dalam pencegahan dan penyebaran Covid-19 dapat dilakukan untuk mengatasi masalah yang sudah disebutkan. Kesimpulan Penelitian ini menyimpulkan bahwa mayoritas pengetahuan masyarakat cukup tentang protokol kesehatan dalam pencegahan Covid-19 pada era new normal di Kelurahan Teluk Dalam. Perawat sebaiknya tetap melakukan penyuluhan tentang protokol kesehatan kepada masyarakat karena masih ada warga . ebesar 10 %) yang memiliki pengetahuan yang masih kurang tentang protokol kesehatan sedangkan kondisi pandemi belum berakhir atau belum masuk pada tahap endemi. P- ISSN: 2527-5798. E-ISSN: 2580-7633 Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI) Volume 7. Number 1. Januari-Juni 2022 Melalui penelitian ini, disarankan agar masyarakat dapat aktif dalam mencari informasi yang jelas, benar dan tepat melalui internet, televisi, media massa ataupun bertanya dengan petugas kesehatan tentang protokol kesehatan 3M dalam pencegahan Covid-19 agar mendapatkan sumber informasi yang jelas, benar dan Instutusi pendidikan terkait, diharapkan dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai bahan atau materi pembelajaran, baik bagi mahasiswa pendidikan sarjana maupun profesi, membuat video promosi kesehatan tentang protokol kesehatan dalam pencegahan Covid-19 di Kelurahan Teluk Dalam RT 63 RW 5 GG. Peneliti selanjutnya dapat melanjutkan penelitian ini dengan meneliti tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan masyarakat khususnya di Kelurahan Teluk Dalam RT 63 RW 5 GG. V mengenai protokol kesehatan dalam pencegahan Covid-19 berdasarkan faktor umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan dan sumber informasi. Anknowledgement Terima kasih kepada Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin. Kepala Puskesmas Teluk Dalam Banjarmasin, beserta jajarannya, serta Stikes Suaka Insan Banjarmasin yang telah membantu terwujudnya penelitian ini. Daftar Pustaka