Analisis penerapan akuntansi pertanggungjawaban sebagai alat penilaian kinerja pusat biaya pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Tana Toraja Eri Novayanti PalaAolangan Corresponding author: eripalalangan064@student. Sam Ratulangi University - Indonesia David Paul Elia Saerang Sam Ratulangi University - Indonesia Victorina Z. Tirayoh Sam Ratulangi University - Indonesia DOI 58784/mbkk. Keywords responsibility accounting performance assessment cost center JEL Classification M12 M41 M48 Received 29 February 2024 Revised 11 March 2024 Accepted 17 March 2024 Published 17 March 2024 ABSTRACT Responsibility accounting is a system that is arranged in such a way according to the nature and activities of the company with the aim that each organizational unit can be accountable for the results of the activities of the unit under its supervision and can be used by the company to assess the performance of managers, especially the cost center. The application of accountability accounting can be said to be good if the conditions of its application are met. The organizational structure, budget preparation, classification of controlled and uncontrolled costs, classification of account codes, and accountability reports. The purpose of this study was to determine the application of responsibility accounting in assessing the performance of the cost center at the Regional Drinking Water Company (PDAM) of Tana Toraja Regency. The analysis method used in this research is descriptive method which aims to describe the data that has been collected as it is obtained from the results of interviews and data collected from the company. Based on the results of the study, it shows that the application of accountability accounting in the performance assessment of the cost center at the Regional Drinking Water Company (PDAM) of Tana Toraja Regency is not good enough, because in the company's accountability report there are still costs that are combined into one account that should be The company has also not implemented a clear and firm reward and punishment system. A2024 Eri Novayanti PalaAolangan. David Paul Elia Saerang. Victorina Z. Tirayoh This work is licensed under a Creative Commons Attribution 0 International License. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. Pendahuluan Akuntansi pertanggungjawaban didasarkan pada pemikiran bahwa seorang manajer diberikan tanggung jawab atas kinerjanya Konsep pertanggungjawaban menjadi pedoman departemen akuntansi untuk mengumpulkan, mengukur, dan melaporkan kinerja sesungguhnya, kinerja yang diharapkan dan selisih yang timbul Akuntansi pertanggungjawaban adalah suatu sistem yang disusun sesuai dengan sifat dan kegiatan perusahaan sehingga pelaporan biaya dan/atau pertanggungjawaban, dengan tujuan agar setiap unit organisasi dapat mempertanggungjawabkan hasil kegiatan unit yang berada dibawah pengawasannya (Mulyadi, 2. Pusat pertanggungjawaban adalah unit kerja dibawah kendali seorang manajer yang bertanggungjawab terhadap aktivitas pusat Terdapat 4 . jenis pusat pertanggungjawaban yaitu pusat pendapatan . evenue cente. , pusat laba . rofit cente. , pusat investasi . nvestment cente. , dan pusat biaya . ost cente. Motivasi dari penelitian ini adalah pusat biaya dimana manajer diberikan wewenang untuk mengendalikan biaya termasuk biaya kebijakan dari sebuah unit pertanggungjawaban. Urgensi dari penelitian ini atas biaya kebijakan adalah adanya wewenang untuk mengatur biaya-biaya yang terkait urusan keuangan, umum, dan personalia. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Tana Toraja merupakan salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan struktur organisasi berinduk pada pemerintah daerah. Tujuan dari PDAM adalah memberikan layanan air bersih bagi seluruh masyarakat secara adil dan merata. Jangkauan operasional yang luas menyebabkan pelimpahan wewenang dan tanggung jawab menjadi sebuah isu penting. Hal ini disebabkan oleh pengeluaran biaya produksi yang signifikan sehingga memerlukan tindak pengendalian dan pengawasan biaya yang efektif. Pengendalian dan pengawasan biaya membutuhkan sistem akuntansi pertanggungjawaban yang berperan sebagai alat penilaian kinerja pusat biaya sesuai tanggung jawab yang diberikan pada seorang PDAM Kabupaten Tana Toraja memiliki target-target biaya yang perlu direalisasikan sehingga menjadi indikator penilaian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan akuntansi pertanggungjawaban di PDAM Kabupaten Tana Toraja khususnya sebagai alat penilaian kinerja pusat biaya. Kinerja pusat biaya diukur dengan kemampuan manajer dalam mengendalikan biaya-biaya yang digunakan sesuai anggaran. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. Tinjauan Akuntansi manajemen Kholmi . menjelaskan bahwa akuntansi manajemen merupakan bidang akuntansi yang berhubungan dengan penyediaan informasi bagi manajemen untuk mengelola suatu organisasi atau perusahaan dan membantu dalam memecahkan masalah-masalah khusus yang dihadapi suatu organisasi. Akuntansi manajemen adalah suatu proses akuntansi yang berkaitan dengan penyediaan informasi baik dalam bentuk laporan keuangan atau laporan evaluasi kinerja manajemen perusahaan yang digunakan sebagai pertimbangan dalam pengambilan keputusan dan juga digunakan untuk kepentingan lainnya (Hansen & Mowen, 2007. Mowen et al. , 2. Indriani . menjelaskan bahwa terdapat 3. tipe informasi akuntansi manajemen, yaitu akuntansi penuh . ull accountin. , akuntansi diferensial . ifferential accountin. , dan akuntansi pertanggungjawaban . esponsibility Alfi et al. menjelaskan bahwa peran dan fungsi informasi akuntansi manajemen sangat ditentukan oleh dasar pengambilan keputusan, dasar penentuan biaya produksi, dan ketepatan dalam penganggaran modal. Suryani . menemukan bahwa informasi akuntansi manajemen mampu meningkatkan kualitas pengambilan keputusan sebuah perusahaan. Akuntansi pertanggungjawaban Pusat pertanggungjawaban merupakan unit dalam organisasi yang dipimpin oleh seorang manajer dan bertanggungjawab atas kegiatan-kegiatan dalam unit kerjanya (Sumarsan, 2. Menurut Salman dan Farid . , informasi akuntansi pertanggungjawaban merupakan sistem informasi untuk mengukur kinerja setiap pusat mengoperasikan pusat pertanggungjawaban sebagai bagian dari Informasi pertanggungjawaban sering digunakan untuk merencanakan, mengukur, dan mengevaluasi kinerja organisasi sesuai dengan wewenang dan tanggungjawab para manajer (Supriyono, 2. Menurut Mulyadi . , informasi akuntansi pertanggungjawaban bertujuan untuk penilaian kinerja manajer dan penyusunan anggaran dengan manfaat untuk memotivasi manajer, mengelola aktivitas, dan memantau efektivitas program pengelolaan aktivitas. Mulyadi . menjelaskan bahwa efektivitas informasi akuntansi pertanggungjawaban akan terpenuhi jika memiliki beberapa komponen, antara lain struktur organisasi, anggaran, penggolongan biaya . erkendali maupun tidak terkendal. , susunan kode rekening, dan pelaporan pertanggungjawaban. Penilaian kinerja Penilaian kinerja adalah penentuan efektivitas operasional suatu Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. organisasi secara periodic bagi organisasi dan karyawannya berdasarkan sasaran, standar, dan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya (Mulyadi, 2. Pada pusat biaya, penilaian dilakukan oleh manajer tingkat atas untuk melihat sejauh mana kinerja manajer pusat atas tanggung jawabnya dengan menggunakan kriteria pengukuran standar (Haryono, 2. Penilaian kinerja merupakan ukuran bagi pimpinan dan manajer untuk melaksanakan wewenang yang dilimpahkan kepadanya (Sudibyo. Secara empiris. Hutabarat . Harianja dan Meriyani . , dan Favian et al. menemukan bahwa informasi akuntansi pertanggungjawaban secara efektif dapat menentukan kinerja sekaligus memotivasi manajer untuk mengembangkan diri dan meningkatkan prestasi kerja. Mulyadi . mengemukakan bahwa penilaian kinerja dilaksanakan dalam dua tahap berikut. Tahap persiapan yaitu seluruh fase tentang perencanaan dan penilaian kinerja bagi para manajer yang bertanggungjawab pada suatu unit kerja. Fase ini bertujuan untuk memberikan informasi yang jelas kepada manajer sebelum memulai aktivitas. Tahap persiapan terdiri dari: . penentuan daerah pertanggungjawaban dan manajer yang bertanggung jawab, . penerapan kriteria yang dipakai untuk mengukur kinerja, dan . pengukuran kinerja sesungguhnya. Tahap penilaian yaitu keseluruhan fase tentang pengukuran hasil kinerja para manajer dengan membandingkannya dengan ukuran-ukuran yang telah disepakati sebelumnya. Tahap penilaian terdiri dari: . pembandingan kinerja sesungguhnya dengan sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya, . penentuan penyebab timbulnya penyimpangan kinerja sesungguhnya dari yang ditetapkan dalam standar, dan . penegakan perilaku dan tindakan yang berlaku untuk mencegah perilaku yang tidak diinginkan. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan sumber data primer. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari objek yang diteliti. Data terkait dengan penerapan akuntansi pertanggungjawaban diperoleh melalui wawancara langsung pada karyawan Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Tana Toraja. Data lainnya adalah sejarah perusahaan, struktur organisasi, dan laporan pertanggungjawaban biaya. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah metode analisis deskriptif yang bertujuan menggambarkan data sebagaimana adanya yang diperoleh dari hasil wawancara dan data yang dikumpulkan dari perusahaan. Secara teknis, penelitian ini menganalisis informasi yang telah dikumpulkan mengenai bagaimana akuntansi pertanggungjawaban yang diterapkan pada Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Tana Toraja dilihat dari syarat-syarat penerapannya serta pengukurannya. Hasil dan Hasil penelitian Struktur organisasi Struktur organisasi pada PDAM Kabupaten Tana Toraja telah dilakukan pembagian tugas sesuai dengan fungsinya masingmasing. Dengan adanya pembagian tugas ini, setiap bagian dapat mengetahui secara jelas wewenang serta tanggung jawabnya masing-masing sehingga tidak kebingungan atas apa yang akan dipertanggungjawabkan nantinya. Penganggaran Penganggaran pada PDAM Kabupaten Tana Toraja dilakukan sekali setahun sehingga Rencana Kerja Anggaran (RKA) dibuat untuk 1 tahun sekaligus pembentukan tim RKA. Penyusunan anggaran dilakukan oleh setiap bagian yang memuat rencana kerjanya termasuk usulan biaya dan peningkatan pendapatan. Pengendalian biaya dalam anggaran serta pengambilan keputusan akan melalui rapat bersama yang akan dibantu oleh bagian keuangan. Bagian keuangan akan meninjau laba rugi baik dari segi pendapatan atau biaya per bulan dapat direalisasikan atau tidak. Misalnya, jika usulan biaya melebihi pendapatan maka usulan tersebut akan ditunda untuk periode Akan tetapi, proses penganggaran juga sering mengikuti kondisi yang tidak dapat diprediksi seperti bencana Penggolongan biaya Perusahaan melakukan penggolongan biaya berdasarkan biaya terkendali dan biaya tidak terkendali. Biaya terkendali adalah biaya yang secara langsung menjadi tanggung jawab dan dapat dipengaruhi atau dikendalikan oleh manajer, dan biaya tidak terkendali adalah biaya yang bukan menjadi tanggung jawab dan tidak dapat dipengaruhi atau dikendalikan oleh manajer. Contoh biaya terkendali adalah biaya operasi sumber air, biaya pengolahan air, biaya transmisi dan distribusi, biaya umum dan administrasi, dan biaya kantor. Contoh biaya tidak terkendali adalah biaya pemeliharaan, biaya bantuan/subsidi, biaya diluar usaha, biaya bank, dan kerugian penjualan air. Klasifikasi kode rekening PDAM Kabupaten Tana Toraja telah melakukan klasifikasi rekening untuk setiap data akuntansi yang terjadi sesuai standar PDAM seluruh Indonesia. Biaya-biaya yang terjadi di catat dan digolongkan serta diberi kode sesuai dengan aktivitas biaya Kode rekening di PDAM Kabupaten Tana Toraja memudahkan penyusunan laporan serta memudahkan Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. pencarian data yang dibutuhkan. Laporan pertanggungjawaban PDAM Kabupaten Tana Toraja telah menyusun laporan pertanggungjawaban yang mencakup laporan realisasi Laporan tersebut memuat informasi tentang anggaran, realisasi anggaran, dan persentase realisasi anggaran. Laporan pertanggungjawaban juga memberikan informasi terkait pengelolaan biaya dan disusun per tahun serta diaudit oleh Kantor Akuntan Publik. Laporan audit disampaikan pada Bupati yang akan ditindaklanjuti oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan Perwakilan (BPKP) Provinsi Sulawesi Selatan untuk evaluasi kinerja paling lambat satu bulan setelah berakhirnya periode laporan. Penilaian kinerja manajer Penilaian kinerja pusat biaya diukur dengan membandingkan anggaran dan realisasi biaya yang telah disetujui untuk mengetahui besaran simpangan. Pembahasan Struktur organisasi PDAM Kabupaten Tana Toraja telah menyusun struktur organisasi sesuai wewenang dan tanggungjawab masingmasing bagian. Uraian tugas wewenang dan tanggungjawab tertuang dalam job description yang mencakup semua bagian Tanggung pertanggungjawaban dibebankan kepada masing-masing Kepala Bagian sesuai dengan SOP dalam Surat Keputusan Direktur. Penganggaran Anggaran digunakan sebagai tolak ukur pengeluaran biaya untuk membiayai aktivitas yang akan dilakukan oleh perusahaan atau rencana kerja yang akan dilaksanakan. Selain itu, anggaran juga berperan sebagai indikator kinerja pimpinan pusat pertanggungjawaban dengan membandingkan anggaran biaya dan realisasinya. Proses penyusunan anggaran PDAM Kabupaten Tana Toraja bersifat partisipatif dimana setiap Penggolongan biaya Pemisahan biaya atas terkendali maupun tidak terkendali dilakukan untuk membantu manajer untuk mengidentifikasi mana yang menjadi tanggungjawab pusatnya termasuk simpangan yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PDAM Kabupaten Tana Toraja telah mengidentifikasi biaya terkendali dan biaya tidak terkendali walaupun tidak termasuk Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. Kesimpulan biaya akibat kondisi alam dan sejenisnya yang bersifat tidak Klasifikasi kode rekening Hasil wawancara menunjukkan bahwa PDAM Kabupaten Tana Toraja telah memberikan kode rekening untuk setiap transaksi akuntansi sesuai dengan standar PDAM seluruh Indonesia. Biaya-biaya yang terjadi dicatat dan digolongkan serta diberi kode rekening sesuai dengan aktivitas biaya tersebut. Hal ini bertujuan untuk memudahkan penyusunan laporan dengan baik serta memudahkan untuk mencari perkiraan yang Laporan pertanggungjawaban Laporan pertanggungjawaban dari PDAM Kabupaten Tana Toraja adalah laporan realisasi anggaran yang berisi target biaya dan realisasi serta persentasenya apakah melebihi atau kurang dari anggaran yang ditetapkan. Laporan pertanggungjawaban memberikan informasi terkait pengelolaan biaya yang telah Informasi tersebut menjadi dasar pengukuran kinerja manajer pusat biaya sekaligus sebagai umpan balik bagi pimpinan terkait tanggungjawab organisasi. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat biaya-biaya yang digabungkan menjadi satu dan belum informatif. Penilaian kinerja manajer Laporan perusahaan untuk menilai kinerja pusat biaya dengan cara membandingkan realisasi dengan anggaran biaya yang telah Hal ini bertujuan untuk mengethaui selisih atau simpangan yang terjadi. Kendala yang dihadapi oleh PDAM Kabupaten Tana Toraja adalah selisih antara anggaran dan realisasi belum dilakukan evaluasi dan tindak lanjut yang Pada penilaian kinerja manajer pusat biaya. PDAM Kabupaten Tana Toraja belum optimal dalam menerapkan penghargaan . dan sanksi . Secara praktik, bentuk sanksi adalah teguran jika kinerja belum sesuai dengan apa yang diharapkan. Sistem ini perlu dilakukan agar dapat memotivasi manajer dan pegawai yang ada pada perusahaan. Informasi akuntansi pertanggungjawaban telah diterapkan oleh PDAM Kabupaten Tana Toraja dengan baik walaupun beberapa hal masih perlu pengembangan. Misalnya, perusahaan perlu melakukan klasifikasi biaya terkendali dan tidak terkendali secara lebih rinci. Pada penilaian kinerja, perusahaan perlu mengoptimalkan evaluasi dan tindak lanjut atas anggaran dan realiasi biaya. Perusahaan juga perlu mempertimbangkan optimalisasi sistem pemberian penghargaan . dan sanksi Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. secara jelas dan tegas terkait pertanggungjawaban Secara umum, perusahaan telah menerapkan syarat-syarat penerapan akuntansi pertanggungjawaban yaitu adanya struktur organisasi yang jelas, adanya penyusunan anggaran yang melibatkan setiap bagian pada perusahaan, adanya penggolongan biaya terkendali dan tidak terkendali, adanya pengklasifikasian kode rekening, dan adanya laporan pertanggungjawaban. Daftar Alfi. Fauzi. Pratiwi. Putri. Novianti. , & Tyas, . Peran dan fungsi akutansi manajemen terhadap perusahaan dagang: Pengambilan keputusan, biaya produksi dan penganggaran modal (Literature review akutansi Jurnal Ilmu Hukum. Humaniora dan Politik, 2. , 198209. DOI: 10. 38035/jihhp. Favian. Sabijono. , & Tirayoh. Analisis akuntansi pertanggungjawaban dalam penilaian kinerja pusat pendapatan pada PT Pos Indonesia (Perser. Manado. Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi. Manajemen. Bisnis dan Akuntansi, 9. , 536-542. https://ejournal. id/index. php/emba/article/view/3 Hansen. , & Mowen. Managerial Accounting, 8th Edition. Mason: Thomson South-Western Harianja. , & Meriyani. Analisis penerapan akuntansi pertanggungjawaban sebagai alat penilaian kinerja pada BPR Ganto Nagari 1954 Lubuk Alung. Pareso Jurnal: Jurnal Pengembangan Ilmu Akuntansi & Keuangan, 2. , 373-386. https://ejurnalunespadang. id/index. php/PJ/article/view/241 Haryono. Manajemen Kinerja SDM. Teori dan Aplikasi. Jakarta: PT. Luxima Metro Media Hutabarat. Penerapan akuntansi pertanggungjawaban sebagai alat evaluasi kinerja PT. Gunung Selamat Lestari Labuhan Batu Selatan. Jurnal Ilmiah Maksitek, 5. , 55-67. https://makarioz. org/index. php/JIM/article/ view/178 Indriani. Akuntansi Manajemen. Yogyakarta: Penerbit Andi. Kholmi. Akuntansi Manajemen. Malang: Universitas Muhammadiyah Malang. Mowen. Hansen. , & Heitger. Managerial Accounting: The Cornerstone of Business Decision Making, 7th Edition. Boston: Cengage Learning Mulyadi. Akuntansi Manajemen: Konsep. Manfaat dan Rekayasa. Edisi 3. Jakarta: Salemba Empat. Salman. , & Farid. Akuntansi manajemen: Alat Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. pengukuran dan pengambilan keputusan manajerial. Jakarta: PT. Indeks Sudibyo. Analisa laporan pertanggungjawaban pusat Jurnal Ilmu dan Budaya, 40. , 6539-6550. https://journal. id/ilmu-budaya/article/view/421 Sumarsan. Sistem Pengendalian Manajemen: Konsep. Aplikasi, dan Pengukuran Kinerja. Edisi 2. Jakarta: PT. Indeks. Supriyono. Akuntansi Keperilakuan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press Suryani. Pengaruh akuntansi manajemen terhadap pengambilan keputusan di PT. Cerenti Subur Kabupaten Kuantan Singingi (Studi empiris pada PT. Cerenti Subur Kuantan Singingi pada periode 2013-2. Juhanperak, 2. , 145158. https://w. id/index. php/PERAK/article/ view/1251