Contemporary Quran Ae ISSN: 2798-7108 . 2528-7567 . Vol. 4 Nomor 2 (Juli-Desember 2. doi: 10. 14421/cq. https://ejournal. uin-suka. id/ushuluddin/AJQH Article History: accepted: 12-08-2024. published: 20-08-2024 Dari Esoteris ke Literal: Penafsiran ar-RAz terhadap Huruf Muqata'ah dalam al-Qur'an Laily Salsabila UIN Raden Mas Said Surakarta. Indonesia Email: lailyely21@gmail. *Corresponding author Abstract Discussions about the muqata'ah letters in the QurAoan frequently exhibit a historical bias, focusing predominantly on their linguistic attributes rather than their symbolic or contextual significance. Consequently, many pre-modern mufassirs often neglect the functional role these letter combinations play, as well as the importance of historical and symbolic contexts in their interpretation. This research seeks to investigate how ar-RAz, a prominent pre-modern mufassir, employed context as a key element in interpreting the muqata'ah letters. To achieve this, the study adopts Norman Fairclough's critical discourse analysis framework, which facilitates an examination of the complex discourse within MafAtiu al-Ghaib. The study's findings present two primary conclusions. Firstly, arRAz uses the association between the muqata'ah letters and the subsequent words to establish five interpretative trends: as an indicator of the book, a symbol of the revelation process, a demonstrative word . sm isyAra. , a pronoun . sm sAmi. , and a symbol of the events represented in the text. This method reinforces the argument that the Qur'anic verses beginning with muqata'ah letters underline the identity of the Qur'an as a revelation. Secondly, ar-RAz employs an intertextual approach, integrating his interpretations with the historical and cognitive discourse of his era, particularly through the lens of Asy'ariyah theology, which he embraced. By doing so, ar-RAz merges objective elements, such as grammatical functions, with subjective components, focusing on divine authority in understanding revelation. This dual approach allows ar-RAz to present an interpretation of the muqata'ah letters that encompasses both esoteric and literal aspects, portraying the Qur'an as a text that is rich in both symbolic and historical meaning. Keyword: ar-RAz. MafAtiu al-Ghaib. Muqaoah Abstrak Diskusi mengenai huruf muqataAoah dalam al-Qur'an sering kali mengalami bias historis dalam penafsirannya, dengan perhatian lebih banyak tertuju pada aspek linguistik daripada makna simbolis atau kontekstualnya. Akibatnya, banyak mufassir pra-modern Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike BY-NC-SA: This work is licensed under a Contemporary Quran Creative Commons AttributionNonCommercial-ShareAlike 4. 0 International License . ttps://creativecommons. org/licenses/by-nc-sa/4. 0/) which permits non-comercial use. If you remix, transform, or build upon the material, you must contributions under the same license as the original. Vol. No. Dari Esoteris ke Literal yang cenderung mengabaikan fungsi gabungan huruf-huruf ini, serta peran konteks historis dan simbolis dalam pemaknaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana ar-RAz, sebagai salah satu mufassir pra-modern terkemuka, memfungsikan konteks sebagai sumber utama dalam penafsiran huruf muqataAoah. Untuk itu, penelitian ini menggunakan kerangka analisis wacana kritis yang dikembangkan oleh Norman Fairclough untuk melacak kompleksitas ide-ide wacana dalam kitab MafAtiu al-Ghaib. Hasil penelitian ini menunjukkan dua kesimpulan utama. Pertama, ar-RAz memanfaatkan hubungan antara huruf muqataAoah dengan kata yang mengikutinya untuk menghasilkan lima kecenderungan makna: sebagai penunjuk kitab, simbol proses pewahyuan, kata tunjuk . sm isyAra. , kata ganti . sm sAmi. , dan simbol peristiwa yang mewakili teks. Pendekatan ini memperkuat klaim bahwa susunan ayat al-Qur'an yang dibuka dengan huruf muqataAoah menegaskan entitas al-Qur'an sebagai wahyu. Kedua, ar-RAz menggunakan pendekatan intertekstual, mengaitkan interpretasinya dengan wacana historis dan kognitif yang ada pada masa itu, terutama dari perspektif teologi AsyAoariyah yang dianutnya. Melalui pendekatan ini, ar-RAz menggabungkan elemen objektif dengan menekankan fungsi gramatikal dan elemen subjektif dengan memfokuskan pada otoritas Tuhan dalam pemaknaan wahyu. Dengan demikian, ar-RAz menawarkan interpretasi huruf muqataAoah yang tidak hanya mencakup dimensi esoterik tetapi juga literal, menggambarkan al-Qur'an sebagai teks yang kaya akan makna simbolis dan historis. Kata Kunci: ar-RAz. MafAtiu al-Ghaib. Muqaoah Pendahuluan Terdapat bias historis dalam menafsirkan makna potongan huruf-huruf hijaiyah sebagai pembuka surah. Secara umum, huruf muqataAoah termasuk dalam kategori ayat mutasyabihat yang ditafsirkan secara literal dan sering dihindari oleh sebagian mufassir. 1 Pada era mufassir pra-modern, jarang ditemukan penafsiran non-literal terhadap huruf-huruf muqataAoah. Namun, ar-RAz, seorang mufassir pramodern, menawarkan perspektif berbeda dengan memahami susunan muqataAoah melalui gabungan antar huruf, simbolisme, dan konteks sebagai sumber Bagi ar-RAz, susunan huruf muqataAoah tidak selalu termasuk dalam kategori ayat mutasyabihat, sehingga ada peluang untuk memahami simbol-simbol dari potongan huruf ini sebagai pembuka surah. Misalnya, dalam penafsiran Q. Fushshilat . :1-2, ar-RAz memaknai simbol hAmim dan tanzl sebagai tanzl min arRahmAn, sebuah nikmat besar dari Allah berupa wahyu al-QurAoan. 2 Tanzl 1 al-usayn bin MasAod Al-Baghaw. MaAoAlim Al-Tanzl F Tafsr Al-QurAoAn, vol. 7 (Bayrt: DAr IuyAAo al-TurAth alAoArAb, 1. , 460. Muuammad bin Aumad Al-Qurub. Al-JAmiAo Li AukAm Al-QurAoAn, vol. 21 (Beirut: Muassasah al-RisAlah, 2. , 479. 2 Fakr al-Dn Ar-RAz. MafAtiu Al-Ghayb, vol. 27 (Bairut: DAr IuyAAo at-TurA al-AoArAb, 1. , 490. 154 of 166 Laily Salsabila Vol. No. menegaskan lafadz hAmim sebagai wahyu yang diturunkan Allah dari lauhul mahfudz, dan melalui malaikat Jibril, wahyu ini diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw. Bagi ar-RAz, hubungan antara hAmim dan tanzl menunjukkan bahwa Amim memiliki implikasi makna yang lebih luas dan mendalam. Ar-RAz menggunakan hubungan antar ayat untuk memanfaatkan konteks sebagai sumber pemaknaan, terutama dalam menginterpretasi huruf-huruf muqata'ah. Menurut W. Montgomery Watt, huruf-huruf muqata'ah, yang terdiri dari gabungan huruf-huruf misterius, menunjukkan keistimewaan al-Qur'an. Huruf-huruf ini bukan hanya sekadar potongan atau kumpulan huruf biasa, melainkan simbol yang mencerminkan bahasa komunikasi Tuhan dengan pembacaNya. Ar-RAz menginterpretasi huruf-huruf tersebut dengan menghubungkan fungsi gabungan huruf-huruf ini untuk memperkuat relevansi konteks terhadap simbol-simbol dalam al-QurAoan. 4 Pendekatan ar-RAz ini menekankan bahwa pemaknaan huruf muqata'ah tidak terbatas pada dimensi esoteris semata, tetapi juga mengandung makna literal yang nyata. Hal ini menunjukkan bahwa interpretasi huruf muqata'ah melibatkan pemahaman terhadap konteks yang lebih luas, serta bagaimana simbolisme ini diintegrasikan dalam narasi al-QurAoan. Pemaknaan literal terhadap huruf muqata'ah, yang dikenal sebagai fawaih as-Suwar, sering diabaikan oleh para mufassir. Dalam kajian sebelumnya, terdapat tiga kecenderungan dalam memahami eksistensi potongan huruf hijaiyah di awal Pertama, menafsirkan ayat muqata'ah sebagai akronim, seperti huruf uA yang dianggap sebagai akronim dari al-hAd (Maha Pemberi Petunju. dan mm dari alAoalm (Maha Mengetahu. 5 Kedua, huruf-huruf tersebut dipahami sebagai isyarat simbolis, seperti huruf uA dalam QS. GhAfir . : 1 yang dianggap menunjukkan mata air surga, dan mim menunjukkan sumber-sumber cinta abadi. 6 Ketiga, huruf muqata'ah dianggap sebagai sumpah, seperti pandangan Imam Qusyairi yang menafsirkan A mim dalam QS. GhAfir . kepada uayatih (Maha Hidu. dan majidihi (Maha Agun. Az-Zamakhsyar juga menilai huruf-huruf uawAmm sebagai sumpah Allah yang berfungsi sebagai peringatan kepada mereka yang menolak pewahyuan al-Qur'an. 8 PendekatanW. Montgomery Watt. Pengantar Studi Al-QurAoan, trans. Taufik Adnan Amal (Jakarta: CV Rajawali, 1. , 96. Ar-RAz. MafAtiu Al-Ghayb, vol. 27, 490. 5 Roma Wijaya. AuPemaknaan Huruf-Huruf Muqaoah Dalam Al-QurAoan,Ay Jurnal Pappasang 4, no. 2 December 2022, 30Ae42. 6 Muhammad Asror. AuMakna Isyari Huruf Al-MuqathaAoah Dalam Tafsir AoAraisy Al-Bayan Karya Ruzbihan Baqli Al-SyirazAy (Institut PTIQ Jakarta, 2. 7 Muzaki Kamal. AuTafsir Huruf MuqattaAoah Dalam Al-QurAoan (Studi Atas Penafsiran Al-Qusyairi Dalam Tafsir LaAif Al-IsyArA. Ay (IAIN Syekh Nurjati, 2. 8 Muhayat Karuniawan. AuMakna Surat Haw Ammim Menurut Az-Zamakhsyari (Studi IAoJaz Al-QurAoann Dalam Tafsirr Al-Kasysyaf. Ay (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2. 155 of 166 Vol. No. Dari Esoteris ke Literal pendekatan ini menunjukkan bahwa interpretasi atas huruf muqata'ah tidak hanya berkaitan dengan kombinasi simbol huruf tetapi juga dengan pemaknaan konteks, yang sering diabaikan oleh para mufassir klasik. Penelitian ini bertuan untuk melengkapi kajian-kajian terdahulu dengan meletakkan penafsiran ar-RAz terhadap huruf-huruf muqaoah sebagai bagian dari peristiwa komunikasi. Untuk itu, penelitian ini berupaya menemukan menjawab tiga problem utama. Problem pertama yang hendak dijawab berkaitan dengan penemuan fungsi komunikatif dalam sturktur tekstual wacana pemaknaan ar-RAz terhadap huruf-huruf muqaoah. Problem kedua yang hendak ditemukan dalam penelitian ini berkaitan dengan praktik wacana dalam pemaknaan huruf-huruf muqaoah untuk menemukan proses produksi yang berbeda dengan para penafsir Problem ketiga berkaitan dengan konteks di luar teks yang memungkinkan mempengaruhi pembentukan wacana. Tiga jawaban dari problem penelitian ini saling berkesinambungan untuk menemukan persitiwa komunikatif ar-RAz dalam menjelaskan makna huruf-huruf muqaoah. Penemuan terhadap tindakan-tindakan komunikatif ar-RAz dalam melakukan pemaknaan terhadap huruf-huruf muqaoah menggunakan metode kualitatif dengan sumber data berupa kepustakaan. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada dua sumber data. sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer yang digunakan adalah MafAtiu al-Ghaib karya ar-RAz yang dikhususkan pada pemaknaan huruf-huruf muqataAoah sebagai pembuka surah dalam al-QurAoan. Sedangkan sumber sekunder dalam penelitian ini ialah literatur pendukung termasuk di dalamnya buku yang membahasa historitas dan pemikiran ar-RAz. Dalam proses analisis data, penelitian ini menggunakan model analsisi wacana diskursif yang dikenalkan oleh Norman Fairclough. Fairclough menawarkan analisis wacana dalam format perubahan sosial, yaitu mengintregasikan diskusi wacana yang berpusat pada aspek linguistik dan sosial politik sebelum mengaitakannya dengan perubahan sosial. Hasil dan Pembahasan Inferensi dalam Dimensi Tektualitas ar-RAz: Upaya pencarian Sosio-Kultural Makna Huruf Muqaoah Keniscayaan representasi sosio-kultural pengarang dalam sebuah wacana menjadi sesuatu yang tidak dapat dihindarkan. Keberadaannya yang melekat dalam dimensi tekstual wacana tampak dalam penelusuran terhadap bentuk jalinan-jalinan tekstualnya yang disebut dengan tekstur teks. 9 Tekstur ini Norman Fairclough. AuDiscourse and Text: Linguistic and Intertextual Analysis within Discourse Analysis,Ay Discourse & Society 3, no. 2 (April 26, 1. : 193Ae217, https://doi. org/10. 1177/0957926592003002004. 156 of 166 Laily Salsabila Vol. No. mengandung beragam representasi dan artikulasi gagasan-gagasan pembuat wacana dengan segala bentuk kecenderungan ideologis, kepentingan, dan tujuan pembuatan wacana. Dalam konteks ini. Fairclough membagi fungsi wacana dalam tiga bentuk. fungsi ideasional, fungsi relasional, dan fungsi identitas. 10 Tiga fungsi ini mendorong representasi wacana dengan tujuan-tujuan penyediaan satu perangakat pengetahuan ideologis yang mendorong penyediaan sumber untuk memberikan perubahan terhadap dinamika sosial pembaca. Konteks ini menjadi model utama untuk menemukan jalinan-jalinan tekstual yang dibangun ar-RAz dalam proses pemaknaan huruf muqaoah. Kecenderungan ar-RAz dalam menampilkan makna huruf-huruf muqaoah mencerminkan upayanya untuk memberikan kemudahan dengan gaya penyampaian yang terbuka. Sifat keterbukaan penyampaian makna terepresentasi dari upayanya membentuk kohesivitas penjelasan melalui penjelasan terhadap persoalan-persoalan yang muncul dari pemahaman huruf tersebut. 11 Dalam penjelasan terhadap huruf muqaoah pada QS. al-Baqarah . : 1, ar-RAz menyebutkan dua kecenderungan pemaknaan atas huruf ini. penafsiran dengan takwil dan menghindari penafsiran. Ar-RAz mengambil posisi dengan melakukan penolakan atas kecenderungan tersebut dengan menyebutkan kebolehan pemaknaan dengan rasio. Ar-RAz menganggap huruf ini sebagai bagian dari alat yang digunakan Allah untuk berkomunikasi dengan manusia. 12 Penyebutan beragam pendapat tentang makna huruf muqaoah dilakukan pada QS. al-AAorAf . 1 dengan menghadirkan beberapa pandangan yang dibantahnya dengan menghadirkan pemaknaannya sebagai nama lain dari surah ini. 13 Kebiasaan ar-RAz dalam memberikan penjelasan terhadap pendapat-pendapat yang melakukan pemaknaan mengindikasikan tujuannya untuk memberikan kemudahan bagi Gaya penjelasan dengan memberikan beragam pandangan banyak tokoh pendahulunya sekaligus menunjukkan persona ar-RAz sebagai ahli kalam yang menggunakan logika induktif. Penjelasan huruf muqaoah pada QS. al-Baqarah . 1 dan QS. al-AAorAf . : 1 menunjukkan inferensinya terhadap beragam pendapat yang melampaui proposisi yang dibangun dengan pendapat tersebut untuk merefleksikan makna baru yang lebih dianggap benar dengan diksi bal al-uaq . kan 10 Marianne Jorgensen and Louise Phillips. Discourse Analysis as Theory and Method (Los Angeles: SAGE Publications, 2. , 94. 11 Representasi ini ditampilkan oleh ar-RAz dalam narasi Q. al-Baqarah. ali Imran. al-AAoraf. Yunus. Hud. Thaha. al-Ankabut. Shad. Ghafir. ad-dukhan. al-Jatsiyah. Qaf. alQalam. 12 Fakr al-Dn Ar-RAz. MafAtiu Al-Ghayb, vol. 2 (Bairut: DAr IuyAAo at-TurA al-AoArAb, 1. , 249. 13 Ar-RAz. Fakr al-Dn. MafAtiu Al-Ghayb, vol. 14, 194. 157 of 166 Vol. No. Dari Esoteris ke Literal tetapi, yang benar adalah. 14 Logika induktif yang dibangun ar-RAz tampak dalam penjelasan huruf muqaoah al lAm rA pada QS. Ynus . : 1. Sebelum melakukan inferensi, ar-RAz menjelaskan tiga masalah tentang alf lAm rA tentang cara baca, ketidaksesuian dengan diksi selanjutnya . , dan beragam maknanya. Ar-RAz melakukan penyimpulan dengan memilih pandangan Ab Muslim al-Khurasan dengan menyebutkan bahwa alf lAm mm sebagai lambang dari kitab ini (AoalAmah li haz\A al-kitA. 15 Ia juga menetapkan penolakannya terhadap pandangan kelompok BAiniyah dan Sufi dalam cara penafsirannya dengan berpegang pada kelompok Mutakkalim yang mengacu pada makna kebahasaan. 16 Penjabaran terhadap beragam pendapat dengan melakukan inferensi mengindikasikan konstruksi personanya sebagai ahli kalam dan menganut logika induktif ditampilkan. Penampilan persona diri didukung dengan ideasionalnya sebagai bagian dari pendukung ideologi aliran al-AsyAoaryah yang sengaja ditampilkan dalam penjelasannya pada proses pemaknaan huruf muqaoah. Kecenderungannya terhadap al-AsyAoaryah tampak pada penjelasan huruf muqaoah hA mm pada QS. Fuilat . : 1. Ia memilih makna hA mm sebagai nama surah yang berposisi sebagai subjek . ubtadAA. dengan tanzl sebagai predikat . Dalam penjelasannya terhadap tanzl, ar-RAz menjelaskan bahwa kata ini berasal dari ar-RaumAn dan arRaum, sehingga perbuatan yang disertai dengan sifat tertentu harus sesuai dengan sifat tersebut. Bagi ar-RAz, kelompok yang menganggap al-QurAoan baru sehingga ia adalah makhluk dengan dalil makna bahasa dari tanzl direspons ar-RAz dengan penilaian benar dalam segi bahasa, akan tetapi hanya merujuk pada al-QurAoan yang diturunkan bukan al-QurAoan yang berada di lauu al-mahf yang bersifat qadm. Respons yang sama dilakukan oleh ar-RAz dalam pemaknaan huruf muqaoah pada QS. IbrAhm . : 1 . lf lAm rA)18 dan QS. az-Zuhruf . : 1 . A m. 19 terkait pandangan al-QurAoan sebagai makhluk. Penggunaan masAAoil terhadap beragam makna pada setiap diksi dari huruf muqaoah menunjukkan perhatiannya terhadap realitas pemaknaan yang beragam yang berkaitan dengan proses pemahaman terhadap diksi tersebut. Ar-RAz hendak memberikan jalan tengah terhadap komposisi makna dengan menyatakan pandangannya sendiri atau memilih pandangan ulama yang dianggapnya benar. Tindakan untuk memberikan bantahan terhadap wacana yang berkembang dengan merefleksikan keyakinannya menempatkan MafAtiu al-Ghaib sebagai tindakan Ar-RAz. Fakr al-Dn. MafAtiu Al-Ghayb, vol. 14, 194. Ar-RAz. Fakr al-Dn. MafAtiu Al-Ghayb, vol. 17, 184. 16 Ar-RAz. Fakr al-Dn. MafAtiu Al-Ghayb, vol. 27, 539. 17 Ar-RAz. Fakr al-Dn. MafAtiu Al-Ghayb, vol. 27, 538. 18 Ar-RAz. Fakr al-Dn. MafAtiu Al-Ghayb, vol. 19, 56. 19 Ar-RAz. Fakr al-Dn. MafAtiu Al-Ghayb, vol. 27, 617. 158 of 166 Laily Salsabila Vol. No. wacana dan sarana reflektif yang dipengaruhi oleh wacana-wacana yang berkembang di luar teks. 20 Kegelisahan ar-RAz tidak muncul dari hubungannya dengan konsepsi kebahasan al-QurAoan ataupun konsep-konsep teologis yang muncul di dalam. Kegelisahannya berangkat dari keberadaan pemaknaan yang ada di luar teks yang direspons dengan nalar induktif melalui inferensi atas beragam Argumen melalaui penerapan model silogisme negative dengan penggunaan diksi al-uaqq . ang bena. dan al-jawAb . menunjukkan personanya yang kuat sebagai seorang mutakallimn . 21 Gaya argumentatif dengan melakukan penolakan terhadap beragam pandangan mendukung kecenderungannya untuk melakukan pembelaan terhadap gagasan ideologi yang Konstruksi ideologi muncul dalam narasi ar-RAz terhadap penjelasan hubungan makna huruf muqaoah dalam proses mengaitkannya dengan diksi yang Penggunaan kata tanzl sebagai elemen pemaknaan hA mm memunculkan persinggungan dengan pandangan-pandangan MuAotazilah. Persinggungan ini menjadi hal yang niscaya dengan mengacu intensitas perdebatan yang menyangkut pandangan bahwa al-QurAoan adalah makhluk, sehingga sifatnya Ar-RAz yang pernah tinggal di Khawarizmi, sebagai pusat para intelektual MuAotazilah merupakan nilai eksperimental yang mempengaruhi kecenderungan pembelaannya terhadap konsep-konsep al-AsyAoaryah. Nilai pengalaman selalu memberikan dampak pada proses pembuatan wacana untuk meninggalkan jejakjejak ideologisnya. 22 Nilai ini menjadi identitas yang mengenalkan kecenderungan pewacana untuk mewakili dinamika dunia sosial-kulturalnya. 23 Jejak-jejak ideologis ar-RAz yang dibangun dengan gaya argumentasinya yang negatif digunakan untuk mengubungkan susunan huruf muqaoah dengan diksi lainnya agar mampu menghasilkan makna yang bisa dipahami. Interpretasi Praktik Wacana Huruf MuqataAoah dalam MafAtiu al-Ghaib Analisis praktik wacana berfokus pada bagaimana suatu teks dikonstruksi, diproduksi, dan diinterpretasi oleh para pewacana. Dalam aspek interpretasi, teks menjadi hasil dari analisis wacana serta berperan sebagai sumber proses 20 Michael A. Halliday. Language as Social Semiotic: The Social Interpretation of Language and Meaning (London: Edward Arnold, 1. , 188. Norman Fairclough. Language and Power (London: Longman, 1. , 93. 21 Serkan nce. AuAoAbd Al-JabbarAos Apologetical Arguments Opposing Christian Christology: A Critical Analysis from the Viewpoint of Epistemological Argumentation Theory,Ay Nazariyat Journal for the History of Islamic Philosophy and Sciences 9, no. 1 (April 2. : 63Ae81, https://doi. org/dx. org/10. 12658/Nazariyat. M0176en. 22 Fairclough. Language and Power, 96. 23 Elya Munfarida. AuAnalisis Wacana Kritis Dalam Perspektif Norman Fairclough,Ay KOMUNIKA: Jurnal Dakwah Dan Komunikasi 8, no. 1 (January 1, 2. : 1Ae19, https://doi. org/10. 24090/komunika. 159 of 166 Vol. No. Dari Esoteris ke Literal 24 Proses ini terbagi menjadi dua kategori utama: interpretasi teks dan interpretasi konteks. Wacana, sebagai struktur yang diinterpretasikan, dapat muncul dalam bentuk tuturan maupun tulisan. 25 Pada level ini, interpretasi terhadap potongan huruf hijaiah yang menjadi pembuka surah, seperti yang dijelaskan dalam kitab MafAtiu al-Ghaib oleh ar-RAz, menampilkan proses interpretasi teks. Ar-RAz menyoroti tatanan sosial dan konstruksi huruf muqataAoah sebagai bentuk interpretasi konteks. Dengan memahami hubungan antara hurufhuruf ini, ar-RAz menunjukkan bahwa interpretasi huruf muqataAoah dapat melampaui pemahaman literal, membuka peluang untuk memahami makna simbolis yang lebih dalam. Dalam menginterpretasi huruf-huruf muqataAoah, ar-RAz mengembangkan tiga tipologi utama. Tipologi pertama adalah mengaitkan struktur antar kata, seperti yang terlihat dalam QS. Fushshilat . : 1, di mana kata Amim diposisikan sebagai mubtadaAo dan tanzl sebagai khabar, yang berfungsi sebagai penjelas dari mubtadaAo 26 Bagi ar-RAz, kata Amim memperoleh makna yang sempurna saat disandingkan dengan tanzl min ar-RaumAn, yang menggambarkan nikmat besar dari Allah berupa wahyu al-QurAoan. Selain itu. Amim juga dianggap sebagai penegasan . dari frasa min ar-Rauman ar-Raum, menandakan kasih sayang Allah melalui pewahyuan kitab suci. Ar-RAz menyimpulkan bahwa surah-surah yang dimulai dengan Amim menunjukkan bahwa al-QurAoan adalah kumpulan ilmu-ilmu yang relevan dari masa lalu hingga masa depan, relevan untuk semua Kesimpulan ini didukung oleh penggunaan lafaz qurAoanan arabiyan dalam ayat ketiga, yang menunjukkan penurunan al-QurAoan dalam konteks sosio-historis orang Arab. Tipologi kedua yang digunakan ar-RAz adalah dengan mengaitkan struktur antar kata dalam satu surah. Contohnya adalah QS. al-Qalam . : 1, di mana sumpah Allah dalam ayat pertama menjadi jawaban atas tuduhan orang-orang kafir yang menganggap Nabi Muhammad gila. 27 Kombinasi term anta pada ayat kedua dengan term nun pada ayat pertama menegaskan bahwa term nun memperlihatkan kemuliaan dan kesempurnaan akal Nabi Muhammad. Tipologi ketiga ar-RAz melibatkan aspek asbAb an-nuzl dalam interpretasi. Contoh penggunaan asbAb annuzl adalah ketika ar-RAz menafsirkan QS. QAf . : 228 dan QS. : 229, di mana term bal digunakan untuk menggambarkan keadaan keraguan orang-orang Eriyanto. Analisis Framing Konstruksi. Ideologi. Dan Politik Media (Yogyakarta: Lkis Yogyakarta, 2. , 316. Eriyanto, 7. 26 Ar-RAz. MafAtiu Al-Ghayb, vol. 27, 537. 27 Ar-RAz. Fakr al-Dn. MafAtiu Al-Ghayb, vol. 30, 598. 28 Ar-RAz. Fakr al-Dn. MafAtiu Al-Ghayb, vol. 28, 119. 29 Ar-RAz. Fakr al-Dn. MafAtiu Al-Ghayb, vol. 26, 365. 160 of 166 Laily Salsabila Vol. No. kafir terhadap kerasulan Nabi Muhammad. Dengan menggunakan historisitas teks, ar-RAz merekonstruksi wacana sebagai simbol dari peristiwa historis tertentu, menunjukkan bagaimana huruf muqataAoah tidak hanya memiliki makna tekstual tetapi juga kontekstual. Praktik kewacanaan oleh ar-RAz terkait erat dengan intertekstualitas antara horizon interpretasi ar-RAz dengan konteks historis wacana. Kombinasi dari dua horizon ini memperkuat tradisi interpretatif antara teks dan konteks dalam 30 Intertekstualitas ini berfungsi untuk mengeksplorasi bagaimana teks-teks al-QurAoan diinterpretasikan dan diintegrasikan ke dalam struktur wacana yang lebih luas. 31 Ar-RAz menggunakan dua teknik intertekstual: pertama, dengan mengkonstruksi relasi antar teks yang memiliki koherensi dan kohesivitas, seperti dalam struktur ayat kedua dari fawaih al-Suwar yang selalu menggunakan simbol al-kitab untuk menegaskan keaslian wahyu Allah. Kedua, ar-RAz menggunakan konteks historis tertentu sebagai petunjuk untuk pembentukan wacana,32 seperti kemenangan bangsa Romawi atas Persia yang tercermin dalam QS. ar-Rm . : 1-2, dan kondisi kaum Muslimin dalam QS. al-Ankabut . : 1-2. Kombinasi ini menunjukkan adanya hubungan erat antara struktur teks dengan konteks historis dalam huruf-huruf muqataAoah. Konstruksi wacana oleh ar-RAz menunjukkan adanya dua proses representatif: objektivitas dalam kaitannya dengan struktur linguistik, dan subjektivitas dalam interpretasi spesifiknya. Meskipun ar-RAz berhasil mengaitkan kata-kata dalam struktur sintagmatis secara objektif, ada tantangan dalam relasi paradigmatis, seperti dalam QS. ahA . : 1-2. Relasi antara aha dan ka tidak menunjukkan korelasi yang kuat dalam konteks wacana al-QurAoan sebagai wahyu untuk Nabi Muhammad. Beberapa ulama, seperti al-aAolab dan al-Zamakhsar, memandang term aha lebih umum, sementara ar-RAz menekankan bahwa surah ini khusus untuk Nabi Muhammad, menggambarkan situasi Nabi yang merasa tertekan oleh musuh-musuhnya. 33 Klaim ar-RAz ini menunjukkan adanya subjektivitas dalam interpretasinya, yang menggunakan perspektif pribadi untuk membangun wacana yang lebih spesifik dan relevan dengan kondisi sejarah Konstruksi ini menggarisbawahi bahwa interpretasi wacana ar-RAz tidak hanya bersandar pada struktur linguistik tetapi juga dipengaruhi oleh konteks historis dan pandangan pribadi sang mufassir. 30 Endang Sumarti. AuAnalisis Wacana Kritis: Metode Analisis Dalam Perspektif Norman Fairclough,Ay Jurnal Bahasa Lingua Scientia 2, no. 2 (November 7, 2. : 157Ae67, https://doi. org/10. 21274/LS. 31 Elya Munfarida. AuAnalisis Wacana Kritis dalam Perspektif Norman FaircloughAy, 12. 32 Munfarida. AuAnalisis Wacana Kritis Dalam Perspektif Norman Fairclough. Ay 33 Ar-RAz. MafAtiu Al-Ghayb, vol. 22, 5. 161 of 166 Vol. No. Dari Esoteris ke Literal Konteks Sosial Pada Wacana Huruf MuqataAoah dalam MafAtiu al-Ghaib Analisis wacana tidak bisa dilepaskan dari gagasan tentang konteks sosial yang melampaui batas teks itu sendiri. Dalam hal ini, formasi wacana menjadi alat untuk mengungkap kekuatan masyarakat dalam membentuk makna dan memahami bagaimana ideologi dominan tersebar. Dengan menganalisis konteks sosiokultural, kita dapat melihat bagaimana tafsir al-QurAoan, khususnya terkait huruf-huruf muqataAoah dalam MafAtiu al-Ghaib karya ar-RAz, dipengaruhi oleh tatanan sosial dan wacana yang berkembang. Penekanan ini menunjukkan bahwa pemaknaan huruf-huruf muqataAoah bukan hanya soal linguistik, tetapi juga bagian dari upaya membingkai dan memahami realitas sosial pada masa pra-modern. Dengan demikian, analisis terhadap interpretasi ar-RAz atas huruf-huruf ini tidak hanya memaparkan proses interpretasi teks, tetapi juga menghubungkannya dengan latar belakang sosial yang mempengaruhi pembentukan makna tersebut. Ar-RAz mengidentifikasi tiga tipologi dalam konstruksi wacana huruf muqataAoah. Tipologi pertama melibatkan rujukan pada pendapat dan riwayat para tabiAoin seperti Ibn AbbAs. MujAhid, dan MuqAtil. Misalnya, huruf nn diinterpretasikan sebagai ikan, mengacu pada kisah Nabi Ynus. 35 Namun, ketika dikaitkan dengan konteks ayat setelahnya, huruf ini menegaskan bahwa Nabi Muhammad bukanlah orang gila, melainkan seorang rasul yang mendapatkan Tipologi kedua adalah penggunaan riwayat para tabiAoin sebagai konteks penafsiran, seperti dalam pemaknaan huruf alf lAm mm dan aha, yang diambil dari konteks situasi masyarakat Arab saat itu. Tipologi ketiga mencerminkan penolakan ar-RAz terhadap penafsiran MuAotazilah, terutama dalam memahami huruf muqataAoah sebagai makhluk baru. Bagi ar-RAz, huruf ini lebih dari sekadar retorika manusia, melainkan simbol wahyu ilahi. Dalam kerangka yang diusulkan Fairclough, konteks situasional adalah aspek pertama yang dieksplorasi untuk memahami penafsiran huruf muqataAoah. Pada masa pra-ar-RAz, konstelasi historis paham MuAotazilah menunjukkan adanya dua kelompok utama: rasionalis yang mengandalkan nalar dalam memahami wahyu, dan eksternalis yang bergantung sepenuhnya pada makna tekstual. Namun, pada masa ar-RAz, paham AsyAoariyah telah mencapai kemapanan dan menghadapi tantangan yang lebih sedikit. Paham AsyAoariyah, yang menekankan otoritas Tuhan dalam segala sesuatu, membatasi kebebasan nalar manusia dalam 34 Nurani. Nafisah Febby. AuAnalisis Wacana Kritis Penyandang Disabilitas dalam Film Dancing In The Rain,Ay. Jurnal Komunika. Media Dan Informatika. Vol. No. 2, . , 84. 35 Ar-RAz. MafAtiu Al-Ghayb, vol. 22, 178. 36 Seyyed Hossein Nasr. Intelektual Islam: Teologi,Filsafat Dan Gnosis, trans. Suharsono. Jamaluddin MZ (Yogyakarta: CIIS Press, 1. , 12. 162 of 166 Laily Salsabila Vol. No. memahami wahyu. Meskipun ar-RAz mengikuti manhaj AsyAoariyah, beberapa konsep teologi yang diusungnya berbeda dari pendekatan AsyAoariyah murni, mencerminkan adaptasi dan inovasi dalam pemikiran teologinya. Aspek kedua adalah konteks intertekstual, yang melihat bagaimana berbagai diskursus sejarah berinteraksi dalam proses produksi teks tafsir. Dalam kasus huruf muqataAoah, ar-RAz berinteraksi dengan narasi penafsiran lain yang ada pada masanya, seperti tafsir al-Baghawi dan al-Qurub. Misalnya, al-BaghAw menafsirkan hA mm secara qiraat dan akronim, sementara al-Qurub melihatnya sebagai bagian dari struktur sumpah dalam ayat. Sebaliknya, ar-RAz memahami huruf muqataAoah sebagai simbol yang bisa dipahami dan terintegrasi dengan makna ayat berikutnya. Interpretasinya menekankan pada metode taull, yaitu penjelasan rinci setiap lafaz, hubungan antar ayat, dan relevansi hadis. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan ar-RAz bersifat komprehensif dan menyeluruh, menekankan kohesi antara simbol dan konteks yang lebih luas. Interpretasi ar-RAz atas huruf muqataAoah sangat dipengaruhi oleh konteks sosial-historis AsyAoariyah yang berkembang pada masanya. Meski ar-RAz hidup dalam lingkungan yang lebih aman dan stabil dibandingkan AsyAoariyah awal, wawasannya tetap terwarnai oleh upaya untuk menolak ide-ide MuAotazilah yang dianggap menyimpang. Penafsirannya berakar kuat pada tradisi Sunni dan berusaha untuk mempertahankan otoritas teologis yang dianggapnya benar. Hal ini terlihat dalam keterlibatannya dengan tafsir seperti al-KasysyAf yang bernuansa MuAotazilah, namun tetap mempertahankan landasan AsyAoariyah. 38 Secara keseluruhan, analisis ini menunjukkan bahwa pemahaman ar-RAz atas huruf muqataAoah tidak hanya merupakan refleksi dari pengetahuan linguistiknya, tetapi juga manifestasi dari pemahaman teologis dan sosial-politik yang lebih luas. Kesimpulan Huruf-huruf muqataAoah, yang seringkali muncul di awal beberapa surat dalam al-Qur'an, diinterpretasikan oleh ar-RAz melalui konjungsi internal teks, dengan menggabungkan satu lafadz dengan lafadz yang lain. Praktik ini memperlihatkan bahwa huruf-huruf tersebut bukan hanya sekadar simbol atau tanda, melainkan memiliki fungsi gabungan yang mendalam, menghubungkan sisi linguistik term dengan konteks eksternal yang mewakilinya. Dalam analisis arRAz, ditemukan lima kecenderungan makna utama dari huruf-huruf muqataAoah, 37 Mohammad Mansur. Tafsir Mafatih Al Gaib (Historisitas Dan Metodolog. (Yogyakarta: Lintang Hayuning Buwana, 2. , 33. 38 Muslim Djuned and Makmunzir Makmunzir. AuPenakwilan Ayat-Ayat Sifat Menurut Imam Fakhruddin AlRazi,Ay TAFSE: Journal QurAoanic Studies (December https://doi. org/10. 22373/tafse. 163 of 166 Vol. No. Dari Esoteris ke Literal yaitu sebagai kitab, simbol pewahyuan al-Qur'an, kata tunjuk . sm isyara. , kata ganti . sm dhami. , dan simbol peristiwa tertentu. Penemuan ini dibuktikan melalui fungsi gramatikal yang menghubungkan huruf muqataAoah dengan ayatayat selanjutnya, yang sering menyebutkan kitab, wahyu, atau al-Qur'an itu Dengan demikian, huruf-huruf muqataAoah tidak hanya membuka suratsurat tertentu, tetapi juga menegaskan al-Qur'an sebagai wahyu ilahi. Meskipun penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam memahami fungsi huruf-huruf muqataAoah, terdapat beberapa batasan yang perlu diperhatikan untuk pengembangan kajian lebih lanjut. Dimensi praktik wacana yang dianalisis terbentuk melalui perspektif intertekstualitas ar-RAz yang dipengaruhi oleh horizon historis dan kognitifnya sebagai penganut AsyAoariyah. Objektivitas ar-RAz dalam mengaitkan huruf muqataAoah dengan kata selanjutnya menunjukkan kedalaman analisis sintagmatik, namun dalam relasi paradigmatik, wacana yang dihasilkan tetap menampilkan subjektivitas, dengan menonjolkan otoritas Tuhan dalam proses pewahyuan. Untuk penelitian lanjutan, akan bermanfaat mengeksplorasi narasi ayat-ayat al-Qur'an tentang pewahyuan yang tidak diawali oleh huruf-huruf muqataAoah, guna menguji kekonsistenan praktik wacana ar-RAz. Studi lebih mendalam dapat memperkaya literatur diskursus huruf-huruf muqataAoah serta memperlihatkan korelasi dan kohesi gramatikal antara ayat-ayat al-Qur'an dalam perwujudan makna yang literal dan simbolik. Daftar Rujukan Al-Baghaw, al-usayn bin MasAod. MaAoAlim Al-Tanzl F Tafsr Al-QurAoAn. Bayrt: DAr IuyAAo al-TurAth al-AoArAb, 1420. Al-Qurub. Muuammad bin Aumad. Al-JAmiAo Li AukAm Al-QurAoAn. Beirut: Muassasah al-RisAlah, 2006. Al-RAz. Fakr al-Dn. MafAtiu Al-Ghayb. Bairut: DAr IuyAAo at-TurA al-AoArAb, 1420. Asror. Muhammad. AuMakna Isyari Huruf Al-MuqathaAoah Dalam Tafsir AoAraisy AlBayan Karya Ruzbihan Baqli Al-Syiraz. Ay Institut PTIQ Jakarta, 2018. Djuned. Muslim, and Makmunzir Makmunzir. AuPenakwilan Ayat-Ayat Sifat Menurut Imam Fakhruddin Al-Razi. Ay TAFSE: Journal of QurAoanic Studies 6, no. (December 30, 2. : 159. https://doi. org/10. 22373/tafse. Eriyanto. Analisis Framing Konstruksi. Ideologi. Dan Politik Media. Yogyakarta: Lkis Yogyakarta, 2002. Fairclough. Norman. AuDiscourse and Text: Linguistic and Intertextual Analysis within Discourse Analysis. Ay Discourse & Society 3, no. 2 (April 26, 1. : 193Ae https://doi. org/10. 1177/0957926592003002004. AiAiAi. Language and Power. London: Longman, 1989. 164 of 166 Laily Salsabila Vol. No. Halliday. Michael A. Language as Social Semiotic: The Social Interpretation of Language and Meaning. London: Edward Arnold, 1978. Serkan. AuAoAbd Al-JabbarAos Apologetical Arguments Opposing Christian Christology: A Critical Analysis from the Viewpoint of Epistemological Argumentation Theory. Ay Nazariyat Journal for the History of Islamic Philosophy and Sciences (April 63Ae81. https://doi. org/dx. org/10. 12658/Nazariyat. M0176en. Jorgensen. Marianne, and Louise Phillips. Discourse Analysis as Theory and Method. Los Angeles: SAGE Publications, 2002. Kamal. Muzaki. AuTafsir Huruf MuqattaAoah Dalam Al-QurAoan (Studi Atas Penafsiran Al-Qusyairi Dalam Tafsir LaAif Al-IsyArA. Ay IAIN Syekh Nurjati, 2022. Karuniawan. Muhayat. AuMakna Surat Haw Ammim Menurut Az-Zamakhsyari (Studi IAoJaz Al-QurAoann Dalam Tafsirr Al-Kasysyaf. Ay UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2009. Mansur. Mohammad. Tafsir Mafatih Al Gaib (Historisitas Dan Metodolog. Yogyakarta: Lintang Hayuning Buwana, 2019. Munfarida. Elya. AuAnalisis Wacana Kritis Dalam Perspektif Norman Fairclough. Ay KOMUNIKA: Jurnal Dakwah Dan Komunikasi 8, no. 1 (January 1, 2. : 1Ae19. https://doi. org/10. 24090/komunika. Nasr. Seyyed Hossein. Intelektual Islam: Teologi,Filsafat Dan Gnosis. Translated by Suharsono. Jamaluddin MZ. Yogyakarta: CIIS Press, 1995. Roma Wijaya. AuPemaknaan Huruf-Huruf MuqattaAoah Dalam Al-QurAoan. Ay Jurnal Pappasang (December 30Ae42. https://doi. org/10. 46870/jiat. Sumarti. Endang. AuAnalisis Wacana Kritis: Metode Analisis Dalam Perspektif Norman Fairclough. Ay Jurnal Bahasa Lingua Scientia 2, no. 2 (November 7, 2. 157Ae67. https://doi. org/10. 21274/LS. Watt. Montgomery. Pengantar Studi Al-QurAoan. Translated by Taufik Adnan Amal. Jakarta: CV Rajawali, 1991. 165 of 166 Vol. No. Dari Esoteris ke Literal 166 of 166